Buat Apa Ikut Diklat….?!

Apa itu Diklat ?! Pertanyaan itu mungkin timbul bagi Anda yang masih awam….Menurut Peraturan Pemerintah nomor 101 Tahun 2000 dinyatakan bahwa Pendidikan dan Pelatihan Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut Diklat adalah proses penyelenggaraan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan Pegawai Negeri Sipil.Tujuan diklat diantaranya adalah meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan sikap agar dapat melaksanakan tugas pekerjaan, baik yang bersifat umum pemerintahan maupun pembangunan, yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pengembangan partisipasi masyarakat.

Tujuan yang bagus khan…?! Lho, tapi mengapa setelah begitu banyak diklat dilaksanakan koq hasilnya hanya seperti itu…..masih banyak majalah, Koran, atau bahkan statemen pejabat yang menyatakan bahwa kualitas SDM Pemerintah masih rendah. Lalu bagaimana manfaat diklat….?! Ya….tujuan diklat itu hanya dapat tercapai jika tiga pilar kediklatan, yaitu penyelenggara, widyaiswara dan peserta diklat dalam kondisi ideal. Kalau masalah penyelenggara dan widyaiswara sudah banyak indikator yang diungkap guna meningkakan kualitas diklat. Tetapi bagaimana dengan peserta diklat…?! Ya…harusnya peserta bermotivasi tinggi dalam mengikuti diklat….Itu betul…. Tapi motivasi peserta itu susah dikontrol…..

Idealnya setiap peserta merasa perlu mengikuti diklat….menganggap diklat dapat dipakai untuk meningkatkan kompetensi mereka. Susahnya jarang peserta diklat yang saya temui bermotivasi seperti itu. Dalam setiap mengikuti suatu diklat, termasuk dari pengalaman sendiri, juga saat bertemu peserta diklat (maklum kantorku khan Badan Diklat), atau saat mengajar…saya selalu berusaha mengorek-ngorek alasan sejati mereka ikut diklat….. Dan hasilnya kadang mengejutkan saya…diantara jawaban mereka adalah sebagai berikut

1. Buat Refreshing Pak…
Terakhir komentar ini saya dengar dari seorang siswa Prajabatan Golongan III. What…?! Prajabatan….?! Masih CPNS no…?! Lha koq sudah sibuk…?! Yah….demikianlah kenyataannya. Jadi jangan dikira kerja di PNS itu bisa santai-santai….kalo kita mempunyai kompetensi tinggi plus motivasi kerja tinggi….. bahkan repotnya malah melebihi pegawai swasta…..sudah nglembur-nglembur…perintahnya mendadak….waktunya mendesak lagi alias….BESOK HARUS JADI…!! Mangkanya wajar kalau ada peserta prajab yang bilang ikut diklat itu buat refreshing….Buat istirahat pak….katanya sambil mesem trus minta izin buat ninggalin kelas karena dipanggil pimpinan……

2. Buat Nyari Kerjaan Pak
Ya….ini kebalikan dari yang pertama. Kadang ada staf yang rewel, suka protes, males bekerja…hingga dia jarang diberi pekerjaan oleh atasannya. Na….begitu tiba surat tentang penyelenggaraan suatu diklat….ya…staf inilah yang dikirim. Lumayan….. selama dua minggu kantor kita hidup dalam kedamaian…..begitu pikiran atasan mungkin. So…wajarlah jika ada julukan ’staf diklat’ bagi sebagian orang sulit…

3. Wong Diperintah Atasan…mana bisa nolak
Ini juga penyakit PNS pada umumnya….tidak bisa nolak perintah atasan. Padahal materi diklatnya sudah dikuasai. Saya sendiri pernah mengalaminya…..beberapa kali malah….mau nolak ya ndak berani…..takut dikirain sudah keminter…..

4. Nyari Sangu to….
He….he…he….kalo ini, sering saya dengar dari temen-temen PNS dari luar Jawa yang rata-rata disangoni secara berlebihan saat dikirim diklat ke tanah Jawa. Sehingga bukan ilmu yang didapat…..tetapi dua buah tas besar penuh berisi pakaian mewah tapi murah…..

5. Nambah Kenalan
Kalau ini ndak dapat terlalu disalahkan…Karena dengan berkenalan dan berinteraksi dengan orang berbeda….kita dapat saling sharing about pengalaman masing-masing….sehingga dapat saling ekspor-impor alias kulakan bahan-bahan baru…. Bagus khan…?! Kita bisa tambah pengetahuan baru, pengalaman baru….otak jadi lebih fresh…..dan ini merangsang kratifitas juga….

6. Buat Prasarat
Ini sering dijadikan motivasi bagi peserta diklat prajabatan kalau mau ingin jadi PNS penuh. Atau juga peserta Diklat Kepemimpinan lain kalau mereka ingin langgeng jadi pejabat….Trus bagaimana motivasi mereka….?! yah…namanya juga prasyarat…..

7. Ngo Ganep-Ganep…
Ini yang paling sial dan ironis. Sedihnya saya seringkali mengalami peristiwa itu….nggo ganep-ganep daripada organisasi (Badan Diklat) harus mengembalikan anggaran karena pesertanya kurang…… Herannya banyak orang yang iri sama saya karena sudah punya banyak diklat…….

Na…kalau sudah begini susah khan….?! Bagaimana bisa berhasil kalau motivasi pesertanya tidak ’nggenah’ seperti itu…?! Eh…tapi mantan atasan dan guru saya pernah mensikapi kondisi ini dengan ngomong begini ”Kerja di Diklat itu enak….Anggaran lancar….sementara indikator keberhasilannya mudah…yakni kelulusan siswa…!! Kalau masalah dampak diklat…..susah ngukurnya to…..wong abstrak begitu….Coba kalau kita kerja di Dinas Perkebunan…..proyek penanaman 1000 kelapa…..keberhasilan khan diukur dari jumlah pohon kelapa yang hidup…ya..kalau hidup semua…kalau tidak…?!”

About these ads

18 responses to “Buat Apa Ikut Diklat….?!

  1. Koq neng kene podho wae yo…

  2. Tujuan utama diklat yang sebenarnya ????
    Prosedure diklat yang baik dan tidak berbelit-belit ????
    Ciri-ciri diklat yang sukses ????/

  3. Banyak alasan untuk ikut diklat dan banyak juga untuk tidak ikut diklat. Ditempat kami lebih ironis lagi alasannya : Meninggalkan pekerjaan kantor apalagi pada saat di wasrik. Tapi banyak yang menolak dengan alasan: setelah mengikuti diklat, tidak ditempatkan di jabatan, sesuai dgn ilmu yang didapat.
    Di lain pihak, Badan Diklat hanya mengejar target penyelesaian program/kegiatan (berharap kinerja meningkat) tanpa melihat kebutuhan diklat di lingkungan instansinya dan bermanfaat bagi anggotanya. apalagi kalau peserta diklat kurang, hanya bisa menunjuk orang untuk ikut dan melengkapi alokasi peserta diklat (tujuan : tdk mengembalikan anggaran).
    ini hanya sebagai bahan masukkan yang belum tentu kebenarannya 100 % dan perlu dilitbang, ya Pakne ?

  4. TRI MAKNO HARTANTO,S.Pd.

    Tujuan diklat jelas bagus, kalau hasilnya masih mengecewakan
    bukan diklatnya yang salah lho,tetapi kembali mutu SDM-nya bagaimana.Mau menjadi bermutu tanyakan kepada nurani masing-masing.

  5. Di kantor saya peserta seneng ikut diklat sebab dapet inovasi pembelajaran dan menurut pengamatan bisa mereka laksanakan di sekolah

  6. DIKLAT DISELENGGARAKAN GUNA MENINGKATKAN KOMPETENSI PADA AWAL TUJUANNYA,,YANG SEBENARNYA UKURAN KOMPETENSI HANYA BISA DIKATAKAN VALID SEBAGAI INDIKATOR UNJUK KERJA SETELAH DILAKUKAN PEMETAAN KOMPTENSI BERDASRKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI BUKAN SECARA GENERAL SEBAGAI PNS…
    PADA AKHIRNYA INSTRUMEN KEDIKLATAN YANG PALING BERPERAN SECARA SIGNIFIKAN ADALAH UNSUR WIDYAISWRA, KARENA DALAM SUDUT PANDANG SAYA,,WIDYAISWARA MEMELIKI PERANAN DALAM MEMOTIVASI DAN MENGIRING PESERTA KEARAH OUTCOME YANG PENYELENGGARA INGINKAN BERDASRKAN SUBTANSI DIKLAT YANG DISELENGGARAKAN…
    SETINGGI APAPUN MOTIVASI PESERTA,,,SELAYAK APAPUN FASILITAS DIKLAT,,,TANPA DIDIDUKUNG OLEH WIDYAISWARA YANG PROFESIONAL, MAKA SEMUA SIA2,,,
    UKURAN PROFESIONALISME WIDYAISWARA TERKADANG RELATIF,,,
    AKAN TETAPI INDIKATOR YANG PALING MUDAH UNTUK MENILAI ADALAH DENGAN MENANYAKAN SECARA VERBAL DENGAN PESERTA….
    KARENA BIASANYA TINGKAT KETAHANAN PESERTA JUGA SANGAT DIDUKUNG OLEH CARA WI DALAM MENYAMPAIKAN SUBTANSI DIKLAT BAIK ITU PENJENJANGAN, ATAUPUN TEKNIS FUNGSIONAL…

  7. saya mau ikut tapi caranya gimana.

  8. diklat adalah salah satu cara untuk mengembangkan kompetensi pegawai dan menambah pengetahuan. jika saya tidak salah, dalam diklat-diklat yang saya ikuti masih seperti angin lalu saja. mungkin perlu diciptakan semacam sarana agar para peserta diklat dapat terus bersilaturahmi dan sharing baik antar peserta maupun widyaiswara dan melihat kemajuan apa yang elah dicapai setelah mengikuti diklat dan hal-hal apa yang secara nyata telah di implementasikan dari pengetahuan yang diperoleh di diklat.

  9. Menurut saya,diklat itu hanya formalitas saja. Sekarang saya sedang mengikuti diklat,menyangkut meningkatnya kompentì setelah mengikuti diklat, itu tergantung individunya.

  10. Kalau melihat dari tujuan diadakannya diklat itu sendiri sudah pastinya baik, namun dalam pelaksanaanya memang terkadang tidak seperti yang diharapkan. Masalah yang sering timbul yang sering menjadi masalah utama adalah peserta yang dikirim untuk mengikuti diklat tidak sesuai yang diharapkan. yang diharapkan adalah peserta yang memang membutuhkan diklat tsb,materi diklat sesuai dengan bidang tugasnya,namun pada kenyataannya yang dikirim untuk ikut adalah pegawai yang itu-itu saja tidak perduli apakah memenuhi kriteria ataupun tidak, maka ada istilah pegawai “spesialis diklat”.

  11. trim,s pakne kita zero nih, mau tes cawi modal niat, tung nih baya nimba dri pakne ..

  12. Apakah diklat hanya di tujukan pada tenaga pendidik saja? Apakah yg berperan di masyarakat seperti ketua-ketua kelompok kelompok apa saja itu, tidak bisa ikuti diklat? Makasih

  13. Excellent article. Keep writing such kind of info on your site.

    Im really impressed by your site.
    Hello there, You have performed an excellent job.

    I will definitely digg it and individually recommend to my
    friends. I’m confident they will be benefited from this site.

  14. berat mas kalo di indonesia… teori ngujlek bujlek sudah diambil dari timur dan barat… dimasak, dikunyah dan ditelan tapi bukan untuk ditujukan untuk tujuan hakikinya… orientasinya jualan dan duit… ada yang buat ngisi waktu luang, kedudukan atau sosialitas… (ada juga yang memang dari hati… tapi dikit amat n ndak modal… tetep sundul dong) hasilnya yah silakan disaksikan sendiri… elit negara or privat sama-sama saling gulat nyari pengaruh dan kekuasaan semata… senjatanya??? rakyatlah…

  15. I can’t get over how fresh your writing style is, you need to get to write lots more.

  16. Definitely consider that that you said. Your favorite reason appeared to be on the internet the easiest factor to understand of.
    I say to you, I certainly get irked while other people think about concerns that they
    just do not realize about. You controlled to hit the nail upon the top and outlined out the entire thing without having
    side effect , people can take a signal. Will probably
    be again to get more. Thank you

  17. Mohon Izin share ulang tulisan bapak ini di web kami ya pak Lufthie.. Bagus sekali. :D

  18. saya bru tw apa itu DIKLAT sletah sy bc comen dr tmen2….tp sy mw ikut diklat tuk nmbh pngethuan agrjd inovasi d school

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s