<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lutfi's Site</title>
	<atom:link href="http://paknewulan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paknewulan.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Kecil Seorang Widyaiswara</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 07:27:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='paknewulan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Lutfi's Site</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://paknewulan.wordpress.com/osd.xml" title="Lutfi&#039;s Site" />
	<atom:link rel='hub' href='http://paknewulan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menghilangkan Fikiran Negatif</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2011/12/24/menghilangkan-fikiran-negatif/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2011/12/24/menghilangkan-fikiran-negatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Dec 2011 06:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=580</guid>
		<description><![CDATA[Asmani (2009) menyebutkan bahwa negative thinking biasanya berupa pemikiran, perasaan, dan intuisi yang menyalahkan diri sendiri dan orang lain, yang bisa menurunkan semangat dan mengendurkan daya juang. Yang gawat adalah jika pola berfikir negatif itu telah menjadi jalan hidup. Artinya, &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2011/12/24/menghilangkan-fikiran-negatif/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=580&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Asmani (2009) menyebutkan bahwa<em> negative thinking</em> biasanya berupa pemikiran, perasaan, dan intuisi yang menyalahkan diri sendiri dan orang lain, yang bisa menurunkan semangat dan mengendurkan daya juang. Yang gawat adalah jika pola berfikir negatif itu telah menjadi jalan hidup. Artinya, kebiasaan <em>negatif thinking</em> itu telah dijalaninya selama bertahun-tahun hingga bahkan dianggapnya hal itu sebagai sesuatu yang normal. Dengan menjadikan sebagai jalan hidup, mereka beranggapan bahwa untuk memperbaiki keadaan mereka harus mampu mengubah dunia alih-alih mengubah cara berfikir mereka. Padahal alangkah sulitnya mengubah sesuatu (dunia and seisinya) yang sangat tergantung pada kondisi orang lain (bahkan ada yang mengatakan dunia itu gak pernah berubah. Yang berubah hanyalah cara pandang kita terhadap dunia&#8230;). Mereka lupa bahwa jauh lebih mudah mengubah diri sendiri daripada harus mengubah dunia&#8230;</p>
<p>Erbe Sentanu dalam Quantum Ikhlas menyebutkan bahwa ada dua zona yang terdapat dalam diri manusia, yakni zona nafsu dan zona ikhlas. Zona nafsu adalah wilayah hati yang dipenuhi berbagai keinginan yang terasa menyesakkan dada karena dipenuhi dengan energi rendah yang penuh dengan perasaan negatif seperti : cemas, takut, keluh kesah, dan amarah. Sedangkan zona ikhlas adalah zona yang penuh energi tinggi dan bersifat positif karena penuh dengan rasa syukur, sabar, fokus, tenang, dan happy. Ketika kita ikhlas kita akan merasa penuh tenaga. Sementara jika kita sedang penuh nafsu maka pastilah kita akan merasa kehabisan energi.</p>
<p>Bagaimana cara menghilangkan fikiran negatif&#8230;.?! Bapak Mario Teguh pernah mengatakan dengan mudahnya&#8230;.cara menghilangkan fikiran negatif tentu saja dengan tidak berfikir negatif alias mulai berfikir secara positif&#8230;!! Semudah itu&#8230;?! Ya&#8230;semudah itu&#8230; Hanya saja kadang kita tidak sadar bahwa kita sedang berfikir negatif karena demikian terbiasanya kita dengan fikiran seperti itu&#8230; Gak percaya&#8230;?! Berikut akan saya uraikan beberapa jenis berfikir negatif yang saya sendiri masih terkaget-kaget mendapati jenis fikiran saya masih ada beberapa yang termasuk dalam jenis fikiran negatif berikut ini&#8230;.<span id="more-580"></span></p>
<p><strong>1. POKIR HITAM PUTIH</strong><br />
Pola pikir ini mengacu bahwa sukses itu adalah 100% atau harus nomor satu. Kalau Anda tidak sukses sempurna, Anda adalah pecundang. Padahal dunia ini sangat luas untuk dimiliki oleh seorang nomor satu sendirian. Dia pastilah butuh teman untuk membantunya agar sukses atau minimal untuk menikmatinya bersama-sama (Bukankah berbagi yang paling nikmat adalah berbagi kebahagiaan&#8230;?!). Belum lagi anggapan bahwa seseorang yang pernah berbuat jahat ibarat sang penjahat dalam film-film. Padahal dalam dunia ini tidak ada penjahat sejati. Setiap orang pasti menginguinkan berbuat baik, minimal bagi anak atau orang tuanya. Kata-kata yang sering muncul pada tipe ini misalnya : “Baiklah sekarang giliran saya. Saya harus menunjukkan kepada betapa hebatnya saya” atau “Saya berasal dari kota kecil, sementara yang lain berasal dari kota besar. Bagaimana mungkin saya bisa bersaing dengan mereka&#8230;?!”</p>
<p><strong>2. POKIR KATASTROFIK</strong><br />
Ini adalah cara berfikir yg membesar-besarkan sebuah kejadian. “Ini momen yanjg paling memalukan dalam hidup saya” atau “Tidak pernah ada yg berani menghina saya seperti yang dia lakukan” Belum lagi bagaimana seorang ibu yang memaki-maki anak kecilnya waktu dia tanpa sengaja memecahkan gelas yang sedang dibawanya&#8230;.dengan kata-kata “bodoh” atau “croboh”&#8230; padahal harga gelas itu hanya seribu&#8230;tak sebanding dengan hancurnya mental si anak&#8230;.</p>
<p><strong>3. POKIR PESIMISTIK</strong><br />
Dengan cara berfikir pesimistik, seseorang hanya akan melihat segala sesuatu dari sisi negatif dan membayangkan yang terburuk saja. Akibatnya akan muncul kata-kata : “Saya sudah tahu saya tidak bisa. Buang waktu saja” atau “Selama ini saya tidak pernah punya teman baik. Apa yang membuat saya mengira saya bisa mendapatkannya sekarang ?!” Padahal selalu saja ada sisi baik dari sebuah kejadian yang terpahit sekalipun.</p>
<p><strong>4. SELF-FULFILLING PROPHECY</strong><br />
Pola pikir ini semacam kepercayaan diri bahwa sesuatu akan terwujud sesuai keinginan. Misalnya : “Saya tidak bisa melakukan aktivitas tanpa secangkir kopi di pagi hari” atau ”Kalau ndak merokok sehari saja kepala rasanya pusing” atau “Begitu mulai makan es krim, saya tidak akan bisa berhenti.” Padahal Anda bisa mengarahkan pola pikir jenis ini ke arah yang positif, semisal : “Segalanya akan berjalan lancar jika mulai saya kerjakan sekarang” atau “Saya pasti bisa mendapatkan pekerjaan ini”</p>
<p><strong>5. PERNYATAAN HARUS</strong><br />
Cara berfikir ini dikendalikan dengan seperangkat peraturan yang kaku. Maka akan lahirlah ucapan-ucapan : “Saya tidak boleh makan setelah pukul enam sore karena akan membuat saya gemuk” atau “Saya seharusnya lebih banyak berlatih. Kini kesempatannya sudah hilang” atau “Badan saya akan terasa enak jika saya sudah BAB di pagi hari&#8230;”</p>
<p><strong>6. POKIR INI BUKAN SALAH SAYA</strong><br />
Cara berfikir ini sama halnya dengan mengalihkan tanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Kata-kata yang biasanya terucap antara lain :“Kalau bukan karena dia, saya pasti dipilih untuk posisi itu” atau “Kalau saja saya punya waktu, saya pasti akan berhasil”</p>
<p><strong>7. MENERKA PIKIRAN ORANG</strong><br />
Ini sama dengan mengasumsikan orang berfikir buruk terhadap kita. Misalnya: “Tidak ada orang yang tertarik dengan pembicaraan saya” atau “Lihat, mereka semua merendahkan saya” atau “Tidak ada yang suka dengan wanita yang bertubuh kecil dan tidak seksi seperti saya”</p>
<p><strong>8. DISCOUNTING</strong><br />
Ini adalah cara berfikir yang berdasar pada prinsip tidak bisa menerima feedback posiitif. Sebagai misal : “Dia pikir dia siapa, koq berani menasihati saya” atau ”Saya tahu dia hanya pura-pura memberi masukan padahal tujuannya mau menjatuhkan saya”</p>
<p><strong>9. POKIR PERBANDINGAN.</strong><br />
Artinya, pola pikir yang selalu membandingkan diri dengan orang lain. “Ya kalau Anda sih pasti bisa wong orang tua Anda kaya raya” atau Apa pun yang saya lakukan, dia pasti selalu selangkah lebih maju dibanding saya.”</p>
<p>Demikian beberapa hal yang saya tuliskan dari bukunya John Williams yang judul terjemahannya Dahsyatnya Terapi Bicara atau Positif Self Talk Therapy&#8230;moga-moga suka&#8230;. Kapan-kapan tak sambung lagi dengan yang lain&#8230; Kali ini janji deh&#8230;.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/580/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/580/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=580&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2011/12/24/menghilangkan-fikiran-negatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Indikator Kompetensi Mengajar Widyaiswara</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2011/06/14/indikator-kompetensi-mengajar-widyaiswara/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2011/06/14/indikator-kompetensi-mengajar-widyaiswara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Jun 2011 13:14:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kediklatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=571</guid>
		<description><![CDATA[Bulan April kemaren saya sempet ikut Diklat AKD (Analisis Kebiutuhan Diklat) di LAN-Bandung. Banyak temen yang protes dengan keikutsertaan saya pada diklat tersebut, termasuk sang koordinator WI: Bapak Sigit Marhen. Bukan apa-apa, saya sudah dianggap mampu dalam materi AKD. Sudah &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2011/06/14/indikator-kompetensi-mengajar-widyaiswara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=571&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bulan April kemaren saya sempet ikut Diklat AKD (Analisis Kebiutuhan Diklat) di LAN-Bandung. Banyak temen yang protes dengan keikutsertaan saya pada diklat tersebut, termasuk sang koordinator WI: Bapak Sigit Marhen. Bukan apa-apa, saya sudah dianggap mampu dalam materi AKD. Sudah sering melakukan AKD di instansi Provinsi Jawa Tengah dan bahkan sudah beberapa kali ngajar materi tersebut. Dengan kata lain, keberadaan saya dalam diklat dianggap menyalahi prinsip diklat itu sendiri yang pada dasarnya berupaya untuk menutupi diskrepansi (kesenjangan) kompetensi.</p>
<p>Sebenarnya sih saya juga tahu bahwa saya sudah tidak masanya lagi ikut Diklat AKD dan seharusnya sudah mulai menulis buku atau karya tulis lainnya yang terkait dengan AKD. Bahkan saya sendiri juga heran kenapa manajemen koq menugaskan saya untuk ikut diklat AKD, walau kemudian diketahui bahwa saya pada awal tahun tercatat mendaftarkan diri untuk ikut diklat tersebut. Nggak tau kenapa saya waktu itu ikut ngisi edaran diklat&#8230;yah&#8230;mungkin waktu itu pikiran saya pengen ikut diklat guna melengkapi kurikulum vitae saya yang sebagai salah satu praktisi dan pengajar AKD tanpa pernah ikut Diklat AKD. Siapa tahu saat proses sertifikasi WI di 2014, kompetensi saya sebagai ‘pakar’ AKD dipertanyakan&#8230;. walau alasan persisnya juga lupa berat lah&#8230;.he&#8230;he&#8230;he&#8230;</p>
<p>Yang jelas prinsip yang saya pegang selama mengikuti diklat itu enjoy saja&#8230;.gak usah pengen nuntut macem-macem, semisal dapat ilmu hebat lah, dapet ranking lah&#8230;pokoke melu gitu saja. Sekalian ikut menikmati suasana kota Bandung yang abidin he..he&#8230;he&#8230; Apalagi kata temen-temen, LAN-Bandung punya trade mark yang menarik yakni Diklat ples wisata kuliner diseputar Bandung&#8230;. wuiih&#8230;.bayangkan aja udah ngiler&#8230; Yah minimal dapet refreshingnya gitu&#8230;.walau kemudian saya malah dapat bonus karena malah disana saya berhasil menyusun standar kompetensi mengajar seorang WI&#8230;Bukan kerja individual sih, saya susun bersama temen-temen satu kelompok kecil, tapi khan malah bagus to&#8230;?! Penasaran&#8230;.?! (moga-moga lah masih suka ngunjungi blog ini walau sudah kurang populer ples sayanya yang lama banget gak pernah ngisi&#8230;.)<span id="more-571"></span></p>
<p>Dari hasil diskusi ketemu dua standar kompetensi mengajar seorang Widyaiswara. Pertama,<strong> WI harus menguasai metode pengajaran yang efektif</strong>. Efektif disini tentu saja mengacu pada prinsip komunikasi yang efektif dimana pesan yang diterima = pesan yang dikirim. Prinsip ini penting karena seorang WI harus mampu menyampaikan materi secara tepat pada peserta. Kedua, <strong>WI harus menguasai teknik pengajaran yang interaktif</strong>. Interaktif disini kami terjemahkan secara bebas dengan bahasa yang lebih keren daripada sekedar teknik pengajaran yang menarik, walau tujuannya untuk itu. Dua kompetensi itu penting dimiliki seorang WI dalam mengajar dengan alasan jangan sampai tujuan pengajaran tidak tercapai. Yang pertama bukan karena WI tidak menguasai materi tetapi hanyalah gara-gara pesertanya ngantuk akibat gaya WI yang tidak menarik. Di sisi lain, jangan pula WI terlalu menarik sehingga terkesan ngartis banget alias begitu menghibur peserta sementara konten materi kedodoran.</p>
<p>Dari dua kompetensi tersebut kemudian disusun suatu indikator kompetensi mengajar Widyaiswara. Ada 4 indikator yang harus dipenuhi seorang WI yang memiliki kompetensi mengajar “menguasai metode pengajaran yang efektif” antara lain :</p>
<p><strong>1. Materi yang disampaikan harus sesuai dengan tujuan pembelajaran</strong>. Dalam hal ini peserta boleh dibuka wawasannya kemana-mana hanya saja TPU dan TPK harus tetap disampaikan.</p>
<p><strong>2. Penggunaan Bahasa yang mudah dimengerti peserta</strong>. Penggunaan Bahasa Inggris ples bahasa intelek lainnya memang akan bikin WI terlihat keren dimata peserta. Hanya saja hal itu akan mubazir jika diberikan semisal pada peserta prajabatan golongan I dan II yang notabene pendidikannya relatif rendah.</p>
<p><strong>3. Peserta memahami materi yang disampaikan</strong>. Tentu saja bukan dengan sebuah pertanyaan retorik semisal “Apakah Anda pahaamm&#8230;?!” karena pasti jawabannya dengan kompak pastilah akan bilang “ppaaahhaaaammmm&#8230;..!” akibat malu dikatain gak <em>mudhengan</em> sama WI-nya. Evaluasi-evaluasi lisan terkait pengertian materi selama proses maupun di akhir sesi pembelajaran, rasanya lebih tepat dilakukan guna mengukur pemahaman peserta terhadap materi</p>
<p><strong>4. Peserta mampu menyelesaikan tugas yang diberikan</strong>. Apalagi jika materi yang diberikan mengandung banyak muatan praktik maka peserta harus lebih sering diajak mencoba dan mengerjakan daripada diberi teori yang berbusa-busa.</p>
<p>Ada 5 indikator yang harus dipenuhi seorang WI yang memiliki kompetensi mengajar “menguasai teknik pengajaran yang interaktif” antara lain :</p>
<p><strong>1. WI memakai metode pembelajaran yang bervariasi</strong>. Ceramah yang terlalu lama akan bikin peserta bosan. Dalam Diklat Prajabatan biasanya WI selalu memvariasinya dengan metode diskusi hingga kadang tiada hari tanpa diskusi. Mungkin metode lain juga perlu dicobakan semisal simulasi,<em> brain storming</em>, bermain peran, debat, praktik&#8230;</p>
<p><strong>2. Peserta aktif dalam proses pembelajaran</strong>. Hal itu salah satunya bisa dilihat dari aktifnya peserta bertanya kepada WI. Juga dari antusiasnya peserta dalam melakukan diskusi dan presentasi. Prinsipnya adalah proses pembelajaran yang “<em>learner centred</em>” dan tidak sekedar “<em>trained centred</em>”</p>
<p><strong>3. Pemakaian media pembelajaran yang menarik</strong>. Yang jelas WI kudu menguasai teknik pembuatan slide presentasi yang menarik, baik dari segi tampilan, kombinasi warna, maupun background yang memikat. Perlu dipertimbangkan juga media pembelajaran lain diluar basis komputer dan power point semata. Ini penting untuk mengantisipasi jika listrik tiba-tiba mati atau trouble pada peralatan yang dibawa&#8230;</p>
<p><strong>4. Pemakaian Ice Breaking yang efektif</strong>. Kalau bisa sih berupa cerita, game yang selaras dengan tema materi dan tidak sekedar nyanyi-nyanyi gak jelas yang biasanya menjadi andalan para WI. Mungkin kita harus ingat bahwa pelajarannya bukanlah pelajaran seni suara hingga nyanyinya jangan berlebih&#8230;</p>
<p><strong>5. Menguasai Teknik Komunikasi yang menarik</strong>. Prinsipnya adalah kata-kata hanyalah 7%, nada suara 38%, sedangkan 55% adalah body languange&#8230;</p>
<p><span style="color:#000000;">Dari indikator kompetensi tersebut, kemudian kita susun menjadi sebuah kuesioner dengan menambahkan skala mulai dari: ‘sangat bagus’, ‘bagus’, ‘cukup’, ‘kurang’ dan ‘tidak bagus’. Iseng-iseng kami sekelompok menjadikan para pengajar Diklat AKD sebagai objek isian. Sebuah ide yang langsung ditolak Pak Rahmat&#8230;tapi langsung tersipu-sipu gembira saat mengetahui hasil isian menunjukkan bahwa beliaulah pengajar terbaik di kelas kami&#8230;. Bagaimana Pak Rahmat&#8230;.? Kayaknya pada diklat kali ini, Bapak memang terlihat tampil lebih prima daripada saat bertemu pertama kali pada Diklat Desain Diklat yang diselenggarakan di Pusdiklat Pos Bandung pada tahun 2006 lalu. God Job Mr. Anda memang tampil beda kali ini&#8230;.</span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/571/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/571/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=571&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2011/06/14/indikator-kompetensi-mengajar-widyaiswara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbicara tentang Evaluasi Kinerja Widyaiswara</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/12/31/berbicara-tentang-evaluasi-kinerja-widyaiswara/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/12/31/berbicara-tentang-evaluasi-kinerja-widyaiswara/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 07:49:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=567</guid>
		<description><![CDATA[Hari Kamis kemaren, sebelum beberapa Widyaiswara mulai ngambil cuti tahunan (termasuk aku), terlihat ada diskusi panas di ruang WI. Aku sendiri sebenarnya kurang tertarik dengan gegeran-gegeran yang gak perlu. Apalagi biang-biang gegeran diantara WI kayaknya sementara harus ‘lerem’ dulu. Soalnya &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/12/31/berbicara-tentang-evaluasi-kinerja-widyaiswara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=567&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Kamis kemaren, sebelum beberapa Widyaiswara mulai ngambil cuti tahunan (termasuk aku), terlihat ada diskusi panas di ruang WI. Aku sendiri sebenarnya kurang tertarik dengan <em>gegeran-gegeran </em>yang gak perlu. Apalagi biang-biang <em>gegeran</em> diantara WI kayaknya sementara harus <em>‘lerem’</em> dulu. Soalnya tanggalannya juga sudah menunjukkan hampir tutup tahun hingga kegiatan mengajar yang biasanya jadi sumber ribut-ribut sudah habis JP-nya. Sementara masalah ruwetnya penghitungan angka kredit akibat peraturan yang multitafsir, untuk sementara juga dilakukan gencatan senjata mengingat minggu-minggu ini semua berkas sudah masuk tim penilai hingga untuk sementara gak ada lagi yang perlu diributin. Tapi dari situ akunya jadi tertarik untuk mengetahui&#8230;ada apa gerangan koq ada gegeran-gegeran&#8230;emang ada topik <em>gegeran</em> baru apaan ini&#8230;?!</p>
<p> Ternyata sumber masalah adalah selembar undangan dari Bidang Bangdalmudik (Pengembangan Pengendalian Mutu Diklat) yang isinya tentang acara mendengarkan hasil evaluasi kinerja Widyaiswara yang akan disampaikan oleh UNES Semarang. Naaa&#8230; seperti layaknya orang yang gak suka dikritik, tentu saja hal itu bikin geger. Apalagi yang diundang alias dievaluasi tidak seluruhnya dan hanyalah 15 orang WI saja. Tentu saja hal itu menimbulkan pertanyaan besar tentang WI yang diundang itu. Kira-kira yang diundang itu khusus yang dicurigai cara mengajarnya jelek alias sedang dalam pengawasan atau gimana&#8230;?! Lalu metode evaluasinya bagaimana koq tidak didiskusikan dahulu dengan WI. Soalnya beberapa WI yang diundang khawatir metode evaluasinya salah hingga hasil evaluasinya pun jadi salah. Dan yang lebih mengkhawatirkan adalah adanya sangsi bagi WI yang hasil evaluasi kinerjanya buruk. Kalau sekedar dibina dahulu dengan konsekuensi jam mengajarnya dikurangi sih masih mending&#8230;yang lebih ditakutkan adalah kalau sampai di <em>’grounded’ </em>alias diberhentikan sementara sebagai WI. Naa&#8230; itu yang pantas dibikin <em>gegeran</em>&#8230;<span id="more-567"></span></p>
<p> Walaupun ikut mendapat undangan alias diduga dicurigai sebagai WI yang kurang berkualitas, saya sendiri tenang-tenang saja menghadapi acara evaluasi seperti itu. Bukan apa-apa karena evaluasi seperti itu sudah beberapa kali dilakukan dengan hasil yang belum memuaskan alias belum mampu menggambarkan secara utuh tentang kinerja widyaiswara sebenarnya. Belum lagi sang <em>asessor</em> adalah para dosen Unes yang notabene ahli Pedagogy daripada Andragogy. Jadi wajar dong jika beberapa WI sudah menyiapkan serangan balik guna menghadapi hasil yang pasti akan bias tersebut. Kitanya sendiri pernah diajar sama para dosen, baik dosen Unes maupun Undip, waktu ikut Diklat KTI (Karya Tulis Ilmiah). Dan kalau kita evaluasi, para dosen itu memang secara substansi sangat menguasai materi yang diberikan. Hanya saja, kami para peserta harus berjuang mati-matian untuk mengatasi rasa bosen, jenuh, ngantuk ples bete akibat cara penyajian yang monoton alias terlalu banyak ceramahnya. Jadi kalau mereka kemudian hendak mengevaluasi cara mengajar WI&#8230;kayaknya gak terlalu banyak yang diharapkan deh.</p>
<p> Sebenarnya saya sendiri, sebagai WI yang pengennya memiliki spesialisasi bidang kediklatan dan kewidyaiswaraan, ingin mencari format yang paling tepat tetang evaluasi WI. Evaluasi Tenaga Pengajar yang selama ini dilakukan oleh peserta diklat terbukti kurang tepat. Pak Entang, salah seorang WI Naker senior, pernah menyatakan bahwa evaluasi widyaiswara sebaiknya dilakukan oleh seorang ahli atau seorang WI senior dan bukan oleh peserta diklat yang notabene merupakan <em>assessor</em> amatir. Bagaimana tidak, para peserta itu pasti akan menilai baik pada WI yang mengajarnya banyak game dan nyanyi-nyanyi-nya. Tak heran dalam setiap hasil evaluasi tenaga pengajar, urutan nilai tertinggi pasti urutannya tidak beda jauh dari WI Dinamika Kelompok, Team Building, dan Komunikasi. Sesuatu yang lumrah karena mata pelajarannya memang bersifat seneng-seneng untuk mencairkan suasana kelas dan belum menggambarkan tantangan sesungguhnya dari seorang WI. Bagi saya sendiri, tantangan sesungguhnya adalah mengajarkan secara menarik materi-materi &#8216;berat&#8217; semisal Sistem Pemerintahan NKRI, Manajemen Perkantoran Modern, Pelayanan Prima, Pemberantasan Korupsi, Etika Pemerintahan, Waskebang, dan Good Governance.     </p>
<p> Pihak manajemen bukannya tidak menyadari itu hingga pernah melakukan evaluasi kinerja WI melalui kegiatan mikro teaching dengan penilai dari WI senior. Sebuah kegiatan yang bikin protes lagi. Yang pertama, kapasitas penilai apakah sudah bener-bener baik cara ngajarnya mengingat mereka sendiri belum pernah di-uji juga. Belum lagi waktu simulasi mikro teaching yang hanya sekitar 30-45 menit jelas berbeda dengan suasana mengajar selama 12 JP yang notabene akan membutuhkan banyak tenaga ekstra bagi WI untuk selalu membuat suasana kelas yang dinamis. Ketiga, menurut Mr. Siswoyo, mikro teaching pastilah akan berkonsentrasi pada penguasaan materi oleh seorang WI sementara jika mengajar langsung akan lebih menitikberatkan pada manajemen kelas agar selalu dinamis. Dan tentu saja hal tersebut tidak bisa dibandingkan satu sama lain. Sedang saya sendiri melihat bahwa kegiatan mikro teaching itu pastilah membawa beban atau stress bagi WI yang diuji sehingga pastilah akan mempengaruhi penampilan Wi secara utuh. Apalagi bagi orang-orang seperti saya yang lebih merupakan pemain panggung alias butuh adrenalin nyata dari para pendengar untuk mengerek penampilan saat mengajar, utamanya jika di kelas banyak yang bertanya atau sekedar banyak pemandangan nan seger-seger he&#8230;he&#8230;he&#8230;.</p>
<p> Metode evaluasi tenaga pengajar kemudian dicoba dikoreksi dengan melihat hasil nlai ujian seperti yang dilakukan Bidang Diklat Kepemimpinan untuk mengetahui apakah WI selama mengajar diklat prajabatan sudah menyampaikan materi dengan baik atau hanya sekedar ’<em>glowehan</em>’, main game sana-sini, atau sekedar nyanyi-nyanyi bersama walau pelajarannya bukan seni suara. Sebuah metode yang cukup bagus sih karena Wi memang dalam hal ini dituntut tidak hanya menyampaikan materi secara menarik saja tetapi juga agar inti materi dapat tersampaiakn oleh peserta. Walaupun demikian, bagi saya masalah nilai ujian yang jelek tidaklah semata-mata disebabkan oleh WI yang tidak becus mengajar. Mungkin saja karena pesertanya sendiri yang males-malesan belajar. Dan rasanya agak susah juga menguasai seluruh modul prajabatan dari LAN yang tebel-tebel itu dalam waktu yang singkat. Disamping itu, soal ujian juga masih berbentuk multiple choice alias masih terkonsentrasi pada peningkatan pengetahuan peserta saja. Sementara aspek ketrampilan dan sikap peserta belum terpantau dengan baik. Padahal banyak WI yang lebih suka memberikan motivasi bagi tunas-tunas muda PNS itu daripada sekedar menyampaikan pengetahuan yang bisa dibaca sendiri oleh peserta dari modul diklat. Efek negatif lainnya adalah adanya ketakutan dari beberapa WI saat memberikan materi hingga berupaya menyampaikan seluruh materi sampai habis. Akibatnya, pembelajaran kembali terlalu banyak ceramah hingga membosankan.</p>
<p> Kembali ke acara evaluasi kinerja WI, ternyata metode yang dilakukan Bangdalmudik adalah dengan membuat rekaman Wi saat mengajar. Hanya saja berhubung keterbatasan biaya acara perekaman tersebut tidak dapat dilakukan secara utuh selama WI yang bersangkutan mengajar. Walau demikian, mereka berusaha merekam kegiatan belajar mengajar itu dalam beberapa sekuens, mulai dari saat membuka sebuah pertemuan, penutup, juga saat-saat jam kritis semisal sesudah makan siang atau setelah istirahat jam 3 sore. Setelah itu, WI yang direkam tersebut diminta mengumpulkan GBPP dan SAP untuk melihat rencana pengajaran WI yang bersangkutan. Terakhir, seluruh data tersebut kemudian diserahkan pihak Unes untuk dianalisis. Tentu saja dengan data yang serba terbatas tersebut Unes pastilah akan kesulitan menganalisis data yang tidak lengkap. Buktinya, hasil analisis tentang kinerja WI yang disajikan menjadi bias. WI yang mengampu Dinamika Kelompok dan Team Building lagi-lagi yang menuai pujian. Belum lagi ada WI yang diprotes disana-sini dan bahkan ditolak dibeberapa daerah malah mendapat pujian dari Unes. Jadi mau bagaimana lagi&#8230;. proyek&#8230;. oh&#8230; proyek&#8230;.</p>
<p> Lalu bagaimana metode evaluasi WI yang paling tepat&#8230;?! Jawabannya pastilah jika seorang WI saat mengajar bener-bener diawasi secara utuh (dari opening sampai closing) oleh WI senior yang ahli dalam metode pembelajaran orang dewasa. Pasti hasilnya akan valid dan memuaskan. Hanya saja kesulitannya adalah kriteria WI yang ahli itu menjadi perdebatan seru mengingat banyak WI yang mengaku-ngaku ahli walau cara mengajarnya pun jika dinilai masih so&#8230;so&#8230; Problem kedua, biayanya pun cukup mahal karena manajemen tentu saja harus membiayai proses pengamatan itu minimal seharga WI yang sedang mengajar. Kalau tidak, mana mau seorang WI senior capek-capek <em>’nunggoki</em>’ WI lain yang sedang mengajar tanpa dibayar. Wong aku saja kalau disuruh <em>sit in  </em>rasanya males banget&#8230;.</p>
<p>Jadi untuk sementara evaluasi yang dilakukan cukuplah dilakukan oleh WI itu sendiri. Artinya setelah selesai mengajar, seorang WI sebaiknya mengingat-ingat lagi apa yang sudah terjadi di dalam kelas&#8230;.Mulai hal-hal apa yang membikin peserta bosan, hal-hal apa yang bikin peserta ngantuk, susah dimengerti sekaligus mencari upaya agar saat mengajar materi yang sama besok-besoknya bisa lebih baik lagi&#8230;.Tapi ya&#8230;agak susah juga&#8230;. Soalnya habis ngajar itu capek banget, baik fisik karena harus banyak-banyak berdiri dari pagi sampai sore&#8230;maupun psikis karena WI bete juga jika lihat pesertanya ngantuk atau malah ngrumpi sendiri nggak ndengerin&#8230;.capek nahan marahnya itu lo Bang&#8230;.Jadi, habis ngajar memang enak nonton TV&#8230;ditemani segelas es teh besar&#8230; leyeh-leyeh&#8230;syokor-syokor istri tercinta mau mijitin kaki yang lemes&#8230;.pastilah mau kalau amplopnya segera kita kasih ke dia tanpa disunat&#8230;lalu <em>liyer-liyer</em>&#8230; dan boboklah&#8230;.!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/567/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/567/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=567&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/12/31/berbicara-tentang-evaluasi-kinerja-widyaiswara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat dari Sang Pencerah</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/09/20/nasehat-dari-sang-pencerah/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/09/20/nasehat-dari-sang-pencerah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Sep 2010 05:31:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=559</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu film yang saya nantikan untuk ditonton adalah Sang Pencerah salah satu karya Hanung Bramantyo yang menceritakan tentang Kyai Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah. Hanya saja, ternyata keinginan saya itu harus tertunda akibat jadwal tayangnya adalah tepat tanggal 8 &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/09/20/nasehat-dari-sang-pencerah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=559&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/09/2010-september-sang-pencerah.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-563" title="2010-September-Sang-Pencerah" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/09/2010-september-sang-pencerah.jpg?w=500&#038;h=477" alt="" width="500" height="477" /></a></p>
<p>Salah satu film yang saya nantikan untuk ditonton adalah Sang Pencerah salah satu karya Hanung Bramantyo yang menceritakan tentang Kyai Ahmad Dahlan sang pendiri Muhammadiyah. Hanya saja, ternyata keinginan saya itu harus tertunda akibat jadwal tayangnya adalah tepat tanggal 8 September atau tepat hari terakhir kita masuk kerja hingga terpaksa harus tak tinggal <em>mudek</em> dulu lah ke Yogya. Begitu pulang dari Yogya, buru-buru aku ke Simpang 5 buat ngewujudin niatku itu&#8230;.hanya saja ternyata yang punya keinginan seperti aku ternyata banyak hingga karcis pun sempet kehabisan and terpaksa harus pulang dengan tangan hampa. Baru hari Jum’at kemaren lah keinginku kesampaian buat nonton tuh film&#8230;yang ternyata cukup bagus, baik dari segi cerita maupun setting Kota Yogya di awal abad XX&#8230;. dan yang lebih penting, banyak mengandung nasihat bagi pendalaman pemahaman kita tentang agama Islam&#8230;.</p>
<p>Emm sebelum tak ceritaian sedikit nasehat yang bisa kita petik dari Biopik tokoh besar Indonesia itu, ada sedikit pemandangan yang tidak biasa, saat akunya (dan mungkin Anda juga yang kebetulan ikut-ikutan&#8230;) ngantri karcis buat nonton film ini. Kelihatan banyak wajah-wajah yang gak biasa nonton bioskop yang saya temui. Mungkin gara-gara tema filmnya tentang sang tokoh Muhammadiyah&#8230;bahkan yang duduk di dekat saya kelihatan wajah seorang haji yang tak lupa membawa anak-anaknya yang masih kecil (kayaknya baru di sekolah dasar deh&#8230;.dan tentunya kelihatan seneng banget karena mungkin itulah pertama kali mereka nonton film di bioskop).Juga kelihatan tampang-tampang kyai yang  asyik ngantri paling depan pintu (koq dadak pengen paling duluan masuk khan tempat duduknya ada nomornya Pak Kyai&#8230;). Ada juga nenek-nenek berjilbab yang membawa anaknya yang lebih mirip ibu-ibu pengajian. Yang kayak remaja-remaja mesjid juga banyak tuh&#8230;.Lucu juga ngeliatnya&#8230;.he&#8230;he&#8230;he&#8230;.(adek saya malah bilang suasananya mirip arisane wong-wong pondokan).<span id="more-559"></span></p>
<p>Nasihat yang paling berkesan adalah jawaban Pak Dahlan terhadap pertanyaan muridnya yakni saat menanyakan apa arti agama itu&#8230;.dan dengan bijak Pak Dahlan yang diperankan oleh Lukman Sardi itu menjawab dengan cara memainkan biola (dasar anake Idris Sardi lu&#8230;) sembari bertanya apa yang dirasakan para murid saat mendengarkan biola yang dimainkannya. Jawabnya tentu saja indah, nyaman, menyenangkan&#8230;dan itulah arti agama bagi manusia yang ibarat musik nan mengalun. Jika kita bisa mengerti dan mendalami agama dengan benar maka perasaan damai, senang, gembira, optimis akan dirasakannya&#8230;Lalu Pak Dahlan kemudian meminta salah seorang murid untuk memainkannya&#8230;.dan karena gak bisa maka yang keluar suaranya falas dan nyaring memekakkan telinga&#8230;Dan mugkin itulah agama jika tidak dipelajari dengan benar&#8230;.tidak saja menyiksa diri sendiri tetapi juga akan menyakiti orang lain&#8230; (Aku jadi ingat Ustad Supandi (?) saat Halal Bihalal kemaren tentang indikator khusuknya Sholat seseorang&#8230;Bukan diukur dari konsentrasi yang penuh, atau hafal arti ayat-ayatnya&#8230;. tapi sholat seseorang dikatakan khusuk  jika sholat itu mengkontrol sikap perbuatan seseorang sehari-hari untuk selalu baik&#8230; )</p>
<p>Nasihat lain bisa kita lihat saat Ahmad Dahlan mengajar di sekolah Belanda dan waktu mengucapkan salam, bukannya mendapat balasan salam tetapi malah mendapat jawaban dari salah seorang murid berupa kentut yang keras. Alih-alih marah, Pak Dahlan malah dengan bijak meminta murid tersebut mengucapkan hamdalah sebagai rasa syukur pada Sang Pencipta telah diberi kenikmatan untuk buang gas karena kalau tidak bisa kentut, hal itu akan menjadi penyakit. Ahmad Dahlan kemudian dalam berbagai kesempatan meminta murid-muridnya untuk tidak membalas saat dihina orang lain, dimaki-maki orang lain, disakiti orang lain. Dan memang itulah yang harus dilakukan orang Islam guna menunjukkan sikap takwanya.</p>
<p>Ada 3 ciri seorang muslim yang bertaqwa yang saya baca dari bukunya Agus Mustofa (Membonsai Islam) yaitu : pertama, orang yang suka bersedekah; kedua, orang yang dapat mengendalikan amarahnya;  dan ketiga suka memaafkan orang lain. Tiga hal inilah yang mungkin hendak disampaikan kepada Ahmad Dahlan pada murid-muridnya agar mereka menjadi umat Islam yang bertaqwa dalam arti mampu mengontrol diri terutama kontrol terhadap kemarahan. Bukan berarti ia tidak bisa marah, tetapi sangat sulit marah. Lebih jauh ia adalah orang yang pemaaf karena ia tahu, tidak ada orang yang tidak pernah salah. Dengan kata lain orang Islam diharapkan menjadi sosok yang tidak gampang marah, tidak punya dendam, jauh dari rasa benci, iri, dan  dengki.Bahkan merupakan orang yang pemaaf.</p>
<p>Dalam suatu kesempatan murid-muridnya menanyai Pak Dahlan saat berkali-kali diminta mengulang membaca surat Al Maun saja tanpa pernah membaca surat yang lain. Lagi-lagi dengan bijak Ahmad Dahlan bertanya apakah murid-muridnya tahu arti surat Al Maun&#8230;.dan ternyata sebagian besar tidak tahu. Dari sinilah Ahmad Dahlan mencoba mengajak murid-muridnya mendalami arti dari setiap ayat yang dibaca dan kalau bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dalam hal ini Al Maun bercerita tentang fakir miskin dan anak yatim hingga kemudian bertanya apakah murid-muridnya sudah sering manyantuni fakir miskin dan anak yatim. Hal inilah juga yang disoroti Agus Mustofa sebgai faktor pertama yang menyebabkan kemunduran umat Islam di Indonesia yakni karena meninggalkan Al Qur’an dalam kesehariannya. Al Qur’an tidak lagi dijadikan sebagai sumber petunjuk melainkan hanya sebagai bahan bacaan tanpa pernah merenungkan isinya. Kadang sekedar dilagukan dengan indah atau dijadikan sekedar perlombaan  khatam membaca Al Qur’an&#8230;.</p>
<p>Pertentangan yang terjadi antara Ahmad Dahlan dengan para pengurus Masjid Besar Kauman Yogya seolah-olah menyindir umat manusia jaman sekarang yang lebih suka berlindung dibalik jabatannya daripada kebenaran sejati yang datangnya dari Tuhan. Walau Ahmad Dahlan banyak mengajarkan prinsip-prinsip kebenaran tetapi karena gengsi atau ego maka prinsip lebih baik sombong tetapi salah lebih dikedepankan daripada lebih baik benar tapi malu.</p>
<p>Hal lain yang diungkap dalam film ini adalah kenyataan bahwa Muhammadiyah yang berarti umat Muhammad itu bukanlah sebuah aliran agama tetapi hanyalah perkumpulan organisasi milik orang Islam dengan tujuan memajukan masyarakat di bidang pendidikan dan kesehatan. Sehingga jika Muhammadiyah itu dikait-kaitkan dengan aliran Islam (selain NU) adalah pandangan yang salah.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/559/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/559/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=559&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/09/20/nasehat-dari-sang-pencerah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/09/2010-september-sang-pencerah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2010-September-Sang-Pencerah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teman Sejati Tak akan Pernah Mati</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/teman-sejati-tak-akan-pernah-mati/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/teman-sejati-tak-akan-pernah-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 05:10:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=551</guid>
		<description><![CDATA[Dari sebuah postingan di facebook milik temen dia menulis&#8230; “It is easier to forgive an enemy than to forgive a friend” (William Blake) (Really&#8230;?!) Lalu muncul jawaban-jawaban dari temen-temennya diantaranya sebagai berikut&#8230; “Because an enemy will do You wrong for &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/teman-sejati-tak-akan-pernah-mati/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=551&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari sebuah postingan di facebook milik temen dia menulis&#8230;<br />
<em><strong>“It is easier to forgive an enemy than to forgive a friend” (William Blake) (Really&#8230;?!)</strong></em><br />
Lalu muncul jawaban-jawaban dari temen-temennya diantaranya sebagai berikut&#8230;<br />
<em><strong>“Because an enemy will do You wrong for sure, but friend supposed to do You right. But doin the right ain’t always easy”</strong></em> Lalu saya lihat lagi jawaban sang temen yang kayaknya lagi bertengkar dengan temennya itu&#8230;<br />
<strong><em>“Thanks pencerahannya guys&#8230;.Teman sejati adalah yang bersamanya mampu melewati segala cobaan yang datang both internal dan eksternal, dibuktikan dalam hitungan waktu yang tidak sesaat dan mungkin dalam hidupmu hanya akan kautemui sedikit saja or even no one&#8230;.”</em></strong><br />
Sebuah ungkapan yang seolah-olah menyebutkan bahwa di dunia ini sangat sulit untuk mendapatkan temen sejati atau bahkan tidak pernah ada yang namanya temen sejati itu&#8230;.?! Setujukah Anda dengan pertanyaan tersebut&#8230;.?!</p>
<p><a href="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/08/100726_134042.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-555" title="Orsay" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/08/100726_134042.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Mungkin banyak yang setuju dengan pertanyaan itu. Apalagi rasanya dikhianati temen baik kita rasanya pasti lebih sangat sakit daripada disakiti oleh temen jauh atau bahkan musuh kita yang memang jelas-jelas sangat menginginkan kita jatuh. Tapi bagi banyak orang yang memiliki sahabat-sahabat terbaik dalam hidupnya&#8230;.kalimat tidak pernah ada sahabat sejati itu pasti tidak mereka setujui. Saya sendiri sih setuju dengan pendapat bahwa temen sejati itu susah dicari&#8230;hanya saja memang tidak ada sahabat yang sempurna. Bukan hanya roker, sahabat pun juga manusia yang tak luput dari kesalahan. Bahkan saya pun setuju jika <em>friend supposed to do You right</em>&#8230;hanya kadang caranya tidak kita sukai. Jadi yang namanya membimbing kita ke arah kebaikan itu kadang ada sahabat yang tega membuat Anda sakit hati&#8230;artinya, asal akhirnya Anda menjadi orang baik pun seorang sahabat rela menanggung akibatnya&#8230;termasuk kehilangan sahabat terbaik sekalipun&#8230;.</p>
<p>Ingat saran itu jamu yang rasanya pahit tetapi menyehatkan. Hampir semua orang tidak suka jamu, mereka hanya terpaksa meminumnya agar tetap sehat. Tapi jangan sampai hanya gara-gara terpaksa harus minum jamu, Anda jadi benci sama penjualnya. Dan itulah yang kadang banyak dilakukan orang saat terpaksa harus  meminum jamu atau terpaksa harus menerima kritik&#8230;yakni membenci sang pengkritik&#8230;!! Walau sebenarnya kritik yang diberikan jika dirasakan benar juga&#8230;. Dan bagaimana jika sang pengkritik itu temen baik Anda&#8230;.?! Apakah Anda harus rela kehilangan seorang temen baik yang susah dicari hanya gara-gara dia memberikan kritik atas perilaku atau hasil pekerjaan Anda&#8230;.?!<span id="more-551"></span></p>
<p>Mengapa kita memutuskan untuk mengangkat (menjadikan&#8230;?!) seseorang menjadi temen kita&#8230;?! Yang jelas ada sifat-sifat atau fikiran-fikiran atau ide-ide dari seseorang itu yang cocok dengan sifat, fikiran, atau ide yang kita miliki. Dengan kata lain, seseorang yang menjadi temen kita adalah orang yang memiliki perasaan yang sama (mempunyai energi vibrasi yang frekwensinya sama) dengan perasaan kita. Bahkan kalau misalnya kita ingin melihat tentang bagaimana kepribadian kita yang sesungguhnya maka kita tinggal mencocokkan dengan sifat-sifat atau kepribadian temen-temen baik kita. Artinya, kepribadian kita adalah gabungan dari kepribadian yang dimiliki seluruh temen-temen  kita, baik positif maupun negatifnya. Jadi jika temen kita memiliki sifat-sifat yang baik maka sifat-sifat baik itu pulalah yang kita miliki. Sementara jika ada temen kita yang punya sifat buruk maka ada kemungkinan sifat itu juga ada pada diri kita. Dan mungkin begitulah cara kita memperbaiki diri yakni dengan bercermin pada temen-temen terbaik kita.</p>
<p><strong>Temen Yang Sempurna&#8230;?!</strong><br />
Lalu mengapa kita lebih susah memaafkan temen jika kita membuat kesalahan pada kita&#8230;?! Menurut saya hal itu disebabkan<strong> ekspektasi kita yang terlalu tinggi</strong> pada temen kita tersebut. Coba perhatikan kalimat yang dilontarkan temen saya diatas<br />
<strong><em>”Teman sejati adalah yang bersamanya mampu melewati segala cobaan yang datang both internal dan eksternal, dibuktikan dalam hitungan waktu yang tidak sesaat”</em></strong><br />
Lihat, definisi temen yang dilontarkan begitu susah dicapai&#8230;.dan yang lebih gawat jika temen kita membuat kesalahan maka pasti akan dipastikan dia akan gugur menjadi temen kita dan bahkan mungkin kesalahan tersebut bisa saja menjadi dosa besar yang tak terma’afkan&#8230;.sebuah tragedi yang seringkali dianggap hal yang wajar karena kadang kita mengharapkan yang terlalu tinggi pada sahabat baik kita&#8230;Tapi sesuatu yang wajar belum tentu benar lo&#8230;.</p>
<p>Sebagai misal, kita dan sahabat kita ternyata dihadapkan dalam satu persaingan jabatan di tempat kerja. Mengingat berdua adalah seorang sahabat yang memiliki banyak persamaanwajar jika akhirnya kita dan sahabat tersebut sama-sama berprestasi. Akibatnya, para bos mau tidak mau berniat menjadikan Anda dan sahabat Anda kandidat kuat dipromosikan sebagai salah satu pimpinan. Disini tiba-tiba saja Anda dikejutkan oleh kenyataan bahwa Anda dan sahabat dihadapkan secara langsung sebagai saingan kuat (ini mirip banget dengan adegan-adegan dalam banyak film&#8230;.) Lalu saat sahabat Anda yang terpilih, apakah Anda harus demikian marah atau kecewa hingga memutuskan untuk mengakhiri persahabatan Anda&#8230;.?!</p>
<p>Anda dalam hal ini boleh tetap kecewa atau bahkan marah bahkan mungkin harus. Tetapi hal yang perlu kita lakukan adalah berfikir jernih dan tentu saja hal seperti itu tidak dapat kita lakukan tepat pada saat keputusan yang menyedihkan itu terjadi. Prinsipnya jangan cepat-cepat mengambil keputusan untuk men-<em>drop out</em> seseorang sebagai teman Anda. Biarkan dahulu selama beberapa waktu sampai kekecewaan Anda hilang. Biarkan sampai Anda menemukan kembali logika jernih Anda untuk menganalisis sebab-sebab mengapa Anda harus kalah&#8230;.baru setelah itu kita pertimbangkan lagi arti dia bagi diri kita. Bahkan bukankah tetep enak jika sahabat kita sukses karena minimal kita juga ikut ’kecipratan’ sukses&#8230;?! Bayangkan jika yang dipromosikan adalah orang yang tidak kita sukai&#8230;.</p>
<p>Okay&#8230;sahabat sejati memang susah dicari&#8230;setuju&#8230;.setuju&#8230;.jadi kalau sudah menemukan seseorang sebagai sahabat jangan pernah dia Anda putus dengan seketika&#8230;. Ingat dia adalah orang langka yang ada di dunia ini&#8230;Bagaimana&#8230;.setuju&#8230;.?! Yo wes&#8230; jangan lama-lama&#8230;.cepet-cepet saja hubungi sahabat yang lama tak pernah kau hubungi&#8230;lupakan segala hal yang tidak enak yang pernah terjadi antara Anda dan dia&#8230; bayangkan saja kesyikan-keasyikan yang pernah terjadi saat bersama&#8230;.baik jangan ragu-ragu&#8230;. <em>just call him&#8230;.right&#8230;.</em> (hi&#8230;hi&#8230;hi&#8230;jadi inget sama temen yang nulis kalimat diatas bahkan pernah pacaran and nikah sama orang lain dengan meninggalkan seorang sahabat yang hancur hatinya karena diam-diam telah begitu mengharapkannya&#8230;.)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/551/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/551/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=551&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/teman-sejati-tak-akan-pernah-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/08/100726_134042.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Orsay</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Data dan Informasi dalam Website milik Dinas Kehutanan dan Perkebunan</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-kehutanan-dan-perkebunan/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-kehutanan-dan-perkebunan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 05:00:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Gov]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=549</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mengajarkan materi ini, content memang menjadi tujuan kesekian bagi saya. Hal yang paling penting utamanya adalah memberikan motivasi agar para pejabat mau peduli terhadap keberadaan website. Apalagi dengan adanya Undang Undang nomor 11 dan 14 Tahun 2008 tentang ITE &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-kehutanan-dan-perkebunan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=549&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam mengajarkan materi ini, <em>content</em> memang menjadi tujuan kesekian bagi saya. Hal yang paling penting utamanya adalah memberikan motivasi agar para pejabat mau peduli terhadap keberadaan website. Apalagi dengan adanya Undang Undang nomor 11 dan 14 Tahun 2008 tentang ITE (informasi dan Transaksi Elektronik) serta KIP (Keterbukaan Informasi Publik, keberadaan sebuah website yang dikelola dengan baik sudah menjadi kebutuhan bagi setiap instansi guna memperlancar hubungan antara pemerintah dengan para stakeholdernya, yang dalam hal ini merupakan Instansi Pemerintah lain (G), pihak swasta (B), dan masyarakat (C). Disamping itu saya juga berharap agar keberadaan website tidak hanya sekedar ada-ada-an alias sudah ada sudah syukur alias kontennya yo seadanya wae&#8230;gak peduli kontent yang ada itu banyak dibutuhkan masyarakat alias hanya sekedar memenuhi himbauan Kemetrian Kominfo yang sudah ngebet pengen menciptakan lingkungan pemerintahan Indonesia di dunia maya</p>
<p>Proses dalam hal ini lebih saya utamakan datipada hasil dengan konsekuensi tentu saja banyak yang hasilnya kurang baik untuk ditampilkan. Tapi gak pa pa, yang penting para pejabat itu termotivasi untuk berani mengenal e-government dan tidak ketakutan dulu walau belum pernah membukanya atau belum-belum sudah minder hingga akhirnya apatis karena penguasaan komputer yang minim. Membentuk pola pikir juga menjadi tekanan saya, khususnya pada pejabat yang sudah agak bisa atau  yang malah ngurusi website di masing-masing intsansi agar tidak terjebak pada konten yang begitu-begitu saja. Misalnya banyak menampilkan kisah kunjungan Pak Bupati/Walikota&#8230;.juga kunjungan Bapak/Ibu Pejabat Dinas. Atau banyak menampilkan gambar-gambar atau malah video-video profil dinas yang kemanfaatannya perlu dipertanyakan tapi jelasjelas menurunkan minat stakeholder membuka situs yang bersangkutan akibat terlalu berat untuk dibuka dalam bandwith yang normal.<span id="more-549"></span></p>
<p>Hasil diskusi menyebutkan data dan informasi yang harus ada dalam sebuah website milik Dinas Kehutanan dan Perkebunan diuraikan sebagai berikut.</p>
<p>A.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antar instansi pemerintah (G2G), yakni Disutbun terhadapInstansi Vertikal di Pusat adalah :<br />
1.	Potensi penanaman pohon<br />
2.	Kegiatan peredaran hasil hutan<br />
3.	Informasi Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP DAS)<br />
4.	Informasi lahan kritis<br />
5.	Informasi potensi hutan negara</p>
<p>B.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antar instansi pemerintah (G2G), yakni Disutbun terhadapInstansi Vertikal di Provinsi adalah :<br />
1.	Informasi ketersediaan hasil panen pertanian<br />
2.	Informasi ketersediaan pupuk<br />
3.	Informasi hasil perkebunan<br />
4.	Informasi luasan hutan rakyat<br />
5.	Informasi luasan lahan kritis<br />
6.	Informasi aneka usaha kehutanan<br />
7.	Informasi peredaran hasil hutan<br />
8.	Informasi serangan hama penyakit</p>
<p>C.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antar instansi pemerintah (G2G), yakni Disutbun terhadapInstansi Horisontal adalah :<br />
1.	Informasi penghijauan lingkungan<br />
2.	Informasi tanaman pangan<br />
3.	Informasi ketersediaan pupuk dan hasil panen tanaman pertanian<br />
4.	Informasi kegiatan pengairan dan sipil teknis<br />
5.	Perijinan usaha<br />
6.	Perijinan hueler / ijin usaha industri primer hasil hutan kayu<br />
7.	Perencanaan Program<br />
8.	Rencana dan Pelaksanaan Keuangan<br />
9.	Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan<br />
10.	Evaluasi Pelaksanaan PSDH</p>
<p>D.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan Masyarakat (G2C) adalah :<br />
1.	Visi Misi Distanbunhut<br />
2.	SOTK<br />
3.	Program kerja dan anggaran<br />
4.	Pembinaan teknis<br />
5.	Peluang pasar produk pertanian dan perkebunan<br />
6.	Ketersediaan Saprodi Tanbunhut<br />
7.	Peluang pasar<br />
8.	Prosedur peirjinan</p>
<p>E.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan dunia usaha (G2B) adalah :<br />
1.	Pengumuman lelang pengadaan barang/jasa<br />
2.	Pelayanan perijinan<br />
3.	Kebutuhan Sarana Produksi (saprodi )<br />
4.	Ketersediaan bibit<br />
5.	Peta produksi<br />
6.	Pasar agro<br />
7.	Potensi wilayah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/549/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/549/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=549&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-kehutanan-dan-perkebunan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Data dan Informasi dalam Website milik Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Semarang</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-peternakan-dan-perikanan-kabupaten-semarang/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-peternakan-dan-perikanan-kabupaten-semarang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 04:50:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[E-Gov]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=545</guid>
		<description><![CDATA[Setelah saya teliti, nggak tahu kenapa, di bulan Juli ini kegiatan mengajar saya koq kebanyakan hadir di hari yang kurang enak karena harinya pas lagi enak-enaknya siap libur atau pas males sehabis libur. Ya&#8230;.tiba-tiba saja saya sering kedapetan jadwal ngajar &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-peternakan-dan-perikanan-kabupaten-semarang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=545&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah saya teliti, nggak tahu kenapa, di bulan Juli ini kegiatan mengajar saya koq kebanyakan hadir di hari yang kurang enak karena harinya pas lagi enak-enaknya siap libur atau pas males sehabis libur. Ya&#8230;.tiba-tiba saja saya sering kedapetan jadwal ngajar pas hari Jumat-Sabtu-Minggu-Senin&#8230;sementara pas hari-hari aktif seperti hari Selasa-Rabu-Kamis akunya sering <em>lontang lantung gak karua</em><em>n</em> alias hampir gak ada kegiatan sama sekali. Pertama tama sih gak kerasa efeknya&#8230;tapi setelah lebih dua minggu aku begitu teros rasanya koq ya aneh dan sedikit bertanya-tanya&#8230;.Apalagi saat ketemu di kantor banyak temen yang tanya&#8230;.Lho&#8230;.koq gak ngajar Pak&#8230;.?! ples sedikit ngiri juga lihat banyak temen yang pada sibuk mengajar di hari-hari kerja itu. Dan sebelnya saat akunya curhat sama temen eee&#8230;.dianya malah ngeledek&#8230;Khan malah enak Lut&#8230;.gak kelihatan. <em>Yen dino bioso</em> kamu keliatan nganggur tapi saat orang libur kamu khan malah<em> hiwat hiwut golek duwet</em>&#8230;. <em>Nampane duwet sih enak</em>&#8230;.tapi khan acara sama keluarga terganggu ples akunya yen diitung-itung bisa masuk kerja seminggu bukan 5 hari tapi malah 7 hari to&#8230;?!</p>
<p>Baiklah kembali ke topik. Sebenarnya topik tulisan saya kali ini bukan merupakan topik favorit dan dikunjungi banyak orang&#8230;tapi karena sifat blog yang memang bukan untuk ajang populer populeran. Asal ada yang baca apalagi jika yang baca pas sedang berkepentingan dengan topik tersebut khan malah tepat sasaran&#8230;jadi beberapa hasil diskusi dari kota ke kota yang kualitasnya lumayan (soalnya banyak juga yang hasilnya cuman ngaco saja) tentang topik tersebut tetap saya tampilkan meski sedikit aras-arasen juga akibat jenuh hingga kadang bikin males ngemuatnya. Kali ini hasil diskusi terjadi pada Kabupaten Semarang yakni pada Dinas Peternakan dan Perikanan yang memang belum punya website dan bertekad menyusun website dengan dasar hasil diskusi tersebut.<span id="more-545"></span></p>
<p>Jika kita lihat nama dinas yang peternakan dan perikanan itu maka jelas bahwa tupoksi dinas memang ada di dua bidang tersebut. Sesuatu yang kadang bikin geli juga mengingat koq nomenklatur suatu organisasi di tiap kabupaten/kota bisa macem-macem hingga seolah-olah gak pernah ada koordinasi dengan instansi vertikal. Yah&#8230;mungkin itulah yang dinamakan hasil dari otonomi daerah nan bebas. Hasil diskusi menyebutkan data dan informasi yang harus ada dalam sebuah website milik Dinas Peternakan dan Perikanan diuraikan sebagai berikut.</p>
<p>A.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antar instansi pemerintah (G2G) adalah :<br />
1.	Visi Misi Dinas Peternakan dan Perikanan<br />
2.	Program dan Kegiatan Dinas<br />
3.	Struktur Organisasi Dinas<br />
4.	Tupoksi Dinas<br />
5.	Sejarah terbentuknya Dinas / Dasar Hukum<br />
6.	Peraturan-peraturan daerah yang mendukung kegiatan Dinas<br />
7.	Data Populasi dan Produksi Peternakan dan Perikanan<br />
8.	Data Sentra Produksi Peternakan dan Perikanan<br />
9.	Jenis-jenis UPT beserta alamatnya yang ada di Dinas Peternakan dan Perikanan</p>
<p>B.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan Masyarakat (G2C) adalah :<br />
1.	Artikel Budidaya Peternakan Dan Perikanan guna mendukung upaya penyuluhan<br />
2.	Data Kelompok Tani Dan Alamatnya<br />
3.	Analisa Usaha Tani Ternak / Ikan guna membantu memberikan informasi pasar pada petani peternak/ikan<br />
4.	Wadah Interaksi/ Tanya Jawab Seputar Peternakan Dan Perikanan</p>
<p>C.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan dunia usaha (G2B) adalah :<br />
1.	Prosedur Perijinan Usaha Peternakan dan Perikanan<br />
2.	Data Pelaku Usaha Peternakan Dan Perikanan<br />
3.	Daftar Harga Komoditas Peternakan Dan Perikanan<br />
4.	Daftar wilayah-wilayah yang Potensial bagi pengembangan komoditas Peternakan maupun Perikanan<br />
5.	Data Perusahaan Peternakan Dan Perikanan<br />
6.	Data Plasma Inti Peternakan<br />
7.	Data Industri Peternakan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/545/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/545/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=545&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/08/24/data-dan-informasi-dalam-website-milik-dinas-peternakan-dan-perikanan-kabupaten-semarang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pikiran Mempengaruhi Nasib Kita&#8230;.?!</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/07/22/pikiran-mempengaruhi-nasib-kita/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/07/22/pikiran-mempengaruhi-nasib-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 05:13:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pola Pikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=534</guid>
		<description><![CDATA[Apakah judul tulisan diatas merupakan sebuah kebenaran atau hanya sekedar tulisan yang bersifat provokatif&#8230;.?! Ibrahim Elfiky dalam bukunya Terapi berfikir positif mendefinisikan pengertian pola pikir sebagai sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/07/22/pikiran-mempengaruhi-nasib-kita/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=534&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah judul tulisan diatas merupakan sebuah kebenaran atau hanya sekedar tulisan yang bersifat provokatif&#8230;.?! Ibrahim Elfiky dalam bukunya Terapi berfikir positif mendefinisikan pengertian pola pikir sebagai sekumpulan pikiran yang terjadi berkali-kali di berbagai tempat dan waktu serta diperkuat dengan keyakinan dan proyeksi sehingga menjadi kenyataan yang dapat dipastikan di setiap tempat dan waktu yang sama (Ibrahim Elfiky, 2009: 20 ). Artinya jika kita sering memikirkan sesuatu maka sesuatu itu dapat menjadi kenyataan yang kita yakini kebenarannya dan sayangnya kebenaran yang kita yakini itu merupakan kebenaran semu alias hanya dugaan-dugaan kita alias bukanlah sebuah kenyataan yang sebenarnya. Artinya, hati-hatilah dengan fikiran dan cara berfikir kita. jangan sampai hal itu menyesatkan hidup kita dan bahkan mempengaruhi nasib kita. Tentu saja alangkah nikmatnya jika kita berprasangka baik terhadap hidup kita karena hal-hal yang baiklah yang akan kita dapatkan. Akan tetapi, jika kita berprasangka buruk maka hal-hal yang buruk itu akan menjadi sebuah kenyataan. Dengan kata lain, jangan-jangan hal-hal buruk : mulai dari kelemahan-kelemahan kita, ketidakcakapan kita, ketidakpintaran kita, kekurangan kita secara finansial, atau bahkan penyakit-penyakit yang ada pada tubuh kita&#8230;jangan-jangan hanyalah hasil permainan fikiran kita&#8230;.!!</p>
<p><a href="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/07/slide12.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-541" title="Slide1" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/07/slide12.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Dalam meyakinkan peserta bahwa fikiran mempengaruhi sebagian besar nasib kita&#8230;. saya biasa menggunakan Kuesioner dari Jeffrey Youngs (1990) seperti dikutip dalam buku <em>The Secret of Mindset </em>karangan Adi W. Gunawan. Saya akan meminta peserta untuk mengisi kuesioner tersebut dengan sejujur-jujurnya untuk menggali keyakinan-keyakinan yang ada dihati peserta. Lalu jika jawaban mereka salah maka pada dasarnya hal-hal itulah yang selama ini salah dan terjadi pada mereka dan mungkin saja hal itu berpengaruh pada nasib mereka. Metode tanya jawab akan saya gunakan untuk menganalisis jawaban-jawaban yang salah tersebut guna meyakinkan pengaruh fikiran buruk terhadap nasib mereka selama ini. Beberapa hasil tanya jawab yang panas dari peserta tersebut akan saya sajikan dalam tulisan berikut. (kesioner lengkap sengaja tidak saya sajikan karena saya ingin memotivasi Anda untuk membeli buku yang bermanfaat tersebut walau dengan membaca tulisan ini mungkin Anda sudah dapat mengetahui kelemahan-kelemahan <em>beliefs</em> yang mungkin terjadi pada diri Anda).<span id="more-534"></span></p>
<p>Tulisan-tulisan saya mengenai analisis mengenai Kuesioner dari Jeffrey Youngs (1990) ini akan saya buat panjang&#8230;bersambung-sambung sampai saya bosan. Kuesionernya juga  kemungkinan tidak  saya sajikan urut alias hanya menuruti <em>mood</em> atau <em>kelingane aku wae</em>&#8230;.sorry bukan maksud untuk tidak sistematis&#8230;hanya semata-mata agar Anda bisa segera membaca hasil analisis saya saja&#8230;.Yah&#8230;namanya juga ngeblog&#8230;.</p>
<p><strong>Penyataan nomor 3 : Saya menyelesaikan banyak tugas dengan baik.</strong><br />
Banyak yang merasa bahwa mereka termasuk dalam golongan orang yang hanya bisa fokus dalam mengerjakan suatu tugas dengan baik. Dengan kata lain mereka merasa tidak mampu mengerjakan banyak tugas pekerjaan dengan hasil yang sama-sama baik. Akibatnya, di kantor mereka akan cenderung hanya bersedia mengerjakan satu tugas dalam satu waktu tertentu. Artinya yang tugasnya mengetik hanya mau mengetik saja tanpa mau membuat konsep ketikan atau bahkan tidak mau pindah dari komputer yang sering mereka hadapi hingga ogah turun ke lapangan. Hal itu tentu saja sangat merugikan organisasi dan membikin mereka tidak produktif, efektif, dan efisien. Untuk itu saya mencoba menyakinkan mereka dengan menunjukkan fakta bahwa dengan bekerja saja secara tidak sadar Anda sudah termasuk orang yang mampu menyelesaikan banyak tugas dengan baik. Soalnya disamping bekerja, di rumah mereka khan juga merangkap mengerjakan tugas sebagai seorang istri atau suami yang baik&#8230;.lalu mereka juga pendidik yang baik bagi anak-anak mereka&#8230;atau malah mereka juga seorang ketua RT&#8230; ketua RW&#8230;.</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 6 : Saya bisa mengandalkan diri saya</strong><br />
Seorang istri atau seorang anak yang masih tinggal bersama orang tua akan cenderung menjawab ”Salah” pada pernyataan diatas. Hal itu juga berlaku pada ’pegawai rendahan’ atau ’staf’ dan kadang anak bungsu atau hampir bungsu juga menjawab hal itu. Tentu saja jika prinsip itu dibiarkan maka kita hanya akan mendapatkan karyawan yang selalu minta bantuan saat bekerja, kurang inisiatif, atau senantiasa lemes saja seharian di kantor&#8230;. Mangkanya saya selalu bilang&#8230;.emangnya berjalan ke kantor juga minta bantuan Pak&#8230;.makan masih suka minta disuapin Dek&#8230;.Nyuci juga masih minta dibantuin sama mesin &#8230;.(eee&#8230;.koq jadi kelingan lagu dangdut&#8230;.masak-masak sendiri&#8230;makan-makan sendiri&#8230;nyuci baju sendiri&#8230;.tidur pun sendiri&#8230;.Terrraaaajjaaaaannaaaaaa&#8230;.)</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 9 : Kebanyakan orang bisa dipercaya</strong><br />
Waduh&#8230;orang-orang yang pernah ditipu&#8230;.dikhianati&#8230;bahkan oleh temen sendiri&#8230;.atau sudah lama aku hidup sendiri tanpa ditemani orang yang kukasihi karena pacarku pergi&#8230; diambil orang atau sahabat sendiri dan bakan harus nurut saat dijodohkan orang tua&#8230;. adalah golongan orang-orang yang menjawan ”salah” dari pernyataan diatas. Berat-berat. Itulah mengapa saya selalu enggan menonton sinetron-sinetron kita yang kadang bikin kita metal alias mellow total dalam mensikapi hidup ini. Aduh-aduh&#8230;emangnya tahun berapa Mas Anda ditipu&#8230;.?! Atau berapa kali dirimu ditinggal pacarmu kawen Neng&#8230;. Lha sekarang malah sudah punya suami Buuuk&#8230;.kenapa masih sakit hati&#8230;.?! Emangnya suamimu orang jahat&#8230;.jelek&#8230;.suka nyari pacar lagi&#8230;.?! Tidak&#8230;?! <em>S</em><em>o what gitu loh</em>&#8230;. Bukankah disekeliling Anda banyak orang-orang yang bisa dipercaya&#8230;.?! Mulai suami, orang tua, sodara, anak, temen sepermainan, sahabat, atau malah temen sekerja Anda&#8230;.</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 11 : Saya sering merasa ”cacat” atau ada yang kurang dalam diri saya</strong><br />
What&#8230;.?! merasa cacat&#8230;.?! Coba berdiri&#8230;hey teman-teman coba kita lihat temen kita yang satu ini yang sebenarnya dia adalah seorang wanita muda, cantik, seksi&#8230;eee&#8230;. katanya dia punya ”cacat” dalam dirinya&#8230;. Bukan maksud saya diri saya ini masih ada &#8230;. Bersyukur&#8230;.!! Bersyukurlah atas anugrah yang diberikan Yang Kuasa pada Anda hingga hari ini kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat wal’afiat&#8230;.Oleh sebab itu maka (eh..koq jadi mirip pembukaan pidato&#8230;)</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 12 : Hidup ini berbahaya-sewaktu-waktu bisa terjadi bencana alam, bencana kesehatan, atau bencana finansial</strong><br />
Berbahaya&#8230;.?! Bencana alam&#8230;.?! Jangan mengada-ada lah&#8230;!! Kami yang di Semarang dan terkenal sebagai kota banjir saja merasa nyaman-nyaman saja dengan kondisi banjir tiap tahun dan tidak mau pindah koq&#8230;.Mangkanya jangan terlalu sering lihat berita yang ngeri-ngeri deh&#8230;.!! Bencana kesehatan&#8230;?! Emang Anda kena AIDS atau Flu Babi&#8230;.?! Tenang saja dua penyakit berbahaya itu sudah mulai diketemukan penangkalnya&#8230;. Bencana finansial&#8230;.?! Biarpun Amerika kena krisis moneter&#8230;.masih ada suami, istri, orang tua, mertua, sodara atau bahkan Bank BPD yang siap membantu Anda jika Anda lagi gak punya duit&#8230;..kalem man&#8230;.kalem&#8230;..</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 17 : Saya merasa sedih apabila saya tidak mendapatkan yang saya inginkan-saya benci mendengar jawaban ”tidak”</strong><br />
Betul khan&#8230;.?! Ya sih&#8230;.tapi jangan <em>njur</em> ngambek begitu dong&#8230;merajuk&#8230;.bakan kemudian mogok kerja&#8230;pulang gasik&#8230;berhari-hari gak masuk hanya gara-gara usulannya ditolak banyak orang&#8230;Saya tidak mau tanggung jawab jika terjadi apa-apa dibelakang nanti akibat usulan saya tidak diterima&#8230;!! Ya&#8230;.okeee deeeh&#8230;.emang yang tanggung jawab bukan lu&#8230;..khan bos kita yang akan tanggung jawab&#8230;.jadi tenang saja deeeh&#8230;.gak ada yang nuntut lo harus tanggung jawab koq&#8230;.cup&#8230;.cup&#8230;<em>meneng-meneng</em>&#8230;.gak usah nangis&#8230;.apalagi sampai banting-banting&#8230;.khan situ udah gedhe&#8230;.jangan seperti anak saya yang masih umur tiga tahun ya&#8230;.?!</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 19 : Banyak orang yang ingin melukai saya atau mengambil keuntungan dari saya</strong><br />
Benarkah&#8230;.?! Katakan pada saya siapa orangnya&#8230;.!! Jangan khawatir akan saya atasi orang itu sekarang juga&#8230;.!! Tinggal tunjukkan saja pada saya siapa&#8230;!! Cepat bawa kemari&#8230;!! Mana&#8230;?! Mana&#8230;.?! Lho koq mendadak diem&#8230;?! Mana&#8230;?! Bawa kemari&#8230;.?! What&#8230;?! Koq diem saja sih&#8230;.ada apa nggak&#8230;.?! Lha&#8230;koq&#8230;..</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 22 : Saya dapat melindungi diri saya dari hampir semua bahaya</strong><br />
Kagak bisa&#8230;?! Ya iya lah&#8230;.wong saya hanya manusia biasa yang punya banyak kelemahan. Takabur dong jika saya mengatakan bisa. Iya juga sih&#8230;.emang bahaya apaan sih yang Anda susah melindungi diri. Banyak khan&#8230;misalnya : jika kita lagi dijalan dirampok&#8230;lagi dijalan dilanggar pengendara sepeda motor yang sembrono&#8230;atau saat perang kita khan rawan kena peluru nyasar&#8230;dihutan banyak ular dan harimau&#8230;.saat bencana alam tsunami misalnya yang membuktikan bahwa manusia itu lemah tak berdaya dihadapan penciptanya&#8230;. Bener juga ya&#8230;.lalu emang pernah kena yang gituan&#8230;.?! Ya gak lah yaw Pak&#8230;.gimana sih&#8230;.itu khan seandainya&#8230;..Lho&#8230;kan masih seandainya&#8230;. khan belum pernah to&#8230;.?! emang ingin&#8230;..?!</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 34 : Kadang-kadang saya tidak dapat mengusai situasi</strong><br />
Lha itu kan bener Pak&#8230;?! Kadang-kadang khan kita memang tidak dapat menguasai situasi&#8230;.?! Iya sih&#8230;.tapi apa itu&#8230;.dan kapan&#8230;..jelasin dong sama saya&#8230;.wong nyatanya Anda masih seger buger sampai hari ini&#8230;.Bukankah hal itu merupakan bukti bahwa Anda selalu dapat menguasai segala situasi&#8230;utamanya yang bener-bener hendak merugikan Anda&#8230;.Anda khan sampai hari ini masih <em>free man</em>&#8230;.alias gak pernah ada di penjara&#8230;.gak cacat akibat kecelakaan&#8230;.jadi situasi seperti apa yang tidak bisa Anda kendalikan&#8230;?!</p>
<p><strong>Pernyataan nomor 47 : Yang saya kerjakan berhasil, bahkan pada detik-detik terakhir</strong><br />
Itu yang sering disebut banyak orang sebagai ”<em>The Power of Kepepet</em>” (atau malah ada bukunya&#8230;?!). Tapi <em>mbok yao</em> jangan pas<em> kepepet</em> saja Anda berhasilnya&#8230;.Keberhasilan saat <em>kepepet</em> itu setidaknya membuktikan sesuatu bahwa sebenarnya Anda mampu jika Anda mau&#8230;hanya saja untuk bisa merangsang maunya Anda itu emang sulit atau butuh sesuatu yang besar buat membangkitkannya&#8230;.jadi latihan lebih bermotivasi lagi ya&#8230;. motivasi jangan tergantung orang lain, waktu, dan tempat&#8230;.kalo bisa, dimana saja&#8230;kapan saja&#8230;dan dengan siapa saja&#8230;..kayaknya prinsip itu lebih bagus deh&#8230;..<br />
<strong>(Bersambung karena ngantuk&#8230;.)</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/534/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/534/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=534&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/07/22/pikiran-mempengaruhi-nasib-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/07/slide12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Gaya Sepakbola dan Budaya Bangsa-Bangsa</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/06/30/gaya-sepakbola-dan-budaya-bangsa-bangsa/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/06/30/gaya-sepakbola-dan-budaya-bangsa-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jun 2010 11:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[Seperti layaknya para lelaki lain, saya juga kena demam bola selama Juni-Juli. Bahkan bisa dikatakan sedikit fanatik karena saya sudah mulai mengikuti ajang Piala Dunia mulai tahun 1982 saat masih SD mengingat ayah saya sendiri juga penggemar permainan ini. Hanya &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/06/30/gaya-sepakbola-dan-budaya-bangsa-bangsa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=523&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti layaknya para lelaki lain, saya juga kena demam bola selama Juni-Juli. Bahkan bisa dikatakan sedikit fanatik karena saya sudah mulai mengikuti ajang Piala Dunia mulai tahun 1982 saat masih SD mengingat ayah saya sendiri juga penggemar permainan ini. Hanya saja kesibukan nonton Piala Dunia Afsel 2010 ini bener-bener bikin saya tidak produktif dalam ngeblog&#8230;belum lagi dibulan Juni ini saya mulai pindah ke tempat yang baru hingga sedikit repot benah-benah dan tentu saja hal itu mengganggu saya dalam merenung serta menuangkannya dalam bentuk gagasan-gagasan&#8230;.belum lagi gangguan dari facebooker yang bener-bener menyita waktu saya&#8230;habis enak sih&#8230;nulis di facebook gak perlu panjang-panjang alias mikirnya gak lama&#8230;he&#8230;he&#8230;.he&#8230;.</p>
<p>Ngomong-ngomong tentang sepakbola, tiba-tiba saja saya terinspirasi dengan permainan sepakbola pada beberapa negara. Saya teringat dengan kata pakar permainan catur yang menyatakan bahwa kepribadian kita bisa dilihat dari gaya main catur kita&#8230;. Kemudian saya bandingkan dengan gaya main sepakbola tim peserta piala dunia&#8230;hmmm kayaknya cocok juga. Apalagi permainan sepakbola dimainkan oleh manusia-manusia yang memiliki kebiasaan yang mewakili budaya dari tiap-tiap bangsa&#8230;sehingga secara tidak sadar hal itu akan terbawa dalam permainan sepakbola yang mereka mainkan di lapangan&#8230;terus terang ini sedikit ngarang and berkayal soalnya nulisnya gak pakai referensi apalagi saya sendiri juga belum pernah mendatangi negara tersebut satu persatu&#8230;(wong keluar pulau Jawa saja belum pernah&#8230;.) Jadi <em>just for fun</em> saja&#8230;.</p>
<p><a href="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/06/world-cup-2010-banner.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-529" title="world-cup-2010-banner" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/06/world-cup-2010-banner.jpg?w=500&#038;h=201" alt="" width="500" height="201" /></a></p>
<p><span id="more-523"></span><strong>1. Amerika</strong></p>
<p>Terkenal sebagai bangsa yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi kalau tidak boleh dikatakan sedikit sombong. Tapi sifat seperti itu kadang-kadang berguna juga. Buktinya, walau Amerika bukanlah bangsa yang memiliki tradisi sepakbola yang kental tetapi sifat selalu ingin nomor 1 di dunia menyebabkan sepakbola Amerika disegani di dunia. Terbukti sejak 1990 Amerika tidak pernah absen dalam mengikuti Piala Dunia. Sifat sombong itu juga terbawa di lapangan&#8230;.walau tidak memiliki pemain hebat apalagi sekelas <em>fantastista</em>, Amerika terkenal dengan permainan ngotot pantang menyerah sebelum permainan selesai. Buktinya di Piala Dunia kali ini, beberapa kali Amerika harus tertinggal misalnya lawan Inggris (0-1), lawan Slovenia (0-2), dan lawan Ghana (0-1) mereka berhasil menyamakan kedudukan. Bahkan saat posisi mereka terjepit harus menang untuk bisa lolos babak kedua, Amerika berasil mencetak gol pada menit ke-90 saat pertandingan akan berakhir&#8230;.</p>
<p><strong>2. Inggris</strong></p>
<p>Banyak orang yang heran (termasuk saya) dengan prestasi tim sepakbola Inggris yang bisa dibilang tidak pernah memuaskan walau memiliki talenta-talenta hebat (siapa meragukan kapasitas Rooney, Lampard, Gerard, Terry, Asley Cole) serta kompetisi tersukses di dunia. Bakan gaya permainan Inggris di Piala Dunia kali ini bisa dibilang membosankan, kurang kreatif, sekaligus terkesan loyo saat di lapangan. Mungkin hal itu berkaitan dengan budaya bangsa Inggris yang terkenal sebagai bangsa ’ningrat’, konservatif serta ’<em>gentlement’</em>&#8230;terbukti mereka sempet beberapa kali terpilih sebagai <em>fair play team</em> karena perolehan kartu kuning dan merah tersedikit dibandingkan tim-tim lain. Tapi gara-gara hal seperti itulah Timnas Inggris jarang berprestasi bagus. Mungkin di dunia nyata sifat seperti itu baik tetapi dalam permainan sepakbola&#8230;sedikit main rusuh, nakal atau tipu sana tipu sini kadang akan membawa kita memenangkan sebuah pertandingan&#8230;.(tengok saja kekalaan terakhir Inggris atas Jerman juga gara-gara bek-bek Inggris terlalu <em>gentlement</em> untuk melakukan pelanggaran terhadap pemain-pemain depan Jerman)</p>
<p lang="sv-SE"><strong>3. Perancis</strong></p>
<p>Piala Dunia kali ini menjadi anti klimaks bagi Tim Nasional Perancis karena harus pulang dini tanpa sempat merasakan fase <em>knock out</em>. Bangsa Perancis memang terkenal sebagai bangsa yang paling toleran terhadap perbedaan budaya, bangsa, bakan warna kulit manusia&#8230;terbukti Tim Nasional Perancis banyak diisi orang berkulit hitam alias para imigran dari Afrika (Henry, Anelka, Abidal, Gallas, Malouda, Ribery, Sagna, Evra, Diaby) daripada yang berisi orang kulit putih. Hanya saja para imigran itu kebanyakan bertujuan mencari nafkah dan penghidupan yang lebih baik di Perancis daripada mencintai Perancis sebagai sebuah negara&#8230;Artinya, mungkin para pemain Perancis itu memiliki rasa nasionalisme yang rendah hingga kurang mengeluarkan kemampuan terbaiknya saat membela Tim Nasional Perancis&#8230;.</p>
<p lang="it-IT"><strong>4. Ghana</strong></p>
<p>Ghana mewakili sifat tim-tim Afrika pada umumnya yang lebih mengandalkan otot daripada otak. Dalam setiap pertandingan, Tim-Tim Afrika akan selalu mengandalkan permainan cepat, keras penuh tenaga alias mengajak adu stamina dengan tim lawan. Kadang berhasil walau sebagian besar gagal. Terbukti bakan tim-tim Asia (Jepangdan Korsel) pun berhasil mengatasi permainan adu power dengan kecerdikan taktik yang tepat. Dan bukannya mereka tidak menyadari kelemahan mereka dari segi taktik, buktinya hampir seluruh tim Afrika (kecuali Aljazair) dilatih oleh para pelatih yang berasal dari Eropa atau Amerika Latin. Bagaimana dengan budaya Afrika&#8230;.<em>maybe litle-litle </em>begitulah&#8230;.</p>
<p lang="it-IT"><strong>5. Italia</strong></p>
<p>Sepakbola Italia selalu identik dengan <em>catennaci</em><em>o</em> alias pertahanan grendel yang ketat. Dengan kata lain sangat sulit untuk membobol gawang Italia. Itu kelebihannya. Sayangnya, karena kelebihannya itu Italia sangat lemah di sektor penyerangan dan di Piala Dunia kali ini hal itu diperparah dengan ketiadaan striker kelas satu guna melengkapi taktik negatifnya tersebut. Dan sedihnya, Italia dalam Piala Dunia kali ini berada di grup yang tergolong ringan dalam arti menempatkan Italia sebagai sang superior yang arus menyerang&#8230;.dan itulah yang menjadi awal kehancuran Italia. Bayangkan, setelah hanya bermain imbang dengan Paraguay, Italia kemudian malah harus susah payah buat menyamakan kedudukan saat kecolongan terlebih dahulu oleh Selandia Baru. Dan akhirnya, Italia benar-benar hancur saat dituntut harus menang saat melawan Slovenia. Mungkin itulah yang harusnya dilakoni Bangsa Italia agar lebih sukses di masa mendatang&#8230;.merasa diri sebagai sebuah bangsa yang besar hingga sekali-sekali mereka tidak berkutat di negara sendiri, belajar bahasa lain selain bahasanya sendiri dan melihat dunia secara lebih luas lagi&#8230;.</p>
<p lang="it-IT"><strong>6. Belanda</strong></p>
<p>Gaya sepakbola Belanda berbeda 180 derajat dengan Italia. Dengan filosofi Total Football, Tim Nasional Belanda selalu identik dengan gaya menyerang&#8230;menyerang&#8230;dan menyerang&#8230;.bahkan kadang sangking asyiknya menyerang, Tim Belanda suka lupa dengan pertahanannya hingga kadang Belanda keok gara-gara serangan balik cepat dari lawan&#8230;Mungkin hal itu tidak lepas dari sejarah bangsa Belanda yang dari jaman dahulu kala terkenal sebagai bangsa penjajah nan ekspansif  walau Belanda bisa dikatakan hanyalah negara kecil di Eropa (bila dibandingkan Inggris, Perancis, Jerman). Terlalu percaya diri mungkin itulah kata yang paling tepat buat menggambarkan orang-orang Belanda&#8230;.Sebuah sifat yang sebenarnya baik tetapi mungkin sekali-sekali orang-orang Belanda lebih banyak introspeksi diri tentang kelemahan-kelemahan diri sehingga langkah yang mereka lakukan dapat lebih hati-hati hingga tidak terpeleset hal-hal yang mungkin remeh temeh&#8230;.</p>
<p lang="sv-SE"><strong>7.Brazil</strong></p>
<p>Permainan sepakbola Brazil terkenal sebagai <em>jogo bonito</em> alias permainan nan indah dan enak ditonton. Di lapangan seluruh pemain Brazil terlihat begitu menikmati permainan itu disamping skill individu pemainnya yang diatas rata-rata. Hingga ayah saya mengatakan bahwa orang Barzil itu tidurnya pun ngeloni bola. Mungkin begitulah budaya orang-orang Brazil yang sangat mencintai keindahan, suka berpesta-pesta serta menari-nari&#8230;. pokoknya hal-hal yang menyenangkan deh&#8230;. Dan mungkin juga karena kesukaan Bangsa Brazil hanya terhadap hal-hal yang mereka sukai saja menyebabkan Brazil tidak pernah memiliki produk terkenal selain sepakbola&#8230;.!!</p>
<p lang="it-IT"><strong>8. Jepang</strong></p>
<p lang="sv-SE">Jepang terkenal sebagai bangsa kreatif walau kurang orisinil. Buktinya, walau mereka bukan pencipta mobil tetapi Jepang berhasil memodifikasi mobil-mobil yang disukai masyarakat dunia&#8230;.kecil, lincah, murah dan irit BBM. Dan Piala Dunia kali ini semakin membuktikan kreatifitas bangsa Jepang dalam memodifikasi sesuatu&#8230; Gaya permainan Jepang di Piala Dunia kali ini sedikit berkembang dari yang sudah-sudah&#8230;bisa dikatakan gabungan Brazilan-Eropa dimana pemain Tim Jepang cukup fasih melewati lawan saat  one on one dan umpan tarik khas Eropa. Dan sekali lagi Jepang membuktikan diri sebagai peniru yang hebat&#8230;!!</p>
<p lang="sv-SE"><strong>9. Korea Selatan</strong></p>
<p>Sejak 1986, saya mengamati gaya permainan sepakbola Tim Korea Selatan yang cepat, ngotot dan keras serta berkiblat pada gaya main orang Eropa. Tentu saja hal itu beda dengan gaya main tim-tim asia lainnya yang lebih styles karena berkiblat pada gaya sepakbola amerika latin.Bahkan tidak hanya dalam sepakbola, dalam cabang olahraga lainnya sifat pantang menyerah Bangsa Korea begitu kental terlihat&#8230;ibaratnya mati di lapangan pun rela asal dapat meraih kemenangan. Dan mungkin sifat seperti itulah yang menghiasi sebagian besar rakyat Korea yang selalu ngotot dalam mencapai sesuatu. Disamping itu, etos kerja yang demikian tinggi itu dibarengi dengan keyakinan atas stamina yang kuat akibat pengaruh akar kebanggan bangsa Korea&#8230;yakni Ginseng&#8230;!! Dan itulah yang mungkin dituntut orang Korea jika berhadapan dengan bangsa lain, yakni mereka harus punya stamina yang prima&#8230;!! (wuih kayak kalimat di iklan-iklan saja&#8230;) Tentu saja dalam persaingan yang semakin ketat saat ini, tidak cukup hanya mengandalkan power untuk memenangkan sebuah persaingan&#8230;.teknik dan taktik yang tepat juga sangat menentukan hasil akhir sebuah pertandingan&#8230;</p>
<p lang="sv-SE"><strong>10. Spanyol</strong></p>
<p>Tim Nasional Spanyol saat ini dikenal dengan gaya permainan<em> possesion football </em>dengan mengandalkan umpan-umpan pendek cepat. Bisa dikatakan tim manapun yang bermain melawan Spanyol harus siap sabar menanti kesempatan dan siap ditekan terus menerus selama pertandingan. Tentu saja dalam kehidupan nyata sangat menjengkelkan jika kita harus berhadapan dengan orang-orang yang suka mendominasi. Bahkan orang Spanyol mungkin akan meributkan sesuatu yang kecil hanya buat mempertahankan dominasinya,  sesuatu yang kadang tidak perlu dilakukan. Mungkin orang-orang Spanyol rata-rata memiliki banyak kesenangan hingga menguasai banyak hal (walau mungkin tidak mendalam). Sebuah modal yang lebih dari cukup buat mendominasi orang lain. Hanya saja, Bangsa Spanyol kemungkinan sering kurang fokus terhadap tujuan yang diinginkan. Sebagai misal jika menginginkan sesuatu, Orang Spanyol akan bicara ngalor ngidul, kesana kemari, muter-muter hingga kadang kita bingung sendiri buat menangkap maksud sebenarnya. Walau demikian kalau kita bersedia lebih sabar, kita dapat memanfaatkan gaya Spanyol dengan sebuah tindakan efektif yang bisa mempermalukan Spanyol seperti layaknya Tim Nasional Swiss dalam Piala Dunia kali ini&#8230;.</p>
<p lang="sv-SE"><strong>11. Jerman</strong></p>
<p>Seperti julukannya Tim Nasional Jerman terkenal dengan sebutan Panser, sebua simbol kendaraan perang <em>full power </em>meski terkesan agak lamban. Bisa dikatakan Jerman akan menggilas setiap lawan-lawannya, utamanya tim-tim gurem dengan tanpa kompromi bahkan tak jarang dengan skor cukup besar. Dengan kata lain hanya tim yang lebih kuat lah yang mampu mengalahkan Tim Jerman. Mungkin demikian budaya bangsa Jerman pada umumnya. Mereka rata-rata pintar, utamanya dalam mengusai teori-teori yang ibaratnya sampek nglothok hingga  percuma saja adu teori dengan para manusia Jerman. Kesukaan Tim Sepakbola Jerman dalam adu pinalti kemungkinan mencerminkan kegemaran orang Jerman dalam mengambil keputusan yang cepat walau penuh resiko&#8230; atau jangan-jangan orang Jerman termasuk orang yang suka berjudi&#8230;?!</p>
<p lang="sv-SE"><strong>12. Portugal</strong></p>
<p>Hanya satu yang bisa saya katakan tentang gaya sepakbola Portugal&#8230;.licik&#8230;!! Jika menghadapi tim-tim semenjana kita akan melihat sepakbola indah (ditunjukkan saat membantai Korea Utara 7-0) hingga Portugal sering dijuluki sebagai Barzilnya Eropa. Akan tetapi begitu melawan tim kuat dunia, gaya permainan sepakbola Portugal akan berubah menjadi sepakbola efektif dengan mengandalkan pertahanan berdisiplin tinggi, sekaligus mengandung serangan balik cepat mematikan jika lawan kedapatan lengah. Pertandingan melawan <em>the real</em> Brazil seolah-olah menunjukkan jati diri bangsa Portugal yang siap menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya walau untuk itu dengan cara licik, liar dan kasar sekalipun seperti 7 kartu kuning yang diterima punggawa Portugal buat mengamankan tiket ke babak kedua. Portugal seakan-akan sadar diri bahwa walau mereka dianggap negara kuat sepakbola&#8230; mereka tetaplah sebuah negara kecil yang kekurangan talenta nomor satu (mereka hanya punya Cristiano Ronaldo seorang sebagai pesepakbola top class) hingga dalam setiap pertandingan mereka akan selalu ngotot, disiplin, sekaligus siap menggunakan taktik yang tepat jika tidak boleh dikatakan sebagai sebuah siasat licik&#8230;.</p>
<p lang="sv-SE"><strong>13. Tim Nasional Indonesia</strong></p>
<p>Bagaimana dengan Timnas Indonesia&#8230;?! Sebenarnya saya gembira melihat kualitas pemain-pemain Indonesia apalagi saat mereka berkompetisi di Liga Super yang terkenal cepat, ngotot, keras sekaligus enak ditonton. Tapi penampilan para pemain Indonesia saat membela Tim Nasional seringkali jauh panggang dari api&#8230;Bahkan pada Sea Games terakhir, Timnas Indonesia bahkan kalah sama Tim yang biasa dibuat bumbu sayur bagi Indonesia&#8230;LAOS&#8230;!! Bagi saya sendiri penampilan tim Indonesia sangat terkait dengan budaya bangsa ini. Sifat cepat puas menjadi sifat favorit yang dimiliki pemain Indonesia sehingga malas belajar untuk meningkatkan kualitas diri. Disamping itu, saya mencurigai sifat <em>‘andhap asor’</em> yang menjadi watak dasar rata-rata orang Jawa (sebagian besar pemain nasional Indonesia) menjadi kendala saat mereka harus bertanding dengan tim luar negeri karena selalu terlihat mereka minder duluan alias kalah sebelum bertanding saat melawan tim luar negeri apalagi jika yang dilawan ada bulenya&#8230; Dan hal itulah yang akan dibenahi pelatih baru Tim Nasional ‘Alfred Riedl’ yakni mental bertanding dan kengototan di lapangan. Belum lagi Riedl melihat banyak pertandingan sepakbola di Indonesia dikacaukan oleh keputusan wasit yang kontroversial hingga menguntungkan salah satu tim&#8230;.Jangan-jangan begitulah sifat asli orang Indonesia yang suka ‘minta bantuan’ orang berwenang untuk memenangkan sebuah pertandingan&#8230;.?!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/523/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/523/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=523&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/06/30/gaya-sepakbola-dan-budaya-bangsa-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/06/world-cup-2010-banner.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">world-cup-2010-banner</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membaca Persepsi Orang Lewat Buku</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/05/10/membaca-persepsi-orang-lewat-buku/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/05/10/membaca-persepsi-orang-lewat-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 03:59:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=513</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin bagi banyak orang, kegemaran saya dalam membeli buku bisa dikatain agak gila-gilaan.Disamping rumah yang mulai penuh dengan buku (jadi pengen nyanyi&#8230;Lihat rumahku&#8230;penuh dengan buku&#8230;.ada yang kecil dan ada yang tebel&#8230;.), dana yang kubutuhkan buat ngumpulin koleksiku itu rasanya jika &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/05/10/membaca-persepsi-orang-lewat-buku/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=513&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin bagi banyak orang, kegemaran saya dalam membeli buku bisa dikatain agak gila-gilaan.Disamping rumah yang mulai penuh dengan buku (jadi pengen nyanyi&#8230;Lihat rumahku&#8230;penuh dengan buku&#8230;.ada yang kecil dan ada yang tebel&#8230;.), dana yang kubutuhkan buat ngumpulin koleksiku itu rasanya jika dihitung-hitung juga cukup besar (untungnya istriku cukup pengertian&#8230;atau mau protes tapi gak berani ya&#8230;.?!). Tapi mau bagaimana lagi, dalam setiap buku pastilah berisi persepsi orang terhadap suatu topik. Apalagi kata orang faktor bahasa kadang menjadi penghambat seorang manusia dalam berimajinasi dan bahkan menyebabkan terjadinya bias persepsi. Dan inilah yang kadang menarik bagi saya untuk selalu membaca dan membaca lagi walau buku-buku tersebut memiliki topik yang sama. Gabungan persepsi dari para penulis buku itulah yang perlahan-lahan akan menyatukan keping-keping puzzle hingga dapat memberikan gambaran suatu topik secara utuh&#8230;..</p>
<p>Bagi saya sendiri, kegemaran membaca banyak buku untuk suatu topik tertentu memang sudah saya lakukan sejak jaman kuliah dulu. Gak tahu kenapa, rasanya gak marem jika saya hanya membaca satu buku untuk dapat mengerti suatu topik tertentu. Entah karena apa atau mungkin karena saya yang agak DDR (Daya Dong Rendah), banyak sekali alur yang hilang jika saya hanya membaca satu buku saja. Dengan membaca banyak buku, pengertian-pengertian akan topik menjadi semakin jelas. Saya banyak merasa, buku yang enak dibaca yang bereedar di toko-toko buku sangatlah sedikit. Yang banyak pastilah buku A membahas bagian topik tertentu, buku B tentang garis-garis besar seluruh topik, sementara buku C walau sedikit mbulet tapi memiliki uraian yang lebih detail dan seterusnya&#8230;dan seterusnya&#8230;.Hal-hal seperti itulah yang bikin saya terpaksa harus membeli banyak buku buat memahami pendalaman saya terhadap suatu topik&#8230;.</p>
<p><a href="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/05/books1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-515" title="Pile of Books" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/05/books1.jpg?w=500&#038;h=751" alt="" width="500" height="751" /></a><span id="more-513"></span></p>
<p><strong>Beberapa Tips Membaca Persepsi Orang Lewat Buku</strong><br />
Untuk dapat memahami persepsi orang lewat buku dengan cukup baik, saya menyodorkan beberapa tips atau langkah-langkah membaca buku atau literatur lain. Terus terang tips ini murni karangan saya sendiri dari hasil pengalaman saya dalam mempelajari ilmu-ilmu baru (dalam hal ini adalah mindset). Dalam hal ini saya tidak menyertakan literatur  luar negeri dalam tips-tips saya mengingat buku-buku atau literatur luar negeri susah didapat ples keterbatasan saya dalam penguasaan <em>English Languange</em>.</p>
<p><strong>1. Bacalah Buku Karangan Orang Indonesia.</strong> Jika hendak mempelajari ilmu-ilmu baru, saya sarankan untuk mebaca karangan orang Indonesia terlebih dahulu. Hal itu untuk menghindari salah persesi terhadap ilmu tersebut. Karangan orang Indonesia tentu saja memiliki pola bahasa yang lebih sesuai dengan pola persepsi kita dalam mempelajari sesuatu. Dengan demikian, salah persepsi terhadap pengertian-pengertian diharapkan dapat diminimalisir. Bahasa yang runut juga akan meningkatkan daya tarik kita terhadap materi yang disajikan sehingga akan membuat kita semakin tertarik untuk memperdalam substansi ilmu yang sedang kita baca. Kendalanya, banyak buku-buku yang dikarang orang Indonesia tidak memiliki kedalaman ilmu dan sekedar comot sana comot sini dari pengarang-pengarang luar negeri. Untuk itu, untuk tahap pertama pilihlah buku yang agak tebal, penuh gambar dan grafik yang mendukung pengertian kita terhadap materi. Sebagai misal, untuk mempelajari materi pola pikir saya membaca buku <em>The Secret of Mind Set</em>-nya Adi Gunawan atau bisa juga<em> Quantum Ikhlas</em>-nya Erbe Sentanu.</p>
<p><strong>2. Bacalah Buku Terjemahan</strong>. Buku-buku yang dikarang orang luar biasanya cenderung terfokus alias memuat suatu masalah tertentu saja atau tidak bersifat umum seperti layaknya buku-buku karangan orang Indonesia. Walaupun demikian, karangan orang luar menjadi menarik dipelajari karena kekhususan sifat itu selalu diiringi dengan contoh-contoh, instrumen-instrumen, juga uraian-uraian secara detail. Kelemahannya tentu saja adalah buku-buku terjemahan itu umumnya sudah mengalami bias persepsi dari pengarang aslinya hingga bisa dikatakan buku tersebut merupakan asil persepsi dari penerjemahnya. Disamping itu, kualitas penerjemah yang buruk kadang menyebabkan buku terjemahan memiliki pola bahasa yang kurang enak diikuti dan bakan kadang malah bikin pusing pembacanya. Oleh karena itu, buku terjemahan tidak disarankan dibaca buat mempelajari ilmu untuk pertama kalinya. Sebagai misal, untuk memperdalam dua bacaan mind set di atas, saya kemudian membaca “<em>Quantum Sukses</em>”-nya Sandra Anne Taylor atau “<em>Change Your Mindset Change Your Life</em>”-nya Carrol S. Dweck.</p>
<p><strong>3. Jangan Lupa Baca Buku-Buku Pendukung.</strong> Untuk mengembangkan pengertian anda tentang materi, langkah selanjutnya adalah coba baca buku-buku yang terkait dengan materi guna memberi gambaran bagaimana materi tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Disini saya kemudian melengkapi bacaan tentang mindset melalui bukunya Ibrahim ElFiky “<em>Terapi Berfikir Positif</em>’ serta membaca sekaligus menonton video ”T<em>he Secret</em>”Rhonda Byrne, juga ”<em>Rahasia Mendidik Anak Agar Sukses dan Bahagia</em>” karangan Ariesandi, dan ”<em>Unlimited Potency of The Brain</em>” karangan Taufik Pasiak.</p>
<p><strong>4. Baca Buku Tipis Tapi Manis.</strong> Terakhir untuk memperdalam pengertian kita terhadap materi, saya biasa melengkapi bacaan dengan buku-buku yang jumlah halamannya  relatif tipis. Biasanya buku-buku seperti ini banyak dikarang oleh pengarang-pengarang lokal dan biasa saya dapatkan di pameran-pameran buku yang sering saya kunjungi dan sering saya katakan sebagai mutiara dalam lumpur. Buku-buku seperti itu memang tidak begitu banyak menambah wawasan kita tetapi minimal akan memperdalam pemahaman kita terhadap materi. Karena dalam buku-buku itu akan selalu terdapat suatu persepsi berbeda terhadap materi sehingga saat membacanya kita akan sangat terbantu dalam memahami materi secara utuh. Beberapa buku tipis tapi manis yang saya baca buat melengkapi pengertian terhadap materi mindset misalnya : “<em>The Secret of Attractor Factor</em>” karangan Syahril Syam; “<em>Terapi NLP</em>” milik Elfiky; “<em>Misteri Alam Bawah Sadar Manusia</em>” karangan Abdul Khafi Syantra; serta “<em>Membongkar Tiga Rahasia</em>” dari Agus Mustofa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/513/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/513/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=513&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/05/10/membaca-persepsi-orang-lewat-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/05/books1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pile of Books</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bagaimana Mengatasi Demam Panggung&#8230;.?!</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/03/26/bagaimana-mengatasi-demam-panggung/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/03/26/bagaimana-mengatasi-demam-panggung/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Mar 2010 02:56:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Presentasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=503</guid>
		<description><![CDATA[Judul tulisan diatas akhir-akhir ini menjadi pertanyaan yang sering ditanyakan peserta diklat. Sebuah pertanyaan yang mungkin menjadi persoalan serius bagi para pembicara pemula saat hendak berdiri diatas panggung. Bagi saya sendiri hal itu tentu saja bukan lagi persoalan, setelah hampir &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/03/26/bagaimana-mengatasi-demam-panggung/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=503&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judul tulisan diatas akhir-akhir ini menjadi pertanyaan yang sering ditanyakan peserta diklat. Sebuah pertanyaan yang mungkin menjadi persoalan serius bagi para pembicara  pemula saat hendak berdiri diatas panggung. Bagi saya sendiri hal itu tentu saja bukan lagi persoalan, setelah hampir 4 tahun menjadi widyaiswara atau setelah ratusan kali saya melakukan presentasi di depan kelas. Tentu saja hal itu sedikit menyulitkan buat bisa menjawab pertanyaan peserta tentang demam panggung hingga seringkali saya hanya menjawab dengan asal&#8230;. walau tidak salah tetapi pasti kurang sitematis dan kurang sesuai dengan kebutuhan peserta yang umumnya kurang berpengalaman dalam berpresentasi.</p>
<p>Salah satu penyebab terjadinya demam panggung adalah stress. Menurut Ikhwan Sopa, banyak orang sebelum melakukan presentasi mengalami hal-hal: jantung berdegup kencang seperti habis lari-lari, telapak tangan Anda berkeringat, perut Anda mual dan merasa ingin muntah, setiap sebentar pergi ke kamar kecil untuk &#8220;mendownload&#8221; sesuatu, dan seterusnya. Gejala ini seperti gejala yang muncul pada berbagai penyakit berat. Padahal, bukan itu yang sesungguhnya sedang terjadi. Anda &#8220;hanya&#8221; sedang dilanda penyakit takut berbicara. Beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk dapat mengatasi demam panggung adalah</p>
<p><strong>1. Kuasai Materi</strong><br />
Salah satu kunci sukses berbicara di depan umum adalah percaya diri. Dan faktor utama untuk dapat berbicara dengan penuh percaya diri adalah dengan menguasai materi. Untuk itu, usahakan Anda hafal dengan materi yang hendak disajikan dalam presentasi. Selanjutnya, bacalah buku-buku atau referensi terkait dengan materi untuk memperkaya penguasaan Anda terhadap materi. Menguasai materi presentasi dengan baik secara otomatis akan meningkatkan kepercayaan diri Anda untuk tampil di depan umum.<br />
<span id="more-503"></span><strong></strong></p>
<p><strong>2. Rencanakan Presentasi dengan Baik</strong><br />
Perencanaan yang baik juga merupakan salah satu kunci suksesnya sebuah presentasi. Untuk itu buat grand design presentasi yang meliputi: bagaimana membuka presentasi, bagaimana menyajikan isi pokok, bagaimana memperkuat isi dengan contoh-contoh, serta bagaimana menutup sesi presentasi Anda. Buatlah alat bantu presentasi, baik berbentuk slide power point maupun catatan-catatan kecil terkait dengan materi. Lebih baik jika Anda persiapkan sendiri alat bantu tersebut karena hal itu otomatis akan membuat Anda lebih memahami materi. Buat juga kisi-kisi pertanyaan yang kira-kira hendak ditanyakan peserta terkait materi presentasi. Buat pula kata-kata atau ungkapan-ungkapan hebat buat membuka dan menutup presentasi Anda. kalau perlu tulis ungkapan itu dalam sebuah catatan kecil. Untuk mengurangi demam panggung, jangan pernah menerima permintaan presentasi yang waktunya mepet. Waktu yang mepet akan mengurangi waktu Anda dalam mempersiapkan materi. Dan bagi presenter yang kurang berpengalaman hal itu akan meningkatkan terjadinya kondisi demam panggung.</p>
<p><strong>3. Bersikaplah Relaks</strong><br />
Banyak yang mengatakan salah satu teknik untuk reaksasi adalah dengan menghela nafas panjang, Menghela nafas akan memudahkan oksigen memenuhi otak sehingga secara otomatis akan membuat Anda lebih relaks sebelum memulai sebuah presentasi. Fokuslah pada wajah-wajah ramah dan tulus, yang pasti akan Anda temukan di ruangan presentasi, sampai Anda merasa nyaman.</p>
<p><strong>4. Latihan, Latihan, dan Latihan</strong><br />
Pengalaman adalah guru terbaik sehingga percayalah presentasi Anda akan semakin membaik seiring seringnya Anda melakukan kegiatan presentasi. Latihan juga akan membantu Anda mengatasi demam panggung. Untuk itu, Anda bisa latihan dengan temen Anda sebelum tampil di muka umum. Mintalah temen tersebut mengevaluasi penampilan  Anda selama melakukan presentasi tersebut. Lalu, ulangi latihan presentasi Anda tersebut ples perbaikan-perbaikan yang diperlukan. Minta lagi temen untuk mengevaluasi lagi. Ulangi sampai Anda merasa yakin dengan penampilan Anda saat berpresentasi.</p>
<p><strong>5. Jangan Takut Salah</strong><br />
Orang biasanya stress hingga mengalami demam panggung akibat merasa takut gagal dalam berpresentasi. Salah satu cara mengatasi demam panggung adalah dengan menghilangkan fikiran bahwa ANDA HARUS SUKSES BERPRESENTASI. Fikiran seperti itu akan membebani dan akan terus membebani saat berpresentasi sehingga kesalahan sedikit saja bisa sangat mengganggu fikiran Anda. Dan hal itu akan membuat presentasi Anda semakin kacau dan semakin lama semakin tambah kacau saja. Hilangkan beban fikiran harus sukses tersebut. Yang penting nikmati saja presentasi Anda. Yakinlah bahwa Anda telah mempersiapkan presentasi tersebut dengan baik dan lihat apa yang terjadi&#8230;.he&#8230;.he&#8230;he&#8230;.</p>
<p><strong>6. Hilangkan Fikiran-Fikiran Negatif</strong><br />
Caranya dengan fokus pada topik atau materi yang hendak Anda sampaikan. Bayangkan bahwa Anda akan mampu melakukan presentasi dengan baik. Hilangkan fikiran-fikiran yang membikin konsentrasi Anda buyar, seperti :audience yang ingin menjatuhkan Anda, Audience yang ’rewel’, audience yang ngantuk, audience yang keluar masuk ruangan. Hilangkan juga fikiran tentang hal-hal kecil yang mengganggu seperti : pakaian dan rambut yang kurang rapi, dasi yang kurang bagus, sepatu yang lupa disemir, catatan kecil yang ketinggalan, belum sarapan. Percayalah, Audience Anda tidak akan mempermasalahkan hal itu&#8230;!!</p>
<p>Bagaimana&#8230;?! Sudah siapkah Anda dalam berpresentasi&#8230;?! Belum&#8230;.?! Mengapa&#8230;?! Ooooo&#8230;.Anda ternyata harus tampil di depan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi&#8230;.Pak Camat, Kepala Dinas, Anggota Dewan, atau malah Bupati or Walikota&#8230;.?! (kalau diatas itu sich kayaknya Anda gak perlu tips-tips inilah karena Anda pastilah jauh dari demam panggung&#8230;).   Hingga terpaksa masih grogi alias demam panggung&#8230;.?! Okelah kalau begitu. Anda kayaknya butuh <em>anchoring</em> untuk mengatasi demam panggung tersebut.</p>
<p><strong>Apa itu anchoring&#8230;.?!</strong><br />
Pada dasarnya, <em>Anchoring</em> (angkor = jangkar) adalah cara untuk mencapai keadaan-keadaan yang kita butuhkan untuk bisa sukses dalam konteks tertentu. Sebagai misal saat Anda merasa grogi atau demam panggung saat hendak memulai sebuah presentasi maka yang perlu Anda lakukan adalah mengingat-ingat kondisi dan situasi saat Anda merasa relaks dan percaya diri. Situasi dan kondisi itu antara lain dapat berupa suara, kata-kata, gerakan  atau tindakan-tindakan kecil yang dapat bikin kita merasa tenang atau yakin sukses saat hendak memulai sesuatu. Dalam hal ini masing-masing orang memiliki <em>anchoring</em> yang berbeda-beda yang diantaranya tergantung submodalitas yang dimiliki&#8230;apakah bersifat <em>visual, auditory</em> atau <em>kinestetik</em>. Berikut beberapa contoh anchoring buat mengatasi demam panggung berdasarkan submodalitasnya masing-masing.</p>
<p><strong>a. Visual</strong><br />
- Berpakaian rapi dan elegan kalau perlu dengan memakai jas<br />
- Pakaian berwarna terang memang dianjurkan tetapi jika Anda merasa mengalami krisis kepercayaan diri, warna gelap akan membuat Anda lebih berwibawa<br />
- Pakailah pakaian yang paling nyaman Anda pakai saat tampil di depan umum<br />
- Cukur kumis atau jenggot atau malah pelihara sekalian buat meningkatkan rasa percaya diri<br />
- Bayangkan audien Anda adalah temen-temen akrab Anda yang ingin Anda tampil hebat diatas panggung<br />
- Bayangkan Anda sedang berada di tempat yang paling Anda sukai<br />
- Amati  peserta yang berpenampilan unik untuk memecah konsentrasi Anda</p>
<p><strong>b. Auditory</strong><br />
- Berteriak-teriak sekeras-kerasnya (tapi cari tempat yang sepi ya&#8230;)<br />
- Membisikkan do’a yang Anda percayai dapat menguatkan diri<br />
- Dengarkan musik atau lagu yang paling Anda sukai<br />
- Bernyanyi-nyanyi kecil atau bersiul untuk menenangkan diri<br />
- Ucapkan kalimat-kalimat afirmasi, semisal ”Aku Bisa” atau ”Aku Pembicara Hebat”</p>
<p><strong>c. Kinestetik</strong><br />
- Berjalan-jalan mondar-mandir sampai Anda merasa tenang<br />
- Gosok-gosok telapak tangan Anda, lalu usapakan pada kedua mata Anda<br />
- Anda boleh meremas-remas kertas atau tissue sampai hancur<br />
- Kalau perlu Anda boleh meloncat-loncat sampai puas<br />
- Boleh juga Anda pegang tasbih sembari berdo’a<br />
- Minum air putih juga dapat membantu menenangan Anda.</p>
<p>Sekali lagi yang saya sajikan hanyalah contoh. Anda sendirilah yang harus dapat menemukan <em>anchoring</em> Anda saat hendak melakukan presentasi.Jadi&#8230;selamat mencoba&#8230;!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/503/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/503/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=503&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/03/26/bagaimana-mengatasi-demam-panggung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>English&#8230;. Oh English&#8230;.</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/18/english-oh-english/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/18/english-oh-english/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 00:57:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Lucu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=500</guid>
		<description><![CDATA[Sudah bukan rahasia lagi bahwa Bahasa Inggris menjadi momok menakutkan bagi banyak orang di Indonesia. Jangankan menguasai, mendengarnya pun bahkan mereka alergi. Hingga bisa jadi jika mereka nonton film barat di TV pun yang dicari bangsa film yang sudah di-dubbing &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/18/english-oh-english/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=500&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah bukan rahasia lagi bahwa Bahasa Inggris menjadi momok menakutkan bagi banyak orang di Indonesia. Jangankan menguasai, mendengarnya pun bahkan mereka alergi. Hingga bisa jadi jika mereka nonton film barat di TV pun yang dicari bangsa film yang sudah di-dubbing ke Bahasa Indonesia. Atau kalaulah film tersebut masih memakai bahasa aslinya maka mereka memilih untuk menekan tombol mute pada remote agar Bahasa Inggris-nya tidak terdengar sangking alerginya&#8230;.ehm&#8230;sedikit berlebihan ya&#8230;.?! Yang jelas, penyakit takut English itu ternyata juga menimpa banyak Widyaiswara&#8230;.Dan jujur saja, saya termasuk dari salah satu widyaiswara yang tidak menguasai Bahasa Inggris dengan baik dan benar&#8230;.walaupun gak<em> nol puthol</em> banget lah&#8230;.<em>litle-litle I can</em> gitu&#8230;.tapi kalau ada orang yang sedang ngomong pakek Bahasa Inggris, saya termasuk yang memilih membisu and diam seribu bahasa&#8230;.</p>
<p>Na&#8230;.cerita berikut saya dapat dari Mr. Adi Wahyudi berkenaan dengan <em>phobia English</em> yang menimpa widyaiswara. Ceritanya terjadi saat Mr. Adi masih ada di instansi lama yakni pada Balai Pendidikan dan Latihan Pertanian Soropadan yang merupakan Balai Pelatihan di bawah Departemen Pertanian sebelum kemudian dilimpahkan ke Provinsi Jawa Tengah sebagai konsekuensi otonomi daerah. Sebagai sebuah Balai yang ada di bawah Departemen, sudah jamak jika sering dikunjungi tamu-tamu dari pusat dan bahkan dari luar negeri. Yang paling mengerikan tentu saja jika ada tamu yang berasal dari luar negeri, mengingat mau tak mau para penghuni Soropadan harus mampu menjelaskan segala sesuatu tentang balai tersebut kepada tamu-tamu&#8230;dan tentu saja dengan menggunakan pengantar Bahasa  Inggris. Dan tugas itu tentu saja akan diberikan pada para widyaiswara yang notabene dianggap sebagai komunitas ilmiah yang ada di balai pertanian. Kalau sekedar menerangkan masalah pengembangan pertanian sih gampang&#8230;. tapi jika harus dengan Bahasa Inggris&#8230;.?! Ini problemnya karena banyak yang gak <em>ngeh</em> sama yang namanya Bahasa Inggris hingga saat hari kunjungan dari luar negeri tersebut banyak widyaiswara yang tiba-tiba gak masuk dengan berbagai alasan&#8230;.ada yang mendadak sripahan lah&#8230;.ada yang sakit lah&#8230;.atau ada acara penyuluhan di lapangan &#8230; sudah kadhung janji dengan petani&#8230;.atau sekedar masuk agak siang-siangan&#8230;.dengan seluruhnya bermuara pada menghindari berbicara di depan tamu luar negeri&#8230;.<span id="more-500"></span></p>
<p>Hari itu BPLP Soropadan kedatangan tamu luar negeri, Dr. Renu, seorang dosen cantik dari Thailand. Seperti biasa, kantor mendadak sepi dari sliweran widyaiswara yang biasanya rajin ngantor itu.Dan seperti biasa pula, setiap ada tamu dari luar negeri selalu saja Mr. Adi dan Mr. Kristiyo yang selalu menemani dan menjelaskan segala hal tentang Soropadan, mengingat mereka berdua pernah kursus dan ditugaskan di luar negeri. Menjelang lohor, kunjungan ke Soropadan menjelang selesai&#8230;.dan tampak lah Mr. Arif Sudomo <em>kledhang-kledhang</em> masuk kantor. Baru kunjungan lapangan katanya. Entah betul atau hanya sekedar alasan tapi dia menjawab pertanyaan ’darimana’ itu sambil mesam mesem penuh arti. Tapi alangkah terkejutnya Mr. Arif ketika tiba-tiba Kepala Balai memanggilnya&#8230;.</p>
<p><em>“Pak Arif, kunjungan Dr. Renu ke Soropadan sudah selesai. Tapi&#8230;.beliau ingin beli oleh-oleh batik yang terkenal di Indonesia itu. Pak Adi dan Pak Kris khan sudah seharian nemani Mrs. Renu&#8230;. Jadi, saya minta Pak Arif lah yang menemani Mrs. Renu ke Pasar Klewer Solo buat belanja batik&#8230;.”</em><br />
Kontan wajah Pak Arif pucat pasi mendengar permintaan Kepala Balai tanpa sanggup menolaknya. Walau kemudian Pak Arif sibuk memohon-mohon ples separoh merengek-rengek agar Pak Adi dan Pak Kris mau menemaninya nganter Mrs. Renu ke Solo bersamanya&#8230;.Entah karena tak tega dengan wajah pucet Pak Arif, sekedar menambah jejaring kerja, atau gak ketinggalan kesempatan manis menemani Dr. Renu yang cantik itu berbelanja&#8230;.yang jelas mereka bertiga kemudian menemani Mrs. Renu belanja batik ke Kota Solo&#8230;.</p>
<p>Dan seperti sudah diduga, selama perjalanan&#8230;.. Mr. Adi dan Mr. Kristiyo lah yang sebenarnya menemani Dr. Renu ngobrol ngalor ngidul ngetan ngulon&#8230;.sementara Pak Arif memilih menyendiri di pojok belakang mobil, diam seperti layaknya sedang sakit gigi parah&#8230;.<em>nyempil dan ngiyem</em> di belakang&#8230;.padahal perjalanan Soropadan ples belanja batik tersebut yang memakan waktu hampir 5 jam-an&#8230;.bayangkan saja. Tetapi saat perjalanan pulang dan mobil mereka sampai di depan terminal Kartosuro tiba-tiba Pak Arif njawil Pak Adi sambil ngomong&#8230;.<br />
<em>“Pak Adi&#8230;.tulong ngomong karo ‘kêthéke’&#8230;.aku mudhon kene wae yo&#8230;.”</em> (terjemahan bebasnya adalah tolong beritahu sama tuh monyet ‘Dr. Renu’ bahwa dia mau turun di Kartosuro saja&#8230;). Sebuah pernyataan yang bikin ketawa Pak Adi dan Pak Kris sementara Mrs. Renu hanya bengang- bengong saja tanpa ngerti maksudnya&#8230;. Rupanya selama perjalanan itu Pak Arif bener-bener menahan diri untuk tidak ngomong sama sekali&#8230;. Mungkin sebenarnya pengen ngomong sesuatu tapi apa daya English-nya tak sampai. Hingga mau pamitan pun dia bingung mau ngomong apa&#8230;..</p>
<p>Dan begitulah, akhirnya Pak Arif bener-bener turun di depan terminal Kartosuro meninggalkan Pak Adi dan Pak Kris yang masih cekikikan sambil megangin perutnya yang mendadak sakit menahan tawa&#8230;.soalnya tertawa terus gak enak dengan Mrs. Renu yang masih bingung dengan kejadian tersebut&#8230;.Yah gimana gak mau ketawa ngakak&#8230;.masak tamu agung dari Thailand dikatain sama Pak Arif sebagai<em> ‘kêthéke’</em> alias monyet hanya gara-gara dia gak ngerti apa yang dia omongin dan bingung mau ngomong apa&#8230;.Dan coba juga kalo Mrs. Renu ngerti yang dimaksud dengan<em> ‘kêthéke’</em> itu&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/500/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/500/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=500&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/18/english-oh-english/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Malam-Malam Gelisah Bagi Widyaiswara</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/10/malam-malam-gelisah-bagi-widyaiswara/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/10/malam-malam-gelisah-bagi-widyaiswara/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Feb 2010 04:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Judulnya sih seperti lagu dangdut, walau maksudnya bukan seperti itu. Karepnya sih tulisan kali ini hendak menceritakan malam-malam paling menggelisahkan bagi seorang widyaiswara, yakni malam-malam saat mulai mengajarkan sebuah materi. Memang sih, jika materi itu sudah biasa kita ampu&#8230;.malam sebelum &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/10/malam-malam-gelisah-bagi-widyaiswara/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=496&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Judulnya sih seperti lagu dangdut, walau maksudnya bukan seperti itu. <em>Karep</em>nya sih tulisan kali ini hendak menceritakan malam-malam paling menggelisahkan bagi seorang widyaiswara, yakni malam-malam saat mulai mengajarkan sebuah materi. Memang sih, jika materi itu sudah biasa kita ampu&#8230;.malam sebelum mengajar bukanlah malam yang istimewa&#8230;karena segala persiapan telah tersedia dengan cukup dan bahkan kata orang <em>turah-turah</em>. Maksudnya adalah ibarat seorang tentara segala macam jenis senjata telah disiapkan jauh-jauh hari dan <em>ready to use</em>. Hingga tinggal pilih senjata mana yang hendak dipakai&#8230;.tergantung musuhnya. Kalo musuhnya kelas teri ya&#8230;cukup pakai <em>piso</em> atau <em>paser</em> saja, sementara jika musuhnya kelas berat ya&#8230;.kita siapin aja bom atom jika gak nyerah-nyerah. Apalagi medan perangnya telah kita kenal dengan baik hingga dengan mudah kita bisa menentukan tenpat persembunyian, posisi dan strategi buat menaklukkan lawan. Tapi tentu saja lain halnya jika daerah lawan belum pernah kita rambah&#8230;.apalagi dengan amunisi yang minim maka malam-malam sebelum terjun ke medan pertempuran merupakan malam-malam yang paling menggelisahkan bagi seseorang&#8230;.Dan itulah mungkin ilustrasi singkat bagaimana gelisahnya seorang widyaiswara dalam menghadapi malam-malam sebelum menyampaikan materi yang baru pertama kali diampunya&#8230;</p>
<p>Bagi saya, mengampu Sistem Pemerintahan NKRI merupakan pengalaman petualangan saya berikutnya bagi saya sebagai seorang widyaiswara. Walaupun jauh dari <em>background</em> pendidikan tetapi materi ini tetap penting sebagai investasi masa depan saya dalam mengampu materi-materi diklat kepemimpinan lanjutan di masa depan. Bisa dikatakan mau tidak mau saya sudah harus mulai berubah ke arah yang lebih mendukung karier saya di masa depan. Walaupun demikian, banyak tantangan yang harus ditaklukkan untuk dapat mengajarkan materi ini dengan baik. Yang pertama, tentu saja menguasai substansi materi yang karena jauh dari ’rumah’ maka bisa dikatakan saya hanya punya amunisi yang terbatas&#8230;mengingat buku-buku yang saya baca terkait dengan materi itu bisa dikatakan minim dengan pengalaman juga bisa dikatakan nol besar ples keberminatan yang masih meraba-raba alias nekad <em>amergo kepepet</em>. Dengan kata lain amunisi yang saya miliki sangat amat terbatas sekali. Oleh sebab prinsip pembelajaran orang dewasa lebih karena kebutuhan&#8230;.maka untuk sementara saya tidak memperbanyak dulu buku referensi mengingat seperti pengalaman sebelum-belumnya banyak beli buku belum tentu banyak membaca alias lebih banyak disimpennya daripada dibacanya.</p>
<p>Banyak diskusi dengan pengampu senior menjadi pilihan saya dalam meningkatkan penguasaan materi&#8230;. utamanya banyak-banyak bertanya terhadap beberapa bagian dari modul yang susah saya mengerti termasuk peraturan perundang-undangan yang mendukung. Dan ternyata banyak juga peraturan perundang-undangan yang harus saya pelajari buat memperkaya penguasaan materi dalam modul&#8230;yang setelah saya <em>search and</em> unduh via internet rasa-rasanya sampai hari H-1 dalam mengajar masih saja ada beberapa bagian yang belum ketemu <em>link and match</em>-nya hingga masih rodo-rodo bingung juga disamping bahan dasar di modulnya juga belum apal banget&#8230;.Tapi pengalaman sebagai widyaiswara selama 4 tahun telah membuatku sedikit tenang mengingat prinsip ’widyaiswara itu pasti bisa mengajar asal ada judulnya&#8230;.&#8217; Apalagi pengalaman pertama khan bukan segala-galanya&#8230;masih ada pengalaman-pengalaman mengajar berikutnya yang perlahan-lahan akan meningkatkan kompetensi kita dengan sendirinya. Belum lagi tujuan utama saya mengampu materi ini adalah untuk belajar dan The best learning is teaching to&#8230;.?! Jadi gak usah takut untuk mengajar&#8230;.<em>just do it</em> maka percayalah Anda akan menemukan fakta-fakta baru yang menarik selama mengajar&#8230;..<span id="more-496"></span></p>
<p>Medan perang untuk sementara saya pilih yang sudah saya kenal yakni para peserta prajabatan&#8230;.dan sementara saya hanya berani ngambil yang golongan I dan II. Disamping penguasaan materi yang minim, golongan I dan II terkenal sebagai golongan yang manut-manut alias sangat menghormati widyaiswara sebagai pengampu&#8230;entah karena mereka di kantor biasa diperintah-perintah atau hanya sekedar takut tidak lulus he&#8230;he&#8230;he&#8230;Belum lagi kebiasaan golongan I dan II yang kurang kritis hingga kita ngomong apa saja mereka <em>manut-manut</em> wae&#8230;.Walaupun demikian konsekuensinya adalah kita akan lebih banyak ngomong daripada mereka hingga kalo diterus-teruskan lambe bisa meniren akibat kebanyakan ngomong. Belum lagi sifat mereka yang ngantukan saat belajar hingga bikin usus tambah dowi akibat harus senantiasa sabar dalam menghadapi tingkah polah mereka yang tidak sesuai harapan&#8230;.Yah&#8230;mau bagaimana lagi. Tantangannya jelas, kita harus mampu menyajikan materi dengan menarik&#8230;!! Jangan salahkan peserta jika mereka gak berminat&#8230;tapi salahkan widyaiswaranya yang gak bisa bikin mereka berminat&#8230;.!!</p>
<p>Na&#8230;.berhubung amunisi saya minim tentu saja saya harus siapkan beragam senjata termasuk senjata manual yang gak butuh peluru (artikan sendiri kamsudnya he&#8230;he&#8230;he&#8230;) Ini yang sulit dan bikin seorang widyaiswara gak bisa tidur bermalam-malam karena gelisah memikirkan metode pembelajaran yang tepat. Kalau pake metode ceramah melulu bisa dipastikan saya akan kehabisan bensin sebelum 9 JP itu habis karena belum banyak cerita <em>ngalor ngidul</em> alias improvisasi yang bisa saya berikan alias masih modul minded gitu loh&#8230;.. belum pesertanya pasti tidur sebelum 1 jam pertama kita mengajar. Untuk sementara akhirnya metode diskusi akan saya pakek sebagai andalan dan untuk itu saya akan minta mendiskusikan tugas-tugas presiden pada jam-jam awal tidur alias pada sesi pertama. Walau demikian masih ada masalah yakni bagaimana merancang sebuah diskusi yang bisa membikin peserta seluruhnya terlibat dan bukan hanya sekedar basa-basi diskusi semata. Ini yang sulit dan bener-bener bikin gak bisa<em> bobok</em> gasik karena gelisah. Tapi gak bisa bobok kadang-kadang juga bikin kita menemukan ilham dan datangnya bisa kapan-kapan bahkan jam 3 pagi sekalipun&#8230;..!!</p>
<p>Itu belum seluruhnya. Akibat malam-malam yang menggelisahkan itu tentu saja bikin kondisi seorang widyaiswara menurun. Saya sempet terserang pilek berat akibat kurang istirohat hingga sempet beberapa hari gak ngantor. Belum lagi tiba-tiba pundak and pinggul saya mendadak sering pegel-pegel tanpa tahu sebabnya. Kata temen sih karena kurang air putih walau menurut saya konsumsi air putih saya cukup. Lalu H-2 lidah saya sempet mati rasa gak tahu karena apa. Trus sikap kurang pedhe juga tetep menimpa saya habis-habisan hingga saya minta jadwal ngajar saya untuk tahap pertama ini cukup satu saja dari 2 kali jadwal rencana semula. Belum cukup, saya bahkan sempet minta jadwal ngajarnya mundur dari Sabtu ke Selasa agar lebih memberi waktu pada saya buat menyiapkan materi dengan lebih baik: mendesain power point, melengkapi referensi, menambah diskusi-diskusi dengan pengampu senior, ples membangun kepercayaan diri tentu saja. Yang jelas tiada hari tanpa gelisah, gelisah, dan gelisah&#8230;.</p>
<p>Demikianlah sekelumit cerita tentang malam-malam yang paling menggelisahkan bagi widyaswara. Sebuah cerita sedih yang berakhir dengan <em>happy ending</em> mengingat pengalaman pertama ngajar Sistem Pemerintahan NKRI berjalan lancar dan cukup memuaskan bagi peserta. Terbukti hampir 70% peserta minta <em>sungkem</em> begitu selesai saya menyampaikan materi, disamping wajah-wajah ngantuk di kelas yang hanya mencapai kurang dari 20%. Hingga habis mengajar saya langsung lemes karena kehabisan energi&#8230;..lemes karena puas&#8230;..Yang jelas malam-malam menggelisahkan itu kemudian berlanjut di malam hari pasca mengajar&#8230;(bayangkan saya sampai terbangun jam 01.15 dan baru bisa tidur lagi setelah sholat Subuh). Bukan apa-apa. Hanya sekedar membayangkan peristiwa saya saat mengajar materi ini (termasuk menuliskannya ini), utamanya tentu saja mengevaluasi apa yang terjadi. Srategi mana yang salah  dipakai. Materi apa saja yang belum terkuasai hingga masih salah saat disampaikan. Buat perbaikan kala harus mengajar materi yang sama pada kesempatan berikutnya. Itu saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/496/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/496/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=496&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/02/10/malam-malam-gelisah-bagi-widyaiswara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Repot-Repot Rapat-Rapat</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/13/repot-repot-rapat-rapat/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/13/repot-repot-rapat-rapat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 04:25:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=493</guid>
		<description><![CDATA[Ada budaya baru (pengennya sih menjadi budaya alias menjadi tradisi dan bukan hanya sekedar trend sesaat yang cepet hilang&#8230;.) yang muncul saat jeda ngajar di awal 2010, yakni rapat materi pelajaran. Tidak tahu siapa yang memulai, yang jelas minggu-minggu ‘garing’ &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/13/repot-repot-rapat-rapat/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=493&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada budaya baru (pengennya sih menjadi budaya alias menjadi tradisi dan bukan hanya sekedar trend sesaat yang cepet hilang&#8230;.) yang muncul saat jeda ngajar di awal 2010, yakni rapat materi pelajaran. Tidak tahu siapa yang memulai, yang jelas minggu-minggu ‘garing’ ini banyak diisi rapat-rapat materi. Sesuatu yang baru dan sekaligus mengejutkan bagi saya. Tujuan rapat tentu saja adalah penyamaan persepsi atas kontent materi pelajaran diantara widyaiswara-widyaiswara yang kebetulan mengampu materi diklat yang sama. Disamping itu, juga dibahas bagaimana strategi mengajar mata diklat yang bersangkutan agar menghasilkan proses belajar mengajar yang efektif sekaligus menyenangkan bagi para peserta. Bukan untuk diseragamkan, tetapi lebih untuk saling sharing pengalaman-pengalaman mengajar masing-masing widyaiswara saat menyampaikan materi&#8230;..buat diteladani widyaiswara lain&#8230;atau sekedar memberi inspirasi demi proses belajar mengajar yang lebih baik.</p>
<p>Diluar pelaksanaan rapat, saya menganggap tradisi rapat materi merupakan sebuah sinyal positif bagi iklim kesejukan hubungan diantara para WI&#8230;yang biasanya saling intip, saling ejek, bahkan juga saling telikung dalam hubungannya dengan perebutan jumlah jam mengajar&#8230;.. yang seringkali dihubungkan dengan penghasilan para WI. Sebuah masalah klasik yang selama ini menghinggapi para widyaiswara di Jawa Tengah (bagaimana dengan widyaiswara di tempat Anda&#8230;.?). Istilah ‘rukun’ sendiri merupakan sebuah kejutan yang menyenangkan bagi saya&#8230;.yang mungkin disebabkan cukup meratanya jumlah jam mengajar yang menjadi jatah masing-masing WI mulai dari yang paling junior sampai dengan yang senior&#8230;.dengan rata-rata pada kisaran 900 jam mengajar per tahun. Belum lagi kisah sukses 9 pendekar senior yang secara berkala dipanggil LAN-RI untuk mengisi diklat-diklat Pim II yang diselenggarakan LAN&#8230;. membuat para senior sibuk sekaligus membikin para junior pun ikut-ikutan sibuk&#8230;. ‘<em>nadahi</em>’ pelimpahan-pelimpahan jam mengajar yang ditinggalkan para seniornya itu. Mungkin itulah solusi sebuah perselisihan JP&#8230;..semakin banyak JP yang bisa dibagi maka perselisihan banyak-banyakan jam mengajar berubah menjadi perselisihan buat istirahat tidak mengajar&#8230;.sangking banyaknya jam yang harus dijalani setiap WI&#8230;.<span id="more-493"></span></p>
<p>Kembali ke rapat, saya sendiri ikut 4 jenis rapat yakni rapat Perkantoran, Pola Pikir PNS, Komunikasi yang Efektif, dan Sistem Penyelenggaraan NKRI&#8230;.yang membikin hari-hari saya mulai Kamis sampai dengan Selasa kemarin penuh dengan rapat. Yang merepotkan tentu saja hari Kamis saat rapat Perkantoran mengingat fungsi saya sebagai seorang koordinator. Repot karena disamping saya harus menyiapkan bahan rapat, termasuk materi yang harus dijadikan pedoman bagi anggota&#8230;..mengingat sifat WI yang harus mandiri&#8230;..ternyata saya juga harus ngurusi kelengkapan LCD untuk tayangan, mencari ruang kosong untuk tempat rapat, ngatur meja kursi yang ternyata harus ngangkat and <em>‘nyulaki barang</em>’ ples ‘<em>noto</em>’ kelengkapan papan tulis&#8230;walau untung dibantu Pak Joko sang Sekretaris WI dalam pengadaan cemilan and air minum buat sajian para peserta&#8230;. mengingat rapat perkantoran berubah menjadi serius and memakan waktu lebih 2 jam&#8230;. tapi tidak apa-apa, apapun itu khan semuanya demi kemajuan pelaksanaan diklat&#8230;.</p>
<p>Beberapa hal yang berkesan bagi saya saat mengikuti rapat-rapat materi, mungkin dapat dijadikan model bagaimana menyelenggarakan suatu rapat diantara para WI di masa mendatang, diantaranya adalah</p>
<p><strong>1. Perasaan Setara</strong>. Salah satu kendala penyelenggaraan rapat adalah dominasi WI senior pada juniornya&#8230;.yang menimbulkan persesi lebih WI satu dibanding yang lain. Untungnya dalam rapat yang saya ikuti, para WI senior kedapatan lebih ’manut-manut’ pada juniornya&#8230;.mungkin karena para senior merasa bahwa mereka pun junior di mata diklat yang bersangkutan&#8230;mengingat para WI senior yang kebanyakan konsen pada diklat-diklat tingkat lanjutan sementara  yang dibahas adalah mata diklat pada diklat prajabatan. Dengan kata lain, senioritas bukan diukur pada lama tidaknya seseorang menjadi WI tetapi lebih pada kompetensi terhadap materi. Tentu saja dalam hal ini saya memberi apresiasi terhadap sikap toleransi para WI senior yang kelihatan mau ’mengalah’ pada para juniornya&#8230;.</p>
<p><strong>2. Perasaan Terbuka</strong>. Na&#8230;.kalau sudah merasa setara, yang terjadi adalah saling sharing diantara para WI, baik dari segi kontent, termasuk bahan ajar dan power point, maupun dari segi strategi mengajar&#8230;.Tak ada dominasi juga menyebabkan para WI junior lebih percaya diri untuk menyampaikan bahan-bahan tambahan bagi pengembangan materi dasar yang sudah ada dalam modul.</p>
<p><strong>3. Sikap Toleransi ikut pula dikembangkan dalam rapat</strong>. Artinya, segala materi yang disampaikan dalam rapat bukanlah harga mati yang harus ditaati&#8230;utamanya dari segi metode. Tiap WI dalam hal ini bebas menyampaikan materi dengan gaya masing-masing&#8230;.dengan variasi masing-masing. Yang penting hakikat rapat adalah menyajikan sebanyak mungkin peluru dan senjata guna bekal bagi para WI dalam mengajar&#8230;. semakin banyak peluru dan senjata yang dibawa khan semakin baik&#8230;.masalah senjata mana yang dipakai dalam mengajar, terserah masing-masing WI&#8230;.tergantung situasi dan kondisi peserta juga khan&#8230;..</p>
<p><strong>4. Debat</strong>. Akibat latar belakang WI yang semuanya orang Pemda yang minimal merasa pinter maka rapat materi selalu tidak bisa menghindar terhadap kemungkinan debat panas&#8230;.bahkan beberapa malah menjadi debat kusir. Bukan apa-apa, walau mengaku orang pinter tapi seperti layaknya rapat yang lain&#8230;.kesalahan peserta rapat adalah mereka berdebat tanpa data dan informasi yang jelas&#8230;hanya berdasar persepsi dan seingatnya saja&#8230;.alias mereka rapat tanpa membawa catetan atau sumber referensi lain (bahkan modulnya pun gak bawa&#8230;). Akibatnya, karena sama-sama gak bawa referensi seringkali debat yang terjadi menjurus debat kusir tanpa dasar&#8230;.</p>
<p><strong>5. Pintar Berargumen.</strong> Saya lihat semua WI yang ikut rapat rata-rata memiliki kapasitas berargumen yang baik&#8230;.minimal punya bekal meyakinkan orang lain agar yakin dengan ucapannya. Bahkan sangking meyakinkannya, kadang-kadang argumennya itu menjadi kebenaran baru bagi para peserta&#8230;.walau sebagian besar benar, tetapi kadang-kadang argumen yang disajikan tak berdasar&#8230;alias saat tak cari referensinya tidak ada atau kadang bertentangan dengan modul juga&#8230;..he&#8230;he&#8230;he&#8230;.gak pa pa lah minimal temen-temen WI saya sudah cukup meyakikan saat berbicara di depan kelas deh&#8230;.walau saya sarankan untuk tidak gampang percaya dengan saran yang meyakinkan sekalipun jika itu tanpa disertai dengan referensi tertulis&#8230;.(soalnya saya sendiri sering kalah argumen dengan mereka walau setelah tak lihat referensinya gak seperti yang mereka katakan&#8230;.)</p>
<p><strong>6. Pintar Mengkritik atau bersikap kritis</strong> adalah salah satu sikap WI yang baik&#8230;.walau susahnya kadang sifat kritis itu masih bersifat ’seharusnya’ dan bukan ’sebaiknya’&#8230; Maksudnya, pengennya setiap memberi kritik atau saran itu masih dibarengi dengan suatu keharusan diterima sebagai kebenaran&#8230;yang bahkan tidak ingin mendengarkan keterangan atau pembelaan pihak yang dikritik. Saya sendiri saat menayangkan power point kerap mendapat kritik atas model tayangan saya yang berwarna-warni&#8230;penuh gambar, slide design, dan background yang menurut audiens lebih menarik perhatian dibanding dengan kontennya&#8230;yang tentu saja saya hanya bersedia memberikan copy-an materi tanpa bersedia serta merta mengubah tampilannya&#8230;.karena bagi saya, tampilan adalah suatu seni saya dalam mengajar. Jika pengen mengubah ya&#8230;.ubahlah copy-an tayangan milik saya yang telah tak bagikan pada mereka&#8230;</p>
<p>Saya sendiri menganut prinsip tidak mudah percaya kalo tidak ada bukti hitam diatas putih&#8230;sebuah sikap yang mungkin dianggap sebagian orang sebagai sikap ngeyel, keras kepala, terlalu pede, dan ogah dikritik&#8230;.bukan apa-apa, soalnya saya merasa diri saya dari dulu memang tak pernah punya referensi hanya satu hingga gak gampang percaya sama perkataan orang kalau belum ada referensi yang jelas atas pernyataannya&#8230;. Walau sebenarnya walau gak mudah percaya, setiap perkataan atau argumen orang selalu saya perhatikan&#8230;.untuk kemudian saya cari referensinya&#8230;jika bener ya gak masalah saya dengan senang hati ikut koq&#8230;.tetapi kalau gak bener atau gak ada referensinya ya&#8230;.saya susah untuk ngikut&#8230;.. dan susahnya yang terakhir itu yang kebanyakan terjadi&#8230;..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/493/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/493/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=493&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/13/repot-repot-rapat-rapat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Salah Kaprah Pemahaman UUD 1945</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/04/salah-kaprah-pemahaman-uud-1945-2/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/04/salah-kaprah-pemahaman-uud-1945-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 06:58:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=485</guid>
		<description><![CDATA[Ikut Diklat TOT Sosialisasi UUD 1945 mendatangkan beragam pengetahuan baru bagi saya pribadi. Maklum, latar belakang pendidikan, latar belakang pekerjaan ples keberminatan jauh banget dengan urusan yang begitu-begitu. Beragamnya pengetahuan itu saya ibaratkan seperti diri saya yang berdiri di bawah &#8230; <a href="http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/04/salah-kaprah-pemahaman-uud-1945-2/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a><img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=485&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ikut Diklat TOT Sosialisasi UUD 1945 mendatangkan beragam pengetahuan baru bagi saya pribadi. Maklum, latar belakang pendidikan, latar belakang pekerjaan ples keberminatan jauh banget dengan urusan yang begitu-begitu. Beragamnya pengetahuan itu saya ibaratkan seperti diri saya yang berdiri di bawah pohon jambu yang sedang berbuah ranum, merah dan ‘pating nggrandul’ menggiurkan selera. Naa&#8230;.saat proses diklat itu ibarat datangnya angin ribut yang menerpa tuh pohon&#8230;wuuss&#8230;.wusss&#8230; wwwuuuuusss&#8230;. hingga sangking kerasnya tuh angin menyebabkan buah jambu yang ranum itu berjatuhan ke tanah. Tentu saja, saya yang di bawah pohon sibuk banget menangkapi si buah jambu yang jatuh. Akan tetapi, karena buah jambu yang jatuh itu terlalu banyak maka&#8230;.ya&#8230;.ada yang ketangkep&#8230;..ada yang tidak&#8230;..</p>
<p>Begitulah yang terjadi selama proses diklat, informasi yang saya terima begitu banyak dan beragam hingga sangking banyaknya&#8230;&#8230;ya&#8230;.itu tadi ada yang bisa masuk&#8230;dan banyak juga yang <em>gak mudheng</em> juga sangking banyaknya. Tapi seperti laiknya buah jambu yang jatuh ke tanah maka demi mendapatkan semua kenikmatan rasa si jambu maka tanpa malu-malu saya akan mengmbili jambu-jambu di tanah&#8230;.sedikit kotor sih tapi masih lumayan dinikmati&#8230;.Artinya, saya akan mendapatkan sisa informasi yang belum tertangkap itu dengan memberanikan diri buat mengajarkan materi tersebut (mungkin lewat materi sistem pemerintahan yang ada di prajab)&#8230;.karena kata orang cara belajar terbaik adalah dengan mengajar&#8230;.pertanyaan-pertanyaan peserta terkait dengan materi akan semakin memperdalam pengertian saya&#8230;..walau mungkin ada beberapa pertanyaan yang tak terjawab, tapi kita gak perlu malu&#8230;.malah hal itu akan mendorong kita untuk belajar and belajar lagi&#8230;.<span id="more-485"></span></p>
<p>Sementara itu, terkait dengan content materi, ada beberapa hal yang saya tangkap dan ternyata di luar persepsi saya selama ini. Diantaranya adalah&#8230;.</p>
<p>1.	Namanya bukan UUD 1945 yang diamandemen tapi tetep Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Istilah amandemen juga kurang tepat karena amandemen itu hanya sekedar mengganti teks asli atau sekedar menambah teks yang sudah ada. Istilah perubahan Undang-Undang Dasar lebih tepat karena yang terjadi lebih luas dari sekedar amandemen artinya tidak sekedar mengganti yang sudah ada tetapi juga menambah bab baru serta pasal-pasal baru, sekaligus menghilangkan bab atau ayat yang tidak perlu.</p>
<p>2.	UUD 1945 hanya mengalami satu kali perubahan bukan 4 kali seperti dikatakan banyak orang. Memang proses perubahan itu terjadi dalam 4 tahap, yakni tahap perubahan pertama sebagai hasil Sidang Umum MPR Tahun 1999, tahap perubahan kedua sebagai hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2000, tahap perubahan ketiga sebagai hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2001, tahap perubahan keempat sebagai hasil Sidang Tahunan MPR Tahun 2002. Dengan kata lain, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tidak mengalami 4 (empat) kali perubahan tetapi 1 (satu) kali perubahan yang berkesinambungan karena hal-hal yang telah diubah diperubahan sebelumnya tidak diubah kembali pada perubahan selanjutnya.</p>
<p>3.	Hasil perubahan membuat UUD 1945 saat ini terdiri dari Pembukaan, 21 Bab, 73 Pasal, 170 Ayat, 3 pasal aturan peralihan, dan 2 pasal aturan tambahan. Lihat tidak ada lagi bentuk penjelasan dalam UUD 1945 karena penjelasan yang ada dalam UUD 1945 yang lama tidak jelas produknya siapa (yang jelas bukanlah produk dari BPUPKI) dan isi penjelasan banyak yang malah bertentangan dengan naskah asli UUD 1945.</p>
<p>4.  Bentuk negara indonesia sudah final yaitu negara kesatuan seperti tercantum dalam UUD 1945 pasal ayat 1  ”<em>Negara Indonesia ialah Negara Kesatuan, yang berbentuk Republik</em>” Dengan demikian polemik bahwa Indonesia sedang menuju ke arah negara Federal itu salah kaprah. Sementara mengenai para kepala daerah yang ‘<em>kebabalasan</em>’dalam menerapkan otonomi daerah, mungkin mereka perlu mencermati UUD 1945 pasal 18 ayat 1 yakni “<em>Negara Kesatuan Republik Indonesia dibagi atas daerah-daerah provinsi dan daerah provinsi itu dibagi atas kabupaten dan kota, yang tiap-tiap provinsi, kabupaten, dan kota itu mempunyai pemerintahan daerah, yang diatur dengan undang-undang</em>” Ungkapan dibagi atas (bukan terdiri atas) maksudnya adalah negara kita adalah negara kesatuan yang kedaulatan negara negara berada ditangan pusat.</p>
<p>5.	MPR bukan lagi lembaga tertinggi negara karena hal itu akan mendorong terpusatnya kekuasaan pada satu lembaga. Terpusatnya kekuasaan pada MPR berarti seluruh putusan MPR tidak dapat dibatalkan oleh lembaga negara mana pun, walau tidak sesuai dengan UUD 1945. Hal ini tentu saja berbahaya. Disamping itu, rumusan sebelum perubahan, kedaulatan rakyat dilaksanakan sepenuhnya oleh MPR, justru telah mereduksi paham kedaulatan rakyat menjadi paham kedaulatan negara. Kedaulatan rakyat pada saat ini langsung dilaksanakan oleh rakyat sendiri melalui pemilu, dengan melalui cara-cara dan oleh berbagai lembaga negara yang ada (BPK, Presiden, DPR, MPR, DPD, MA, MK) dengan prinsip<em> checks and balances</em>&#8230;</p>
<p>6.	Sebagai konsekuensi MPR bukan lagi lembaga tertinggi, MPR tidak mengeluarkan Tap MPR lagi. Tap MPR terakhir yang dikeluarkan adalah Tap MPR RI nomor I/MPR/2003 yang berisi status hukum Tap MPR yang telah dikeluarkan. Dan setelah dikeluarkan Undang Undang nomor  10 Tahun 2004 maka tata urutan peraturan perundang-undangan dari yang tertinggi : UUD 1945, UU/Perpu (perhatikan kedudukan perpu yang sama dengan undang undang), PP, Perpres, dan Perda.</p>
<p>7.	Jika MPR bersidang sementara yang hadir hanya seluruh anggota DPR saja sementara anggota DPD tidak hadir maka keputusan MPR tetep sah. Hal itu disebabkan jumlah anggota DPR sudah lebh dari 2/3 anggota MPR. Disamping itu, MPR terdiri dari Anggota DPR dan Anggota DPD (maksudnya bukan institusinya tapi individu-individunya). Indonesia tidak menganut sistem bikameral sehingga kuorum untuk sidang MPR tidak mengharuskan kehadiran kedua unsur keanggotaan DPR dan DPD</p>
<p>8.	Ternyata untuk menjadi Presiden Republik Indonesia tidak cukup hanya mengantongi 50 % + 1 saja, tetapi juga harus mengantongi minimal 20% suara di lebih dari setengah provinsi di Indonesia. Hal ini tercantum dalam UUD 1945 pasal 6A  ayat 3. Ketentuan 20% ini dilakukan agar seorang presiden terpilih mendapat dukungan yang merata di seluruh wilayah Indonesia sehingga merupakan seorang yang menjadi simbol persatuan bangsa. Soalnya kalau hanya 50% + 1, seorang calon presiden yang mengusai suara di Pulau Jawa serta Sumatra sudah mendapatkan lebih dari 60% suara seluruh penduduk Indonesia.</p>
<p>9.	Peluang calon independen untuk menjadi presiden hanya dapat terwujud jika calon tersebut diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Artinya, jika murni independen tidak bisa. Hal ini dimaksudkan untuk mempertegas fungsi partai politik dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat.</p>
<p>10.	Presiden mempunyai kepastian masa jabatan yang tetap (<em>fixed term</em>). Artinya presiden tidak dapat mengalami impeachment secara mudah, seperti misal Soekarno yang diberhentikan oleh MPRS, atau juga Soeharto serta Gus Dur yang diberhentikan karena masalah politis. Impeachment dalam hal ini terutama hanya dapat dilakukan jika Presiden melakukan pelanggaran hukum. Disini berlaku paham negara hukum dimana tidak ada pengecualian penerapan hukum bahkan terhadap presiden sekalipun. Secara jelas hal itu dicantumkan dalam UUD 1945 pasal 7A ”P<em>residen dan atau Wakil Presiden dapat diberhentikan dalam masa jabatannya oleh MPR atas usul DPR, baik apabila terbukti telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatan terhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatan tercela maupun apabila terbukti tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau Wakil Presiden</em>” Proses pemberhentian itu juga tidak mudah karena harus melalui mekanisme seperti digambarkan pada bagan berikut :</p>
<p><a href="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/01/slide1.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-489" title="Slide1" src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/01/slide1.jpg?w=500&#038;h=375" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>11. Pemilihan Kepala Daerah, baik Gubernur, Bupati atau Walikota tidak selalu harus dilakukan melalui pemilihan langsung. Yang penting dilakukan secara demokratis. Itu yang tersurat dalam UUD 1945 Pasal 18 ayat 4. Hal itu mengacu pada kenyataan bahwa daerah-daerah seperti Aceh, Maluku dan juga Papua belum siap melaksanakan pemilihan langsung. Belum lagi kenyataan di DIY yang mengangkat Raja Yogya sebagai Gubernur DIY.</p>
<p>12.	Kekuasaan Presiden dalam UUD 1945 setelah mengalami perubahan dilindungi sekaligus dibatasi. Sebagai misal, presiden tidak lagi bebas secara mutlak dalam memberikan grasi, amnesti, abolisidan rehabilitasi dengan tujuan agar Presiden dapat mendapatan masukan dari lembaga yang tepat, dalam rangka Check and Balances. Grasi (Grasi adalah Hak untuk memberikan pengurangan hukuman, pengampunan, atau bahkan pembebasan hukuman sama sekali. Sebagai contoh yaitu mereka yang pernah mendapat hukuman mati dikurangi menjadi hukuman penjara seumur hidup.) dan Rehabilitasi (Pasal 1 butir 22 KUHAP, rehabilitasi adalah hak seseorang untuk mendapat pemulihan haknya dalam kemampuan,kedudukan dan harkat serta martabatnya yang diberikan pada tingkat penyidikan, penuntutan atau peradilan karena ditangkap, ditahan, dituntutatau diadili tanpa alasan berdasarkan UU atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam UU ini.sangat berhubungan dengan aspek hukum maka perlu pertimbangan MA. Sementara Amnesti (Amnesti (dari bahasa Yunani, amnestia) adalah sebuah tindakan hukum yang mengembalikan status tak bersalah kepada orang yang sudah dinyatakan bersalah secara hukum sebelumnya. Amnesti diberikan oleh badan hukum tinggi negara semisal badan eksekutif tertinggi, badan legislatif atau badan yudikatif.) dan Abolisi (Amnesti dan abolisi diberikan kepada semua orang yang sebelum tanggal 27 Desember 1949 telah melakukan sesuatu tindak pidana yang nyata akibat dari persengketaan politik antara Republik Indonesia (Yogyakarta) dan Kerajaan Belanda. Adapun perbedaan antara amnesti dan abolisi itu ialah: a.Dengan pemberian amnesti maka semua akibat terhadap orang-orang yang dimaksud diatas itu dihapuskan; b.Dengan pemberian abolisi maka penuntutan terhadap orang-orang itu ditiadakan.) lebih bernuansa politis maka perlu masukan dari DPR.</p>
<p>13.	Walaupun presiden berhak memilih dan mengangkat mentri-mentri  yang merupakan pembantu presiden, tetapi presiden dalam hal ini tidak memiliki hak untuk membubarkan suatu kementrian tertentu. Itu yang tercantum dalam Pasal 17 ayat 4 yang berbunyi “<em>Pembentukan, pengubahan, dan pembubaran kementrian negara diatur dalam undang-undang</em>” Hal ini tentu saja mengacu pada masa pemerintahan Gus Dur yang membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial yang ternyata menimbulkan ketegangan yang berlarut-larut, kesulitan menyalurkan PNS, serta kesulitan mengatur tugas dan tanggung jawab pemerintah di bidang yang bersangkutan.<br />
(BERSAMBUNG)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/485/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/485/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&amp;blog=753653&amp;post=485&amp;subd=paknewulan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2010/01/04/salah-kaprah-pemahaman-uud-1945-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ef4dffcc1b28fa924031b0dcc72543c0?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2010/01/slide1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
