Pengolahan Sirup Buah Jambu Mete

Buah semu jambu mete dapat diolah menjadi aneka produk minuman segar, misalnya sari buah, anggur jambu mete, minuman beralkohol, sirup buah, limunade (minuman ber CO2), cuka makanan, selai atau jelly, jam, manisan, acar, lauk pauk (abon, pepesan, sayur), sambal dan lain-lain (Cahyono, 2001). Sedangkan ampasnya dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak atau kompos.

Sirup buah semu jambu bermanfaat sebagai sajian minuman segar yang cukup mangandung vitamin C . Langkah pembuatan sirup buah jambu mete secara ringkas ditunjukkan dalam diagram alur berikut.

sirup-mete

1. Alat-alat

Alat yang digunakan dalam pembuatan sirup dari buah semu jambu mete antara lain adalah

  1. Pisau tahan karat ( stainless stel )

  2. Telenan

  3. Ember/ baka pencuci

  4. Mesin pres manual/ blender ( mesin penghancur buah)

  5. Saringan atau kain saring kasar

  6. Corong

  7. Kompor gas

  8. Panci (tahan karat )

  9. Gayung

  10. Botol dan tutup

  11. Alat penutup botol ( hand operated )

2. Bahan-Bahan

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat sirup buah jambu mete diuraikan sebagai berikut.

  1. Buah. Sebagai bahan utama sirup buah jamu mete adalah bagian buah semu jambu mete. Keadaan buah yang digunakan sebagai bahan bakunya, sangat menentukan pembuatan sirup jambu mete. Buah yang digunakan dalam pembuatan sirup jambu mete harus berada dalam keadaan cukup matang dan segar. Buah semu jambu mete yang dapat digunakan sebagai bahan baku sirup jambu mete adalah :

    1. Buah semu jambu mete sudah tua (warna tua merah dan mengkilat)

    2. Sudah matang (lunak)

    3. Belum mulai membusuk

    4. Bau harum

    5. Tidak cacat fisik ( pecah atau diserang hama)

b. Gula. Gula dipergunakan sebagai pemanis, memiliki peran yang besar pada penampakan dan cita rasa sirup yang dihasilkan. Disamping itu, gula juga bertindak sebagai pengikat komponen flavor. Pemanis yang paling umum digunakan dalam pembuatan sirup yang dalam kehidupan sehari dikenal sebagai gula pasir.

c. Asam Sitrat. Asam sitrat termasuk dalam golongan flavor enhancer atau bahan pemicu rasa. Bahan pemicu rasa merupakan bahan tambahan yang diberikan pada suatu produk pangan untuk memberikan nilai lebih pada rasa, sesuai dengan karateristik produk pangan yang dihasilkan. Biasanya, bahan pemicu rasa hanya ditambahkan dalam jumlah kecil. Asam sitrat sebagai bahan pemicu rasa, banyak digunakan dalam industri, terutama industri makanan karena memiliki tingkat kelarutan yang tinggi, memberikan rasa asam yang enak dan tidak bersifat racun.

Di dalam pembuatan sirup , asam sitrat digunakan untuk mengatur pH, terutama yang menggunakan buah-buahan dengan tingkat keasaman yang rendah sehingga tidak cukup untuk menghasilkan pH seperti yang diinginkan. Penggunaan asam sitrat juga berfungsi untuk memberikan rasa dan aroma yang khas pada sirup, meningkat flavor ( mengimbangi rasa manis), serta memperpanjang umur simpan ( mengawetkan ) sirup tersebut. Umumnya penambahan asam sitrat dilakukan hingga pH sari buah yang dihasilkan mencapai ± 4,5 yaitu pH yang diinginkan untuk sari buah . Namum, sari buah yang telah cukup asam, tidak perlu ditambah asam sitrat.

d. Pewarna. Pewarna ditambahkan ke dalam minuman atau sirup buah karena beberapa alasan, diantranya adalah untuk memperbaiki warna aslinya, untuk memperoleh warna standar, dan untuk menarik konsumen. Pada umumnya, pewarna yang ditambahkan ke dalam sirup adalah berupa pewarna sintetik. Adapun pewarna yang digunakan antara lain adalah sunset yellow FCF, tartrazine dan karamel .

e. Bahan Pengawet. Fungsi utama dari penggunaan bahan pengawet adalah untuk mencegah pertumbuhan mokroorganisme dalam bahan pangan sehingga masa simpan makanan atau minuman dapat diperpanjang. Penggunaan bahan pengawet kimia mempunyai beberap keuntungan, antara lain yaitu makanan atau minuman dapat tetap awet meskipun disimpan pada suhu kamar. Namun apabila sirup buah yang dibuat hanya sedikit dan lansung dikonsumsi, tidak perlu ditambah dengan bahan pengawet. Bahan pengawet yang paling umum digunakan untuk sari buah adalah natrium benzoat. Natrium benzoat memiliki bentuk kristal putih, rasa manis dan kadang-kadang sepet. Garam natium benzoat ini lebih mudah larut dalam air dari pada asam benzoat. Dalam pembuatan sirup buah, natrium benzoat dingunakan dengan dosis antara 0,05 % – 0,1 %. Penggunaan natrium benzoat pada kadar tersebut relatif tidak mempengaruhi rasa dan aroma sirup buah.

f. Bahan Penstabil, merupakan suatu zat dapat berfungsi menstabilkan, mengentalkan atau merekatkan suatu makanan yang campur dengan air, sehingga dapat menbentuk cairan dengan kekentalan yang stabil dan homogen pada waktu yang relatif lama. Adapaun pencegah tersebut dapat dilakukan dengan pemanbahan bahan penstabil yaitu : Gum arab 5 – 10 g /liter, Gelatin 5 – 10 g /liter, Karagenan 5 g /liter, Agar-agar 5 – 10 g /liter.

3. Pengolahan Sirup Buah Jambu Mete

Sirup jambu mete merupakan salah satu jenis minuman segar yang mulai populer di Indonesia yang diperoleh pengepresan buah Buah jambu mete tanpa mengalami fermentasi. Untuk cita rasa yang enak dan harum, biasanya ditambah asam sitrat. Cara pengolahan sirup buah jambu mete adalah :

  1. Buah semu jambu mete yang masak ( 1 kg = 25 – 30 buah ) dicuci dan dipilih yang baik, yang tidak cacat dan masih segar.

  2. Buah dibelah 4 bagian kemudian direndam dalam larutan garam dapur ( NaCl) 2 % selama 24 jam. Larutan garam 2 % dibuat dengan melarutkan 20 gram dapur ( ± 6 sendok teh garam ) dalam 1 liter air.

  3. Buah hasil rendaman diangkat, dicuci dengan air kemudian ditiriskan.

  4. Buah kemudian dikukus selama 20 menit, dan dibiarkan sampai dingin;

  5. Selanjutnya buah dipres ( dikempa) dengan alat pengempa atau jika tidak ada alat pengempa, buah dibungkus dengan kain saring dan diperas dengan tangan sebagian besar terperas keluar;

  6. Cairan sari buah ditampung dalam wadah ( baskom plastik ), ampas sisa perasan digunakan digunakan untuk bahan pembuat abon mete;

  7. Cairan sari buah disaring;

  8. Cairan sari buah ditambahkan serbuk gelatin 2 gram, dipanaskan sepuluh menit sambil diaduk, galatin berfungsi untuk mengikat kotoran halus yang kemudian menggumpal dan diendapkan.

  9. Cairan disaring untuk memisahkan endapan kotoran dari sari buah jernih;

  10. Sari buah jernih ditambahkan gula pasir 650 – 700 gram, serbuk asam sitrat 3 gram ( atau sari buah jeruk nipis 4 butir) dapat ditambah bahan pengawet Natriun benzoat 1 gram. Sari buah dipanaskan sambil diaduk 15 – 20 menit untuk melarutkan gula dan bahan lainnya.

4. Pengemasan

Bahan sebagai pengemas harus tidak menyebabkan kontaminasi dengan sirup buah jambu mente. Bahan yang biasa dipakai sebagai pengemas sirup buah mete adalah botol. Sebelum digunakan, botol harus dibersihkan dahulu, kemudian sirup mente dimasukkan ke dalam botol satu persatu. Terakhir, botol ditutup rapat kemudian siap dilakukan pasturisasi

  1. Pasturisasi

Pasturisasi dilakukan dengan cara dipanaskan pada suhu 60 – 70 ºC selama 30 menit. Tujuan dari pasturisasi ini adalah untuk mematikan mikrobia-mikrobia bersifat patogen.

  1. Pelabelan

Setelah dingin, sirup diberi label. Label yang baik seharusnya menginformasikan tentang nama dagang, volume, bahan yang digunakan, bahan tambahan, tanggal kedaluwarsa, ijin depkes, label halal dll.

About these ads

13 responses to “Pengolahan Sirup Buah Jambu Mete

  1. Tulisanku diawal tahun akan banyak diisi tentang jambu mete…bukan apa-apa hanya pengen memuat hasilku dalam membuat modul jambu mete di akhir tahun kemaren. Ya…dengan semangat memperkaya data dan informasi di internet maka tulisan-tulisan tentang jambu mete perlu kumuat dengan harapan poro kadang tani yang memerlukan info ini dapat mengunduhnya…..soalnya nyari tulisan yang model begini di internet masih sulit sih….paling yang ada hanya budidayanya sementara yang pengolahan hasil susah….

  2. Kapan bapak nulis pengolhan jambu mete selain sirup? atau diman saya bisa memperoleh tulisn tentang pembuatan wine, limunde,cuka buah dll dari buah jambu mete ?apakah sudah ada bukunya ? terimakasih.

  3. pak..jambu mente kan buah musiman,untuk mengatasi kurangy bahan baku saat buah mente g musim,caranya gmna?

  4. selain metenya enak dimakan ternyata benyak juga manfaat lain dari jambu jenis ini, terimakasih.

  5. saya tertarik untuk meneliti cara pengolahan biji mete khusunya pada proses pengkacipan yg selama ini masih menggunakan alat sederhana dg kapasitas prod rendah..
    mohon info yg berkaitan dg topik ini. trims

  6. ADA HASIL PRAKTEKNYA GA….?

  7. bagus tulisan anda, bisa saya coba.menarik

  8. TERIMA KASIH
    LAYANAN INI SANGAT MEMBANTU
    PEKERJAAN SAYA

  9. keren niy, tanya dunk…kalo dipasarkan, kira2 harga per botolnya berapa ya? makacih

  10. Informsi yg sangat menarik gan.ane akan coba praktekin,…..oya mau nanya nich utk natrium Benzoat nama merk dagang di super market/toko apa ya gan????salam end tenGs fulllll

  11. kalau aku dagingnya dibuat botok jambu mete.enak loh…

  12. satu lagi nih potensi bisnis yang bisa dikembangkan, selamat yah, semoga prospeknya bagus dimasa mendatang, belum banyak yang bisa mengolah jambu mete menjadi sirup buah dan dikemas.

  13. di tempat q produksi jambu mente sangat banyak, bahkan tiap masyarakatnya memiliki areal perkebunan jambu mente. tapi sayangnya di tempat kami pemanfaatan jambu mente hanya pada kacang mente yang bernilai ekonomis. untuk pemanfaatan buah mente menjadi sirup belum pernah ada di tempat q bahkan pada musim panen buah mente di biarkan saja di tanah atau hanya menjadi makanan ternak (sapi).
    semoga informasi ini bisa bermanfaat buat kami dan dapat saya praktetkan di tempat kami.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s