Langkah Pemanfaatan Informasi Jabatan menjadi Program Diklat

Pada dasarnya ada enam langkah yang perlu dilakukan agar suatu informasi jabatan, yaitu : Perumusan Tupoksi menjadi Kompetensi, Penentuan Bobot Kompetensi, Pemecahan Masalah Kebutuhan Kompetensi, Daftar Kompetensi Dengan Pemecahan Masalah melalui Diklat, Perumpunan Kompetensi Perlu Diklat menjadi Materi dan Jenis Diklat, Penyusunan Standar kebutuhan Diklat untuk Masing-Masing jabatan. Uraian masing-masing langkah tersebut disajikan sebagai berikut.

1. Perumusan Tupoksi menjadi Kompetensi

Informasi Jabatan yang berupa Tugas Pokok dan Fungsi diuraikan terlebih dahulu menjadi Uraian Tugas, untuk kemudian diuraikan lebih lanjut dalam sebuah rincian tugas. Rincian tugas kemudian dipecah lagi menjadi kompetensi-kompetensi yang diperlukan dalam pelaksanaan tugas.

Form perumusan kompetensi disajikan dalam gambar berikut.

slide1

2. Penentuan Bobot Kompetensi

Langkah ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana tingkat kebutuhan kompetensi menurut para responden. Setiap responden (pejabat Ybs., atasan, pejabat selevel dan staf) diminta mengisi Kuesioner pada kolom Skor Tingkat Kebutuhan dengan 4 kriteria yaitu : Sangat Dibutuhkan (S.D), Dibutuhkan (D), Kurang Dibutuhkan (K.D), Tidak Dibutuhkan (T.D). Form penentuan bobot kompetensi disajikan gambar berikut

slide2

  1. 3. Pemecahan Masalah Kebutuhan Kompetensi

Pada tahap ini, responden diminta untuk memberikan pilihan jawaban untuk pemecahan masalah terhadap kompetensi yang perlu diklat. Responden diminta memilih pilihan jawaban berupa jawaban : D (Diklat) atau J (Job Aid) atau I (Internship).

a. Pilihan D (Diklat), jika kompetensi yang bersangkutan memang perlu diklat secara klasikal. Pemecahan masalah penguasaan kompetensi melalui diklat ini dibutuhkan untuk mempelajari pengetahuan dan keterampilan yang relatif luas dan sulit / rumit. Pemecahan masalah ini akan ditindaklanjuti dengan Pengelompokkan materi pokok / topik-topik pelajaran untuk membentuk satu diklat baru dan atau untuk merevisi sistem instruksional dan struktur kurikulum dari program diklat yang sudah ada, sekaligus pula untuk mengisi muatan lokal (local content) dalam suatu diklat yang diselenggarakan.

b. Pilihan J (Job Aid) jika kompetensi yang bersangkutan cukup dengan Job Aid atau pembuatan Pedoman Kerja (Manual) atau contoh-contoh, yaitu pemecahan terhadap masalah penguasaan tugas yang memiliki karakteristik umum: telah terstruktur, jelas urutan langkahnya, jelas standardnya sehingga hanya dibutuhkan panduan agar tugas bersangkutan dapat dilaksanakan dengan cepat dan tepat. Pelaksanaan Job Aid ini direkomendasikan agar ditindaklanjuti oleh Dinas/Instansi yang bersangkutan

c. Pilihan I (Internship), jika kompetensi yang bersangkutan cukup dengan Internship atau pembimbingan di tempat kerja oleh atasan atau rekan yang telah menguasai/lebih terampil. Internship digunakan sebagai pemecahan terhadap masalah penguasaan tugas atau keterampilan tertentu yang tidak sulit sehingga dapat dipelajari dengan bimbingan seperlunya dari atasan atau rekan sejawat. Pelaksanaan Internship ini direkomendasikan agar ditindaklanjuti oleh Dinas/Instansi yang bersangkutan.

Cara pemecahan masalah lainnya yang di luar D, J dan I sebagaimana tersebut di atas; terutama menyangkut pengaruh faktor lingkungan (fisik), faktor psikologis (motivasi), faktor pengorganisasian pekerjaan, rotasi penugasan, pembinaan karier, dan lain-lain disarankan untuk ditindaklanjuti oleh Dinas yang bersangkutan. Form pemecahan masalah kompetensi disajikan dalam gambar berikut.

slide3

4. Daftar Kompetensi Dengan Pemecahan Masalah melalui Diklat

Dari hasil pemecahan masalah terhadap kompetensi yang dibutuhkan, disusun daftar kompetensi dengan pemecahan masalah melalui diklat. Form daftar kompetensi dengan pemecahan masalah melalui diklat disajikan dalam gambar berikut.

slide4

5. Perumpunan Kompetensi Perlu Diklat menjadi Materi dan Jenis Diklat

Kompetensi-kompetensi perlu diklat yang bersifat sama/sejenis dikelompok-kelompokkan dalam materi diklat. Kemudian materi-materi diklat yang sejenis dikelompok-kelompkkan lagi menjadi jenis-jenis diklat. Form perumpunan kompetensi perlu diklat menjadi materi dan jenis diklat disajikan dalam gambar berikut.

slide5

6. Penyusunan Standar kebutuhan Diklat untuk Masing-Masing Jabatan

Dari hasil perumpunan kompetensi menjadi materi dan jenis diklat, disusun daftar standar kebutuhan diklat untuk masing-masing jabatan. Form penyusunan standar kebutuhan diklat untuk masing-masing jabatan disajikan dalam gambar berikut.

slide6

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s