<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lutfi's Site</title>
	<atom:link href="http://paknewulan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paknewulan.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Kecil Seorang Widyaiswara</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 Dec 2009 02:22:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='paknewulan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/55baaedb51a55c5c697033401c76d1bc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lutfi's Site</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://paknewulan.wordpress.com/osd.xml" title="Lutfi&#8217;s Site" />
		<item>
		<title>The Last but The First</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/12/19/the-last-but-the-first/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/12/19/the-last-but-the-first/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 02:22:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=474</guid>
		<description><![CDATA[Terjemahan judul tulisan ini sih maunya adalah yang terakhir tetapi yang pertama (moga-moga bener nulis Inggris-nya). Dan tulisan ini akan menceritakan saat-saat mengajarku yang terakhir walau sebenarnya itu juga merupakan saat-saat mengajarku yang pertama di tahun ini. Bingung&#8230;.?! Karepnya begini, yang terakhir karena emang setelah acara ngajarku di Salatiga Selasa kemaren maka bisa dikatakan akunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=474&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Terjemahan judul tulisan ini sih maunya adalah yang terakhir tetapi yang pertama (moga-moga bener nulis Inggris-nya). Dan tulisan ini akan menceritakan saat-saat mengajarku yang terakhir walau sebenarnya itu juga merupakan saat-saat mengajarku yang pertama di tahun ini. Bingung&#8230;.?! Karepnya begini, yang terakhir karena emang setelah acara ngajarku di Salatiga Selasa kemaren maka bisa dikatakan akunya akan sedikit rehat ngajar berhubung sudah akhir tahun anggaran walau mungkin Januari sudah akan mulai lagi kesibukanku dalam mengajar. Tapi acara ngajar terakhirku di tahun ini menjadi begitu istimewa karena yang saya hadapi adalah para CPNS dari penerimaan reguler&#8230; hingga tentu saja aura-nya akan sangat berbeda mengingat dirikulah yang akan menerima sampur sebagai orang yang paling tua di dalam kelas&#8230;..hmmm&#8230;.sudah berapa lama ya aku tidak mengalami peristiwa seperti ini&#8230;.mungkin terakhir kali seperti ini awal atau pertengahan 2007 deh. Gara-gara banyak penerimaan CPNS honorer maka predikatku sebagai seorang yang paling berwibawa tidak otomatis kudapat&#8230;tapi selalu harus kuperjuangkan dahulu agar pantas mengajar mereka&#8230;..</p>
<p>Kebetulan acara ngajarku yang ke Salatiga itu materinya Manajemen Perkantoran Modern yang sedikit garing&#8230;..walau sebenarnya garing atau tidaknya suatu materi tergantung dari cara kita menyampaikan&#8230;.tapi jujur, 3 Jam Pelajaran pertama setiap kali mengajarkan MPM merupakan saat-saat yang penuh keringat bagi diriku&#8230;.biasanya aku akan berupaya menerangkan sembari <em>ndagel</em> habis-habisan agar seluruh peserta tidak tewas kebosanan&#8230;.. bahkan sampai gembrobyos aku menerangkan pun masih saja ada peserta yang sempet-sempetnya ketiduran&#8230;..aduh-aduh betapa nelangsanya diri ini. Kalu sudah begitu aku biasanya berusaha bertabah-tabah ria sekuat mungkin karena di 9 JP berikutnya akan saya beri tugas membikin surat dinas ples pesta pertanyaan yang kagak akan bisa membikin peserta ketiduran. But yang terjadi di Salatiga tidaklah demikian. Yang ada di kelas ternyata adalah muka-muka segar yang penuh antusias bertanya tentang materi&#8230;.hanya perlu tak motivasi sedikit bahwa mereka adalah ibarat tamu yang datang sendiri tanpa ada paksaan nglamar jadi CPNS&#8230;naa&#8230;kalo sudah begitu, jangan sampai mereka kerja tak bersemangat&#8230;.rugi dooong sudah pengen sendiri, datang sendiri, nglamar sendiri&#8230;.eee&#8230;.begitu lulus malah males-malesan sama dengan yang lain&#8230;..<span id="more-474"></span></p>
<p>Sebenarnya ngajar dengan orang yang usianya lebih tua dari kita itu ya biasa-biasa saja&#8230;apalagi bisa dikatakan sudah berbagai macam teknik yang saya dapatkan selama 3,5 tahun jadi WI&#8230;baik yang saya dapatkan dari buku-buku, dari hasil belajar dari WI lain atau dari kursus-kursus yang saya ikuti. Walaupun demikian, ada kerinduan juga pada diri saya pribadi tampil di depan kelas yang pesertanya seluruhnya lebih muda dari saya. Dan ternyata memang ada sesuatu yang beda saat ngajar orang yang lebih muda dari saya&#8230;diantaranya :</p>
<p><strong>1.</strong> <strong>Wibawa yang Tak Terbeli</strong>. Maksudnya wibawa itu sudah terpancar begitu saya masuk kelas. Apalagi masyarakat Jawa memang selalu lekat dengan budaya menghormati orang yang lebih tua&#8230;dan hormatnya itu bener-bener tulus dan bukan sekedar takut pada sang widyaiswara yang bisa menjatuhkan kelulusan siswa&#8230;</p>
<p><strong>2. Sedikit Pedagogy</strong>. Saya bener-bener menikmati masa-masa sebagai seorang widyaiswara yang dihormati sebagai orang yang lebih pinter. Artinya, apapun yang kuberikan para pesertanya lebih banyak mengangguk-angguknya mengingat tingkat pengalaman mereka yang minim di bidang pemerintahan hingga mereka selalu menganggap apa yang saya berikan sudah benar padahal&#8230;..</p>
<p><strong>3. Petuah Orang Tua</strong>. Tentu saja sebagai orang yang paling tua maka saya dianggap sebagai orang yang paling berpengalaman di kelas sehingga saya yang biasanya lebih sering memberikan motivasi atau inspirasi bagi para peserta&#8230;.. maka saat berhadapan dengan yang lebih muda motivasi dan inspirasi itu lebih seperti petuah dari yang tua kepada yang muda&#8230;&#8230;.hmmm&#8230;..saya jadi kelihatan seperti om&#8230;om&#8230;.</p>
<p><strong>4. Bahasa Yang Nyambung</strong>. Bahasa yang sering saya gunakan memang kebanyakan bahasa gaul anak muda akibat diri ini yang kebanyakan nonton tipi&#8230;. dan mengingat usia mereka yang muda-muda tentu saja bahasa yang saya gunakan lebih klop dengan mereka&#8230;hingga kitanya jadi bisa tertawa bersama-sama saat akunya muncul dengan joke-joke gaul&#8230;..sementara jika ngajar yang honorer lagunya saja biasanya masih banyak yang suka dengan campur sari&#8230;.</p>
<p><strong>5. Penuh Idealisme</strong>. Yang saya kagumi dari para ank muda itu adalah idealismenya yang masih tinggi-tinggi hingga saat saya terangkan mereka umumnya mendengarkan dengan penuh antusias&#8230;apalagi saat saya memberikan petuah agar mereka mau memperhatikan segala materi yang diberikan buat bekal mereka dalam bekerja&#8230;..bisa dikatakan tak ada mata yang redup akibat ngantuk&#8230;. Sementara jika ngajar honorer&#8230;.yang ada adalah semangat untuk sekedar lulus dari diklat ‘siksa’ prajabatan ini&#8230;hingga gak heran banyak peserta yang loyo hingga sakit-sakitan selama ikut diklat&#8230;..jadi ingat petuah Ibrahim Elfiky bahwa Pikiran mempengaruhi kesehatan&#8230;..</p>
<p><strong>6. Mata Yang Segar</strong>. Tentu saja sebagai lelaki normal saya pasti akan lebih senang jika yang diajar itu wajah-wajah seger&#8230;.gak usah cantik-cantik amat jika yang diajar adalah wajah-wajah muda nan penuh semangat maka pastilah wajah-wajah itu akan lebih bersinar syedap dipandang mata&#8230;..Kalau sudah begini, widyaiswaranya pun jadi ikut bersemangat and sedikit cari perhatian para muridnya&#8230;..He&#8230;he&#8230;he&#8230;.jadi teringat cerita temen waktu lagi kursus di Jakarta&#8230;.Cerita tentang seorang widyaiswara yang punya istri sampek 3 orang dan 2 diantaranya adalah bekas muridnya selama diklat prajabatan&#8230;..</p>
<p><strong>7. Lebih Menyenagkan</strong>. Yang jelas muara dari semua itu adalah proses pembelajaran yang menyenangkan&#8230;.Memang enak punya murid-murid yang cantik and ganteng-ganteng&#8230;tapi lebih enak jika punya murid yang pinter sekaligus rajin bertanya&#8230;.dan kelas saya punya kedua hal yang enak-enak itu&#8230;. hingga bisa dikatakan ngajar seharian pun rasanya tidak capek sama sekali&#8230;walau saat ngajar sempet diselingi lampu mati pun gak apa-apa&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/474/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/474/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/474/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=474&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/12/19/the-last-but-the-first/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Diklat TOT Sosialisasi UUD 1945 Yang Menyenangkan&#8230;.</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/12/16/diklat-tot-sosialisasi-uud-1945-yang-menyenangkan/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/12/16/diklat-tot-sosialisasi-uud-1945-yang-menyenangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 06:37:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kediklatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=470</guid>
		<description><![CDATA[Dari dulu saya selalu meyakini bahwa suatu proses pembelajaran itu akan menyenangkan jika kita melakukannya dengan motode yang tepat. Dan itulah alasannya mengapa saya mengambil mata pelajaran garing semacam ’Manajemen Perkantoran Modern’ karena saya yakin dengan menggunakan metode yang baik kita akan dengan mudah bisa menyulap yang garing itu menjadi suatu yang menyenangkan dan ujung-ujungnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=470&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari dulu saya selalu meyakini bahwa suatu proses pembelajaran itu akan menyenangkan jika kita melakukannya dengan motode yang tepat. Dan itulah alasannya mengapa saya mengambil mata pelajaran <em>garing</em> semacam ’Manajemen Perkantoran Modern’ karena saya yakin dengan menggunakan metode yang baik kita akan dengan mudah bisa menyulap yang garing itu menjadi suatu yang menyenangkan dan ujung-ujungnya pelajaran itu akan dapat terserap dengan baik. Lihat pula contoh judul diklat diatas. Judul <em>garing</em> yang mencerminkan isinya yang memang melulu membahas materi UUD 1945 yang telah mengalami perubahan akibat 4 tahapan amandemen mulai 1999-2002. Betul 100%&#8230;..ya diklat itu isinya yang memang begitu itu. Akan tetapi, saya merasakan sendiri sebuah materi garing yang dikemas dalam metode yang tepat ternyata menghasilkan pengalaman pembelajaran sekaligus pengkayaan kompetensi yang luar biasa bagi saya pribadi&#8230;.dan saya kira bagi sebagian besar peserta juga&#8230;.</p>
<p>Jalannya diklat saya bisa ceritakan sebagai berikut. Pertama-tama kita didesain terlebih dulu agar bisa akrab satu sama lain melalui pelajaran dinamika kelompok guna menghilangkan dinding-dinding kebekuan yang melanda peserta. Lalu, kita emudian diberi pre test guna mengukur kemampuan awal kita sebagai peserta. Hasil pre test ternyata menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta hanyalah 35 % saja. Cukup jelek. Tapi gak pa-pa karena dari pre test tersebut para fasilitator yang notabene merupakan anggota MPR-RI bisa mengukur apa saja yang perlu diberikan pada peserta. Hari kedua merupakan hari yang melelahkan karena kita diberi ceramah dari pagi sampai malam tentang materi UUD 1945 beserta perubahannya&#8230;.yang walau penyajinya menarik dan cukup meyakinkan karena merupakan Anggota MPR&#8230;. yang dahsyatnya, disamping mereka sangat menguasai materi, mereka rata-rata orangnya ramah, gak jaim, cukup terbuka alias gak marah-marah walau sedikit kita ejek tentang lembaganya&#8230;.bahkan cukup jentel menyatakan bahwa memang tidak semua anggota MPR berkualitas&#8230;.tapi seperti laiknya metode ceramah lain maka hasilnya pasti membosankan&#8230;.dan saya diem-diem sempet nyolong tidur di kamar saat sesi kedua setelah sebelumnya absen sebagai bukti kehadiran&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.<span id="more-470"></span><br />
Hari ketiga, peserta dibagi dalam 4 kelompok dan diberi tugas mendiskusikan soal-soal berkaitan dengan isi UUD 1945 yang telah diubah itu. Dalam berdiskusi, kelompok kami ditemani oleh 2 orang narasumber anggota MPR yakni : Dr. Yasonna H. Laoly, SH, M.Sc dari fraksi PDIP yang sangat menguasai materi mengingat latar belakang Beliau yang merupakan mantan dosen dan pengalamannya yang lama di luar negeri hingga peserta banyak mendapatkan pencerahan dari uraian-uraian yang Beliau sampaiakan selama diskusi. Disamping itu, kami juga ditemani oleh Bapak Martin Hutabarat, SH dari Gerindra yang  begitu arif bijaksana sekaligus kebapaan hingga membuat peserta tak sungkan buat ’menakali’ Beliaunya yang terhormat itu. Sebagai misal, saya sempet mengusili Pak Martin (saat Pak Laoly ke kamar kecil&#8230;.) tentang partainya yang katanya merupakan penjelmaan dari HKTI (Himpunan Kerukunan  Tani Indonesia) tapi saat kampanye sama sekali tidak mencerminkan wakil petani&#8230;.melainkan lebih bercitra sebagai gerombolan preman alias kaki tangan militer&#8230;.dengan mengingat Pak Ketua-nya yang merupakan bekas salah satu petinggi militer&#8230;..</p>
<p>Hari ketiga, metode yang digunakan adalah simulai dimana masing-masing kelompok tampil ke depan memaparkan slide-slide dari materi UUD 1945 yang telah mengalami perubahan. Na&#8230;yang bikin menarik adalah jika salah satu kelompok tampil maka kelompok lain bertugas untuk memberikan pertanyaan yang terkait materi yang disajikan. Menariknya, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sudah dikonsep sejak semalaman sehingga kualitas pertanyaan itu benar-benar kelas berat dan bikin penyaji keringatan jika tidak siap menjawabnya. Walau demikian, secara tdak langsung hal itu malah bagus buat memperdalam pengertian peserta terhadap materi. Dan diakhir setiap sesi, sang narasumber akan memberikan evaluasi sekaligus menjawab pertanyaan yang tak terjawab oleh penyaji.  Acara diskusi diakhiri dengan memberikan post test.</p>
<p>Dan masih ada yang menarik dari diklat ini, yakni saat narasumber (Pak Laoly) memberikan ulasan terhadap jawaban dari post test yang diberikan. Dan ulasan-ulasan yang diberikan bener-bener menari sehingga sekali lagi memperdalam pengertian kita terhadap materi. Perlu diketahui, soal pre dan post test itu bener-bener disusun oleh seorang ahli mengingat tingkat kesulitannya yang tinggi, berbentuk B-S dan penuh dengan jebakan-jebakan yang bikin seorang yang tahu materi setengah-setengah aan memberikan jawaban yang salah. Belum lagi Pak Laoly juga memberikan statement tambahan bahwa walau jawaban kita betul tapi alasan dibalik itu salah maka kita dianggap belum bener-bener mengerti terhadap materi. Walau demikian Pak Laoly cukup puas dengan hasil post test yang mencapai 67 %&#8230;..lumayan dan masih bisa diperbaiki pengertian kita dengan lebih banyak membaca materi tersebut&#8230;..</p>
<p>Yang jelas saya bener-bener puas dengan desain pembelajaran yang model begini. Karena saya merasa menjadi manusia baru yang penuh dengan kompetensi baru. Disamping itu, saya bener-bener salut dengan para narasumber yang para Anggota MPR itu. Ternyata anggota MPR itu tidak semuanya negatif seperti yang diceritakan koran-koran dan televisi itu. Masih banyak orang-orang pinter dan idealis seperti Pak Yasona Laoly, Pak Lukman Hakim, Pak Ganjar Pranowo, Pak Marten Hutabarat dsb&#8230;. Saya bangga deh dengan anggota MPR kita&#8230;.. ini bukan karena saya PNS lo&#8230;atau sekedar nyolu&#8230;..tapi bener-bener keluar dari hati yang paling dalem&#8230;..kalo gak percaya, ajak omong deh sama mereka-mereka yang saya sebut tadi&#8230;..</p>
<p>Dan buat melestarikan  kompetensi yang baru saya dapat&#8230;.saya pun bertekad untuk tahun 2010 akan mengambil Mata Pelajaran garing lain&#8230;.yakni Sistem Pemerintahan NKRI&#8230;.!! Sebuah mata pelajaran yang menarik buat diubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan&#8230;.tidak hanya bagi peserta tapi juga bagi saya buat belajar lebih lanjut tentang Sistem Pemerintahan kita&#8230;.Gak nyambung dengan pendidikan gak po po&#8230;.wong prinsip belajar terbaik adalah mengajar&#8230;.setuju&#8230;.?!</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/470/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/470/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/470/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=470&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/12/16/diklat-tot-sosialisasi-uud-1945-yang-menyenangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selalu Ada Jalan Saat Kita Berfikir Positif</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/10/16/selalu-ada-jalan-saat-kita-berfikir-positif/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/10/16/selalu-ada-jalan-saat-kita-berfikir-positif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2009 04:26:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=467</guid>
		<description><![CDATA[”Pak&#8230;.Bagaimana cara kita selalu berfikir positif, menghindari rasa enggan, saat kita masuk dalam kelas yang sebagian besar terdiri dari kelompok anak-anak yang nakal.”demikian kurang lebih pertanyaan yang dilontarkan Ibu Farida, salah satu peserta Diklat Prajabatan Golongan 60 Tahun 2009 yang kebetulan merupakan salah seorang guru dari SMK di Kota Surakarta. Sejenak saya termenung membayangkan suasana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=467&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>”Pak&#8230;.Bagaimana cara kita selalu berfikir positif, menghindari rasa enggan, saat kita masuk dalam kelas yang sebagian besar terdiri dari kelompok anak-anak yang nakal.”</em>demikian kurang lebih pertanyaan yang dilontarkan Ibu Farida, salah satu peserta Diklat Prajabatan Golongan 60 Tahun 2009 yang kebetulan merupakan salah seorang guru dari SMK di Kota Surakarta. Sejenak saya termenung membayangkan suasana yang dialami ibu guru tersebut hingga kemudian saya kemudian menemukan sebuah jawaban&#8230;.<em> ”Mungkin kurang lebih Anda harus berfikir layaknya saya saat masuk dalam kelas Diklat Prajabatan ini&#8230;..”</em> Saya mencoba tersenyum dan tetap tenang sembari mencoba menceritakan perasaan saya saat pertama kali masuk dalam kelas&#8230;..</p>
<p>Memang sebenarnya bisa dikatakan agak jengkel juga saat masuk kelas Diklat Prajab  angkatan 60 tersebut&#8230;.. Bagaimana tidak, belum lagi hilang rasa capek saya akibat baru saja pulang dari Kudus selama 2 hari&#8230;tiba-tiba sekretariat sudah menugaskan saya untuk mengajar pelajaran <em>Mind Setting</em> di kantor&#8230;..yang tentu saja akan memakan waktu 2 hari lagi. Tambah berat saja rasanya saat mendapati sorot mata anak bungsu saya yang kelihatan gak rela melepas Bapaknya harus pergi lagi&#8230;setelah hilang dari rumah selama 2 hari&#8230;..hingga berbagai pikiran jengkel berkecamuk di pikiran saya, mengalahkan gemerincing coin yang nantinya akan saya dapat setelah mengajar materi tersebut&#8230;..<em> ”Huh&#8230;emang gak ada orang lain apa&#8230;koq yang harus ngajar aku lagi&#8230;aku lagi&#8230;.”</em> Dan tambah ’<em>mbedhede</em><em>g</em>’ saja saat saya masuk kelas dan mendapati peserta yang rata-rata sudah tua&#8230;dengan pendidikan rata-rata rendah&#8230;.dengan jenis pekerjaan yang umumnya pekerja lapangan, mulai dari kebersihan, tukang kebun, driver, petugas pasar, satpam&#8230;.hingga baca tulis pun jarang mereka lakukan&#8230;.Belum lagi jumlah peserta yang overload sampek 49 orang (biasanya khan 40 orang doang)<em>”Jangan-jangan para WI lain sengaja melarikan diri karena tahu betapa berat melakukan tranfer ilmu pada mereka-mereka ini&#8230;.</em>” Demikian kurang lebih pikiran jengkel yang ada dalam diriku&#8230;..</p>
<p><span id="more-467"></span>Dan tentu saja akibat pikiranku yang negatif (maklumlah lagi capek and suntuk berat&#8230;.), susana pembelajaran di kelas pun berlangsung kurang mengenakkan. Bahkan disana-sini terlihat peserta-peserta yang duduk terkantuk-kantuk atau malah ketiduran di kursi. Saya kemudian coba pancing dengan meminta mereka menggambar di kertas kosong sebuah pemandangan&#8230;. buat menerangkan pengaruh ’imprint’ terhadap pola pikir seseorang&#8230;. eee&#8230;. masih saja beberapa peserta terlihat ogah-ogahan, bahkan ada peserta yang gak mau menggambar sama sekali&#8230;entah males atau entah udah lupa cara megang bolpen kali&#8230;..Pokoknya bikin tambah jengkel saja. Walau saya coba untuk bersabar sambil bertekad buat melabrak para staf sekretariat saat istirahat nanti&#8230;.minimal buat nyari kalo-kalo ada WI yang nganggur akan saya sindir habis-habisan&#8230;soalnya giliran peserta yang susah seperti itu malah dikasihkan ke saya&#8230;.meski kemudian kedapatan memang hanya saya saja tenaga cadangan yang masih tersedia. Sambil bersungut-sungut saya coba menenangkan diri dengan merenung sambil melepaskan segala beban kepenatan di toilet yang ada di dekat ruang WI (tau khan maksudnya&#8230;&#8230;) hingga perasaanku kembali tenang sekaligus jadi pasrah dengan apa yang terjadi. Maksudnya, mau gak mau ya harus mau&#8230; Aku harus nglakoni peristiwa yang terjadi hari ini tanpa bisa mengeluarkan keluhan-keluhan yang gak ada gunanya&#8230;&#8230;<em>wes</em> lah&#8230;rawe-rawe rantas malang-malang putung&#8230;..</p>
<p>Masuk kelas, skenario pembelajaran tiba-tiba saya ubah <em>’sak karepku dewe</em>’. Tanpa memperhatikan sekuen materi, saya pun coba langsung bentuk peserta dalam kelompok-kelompok, dengan memakai metode ’milih sendiri’. Kemudian saya minta mereka rame-rame dengan membuat nama ples yel-yel dari kelompok masing-masing. Sementara saya sendiri hanya duduk-duduk sambil coba mengamati tingkah peserta yang begitu gembira saat berlatih yel-yel&#8230;.”<em>dasar &#8230;.dikasih pelajaran ngantuk&#8230;sementara saat disuruh joged-joged senengnya minta ampun&#8230;”</em> demikian batin saya sambil geleng-geleng ngelihat tingkah mereka yang aneh-aneh. Lalu setelah acara rame-ramenya usai, peserta pun saya terangkan tentang jenis pola pikir tetap dan pola pikir berkembang&#8230;.sembari minta tiap-tiap kelompok menuliskan 7 butir pola pikir yang menghambat dan membantu pelaksanaan tugas, yang sering mereka amati di tempat kerja. Tak terasa jam 12.20 tugas itu baru mereka selesaikan hingga saya pun minta mereka beristirahat sekalian melakukan pengamatan lapangan&#8230;.dan saya minta mereka masuk lagi dalam kelas jam 14.15. He&#8230;he&#8230;he&#8230;.bukan apa-apa, terus terang saya pengen tidur dulu di masjid barang sebentar buat ngilangin cenut-cenut yang ada di perut dan kepalaku akibat kecapekan&#8230;..</p>
<p>Masuk kelas lagi, kondisiku sudah lumayan segar (akibat sempat tidur sekitar 15 menitan). Semangatku pun kembali bangkit&#8230;.hingga belum sempat peserta presentasi tugas-tugas yang saya berikan, saya sudah asyik menerangkan perbedaan manusia dengan otak kiri dan otak kanan&#8230;lalau dilanjut dengan gelombang otak manusia&#8230;sampai istirahat sore. Setelah itu, baru peserta saya minta untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya. Agak terkejut juga saat mendengarkan hasil presentasi mereka yang ternyata lumayan bagus&#8230;.hmmm&#8230;alamat bagus ni. Soalnya dalam tiap kelompok ada indikasi ada peserta yang cukup berkualitas hingga dapat dijadikan pengungkit bagi kesuksesan kerja kelompok. Dan akibat hasil presentasi yang cukup bersemangat tersebut&#8230;.saya pun kemudian ikut-ikutan terpancing bersemangat dengan menceritakan sedikit rahasia hukum universal yang baru saja saya baca dari bukunya Sandra Anne Taylor ”<em>Quantum Success</em>”  Dan seperti dugaan saya&#8230;.walau tidak tahu berapa persen mereka mengerti apa yang sedang saya bicarakan&#8230;.tapi saya mulai melihat wajah-wajah tertarik terhadap apa yang baru saja saya terangkan&#8230;hingga malamnya saya pun lebih bersemangat buat menerangkan apa itu NLP, Hypnosis juga proses Muhasabah yang kesemuanya itu memanfaatkan kondisi Alpha manusia&#8230;.yakni pada orang dewasa biasa terjadi pada 30 menit sebelum tidur&#8230;..</p>
<p>Esok hari bukan masalah lagi bagi saya, walaupun tugas yang saya berikan banyak menuntut peserta untuk menuangkan komitmen individu buat berubah dari yang memiliki pola pikir tetap menjadi pola pikir berkembang&#8230;dan saya yakin pasti sebagian besar peserta akan kesulitan atau malah gak muni&#8230;..tapi dengan adanya para peserta yang lumayan ’ngeh’ pada setiap kelompok maka saya yakin pekerjaan itu akan terselesaikan juga. dan begitulah&#8230;walau tertatih-tatih dan memakan waktu yang lumayan lama banget proses pembuatan komitmen individu peserta pun terselesaikan pada jam 2 siang. Lama ya&#8230;..tapi gak pa-pa&#8230;.yang penting saya puas berhasil melaksanakan tugas dengan baik. Kuncinya adalah berprasangka baik pada peserta apa pun bentuknya&#8230;.tidak usah ’<em>kakehan</em>’ mengeluh&#8230;dan tetap berusaha melakukan sebaik mungkin apa yang perlu dilakukan&#8230;..maka pastilah ada jalan yang dapat membantu kita menyelesaikan setiap masalah&#8230;.</p>
<p>Itulah kira-kira kisah yang saya berikan pada Ibu Farida&#8230;Intinya adalah kita akan mendapatkan apa yang kita fikirkan. Jika kita berfikiran positif maka pasti ada saja jalan yang kita dapatkan sehingga kita bisa mendapatkan hasil yang positif pula&#8230;Sebaliknya pikiran negatif akan mendatangkan kesulitan-kesulitan hingga kita pun akan mendapatkan hasil yang negatif&#8230;Sehingga saya pun meminta para peserta untuk selalau mengembangkan fikiran positif dalam kehidupannya. Walau mereka hanyalah PNS golongan I dan II mereka tidak boleh menganggap dirinya hanyalah orang kecil&#8230;.karena itulah yang akan mereka dapatkan sepanjang karier sebagai PNS. Dengan senantiasa belajar, menguasai teknologi informasi, dan tentu saja dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi&#8230;.mereka diharapkan dapat mengubah nasibnya menjadi lebih baik&#8230;&#8230;Segitu dulu ya&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/467/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/467/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/467/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=467&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/10/16/selalu-ada-jalan-saat-kita-berfikir-positif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajarkan Demokrasi Lewat Teka-Teki</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/10/08/mengajarkan-demokrasi-lewat-teka-teki/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/10/08/mengajarkan-demokrasi-lewat-teka-teki/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Oct 2009 05:44:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ice Breaker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu model permainan yang lagi saya sukai adalah bermain teka-teki. Sebenarnya teka-teki pada mulanya sering saya gunakan saat sedang berkeliling-keliling di sela-sela diskusi kelas. Pengennya sih sedikit memeberi selingan bagi beberapa peserta saat mereka sedang diskusi agar mereka bisa lebih enjoyable and tidak terlalu tegang&#8230; sekalian biar memberi kesan akaran dengan peserta&#8230;.utamanya pada pelajaran-pelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=464&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Salah satu model permainan yang lagi saya sukai adalah bermain teka-teki. Sebenarnya teka-teki pada mulanya sering saya gunakan saat sedang berkeliling-keliling di sela-sela diskusi kelas. Pengennya sih sedikit memeberi selingan bagi beberapa peserta saat mereka sedang diskusi agar mereka bisa lebih <em>enjoyable and</em> tidak terlalu tegang&#8230; sekalian biar memberi kesan akaran dengan peserta&#8230;.utamanya pada pelajaran-pelajaran yang<em> ‘garing’</em> semacam Manajemen Perkantoran Moderen. Naa&#8230; disini saya biasanya kemudian biasanya saling tukar teka-teki dengan peserta yang kebetulan punya banyak koleksi teka-teki lokal. Sementara saya sendiri memperkaya koleksi saya lewat buku-buku yang saya baca atau malah lewat<em> ‘searching’</em> via internet yang memang bejibun penuh dengan teka-teki beraneka ragam&#8230;..</p>
<p>Sebenarnya model-model begitu sih asyik-asyik aja&#8230;.tapi lama-lama agak bosen juga menang terus lawan peserta-peserta yang tidak siap&#8230;.alias teka-teki yang diberikan peserta seringnya itu-itu saja&#8230;.padahal disatu sisi saya masih pengen menggali teka-teki lokalan yang mungkin gak ada di dunia maya&#8230;.skalian pengen men<em>sharing</em>kannya via internet buat nambah khasanah perteka-tekian di dunia maya&#8230;.hingga kemudian saya teringat prinsip Ice Breaking milik Fakih cs. yang pernah saya postingkan, menyatakan bahwa ‘pemecah kebekuan’ yang baik antara lain adalah mengandung unsur-unsur perlombaan atau persaingan serta  lebih baik lagi kalau gagasannya justru berasal dari peserta sendiri. Dari prinsip itu saya kemudian memainkan perlombaan teka-teki antar kelompok (biasanya dalam materi Team Building)&#8230;. bahkan setelah sedikit modifikasi permainan sederhana ini menjadi menarik setelah saya kombinasikan dengan prinsip kebebasan berpendapat dan menentukan pilihan&#8230;.hingga akhirnya malah sering menginspirasi peserta tentang makna sesungguhnya dari prinsip demokrasi yang walaupun dianggap yang terbaik&#8230;tapi di beberapa hal tetep saja merugikan beberapa pihak yang terlibat di dalamnya&#8230;.<span id="more-464"></span><br />
<strong>Langkah Permainan</strong><br />
1.	Pertama-tama tentu saja saya akan membagi peserta dalam kelompok-kelompok kecil. Lalu saya akan memberi ilustrasi bahwa kualitas suatu kelompok ditentukan terutama dari hasil yang mereka keluarkan. Na&#8230;.untuk mengukur tingkat hasil masing-masing kelompok, saya akan mengujinya dalam sebuah perlombaan teka-teki&#8230;</p>
<p>2.	Saya biasanya memberi contoh terlebih dahulu dengan beberapa teka-teki ringan macam ”<em>mlebu miring metu miring&#8230;” atau ”lebar gak bisa keluar sementara jika sempit pas-pasan malah bsa keluar&#8230;” </em>model-model teka-teki yang nyerempet-nyerempet pornografi sekaligus sebagai pengecoh para ’piktor-piktor’&#8230; walau tujuannya sebenarnya menarik perhatoian peserta yang rata-rata pikirannya emang dewasa itu sekaligus memberi arah pada perlombaan teka-teki yang fun and banyak membikin ketawa&#8230;..</p>
<p>3.	Langkah selanjutnya adalah meminta masing-masing kelompok membikin teka-teki lucu sebanyak dua buah (dengan kelompok kecil 6-9 buah)&#8230;.tentu saja dengan syarat agar tidak mengandung unsur jorok and porno&#8230;Disini saya biasanya menantang peserta untuk menemukan jenis teka teki yang menarik but tidak porno&#8230;sesuatu yang sering disukai para lelaki saat berteka-teki adalah ber-jorok-jorok ria yang tentu saja gak begitu disukai para ibu&#8230;.hingga mengeluarkan teka-teki yang tidak bikin tambah piktor (pikiran kotor) adalah sebuah tantangan tersendiri bagi para peserta&#8230;.</p>
<p>4.	Setelah tiap-tiap kelompok itu selesai bikin teka-teki maka satu persatu wakil kelompok maju membacakan teka-tekinya&#8230;sementara kelompok lain saya minta mereka menuliskan hasil tebakannya pada secarik kertas dan dengan dibatasi waktu tebak sebanyak satu menit&#8230;</p>
<p>5.	Setelah semua kelompok membacakan teka-tekinya maka kertas-kertas jawaban dituker-tuker antar kelompok buat dikoreksi&#8230;.Kelompok yang dapat menjawab akan mendapat nilai&#8230;sementara jika suatu kelompok tidak dapat menjawab maka nilai akan diberikan pada si pembuat teka-teki&#8230;.<br />
6.	Kelompok dengan nilai tertinggi menjadi pemenang dalam permainan ini&#8230;.</p>
<p><strong>Yang Bikin Menarik</strong><br />
Permainan ini menjadi menarik saat saya  menambahkan prinsip-prinsip demokrasi didalamnya&#8230;..yakni dari Anda untuk Anda. Sebagai misal :<br />
1.	Saat pemberi teka-teki memberikan jawabannya maka saya akan memberikan kesempatan bagi kelompok tersebut untuk mengutarakan argumentasinya<br />
2.	Lalu saya akan meminta pendapat kelompok penjawab apakah jawaban yang diberikan itu menurut mereka sah, tidak sah, atau boleh pakek jawaban alternatif<br />
3.	Prinsip voting kemudian diterapkan buat menemukan jawaban terbanyak. Kalau sah berarti jawabannya harus persis seperti milik pemberi teka-teki&#8230;.kalau tidak sah maka tekateki itu dikatakan gagal demi hukum&#8230;.<br />
4.	Sementara kalau sebagian besar kelompok memilih jawaban alternatif maka jawaban masing-masing kelompok akan di-voting untuk menentukan betul tidaknya jawaban tersebut&#8230;.setelah sebelumnya si penjawab diberikan kesempatan berargumentasi buat ’<em>reasoning</em>’ jawaban  mereka tersebut&#8230;<br />
5.	Dan disinilah permainan itu menjadi menarik mengingat tidak ada kebenaran mutlak dalam sebuah demokrasi&#8230;apalagi yang pakek acara ber<em>-voting-voting</em> ria&#8230;<br />
6.	Masalahnya adalah walau jawaban pemberi teka-teki itu benar dan masuk akal tapi bisa saja kelompok lain akan mengganjalnya lewat hasil voting dan menyatakannya tidak sah&#8230;.atau via jawaban alternatif yang bisa menghidupkan peluang mereka buat memenangkan pertandingan&#8230;.</p>
<p>Disini kita akan dibuat tertawa-tawa saat mendapati argumen-argumen dari masing-masing kelompok buat memenangkan pertandingan. Juga saat melihat protes dari si pemberi teka-teki saat jawaban teka-tekinya yang bagus harus hangus akibat hasil voting yang menyatakannya tidak sah&#8230;.Hingga kemudian kelompok tersebut hendak marah tapi karena hanya teka-teki yang lucu maka akhirnya paling dia hanya bisa tersenyum kecut and tertawa-tawa&#8230;atau paling berkomentar lucu&#8230;”<em>susah urusane yen karo wong ndeso-ndeso&#8230;.” atau ”Padune nebak nggak bisa&#8230;hingga Anda menyatakannya gak sah&#8230;” atau lagi ”Padune dho sentimen karo kelompokku hingga jawabanku dikatakan salah&#8230;.”</em> Dan tentu saja sebagai fasilitator saya coba menengahi dengan kalimat&#8230;.<em>”Ya&#8230;begitulah demokrasi itu. Kadang menyenangkan tapi juga kadang pahit bagi beberapa orang. Mangkanya jangan anggap demokrasi itu sebagai suatu sistem yang sempurna&#8230;..”</em></p>
<p><strong>Beberapa Contoh Teka-Teki</strong><br />
Berikut kami tampilkan beberapa teka-teki dari peserta yang menarik untuk ditebak jawabannya&#8230;&#8230;<br />
1.	Tukang apa yang berangkat 4 ribu pulang 5 ribu&#8230;<br />
2.	Suatu benda jika dipindahkan ke tempat lain namanya berbeda. Apaan tu&#8230;.<br />
3.	Bagaimana caranya supaya satu gajah dan satu semut sama beratnya jika ditimbang&#8230;..<br />
4.	Anunya bapak bisa dimasukan ke anunya Ibu, tapi anunya ibu tidak bisa dimasukkan dalam anunya Bapak<br />
5.	Orang amerika juga boleh, Indonesia juga boleh. Dipegang tidur ditinggal bangun. Apa itu ?!<br />
6.	Kita jauh-jauh menuju kesana, jika sudah nyampek malah dilewati. Apa itu ?<br />
7.	Ngarep Ireng, Mburi Ireng, Sing Tengah-Tengah Methentheng&#8230;..<br />
8.	Panjang berbulu, bila dimasukkan dan dikeluarkan terus menerus lama-lama akan keluar cairan putih….<br />
9.	Nek mengkurep gak iso mlebu, nek miring gak iso mlebu, nek mlumah baru iso mlebu&#8230;&#8230;<br />
10.	Telentang tidak enak, mengkurep juga tidak enak, nikmatnya dengan miring&#8230;&#8230;<br />
11.	Ngisor gepeng ndhuwur dowo&#8230;..<br />
12.	Bibir ketemu bibir&#8230;tangan mencari-cari lobang&#8230;&#8230;<br />
13.	Kalau turun terasa berat&#8230;kalau naik malah ringan&#8230;.<br />
14.	Kepalanya 2, tangannya 2, bahkan kakinya pun ada 2&#8230;&#8230;.<br />
15.	Hewan apa yang kalo telentang malah kelihatan punggungnya&#8230;..<br />
16.	Sebutkan ada berapa makanan yang ada di pasar&#8230;..</p>
<p>Beberapa teka-teki masih pakek Bahasa Jawa mengingat muatan lokalnya yang masih gedhe&#8230;.he&#8230;.he&#8230;he&#8230;. Tapi silakan tebak saja deh teka-tekinya&#8230;.dan silakan coba permainannya&#8230;&#8230;</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=464&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/10/08/mengajarkan-demokrasi-lewat-teka-teki/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Values dari Widyaiswara</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/08/25/values-dari-widyaiswara/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/08/25/values-dari-widyaiswara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:04:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>
		<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=455</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum saya jabarkan lebih lanjut tulisan ini, saya hendak kemukakan pengertian nilai yang dikemukakan oleh Adi W. Gunawan dalam bukunya The Secret of Mindset, yakni nilai atau value adalah apa yang kita yakini atau percayai sebagai sesuatu yg berharga bagi kehidupan kita. Secara jelas definisi dan kedudukan value tertuang dalam gambar berikut :

Dari gambar tersebut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=455&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sebelum saya jabarkan lebih lanjut tulisan ini, saya hendak kemukakan pengertian nilai yang dikemukakan oleh Adi W. Gunawan dalam bukunya <em>The Secret of Mindset</em>, yakni nilai atau <em>value</em> adalah apa yang kita yakini atau percayai sebagai sesuatu yg berharga bagi kehidupan kita. Secara jelas definisi dan kedudukan <em>value</em> tertuang dalam gambar berikut :</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-456" title="Slide1" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/08/slide12.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Slide1" width="500" height="375" /></p>
<p>Dari gambar tersebut terlihat jelas bahwa nilai mendasari segala aspek kehidupan kita.Beberapa hal lain dari gambar tersebut yang perlu diketahui adalah</p>
<p><strong>Beliefs</strong>: Sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar menurut pemikiran kita<br />
<strong>Rule</strong> : Seperangkat aturan untuk yang menentukan apakah kita merasa telah mencapai <em>value </em>atau hal penting<br />
<strong>Self Talk</strong> : Dialog internal yang terjadi dalam diri kita yang selalu kita alami saat kita berinteraksi dengan lingkungan<br />
<strong>Behaviour</strong> : perilaku atau respon yang tampak terhadap suatu peristiwa.</p>
<p>Dari gambar tersebut juga terlihat bahwa perilaku atau <em>behaviour</em> lah yang selama ini kita lihat dari seseorang saat dia menghadapi pilihan-pilihan dalam kehidupannya, sementara sebab terjadinya perilaku, baik itu <em>self talk, rule, beliefs</em> maupun nilai, tidak tampak oleh kita. Dari gambar tersebut juga bisa kita lihat bahwa segalanya terbentuk karena pengaruh lingkungan, baik lingkungan keluarga, teman-teman terdekat maupun masyarakat.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara yang konon secara definitif harus selalu menyuarakan kebaikan&#8230;.?! Na&#8230;.dalam Diklat Karya Tulis Ilmiah yang sedang saya ikuti, Pak Suparmo Ali mengemukakan nilai-nilai kebaikan seperti tercantum dalam gambar berikut :</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-457" title="Slide1" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/08/slide13.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Slide1" width="500" height="375" /></p>
<p>Dan saya yakin Anda semua setuju jika ke-26 nilai kebaikan itu harusnya ada dalam diri seorang widyaiswara. Hanya saja masalah kemudian timbul saat Pak Parmo Ali meminta kita para peserta diklat memilih 3 diantara nilai-nilai tersebut yang paling cocok buat WI&#8230;karena tentu saja setiap orang memiliki pilihan sendiri-sendiri&#8230;..Dan walaupun akhirnya peserta sepakat memilih tiga nilai : Kesabaran, Kejujuran dan Kesungguhan&#8230;.saya termasuk orang yang berteriak-teriak tidak setuju dengan pendapat itu&#8230;Berhubung kalah suara akibat voting maka saya muat saja pendapat saya di postingan kali ini&#8230;.biar gak <em>nggonduk</em>&#8230;.memang sedikit liar dan kontroversi tetapi pendapat saya pasti telah saya landasi dengan argumen yang ”<em>out of  the boxes</em>” seperti kegemaran Pak SBY&#8230;&#8230;simak saja ya&#8230;.<span id="more-455"></span><br />
<strong>1. Kejujuran</strong><br />
Kayaknya tidak begitu cocok diterapkan pada widyaiswara deh. Soalnya seringkali kita harus sedikit memotivasi peserta agar mereka tetap bersemangat dalam bekerja yang tentu saja hal itu akan sedikit menyembunyikan realita yang sebenarnya. Sebagai contoh kita sering menghibur para peserta prajabatan golongan II tentang karier yang cemerlang sebagai seorang PNS&#8230;..padahal&#8230;.</p>
<p><strong>2. Ketaatan</strong><br />
Waduh kalau ini sih sayanya mengacu pada para WI utama yang harus minta-minta pada LAN agar bisa ngajar di Diklat Pim II agar dapat memenuhi angka kredit&#8230;. padahal kadang pimpinan pengennya para WI senior itu <em>stay at home</em> mengingat daerah lah yang membayar segala gaji dan tunjangan mereka&#8230;.Khan susah untuk taat toh&#8230;wong jika mereka terlalu taat pasti gak dapat angka kredit dan resikonya bisa diberhentikan sebagai WI&#8230;.</p>
<p><strong>3. Kesabaran</strong><br />
Na&#8230;.kayaknya yang ini cocok banget bagi seorang Widyaiswara mengingat memang modal utama WI ya&#8230;harus bersabar&#8230;.utamanya dalam menghadapi peserta di kelas yang kadang rewel&#8230;..belum lagi masalah kebijakan yang kadang memojokkan posisi WI&#8230;juga honor yang sering telat&#8230;.atau terlalu sekedarnya&#8230;.</p>
<p><strong>4. Kerajinan</strong><br />
Kayaknya WI lebih suka yang prinsip<em> smart work</em> daripada <em>hard work</em>&#8230;buktinya setiap mata pelajaran pasti selalu ada diskusinya&#8230;..</p>
<p><strong>5. Ketekunan</strong><br />
Kayaknya prinsip ini hanya cocok bagi WI yang sudah pernah ngumpulin angka kredit atau yang sudah pernah naik pangkat selama jadi WI (ini sih termasuk saya he&#8230;he&#8230;he&#8230;)&#8230;.karena pekerjaan itulah yang bener-bener butuh ketekunan dari seorang WI&#8230;.</p>
<p><strong>6. Ketelitian</strong><br />
Kayaknya yang ini lebih cocok buat orang yang ngurusi masalah keuangan deh&#8230;. soalnya WI khan boleh salah&#8230;.</p>
<p><strong>7. Kesungguhan</strong><br />
Kalo mata pelajarannya baru pertama kali kitanya ngajar, pasti WI-nya selalu bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri hingga kadang sampek satu bulanan mikir terus&#8230;.tapi kayaknya hal itu jarang deh&#8230;soalnya yang seringkali kita ajar adalah diklat prajabatan yang materinya ita itu saja&#8230;.</p>
<p><strong>8. Kemampuan</strong><br />
Harusnya sih begitu&#8230;..salah satunya adalah menguasai substansi materi dengan baik. Hanya saja saya baru baca buku tentang NLP buat coaching&#8230;eeee disitu tertulis bahwa WI itu tugasnya hanya fasilitator dan bukan mengajar hingga bahkan gak nguasai materi juga gak pa pa&#8230;.Dan iseng-iseng saya pernah nyoba juga masuk dalam Diklat Posyandektes yang saya sendiri gak ngerti apaan itu&#8230;bukan tanpa persiapan sama sekalilo&#8230;&#8230;tapi dengan gaya fasilitator akhirnya saya berhasil juga mengarahkan peserta sesuai yang mereka inginkan&#8230;dan kayaknya mereka juga puas and seneng-seneng saja dengan kehadiran saya di kelas he&#8230;he&#8230;he&#8230;.</p>
<p><strong>9. Keterampilan</strong><br />
Mirip dengan yang sebelumnya deh&#8230;.yang penting dari seorang WI adalah lebih memotivasi daripada mengajari koq&#8230;..</p>
<p><strong>10. Kesetiakawanan</strong><br />
Mmmm&#8230;.WI sih orang fungsional&#8230;.kayaknya lebih condong ke arah kemandirian deh&#8230;..</p>
<p><strong>11. Kepandaian</strong><br />
Kepandaian dalam hal apa&#8230;.?! Na&#8230;berhubung belum ada sertifikasi buat WI maka ukuran kepandaian itu menjadi susah&#8230;.</p>
<p><strong>12. Kesehatan</strong><br />
Ini kadang malah dapat dijadikan anekdot bagi para WI termasuk saya yang terakhir kemaren gak bisa ikut Upacara 17-an akibat diare parah&#8230;tapi besoknya malah seger buger saat dapat tugas mengajar hingga Pak Joko sempet nyindir&#8230;.”<em>katanya sakit&#8230;. tapi kalo disuruh ngajar koq mendadak sehat&#8230;.?</em>”</p>
<p><strong>13. Keadilan</strong><br />
Teorinya sih begitu&#8230;yakni kita harus adil dalam memperlakukan seluruh siswa&#8230;.tapi tidak bisa dipungkiri jika para WI lebih suka sama peserta yang aktif, pinter ngomong, rajin bertanya, rajin mengerjakan tugas, cantik&#8230;.</p>
<p><strong>14. Ketaqwaan</strong><br />
Ini cocok khusus bagi WI yang ngampu materi pembinaan mental PNS yang sedikit berbau-bau ceramah gitu&#8230; sementara yang lain&#8230;.</p>
<p><strong>15. Kepemimpinan</strong><br />
Mmm&#8230;.WI sih lebih suka jika banyak mendengarkan pendapat-pendapat atau alternatif-alternatif alias semua pendapat tidak ada yang salah&#8230;.padahal pimpinan khan identik dengan ketegasan dalam membuat keputusan&#8230;.jadi&#8230;.</p>
<p><strong>16. Ketahanan</strong><br />
WI sih mana tahaaann&#8230;&#8230;.</p>
<p><strong>17. Kebijakan</strong><br />
WI mah gak punya anak buah&#8230;jadi bijak sana kurang relevan lah&#8230;.</p>
<p><strong>18. Keikhlasan</strong><br />
Kayaknya belum ketemu deh ada WI yang rela ngajar berjam-jam tanpa dibayar&#8230;</p>
<p><strong>19. Ketenangan</strong><br />
Tenang sih kalo sedang banyak JP&#8230;coba kalo ada masalah sedikit saja yang menggangu kepentingan mereka&#8230;pasti deh semuanya rame-rame unjuk bicara&#8230;.</p>
<p><strong>20. Kemajuan</strong><br />
Pengennya sih begitu&#8230;.tapi kalo ngajarnya kebanyakan diklat prajabatan maka yang terjadi adalah sebuah rutinitas dan kayaknya bukan kemajuan deh&#8230;.</p>
<p><strong>21. Kebersamaan</strong><br />
Wah hal itu bener-bener saya rasakan kemaren saat bulan April-Juli kemaren disaat banyak sekali proyek diklat prajabatan yang harus kita garap bareng-bareng&#8230;..tanpa bisa nolak ngajar atau sekedar istirahat karena begitu salah seorang WI istirahat maka temen yang lain harus menggantikan hingga pastinya ngajar sambil kelelahan&#8230;. Sayangnya saat proyeknya mulai surut, kebersamaan itu juga perlahan-lahan mulai menghilang&#8230;..</p>
<p><strong>22. Kedewasaan</strong><br />
Lah biar pelajaran masuk khan butuh suasana yang alpha-theta&#8230;.yang hal itu dapat dicapai jika suasana belajarnya menyenangkan alias bisa menggiring peserta kembali ke kondisi belajar anak-anak&#8230;so&#8230;WI-nya terpaksa harus ikut tidak dewasa&#8230;.</p>
<p><strong>23. Kebenaran</strong><br />
WI yang ngampu pelayanan prima sering menggerutu tentang hal ini karena mereka terpaksa mengajarkan sesuatu yang sulit dilakukan&#8230;.</p>
<p><strong>24. Keramahtamahan</strong><br />
Kayaknya ini yang cocok deh dengan widyaiswara&#8230;..soalnya peserta mana ada yang seneng sama widyaiswara yang suka <em>’methuthut</em>’ saja di kelas&#8230;.jadi setiap masuk kelas <em>mesemo</em>&#8230;..</p>
<p><strong>25. Kerjasama</strong><br />
Perasaan semua WI lebih suka ngajarnya sendiri-sendiri daripada yang model ngajar bareng alias <em>team teaching</em>&#8230;..</p>
<p><strong>26. Kesejahteraan</strong><br />
Kalo yang ini sih WI masih ngiri sama PGRI miliknya para guru yang bisa memperjuangkan nasibnya hingga mendapat rencana perbaikan kesejahteraan berupa kenaikan gaji dan tunjangan profesi&#8230;. Sementara yang miliknya widyaiswara yakni IWI&#8230;.kayaknya belum sekeras PGRI deh suaranya&#8230;.</p>
<p>Dan akhirnya berdasarkan pertimbangan hal tersebut diatas maka pilihan saya sendiri jatuh pada tiga hal, yakni kesabaran, ketekunan (karena saya sudah pernah naik pangkat selama jadi WI he&#8230;he&#8230;he&#8230;), serta keramahtamahan&#8230;.  Memang subyektif banget dan sedikit provokatif&#8230;dan Anda semua boleh tidak setuju dengan pendapat saya&#8230;.tapi yang jelas tulisan ini memang saya khususkan bagi para widyaiswara&#8230;karena di luar profesi widyaiswara pasti punya pilihan sendiri&#8230;dengan didasari kriteria dan argumen yang sendiri-sendiri juga&#8230;..la&#8230;.la&#8230;la&#8230;.sekali merdeka tetap merdeka&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/455/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/455/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/455/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=455&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/08/25/values-dari-widyaiswara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/08/slide12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/08/slide13.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bahkan Sarno pun ingin berubah….</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/08/11/bahkan-sarno-pun-ingin-berubah%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/08/11/bahkan-sarno-pun-ingin-berubah%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 16:18:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=447</guid>
		<description><![CDATA[“If You Don’t Learn You Don’t Change…..
If You Don’t Change You Die…”Peter Senge
Pada dasarnya manusia harus senantiasa berubah&#8230;ke arah yang lebih baik tentunya. Mengapa demikian&#8230;.?! Tentu saja alasan utama adalah Dunia sedang berubah&#8230;ke arah yang lebih sulit dan lebih menantang manusia untuk mengantisipasinya&#8230;.Iklim yang berubah semakin tak menentu akibat pemansan global&#8230;.Budaya manusia pun telah berubah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=447&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>“If You Don’t Learn You Don’t Change…..<br />
If You Don’t Change You Die…”</em><strong>Peter Senge</strong></p>
<p>Pada dasarnya manusia harus senantiasa berubah&#8230;ke arah yang lebih baik tentunya. Mengapa demikian&#8230;.?! Tentu saja alasan utama adalah Dunia sedang berubah&#8230;ke arah yang lebih sulit dan lebih menantang manusia untuk mengantisipasinya&#8230;.Iklim yang berubah semakin tak menentu akibat pemansan global&#8230;.Budaya manusia pun telah berubah dari yang tradisional, rasional sampai kepada digitalisme&#8230;. Hal itu tentu saja menuntut manusia-manusia modern keluar dari <em>comfort-comfort zone</em> nya&#8230;.ibarat kodok rebus dalam sebuah panci yang jika tidak cepat meloncat maka dia akan mati. Kuncinya kalau menurut Steven Covey salah satunya adalah dengan selalu mengasah gergaji (<em>sharpeness the saw</em>)&#8230;.ya&#8230;manusia harus siap untuk selalu belajar agar selalu <em>up to date</em>&#8230;kalo tidak ya&#8230;siap-siap ketinggalan jaman&#8230;..alias jadi manusia yang gak kepakek lagi&#8230;.</p>
<p>Lalu<em> Who is Mr.</em> Sarno&#8230;.?! Mr. Sarno adalah temen saya semenjak bergabung sebagai CPNS di Bandiklat Jawa Tengah…Dari namanya yang pendek dan <em>Wong Jowo</em> banget, Anda bisa menebak sosok seperti apa Mr. Sarno itu…..bisa dikatakan dia merupakan sosok PNS yang biasa kita jumpai sehari-hari. Taat aturan, sibuk dengan rutinitas, normative, sedikit lugu alias gaptek alias gak bisa komputer…. ples dengan jalannya yang kalem&#8230;.glek….glek….glek…. nyantai&#8230;..ibarat waktu gak pernah ada habisnya&#8230;&#8230;Seringkali kami memanggilnya dengan Sarno bendol mengingat tugasnya yang sedikit paling<em> lower</em> di unit kerja kami….alias tukang pengantar surat nan setia dengan motor bebek hitamnya yang tua serta suka ngadat jika jalannya menanjak&#8230;.. Satu yang kuingat dari dirinya adalah semangat untuk selalu mengatakan bisa saat diperitah mengerjakan sesuatu dari pimpinan….walau hasilnya pun gak bisa dikatakan bagus…..Pendek kata tak ada yang istimewa bagi dirinya…..kecuali perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya&#8230;. yang jauh lebih menarik untuk diceritakan daripada sibuk membayangkan sosoknya yang kembar identik dengan namanya he….he….he….<span id="more-447"></span></p>
<p>Semuanya berawal saat Mr. Sarno mendapat tugas buat ikut diklat Manajemen Kearsipan buat meningkatkan kompetensinya yang emang gak jauh-jauh amat dari hal itu. Yang agak sedikit bikin kaget saya adalah perubahan sikap sepulang dari ikut diklat yang tempatnya di kantornya sendiri itu…..Entah kerasukan malaikat darimana, Sarno mendadak jadi rajin…terutama dalam menata arsip-arsip yang ada di unit kerja kami, bidang program, yang terkenal amburadul gak ke-urus. Waktu tak tanya kenapa dia  mendadak jadi rajin setelah ikut diklat…jawabannya bener-bener mengejutkan saya…<br />
<em>“Setelah ikut diklat yo…harusnya ilmunya dimanfaatkan to Mas….mosok arep podho wae….Aku khan gak biso ikut diajak mikir koyok kono….jadi ya ini saja yang bisa saya lakukan demi kemajuan bidang program”</em><br />
Sebuah jawaban lugu, sederhana sekaligus menohok perasaan saya yang gak pernah kepikiran dengan jawabannya itu…walau tidak sekedar ucapan karena mulai saat itu semua berkas yang ada di unit kerja kami yang kecil menjadi bersih dan tertata rapi…. Yang masih perlu alias dipakek, ditata di almari-almari…sementara yang sudah kadaluarsa segera dimasukkan ke dalam gudang….</p>
<p>Waktu tahun berikutnya saya pindah dari Bidang Program ke pelaksana diklat teknis, ternyata Mr. Sarno pun ngikut dengan saya. Dan sekali lagi Mr. Sarno pun kembali beraksi dengan kompetensinya yang tukang bersih-bersih arsip itu. Lalu saat diklat teknis mulai sibuk dengan banyak pekerjaan, Mr. Sarno tak jadikan partner yang paling kupercaya buat ngurusi lapangan sementara saya sibuk ngurusi pekerjaan administrasi seperti surat menyurat ples sambutan-sambutan yang bejibun jumlahnya. Dan saya sendiri merasa sangat terbantu dengan kerja Mr. Sarno yang menyapu bersih segala tugas-tugas lapangan seperti : ngurusi pemanggilan peserta, pemanggilan pengajar, masalah ATK di kelas, ngurusi pelaksanaan ujian, evaluasi….pendek kata Sarno pun sedikit meningkat pangkatnya dari yang semula sebagai tukang nganter surat menjadi seorang supervisor lapangan (ini kalo di swasta lo….kalo di negri sih pekerjaan ini gak ada he…he…he…). Kerjasama kami berjalan memuaskan sampai kemudian saya harus pindah dari bidang teknis….sesuatu yang sempat ditangisi oleh Sarno walau kemudian saya coba tenangkan dengan sebuah janji yang intinya adalah kesiapan saya buat membantu Sarno kapan pun dibutuhkan….</p>
<p>Dan begitulah yang terjadi. Walau sudah pindah bidang…sesekali saya masih membantu segala tugas yang dilaksanakan Sarno, termasuk mengajarinya mengoperasikan computer mulai bagian yang paling sederhana yakni menuliskan surat dinas…sampai nyusunin anggaran yang waktu itu menggunakan program excel yang waktu itu belum dikuasainya. Dan saya lihat Mr. Sarno pun cukup bersemangat mengerjakan tugas barunya….walau sekarang dia harus mobat mabit sendirian dari ngurusi administrasi sampai tugas lapangan. Bahkan dianya sempet juga ngikut ngebantuin ngurusi pekerjaan di seksi sebelah akibat kurangnya orang yang bisa ngetik computer…..sebuah perkembangan yang bikin saya senang sekaligus mulai bisa <em>ngeculke</em> Sarno bekerja sendirian. Dan tambah seneng lagi saat mengetahui hal itu berdampak pada ekonomi keluarganya yang meningkat juga…hingga dia bisa mengganti motor bututnya dengan motor kreditan merk China yang cukup keren….ples berhasil mengakuisisi rumah sebelah…hingga rumahnya yang tipe 21 itu bisa sedikit longgar….</p>
<p>Akibat kesibukanku, perhatian terhadap Mr. Sarno pun sedikit berkurang….yang jelas Sarno pun sudah bukan lagi kacung tapi mulai dipercaya pimpinan sebagai tangan sebelum kanan (soalnya tangan kanan  khan biasanya yang pejabat he….he…he…). Bahkan di kampong pun Sarno mulai jadi orang penting dengan menduduki jabatan mulai dari pengurus RT…ketua RT…sampai terpilih lewat votting menjadi ketua RW. Ekonominya pun mulai meningkat hingga motor kreditannya pun sudah dituker denga  sebuah kijang kapsul tua yang belakangan berubah lagi menjadi sebuah sedan lama…. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah semangatnya yang walau menurut banyak orang otaknya pas-pasan tapi berbekal semangat…Sarno pun nekad ngambil kuliah hingga lulus sebagai seorang sarjana….Sampai disini Sarno pun menjelma dari seorang PNS yang kelas rendahan menjadi PNS kelas menengah….alias jadi koordinator PNS lain yang belum jadi pejabat….luar biasa….!!</p>
<p>Saat mengajar di Kebumen bulan yang lalu, saya dikejutkan dengan bel dari temen lama saya Mr. Sarno yang lagi-lagi minta bantuan saya. Ada apa nih…?! Tumben-tumbenan Sarno minta bantuan saya lagi setelah sekian lama….Tapi waktu saya tanya via telepon, Mr. Sarnonya diam saja  dan hanya ingin waktu selo saya hingga dia bisa dolan ke rumah. Dan benarlah, Jum’at sore Sarno datang ke rumah saya…..ternyata kedatangannya ke rumah adalah buat minta tolong mbikinin presentasi buat tugas kuliahnya…. Kuliah….kuliah apalagi….?! Dan alangkah kagetnya saya saat Sarno ngaku kalo saat ini  sedang ngambil kuliah S2….di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang….!! Walau dalam hati bertanya-tanya buat apa dia sekolah lagi….wong saat ini statusnya hanyalah staf abadi dan belum tentu bisa diangkat sebagai pejabat …..tapi saya tetep berusaha membantu tugasnya itu dengan senang hati…..</p>
<p>Agak geli juga saat mengantarkan Sarno pulang sore itu…masak kuliah S2 koq nerjemahin jurnal saja tidak bisa…. Rusak-rusak….sekolah jaman sekarang ini terlalu komersil hingga melupakan kualitas….hingga Sarno yang kata banyak orang otaknya pas-pasan pun bisa sekolah lagi sampek S2…. <em>Iki jenenge mateni pasaran</em>, masak ijazah S2 yang kuperoleh dengan susah payah 11 tahun yang lalu jadi tidak ada harganya….  karena semuanya pun sekarang bisa dengan mudah ngambil kuliah S2&#8230;asal ada uang maka sekolah pun bisa didapat&#8230;..</p>
<p><em><strong>Astaghfirullah</strong></em>….tiba-tiba saya tersadar sesuatu. Bukan-bukan ijazah saya yang tidak berharga….bukan pula sekolah yang jadi demikian komersil&#8230;..tapi memang jamannya yang sudah berbeda…sudah berubah….ternyata saya sendiri yang lupa mengantisipasi tuntutan zaman….kemana saja kamu Lut….?! Seorang mahasiswa ambisius yang haus akan ilmu…?! Ternyata selama sepuluh tahun ini kamu tidak kemana-kemana…kamu masih sama dengan sepuluh tahun yang lalu….masih saja seorang PNS yang cuman lulusan S2…..kemana saja kamu Lut….?!</p>
<p>Begitulah fikiran-fikiran yang berpendar-pendar dalam hati saya selama beberapa hari ini…Dan setelah saya renung-renungkan, terutama dengan melihat temen-temen saya di Fapet dahulu yang beredar di facebook….rata-rata mereka telah kuliah S2 juga….malah ada yang sudah doctor lagi….sudah pergi kemana-mana bahkan sampai ke luar negeri. Bagaimana dengan saya….?! Ternyata saya masih terjebak disini…masih ada di Indonesia….belum melihat kemana-mana…dan bisa dikatakan masih menyanyikan lagu yang sama<br />
<em>“Aku Masih Seperti Yang Dulu….”</em></p>
<p>Gawat….!! Ternyata seperti itulah diriku saat ini….sama seperti yang dulu. Dan yang lebih gawat masih berpuas diri dengan gelarku yang dulu juga&#8230;.tanpa ada rencana buat belajar lagi melalui pendidikan formal selanjutnya. Kedatangan Mr. Sarno sore itu ke rumah menyadarkanku satu hal&#8230;..menyadarkanku akan sebuah kenyataan pahit bahwa Mr. Sarno pun bahkan ingin berubah&#8230;.(apalagi yang lain&#8230;.) Dan tentu saja saya pun mulai saat ini harus berubah&#8230;.karena kalau tidak aku pun suatu saat bisa menjadi manusia yang ketinggalan jaman juga&#8230;. Jadi kuncinya tidak lain dan tidak bukan hanyalah akunya sendiri yang harus berubah&#8230;.. tentu saja, kearah yang lebih baik bagi kehidupanku selanjutnya. Yang penting diniatin dulu untuk berubah&#8230;.belajar lagi&#8230;.sekolah lagi&#8230;walau belum tahu kapan bisa ngumpulin duit untuk itu. Tapi setidaknya saat ini saya sudah punya niat&#8230;. dan itu sudah sebuah langkah pertama yang perlu diambil setiap orang yang ingin berubah&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/447/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/447/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/447/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=447&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/08/11/bahkan-sarno-pun-ingin-berubah%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Tengah Serbuan Virus Paling Menjengkelkan</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/31/di-tengah-serbuan-virus-paling-menjengkelkan/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/31/di-tengah-serbuan-virus-paling-menjengkelkan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Jul 2009 07:01:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=444</guid>
		<description><![CDATA[Penyakit apa yang paling menjengkelkan bagi seorang Widyaiswara….?! Bukan penyakit lain-lain yang sangat berbahaya…penyakit yang paling menjengkelkan bagi Widyaiswara adalah BATUK….!! Bukan apa-apa, seorang yang dikaruniai penyakit batuk secara fisik sih gak apa-apa….alias bisa dikatakan seger buger….termasuk ambisinya yang meluap-luap buat bekerja dengan baik (bahkan kadang kita jumpai seorang yang sedang batuk malah asyik merokok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=444&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penyakit apa yang paling menjengkelkan bagi seorang Widyaiswara….?! Bukan penyakit lain-lain yang sangat berbahaya…penyakit yang paling menjengkelkan bagi Widyaiswara adalah BATUK….!! Bukan apa-apa, seorang yang dikaruniai penyakit batuk secara fisik sih gak apa-apa….alias bisa dikatakan seger buger….termasuk ambisinya yang meluap-luap buat bekerja dengan baik (bahkan kadang kita jumpai seorang yang sedang batuk malah asyik merokok juga….ditambani gak mari-mari koq Pak….tak rokoki pisan….) Tapi bagi seorang widyaiswara yang memang bisa dikatakan jual suara….maka yang terjadi adalah jengkel dan jengkel semata….Gimana tidak, jadwal sedang penuh sesak menanti…hingga bunyi gemerincingnya pun terdengar jelas….tapi berhubung tugasnya adalah ngomong sepanjang hari….sementara alat ngomongnya sedang gak beres…maka terpaksa deh harus rela diparkir dengan jengkel….Kecuali kalo berani nekad dengan tetep masuk….sembari tutup kuping dari komentar-komentar sinis peserta…<em>”Wah….mau nyebar-nyebarin virus ya Pak….?!”</em></p>
<p>Di musim kemarau berhawa dingin ini, batuk pilek memang menjadi pemandangan yang tak aneh di banyak tempat….dimana-mana banyak orang terjangkit virus flu-batuk tersebut….yang kadang anak istri pun kedapatan terserang penyakit yang sangat menjengkelkan itu. Kalo sudah begitu, terpaksa deh saya sebagai widyaiswara harus pasang badan agar tidak tertulari virus….misalnya dengan punya gelas khusus selama di rumah guna mencegah kita minum dari gelas bekas anak-istri yang lagi batuk….termasuk juga harus menjauhi acara sayang-sayangan dengan anak-istri selama mereka masih batuk….juga sedikit menjauhi minuman-minuman seger dingin serta gorengan-gorengan gurih (katanya sih jika gorengan semakin gurih…biasanya minyaknya bukan dari minyak baru alias jlantah hingga bikin mempercepat batuk) buat mencegah terjangkitnya virus batuk…kesemuanya itu harus dilakukan seorang widyaiswara jika dia ingin terbebas dari batuk yang dapat mengganggu tugas  Negara nan mulia (halah…). Lalu bagaimana jika sumber penularan itu datang dari peserta….?! Artinya apa, bagaimana jika peserta yang sedang saya ajar itu yang sedang batuk…?! Tentunya sebuah pengalaman yang unik sekaligus menegangkan juga ya….Dan itulah yang yang terjadi kemaren saat aku ngajar materi Mind Setting pada diklat Parajabatan Golongan III angkatan 22 dimana hampir 80 persen pesertanya berada dalam kondisi batuk….baik yang sekedar batuk ringan maupun yang ngikil….Dan perasaan saya saat itu adalah seperti yang ada pada judul postingan kali ini…..<span id="more-444"></span></p>
<p>Semuanya berawal saat saya dengan semangat berangkat ke kantor pagi-pagi akibat mendapat perintah buat mengajar materi mind setting buat Diklat Prajabatan Golongan III….sebuah pelajaran yang saat ini paling saya minati bahkan untuk dapat mengajarkan itu saya rela mohon-mohon buat dapat jatah….bukan apa-apa, materi tersebut merupakan materi baru bagi saya hingga memungkinkan saya belajar lebih keras buat menyajikannya dengan sebaik-baiknya. Belum lagi yang saya ajar adalah CPNS golongan III yang harapannya akan mampu memberikan diskusi and pertanyaan-pertanyaan menarik bagi saya hingga bikin saya semakin terpacu lagi untuk belajar. Hanya saja, saya sedikit kaget dengan sambutan yang saya terima saat mulai memasuki ruang kelas….batuk kecil maupun batuk ngikil datang memenuhi seluruh penjuru kelas…baik dari sayap kiri maupun sayap kanan, dari depan sampai belakang….Waduh…susah kalo begini. Mau dibikin interaktif nggak tega. Soalnya kalo mereka saya pancing-pancing agar banyak ngomong….malah kasihan kalo batuke tambah kekel….Mau memberi ice breaking segar biar mereka tertawa…yang keluar pasti batuk-batuk yang semakin keras. Dan belum-belum salah seorang peserta sudah minta izin tidur akibat adhem panas sembari ngomong sedikit mengancam&#8230;.. <em>“Ma’af Pak kalo nanti Bapak jadi ketularan…..”</em></p>
<p>Setelah sempet salting sejenak aku pun kemudian mendapat ide buat mengkaitkan peristiwa ini dengan materi…<br />
<em>“Saudara-Saudara banyak penyakit di dunia ini disebabkan bukan oleh apa-apa.… melainkan oleh pikiran orang itu sendiri atau yang dikenal sebagai psikosomatis. Sebagai misal, Bapak dan Ibu bisa melihat temen-temen Anda yang ada di kelas ini. Saya tahu sebagian besar dari Anda mengalami batuk dan penyakit itu sangat menular. Tetapi ada beberapa temen Anda yang tidak pernah ketularan penyakit batuk. Coba perhatikan mereka yang tidak sedang batuk. Perhatikan wajahnya yang senantiasa berseri-seri, mata yang bersinar….seolah-olah memancarkan cahaya semangat yang ada dalam diri mereka. Dan itulah modal utama mereka untuk tetap sehat selama mengikuti diklat ini. Lalu coba Anda perhatikan wajah-wajah temen Anda yang sedang sakit…..(tentu saja wajahnya podho kuyu campur lemes). Intinya adalah semuanya berasal dari fikiran. Jika Anda berfikir selalu sehat maka Anda pasti sehat….Jika Anda berfikir selalu kelelahan dan merasa sakit maka itulah yang Anda dapat….Oleh karena itu mulai sekarang berfikirlah untuk dapat sehat maka setelah sesi kita selama dua hari Bapak dan Ibu akan sehat….”</em></p>
<p>Saya kemudian berhenti sejenak sekaligus untuk mendramatisir suasana kelas agar sugesti semakin masuk ke dalam pikiran….<br />
<em>“Sebagai contoh adalah saya sendiri. Seperti Anda tahu, saya masuk kelas ini dalam keadaan sehat. Walaupun Bapak dan Ibu memiliki penyakit batuk nan menular&#8230;.atau bahkan Bapak dan Ibu berniat menulari saya&#8230;.saya tidak bakalan keqi apalagi marah-marah&#8230;.karena saya yakin saya akan mengkhiri sesi pelajaran selama dua hari ini dengan sehat&#8230;.Anda bisa buktikan hal apakah saya nanti masih sehat atau ikut-ikutan batuk&#8230;.Bagi Bapak dan Ibu yang batuknya tidak tertahan&#8230;. di meja saya ada sebungkus permen batuk&#8230;.Silakan ambil sendiri tidak boleh diwakilkan. Anda harus berusaha sendiri jika ingin sembuh. Bukan sembarang permen karena permen ini sudah saya isi dengan sugesti-sugesti yang jika Bapak dan Ibu yakin maka batuk Anda akan sembuh dengan segera&#8230;.syaratnya cuma satu. Permen ini agak pedes, tahanlah itu, jangan sampai permen itu dimuntahkan&#8230;.itu saja&#8230;.!”</em> Saya  kemudian melihat beberapa peserta yang mengambil permen itu&#8230;yang sebenarnya hanyalah permen biasa walau agak mahal sehingga agak sayang jika dibuang-buang&#8230;.dan permen itu habis saat hari beranjak sore&#8230;.</p>
<p>Demikianlah cerita saya dalam menghadapi serbuan virus-virus yang paling menjengkelkan bagi widyaiswara&#8230;yang datangnya dari peserta yang memang tidak boleh kita hindari. Dan Alhamdulillah berkat keyakinan saya pun dapat melewati sesi dua hari yang penuh ancaman itu dengan baik&#8230;artinya, saya tetap sehat&#8230;.Bahkan saya melihat beberapa peserta pun ikut sehat bersama saya&#8230;.Dari yang 80% sakit batuk, setelah dua hari yang sakit mungkin tinggal 40%&#8230;.hingga salah seorang peserta pun bertanya pada saya&#8230;.<em>”Apakah Bapak tidak pernah sakit&#8230;”</em> Sambil tersenyum pede saya pun kemudian menjawab <em>“Nggak juga. Cuma dalam hal ini saya hanya yakin bahwa saya sehat maka itulah yang saya dapat. Intinya fikiran mempengaruhi segala aspek kehidupan kita. Kalau kita senantiasa berfikir positif maka kehidupan kita akan senantiasa positif dan sebaliknya&#8230;” </em>Dengan sok yakin saya menjawab pertanyaan peserta tersebut&#8230;.walau dalam hati saya sendiri masih tertawa gembira dengan keberhasilan diri dalam mempraktekkan teori berfikir positifnya Dr. Ibrahim Elfiky yang baru saya baca&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/444/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/444/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/444/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=444&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/31/di-tengah-serbuan-virus-paling-menjengkelkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lagu Yang Cocok Buat Para Guru</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/27/lagu-yang-cocok-buat-para-guru/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/27/lagu-yang-cocok-buat-para-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jul 2009 06:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=441</guid>
		<description><![CDATA[”Nyanyi Pak&#8230;.Nyanyi Pak&#8230;..” demikian yang sering kali saya dengar dari peserta jika mereka mulai bosan dengan pelajaran yang sedang saya sajikan. Nggak tahu kenapa, dan asalanya darimana menyanyi bersama-sama sepertinya menjadi trend bagi peserta diklat untuk menghilangkan kejenuhan. Sebenarnya sih bolah boleh saja sih kita pakek cara itu buat menyegarkan suasana&#8230;.hanya saja koq sepertinya gak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=441&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>”Nyanyi Pak&#8230;.Nyanyi Pak&#8230;..” </em>demikian yang sering kali saya dengar dari peserta jika mereka<em></em> mulai bosan dengan pelajaran yang sedang saya sajikan. Nggak tahu kenapa, dan asalanya darimana menyanyi bersama-sama sepertinya menjadi trend bagi peserta diklat untuk menghilangkan kejenuhan. Sebenarnya sih bolah boleh saja sih kita pakek cara itu buat menyegarkan suasana&#8230;.hanya saja koq sepertinya gak ada cara lain buat menghilangkan kejenuhan selain metode itu ya&#8230;.bahkan kadang bikin jengkel juga jika peserta baru diterangkan sedikit eee&#8230;.mereka sudah mulai mengantuk dan segera merengek-rengek minta nyanyi bersama&#8230;.apalagi ada yang baru tahap perkenalan, alias belum diterangkan sama sekali&#8230;mereka sudah minta menyanyi&#8230;.sebel banget hingga akunya kemudian ngomong ketus&#8230;.<em>”Sorry ya&#8230;pelajaran hari ini bukan pelajaran seni suara&#8230;.” </em>Bahkan Mas Abdul Mu’id, salah satu panitia di Jepara, sudah mulai apal dengan karakter saya hingga ”<em>Kalo Pak Lutfi yang ngajar&#8230;pasti gak ada acara nyanyi-nyanyi bersama&#8230;.”</em> Perkataan yang maksudnya nyindir metode saya yang kering&#8230;atau malah muji karena tanpa nyanyi peserta pun bisa ’melek’&#8230;.gak tau yang mana, yang jelas jika Mas Mu’id ngomong begitu paling saya hanya nyengir saja&#8230;.</p>
<p>Bukan&#8230;bukan aku gak suka dengan acara nyanyi-nyanyi bersama. Cuman rasanya lucu saja jika kita sekelas nyanyi-nyanyi bersama tanpa juntrungan. Pengennya sih nyanyi yang kreatif and rekreatif hingga bikin kita tertawa bareng-bareng gitu. Hanya saja, jumlah lagu yang model begitu hanya sedikit koleksinya dan biasanya sudah dipakek sama WI yang ngajar terdahulu sebelum saya&#8230;hingga gak seru lagi deh jika kita nyanyikan lagi. Gak ada surprise-nya gitu. Pas kebetulan ngajarnya di awal-awal diklat hingga kita bisa nyuri start buat ngajarin nyanyian tersebut&#8230;juga  kayaknya gak tega dengan WI yang datang belakangan dan lebih suka menyanyi daripada saya&#8230;. Pengennya sih bisa nyanyi lagu-lagu jaman sekarang alias lagu-lagu yang sedang trend&#8230; tapi ya itu gak lucu to kita nyanyi-nyanyi tanpa iringan musik. Pengennya sih seperti yang dilakukan Mr. Marpaung dari LAN&#8230;yang denger-denger suka bawa-bawa gitar dalam kelas hingga acara nyanyi-nyanyi bersamanya jadi lebih meriah&#8230;.tapi belum berani ngelakuin gituan ’cos kayaknya koq gak lumrahnya&#8230;.apalagi pas ketemu terakhir dengan Mr. Marpaung&#8230;.sang satria bergitar itu sudah tidak nggendong benda kesayangannya itu&#8230;hingga akunya kehilangan moment ’role model’ buat mencontohnya&#8230;.(soalnya aku sih dikit-dikit bisa juga ngegitar walau kemampuannya sih sekedar bisa dipakek buat nyaingin pengamen-pengamen yang sering kujumpai saat perjalanan panjang ke luar kota&#8230;.)</p>
<p>Yang bikin sedih lagi jika yang minta nyanyi bersama itu adalah kelas dimana pesertanya kebayakan berprofesi sebagai seorang guru. Dari beberapa bincang-bincang akrab dengan mereka, saya sih sempet mendengar bahwa para guru pun saat ini sedang kebingungan buat mencari model pembelajaran yang lebih menyenangkan buat para murid sekolah. Na&#8230;dengan adanya diklat and ketemu dengan para WI yang terkenal kaya metode&#8230;.para guru tersebut sedikit banyak akan mencontoh apa yang sedang kami buat. Dan yang saya takutkan adalah mereka menganggap metode menyanyi adalah satu-satunya cara buat membikin kelas hidup alias menciptakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menyanyi&#8230;.hingga bisa Anda bayangkan bagaimana riuhnya sebuah kelas sekolah jika semua gurunya selalau mengajak menyanyi bersama di setiap sesi pembelajaran&#8230;.bisa-bisa bikin guru seni suara (eh masih ada pelajaran seni suara atau nggak ya&#8230;.?!) siap-siap kehilangan pekerjaannya deh&#8230;..hi&#8230;hi&#8230;hi&#8230;.<span id="more-441"></span></p>
<p>Saat mengajar di Cilacap, bahkan sampai beberapa kali peserta (sebagian besar guru) minta untuk menyanyikan sebuah lagu&#8230;..Walau saya sudah merasa sesi yang saya buat tidak pernah membosankan buat mereka. Bukti tidak membosankannya sesi yang saya sajikan adalah peserta sempat meminta nasehat buat memberikan tips bagaimana memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak sekolah. Dengan alasan gak pernah mengajar anak sekolah, aku pun hanya bisa menyarankan untuk mencoba menerapkan model pembelajaran andragogy dalam pedagogy&#8230;..Sangking pengennya mereka menyanyi (heran juga saya dengan mereka itu&#8230;), sebelum sesi ditutup salah seorang peserta putri nekad menyanyikan sebuah lagu dangdut&#8230;.yang bikin aku agak sebel, karena sudah memakan wektu, nyanyinya juga gak begitu bagus sekaligus tanpa musik lagi (khan lagu dangdut itu hanya bagus dinyanyikan jika ada musiknya to&#8230;?!). Tapi tiba-tiba timbul ide terkait dengan kenekadan peserta dihubungkan dengan profesi mereka sebagai seorang guru&#8230;.Ya&#8230;.tiba-tiba saja saya menemukan sebuah lagu yang cocok buat para guru dalam menggeluti profesinya yang mulia&#8230;dalam mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik&#8230;.ini lirik lagunya&#8230;.</p>
<p><strong>Judul : Aku Mau<br />
                     By Once</strong></p>
<p><em>Kau boleh acuhkan diriku<br />
Dan anggap ku tak ada<br />
Tapi takkan merubah perasaanku<br />
Kepadamu</p>
<p>Kuyakin pasti suatu saat<br />
Semua kan terjadi<br />
Kau kan mencintaiku<br />
Dan tak akan pernah melepasku</p>
<p>Aku mau mendampingi dirimu<br />
Aku mau cintai kekuranganmu<br />
Selalu bersedia bahagiakanmu<br />
Apapun terjadi<br />
Kujanjikan aku ada</p>
<p>Kau boleh jauhi diriku<br />
Namun kupercaya<br />
Kau kan mencintaiku<br />
Dan tak akan pernah melepasku</p>
<p>Aku mau mendampingi dirimu<br />
Aku mau cintai kekuranganmu<br />
Aku yang rela terluka<br />
Untuk masa lalu……</em></p>
<p>Bagaimana wahai para guru….?! Apakah Anda menemukan sesuatu sekaligus terinspirasi dengan lagu ini. Bayangkan jika yang sedang Anda cintai adalah anak didik Anda. Ya&#8230;.begitulah yang seharusnya dilakukan para guru dalam mendidik murid-muridnya. Artinya apa, gak peduli teknik apa yang hendak dipergunakan&#8230;.selama para guru bersedia mengajar dengan penuh cinta kasih yang tulus bagi murid-muridnya maka saya yakin para murid pun akan memberikan respon serupa buat para gurunya. Dan itulah yang hendak saya sampaikan buat menjawab pertanyaan bagaimana menerapkan pembelajaran yang menyenangkan di sekolah&#8230;.(walau sebenarnya itu juga berlaku bagi saya sebagai seorang fasilitator&#8230;). Bagaimana&#8230;..?! Sudah Anda renungkan syair-syairnya yang bermakna&#8230;.Sudah&#8230;.?! Baiklah mari kita nyanyikan bersama-sama&#8230;..1&#8230;2&#8230;3&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/441/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/441/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/441/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=441&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/27/lagu-yang-cocok-buat-para-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Penyusunan Laporan</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/24/tata-cara-penyusunan-laporan/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/24/tata-cara-penyusunan-laporan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2009 04:08:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkantoran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=438</guid>
		<description><![CDATA[Apakah manfaat dari laporan? Bagaimana kaitan antara laporan dengan pegawai administrasi ? Penyusunan laporan untuk pimpinan merupakan bagian dari tugas pegawai administrasi, baik yang bersifat rutin maupun instruksional (perintah atasan). Hal ini dilakukan karena pada hakikatnya tugas mereka adalah meringankan beban pimpinan, dan karena beban tugas pimpinan begitu banyak dan harus diselesaikan maka pegawai harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=438&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apakah manfaat dari laporan? Bagaimana kaitan antara laporan dengan pegawai administrasi ? Penyusunan laporan untuk pimpinan merupakan bagian dari tugas pegawai administrasi, baik yang bersifat rutin maupun instruksional (perintah atasan). Hal ini dilakukan karena pada hakikatnya tugas mereka adalah meringankan beban pimpinan, dan karena beban tugas pimpinan begitu banyak dan harus diselesaikan maka pegawai harus menyusun laporan untuk pimpinan. Oleh karena itu, penting bagi pegawai administrasi untuk mengetahui dan memahami hal-hal yang berkaitan dengan laporan.</p>
<p>Laporan merupakan bentuk komunikasi yang dapat dilakukan secara tertulis atau lisan mengenai sesuatu hal tertentu sesuai dengan tujuan penulisannya. Uraian berikut akan lebih ditekankan pada pembahasan hal-hal yang berkaitan dengan laporan tertulis. Laporan inilah yang secara resmi dijadikan sebagai sumber informasi, alat pertanggungjawaban, dan alat pengambilan keputusan dalam kehidupan organisasi. <span id="more-438"></span></p>
<p>Sebelum laporan disajikan secara lisan, laporan terlebih dahulu disusun dalam bentuk tertulis secara sistematis sehingga mudah dipahami. Dari segi bentuk tertulis, laporan terbagi menjadi seperti berikut.<br />
1. <strong>Laporan berbentuk formulir atau matriks</strong>, yaitu laporan yang tinggal mengisi pada blangko yang disediakan.<br />
2. <strong>Laporan berbentuk memorandum atau nota</strong>, yaitu laporan yang diuraikan secara singkat. Laporan ini dibuat dalam rangka proses hubungan kerja antara atasan dan bawahan atau antar-unsur-unsur dalam suatu instansi.<br />
3. <strong>Laporan berbentuk surat</strong>, yaitu laporan yang diuraikan lebih panjang dari memorandum sebagaimana uraian dalam bentuk surat biasa. Jenis laporan ini dapat dipergunakan untuk bermacam-macam topik.<br />
4. <strong>Laporan berbentuk naskah</strong>, yaitu laporan yang panjang, biasanya disusun seperti makalah. Materi laporan dibagi menjadi beberapa topik dan subtopik.<br />
5. <strong>Laporan berbentuk buku</strong>, yaitu laporan yang disusun dalam bentuk buku.</p>
<p>Agar suatu laporan dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dalam proses penyusunan laporan, selain harus memperhatikan berbagai prinsip dan syarat dalam penyusunan laporan, juga harus memperhatikan tata caranya. Pada intinya, tata cara penyusunan laporan dimulai dari tahap persiapan yang mencakup penentuan kerangka permasalahan, tujuan penulisan laporan, dan proses pengumpulan data, kemudian membuat kerangka laporan , dan diakhiri dengan tahap penulisan laporan itu sendiri.<br />
<strong>1.Tahap Persiapan</strong><br />
Pada tahap awal ini harus terjawab beberapa pertanyaan penting seperti hal apa yang akan dilaporkan ? Mengapa hal itu harus dilaporkan ? Kapan laporan akan disampaiakan ? Data apa yang penting, baik sebagai data utama maupun data pendukung ? Dengan terjawabnya beberapa pertanyaan ini, maka akan dapat dirumuskan secara jelas latar belakang dan masalah laporan, tujuan laporan, target waktu laporan, data yang relevanuntuk disajikan, dan sumber-sumber data.<br />
<strong>2. Pengumpulan dan Penyajian Data</strong><br />
Setelah itu, langkah berikutnya adalah merencanakan pengumpulan dan penyajian data. Dalam proses pengumpulan harus selalu mengacu pada permasalahan dan tujuan yang telah ditetapkan. Data yang diperoleh dari berbagai sumber, baik sumber primer maupun sumber sekunder. Setelah dikumpulkan, kemudian data itu dikelompokkan, data mana yang menjadi bahan utama dan data pendukung atau penunjang.<br />
dan penyajian data<br />
<strong>3. Sistematika Laporan</strong><br />
Tahap berikutnya adalah menentukan bagian-bagian utama laporan atau lazim disebut sistematika laporan, kemudian sub-sub bagian laporan yang nantinya akan dijabarkan lebih lanjut dalam kalimat-kalimat.<br />
<strong>4. Penulisan Laporan</strong><br />
Pada tahap penulisan laporan harus mengacu pada sistematika yang telah ditetapkan sehingga laporan tersebut dapat tersaji secara runtut, mudah dipahami, dan enak dibaca.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=438&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/07/24/tata-cara-penyusunan-laporan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngajar Temen Sendiri memang merepotkan….</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/30/ngajar-temen-sendiri-memang-merepotkan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/30/ngajar-temen-sendiri-memang-merepotkan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 04:54:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Bingung juga nih saat tiba-tiba Mr. Yatno minta tolong menggantikannya ngajar Metode dan Evaluasi…..Waduh materinya kayaknya bener-bener dipaksain deh….masak metode pembelajaran digabung sama evaluasi pembelajaran yang agak-agak jauh….apalagi wektunya hanya 6 JP…..mana cukuuup&#8230;..jadi teringat sama Diklat TOT Perpustakaan dimana Evaluasi Pembelajaran mendapat porsi 16 JP&#8230;sementara Metode Pembelajaran dapat 20 JP yang memungkinkan kita sebagai fasilitator [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=433&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bingung juga nih saat tiba-tiba Mr. Yatno minta tolong menggantikannya ngajar Metode dan Evaluasi…..Waduh materinya kayaknya bener-bener dipaksain deh….masak metode pembelajaran digabung sama evaluasi pembelajaran yang agak-agak jauh….apalagi wektunya hanya 6 JP…..mana cukuuup&#8230;..jadi teringat sama Diklat TOT Perpustakaan dimana Evaluasi Pembelajaran mendapat porsi 16 JP&#8230;sementara Metode Pembelajaran dapat 20 JP yang memungkinkan kita sebagai fasilitator sedikit bermain-main sekaligus praktek metode pembelajaran interaktif dan praktek nyusun model-model soal ujian&#8230;. Dengan alokasi waktu yang demikian sedikit, malah bikin pusing&#8230;..mau diajar apa ya yang kira-kira berguna bagi peserta&#8230;lalu metode apa yang bisa dipakai buat mengajarkannya secara efektif ya&#8230;.?!</p>
<p>Tapi sebenarnya yang bikin bingung itu bukan masalah itu. Terus terang aku sedikit jeri dengan komposisi peserta yang rata-rata lebih berumur daripada saya&#8230;..ples pangkat juga lebih tinggi&#8230;.apalagi diantaranya adalah para widyaiswara dari beberapa lembaga diklat seperti dari Sragen dan Soropadan&#8230;.juga beberapa WI dari kita sendiri yang lebih baru seperti Bu Lilin, Pak Wahyu dan Bu Martuti&#8230;tapi yang lebih bikin sungkan adalah kehadiran Pak Untung, Widyaiswara kita, yang notabene adalah sobat deketku&#8230; utamanya dalam mencari and memburu buku-buku&#8230;.dan yang lebih ngeri lagi adalah keikutsertaan Pak Wardjito yang terkenal kritis, penuh ide sekaligus sering kumintai pertimbangan jika akunya lagi bingung dengan skenario pembelajaran sebuah mata diklat. Dan merekalah yang Senin kemaren harus kuhadapi di depan kelas&#8230;.bener-bener tidak enak&#8230;.!! Dan kayaknya hal-hal seperti itu pada masa-masa mendatang harus lebih kuhadapi&#8230;.yakni mengajar temen-temen sendiri seperti hari kemaren yang merupakan saat pertama kali aku mengajar di depan temen sendiri&#8230;..bener-bener merepotkan&#8230;.!!<span id="more-433"></span></p>
<p>Walaupun hanya 6 JP&#8230;.tapi pengalaman pertama ngajar temen kali ini bener-bener kuhadapi dengan serius&#8230;.walau akhirnya saya kehabisan akal buat mengatur strategi pembelajaran. Gimana tidak, semua jurus-jurus yang sebenarnya hendak kukeluarkan pasti sudah diketahui&#8230;.terutama sama Pak Untung sama Pak Wardjito&#8230;.lalu saya harus ngajar apa&#8230;.?! Pusing aku. Semakin tak pikir semakin susah juga aku memvisualisasikan cara berdiri di depan kelas pada nantinya&#8230;Saat hampir menyerah, tiba-tiba muncul ide dimana saya akan berstrategi tanpa strategi&#8230;.alias mengalir saja saat berdiri di depan kelas&#8230;di bayangkan saja bahwa saya hendak memfasilitasi seperti yang sudah-sudah&#8230;toh saya hanya hendak memfasilitasi dan bukan hendak mengajar&#8230;..Bahkan kemudian saya hampir gak belajar sama sekali buat menghadapi hari yang merepotkan itu&#8230;.kecuali satu hal yakni saya hanya akan mengajarkan materi evaluasi pembelajaran tetapi dengan menggunakan beraneka ragam metode pembelajaran&#8230;.yeah mirip-mirip cara saya ngajar evaluasi pembelajaran pada diklat TOT Perpustakaan&#8230;walau kali ini saya akan melengkapinya dengan menjelaskan metode pembelajaran yang saya pakai pada akhir sesi tentunya&#8230;.</p>
<p>Bener juga, belum-belum Bu Martuti sudah buru-buru berceletuk&#8230;..<br />
<em>”Na&#8230;..di melopeni gak pernah mau sekarang malah datang sendiri&#8230;.”</em><br />
Memang kuakui selama ini Bu Martuti dan Bu Lilin pernah meminta agar ikut menyaksikan (sitting program) saya mengajar di kelas, tapi dengan berat hati selalu kutolak&#8230;.paling hanya kubilangin jika pengen ngopy bahan-bahan pasti tak kasih&#8230;.but yen arep sitting aku gak boleh&#8230;.soalnya sungkan juga jika aku yang muda ini harus pura-pura menjadi orang yang lebih hebat dari mereka. Gimana tidak, Bu Martuti sebelum jadi widyaiswara merupakan seorang instruktur tenaga kerja yang sangat berpengalaman puluhan tahun&#8230;.hingga mungkin sudah gak ada lagi yang bisa diambil dari seorang WI muda seperti saya&#8230;.Saya melihat yang lebih dibutuhkan Bu Martuti hanyalah penyesuaian kecil saja&#8230;dari yang biasanya ngajar pekerja&#8230;sekarang ngajar PNS. Lalu Bu Lilin sendiri juga berlatar belakang doktor&#8230;.yang menurut saya sih ngatasi anak-anak Parajab gak bakalan kemringet dah&#8230;..Tapi hari kemaren itu mau tak mau aku harus percaya diri sebagai orang yang siap berdiri di depan kelas&#8230;..</p>
<p>Hmm&#8230;tapi begitulah yang terjadi. Ketakutan itu biasanya lebih sering ada di dalam hati&#8230;. sementara kondisi dunia nyata tak seburuk yang aku kira. Yang penting prinsipnya jangan sampai ketakutan itu membuat kita enggan tuk melangkah&#8230;..Yang penting lagi kata Mario Teguh, jadikan ketakutan itu sebuah energi positif yang mendorong kita melangkah dengan cara terbaik&#8230;.Dan pembelajaran pun mengalir dengan menyenangkan. Apalagi Pak Untung sempet meminjami saya speaker aktif hingga saya bisa langsung mempraktekkan metode pengajaran dengan menyertakan <em>background</em> musik agar membikin peserta santai. Dan acara tambah seru saat acara diskusi tentang tool apa saja yang bisa dipakai untuk mengukur kemampuan peserta baik pada ranah <em>kognitif, psikomotorik dan afektif.</em>&#8230;.Mulanya sih adem-adem saja seperti biasa peserta yang pengen pembelajaran cepat selesai&#8230;.Tapi dengan sedikit lontaran pertanyaan provokatof dari saya maka kelas pun menjadi penuh dengan lontaran pendapat yang bikin saya ayem karena mau tak mau waktu pun cepat selesai&#8230;..dan berakhir pulalah masa penderitaan saya dengan ibarat keluar dari sarang para macan&#8230;.walau selamat tapi tak urung bikin <em>gembrobyos</em> juga&#8230;&#8230;</p>
<p>Sebuah pengalaman yang menarik dan patut diceritakan&#8230;minimal patut dikenang sebagai sebuah moment kesuksesan dari bagian perjalanan panjang saya  sebagai seorang widyaiswara&#8230;. Buat penginget-nginget di masa nanti lah agar saya bisa berbuat lebih baik saat menghadapi momen ngajar temen pada kesempatan lain&#8230;..Dan tentu saja hal itu sangat memuaskan hati saya&#8230;..Walaupun demikian, saat temen-temen sekretariat minta agar saya bersedia ngajar lagi di kelas yang sama keesokan harinya dengan materi Teknik Komunikasi dan Presentasi&#8230;.serta merta hal itu saya tolak mentah-mentah&#8230;.Okay&#8230; Okay&#8230;.hari ini saya memang sukses selamat dari kandang macan liar &#8230;..tapi bukan berarti saya mau masuk lagi ke kandang macan yang sama&#8230;..Sorry saya tak punya mental yang cukup buat menghadapinya lagi&#8230;.so&#8230;serahkan saja pada orang lain&#8230;. mungkin nanti lah kapan-kapan kucoba lagi&#8230;..asal jangan hari ini&#8230;..</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/433/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/433/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/433/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=433&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/30/ngajar-temen-sendiri-memang-merepotkan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Pernah Merasa Sebelum Sempat Mencoba</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/05/jangan-pernah-merasa-sebelum-sempat-mencoba/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/05/jangan-pernah-merasa-sebelum-sempat-mencoba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Jun 2009 04:56:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Soorii&#8230;pengennya sih bikin kalimat yang agak filsuf walau sebenarnya biasa saja&#8230;..tapi khan kata orang sesuatu yang biasa atau banyak orang tahu akan menjadi hal yang luar biasa jika kita mengemasnya luar biasa to&#8230;.?! Tapi moga-moga saja malah gak tambah bingung dengan gaya muter-muterku&#8230;.he&#8230;he&#8230;he&#8230;.Maksudnya sih, aku pengen agar Anda-Anda sekalian sudah memutuskan untuk mundur sebelum bertanding&#8230;.atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=428&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Soorii&#8230;pengennya sih bikin kalimat yang agak filsuf walau sebenarnya biasa saja&#8230;..tapi khan kata orang sesuatu yang biasa atau banyak orang tahu akan menjadi hal yang luar biasa jika kita mengemasnya luar biasa to&#8230;.?! Tapi moga-moga saja malah gak tambah bingung dengan gaya muter-muterku&#8230;.he&#8230;he&#8230;he&#8230;.Maksudnya sih, aku pengen agar Anda-Anda sekalian sudah memutuskan untuk mundur sebelum bertanding&#8230;.atau belum-belum sudah merasa takut sebelum dilakoni&#8230;.sudah merasa tidak bisa walau belum pernah sekalipun mencoba&#8230;.Soalnya sih jika belum-belum sudah merasa ini dan itu padahal belum pernah mencoba khan seringkali bikin kita ragu-ragu dalam melangkah&#8230;. dan kalo selalu ragu-ragu dalam melangkah khan bikin kita ngelangkahnya jadi nanggung&#8230;.walau masih lebih bagus daripada kita nggak pernah melangkah sama sekali&#8230;.gara-gara sudah merasa walau belum pernah mencoba&#8230;.</p>
<p>Selasa kemaren, sekitar pukul 13.45&#8230;.saat badanku sudah mulai lemes campur mumet akibat dari pagi ngenet terus&#8230;&#8230;(jangan ngiri lo&#8230;.khan kantorku sekarang hot spot di semua area&#8230;.), tiba-tiba Hape saya berdering&#8230;and ternyata dari Pak Joko BTN&#8230;&#8230;<br />
<em>”Pak Lutfi, sorry mengganggu. Cuman mau minta nomor NPWP saja&#8230;.soalnya ini mau ditagih nih&#8230;.”</em> Bagai petir di siang bolong nih&#8230;..<br />
<strong>”Waduh, Pak Joko&#8230;aku belum tahu nomor NPWPnya sudah jadi atau belum&#8230;.soalnya Februari kemaren ada pengurusan NPWP massal dari kantor&#8230;.dan saya koq ya&#8230;belum ngecek apakah sudah jadi atau belum&#8230;.?!”</strong><br />
<em>”Masak belum jadi Pak&#8230;.wong ngurus NPWP khan hanya sehari&#8230;.” </em>Pak Joko kemudian segera mengakhiri percakapan dengan memohon agar akunya segera ngumpulin tuh nomor via sms ke Hape-nya saja&#8230;.Aku hanya bisa mengiyakan saja sambil buru-buru menanyakan hal itu pada Muhlisin, staf yang ada di sekretariat widyaiswara yang Februari kemaren sempat <em>ngoprak-ngoprak </em>aku agar segera ngumpulin persyaratan yang akan dipakai buat ngurusi pembuatan NPWP masal&#8230;but&#8230;.<br />
<em>”Sorry Mas&#8230;..berkasnya malah belum sempat kuanaikkan&#8230;soalnya belum semua WI mengumpulkan persyaratan sih&#8230;.ngenteni bareng-bareng&#8230;.”</em><br />
Halah tambah gawat nih&#8230;..padahal sudah ditagih BTN&#8230;.jangan sampai gara-gara kerikil seperti ini, urusan kredit rumahku jadi bermasalah&#8230;..<span id="more-428"></span></p>
<p>Demikianlah, badan yang sudah lemes saat itu langsung tambah menjadi lemes lunglai campur mumet karena tambahan persoalan yang belum beres&#8230;.sampai kemudian Mr. Yatno ikut-ikutan ngoyak-ngoyak&#8230;..<br />
<em>”Mangkane dijak ngurus wingi-wingi ra gelem&#8230;.yok diurusi saiki&#8230;.”</em><br />
<strong>”Halah, saiki wes jam loro luwih (waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 14.05-an), opo kantore sih bukak&#8230;”</strong> mangkel aku dengan pernyataan Pak Yatno yang sok&#8230;seperti gak tahu cara kerja birokrasi saja&#8230;..<br />
<em>”Dijajal gak ada ruginya, wong kantor pajeknya khan searah jalur aku pulang&#8230;.nanti tak anter deh&#8230;sing penting fotokopi KTP, 5 menit pasti beres&#8230;.”</em><br />
Walau gak yakin dengan pernyataan sohibku yang satu ini, tapi janji mau nganter bener-bener bikin aku gak rugi buat mencobanya&#8230;.enak sih diantar pakek mobil teriosnya yang baru and adem&#8230;..bikin gak capek&#8230;.hingga akunya buru-buru segera memfotokopi KTP-ku yang kebetulan koq ya  tak bawa&#8230;.sayangnya, FC kantor ternyata lagi bermasalah ples kayaknya pekerjaannya banyak hingga bikin sang tukang FC mukanya semrawut ples bikin neg buat dilihat&#8230;..ya gak jadi aja&#8230;..mending FC di pinggir jalan saja&#8230;..</p>
<p>Sampai di kantor Pajek, waktu sudah 14.30&#8230;agak deg-degan juga ngelihat kantor yang sudah agak sepi&#8230;jangan-jangan sudah tutup lagi&#8230;.tapi ngelihat langkah Pak Yatno yang matep, ya akunya ngikut aja&#8230;..dan Alhamdulillah banget ternyata belum tutup juga&#8230;. dan setelah ngecek namaku di list yang ada ola-laa&#8230;.walau gak 5 menit tapi 10 menit NPWP-ku jadi&#8230;..!! Waduh bener-bener sesuatu yang mengejutkan saya&#8230;terutama dengan pelayanannya yang prima dan tanpa biaya sepeser pun (salut buat Kantor Pajak Jatingaleh Semarang deh&#8230;.)</p>
<p><img title="090602_154221" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/06/090602_154221.jpg?w=300&#038;h=192" alt="090602_154221" width="300" height="192" /></p>
<p>Coba kalo saya dari dulu-dulu akunya mbikin NPWP sendiri and gak ngenanti-nanti NPWP masal dari kantor, pasti akunya tidak gelagepan seperti ini&#8230;..Thanks juga buat Mr. Yatno deh&#8230;.yang bikin mataku and pikiranku terbuka deh&#8230;bahwa merasa sebelum sempat mencoba itu bikin pandangan kita salah deh&#8230;.dari sini akunya jadi tahu bahwa gak semua pelayanan aparat pemerintah itu birokratis and lamaa&#8230;&#8230;</p>
<p>Sebenarnya sejak Januari kemaren saya sudah dioprak-oprak Mr. Yatno buat mbikin tuh NPWP&#8230;.tapi berhubung waktu itu saya beranggapan bahwa itu butuh waktu padahal jadwal ngajarku juga lagi sibuk maka pekerjaan itu tak tunda-tunda terus&#8230;apalagi saat sayanya sempet ngelihat tuh kantor pajek selalu berjubel&#8230;kontan pikiran saya langsung bisa membayangkan sebuah antrian panjang and berdesakan seperti antrian nonton bioskop Kencana saat hari minggu di bioskop Kencana Kediri waktu jaman jadul. Hingga begitu si Muhlisin meminta akunya ngumpulin berkas buat pembuatan NPWP massal&#8230;. dengan senang hati aku penuhi sembari sempet ngece Mas Yatno bahwa tanpa capek-capek aku khan dapet nomor NPWP juga&#8230;..walau akhirnya terbukti akunya harus ngurus NPWP sendiri juga dan setelah 4 bulan dari waktu yang seharusnya aku sudah punya&#8230;. sekali lagi thank’s buat Mr. Yatno&#8230;.semoga engkau selalu pertahankan prinsip PKS-mu&#8230;..(eh ini bukan nama sebuah parpol lho&#8230;.)</p>
<p><img class="alignnone size-medium wp-image-430" title="090602_154250" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/06/090602_154250.jpg?w=300&#038;h=194" alt="090602_154250" width="300" height="194" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/428/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/428/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/428/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=428&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/05/jangan-pernah-merasa-sebelum-sempat-mencoba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/06/090602_154221.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">090602_154221</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/06/090602_154250.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">090602_154250</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan…!!</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/02/saya-bangga-menjadi-sarjana-peternakan%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/02/saya-bangga-menjadi-sarjana-peternakan%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam setiap sesi pembelajaran ada saja yang sedikit mempertanyakan kecocokan latar belakang pendidikan saya yang sarjana  peternakan dengan mata diklat yang saya ampu&#8230;&#8230;yang umumnya jauh banget kaitannya, sebagai  misal Manajemen Perkantoran Modern, Team Building, Komunikasi Efektif atau Mind Setting (ini pada diklat pra jabatan)&#8230;.lalu Teknik Presentasi dan Pengelolaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=424&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam setiap sesi pembelajaran ada saja yang sedikit mempertanyakan kecocokan latar belakang pendidikan saya yang sarjana  peternakan dengan mata diklat yang saya ampu&#8230;&#8230;yang umumnya jauh banget kaitannya, sebagai  misal Manajemen Perkantoran Modern, Team Building, Komunikasi Efektif atau Mind Setting (ini pada diklat pra jabatan)&#8230;.lalu Teknik Presentasi dan Pengelolaan Informasi dan Pelaporan (ini pada diklat Pim IV)&#8230;.atau juga Analisis Kebutuhan Diklat, Metode Pembelajaran Orang Dewasa, Desain pembelajaran, Media Pembelajaran (ini pada Diklat Teknis Fungsional)&#8230;.. Gimana&#8230;.?! jauh banget khan dengan ijazah saya yang sarjana peternakan peternakan itu bukan&#8230;&#8230;.hingga bisa jadi Anda sekalian akan meragukan kapabilitas saya dalam mengajarkan materi itu&#8230;..</p>
<p>Dalam hal ini saya tidak akan menyalahkan Anda. Bahkan pada awal-awal saya menjadi seorang widyaiswara, latar belakang pendidikan saya tersebut sempat membuat saya tidak pede&#8230;.dan sempet khawatir juga dengan masalah spesialisasi karier saya yang pastinya gak akan jauh dari pertanian-pertanian&#8230;.Malahan kadang beberapa peserta tampak tersenyum saat bisa menebak latar belakang pendidikan saya&#8230;khususnya saat saya mengajar Manajemen Perkantoran Modern&#8230;.Dan saya sendiri pun hanya bisa tersenyum kecut saat mereka tanpa sadar tergelak atau sekedar bertanya<em> ”</em><em>Koq bisa&#8230;?!”</em> Dan tentu saja saya gak bisa membela diri secara langsung&#8230;..paling saya hanya akan menetralisir suasana dengan pancingan pertanyaan lucu-lucu-an seputar profesi saya seperti&#8230;<br />
<em>”Pinter mana ayam sama bebek&#8230;..?!”</em> atau bagi peserta wanita&#8230;.<br />
<em>” Enak mana beras lokal sama beras impor&#8230;?!”</em><span id="more-424"></span></p>
<p>Sekedar cerita, awal masuk kuliah and memilih jurusan pun sebenarnya saya saat itu sedang gak punya pilihan&#8230;..maklum lulusan SMA khan belum punya pendirian yang baik khan&#8230;.?! Waktu itu saya hanya mencoba memenuhi permintaan ayah saya yang ingin punya anak tukang insinyur. Untuk itu, saya mencoba berkompromi dengan mengambil jurusan peternakan daripada  jurusan teknik elektro seperti idaman ayah saya. Waktu itu saya hanya ngedemke ambisi Bapak dengan berkata&#8230;.<em>”Yang penting Bapak khan pengen anaknya jadi insinyur to&#8230;.?!”</em></p>
<p>Walau startnya hanyalah ala kadarnya, saya kemudian bekerja keras untuk menguasai bidang tersebut&#8230;sempat menjadi asisten ternak perah di Laboratorium Ternak Perah Fapet UGM (menolak menekuni bidang perunggasan yang bagi saya gak menarik lagi akibat bidang tersebut sudah jadi industrinya hingga hampir gak ada yang dapat dilakukan buat memperbaikinya&#8230;..), yang bahkan pada akhir masa kuliah saya sempet  didapuk menjadi pemberi sambutan pada acara pelepasan wisuda mahsiswa pada Mei 1996 (wisudawan terbaik kamsudnya, walau kuliahnya agak lama juga ya&#8230;..soalnya masuk Agustus 1990). Dan ayah saya demikian bangga saat saya pun kemudian mendapatkan beasiswa S2 di Fapet tercinta.</p>
<p>Saat mulai kuliah S2, alih-alih memperdalam ilmu yang saya dapat di Fapet seperti Fisiologi dan Nutrisi Ternak Perah&#8230;.saya malah kemudian memilih sedikit berkelana ke Fakultas Pertanian buat memperdalam ilmu ekonomi pertanian&#8230;.satu-satunya bidang yang belum pernah saya tekuni selama kuliah S1&#8230;.Hal itu sih sempat membikin nilai-nilai saya tak sebagus temen-temen yang lain&#8230;.tapi dengan sedikit kerja keras dan sedikit ’ngapiki’ dosen, ternyata saya bisa lulus dengan memuaskan juga&#8230;cumlaude&#8230;ples mendapat pujian karena tesis saya yang memberi warna tersendiri&#8230;karena sentuhan ekonomi yang kental dengan regresinya&#8230;.lebih kuantitatif hingga merupakan sesuatu yang agak baru di Fapet&#8230;apalagi saya melakukan surveynya dengan berkeliling di 30 KUD yang memiliki core utama Sapi Perah&#8230;.Walau nilainya demikian memuaskan, tetapi bagi saya proses perjalanannya yang dari desa ke desa sangat asyik untuk dikenangkan&#8230;sekaligus memberikan pengalaman batin yang luar biasa bagi saya&#8230;.</p>
<p>Karier saya kemudian di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ternyata jauh panggang dari api&#8230;.bukannya kemudian ditempatkan ke bidang keahlian saya, tapi saya malah ditempatkan di Badan Diklat Provinsi&#8230;yang tentu saja banyak manusianya daripada hewannya&#8230;sehingga sekali lagi saya harus bertransformasi lagi&#8230;.Bahkan temen-temen baik saya yang di Fapet dahulu banyak yang menyayangkan perpindahan minat saya itu&#8230;.minimal eman-eman dengan kerja keras saya selama kuliah diwaktu dulu&#8230;.walau seperti biasa saya sering hanya nglakoni saja tanpa mau berfikir hendak jadi apa diri saya ini kelak di kemudian hari&#8230;.maklum waktu masuk kerja pun akunya gak banyak pilihan karena sudah keburu umur&#8230;.keburu tanggung jawab sebagai manusia dewasa yang perlu segera melanjutkan kehidupan&#8230;&#8230;</p>
<p>Bagaimana dengan kehidupan saya saat ini sebagai widyaiswara&#8230;.?! Ya&#8230;masih begitu-begitu terus&#8230;alias masih belajar tentang ilmu-ilmu manusia yang ternyata begitu banyak dan rasanya setelah berkecimpung selama 10 tahun (melebih masa kuliah saya), koq masih ada saja yang perlu saya pelajari&#8230;.walau bukannya tambah membosankan tetapi malah semakin asyik and enggan rasanya kembali ke dunia peternakan seperti asal pendidikan saya&#8230;..bahkan semakin lama saya pengen banget menekuni masalah psikologi, khususnya yang berhubungan dengan psikologi pendidikan&#8230;..Sebuah prinsip yang sampai saat ini masih menjadi keraguan saya&#8230;.karena masih terselip rasa bersalah serta perasaan sebagai seorang &#8216;pengkhianat&#8217; berkenaan dengan profesi awal saya&#8230;.walau memang pada beberapa kesempatan saya kadang masih diminta mengajar diklat-diklat pada bidang pertanian, khususnya masalah agribisnis&#8230;&#8230;walau sebagian besar waktu mengajar saya banyak dihabiskan pada mata diklat-mata diklat tersebut di atas.</p>
<p>Kata orang mencoba hal-hal baru akan membuka dan memperkaya fikiran kita. Saat tahun ini memutuskan mengambil mata diklat Pola Pikir PNS banyak sekali yang dapat saya pelajari dari kehidupan dunia ini&#8230;diantaranya prinsip bahwa <em><strong>harta yang dicari manusia ternyata tidak berada di luar tetapi berada di dalam fikiran kita</strong></em>. Lalu bagaimana dengan pedidikan saya yang sarjana peternakan tersebut&#8230;.?! Gak pa-pa. Gak ada yang salah dengan itu. Anggap saja hal itu merupakan dasar pengembangan pribadi kita. Bahkan menurut pengarang buku Mind Setting, Carol S. Dweck, hal itu malah bagus bagi pengembangan karier saya. Soalnya dengan memasuki dunia baru, maka saya akan lebih terpacu untuk mengembangkan diri lebih baik lagi. Banyak kritikan akan membuat saya belajar lebih giat, lebih keras, penuh dengan hal-hal baru khususnya dalam mengejar ketertinggalan saya dari orang-orang yang lebih dahulu menekuni hal itu.</p>
<p>Bagaimana dengan spesialisasi mengajar&#8230;.?! Yang penting yakinkan dulu apakah keahlian atau spesialisasi Anda saat ini sudah merupakan titik optimal kemampuan Anda&#8230;..?! Bukankah manusia seharusnya lebih berkembang sampai akhir hayat di kandung badan&#8230;?! Lalu bagaimana dengan target prestasi puncak di masa mendatang&#8230;.?! Bisakah saya mencapainya dengan bidang yang berbeda sama sekali dengan pendidikan formal saya&#8230;.?! Ah cuek saja&#8230;.yang penting kita jalani saja apa yang kita mau&#8230;.kita nikmati saja apa yang kita suka&#8230;.bukankah seorang pakar motivator seperti Adi W. Gunawan yang segudang bukunya tentang psikologi latar belakangnya seorang sarjana teknik elektro&#8230;.?!</p>
<p>Apalagi seorang Carol S. Dweck juga menyarankan agar kita menikmati apa yang sedang kita kerjakan&#8230;.jangan pikirkan sampai puncak prestasi atau bukan&#8230;yang penting selalu kerjakan dengan penuh cinta&#8230;.and jangan kaget jika Anda tiba-tiba telah sampai di puncak&#8230;..!! Demikian katanya pola pikir berkembang seorang manusia&#8230;..Bagaimana dengan Sarjana Peternakan saya&#8230;.?! Biarkan saja&#8230;toh dia tidak akan menghilang dari dirimu&#8230;paling cuman tersimpan doang&#8230;.hingga bukannya menghambat&#8230;.tetapi malah memperkaya pengembangan dirimu sebagai seorang manusia&#8230;.so&#8230;.dengan mendengar prinsip itu maka saya akan berteriak keras-keras&#8230;<strong><em>.”Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan&#8230;.!!”</em></strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/424/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/424/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/424/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=424&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/02/saya-bangga-menjadi-sarjana-peternakan%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Data dan Informasi dalam Website milik Dinas Pendidikan</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/01/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-pendidikan/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/01/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2009 07:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Gov]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=419</guid>
		<description><![CDATA[Bulan April-Mei lalu, rasanya hari-hari saya penuh dengan acara mengajar&#8230;.dan yang agak mengherankan ternyata jadwal ngajar saya pada Diklat Pim IV cukup banyak&#8230;. terutama ngajar Pengelolaan Informasi dan Pelaporan yang orangnya memang hanya dua orang&#8230;.yakni saya dan Pak Siswoyo..dan sialnya (atau untungnya&#8230;.?!) Pak Siswoyo kadang ngambek mengajar karena merasa capek setelah habis-habisan dipenjara di Diklat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=419&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan April-Mei lalu, rasanya hari-hari saya penuh dengan acara mengajar&#8230;.dan yang agak mengherankan ternyata jadwal ngajar saya pada Diklat Pim IV cukup banyak&#8230;. terutama ngajar Pengelolaan Informasi dan Pelaporan yang orangnya memang hanya dua orang&#8230;.yakni saya dan Pak Siswoyo..dan sialnya (atau untungnya&#8230;.?!) Pak Siswoyo kadang ngambek mengajar karena merasa capek setelah habis-habisan dipenjara di Diklat Pim II&#8230;.Ya sudah sebagai seorang pemuda terpaksa deh akunya yang kudu mloya mlayu buat memback up tuh materi&#8230;..Ya&#8230;gitu deh, mulai Kota Pekalongan, Kabupaten dan Kota Semarang, serta Kabupaten Kudus pun harus kujelajahi demi melaksanakan tugas mengajar materi yang herannya banyak dijauhi WI lain hingga harus akulah yang akhirnya <em>wora-wiri</em> buat  menyelesaikannya&#8230;.(tentu saja dengan mengorbankan materi lain yang kebetulan jadwalnya bertabrakan dengan this materi&#8230;&#8230;)</p>
<p>Kali ini perjalanan saya menuju ke kawasan makam Sunan Muria di daerah Kudus&#8230;.. acaranya mendadak minta dimajukan hari Sabtu siang jam 2 sampai malem hari&#8230;.sebenarnya menyebalkan juga karena acara keluarganya lagi-lagi harus terganggu&#8230;.tetapi mau bagaimana lagi, namanya juga tugas dan Pak Siswoyo pun lagi-lagi ngambeg nggak mau ngajar (alasannya biasa&#8230;<em>a</em><em>ku wes tuwek Maaass&#8230;..umurku wes suwidak telu tahun&#8230;.atine pengen mangkat&#8230;.tapi sikile kesel&#8230;..</em>). Yo wes lah&#8230;.mo gimana lagi namanya juga gak orang&#8230;..apalagi ngajar juga dapet duwit&#8230;yo dilakoni wae lah&#8230;sembari minta istri buat bersabar karena gak bakalan bisa malem mingguan&#8230;.</p>
<p>Seperti biasa acara diskusi website merupakan bagian dari diskusi materi Pengelolaan Informasi&#8230;..Sebagai tahap awal tentu saja saya motivasi peserta terlebih dahulu untuk ‘tidak ketakutan’ dengan yang namanya website. Tentu saja saya tekankan bahwa cara mbikin website yang paling baik adalah dengan memberdayakan masyarakat&#8230;.alias ‘ndandakke’ pada profesional-profesional komputer&#8230;..Na&#8230;.saat nyuruh mbikinin itu, kita sebagai aparat pemerintah mewarnainya dengan cara menyebutkan data apa saja yang harusnya ada dalam website tersebut&#8230;.sesuatu yang tukang bikin website tidak begitu ngerti&#8230;..tul khan&#8230;?! Dan seperti biasa dengan sedikit motivasi itu maka para peserta pun jadi tertantang untuk mencobanya&#8230;..dan hasilnya juga bagus&#8230;.bahkan beberapa akan saya tampilkan secara berurutan, walau kali ini yang saya tampilkan terlebih dahulu adalah website miliknya Dinas Pendidikan terlebih dahulu&#8230;.<span id="more-419"></span></p>
<p>Hasil diskusi menyebutkan data dan informasi yang harus ada dalam sebuah website milik Dinas Pendidikan diuraikan sebagai berikut.<br />
A.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antar instansi pemerintah (G2G) adalah :<br />
1.	Jumlah siswa yang lulus pada tahun terbaru.<br />
2.	Jumlah guru dengan kualifikasinya<br />
3.	Jumlah sekolah RSBI (SMP; SMA)<br />
4.	Jumlah siswa setiap  jenjang pendidikan<br />
5.	Kondisi indikator pendidikan<br />
6.	Renstra dan RKP Instansi<br />
7.	Jumlah PT pada Dinas Pendidikan<br />
8.	Struktur Organisasi Dikpora</p>
<p>B.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan Masyarakat (G2C) adalah :<br />
1.	Profil sekolah yang ada di Kabupaten Kudus, lengkap dengan fasilitas dan hasil akreditasinya&#8230;<br />
2.	Pengumuman Ujian, baik ujian semestermaupun Ujian nasional atau Ujian masuk sekolah&#8230;.<br />
3.	Standar kelulusan<br />
4.	Penerimaan Siswa baru<br />
5.	Program Beasiswa<br />
6.	Kalender akademik<br />
7.	Jumlah kebutuhan guru ples mata ajarnya<br />
8.	APBD Dikpora, APBN, DAK, Banbub, DAC<br />
9.	Jumlah anak sekolah<br />
10.	Dana BOS dan pengalokasiannya</p>
<p>C.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan dunia usaha (G2B) adalah :<br />
1.	Jumlah kelulusan SMK dan jurusannya (siapa tahu perusahaan pas butuh karyawan baru dengan kualifikasi yang sesuai&#8230;.)<br />
2.	Jenis buku yang dibutuhkan peserta didik, mulai SD, SMP, SMA (biar para penerbit bisa ancang-ancang buat nyari-nyari proyek di beberapa sekolah….)<br />
3.	Pengadaan alat-alat penunjang proses belajar mengajar (utamanya dalam proses pengadaan barang dan jasa)<br />
4.	Profil siswa berprestasi<br />
5.	Berita terkini (Hot News)<br />
6.	Kepala Dinas Menjawab….</p>
<p>Kali ini <em>cathetan</em>nya agak lengkap karena tak akali agar mereka mau mengumpulkannya agar menambah semangat…karena waktu ngajarnya yang sudah malem….malem minggu lagi…..bener-bener bikin susah, karena bukan saja WI-nya yang capek…..tapi peserta dan panitia-nya pun minta pulang cepet….</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=419&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/06/01/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mendadak Facebook</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/25/mendadak-facebook/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/25/mendadak-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 May 2009 08:43:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Gov]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya sih sebenarnya berasal dari pertanyaan beberapa peserta tentang apa itu yang dinamakan dengan Facebook, khususnya saat akunya ngajar tentang Manajemen Perkantoran Modern….Berhubung akunya belum punya terpaksa agak grathul-grathul juga ngejawabnya… apalagi adekku pamer sudah punya facebook katanya…..Bikin panas aja. Dan tentu saja akunya lalu coba-coba masuk ke www.facebook.com. Rencananya sih mau lihat-lihat dulu….But ternyata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=416&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awalnya sih sebenarnya berasal dari pertanyaan beberapa peserta tentang apa itu yang dinamakan dengan Facebook, khususnya saat akunya ngajar tentang Manajemen Perkantoran Modern….Berhubung akunya belum punya terpaksa agak grathul-grathul juga ngejawabnya… apalagi adekku pamer sudah punya facebook katanya…..Bikin panas aja. Dan tentu saja akunya lalu coba-coba masuk ke <a href="http://www.facebook.com/">www.facebook.com</a>. Rencananya sih mau lihat-lihat dulu….But ternyata untuk bisa lihat-lihat akunya kudu daftar dahulu….ya sudah ngedaftar ajah deh….Dan awal punya facebook juga rupanya awalnya gak menarek juga….karena hanya ngliat-ngliat doang tanpa tau jawabannya…. But iseng-iseng tak ketikkan nama Husni Wahyudi pada kolom search…and dan muncul dah nama temenku itu. Sueneng banget karena dah lama gak ketemu&#8230;weh bisa dipakai buat ajang silaturahmi nih&#8230;..Udah itu thok&#8230;setelah itu facebook itu tak gletahkne tho&#8230;gak ngerti mangpaate&#8230;.</p>
<p>Mulai mbukak facebook lagi saat dapet sms dari Heru, temen baikku saat masih di Fapet UGM&#8230;Ceritanya sih akunya baru kangen ama temen-temenku saat masih kuliah dulu&#8230;. Pengennya sih minta nomer Hapenya jika punya&#8230;.but dia dengan enting mengatakan bahwa sebaiknya akunya mbukak facebook dan ngedaftar dalam Forum Komunikasi Fakultas Peternakan UGM atau Forkom Fapet UGM&#8230;.Buru-buru akunya mbukak saat sedang di ruangan WI&#8230;.but hladalah&#8230;.ternyata facebooknya diblokir&#8230;.!! Jadi terpaksa akunya harus bersabar dulu and menanti setelah pulang kantor. Lalu sampai di rumah akunya juga harus bersabar dulu karena si kecil sibuk nggandholi Bapake akibat terlalu sering ditinggal-tinggal&#8230;.Ya&#8230;udah bersabar dulu sampek malem and sampek si kecil tidur&#8230;.Dan begitu si kecil tidur, baru deh akunya bisa ngebuka tuh face book&#8230;Dan surprise banget ternyata sudah banyak temen-temen dari Fapet yang ngedaftar jadi fans-ku&#8230;Dan disitulah petualanganku ber-facebook ria dimulai&#8230;..Dan hmmm&#8230;ternyata asyik juga&#8230;hingga akunya sampai lupa waktu segala, bahkan sampai lupa posting juga&#8230;.<span id="more-416"></span></p>
<p>Beberapa hal yang harus diketahui dari Facebook diantaranya adalah</p>
<ol>
<li>Kalo mau      masuk harus ngedaftar dulu. Jadi kalo gak       ngedaftar gak akan bisa tau gimana isinya face book itu&#8230;.apalagi      asyiknya&#8230;.</li>
<li>Kalo mau      ngedaftar harus punya email dulu&#8230;karena syaratnya emang begitu ples semua      postingan kita juga masuknya ke situ&#8230;.</li>
<li>Bagi      saya Facebook ini adalah pengembangan dari chatting pada masa      dahulu&#8230;.But bedanya dalam hal ini kita dapat lebih mudah dalam menyisipi      dengan berbagai foto, musik maupun video</li>
<li>Karena      namanya facebook maka lebih asyik jika Anda menyertakan foto sebagai      avatar Anda agar orang lain inget siapa yang diajak bicara</li>
<li>Kalo      sudah terdaftar di facebook, lebih baik Anda ikut sebagai member-member      suatu forum (sebagai contoh saya di Forkom Fapet UGM) agar keberadaan diri      Anda semakin dikenal oleh orang lain</li>
<li>Rajinlah      juga mencari temen (add as a friend) agar Anda semakin menghayati facebook      sebagai suatu forum sosial di dunia maya</li>
<li>Manfaatkan      mesin pencari (search) buat menemukan forum-forum yang berkenaan dengan      keinginan Anda sebagai misal SMA Anda, SMP Anda, Fakultas Anda, Temen Anda&#8230;dst&#8230;.dst&#8230;.</li>
<li>Kalau semua      itu sudah dilakukan maka tinggal selamat menikmati facebook Anda&#8230;.</li>
<li>Dan kalu      sudah begitu, hati-hati jangan sampai lupa waktu karena kata temen sih      virusnya sama berbahayanya dengan virus Flu Babi&#8230;.minimal sama-sama      singkatannya&#8230;(Face Book khan juga FB singkatannya&#8230;.)</li>
</ol>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/416/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/416/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/416/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=416&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/25/mendadak-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mekanisme Surat Masuk dan Keluar dari Suatu Kantor</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/22/mekanisme-surat-masuk-dan-keluar-dari-suatu-kantor/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/22/mekanisme-surat-masuk-dan-keluar-dari-suatu-kantor/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 22 May 2009 03:38:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkantoran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Setiap hendak mengakhiri sesi mata diklat manajemen Perkantoran pada Diklat Prajabatan, tidak lupa akan selalu saya sertakan sebuah cerita&#8230;.tentang dua orang PNS yang kebetulan saling kenal&#8230;.dan PNS 1 (Widi) hendak titip surat kepada PNS 2 (Roni)&#8230;.begini katanya&#8230;.
Widi : ”Ron&#8230;.aku mau titip surat pada Kepala Kantormu nih&#8230;.Tolong sampaikan ya&#8230;.?! Kamu khan sama Kepala Kantormu, Pak Budi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=412&subd=paknewulan&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Setiap hendak mengakhiri sesi mata diklat manajemen Perkantoran pada Diklat Prajabatan, tidak lupa akan selalu saya sertakan sebuah cerita&#8230;.tentang dua orang PNS yang kebetulan saling kenal&#8230;.dan PNS 1 (Widi) hendak titip surat kepada PNS 2 (Roni)&#8230;.begini katanya&#8230;.</p>
<p>Widi : <em>”Ron&#8230;.aku mau titip surat pada Kepala Kantormu nih&#8230;.Tolong sampaikan ya&#8230;.?! Kamu khan sama Kepala Kantormu, Pak Budi, khan tetanggaan&#8230;.”</em></p>
<p>Na&#8230;.dari situ saya akan bertanya pada para peserta ”<em>Apa yang  seharusnya dilakukan Roni&#8230;.?! Apakah diperbolehkan langsung menyerahkan surat itu pada Pak Budi yang kebetulan adalah tetangganya&#8230;?!” </em></p>
<p>Dari situ saya akan melanjutkan cerita itu dengan menjelaskan bagaimana sebaiknya sebuah surat dinas itu diperlakukan, yakni melalui sebuah mekanisme birokrasi surat dinas, baik masuk maupun keluar. Sebuah cerita yang bagi saya biasa-biasa saja mengingat itu yang biasa saya lakukan&#8230;.Hanya saja, saya menjadi terkejut saat secara tidak sengaja menerangkan hal itu pada para peserta Diklat Pim IV&#8230;.ternyata banyak dari mereka yang tidak mengetahuinya secara mendetail seperti yang saya jelaskan&#8230;..hingga saya jadi merasa perlu untuk mengangkat masalah ini dalam tulisan saya kali ini&#8230;.</p>
<p>Pada dasarnya mekanisme surat masuk dan keluar dari suatu kantor digambarkan dalam alur berikut ini.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-411" title="Slide1" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/05/slide11.jpg?w=500&#038;h=375" alt="Slide1" width="500" height="375" /></p>
<p><span id="more-412"></span>Penjelasannya adalah sebagai berikut. Jika gambar diatas merupakan sebuah hubungan diantara dua kantor A dan kantor B, maka A dalam lingkaran merupakan simbol dari Kepala kantor A dan B dalam lingkaran merupakan simbol dari Kepala Kantor B. Pada dasarnya, jalan keluar masuk sebuah surat dinas  harus melalui bagian Tata Usaha (TU) atau bagian Sekretariat. Sebagai misal, jika Kantor B hendak menyurati Kantor A khususnya pada bagian Sumber Daya (SD) maka aliran surat pertama kali akan berlangsung dari TU kantor B ke TU kantor A (dilambangkan pada angka 1). Selanjutnya, surat akan dinaikkan ke Kepala Kantor (2) untuk mendapatkan disposisi (3). Dari disposisi tersebut surat baru diserahkan pada bagian SD (4). Dengan kata lain, bagian tata usaha tidak boleh langsung menyerahkan surat kepada bagian SD tanpa sepengetahuan Kepala.</p>
<p>Mekanisme selanjutnya adalah bagian SD akan membuatkan konsep surat jawaban kepada kantor B&#8230;.untuk kemudian diserahkan lagi pada bagian TU (5). Bagian TU kemudian meneliti isi surat, khususnya yang terkait dengan tata naskah (bukan contentnya) lalu setelah OK, TU kemudian menaikkan surat pada Kepala (2)&#8230;.setelah kepala kantor meneliti kontent konsep jawaban maka surat jawaban ditandatangani untuk kemudian diserahkan kembali pada TU (3) untuk diberi nomor, dicatat pada bagian surat keluar dan akhirnya surat jawaban itu dikirimkan kembali pada kantor B. Beberapa pertanyaan peserta yang terkait dengan mekanisme surat masuk dan keluar tadi akan saya uraikan sebagai berikut.</p>
<p><strong>1. Bagaimana dengan yang harus dilakukan Roni pada kasus diatas&#8230;.?!</strong> Jawabannya adalah walau Pak Budi merupakan tetangga satu RT, dan surat itu memang ditujukan buat Kepala Kantor yang kebetulan dijabatnya, Roni dalam hal ini tak boleh langsung memberikan surat itu pada Pak Budi. Mekanisme yang benar adalah Roni seharusnya memberikan surat itu pada Bagian Tata Usaha Kantor, untuk dicatat dahulu dalam bagian surat masuk baru kemudian diserahkan oleh TU pada Pak Budi.<br />
<strong>2. Apabila kepala kantor tidak ada di tempat</strong> sementara jawaban harus diberikan sesegera mungkin, bolehkah Bagian SD langsung menjawab surat pada kantor B dengan menandatangani langsung dengan embel-embel atas nama Kepala Kantor&#8230;?! Jawabannya adalah tidak boleh. Konsep tetap harus diberikan pada bagian TU, untuk selanjutnya TU akan menandatangankan konsep surat tersebut pada pejabat yang ditunjuk (PLT=pelaksana tugas harian)&#8230;. Ini yang saya tegaskan saat mendapat pertanyaan&#8230;”bolehkah seorang Kepala Bidang menandatangani surat keluat (ke instansi lain)&#8230;?!”  Tentu saja dengan alasan apapun jawabannya tidak&#8230;!! Memang kesannya adalah mempersingkat birokrasi&#8230;.tapi hal itu tidak tertib administrasi dan yang lebih fatal adalah tidak dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya mengingat segala kegiatan kantor harus sepengetahuan kepala kantor yang merupakan penanggung jawab seluruh kegiatan kantor tersebut&#8230;<br />
<strong>3. Jika Anda diminta mengirim surat yang bersifat mendesak </strong>untuk segera mendapat jawaban&#8230;sementara kebetulan itu sudah hari Jum’at siang hingga kantor sudah tutup dan baru Senin buka lagi&#8230;padahal Senin surat itu harus dibalas dengan isian form-form yang banyak&#8230;(sesuatu yang lumrah terjadi dalam kantor pemerintah) maka yang dilakukan adalah mendatangi rumah Kepala TU (kalau gak ada ya Kasi di Bagian TU) dan menyerahkan surat itu padanya&#8230;.selanjutnya Kepala TU lah yang akan mengurusi surat itu sampai selesai&#8230;.<br />
<strong>4. Bolehkan bagian TU membuka surat</strong> yang diperuntukkan bagi Kepala Kantor&#8230;.?! Jawabannya&#8230;.. tentu saja boleh karena itu memang tugasnya&#8230;.!! (Membaca dan meneliti terlebih dahulu isi surat sebelum disampaikan pada Kepala). Sehingga tidak ada lagi alasan surat balasan terlambat gara-gara para staf tak berani membuka surat saat Kepala Kantor tidak ada&#8230;.</p>
<p>Itu saja yang bisa saya sampaikan pada tulisan kali ini. Yang perlu digarisbawahi adalah Bagian Tata Usaha lah sebenarnya yang sangat berperan pada kegiatan perkantoran khususnya pada urusan administrasi. Sehingga dalam berbagai kesempatan saya selalu minta agar bagian TU diadakan&#8230;khususnya pada beberapa SD kecil yang biasanya tenaga adminsitrasi atau TU belum ada dan biasanya lebih sering diserahkan pada kepala sekolah&#8230;.sesuatu yang bagi saya akan menghambat kinerja Kepala Sekolah dalam memikirkan arah kemajuan sekolah&#8230;akibat terlalu sibuk ngurusi masalah administrasi&#8230;. Untuk itu, saran saya adalah walau secara struktural bagian TU itu tidak ada&#8230;.maka bentuklah dengan anggota beberapa guru (secara bergiliran kalau perlu)&#8230;minimal secara fungsional bagian TU tetep harus ada&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/412/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/412/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/412/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=412&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2009/05/22/mekanisme-surat-masuk-dan-keluar-dari-suatu-kantor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2009/05/slide11.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>