Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..

Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Pekalongan Jum’at 18 April kemaren….. Ternyata cukup menarik karena mereka adalah guru-guru pada sekolah setingkat SMP yang baru didirikan, sebagai hasil bentukan pemerintah guna mengantisipasi adanya program wajib belajar 9 tahun yang telah menjadi tekad pemerintah….Dengan murid yang juga sangat terbatas pula, yakni ada yang mengaku hanya memiliki murid 18 orang saja dalam satu kelas. Lokasi SMP satu atap itu memang rata-rata di daerah terpencil dan sulit terjangkau oleh kendaraan umum……Kalo di Pekalongan, rata-rata di daerah selatan kota yang terkenal bergunung-gunung serta masih separoh hutan itu……Dan yang lebih unik lagi adalah kenyataan bahwa SMP (Negeri) satu atap itu berlokasi di lahan yang sama dengan SD negeri….yang bahkan kepala sekolahnya pun dijabat rangkap oleh Kepala SD yang menjadi induk SMP satu atap tersebut……

Terus terang di satu sisi saya merasa gembira dengan kenyataan adanya itikad baik dari pemerintah guna mendekatkan sekolah setingkat SMP pada daerah-daerah terpencil tersebut…..Selama ini mungkin banyak anak-anak yang lulus SD tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP karena jauhnya jarak rumahnya yang memang terpencil itu dengan lokasi SMP yang sudah ada…..Jauhnya jarak tentu saja akan mengurangi minat anak-anak buat bersekolah karena anak akan merasa lelah jika harus berjalan kaki ke tempat jauh…. disamping kewajiban harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat sampai sekolah…..hingga menyebabkan anak pasti males pergi ke sekolah…..Disamping itu, jauhnya jarak akan menambah beban biaya transport bagi orang tua siswa yang saya yakin pasti ekonominya juga menengah ke bawah (kalo orang kaya pasti gak mau tinggal di daerah terpencil to…..?! Dengan kondisi seperti itu, kalo kost kayaknya juga gak mungkin ya…..?!) sehingga pasti ujung-ujungnya akan mendukung si anak untuk tidak usah bersekolah saja……Dengan jarak yang dekat tentu saja diharapkan agar lebih banyak anak-anak di daerah terpencil yang memiliki minat buat melanjutkan sekolah ke SMP…. so….mungkin inilah salah satu upaya terbaik yang dilakukan pemerintah guna mensukseskan program belajar 9 tahun……

Di satu sisi memang SMP satu atap akan lebih menumbuhkan minat buat bersekolah….tetapi di sisi lain saya cukup prihatin dengan nasib para guru yang harus nglaju itu….. Bahkan kemudian saya ketahui pula bahwa salah seorang guru terpaksa harus ngekos di rumah penduduk karena rumahnya yang, walau masih di Pekalongan juga tapi, jauh dari lokasi sekolah tersebut….Bahkan ada yang menyebutkan harus menempuh perjalanan dengan motor selama 2,5 jam agar sampai ke sekolah…..itu pun dengan jalan yang tidak mulus…..lewat jalan setapak…..atau jalan berbatu yang lebih mirip sungai kering daripada sebuah jalan setapak….Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah saat saya mensuarakan komputerisasi di sekolah-sekolah sebagai bagian upaya memajukan kualitas pendidikan nasional…..salah seorang guru, yakni Pak Toni (yang cukup ganteng dan berwajah orientalis and sekilas mirip David Chiang) menyatakan bahwa program tersebut sulit dilakukan karena listrik pun belum ada di lokasi sekolah tersebut…..!! Disini saya sampai terdiam beberapa saat…..prihatin bahwa ternyata setelah hampir 63 tahun Indonesia ternyata masih saja ada daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik…..bahkan ini masih di Pulau Jawa lagi…..

Proses pembelajarannya sendiri, walau tetap menjadi sesi yang meriah, akhirnya tidak lagi menjadi sesuatu yang menarik buat dituliskan disini…..Yang jelas disepanjang sesi saya lakukan pendekatan yang lebih personal buat memberi semangat bagi mereka untuk termotivasi buat membangun dan mengembangkan SMP satu atap menuju SMP yang bener-bener mandiri…..Minimal bagi Indonesia, yang mereka lakukan akan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang dicita-citakan UUD 1945….Tapi bagi para guru pribadi, pengalaman mengajar di SMP satu atap akan memperkaya pengalaman kerja mereka…..Memang susah juga sih, bahkan kalo boleh memilih rata-rata mereka mengaku akan berusaha pindah mengajar ke sekolah yang lebih dekat rumah dan lebih ’normal’ lah……Tapi saya tetap menganggap bahwa pengalaman mengajar di SMP satu atap akan membuat para gurunya lebih memiliki sikap tahan banting…..Dan akan lebih bermanfaat lagi jika mereka kemudian selalu aktif buat memperbaiki kondisi sekolah ke arah yang lebih baik…..dan kalo sudah begitu, secara tidak langsung mereka telah berlatih menjadi seorang Kepala Sekolah….jabatan yang menjadi idaman dan merupakan karier selanjutnya bagi setiap guru…..

About these ads

24 responses to “Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..

  1. bagaimana dengan masa depan SMP Satu atap di Kabupaten Karanganyar terutama perkantoran yang saat ini belum ada dan juga tolong untuk PNS SMP Satu atap agar diambil dari guru yang sudah senior bukan dari para CPNS yang belum tentu tahu segalanya???

  2. saya adalah salah satu guru di SMP Satu Atap?cukup menark juga karena disitulah saya temukan jati diri seorang guru yang sebenarnya?meski kadang uang untuk ganti beli bensin aj g’ ad?!dmi kemajuan bangsa, dmi pndidikan majulah murid2q?!
    aq SENDY RAHMAN status saya masih kuliah di salah satu Universitas Negeri di negeri ini.jurusan matematika
    akaqn adakah gnti untuk brnsin, perawatan motor n lainnya

  3. Ambar Widi Hartoyo,S.Pd

    saya mohon pada pemerintah agar memperhatikan dan merealisasikan prospek kedepan SMP Satu Atap karena fungsi,tanggung jawab dan,tugas kami sama dengan SMP reguler lainnya yaitu memberikan pendidikan,mengevaluasi,membimbing peserta didik agar menjadi manusia yang berkualitas.apalagi kami lebih berat tantangannya karena harus memberi motifasi pada anak di sekitarnya agar mau melanjutkan ke tingkat SMP,karena masyarakat di daerah terpenci seoerti letak SMP Satu Atap minat belajarnya masih sangat kurang jadi harus lebih ekstra dalam memotifasi mereka.

  4. Masyarakat satap kerjo

    Kepada pemerintah kab. karanganyar supaya memperhatikan aset daerah di SMP N 3 SATAP Kerjo terutama gedung kantor, kami melihat gedung dipinggir jurang yg dalam yang sangat membutuhkan talud yang berguna menjaga gedung kelas dari longsor dimusim penghujan. kami beritahukan bahwa tahun yang lalu desa di smp itu pernah terjadi tanah longsor yang mengakibatkan korban jiwa,untuk itu kami harapkan bantuan PEMKAB. terima kasih perhatianya…

  5. Saya seorang pengelola SMP Satap ( maaf bukan berarti sombong kebetulan saya diberi amanah untuk memimpin SMP SATAP) di daerah perbatasan tepatnya di Kecamatan Entikong, Kab. Sanggau, Prop. Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Negara Bagian Serawak, Malaysia. Dengan segala keterbatasan saya harus mengelola SMP SATAP, saat ini saya dibantu oleh 7 orang guru honor, 2 ( dua ) diantaranya adalah guru SD. Murid yang harus saya bina berjumlah 30 orang siswa yang terdiri dari 18 orang siswa kelas VII dan 12 orang siswa kelas VIII. Terdapat 2 ruang belajar, 1 ruang guru dan 1 ruang kepala sekolah, lahan yang digunakan merupakan lahan milik SD. Tantangan dan hambatan yang saya temui, 1. Guru tetap tidak ada, 2. Sarana dan prasarana sangat kurang, 3. Buku siswa dan buku pegangan guru, 4. Kondisi infrastuktur yang parah khususnya pada waktu hujan yang harus ditempuh dalam waktu 4 jam, dllnya.
    Ada pengalaman yang menarik buat saya ” untuk pergi ke sekolah saya naik eskavator karena kondisi jalanya sangat parah “. Jika SMP SATAP dituntut untuk memenuhi delapan standar yang telah ditentukan oleh BSNP apakah akan tercapai. Guru-guru SD, dimana SMP SATAP berada mendapatkan tunjangan daerah khusus, mungkin guru SMP SATAP juga mempunyai hak yang sama seperti guru SD di daerah khusus.

  6. Saya sempat mengajar di SMP SATAP di Ogan Ilir Sum-Sel dan kebenaran kemaren di kirim ikut workshop bimteks SMP satap di Pekanbaru. Dan ternyata menurut orang dari dikdasmen diknas pusat SMP satap mendapat bantuan 50 % dari pusat untuk pembangunan gedung, labor untuk tahun kedua. tapi kenyataan nol besar di lapangan.kemana ya dana tersebut???. Bagaimana kalau di daerah bapak – ibu guru???….

  7. suka maupun duka silih berganti itulah pengabdian guru di sekolah terpadu yang merupakan sosok guru yang idial karna disitulah gambaran guru yang diinginkan negara ini, tak terlepas dari segala kekurangan maupun keunikan yang terjadi didalamnya akan tetapi saya tidak pernah berputus atas tuk mengembangkan dan memajukan amanah tersebut dalam benak saya ” YAKUSA” itulah motto saya selama ini. saya guru cpns 2010 di sd smp satu atap negeri 2 kasimbar kab. parigi moutong propinsi sulawesi tengah.

  8. Di Kab. Sinjai Propinsi Sulsel,…sejak thn 2007 ada 6 SMP Satu Atap, masing-masing 2 di Kec. Sinjai barat, Sinjai Tengah dan Sinjai Selatan, hingga sekarang sudah 8 SMP Satu Atap di daerah kami karena sejak thn 2009 didirikan lagi 2 SMP Satu Tap di Kec. Pulau2 sembilan. Alhamdulillah, kebetulan saya juga sebagai salah seorang staf pengajar di salah satu sekolah tersebut,tepatnya di SMP Satu Atap Terasa dan tahun ini sdh menamatkan siswa 100% sebanyak 13 siswa. Semoga dalam perkembangannya akan tetap survive dengan segala kondisi yang akan menghadang…..

  9. SMP Negeri Satu Atap merupakan sekolah yang identik dengan sekolah bagi masyarakat daerah terpendil, terisolir dan perbatasan, yang tujuannya sama untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa, sehagai contoh di sekolah kami SMP Negeri Satu Atap 1 Limbangan Garut,terakreditasi B tidak mau menjadi sekolah yang terbelakang namun selalu melek teknologi dan informasi, membantu para siswa/i nya berprestasi baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. namun yang manjadi pertanyaan saya dan teman-teman seperjuangan kami di sekolah adalah 1 ) bagaimana nasib para guru yg sebagian besar sebagai tenaga honorer yang gajinya dibawah Upah Minimum ? 2 ) apakah ada kesempatan untuk menjadi tenaga Honda/ GBS atau bahkan PNS? mohon pihak-pihak terkait dalam hal ini pemerintah daerah atau pusat memperhatikan nasib seluruh guru Honorer di SMPN satu Atap. terimakasih

  10. saya seorang guru GTT di SMP Satu Atap di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. saya bersama 11 GTT dan 5 PTT, 1 Kepala Sekolah, guru agama, guru penjas yang juga merangkap SD mengurus SMP ini dengan sangat kesulitan. Kelas VII ada 36 siswa, kelas VIII 19 siswa.

    HR saya bersama teman PTT Rp. 100.000 tiap bulan, meskipun kadang tidak keluar tiap bulannya dan tidak di dobel untuk bulan depannya.
    sebenarnya ada 5 guru PNS yang ditugasgandakan di sini tetapi karena medan yang sangat sulit maka mereka hanya bayar iuran 200ribu/bulan untuk ganti ketidakhadiran.

    kami punya tiga bangunan gedung: 1 untuk ruang kelas VII, Kamar mandi, ruang aula yang dijadikan ruang kelas VIII yang gandeng dengan ruang guru.

    adakah yang lebih parah dengan kondisi sekolah kami??????

  11. saya guru smp satu atap sijau muara bungo jambi….sekarang telah menjadi SMP N 10 Muara Bungo….saya dan 6 orang teman saya merintis sekolah tersebut bersama kepala sekolah SD 224 sijau….selama satu tahun kami dijagi 700 ribu perbulan…tapi mulai dari juli 2010 kami sudah tidak digaji lagi sampai februari 2011…tp setelah sekolah tsb negri, n sudah punya kepala sekolah SPT, saya n teman2 mau tak mau dipaksa keluar oleh guru negri..dengan alasan tidak ada jam n tidak dikasih jam……

  12. Saya Kepala SMP Satap Kab. Sintang Kalbar. Benar menarik memang di SMP Satu atap. Rombel kami ada 9, tetapi ruang kelas baru 1, sehingga kami harus bergantian dengan kelas milik SD, belajar sore hari .Ibarat Satu rumah dua keluarga, kalau ada anak yang mencahkan gelas, sasaran kemarahan adalah pihak yang numpang. Sungguh dilematis.

  13. assalamualai’kum wr.wb
    Saya salah satu bagian dari keluarga besar SMP Negeri Satap di Indonesia tercinta ini. Tepatnya di SMPN Satap 1 Batujaya Karawang.
    Memang apa boleh dikata… sudah menjadi komitemen awal bahwa guru yang ditempatkan di SMPN Satap tentunya tahu sikonnya. Jadi sangat tidak lazim kalau rekan-rekan semua mengeluh dengan keadaan tersebut. Tapi dengan rasa optimisme, saya yakin dan berharap smoga pemerintah akan memperhatikan nasib para guru di SMPN Satap.
    HIDUP SATAP….!!!

  14. SMP NEGERI SATU ATAP 1 PETASIA MERUPAKAN SALAH SATU SEKOLAH YANG JUMLAH SISWANYA MELEBIHI JUMLAH SISWA SMP REGULER YAITU 184 SISWA PADA TAHUN PELAJARAN 2011/2012, NAMUN IRONISNYA HANYA MEMILIKI 3 RKB. MOHON PERHATIAN PEMDA MOROWALI…
    I WAYAN SUTARMA, M.PD
    KASEK

  15. ABDUL KARIM, M.Pd

    YTH. Pengelola web ini. saya seorang PNS bertugas di salah satu sekolah daerah terpencil yaitu SMPN Satu Atap 4 Panggarangan Kab. Lebak – Banten.. tolong perjuangkan kami……….. mengapa kami tidak pernah dapat tunjangan daerah terpencil padahal guru2 SD disekitar kami dapat. perjuangan, pengorbanan, penderitaan, duka (suka nya sedikit), kami sama dengan mereka…
    terima kasih

  16. kenapa banyak guru yg mau di tempatkan di satap dengan gaji kecil dan bahkan uang bensinnya pun tdk ada??? karena setiap tahun banyak sekali sarjana pendidikan yg lulus dan tidak ada lahan untuk mencari pekerjaan,, pdhal biaya kuliah tidaklah murah…

  17. perlu dipahami keberadaan siswa , sarpras dan tenaga pendidik yang ada sekarang tidak bisa disamakan dengan sekolah reguler yang lebih dahulu berdiri, tetapi kenyataan dilapangan semua harus standar apalagi harus memenuhi 8 standar pendidikan..mana mungkin bisa pak?apalagi pemerintah daerah tidak pernah ada perhatian….selama ini hanya pemerintah pusat yang perhatian….tolong perhatikan kami !kalau memang komitmen dengan pendidikan ….

  18. gito priyono, S.Pd

    Alhamdulilah di daerah kami bru akan dibuka smp n satu atap tepatnya di ciseeng bogor, respon masyarakat sangat baik bahkan mendukung, mudah2an turun pula bantuan dari australia AID untuk pembangunan ruang kelas baru, kantor dan WC terrealisasikan. semoga bantuan ini berguna bagi kehidupan manusia demi mencerdaskan kehidupan bangsa, amin…

  19. Cevi Yudianto, S.Pd

    sudah 5 tahun sekolah kami berdiri… SMPN SATAP 1 CIKALONG Kab Tasikmalaya… semakin hari semakain dewasa… meski kami sekolah terpencil namun semangat kami tidak akan pernah pudar, mengabdi pada negeri sudah menjadi panggilan hati kami… meski kami hanya seorang guru tidak tetap… SAJUTA modal kami (SAbar, JUjur &, Tawaqal)…

  20. Asalam saya anak muda dari Desa yang sekarang profesi menjadi tenaga Sukwan di lembaga SMPN Satu Atap 1 Cikalong tepatnya di Kp. Cilele Desa Cikadu daerah terpencil jauh dari pusat perkotaan…. Alhamdulilah dari tahun ketahun sekolah kami ada peningkatan walaupun jauh dari pantauan Dinas Pendidikan …. harapan kami….. warga sekolah kami mendapat perhatian lebih dari pemerintah baik dari segi ekonomi mapun moral/moril……

  21. alhamdulillah ada web yang khusus membahas smp satu atap…. Saya juga guru di SMPN SATU ATAP BUDURAN SIDOARJO JAWA TIMUR. letaknya memang di kab sidoarjo terbayang kabupaten yang maju yg berdekatan dengan surabaya. dan mungkin tak terbayang daerah yang terpencil seperti kami di dusun kepetingan desa sawohan kec buduran kab sidoarjo….geogrfis smpn satu atap buduran di daerah pertambakan di posisi timur sidoarjo dekat dengan laut timur laut pulau jawa. untuk menuju sekolah kami harus naik perahu motor lebih dari satu jam. jalan darat ? bisa tapi sulit. apalagi ada hujan, tidak bisa dilalui. jumlah murid SMPN Satu Atap Buduran hanya 19 siswa kelas 7-9. jumlah guru hanya 5 orang. ALHAMDULILLAH listrik sdh ada walau sinyal telephon sulit. tunjangan guru terpencil dari pusat belum ada. namun ada tunjangan transport dari pemda sidoarjo. perahu juga disediakan oleh pemda sidoarjo. dg jumlah guru 5 dan murid 19 bisa dapat tunjangan sertfikasi. MOHON DIPERLAKUKAN KHUSUSLAH TTG 24 JAM PD TUNJANGAN SERTFIKASI. Maaf. Terima kasih. MAS HUSEIN

  22. istilah Satap Tidak selamanya Satu atap SD-SMP. terbukti SMPN Satap Burung Loe Di Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai Sul-Sel didirikan jauh dari gedung SD. Sudah meluluskan banyak siswa. jumlah siswa yang masuk semakin meningkat. terbukti pada tahun ini kelas VII terdiri dari 2 rombel. terdapat 2 guru PNS dan 13 GTT, 2 staf TU, 2 Staf tenaga Perpustakaan, 1 Penjaga sekolah dan 1 tenaga Teknis/Operator Komputer.
    tapi sayang seribu sayang,……untuk berada di tempat tersebut harus merintangi laut dng ombak besar dengan biaya yang mahal…harus menjalani hidup serba mahal. semntara gaji………….?????WOW….Rp 2000/jam yg dibayarkan tiap tri wulan….(ada yang menerima gaji Rp 32.000,-/bulan)…..tak boleh menuntut banyak,….SK Bupati yg diterima pun berbunyi,..GTT tidak menuntut gaji dan diangkat menjadi CPNS/PNS. betul juga,….sepakat tidak sepakat harus menjalaninya karena masih banyak GTT yang antri antuk mendaftar menjadi GTT di sekolah satap………………………………………jadilah Guru Satap yang berhati muliah…. rela mengorbankan tenaga, pikiran, waktu dan biaya……..

  23. hallo sya slah satu siswa smp n satu atap saya lulus tahun depan.Saya sangat bangga menjadi siswa smpn satu atap satu limbangan.Karena skolah rintisan namun sudah mempunyai prestasi yang sangat membanggakan.Juga siswa” dan guru” nya sangat memiliki prestasi yang luar biasa.Kami juga sering mengikuti perlombaan baik tingkat rayon maupun tingkat garutzz…Dan rata”kami membawa penghargaan ….Sekarang pun siswa nxa hampir banyak

  24. sekarang saya masih kuliah di fakultas pendidik, menarik sekali membahas SMP 1 ATAp, yang ingin saya tanyakan bagaimana managemen guru tentang pembagian tugas mengajarnya bagaimana? apakah guru yang mengajar di tingkat SMP dan SD merupakan guru yang sama?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s