Penutup Presentasi nan Megah

Setelah Anda membuka sebuah sesi presentasi dengan hangat, melaksanakan presentasi dengan indah, mengelola sesi tanya jawab dengan baik maka langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah menutup sesi presentasi dengan megah. Sebagai misal, Anda memulai bicara dengan pembukaan yang memukau. Anda berselancar dengan percaya diri masuk ke isi bicara. Lalu, Anda kehabisan bensin saat mendekati penutupan. Anda telah selesai bicara, tapi audience Anda masih belum selesai mendengar. Mereka menatap Anda. Anda menatap mereka. Sunyi. Senyap. Tangan Anda mulai ‘gratil’, memutar-mutar pulpen. Mengetuk-ngetuk mikrofon ke meja. Membenarkan posisi dasi yang seperti selalu miring. Ujungnya, Anda menyerah dan hanya mengucap kata perpisahan yang sama dari bicara ke bicara: “Terima kasih”. Untungnya audience Anda masih memberi applaus. Anda bisa bernafas lega kembali.

Fungsi penutupan adalah untuk memberi aksen terhadap tujuan bicara Anda dan meninggalkan audience dengan sesuatu yang bernilai untuk selalu diingat. Penutupan adalah klimaks, dobrakan. Hindari sekedar “terimakasih.” Audiencelah yang semestinya berterimakasih kepada Anda! Lebih baik gunakan jawaban pertanyaan “so what?” dari isi bicara Anda. Penutupan, seperti juga pembukaan, bisa dramatis, emosional atau retorikal. Anda bisa menggunakan humor atau pertanyaan. Menutup bicara dengan kreatif, akan membuat isi bicara Anda selalu diingat dan dikenang audience Anda.
Berikut ini adalah 12 cara menutup bicara Anda dengan megah menurut Peter F. Jeff.

1. Title Close. Anda bisa menutup bicara dengan menggunakan judul dari bicara Anda. Jika pelawak meninggalkan ruangan dan audience tetap tertawa, maka pembicara bisa meninggalkan ruangan dan audience tetap berpikir — sampai mereka tiba di rumah. Teknik inilah yang melahirkan usulan dari para pakar public speaking untuk menulis bagian akhir lebih dahulu, baru memilih judulnya.

2. Circular Close. Teknik ini mengikuti nasihat klasik public speaking, “Tell ‘em what you are going to tell ‘em; tell ‘em, then tell ‘em what you told ‘em.” Anda, bisa mendahuluinya dengan mengatakan:
“Kini kita sampai ke tempat di mana kita memulainya.”
Cara yang paling mudah, adalah dengan memulai bicara Anda dengan sebuah pertanyaan. Dan, jawaban dari pertanyaan itulah yang menjadi penutupan Anda.
“Apa jadinya jika Anda punya target, dan Anda tahu bahwa Anda tidak mungkin gagal mencapainya?”

3. Challenging Close. Tantanglah audience Anda.
“Tunjukkan bahwa saudara-saudara mau!”
“Buktikan bahwa saudara-saudara bisa!”
“Buatlah dunia melihat bahwa saudara-saudara mampu!”
“Seperti apa yang dikatakan oleh Ikhwan Sopa, ‘Segala hal lebih berat di kepala dari pada di pundak’. Jalani saja!”

Gunakan kata-kata perintah.
“Gunakan!”

4. Invitation Close. Undanglah audience Anda.
“Tugas kita adalah tugas besar. Tanpa kebersamaan, maka semua itu akan sia-sia. Mari kita lakukan bersama. Mari kita jalani bersama. Demi kesuksesan kita semua.”
“Inilah saatnya, dan di sinilah tempatnya. Dengan bersama, kita pasti bisa melakukannya!”

5. Quotation Close. Ungkapkanlah kembali kata-kata dari orang besar dan terkenal.
“Kita diberi dua telinga dan satu mulut. Agar kita lebih banyak mendengar.”
Abraham Lincoln.

6. Repetitive Close. Gunakan perulangan kata yang mirip atau sama dan indah serta gampang diingat oleh audience Anda.
Hidup adalah petualangan dan pelajaran. Sambutlah tantangannya. A duty, perform it. An opportunity, take it. A journey, complete it. A promise, fulfill it. A puzzle, solve it. A goal, achieve it.”

7. Sing-Song Close. Mintalah audience Anda mengulangi kata atau kalimat Anda.
“Hadapi dan kontrol!”
“Hadapi dan kontrol!”
“Hadapi dan kontrol!”

8. Suggestive Close. “Sebelum Saya tutup, perkenankanlah Saya menyimpulkan poin utama dari sesi kita.”

9. Religious Close.
“Jazakumullah khairan katsira. Wabillahittaufik wal hidayah Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh.”
“Semoga Tuhan memberkati Anda semua…”

10. Congratulatory Close.
“Salut buat Anda semua, semoga sukses selalu…”

11. Proverbial Close. Yang ini adalah plesetan dari kalimat atau kata-kata yang populer dan terkenal.
“Akhir kata… adalah kata-kata akhir.”
Keliek Pelipur Lara – Wapres Republik BBM

“Kalo ada jarum yang patah, jangan simpan di dalam peti. Kalo ada kata yang salah, jangan lapor polisi.”
Tugiman Binsarjono – Tax Trainer

(Pokoknya banyaklah, ambil saja berbagai pantun jenaka yang bertaburan dan sering Anda dengar sehari-hari.)

12. Demonstration Close. Anda bisa melakukan peragaan sambil mengatakan penutupan Anda. Sambil menutup buku. Mematikan slide. Menutup notebook dan sebagainya.

About these ads

6 responses to “Penutup Presentasi nan Megah

  1. Хардкорные развлечения спортсменок зашли очень далеко. Скромница совсем не вспоминает толк в оргазме. Худышка совсем не вспоминает смысл в гламуре. где познакомиться с молодым человеком Наслаждение доходит до пика. Старая волосатая бабка попадает в ступни мужчине выпускнику, сват может ебать ее по разному.

  2. bermanfaat pakne wulan, trims

  3. SANGAT MEMBANTU

  4. luar biasa…

  5. Gw ga bs pk buat prsntsi di sklh gw cuy!

  6. trims tipsnya mas, sgt membantu d(“,)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s