Anda Harus Lebih Mendengarkan di Tempat Kerja

Ketrampilan mendengarkan adalah penting bagi kesuksesan karier, efektivitas organisasi, dan kepuasan karyawan. Sejumlah studi menunjukkan bahwa pendengar yang baik menjadi manajer yang baik dan bahwa pendengar yang baik maju lebih cepat dalam organisasi mereka. Dalam dunia kerja, kebanyakan staf yang sukses mengahabiskan 30 sampai 45 persen waktu komunikasi mereka untuk mendengarkan, sedangkan pimpinan yang berhasil menghabiskan 60 sampai 70 persen waktu mereka untuk mendengarkan.

Dalam lingkungan kerja, Anda pasti terlibat lebih banyak jenis mendengarkan. Sebagai seorang karyawan baru, Anda akan lebih sering mendengarkan atasan. Tetapi sering kemajuan karier Anda dan mungkin Anda akan menjadi salah seorang pimpinan, Anda akan memerlukan ketrampilan untuk mendengarkan karyawan. Akhirnya, seluruh organisasi harus mendengarkan pelanggan agar bisa bersaing dalam perekonomian masa kini yang berorientasi pada pelanggan.

Mendengarkan Atasan. Dalam bekerja, salah satu tugas Anda adalah mendengarkan instruksi, penugasan, dan penjelasan mengenai bagaimana melakukan tugas Anda. Penjelasan yang diberikan atasan itu kadang demikian penting, tidak saja untuk melaksanakan tugas pekerjaan hari ini, tetapi juga penting bagi pengembangan pribadi Anda sebagai seorang pegawai. Oleh karena itu, sebagai staf jangan segan-segan untuk bertanya pada atasan, bahkan untuk pertanyaan yang terdengar ’bodoh’ sekalipun.. Kalau perlu buat catatan untuk menutupi ’kelemahan’ ingatan kita.

Mendengarkan Karyawan. Organisasi yang mendengarkan karyawan terbukti memperoleh banyak manfaat, termasuk produktivitas dan moral yang lebih tinggi. Karyawan atau staf seringkali lebih tahu mengenai realitas di tempat kerja sehari-hari dibanding atasan. Mereka mungkin lebih mengetahui tentang masalah-masalah yang timbul, misalnya akibat perubahan sistem manajemen, perubahan pejabat baru, termasuk keluhan-keluhan pelanggan terhadap pelayanan organisasi. Disamping itu, dengan lebih mendengaran suara staf maka mereka akan lebih berkomitmen dan lebih ’mempunyai rasa memiliki’ terhadap organisasi sehingga diharapkan timbulnya partisipasi guna memikirkan kemajuan organisasi.

Mendengarkan Pelanggan. Saat perekonomian dunia menjadi semakin berorientasi pelayanan, rumus manajemen yang baru pun menjadi ”aturan pelanggan.” Banyak organisasi hanya belajar bahwa mendengarkan pelanggan akan meningkatkan penjualan dan profitabilitas selain juga mendapatkan dan mempertahankan pelanggan. Harga memang masih menjadi faktor nomor satu bagi pembeli. Tetapi sekali Anda menjalin suatu hubungan, bahkan jika harga Anda sedikit lebih tinggi, pelanggan akan selalu menemukan alasan untuk tetap bersama Anda. Dan kunci dari terjalinnya suatu hubungan adalah mau mendengar dan menghargai pendapat pelanggan. Di Instansi Pemerintah, pelanggan yang manut dan tak punya pilihan (mau kemana lagi…wong instansi pemerintah tak punya saingan) menjadi kelemahan dalam menjaring opini pelanggan. Lalu buat apa kita perlu mendengarkan pelanggan…?! Ya….minimal untuk mensukseskan program-program pemerintah yang hendak diimplementasikan pada masyarakat….Maksudnya adalah dengan memberikan pelayanan yang baik pada masyarakat antara lain dengan mendengarkan keluhan mereka….masyarakat diharapkan tidak beropini negatif terhadap instansi pemerintah. Dengan demikian masyarakat akan lebih sering mengunjungi instansi pemerintah guna mendapatkan informasi-informasi…. Tentu saja dengan sendirinya informasi tentang program-program pemerintah akan lebih tersosialisasi pada masyarakat. Dan ini berarti semakin lancarnya kegiatan pemerintah bukan….?!

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s