<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Lutfi's Site</title>
	<atom:link href="http://paknewulan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://paknewulan.wordpress.com</link>
	<description>Catatan Kecil Seorang Widyaiswara</description>
	<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 10:15:51 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=MU</generator>
	<language>id</language>
			<item>
		<title>Ice Breaker</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/07/13/ice-breaker/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/07/13/ice-breaker/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 10:12:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ice Breaker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=197</guid>
		<description><![CDATA[Ice Breaker atau pemecah kebekuan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh fasilitator guna menyegarkan suasana kelas atau membikin suasana kelas menjadi akrab dan menyenangkan. Seperti ditahui, proses pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan kebanyakan diikuti oleh para manusia dewasa yang telah memiliki sikap dan perilaku yang ‘establish’ dan kadang bersikap negatif hingga hal itu bisa menghambat proses [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Ice Breaker</em> atau pemecah kebekuan adalah kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh fasilitator guna menyegarkan suasana kelas atau membikin suasana kelas menjadi akrab dan menyenangkan. Seperti ditahui, proses pembelajaran pada pendidikan dan pelatihan kebanyakan diikuti oleh para manusia dewasa yang telah memiliki sikap dan perilaku yang <em>‘establish’</em> dan kadang bersikap negatif hingga hal itu bisa menghambat proses pembelajaran. Sikap-sikap negatif itu antara lain adalah merasa pinter sendiri, pengen selalu menonjolkan diri, suka menyepelekan sesuatu, menutup diri terhadap hal-hal baru, sungkan, enggan bergaul dengan orang asing, kurang pede, minderan, dan masih banyak lagi yang lainnya haa…haa…ha….(waduh koq jadi lagunya Bang Rhoma…). Padahal salah satu azas penting bagi keberhasilan suatu diklat adalah interaksi yang terbuka, jujur, spontan antara fasilitator dan peserta guna terciptanya komunikasi dialogis dan kritis selama proses pembelajaran.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Ada dua keuntungan pokok jika suasana kelas menjadi akrab dan menyegarkan, yaitu : 1) peserta akan merasa senang mengikuti kegiatan, sehingga tidak merasa bosan dan lelah; 2) Tujuan diklat akan lebih mudah tercapai secara optimal karena para pesertanya terlibat secara aktif tanpa harus dipaksa. Menurut <em>the Encyclopedia of Ice Breaker</em> terbitan <em>University Associates Inc</em> (1976) bentuk <em>ice breaker</em> ada bermacam-macam, mulai dari sekedar teka-teki, cerita-cerita lucu atau humor ringan yang memancing senyum, lagu-lagu atau nyanyian yang disertai gerakan tubuh (<em>action song)</em>, sampai permainan-permainan berkelompok yang cukup menguras tenaga atau bahkan fikiran. Acara perkenalan di awal pelatihan adalah salah satu waktu terbaik dan merupakan saat yang paling tepat untuk melakukan ‘ice breaker’ dalam rangka menciptakan suasan pelatihan yang terbuka, spontan dan jujur, tetap serius tetapi santai. Walaupun demikian, saya pribadi menganggap kegiatan <em>ice breaker</em> juga perlu dilakukan di tengah-tengah pelatihan dimana peserta terlihat mulai bosan, lelah atau malah mengantuk saat mengikuti pelatihan.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span id="more-197"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Fakih, Topatimasang, Rahardjo dalam Pendidikan Populer (2001) menyatakan bahwa apapun bentuknya, ‘pemecah kebekuan’ yang baik adalah yang :</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemecah kebekuan 	sedapat mungkin melibatkan semua peserta tanpa kecuali, jangan 	sampai ada yang hanya menjadi penonton saja, lebih baik lagi kalau 	gagasannya justru berasal dari peserta sendiri (hmm…..sesuatu yang 	sampai saat ini belum pernah saya lakukan).</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemecah kebekuan 	sedapat mungkin melibatkan semua panca indra setiap orang. Oleh 	karena itu yang mengandung unsur-unsur adanya gerakan-gerakan tubuh 	atau suara lebih disarankan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemecah kebekuan 	sedapat mungkin menciptakan keharusan berinteraksi antar semua 	orang. Oleh karena itu, disarankan bentuk-bentuk permainan yang 	mengandung unsur-unsur perlombaan atau persaingan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemecah kebekuan 	sedapat mungkin mengandung unsur-unsur kejutan (surprise), misalnya 	sesuatu yang baru dikenal atau tidak disangka-sangka sebelumnya, 	bukan sesuatu yang sudah terlalu umum dan biasa atau sudah dikenal 	baik selama ini, tetapi jangan terlalu banyak mengandung idiom-idiom 	asing sehingga malah tidak difahami oleh sebagian besar peserta.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemecah kebekuan 	sedapat mungkin mengandung unsur-unsur kegembiraan (<em>enjoyable)</em> atau 	kelucuan yang menghilangkan rasa tegang atau bosan.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sedapat mungkin 	ringkas dan padat (terbaik adalah 5-15 menit) dan tidak 	berbelit-belit cara melakukannya. Kalau waktu yang tersedia cukup 	lama, maka harus dilakukan dengan tempo tinggi (cepat) dan dengan 	bentuk kegiatan beragam (tidak hanya satu jenis saja sampai 	membosankan).</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pemecah kebekuan 	sedapat mungkin memang ada kaitannya degan pokok bahasan atau 	materi/topik yang sedang dibicarakan/dibahas pada waktu itu. 	Misalnya saja jika materi sesi saat itu adalah membahas masalah 	kepemimpinan yang demokratis, maka pemecah kebekuan yang perlu 	dikembangkan adalah yang membahas masalah kepemimpinan juga. Oleh 	karena itu, setiap pemecah kebekuan juga harus diproses dalam daur 	belajar sehingga dapat diambil pelajaran bersama.(na….ini yang 	sebenarnya paling susah dalam sebuah <em>ice breaking</em>….hingga 	seringkali satu <em>ice breaking</em> terpaksa dipakai diberbagai mata 	pelajaran….yang penting rame walau agak nyimpang-nyimpang dikit&#8230;.).</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pengalaman berkesan saya tentang <em>ice breaking</em> adalah saat mengikuti diklat kewidyaiswaraan berjenjang tingkat pertama di Jakarta, dimana saat itu saya bertemu dengan Profesor tua yakni Pak Entang yang walau gelarnya begitu tinggi tapi beliau mampu menyajikan suatu materi dengan menarik tanpa membosankan alias penuh dengan <em>ice breaker</em>. Sejak saat itu saya mulai tertarik buat mencari cara menyegarkan suasan kelas tersebut. Beruntung saat ini buku-buku seperti itu, utamanya yang berbahasa Indonesia (he…he…he…soalnya kalo Bahasa lain mmales banget mocone…) sudah banyak dijual dipasaran. Antara lain melalui Adi Sunarno lewat 10 kumpulan buku games, yaitu permainan atraktif dan edukatif untuk pelatihan manajemen : I<em>ce Breaker (A-Z), Perception Games, Leadership Games, Creativity Games, Motivation Games, Team Bulding Games, serta Decision making and Problem Solving Games, serta Learning Process Games</em> (terus terang hanya beberapa yang sempat saya beli….karena keterbatasan <em>kanthong</em> juga….) Atau beberapa yang saya miliki misalnya 100 Permainan Penyegar Pertemuan terbitan Kanisius, 100 permainan kreatif dari Andi Yogya serta 100 game kreatif terbitan Gradien Mediatama. Atau yang bentuk visual milik Budiman Susetyo. Sedangkan yang bentuknya lelucon, diantaranya bisa dilihat dalam <a href="http://ketawa.com/" target="_blank"><span style="color:#0000ff;"><span style="text-decoration:underline;">http://ketawa.com/</span></span>.</a></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Segini dulu tulisan saya….inginnya sih tulisan ini sekaligus jadi tulisan awal saya tentang katagori baru dari blog ini…Ya….saya pengen sharing tentang game-game kreatif yang bisa dipakai buat menyegarkan suasana kelas. Sebagian besar sih tentu saja bukan karangan saya…..akan tetapi game-game tersebut saya ambil dari yang pernah saya mainkan sehingga saya bisa menuliskan kesan dari masing-masing game tersebut….baik dari cara memainkannya, reaksi peserta, refleksi dibalik game, kapan sebaiknya dimainkan, trus bagaimana bikin agar seru dimainkan…..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/197/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/197/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/197/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/197/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/197/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=197&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/07/13/ice-breaker/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untuk Yang Pertama Kali…..</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/07/13/untuk-yang-pertama-kali%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/07/13/untuk-yang-pertama-kali%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 10:04:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=196</guid>
		<description><![CDATA[Sorry, sedikit ngutip lagunya Kerispatih yang sempat jadi favoritku kemaren-kemaren…. walau dalam tulisan ini, hal itu tentu saja bukan favorit bagiku…Kalau tahun-tahun lalu saya sempet cerita tentang sulitnya ngajar materi untuk yang pertama kali….maka kali ini giliran saya mau nyeritain susahnya ngajar di lokasi diklat buat yang pertama kali, alias akunya belum pernah kesana….dan tambah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sorry, sedikit ngutip lagunya Kerispatih yang sempat jadi favoritku kemaren-kemaren…. walau dalam tulisan ini, hal itu tentu saja bukan favorit bagiku…Kalau tahun-tahun lalu saya sempet cerita tentang sulitnya ngajar materi untuk yang pertama kali….maka kali ini giliran saya mau nyeritain susahnya ngajar di lokasi diklat buat yang pertama kali, alias akunya belum pernah kesana….dan tambah susah kalo lokasinya agak terpencil dalam arti bukan <em>ndeso</em> banget…kalo dengan kendaraan pribadi sih diseluruh antero Jawa Tengah kayaknya gak ada yang terpencil deh….hanya saja yang mau saya ceritakan ini adalah lokasi diklat yang agak susah untuk dijangkau dengan angkutan umum.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Lokasi diklat yang akan saya ceritakan adalah di kawasan Tawangmangu Karanganyar. Terus terang sudah tiga kali saya menolak penugasan mengajar di tempat itu karena susahnya naek angkutannya kesana….Konon kata temen-temen widyaiswara, bus terakhir dari Solo sampai ke lokasi itu adalah jam 03.30 WIB….sementara bus terakhir dari Tawangmangu ke Solo adalah 17.00 WIB. Setelah itu gak ada bus sama sekali. Na…ini yang bikin lokasi ini agak mengerikan, hingga banyak para WI yang milih naik kendaraan pribadi kesana….Sebenarnya saya sudah beberapa kali datang kesana tetapi dulu-dulunya bukan dalam rangka mengajar….hanya evaluasi diklat, hingga gak perlu harus pagi-pagi nyampek kesana serta gak butuh waktu lama hingga bisa cepet-cepet pulang sebelum bis ke Solo habis di sore harinya…<span id="more-196"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Na….untuk terakhir kali ini, saya tidak bisa lagi nolak penugasan ke Tawangmangu…. dalam arti  gak bisa dapet alasan yang tepat buat menolaknya he…he…he…Jadwal saya ngajar waktu itu jatuh pada hari Senin pagi jam 07.30….<em>cos</em> lokasinya jauh hingga harus nginep maka dengan sangat menyebalkan tentu saja saya harus berangkat pada hari Minggu (bener-bener sialan….sementara yang lain bisa istirahat <em>and </em>liburan, akunya harus siap-siap <em>kemringet</em> naek bus….). So….Minggu siang jam 13.00, dengan males-malesan kumulai petualanganku ke Tawangmangu….dan harus bener-bener <em>kemringet</em> juga karena ternyata saya dapatnya bus pas yang gak pakek AC….sebenarnya bisa nunggu bus yang patas AC tapi khan aku takut terlambat sampai Solo to….?! Dan tambah <em>kemringet</em> saja saat ternyata penumpang di bus itu penuh hingga aku gak bisa dapet tempat favoritku di pojokan yang bikin aku bisa tidur pulas…..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sialnya lagi, nenek-nenek di sebelahku agak egois (utawa <em>bokonge too much</em>…?!) <span lang="sv-SE">hingga aku hanya sempat duduk dengan bokong sebelah saja yang nempel ke kursi…. Waduh…gaswat bener. Padahal pengennya aku tidur selama perjalanan Semarang-Solo&#8230;.Soalnya kepalaku agak pusing karena kurang tidur&#8230;.(atau mungkin sugesti juga&#8230; jika kita gak seneng maka sejuta rasa sakit akan datang melanda hingga bikin kita tambah males <em>nglakoni that job</em>&#8230;.). Saat sampai Ungaran, tempat duduk saya berikan pada ibu-ibu tua yang naek&#8230;.Bukannya pengen jadi pahlawan man&#8230;.hanya saja daripada duduk juga gak enak ya&#8230;lebih baik tak serahkan pada orang lain yang lebih memerlukan&#8230;.ya&#8230;siapa tahu hal itu lebih berguna&#8230;.Dan itulah yang sebenarnya terjadi karena tak berapa lama kemudian ada beberapa penumpang yang turun hingga aku cepet-cepet ngambil peluang yang ada&#8230;.walau gak dipojokan, tapi ditengah, gak masalah&#8230;.yang penting aku tinggal mencari posisi yang tepat untuk segera tidur pulas&#8230;..(mungkin kali ini giliran aku yang agak egois hingga bikin sebelah-sebelahku merasa terganggu&#8230;..tapi aku khan gak tau&#8230;wong tidur koq&#8230;.he&#8230;he&#8230;.he&#8230;.) </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Dengan geragapan aku bangun saat bus berhenti disebuah pom bensin di selatan Salatiga&#8230;dan dengan reflek kulihat my wacth&#8230;.walah sudah hampir jam 3 ini&#8230;.!! Bisa-bisa akunya telat sampai ke Solo soalnya bus terakhir ke Tawangmangu khan jam 15.30&#8230;.Dan perasaanku tambah gak karuan saat jalanan penuh dengan kendaraan hingga bus yang kutumpangi hanya bisa pelan-pelan saja&#8230;..so&#8230;walhasil sampai terminal Tirtonadi Solo sudah jam 4 sore&#8230;.!! Terlambatkah&#8230;..?! Aku <em>nyicil ayem</em> saat bus ke Tawangmangu masih ada&#8230;.Setelah turunin beban sebentar alias pepsi, aku kemudian naik tuh bus yang tampaknya masih kosong itu&#8230;dan gak lama bus itu</span><span lang="sv-SE"> pun berangkat. Saat melewati Taman Jurug&#8230;.ada beberapa bakul yang naik hingga bus yang semula kosong itu menjadi penuh&#8230;.dan tambah sesak saja saat sampai ke daerah Palur, hingga aku hanya bisa duduk <em>kepepet</em> di pojokan bus dan <em>sumuk</em> lagi&#8230;..Untungnya pemandangan sepanjang perjalanan Solo-Tawangmangu cukup indah untuk dinikmati&#8230;..sawah-sawah menghijau terhampar dengan indahnya (jadi ingat istri yang paling demen sama sawah&#8230;.) Dan semakin indah saat bus mendekati kawasan wisata, dimana pemandangan sekitar menjadi berbukit-bukit lengkap dengan kebun dan sayuran serta tentu saja rumah dan villa didalamnya&#8230;.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Sampai diterminal Tawangmangu sudah magribh&#8230;.Setelah tengak kiri-kanan akhirnya kutemukan juga Mr.</span><span lang="sv-SE"> Ojeg yang siap sedia mengantarkanku ke Hotel Wahyusari, yang menjadi lokasi diklat. Sampai disana saya segera nyari panitia&#8230;.pengennya sih mau melobby agar saya diijinkan nyicil ngajar barang 3 JP agar besok pulangnya bisa agak siangan&#8230;.Hanya saja, ternyata menurut petugas hotel panitianya baru datang besok pagi&#8230;.dan saya lihat pesertanya pun baru mulai berdatangan&#8230;..hingga saya pun harus manyun dan rela mengisi malam itu dengan makan mie godhog and nonton KDI&#8230;.walau gak bisa lama juga karena badan rasanya capek juga setelah menempuh perjalanan penuh keringat selama 5 jam (tapi tetep gak mandi sore karena airnya sedingin salju&#8230;&#8230;). Jam satu-an dini hari Mas Jati ngebel&#8230;.untuk sama-sama nonton bareng (walau dengan lokasi terpisah) final Piala Eropa 2008 yang kebetulan jagonya Mas Jati, Jerman, bertemu dengan jagoanku, Spanyol&#8230;.Sedikit jengkel (karena mbanguninnya ke-sore-an&#8230;.khan mainnya baru jam 2&#8230;..) and ngantuk juga aku, but berhubung empat tahun sekali ya&#8230;.nekad aja&#8230;dan untungnya Spanyol yang menang, tanpa perpanjangan waktu lagi, hingga aku dapat segera tidur kembali dengan nikmat&#8230;.. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Pagi-pagi saat panitia datang, aku segera menemui panitia buat ngelobby jam tentu saja. Tapi belum sempat aku ngomong&#8230;.eee&#8230;.si panitia dengan tersenyum minta agar aku bisa menyelesaikan acara ngajarku sebelum jam 5 sore&#8230;.kloplah&#8230;.!! Dan demikianlah akhirnya saya mengajar </span><span lang="sv-SE">materi Manajemen Perkantoran Modern dengan cukup ringan karena sudah dapat diskon waktu (tanpa diskon honor lho&#8230;he&#8230;he&#8230;he&#8230;.). Hanya saja, ternyata nyesuai-in jadwal dari 12 JP ke 10 JP agak kesulitan juga&#8230;.hingga kumerasa cara mengajarku hari itu agak terburu-buru&#8230;.tanpa <em>ice breaking</em> berlebihan atau malahan garing&#8230;apalagi pesertanya pun terlalu banyak untuk ukuran sebuah kelas ideal (pesertanya 52 orang)&#8230;.dan dengan latar belakang guru hingga kurang nyambung dengan materi perkantoran&#8230;.Tapi widyaiswara harus tabah menghadapi segala cobaan&#8230;.jadi aku maju terus pantang mundur&#8230;ples ngebut hingga jam 15.30 acara ngajarku usai sudah (walah korupsinya kebanyakan man&#8230;&#8230;). Alhamdulillah&#8230;..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE">Itulah ceritaku tentang acara ngajar di lokasi yang pertama kali aku datangi&#8230;.Serukah&#8230;?! yang jelas banyak gak enaknya&#8230;sedikit deg-degan&#8230;.campur was-was&#8230;ples capek juga&#8230;. Tapi yang jelas, saat mau pulang tak sempatin belanja di pasar depan terminal Tawangmangu&#8230;.nyari oleh-oleh karena di tempat baru biasanya kita akan menemukan juga sesuatu yang baru&#8230;.Dan benar juga, sore itu saya pulang ke Semarang dengan membawa oleh-oleh kripik ketela rambat&#8230;.yang sedianya mau kubagi-bagikan tetangga&#8230;.but karena ternyata rasanya enak and manis banget akhirnya kripik ketela itu malah tak embat abis sendiri&#8230;..he&#8230;he&#8230;he&#8230;.uenak&#8230;.nyem&#8230;nyem&#8230;.kriuk&#8230;.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/196/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/196/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/196/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/196/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/196/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=196&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/07/13/untuk-yang-pertama-kali%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Susahnya Ngajar Team Building</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/26/susahnya-ngajar-team-building/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/26/susahnya-ngajar-team-building/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Jun 2008 04:24:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Gak tau kenapa, di bulan Juni ini tercatat sudah tiga kali saya ngajar Team Building, yakni di Prajabatan Golongan III di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, di Prajabatan Golongan II Kabupaten Jepara dan Prajabatan Golongan III di Kabupaten  Rembang. Frekuensi yang saya anggap sering mengingat cukup banyak rekan widyaiswara yang mengambil mata diklat ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Gak tau kenapa, di bulan Juni ini tercatat sudah tiga kali saya ngajar Team Building, yakni di Prajabatan Golongan III di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, di Prajabatan Golongan II Kabupaten Jepara dan Prajabatan Golongan III di Kabupaten  Rembang. Frekuensi yang saya anggap sering mengingat cukup banyak rekan widyaiswara yang mengambil mata diklat ini. Mengapa banyak orang yang suka dengan mata diklat ini…?! Menurut beberapa rekan, mata diklat ini cukup menyenangkan bagi peserta hingga tidak akan menyebabkan ngantuk. Sesuatu yang logis, mengingat dalam team building (membangun kerjasama tim) banyak diisi dengan permainan-permainan bermakna yang intinya membuka kesadaran peserta akan pentingnya bekerja secara team di tempat kerjanya.</p>
<p>Walaupun tidak membantah pendapat para rekan tersebut, saya pribadi merasa selalu kesusahan saat hendak mengajarkan mata diklat ini. Dan saat saya konfirmasikan dengan Mr. Slamet Riyadi, salah seorang Widyaiswara yang saya anggap ahli di bidang pemerintahan, dia juga sering mengalami hal yang sama. Bagi saya sendiri, bikin peserta kagak ngantuk sih bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Asal instrumen dan metode pengajaran yang kita berikan tepat maka peserta akan sukarela mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa ngantuk kecuali peserta ini sakit atau dalam kondisi capek. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya selalu susah saat mengajar materi team building, yaitu :<span id="more-195"></span></p>
<p><strong>1.	Pemilihan Permainan Harus Tepat</strong><br />
Kalo cuman ngajak peserta bermain-main sih gampang. Banyak model dan tipe permainan yang bisa dilakukan buat menyegarkan suasana kelas Team Building. Hanya saja, kita khan bukan sekedar ngajak peserta bermain-main…..bikin mereka ha ha hi hi saja…Soalnya permainan yang kita berikan itu hanyalah sebuah instrumen yang dapat mengajak peserta mengerti makna dibalik kerjasama team. Ada nilai-nilai yang harusnya dapat diambil oleh peserta dari permainan  yang kita berikan, seperti : pentingnya kerjasama, sikap mau berkoordinasi, trampil berkomunikasi, keterbukaan, pentingnya sikap partisipasi dalam sebuah team, pentingnya sikap saling percaya antar rekan, sikap inisiatif, pembagian tugas dalam team, memanfaatkan keragaman anggota bagi kemajuan organisasi, serta sikap kepemimpinan. Na….kalau sudah ingat itu, seringkali saya merasa kesulitan untuk memilihkan permainan yang tepat buat peserta. Dan untuk itu kita perlu melihat latar belakang peserta dengan baik. Pemilihan permainan yang kita berikan akan sangat tergantung pada latar belakang pendidikan peserta : SD, SMP, SMA, D3 atau Sarjana, profesi peserta: guru, tenaga kesehatan atau staf struktural, golongan I-II atau golongan III, komposisi pria-wanita dalam kelas….sesuatu yang sampai sekarang belum dapat saya lakukan dengan tepat.</p>
<p><strong>2.	Manajemen Waktu Harus Cermat</strong><br />
Setiap widyaiswara biasanya memiliki jenis permainan favorit tertentu dan hal itu sangat erat kaitannya dengan manajemen waktu diklat. Yang paling enak sih jika jadwal pembelajaran materi ini dimulai dari pagi hari dan selesai pada sore hari. Hanya saja kadang jadwal yang diberikan panitia tidak selalu begitu hingga menyulitkan widyaiswara dalam memilih jenis permainan yang diberikan. Sebagai contoh saat memberikan team building di Jepara kemaren, jadwal yang diberikan panitia terbagi dalam dua sesi: yakni tiga JP di hari pertama, istirahat semalam dan dilanjutkan 6 JP pada keesokan harinya. Terus terang saja pada kemaren itu saya sempat coba ngakali dengan membolak-balikkan urutan permainan, yakni dengan memberikan permainan yang cukup waktu jika dilakukan dalam 3 JP lebih dahulu….dan tentu saja hal ini cukup mengganggu irama pembelajaran secara keseluruhan. Kesusahan lain yang saya rasakan adalah saat mengajarkan materi ini pada Diklat Prajabatan Golongan III yang 12 JP itu….</p>
<p><strong>3.	Persiapan Harus Matang</strong><br />
Yang bikin susah adalah kenyataan bahwa jika dalam pelajaran lain permainan adalah suatu hal tambahan yang bisa menyegarkan suasana kelas maka dalam Team Building permaianan adalah hal yang utama dalam arti hampir dilakukan sepanjang pembelajaran….. Dan dengan banyaknya permainan yang harus diberikan maka tentu saja persiapan yang dilakukan harus lebih matang. Bukan yang lain tanpa persiapan, tapi untuk yang lain khan paling hanya power point untuk tayangan saja dan itu juga gak banyak perubahan jika sudah kita berikan 3 atau 4 kali….sementara dalam team building kita harus siapkan peralatan-peralatan buat menjalankan permainan yang kita berikan….Kalau saya sih biasanya cukup dengan potongan-potongan puzzle, kertas folio kosong atau kertas flipchart besar dan spidolnya atau permen sebagai hadiah bagi kelompok pemenang….tetapi saya lihat pada beberapa widyaiswara perlu menyiapkan botol, air, tali temali, atau juga sedotan buat kelengkapan permainannya….</p>
<p><strong>4.	Harus Banyak Improvisasi</strong><br />
Modul dalam mata diklat Team Building ini lebih tipis jika dibandingkan dengan modul yang lain…Ini logis mengingat dalam team building widyaiswara diharapkan dapat menyajikannya melalui permainan-permainan yang bermakna tadi….Dan karena hanya sedikit materi yang dapat diberikan maka widyaiswara perlu banyak-banyak berimprovisasi agar dapat menyampaikannya dalam waktu yang panjang….9 JP dalam prajabatan golongan II dan 12 JP dalam prajabatan golongan III….Belum lagi kalau pesertanya cerdas-cerdas atau mungkin terlalu capek hingga kurang antusias dalam mengikuti permainan yang kita berikan….maka widyaiswara dalam hal ini harus pintar berimprovisasi agar pesertanya antusias lagi, baik melalui variasi permainan lain atau sekedar joke-joke segar pemecah kebekuan peserta. Dan untuk itu widyaiswara harus selalu mencari referensi-referensi jenis permainan baru yang dapat dipakai buat pelajaran team bulding atau sekedar mencari joke-joke segar buat menghangatkan suasana kelas….</p>
<p><strong>5.	Butuh Energi Fresh</strong><br />
Menurut saya, dalam mengajarkan materi team building, irama permainan menjadi suatu hal penting dalam proses pembelajaran….Peserta dalam hal ini harus kita bawa perlahan-lahan dari mulai permainan ringan menuju permaianan yang lebih menantang hingga mencapai puncaknya pada akhir pelajaran….Dan tentu saja hal ini tidak mudah serta butuh energi besar dari widyaiswara….hingga jangan heran jika widyaiswara setelah selesai mengajarkan materi ini terlihat lebih loyo daripada mengajar materi lain. Pengalaman paling baru adalah saat mengajar materi ini di Rembang hari Selasa kemaren. Akibat perjalanan ke lokasi yang jauh, apalagi jalan raya menuju Rembang sedang banyak mengalami perbaikan hingga kurang lancar, menyebabkan badan saya begitu capek saat mulai mengajarkan materi ini. Dan ternyata hal itu sangat mempengaruhi mood saya dalam menjaga irama pelajaran….apalagi saat memancing mereka buat memahami manajemen konflik….walau sudah tak beri variasi permainan yang cukup, tetapi karena moodnya sedang kurang baik maka hasilnya menjadi kurang optimal juga….</p>
<p>Itulah beberapa kesan saya tentang materi Membangun Kerjasama Team (Team Building) yang susah….Mungkin karena saya juga kurang pengalaman kali….atau kurang belajar lagi….kurang berdiskusi dengan widyaiswara lain….karena terlalu Pede mengingat buku permainan pegangan saya tak kurang dari 7 buah…..hingga agak jumawa….hingga kadang malu buat bertanya pada orang….hingga masih merasa susah juga buat ngajar materi ini….yah…sharing buat Anda semua lah….siapa tahu ada yang berkenan kirim permainan interaktif buat saya….</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/195/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/195/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/195/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/195/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/195/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=195&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/26/susahnya-ngajar-team-building/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Selamat Berkarya Teman-Teman…..</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/20/selamat-berkarya-teman-teman%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/20/selamat-berkarya-teman-teman%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 05:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[PNS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=194</guid>
		<description><![CDATA[Cerita dibalik Sebuah Mutasi
Dalam berbagai kesempatan saya selalu menanamkan prinsip bahwa setelah kita menandatangani kontrak sebagai PNS maka setelah itu pula kita harus siap mengalami mutasi kemana saja….Artinya, jikalaulah sekarang ini kita berada di instansi yang enak, banyak ‘ceperan’, berfasilitas lengkap…..tapi kita harus sadar bahwa instansi ‘nyaman’ itu bukanlah milik kita….suatu saat kita harus siap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Cerita dibalik Sebuah Mutasi</strong></p>
<p>Dalam berbagai kesempatan saya selalu menanamkan prinsip bahwa setelah kita menandatangani kontrak sebagai PNS maka setelah itu pula kita harus siap mengalami mutasi kemana saja….Artinya, jikalaulah sekarang ini kita berada di instansi yang enak, banyak ‘ceperan’, berfasilitas lengkap…..tapi kita harus sadar bahwa instansi ‘nyaman’ itu bukanlah milik kita….suatu saat kita harus siap meninggalkannya….bahkan ke tempat yang terpencil sekalipun, atau jauh dari rumah, berfasilitas minim atau malah ‘<em>garing’</em> sekalian…. Disamping itu kita juga tidak boleh menghalangi seseorang untuk dimutasi….Terakhir aku mendapat keluhan dari seorang temen yang staf-staf terbaiknya satu persatu harus mutasi dari sisinya…Dan saya membesarkan hatinya dengan melihat bahwa sebagai seorang pejabat dia telah berhasil mendidik staf-stafnya….apalagi kalau melihat stafnya tersebut mutasi dengan menjadi pejabat struktural di tempat yang baru…..</p>
<p>Tetapi pada siang kemaren, ada rasa sedih juga tertinggal dihati saat melihat temen-temen saya harus pergi atau mengalami mutasi….Ya….perubahan SOTK baru di lingkungan Jawa Tengah membawa konsekuensi perginya para pejabat yang notabene adalah temen-temenku juga….Kalau mutasinya masih di lingkungan Badan Diklat sih gak pa-pa….Hanya saja, ternyata ada beberapa temen baikku yang harus keluar dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah….Ya….masih bisa ketemu juga sih….hanya saja karena keluar dari Badan Diklat maka kita tak lagi bisa ketemu setiap hari….setiap minggu….setiap bulan….atau malah tinggal setahun sekali…bahkan mungkin gak pernah ketemu lagi sepanjang hidup….ah….tiba-tiba ada sesuatu yang hilang dihati saya…..<span id="more-194"></span></p>
<p>Tapi pengalaman masa lalu saya&#8230;kesedihan saya akibat mutasi barangkali dapat sedikit mengurangi rasa ‘kehilangan’ itu….Pengalaman pertama saya yang sangat menyedihkan dan bikin gelo banget adalah saat suatu hari (sekitar tahun 2000 lah…) saya harus menerima kenyataan dimutasi dari unit kerja terkecil saya yang sudah solid….ke bagian lain….waktu itu dari bagian program ke Bidang Diklat Teknis….Ada rasa gelo berpisah dengan temen-temen yang sudah kompak ples Pak Teguh, atasan yang baik hati dan sekaligus yang mengajari saya bekerja sebagai PNS….ada sedikit ketakutan saya juga nantinya ditempat yang baru, saya ketemu dengan orang-orang yang asing dan harus menyesuaikan diri lagi…..juga jangan-jangan di tempat yang baru tidak senikmat di tempatku yang lama….utamanya dari segi rejeki tambahannya….Bahkan waktu itu saya sampek ditenangkan Mr Yatno via nonton bioskop bareng di Metro….walau karena nontonnya gak begitu niat akhirnya kita berdua malah sempat ketiduran….</p>
<p>Pengalaman pertama itu akhirnya membawa hikmah juga bagi saya bahwa memang PNS itu harus selalu siap ditempatkan dimana saja….mengerjakan pekerjaan apa saja….gak boleh milah-milih….dan asyiknya lagi, karena mutasinya masih satu kantor….kadang-kadang saya masih suka juga diajak kerja bareng sama temen-temen lamaku….Dan malah enak juga to….Aku bisa dapet rejeki dari tempatku yang baru ples kadang dapet tambahan dari tempat kerjaku yang lama juga…..Dan yang lebih penting, aku jadi punya pengalaman kerja yang lebih variatif dan temen-temen bergaul yang berbeda-beda juga….walau gak selalu enak juga sih….tapi gak pa-pa….namanya juga proses pendewasaan diri juga he…he…he….. Tapi satu yang dapat kupelajari dari peristiwa mutasi adalah jika kita memiliki kompetensi….memiliki gairah bekerja….selalu mau belajar…maka kita tidak akan pernah takut mutasi kemana saja….sekaligus siap bekerjasama dengan siapa saja…&#8230;karena prinsipnya setiap orang khan punya kelebihan dan kekurangan….</p>
<p>Modal itulah yang kemudian kupakai sebagai prinsip kerjaku selama ini….Pernah suatu saat Badan Diklat ganti kepala hingga menyebabkan tenagaku sedikit gak kepakai…apalagi saat mentorku Pak Teguh harus dimutasi dari Badan Diklat….hingga aku harus bekerja sama dengan ‘boss’ Agus Ali yang terkenal sebagai orang ‘susah’….. Tapi karena prinsipku itu, lama-lama saya bisa juga ‘<em>nyraten</em><em>i’</em> keinginan Pak Agus Ali bahkan kemudian kitanya malah akrab dan bahkan beliau bisa menjadi ‘guru selanjutnya’ bagi diriku….Dan tentu saja lama kelamaan kesibukanku di kantor kembali lagi seperti sedia kala…..alias aku menjadi orang ‘yang terpakai’ lagi….Hingga gantian aku yang kemudian meninggalkan temen-temenku di tahun 2006 karena harus berganti baju sebagai widyaiswara…..</p>
<p>Bagaimana dengan sekarang….?! Yah…mau apa lagi….Dengan berat hati aku terpaksa harus merelakan ‘guruku’ Pak Agus Ali ke tempatnya yang baru di Badan Pemberantasan Narkotika….lalu juga harus merelakan Saudaraku Arifin, temen sekamarku di Monas ples saat kursus di LIPI….juga Pak Priyanto yang berperan besar dalam memberi proyek mengajar hingga menjadi titik balik karierku sebagai widyaiswara…. juga temen-temen lainku seperti konco Outbond-ku ‘Mr. Budianto’…Mbak Rita  dan Mas Nurohadi yang harus mutasi keluar dari Badan Diklat….Hanya satu pesenku pada mereka….Selamat berkarya di tempat yang baru temen-temen….semoga di tempat yang baru kamu dapat menemukan gairah dan tantangan kerja yang baru….Jangan lupa, aku masih temenmu….jadi kalau ada kesempatan, kita masih boleh koq bekerjasama…. saling membantu…atau kalau tidak, sekedar dolan ‘tuk melepas kangen juga bagus koq…..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/194/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/194/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/194/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/194/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/194/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=194&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/20/selamat-berkarya-teman-teman%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ngumpulin Angka Kredit</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/19/ngumpulin-angka-kredit/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/19/ngumpulin-angka-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 07:33:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Ada satu kegiatan tahunan yang harusnya selalu dilakukan oleh para widyaiswara, yaitu ngumpulin angka kredit. Kegiatan tahunan itu dilaksanakan bagi para widyaiswara guna mendapatkan kredit poin bagi kenaikan pangkatnya, dan bisanya dilakukan pada setiap bulan Juni dan Desember….Walaupun demikian, bagi sebagian besar widyaiswara, pekerjaan itu adalah pekerjaan yang paling menjengkelkan….bikin ribet….sangat menguras tenaga….hingga banyak juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada satu kegiatan tahunan yang harusnya selalu dilakukan oleh para widyaiswara, yaitu ngumpulin angka kredit. Kegiatan tahunan itu dilaksanakan bagi para widyaiswara guna mendapatkan kredit poin bagi kenaikan pangkatnya, dan bisanya dilakukan pada setiap bulan Juni dan Desember….Walaupun demikian, bagi sebagian besar widyaiswara, pekerjaan itu adalah pekerjaan yang paling menjengkelkan….bikin ribet….sangat menguras tenaga….hingga banyak juga widyaiswara yang males ngumpulin angka kredit….Bahkan saya sendiri mengambil istilah yang agak<em> ‘ngece’</em> yakni ngumpulin angka kredit dan bukan mengajukan angka kredit….mengingat pekerjaannya lebih banyak berupa kumpul-kumpul berkas daripada ‘sekedar’ mengajukan angka kredit saja…..(konon ada juga widyaiswara yang bersedia membayarkan uang agar ada staf yang bersedia membantukan mengumpulkan angka kredit bagi kenaikan pangkat dirinya….sangking ruwetnya cara ngurusnya itu….)</p>
<p>Seperti widyaiswara rajin lainnya…..Juni ini saya juga ikut bersibuk-sibuk ria buat ngumpulin angka kredit juga….konon jika disetujui, pangkatnya aku bisa naek….sehingga walau temen-temen WI lain tenang-tenang saja, aku terlihat ngotot and sibuk sendiri…..(mangkanya sorry, bulan Mei-Juni ini saya sedikit sekali posting….habis sibuk banget sih….pa lagi pekerjaan ini juga banyak menyita fikiran hingga gak sempet mikir ide buat postingan…..). Hanya sayangnya, ternyata pekerjaan ngumpulin angka kredit itu ternyata begitu berat….banyak sekali berkas persyaratan yang belum terpenuhi sehingga ada kemungkinan angka kredit yang saya ajukan hanya separoh saja yang mendapatkan nilai kredit….Sudah kucoba sekuat tenaga buat ngumpulin, bahkan sampai sempet sakit kepala segala, akan  tetapi sampai batas waktu yang ditentukan yakni 10 Juni…..pekerjaan ngumpulin berkas itu belum selesai juga….bahkan mulai minggu kedua Juni pekerjaan itu total sudah saya hentikan….putus asa…dan tentu saja harus merelakan kenaikan pangkatku tertunda untuk sementara….<span id="more-192"></span></p>
<p>Begitulah cerita singkatku tentang susahnya ngumpulin angka kredit bagi seorang widyaiswara. Walau akhirnya gagal ngumpulin, tapi tetep saja ada tekad membaraku buat ngumpulin berkas itu pada bulan Desember nanti. Tentu saja dengan persiapan yang lebih matang….jauh-jauh hari….serta lebih teliti tentunya. Ada beberapa hal yang menyebabkan  pekerjaan ngumpulin angka kredit itu begitu ribet, diantaranya diuraikan sebagai berikut.</p>
<p><strong>1.	Segala persyaratan itu ternyata harus ditandatangani oleh Kepala Diklat.</strong> Ya…segala berkas, mulai dari Dupak, Pernyataan Mengajar, Kata Pengantar Bahan Ajar, Kata Pengantar SMD (Silabus Mata Diklat) dan SP (Skenario Pembelajaran) yang semula cukup ditandatangani oleh Kepala Bidang…..mulai periode ini kebijakan penilai angka kredit lokal mewajibkan segala berkas harus ditandatangani Kepala Badan Diklat…. hingga perlu memprint ulang segala berkas ples mensahkannya pada Kepala Badan Diklat.  Dan tentu saja pekerjaan ini banyak menyita waktu dan energi juga….(untung saja Kepala Badan Diklat yang sekarang orangnya baik dan gak mau mempersulit&#8230;.coba kalo agak<em> streng</em> sedikit&#8230;.bisa-bisa&#8230;&#8230;)</p>
<p><strong>2.	Surat Perintah Mengajar umumnya belum dibuat.</strong> Kalaulah dahulu dengan adanya SK Kurikulum dan Tenaga Pengajar kita sudah memenuhi syarat untuk mendapatkan angka kredit….maka mulai periode ini, hal itu tidaklah cukup. Perlu ada bukti Surat Perintah Mengajar dari Kepala Badan Diklat agar tugas belajar mengajar yang telah kita lakukan sah dan mendapatkan angka kredit. Ini yang merepotkan, karena hampir semua diklat teknis dan fungsional umumnya belum membikinkan Surat Perintah Tugas Mengajar. Lalu bagaimana….?! Ya….terpaksa kita bikin sendiri segala surat perintah tugas itu&#8230;.mengajukan pada Kepala Badan Diklat buat disahkan&#8230;untuk kemudian minta nomor surat (pakek <em>antidatir</em>) agar surat itu benar-benar sah&#8230;..dan susahnya, akibat pelaksanaan diklat yang sudah agak lama&#8230;.kadang ada juga SK Kurikulum dan Tenaga Pengajar yang berkasnya sudah hilang&#8230;.sehingga&#8230;..</p>
<p><strong>3.	Tanpa Surat Pernyataan Mengajar.</strong> Ini juga problem tersendiri khususnya saat kita mengajar di Kabupaten/Kota. Sebenarnya setiap panitia diklat di kabupaten/ kota telah diwajibkan untuk nyangoni widyaiswara dengan surat pernyataan mengajar (disamping dengan honor juga hi&#8230;.hi&#8230;.hi&#8230;.). Tetapi karena diklat yang dilaksanakan umumnya diklat tingkat dasar dan sebagian besar widyaiswara merupakan widyaiswara madya yang tak membutuhkan surat pernyataan tersebut (karena gak dapat dinilai:<a href="http://paknewulan.wordpress.com/2008/02/04/widyaiswara-dan-angka-kreditnya/" target="_blank">baca WI dan angka Kreditnya</a>) maka panitia diklat kabupaten/kota jarang nyangoni WI dengan surat pernyataan mengajar tersebut&#8230;..hingga akhirnya lama-lama malah gak nyediain juga (atau yang lebih parah menganggap WI itu ngajar karena butuh duit saja&#8230;.). Ini tentu saja merepotkan bagi saya yang masih widyaiswara muda dan membutuhkannya untuk persyaratan pengajuan angka kredit…..</p>
<p><strong>4.	Bahan Ajar yang Liar.</strong> Saya katakan liar, karena ternyata agar sebuah bahan ajar bisa dinilai&#8230;..haruslah memiliki persyaratan yakni : mendapat surat perintah dan kata pengantar dari Kepala Badan Diklat&#8230;..dan umumnya dua syarat itu belum ada&#8230;.!! Oleh karena itu, terpaksa kita bikin juga tuh surat perintah dan kata pengantarnya&#8230;.. belum lagi  ada persyaratan tambahan, yakni bahan ajar diklat dapat dinilai jika halamannya minimal 20 lembar dengan spasi 2&#8230;..padahal sebagian besar bahan ajar yang kita bikin hanya sekedarnya saja, sehingga terpaksa bahan ajar itu kita susun dan desain ulang&#8230;&#8230;</p>
<p><strong>5.	SMD dan SP yang Belum Ada.</strong> Sebelum memberikan materi pelajaran, idealnya seorang widyaiswara menyusun SMD (Silabus Mata Diklat), SP (Skenario Pembelajaran), dan Transparansi guna memperlancar pelaksanaan proses belajar mengajar diklat sekaligus buat mendapatkan angka kredit. Kalau transparansi sih umumnya sudah dibikin, but SMD dan SP itu seringkali hanya kita bikin di kepala saja&#8230;.alias gak pernah dituliskan. So&#8230;.saat mau ngumpulin angka kredit, terpaksa deh aku harus menggali ulang SMD dan SP yang ada di kepala dan menuliskannya agar dapat diajukan angka kreditnya&#8230;..dan hal itu ternyata sangat melelahkan juga&#8230;.belum lagi setelah itu SMD, SP dan transparansi itu harus di-sah-kan oleh Kepala Badan Diklat juga&#8230;&#8230;waduh&#8230;..</p>
<p><strong>6.	Nyusun PAK.</strong> Terakhir kita harus nyusun blanko PAK (Penilaian Angka Kredit), serta melengkapinya dengan berkas-berkas persyaratan-persyaratan yang diperlukan, mulai dari ngumpulin bukti-bukti fisik kegiatan (berkas Surat Perintah, Surat Pernyataan), menggandakannya, lalu menyusunnya&#8230;..</p>
<p>Begitulah repotnya&#8230;.walau sebenarnya kalau pekerjaan itu kita lakukan dengan tertib, sesuai prosedur&#8230;.dalam arti jauh-jauh hari kita urusi dengan betul&#8230;maka acara pengajuan angka kredit itu menjadi pekerjaan yang ringan&#8230;dan bukan menjadi pekerjaan ngumpulin angka kredit yang melelahkan&#8230;..Tapi itulah&#8230;.kadang sangking sibuknya kita ngajar&#8230;ples males juga lah&#8230;.maka ya seperti saya ceritakan tadi&#8230;..widyaiswara susah naik pangkat&#8230;.!! Disini saya baru mengerti apa makna pesan dari seorang Kepala LAN&#8230;.yakni agar para widyaiswara secara rutin mau mengumpulkan angka kredit&#8230;..pesan yang semula saya herankan, ternyata bermakna begitu mendalam&#8230;&#8230;</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/192/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/192/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=192&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/19/ngumpulin-angka-kredit/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Data dan Informasi dalam Website milik Pemerintah</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/11/data-dan-informasi-dalam-website-milik-pemerintah/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/11/data-dan-informasi-dalam-website-milik-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 05:17:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[E-Gov]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=190</guid>
		<description><![CDATA[Ini adalah judul tulisan idaman saya&#8230;.dalam arti pengen banget tak tulis dengan bagus dan dapat dijadikan bahan rujukan bagi para pengelola website milik pemerintah&#8230;.Itu karepnya&#8230;.ning berhubung susah sekali mencari referensi tentang hal tersebut, ya&#8230;. judulnya mungkin lebih tepat ditambahi hasil renungan saya&#8230;..Ning lagi, berhubung akhir-akhir ini saya semakin susah saja merenung maka terpaksa tulisan mengenai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ini adalah judul tulisan idaman saya&#8230;.dalam arti pengen banget tak tulis dengan bagus dan dapat dijadikan bahan rujukan bagi para pengelola website milik pemerintah&#8230;.Itu <em>karep</em>nya&#8230;.ning berhubung susah sekali mencari referensi tentang hal tersebut, ya&#8230;. judulnya mungkin lebih tepat ditambahi hasil renungan saya&#8230;..Ning lagi, berhubung akhir-akhir ini saya semakin susah saja merenung maka terpaksa tulisan mengenai hal tersebut jadinya tertunda-tunda terus&#8230;.But berhubung sudah sangat mendesak maka untuk tahap pertama adalah minta <em>sharing</em>-an dari orang lain&#8230;.dan korban pertama saya adalah para peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XV yang berisikan para pejabat eselon IV di Provinsi Jawa Tengah&#8230;..manteb atau tidak hasilnya terserah Anda lah&#8230;.wong saya dalam hal ini belum bisa ngomentari apa-apa alias hanya sekedar motret saja&#8230;..</p>
<p>Seperti telah saya sebutkan, dalam merancang content dari sebuah e-government, kita harus berpedoman pada teori interaksi antara Pemerintah (<em>Government</em>), Masyarakat (<em>Customers</em>) dan Dunia Usaha (<em>Business)</em>. Na&#8230;.harusnya sebuah e-goernment yang baik harusnya berisi hal-hal yang memudahkan pelayanan pemerintah pada para stakeholdernya, utamanya dapat menjembatani berbagai interaksi antar Pemerintah dengan Pemerintah  (G2G), Pemerintah dengan Masyarakat (G2C) dan Pemerintah dengan Dunia Usaha (G2B). Materi itulah yang kemudian saya jadikan sebagai bahan diskusi dalam Diklat Kepemimpinan Tingkat IV (sebenarnya sih pengennya yang Pim III or Pim II sekalian&#8230;.but sayangnya para seniorku belum mengijinkan diriku ngajar para pejabat berlevel tinggi&#8230;.so&#8230;jika ada Widuaiswara yang kebetulan mbaca tulisan ini boleh dong materi ini didiskusikan pada para pejabat tinggi&#8230;.syukur-syukur hasilnya diberitahukan ke saya&#8230;..).<br />
<span id="more-190"></span><br />
Menurut peserta Diklat Pim IV, sebuah Website milik pemerintah harusnya memiliki alamat jelas utamanya alamat di dunia nyata, seperti : nama kantor, alamat, telepon, faksmile serta nomor email. Sedangkan data apa saja yang harus ada dalam sebuah website milik pemerintah diuraikan sebagai berikut.</p>
<p>A.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antar instansi pemerintah <strong>(G2G)</strong> adalah :<br />
1.	Visi dan Misi organisasi, Tupoksi, struktur organisasi<br />
2.	Sosialisasi tentang Peraturan Perundang-undangan yang dikeluarkan oleh instansi tersebut<br />
3.	Informasi tentang program dan kegiatan yang dilaksanakan selama tahun berjalan.<br />
4.	Informasi tentang laporan hasil kegiatan, meliputi laporan bulanan dan tahunan<br />
5.	Data-data masyarakat</p>
<p>B.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan Masyarakat <strong>(G2C)</strong> adalah :<br />
1.	Informasi tentang Jenis-jenis pelayanan yang diberikan instansi tersebut.<br />
2.	Standar pelayanan minimal yang diberikan, termasuk prosedur pelayanannya<br />
3.	Pola tarif pelayanan<br />
4.	Waktu pelayanan<br />
5.	Jangka waktu pelayanan<br />
6.	SDM pelayanan</p>
<p>C.	Data-data yang harusnya ada guna memperlancar hubungan antara instansi pemerintah dengan dunia usaha <strong>(G2B)</strong> adalah :<br />
1.	Informasi tentang pengumuman pengadaan barang dan jasa milik instansi tersebut, yang saat ini prosedurnya harus melalui pelelangan dan kerjasama dengan pihak swasta.<br />
2.	Informasi perijinan<br />
3.	Potensi wilayah<br />
4.	Infrastruktur yang ada<br />
5.	Kondisi keamanan</p>
<p>Masih terlalu sederhana ya&#8230;..?! Ya&#8230;.kemungkinan memang para peserta itu bukan orang-orang yang ngurusi website hingga hasilnya sih begitu-begitu saja&#8230;.atau mungkin materi or topik diskusi saya kurang spesifik hingga hasilnya hanya segitu&#8230;.but&#8230;. lumayanlah daripada gak ada&#8230;..tapi jelas harus ada suara-suara lain buat mempertajam pengertian kita to&#8230;.?! Yang jelas ada satu komentar dari peserta yang menarik yakni&#8230;..informasi yang ada di website milik pemerintah kebanyakan tidak tepat sasaran serta memuat data yang kurang dibutuhkan oleh masyarakat&#8230;.dan kebanyakan masih menjadi corong dari Kepala Daerah semata&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/190/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/190/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/190/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/190/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/190/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=190&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/06/11/data-dan-informasi-dalam-website-milik-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mulailah Hari Anda dengan Bahagia…</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/27/mulailah-hari-anda-dengan-bahagia%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/27/mulailah-hari-anda-dengan-bahagia%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 07:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Penyejuk Hati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=189</guid>
		<description><![CDATA[ Mulailah pagimu dengan baik
Maka seluruh aktivitasmu hari itu akan terasa lebih baik.
Mulailah harimu dengan hati yang tenang
Maka seluruh emosimu akan terkendali. Dari Blog Tetangga
Kata orang sih, jika kita memulai hari dengan bahagia maka kita akan mendapat kebahagiaan di hari itu sampai tutup hari….Bahkan ada yang mengatakan dengan ekstrim bahwa jika kita memulai hari dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p><em> </em><strong><em>Mulailah pagimu dengan baik<br />
Maka seluruh aktivitasmu hari itu akan terasa lebih baik.<br />
Mulailah harimu dengan hati yang tenang<br />
Maka seluruh emosimu akan terkendali. <a href="http://www.hanan2jahid.alkifah.org/2006/05/08/saya-dan-hari-ini/" target="_blank">Dari Blog Tetangga</a></em></strong></p>
<p>Kata orang sih, jika kita memulai hari dengan bahagia maka kita akan mendapat kebahagiaan di hari itu sampai tutup hari….Bahkan ada yang mengatakan dengan ekstrim bahwa jika kita memulai hari dengan sedih, males apalagi marah…. maka kesialan yang akan kita dapatkan sepanjang hari itu hingga pastilah sepanjang hari itu kita akan selalu penuh kesedihan, kemalesan and kemarahan….Pendapat yang bagus juga sih…buat bikin kita selalu menatap hari-hari dengan positif semenjak pagi hari….walau saya sendiri menganggap hal itu relative alias gak selalu begitu juga…. Karena bagi saya manusia itu bahagia bukan karena startnya tapi diharapkan selama berproses selalu dan selalu mencari kebahagiaan…. Atau dengan kata lain, yang penting bukan startnya tapi endingnya to&#8230;.?! Tapi yang terjadi pagi ini kayaknya bertentangan dengan prinsipku itu deh&#8230;.</p>
<p>Semuanya dimulai di hari kemaren yang begitu capek karena harus seharian ikut seminar IWI ples makan yang sedikit kebablasan hingga bikin perut ’mbebeg’&#8230;.njur saat turun dari kendaraannya om Yatno, ternyata udara Semarang begitu panas hingga bikin kepalaku agak pusing juga&#8230;.Sudah kucoba buat tidur siang&#8230;tapi baru setengah jam sudah bangun hingga bikin badanku tambah gak enak&#8230;.Hal itu ternyata keterusan sampek malam, hingga aku jadi susah tidur tanpa bisa nglakuin apa-apa yang produktif alias hanya sibuk nglekar sambil melototin acara ”Dangdut Dadakan” sampek hampir jam 11 baru tidur&#8230;..Tapi ternyata tidur pun tidak bisa nyenyak, terbukti jam 2-an pagi aku bangun dan baru bisa tidur lagi menjelang subuh&#8230;..alhasil saya harus menghadapi hari ini dengan <strong><em>perasaan kurang semangat and capek</em></strong>&#8230;..<span id="more-189"></span></p>
<p>Berhubung acara utama pagi ini adalah ngikutin worshop ”<em>Pengembangan Minat Baca dan Pemberdayaan Perpustakaan</em>” di Hotel Pandanaran maka biar <em>fresh</em> aku nyoba tidur lagi&#8230;. Bangun-bangun ternyata sudah jam 07.30 (acaranya jam 08.30) hingga aku buru-buru makan dan mandi&#8230;..but ternyata selesai mandi waktu sudah pukul 08.00 hingga buat memperpendek waktu saya mau berangkat via taksi saja&#8230;.Dan kesialan saya mulai muncul saat tak ada taksi yang lewat di jalan dekat rumah hingga aku memutuskan buat naik angkot duluan buat nyari taksi&#8230;.dan ternyata kesialan itu muncul lagi saat taksi yang saya cari baru saya temukan setelah agak jauhan hingga terpaksa saya harus telat waktu sampai di lokasi&#8230;.walaupun acaranya pun belum mulai juga (biasa&#8230;jam Indonesia). Dan kesialan saya kembali terjadi saat saya tidak diberi bahan-bahan worshop oleh panitia&#8230;.dengan alasan bahannya terbatas&#8230;..</p>
<p>Mulai disitu hati saya mulai manyun dengan kondisi itu &#8230;..but sebenarnya hati saya bisa saya tenang-tenangin sampai temen sekantor bilang&#8230;.<br />
<em>”Lho mau ikut worshop koq gak diberi bahan&#8230;.njur gimana dong&#8230;.Mbok minta&#8230;.?! Panitianya gak siap ni&#8230;.”</em></p>
<p>Disitu hati saya tambah gak karuan hingga saya kemudian berinisiatif minta bahan-bahan worshop lagi sama panitia dengan meniadakan tas yang juga menjadi kelengkapan worshop (maksudnya minta makalahnya doang gitu&#8230;) But jawaban kurang enak kembali harus saya terima&#8230;.</p>
<p><em>”ma’af Pak, sebenarnya kami hanya mengundang Badan Diklat itu hanya satu orang saja&#8230;.tadi bahan-bahannya  sudah tak beri tiga lho&#8230;.”</em></p>
<p>Disini saya merasa hari-hariku bener-bener sial dan saya kemudian bener-bener teringat dengan pendapat tentang hari penuh kesialan diatas&#8230;&#8230;hingga celetukan temen saya berikut hampir gak kudengar juga&#8230;.</p>
<p><em>”kalau begitu Badan Diklat yang salah&#8230;.masak yang diundang satu orang&#8230;..eh yang diperintahkan 5 orang&#8230;..”</em></p>
<p>Saya waktu itu hanya merasa hari ini kesialan sedang datang pada saya dan yang salah bukan siapa-siapa&#8230;..bukan salah yang mengundang&#8230;..atau yang memerintahkan datang&#8230;.. melainkan kehadiran saya disitu lah yang salah&#8230;.So&#8230;.saya merasa hanya <em>wisting time</em> and kemudian saya permisi ke toilet sama temen walau setelah itu saya memutuskan cabut&#8230;..!! Ya&#8230; daripada ikut <em>worshop</em> sambil<em> thingak-thinguk</em> ples <em>gondug,</em> yang gak baik buat kesehatan juga, lebih baik nyari kegiatan lain lah&#8230;..MUTUNG&#8230;..!!</p>
<p>Demikianlah cerita tentang hari sial saya yang mungkin dikarenakan karena saya memulainya dengan perasaan yang tidak bahagia&#8230;&#8230;Makanya mulailah hari-harimu dengan bahagia agar hidupmu sepanjang hari juga bahagia&#8230;..(walau gak betul seratus persen juga sih&#8230;. buktinya, begitu saya nyampek kantor&#8230;..eh&#8230;.sudah ada sederet jadwal ngajar yang menanti&#8230;..njur internet kantor yang sebulanan mati&#8230;ee&#8230;hari ini bisa nyala&#8230;.hingga saya bisa<em> posting</em> juga&#8230;&#8230;)</p>
<p>Terakhir ini ada sebuah tips bagaimana memulai hari dengan semangat, yang tentu saja saya ambil dari<a href="http://jawaban.com/news/health/detail.php?id_news=071114182451" target="_blank"> blog sebelah</a> juga&#8230;..</p>
<p><strong>Mendengarkan Musik</strong><br />
Terapi musik sudah dikenal dapat mengurangi stress dan berefek positif pada kesehatan. Tidak perlu seorang ahli untuk bisa mendapatkan terapi musik ini. Musik akan memberikan energi positif dan ketenangan psikologis. Musik juga bisa mendukung gaya hidup sehat. Misalnya saja musik tenang mendorong Anda untuk melakukan meditasi, yoga. Atau musik yang sedikit nge-beat menstimulasi Anda untuk berolahraga.</p>
<p><strong>Mandi Air Hangat</strong><br />
Mandi dengan air panas membuat otot-otot relaks, dan Anda bisa melakukan sedikit gerakan streching agar tubuh tidak kaku. Streching dapat melemaskan otot-otot yang tegang dan memungkinkan Anda untuk memulai hari lebih relaks dan tenang. Tentu saja, jika merasa tenang, Anda sanggup mengatasi masalah yang datang hari ini.</p>
<p><strong>Sarapan</strong><br />
Sarapan yang sehat dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dan memberikan Anda kekuatan untuk menghadapi hari secara fisik dan mental. Tanpa sarapan, Anda akan lemas dan kurang bisa berkonsentrasi. Jadi, pastikan sarapan Anda terdiri dari protein dan buah.</p>
<p><strong>Menulis Jurnal</strong><br />
Menulis jurnal atau blog memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan manajemen stress. Menuliskan peristiwa yang Anda alami setiap hari dapat meningkatkan kualitas diri karena membantu Anda lebih fokus, mengolah emosi dan membantu Anda untuk mengatasi masalah yang Anda hadapi.</p>
<p><strong>Teh Hijau</strong><br />
Minum secangkir teh hangat terutama teh hijau yang kaya kandungan antioksidan, akan membuat Anda merasa lebih segar. Hal ini disebabkan karena antioksidan merawat sel tubuh sehingga selalu sehat.</p>
<p><strong>J</strong><strong>alan-jalan Pagi</strong><br />
Aktivitas jalan pagi memiliki banyak manfaat. Selain membuat tubuh tetap bugar, jalan-jalan pagi membuat Anda siap untuk menghadapi hari, tidur lebih nyenyak, dan sekaligus membantu menurunkan tingkat stress Anda.</p></blockquote>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/189/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/189/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/189/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/189/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/189/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=189&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/27/mulailah-hari-anda-dengan-bahagia%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Efektif dan Efisien Ala LAN-RI</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/24/efektif-dan-efisien-ala-lan-ri/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/24/efektif-dan-efisien-ala-lan-ri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 06:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kediklatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Kalau menurut definisi, Efektif adalah tepat guna or berhasil guna atau tepat sasaran atau dapat dikatakan suatu kegiatan itu dapat dikatakan tercapai tujuannya. Sementara itu efisien adalah berdaya guna atau mampu memanfaatkan sumber daya yang ada dengan seoptimal mungkin. Lalu bagaimana dengan efektif dan efisien ala LAN-RI….?! Ceritanya panjang. Yang jelas hari pertama kita ngikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span lang="es-ES">Kalau menurut definisi, Efektif adalah tepat guna or berhasil guna atau tepat sasaran atau dapat dikatakan suatu kegiatan itu dapat dikatakan tercapai tujuannya. Sementara itu efisien adalah berdaya guna atau mampu memanfaatkan sumber daya yang ada dengan seoptimal mungkin. Lalu bagaimana dengan efektif dan efisien ala LAN-RI….?! Ceritanya panjang. Yang jelas hari pertama kita ngikut diklat TOT Diklat Pim Tingkat IV sudah penuh dengan diskusi dan perdebatan….Maklum, pesertanya adalah para widyaiswara yang jelas-jelas tukang ngomong semua….hingga ada istilah kecil saja sudah dapat dijadikan ajang buat berdiskusi dan kadang berdebat dengan panas hingga kadang bikin aku geli sendiri kalo mengingat apa yang mereka perdebatkan itu kadang bukan sesuatu yang prinsipil apalagi buat jadi topik debat…..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-ES">Acara pertama dari Pak Basseng tentang overview Diklat Pim Tingkat IV belum-belum sudah bikin debat yang panas, yakni saat Pak Basseng melontarkan suatu kenyataan bahwa yang namanya efektif dan efisen itu kadang susah untuk dapat berjalan beriringan ….Seperti kita ketahui paradigma pemerintah saat ini adalah meningkatkan pelayanan publik atau bisa dikatakan melakukan pelayanan secara efektif, dan menurut Pak Basseng hal itu kadang sangat bertentangan dengan prinsip efisiensi pemerintahan….Lebih lanjut Pak Basseng mencontohkan penyelenggaraan Pilkada dengan model pemilihan langsung pada prinsipnya berupaya memuaskan keinginan seluruh masyarakat, di satu sisi….tetapi di sisi yang lain, pelaksanaan Pilkada langsung menelan biaya yang tidak sedikit jika tidak boleh dikatakan sebagai sebuah kegiatan yang boros…sementara hasilnya pun kadang bukan menciptakan sosok Kepala Daerah yang baik, dengan bukti adanya beberapa Kepala Daerah hasil pilkada langsung yang bahkan harus masuk bui karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi….Sampai disini peserta terlihat cukup menerima dengan penjelasan Pak Baseng yang memang logis dan meyakinkan itu….walau kemudian terbukti para widyaiswara itu masih terlihat memperdebatkannya dengan sengit……</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-ES" align="justify"><span id="more-188"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-ES">Dan benar saja, begitu hari kedua saat pelajaran Teknik Pengelolaan Informasi dan Pelaporan….acara debat kusir kontroversi antara  efektif, efisien dan kualitas pelayanan publik mulai menjadi-jadi lagi…..apalagi saat Ibu Setya Budi Hastuti meenjelaskan salah satu ciri kantor modern adalah mendayagunakan biaya serta tata laksana yg efektif, efisien &amp; produktif…..langsung saja para vokalis dari Medan dan NTT berdebat seru dengan mencontohkan budaya para pegawai di Jepang yang saat rapat pun tidak ada suguhan snack bagi tamu undangan guna mendukung program efisensi. Na….disini timbul masalah sebab menurut orang Medan, rapat tanpa suguhan berarti tidak menghormati tamu hingga bisa saja sebuah koordinasi yang hendak dijalin akan bisa gagal hanya gara-gara tamu merasa tidak puas dengan jamuan tuan rumah…..Dan ini semua karena sifat jelek  bangsa ini yang masih berprinsip bahwa jamuan itu sebagai bagian dari pelayanan publik. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="es-ES" align="justify">Bicara tentang jamuan, tiba-tiba saya melihat sebuah ide besar yang dilakukan oleh LAN-RI hingga saya kemudian nyeletuk&#8230;..</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>”<span lang="es-ES">Masalah efektif dan efisien itu sudah dicontohkan oleh LAN-RI dalam penyelenggaraan diklat ini….buktinya kita saat ini hanya disuguh dengan snack pagi-sore dan makan siang saja…..sementara masalah penginapan, makan pagi dan malam disuruh nyari sendiri…..bagus bukan….?!”</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-ES">Eh celetukan saya ternyata malah disambut dengan gerr-gerr-an oleh peserta lain….dengan kesan apa yang saya sampaikan adalah sebuah banyolan and sindiran bagi LAN semata…..padahal sih kali ini aku tidak berniat membanyol dan menyindir….</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-ES">Mungkin mereka-mereka tidak tahu bahwa saya pernah menghitung biaya penyelenggaraan diklat itu lebih dari 40% dipergunakan untuk biaya makan….(belum biaya akomodasi dan perlengkapan peserta seperti tas, bloknote lho….) atau dengan kata lain 40 % urusan diklat bukanlah dipakai untuk makanan batin melainkan untuk makanan fisik….padahal kita tahu, tujuan diklat khan buat menambah makanan atau pengkayaan batin bagi peserta….Akibatnya apa, biaya diklat menjadi demikian mahal sehingga dengan terbatasnya dana maka otomatis jumlah penyelenggaraan diklat menjadi terbatas….dan boleh dikatakan semuanya karena mahalnya biaya makan…..!! So…saya bisa bayangkan berapa rupiah penghematan yang dilakukan LAN-RI buat penyelenggaraan diklat ini…..Ya….daripada mahal-mahal buat biaya makan yang peserta belum tentu cocok dengan selera menu yang disediakan….lebih baik peserta disuruh nyari sendiri…seraya menggantinya dengan makanan batin seperti mendatangkan pakar pelayanan publik (dalam seminar pada hari ketiga) guna menambah wawasan peserta dengan model-model pelayanan publik terbaru yang disarankan oleh pemerintah…..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="es-ES">Sementara itu saya membatin bahwa tertawanya para peserta itu seperti mencerminkan watak sebagian besar aparat pemerintah kita yang masih suka bergaya hidup boros daripada yang efektif dan efisien….Ya….daripada menghambur-hamburkan anggaran untuk kegiatan yang tidak perlu, aparat pemerintah sebaiknya mulai melakukan upaya-upaya efektif dan efisien dalam setiap penyelenggaraan kegiatan pemerintah….LAN-RI sudah mencontohkan dengan gamblang….bagaimana sebuah kegatan diklat itu bisa efektif dalam arti tepat sasaran dalam memeberikan bekal pengetahuan, ketrampilan dan sikap bagi peserta….sementara disisi lain, LAN juga sudah melakukan penghematan biaya makan-makan yang kurang perlu….walau untuk itu, LAN-RI harus menerima gerutuan dari peserta diklat yang merasa tidak puas dengan model pelayanan LAN yang efektif dan efisien itu….Kalau aku sih mending begitu…..masalah makan khan kurang relevan dengan diklat…..apalagi masalah makan khan masalah selera…..hingga aku lebih suka jika harus nyari makan sendiri ke warung yang aku sukai….bisa di warung tegal pinggir rel sepur yang nyampleng….atau boleh juga di kantin LAN-RI yang penuh dengan mahasiswi-mahasiswi STIA LAN yang canti-cantik itu…….aaaahhh……</span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/188/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/188/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=188&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/24/efektif-dan-efisien-ala-lan-ri/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berguru Sampai ke Negeri Betawi</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/08/berguru-sampai-ke-negeri-betawi/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/08/berguru-sampai-ke-negeri-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 May 2008 14:52:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[Baru hari ini saya bisa ngeblog setelah mungkin absen sampai beberapa hari…..bukan apa-apa melainkan karena saya memang kesulitan untuk mendapatkan koneksi internet di sebuah kota yang katanya menjadi pusat segala pusat informasi yang ada di negeri ini yakni Jakarta yang kata ‘Bang Doel’ sering disebut sebagai Betawi….Sekali lagi bukan karena Jakartanya yang sulit, melainkan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Baru hari ini saya bisa ngeblog setelah mungkin absen sampai beberapa hari…..bukan apa-apa melainkan karena saya memang kesulitan untuk mendapatkan koneksi internet di sebuah kota yang katanya menjadi pusat segala pusat informasi yang ada di negeri ini yakni Jakarta yang kata ‘Bang Doel’ sering disebut sebagai Betawi….Sekali lagi bukan karena Jakartanya yang sulit, melainkan saya sendiri yang kelihatan <em>katrok</em> dengan segala keramaian Jakarta ples dengan macet-macetnya itu…..Ibarat wong ndeso yang gak <em>ngerti lor-kidul</em> hingga nyari warnet pun gak ketemu-ketemu…..(ini juga ketemunya akhirnya di ruang internet yang ada di tempat nginepku juga……walah&#8230;.!!) kalo sudah begini, saya bener-bener menyesali diri dengan pekerjaan menunda-nundaku buat melengkapi my laptop dengan teknologi koneksi portabel via handphone yang sudah menjamur itu….yang kalo difikir-fikir itu terjadi bukan karena gak ketemu dengan teknologinya juga, melainkan karena saya yang PNS ini juga masih suka yang gratisan alias makek internet fasilitas kantor he…he…he….</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Berguru sampek ke Negeri Betawi….?! Koq dekat amat Pak&#8230;.?! Ya&#8230;.gak pa-pa lah, wong namanya berguru itu bukan masalah jauh dekatnya to&#8230;.Yang penting khan bergurunya, nyari ilmunya&#8230;.apalagi saya nyari ilmunya khan juga di sebuah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang katanya gudangnya ilmu-ilmu administrasi &#8230;.yakni di Lembaga Administrasi Negara (LAN-RI), sebuah lembaga pemerintah yang bertugas membina para lembaga kediklatan milik instansi pemerintah di seluruh Indonesia&#8230;.sekaligus pusatnya diklat-diklat tingkat tinggi, yang saat aku disana ternyata di gedung yang aku tempati buat nginep, yakni di Graha Wisesa, juga sedang dilaksanakan diklat kepemimpinan tingkat II dan tingkat I (kalo diklat pim tingkat II sih kitanya biasa nyelenggarain dengan peserta para calon Kepala Dinas, tapi kalo Pim I siapa pesertanya ya&#8230;..?!). Kenapa saya katakan Negeri Betawi&#8230;..Padahal Betawi khan Indonesia juga&#8230;.?! Yeah buat sedikit nggambarin betapa megahnya Ibu Kota Jakarta itu&#8230;..hingga saat pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Jakarta (saat dewasa) sekitar tahun 1998&#8230;. saya yang dari Kota Kediri ini merasa banget jadi anak kampung&#8230;..apalagi saat melihat gedung-gedung yang tinggi ples lingkungat kota, utamanya di jalan-jalan protokol yang sangat bersih, indah dan tertata rapi itu, membuat saya serasa berada di luar negeri (walau saat kita masuk ke yang bukan protokol, seperti di sekitar lokasi komplek LAN-RI, kadang malah kita temui kampung-kampung ples Rusun-Rusun kumuh yang menyedihkan juga hi&#8230;.hi&#8230;.hi&#8230;.).</span><span id="more-187"></span><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> Bagi saya sendiri pun, yang namanya nuntut ilmu sebenarnya bisa dimana saja&#8230;..tidak harus mengikuti diklat. Walaupun demikian&#8230;.saya sendiri tetap merasa sesuatu yang beda jika kita nuntut ilmunya via sebuah diklat&#8230;..lebih <em>greng</em> gitu mungkin. Yang paling <em>greng</em> saya rasakan adalah saat bulan februari 2004 lalu, yakni saat saya mengikuti diklat kewidyaiswaraan berjenjang tingkat pertama yang kebetulan di Jakarta juga&#8230;.yakni tepatnya di hotel Graha Wisata yang sekarang sudah almarhum akibat dirobohkan&#8230;.disitu saya mengalami perubahan sikap yang cukup signifikan, utamanya ketertarikan saya pada ilmu-ilmu pendidikan orang dewasa yang ternyata menarik dan kayaknya cocok dengan pribadi saya&#8230;.Buku-buku seperti <em>Accelerated learning, Hand Book of accelerated learning, Quantum Teaching</em> kemudian menjadi buku-buku favorit saya setelah itu&#8230;. Terus terang saya waktu itu tertarik dengan model pembelajaran orang dewasa yang ternyata tidak harus berisi ceramah melulu&#8230;.tetapi juga model-model pembelajaran lain yang lebih menarik&#8230;.seperti melalui game-game, cerita-cerita, peragaan-peragaan yang intinya lebih memotivasi siswa daripada sekedar membekali siswa dengan pengetahuan dan ketrampilan semata&#8230;..</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Pengalaman lain yang menarik juga saya dapatkan di Jakarta, saat saya harus mengikuti Diklat Cisco-Router di LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) selama setengah bulan&#8230;.Satu yang berkesan dari saya adalah suatu kenyataan bahwa saya ternyata tetap manusia biasa yang penuh dengan kelemahan&#8230;.Saya yang waktu itu selalu berprinsip bahwa setiap ilmu akan bisa saya kuasai jika saya mau, terpaksa harus menyerah dan dipaksa harus mengakui bahwa saya masih seorang manusia bodoh yang tak berdaya dihadapan ilmu-ilmu komputer jaringan&#8230;..Kalau semasa kuliah saya bisa membalikkan diri dengan sukses&#8230;.yakni dari ilmu-ilmu biologi peternakan saat S1 menjadi seorang <em>agribussinesman</em> yang cenderung pada ilmu-ilmu ekonomi mikro saat S2&#8230;..dan bahkan mulai menapakkan diri pada ilmu-ilmu administrasi manajemen dan sedikit ilmu motivasi saat mulai bekerja di bidang kediklatan&#8230;..Saat nyoba menaklukkan ilmu komputer jaringan (yang waktu itu diajar bang Rommy juga&#8230;..) harus menyerah tak berdaya&#8230;..walau buku-buku sudah tak beli buat memahami tuh ilmu tapi tetep saja aku gak paham-paham&#8230;..hingga bisa dikatain sedang beternak router daripada belajar Cisco-Router&#8230;&#8230;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> Bagaimana dengan sekarang&#8230;..?! Kayaknya yakin bisa deh dengan ilmu yang akan aku pelajari&#8230;&#8230;soalnya masih berhubungan erat dengan yang biasa kuajarkan setiap hari&#8230;.yakni masalah komunikasi, data serta informasi&#8230;&#8230;gampang&#8230;..Ada PKT juga sih, ilmu baru yang belum pernah kupelajari&#8230;.tapi kalau cuman tool manajemen dan penuh dengan permainan logika&#8230;..koq kayaknya gak susah-susah amat&#8230;.apalagi saya sudah pernah ngajar SWOT lagi&#8230;..Ya&#8230;..tinggal memperdalam-memperdalam saja lah&#8230;..Tapi yang jelas akan banyak topik menarik yang dapat saya ceritakan bagi kalian&#8230;&#8230;jadi sabar saja ya&#8230;&#8230;.<span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/187/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/187/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/187/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/187/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/187/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=187&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/08/berguru-sampai-ke-negeri-betawi/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seminar Pendidikan Menjelang Hari Pendidikan Nasional</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/02/seminar-pendidikan-menjelang-hari-pendidikan-nasional/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/02/seminar-pendidikan-menjelang-hari-pendidikan-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 06:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang menarik dari Seminar IWI  Jawa Tengah tanggal 30 April kemaren. Diskusi-diskusi rame tentang pendidikan menjadi tema seminar IWI kali ini, utamanya dengan berupaya mengonceki kontroversi Ujian Nasional yang kerap menjadi polemik tahun-tahun belakangan ini. Tentu saja sebagai insan ilmiah, para widyaiswara tidak lagi memperdebatkan efektif tidaknya kebijakan UN itu dilaksanakan melainkan berupaya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada yang menarik dari Seminar IWI  Jawa Tengah tanggal 30 April kemaren. Diskusi-diskusi rame tentang pendidikan menjadi tema seminar IWI kali ini, utamanya dengan berupaya <em>mengonceki</em> kontroversi Ujian Nasional yang kerap menjadi polemik tahun-tahun belakangan ini. Tentu saja sebagai insan ilmiah, para widyaiswara tidak lagi memperdebatkan efektif tidaknya kebijakan UN itu dilaksanakan melainkan berupaya mencari jalan keluar agar sistem pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pembicara ditunjuk dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Jawa Tengah yakni Bapak Muchlas Yusak dengan tema Pengembangan Profesional Pendidik melalui ”Jogyou Kenkyuu” atau dikenal di barat sebagai Lesson Study, sebuah model pendidikan yang dikembangkan di Jepang sejak tahun 60-an dan mulai menjadi acuan pokok bagi sistem pengajaran di Amerika guna mengganti sistem pendidikan tradisional di Amerika.</p>
<p>Pada awal paparannya, Pak Yusak menceritakan dilema yang dihadapi para guru berkenaan dengan UN. Seperti diketahui, standar nilai kelulusan UN tahun ini  meningkat menjadi 5,5. Hal ini tentu saja memusingkan para guru mengingat tanggung jawabnya buat mempertahankan or meningkatkan tingkat kelulusan siswa di sekolahnya. Standar yang tinggi secara tidak langsung menuntut guru untuk dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi yang diberikan. Sesuatu yang memusingkan mengingat hampir tidak ada peningkatan yang berarti terhadap model pembelajaran yang diterapkan di Indonesia hingga rasanya hampir mustahil bagi para guru buat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan para guru untuk meningkatkan kualitas mengajarnya, menurut Pak Yusak adalah meningkatkan kemampuan para guru buat mengakses informasi yang ada di internet. Untuk itu, para guru diharapkan menguasai Bahasa Inggris dengan baik, tidak cukup Bahasa Inggris yang bersifat fungsional saja (buat percakapan sehari-hari) tapi juga harus menguasai Bahasa Inggris yang informasional atau yang dapat dipakai buat mengakses informasi dari internet yang banyak ditemukan dengan pengantar Bahasa Inggris.<span id="more-186"></span></p>
<p>Lebih lanjut, Pak Yusak memperkenalkan ”<em>Jogyou Kenkyuu”</em> atau<em> Lesson Study </em>buat meningkatkan kualitas pengajaran di sekolah. Bagi Pak Yusak, pembelajaran merupakan kegiatan budaya sehingga untuk meningkatkan mutu pembelajaran tsb. perlu  proses atau waktu buat mengubahnya. Disamping itu, untuk mengubah kebiasaan menjadi rutinitas budaya perlu upaya yang sungguh-sungguh serta berkelanjutan guna mencapai kesuksesannya. <em>Lesson study </em>pada dasarnya memandang pembelajaran sebagai jantung pendidikan sehingga harus dilakukan serius tanpa terganggu hal-hal yang tidak perlu (sebagai misal ada gangguan panggilan buat ketua kelas, perayaan ultah, or rapat guru hingga murid harus libur ?). Fokusnya bukan pada bagaimana guru mengajar tetapi bagaimana siswa belajar. Oleh karena itu, guru seharusnya lebih bersifat memotivasi siswa agar mau belajar daripada sekedar menerapkan teknik-teknik canggih buat mengajar.</p>
<p><em>Lesson study</em> juga mengharuskan para guru untuk mencatat semua proses pembelajaran di kelas. Hal-hal yang perlu dicatat antara lain adalah :<br />
•	masalah yang akan menjadi fokus pelajaran<br />
•	bagaimana memulai pelajaran (pelibatan dan minat)<br />
•	pertanyaan utama yang akan diberikan untuk memacu berfikir anak<br />
•	antisipasi jawaban siswa dan respon guru<br />
•	perangkat pembelajaran dan manipulatif<br />
•	handout dan catatan<br />
•	pengaturan penggunaan papan tulis dan pemanfaatan media pembelajaran<br />
•	kemajuan, alur, dan keterpaduan (koherensi) pelajaran<br />
•	bagaimana dan di mana pelajaran diakhiri<br />
•	bagaimana pelajaran dievaluasi<br />
Hasil catatan itu kemudian disusun dalam sebuah laporan yang berguna sebagai catatan evaluasi guna perbaikan proses pembelajaran di masa mendatang. Laporan tersebut kemudian dipublikasikan menjadi sebuah karya ilmiah dan dipakai sebagai pedoman awal bagi guru baru dalam mengajar materi pelajaran yang sama serta dipakai sebagai perbandingan model pengajaran bagi guru-guru di sekolah lain.<br />
Acara kemudian dibuka dengan sesi pembahasan dan tanya jawab. Pak Wardjito, salah seorang pembahas dari Badan Diklat mempertanyakan kecocokan model<em> Lesson Study</em> dengan kondisi di Indonesia. Hal itu disebabkan sistem pendidikan di Indonesia masih belum bersifat visioner dan cepat berubah-ubah. Ibarat ganti pejabat maka sistem pendidikannya pun juga berganti dan ini membingungkan bagi para guru. Walau demikian Mr. Wardjito mendukung penerapan lesson study tapi dengan perlakuan Pra terlebih dahulu yakni : <strong><em>membudayakan membaca dan menulis bagi siswa</em></strong> serta <strong><em>membudayakan upaya siswa untuk mengekspresikan ide dan gagasannya.</em></strong> Sebuah pendapat menarik dan menurut saya sangat tepat sasaran dan mau saya terapkan pada anak saya terlebih dahulu (he&#8230;.he&#8230;.he&#8230;.soalnya kalau menanti guru yang melakukan koq kayaknya kelamaan ya&#8230;..?!).</p>
<p>Pembahas lain, Pak Zaenuri dari Badan Diklat Depag Jateng menyoroti adanya kesenjangan pada sistem pendidikan kita di sekolah, baik kesenjangan fasilitas, kesenjangan sarana prasarana, kesenjangan anggaran dsb. Sehingga dengan berbagai kesenjangan itu, dia menganggap UN menjadi suatu hal yang kurang adil mengingat lulusnya seluruh siswa harus terstandar sama. Hal tersebut kemudian diamini oleh Pak Arifin sembari mengungkapkan susahnya meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang menurutnya diakibatkan persepsi masarakat Indonesia terhadap pendidikan masih rendah. Persepsi terhadap Pendidikan yang Masih rendah itu kemudian berdampak pada persepsi yang rendah pada profesi guru. Dengan setengah melucu, Pak Arifin menunjukkan bukti bahwa tidak ada pejabat tinggi pemerintah yang mau bermenantukan seorang guru.</p>
<p>Terakhir Ibu Suminar sebagai Narasumber menyarankan agar dalam menguji kemampuan siswa dikembangkan model soal open minded, yakni sebuah model soal dimana soal ujiannya boleh sama tetapi jawaban dari siswa bisa berbeda-beda tergantung bagaimana pendekatan or sudut pendang siswa. Soal ujian model demikian akan lebih merangsang siswa untuk berfikir daripada model multiple choice yang selama ini dipakai dan dekat banget dengan ‘gambling’. Terkait dengan Lesson study, Ibu Suminar mengharapkan agar Lesson Study dapat diterapkan di kalangan widyaiswara guna mencari model pembelajaran yang tepat bagi orang dewasa&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/186/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/186/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/186/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/186/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/186/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=186&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/05/02/seminar-pendidikan-menjelang-hari-pendidikan-nasional/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resiko Sang Bintang…..</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/30/resiko-sang-bintang%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/30/resiko-sang-bintang%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Apr 2008 01:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tim Kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Sang bintang atau The Dream Team atau apalah namanya buat menggambarkan sosok yang begitu dominan dalam dunia kerja….pada dasarnya bagai pisau bermata dua bagi suksesnya suatu organisasi. Di satu sisi organisasi akan sangat membutuhkan peran serta aktif  &#8220;sang bintang&#8221; buat memajukan organisasi karena sosok seperti itu pastilah dipenuhi dengan ide-ide kreatif dan kinerja yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sang bintang atau<em> The Dream Team</em> atau apalah namanya buat menggambarkan sosok yang begitu dominan dalam dunia kerja….pada dasarnya bagai pisau bermata dua bagi suksesnya suatu organisasi. Di satu sisi organisasi akan sangat membutuhkan peran serta aktif  &#8220;sang bintang&#8221; buat memajukan organisasi karena sosok seperti itu pastilah dipenuhi dengan ide-ide kreatif dan kinerja yang tinggi hingga dapat dijadikan motor penggerak bagi setiap kegiatan kerja yang ada di sebuah organisasi. Akan tetapi, jika organisasi itu kemudian menjadi begitu tergantung pada &#8220;sang bintang&#8221; maka resiko rusaknya seluruh kinerja yang ada di sebuah organisasi dapat terjadi kala &#8220;sang bintang&#8221; itu mengalami &#8216;gangguan&#8217; semisal dalam kondisi tidak fit atau malah sakit, hilang motivasi, atau bahkan harus mengalami yang namanya mutasi ke lain organisasi….</p>
<p>Contoh terbaru dan nyata dialami oleh sebuah klub raksasa Barcelona yang prestasinya semakin terpuruk akhir-akhir ini….Semua tahu bahwa Barcelona adalah klub raksasa yang dipenuhi dengan pemain-pemain paling berbakat yang ada di planet ini….Hanya saja semua orang juga tahu bahwa alunan orkestrasi indah sepakbola milik El Barca selama ini berkat hasil komando pemain sepakbola terbaik sejagad, yang keberadaannya hampir melegenda dan menyamai nama Pele and Maradona, yakni Ronaldinho Gaucho….!! Dan semuanya akhirnya juga tahu bahwa keterpurukan prestasi Barcelona dikarenakan  menurunnya performa sang bintang….. yang menurut analisis saya bukan disebabkan apa-apa melainkan karena hilangnya motivasi Ronaldinho akibat perasaan tak ada lagi yang ingin dicapai dalam dunia sepakbolanya….Gimana tidak, hampir semua gelar telah dimiliki oleh &#8220;sang bintang&#8221;…..mulai dari Juara Piala Dunia, Juala Piala Libertadores, Juara Liga Champion, Pemain terbaik Dunia…..Bahkan akibat turunnya performa &#8217;sang bintang&#8217; itu, Frank Rijkard pun harus tega tidak memainkannya dalam pertandingan-pertandingan Barca…..termasuk saat kekalahan menyakitkan dari Manchester United di semifinal Liga Champion dini hari tadi….</p>
<p align="center"><img src="http://paknewulan.files.wordpress.com/2008/04/ronaldinho-juggling-2.jpg?w=450&h=343" alt="ronaldinho juggling 2" width="450" height="343" /></p>
<p><span id="more-180"></span>Ya….demikianlah resiko jika sebuah organisasi sangat tergantung pada sang bintang…. Jika sang bintang sedang fit maka prestasi organisasi akan meroket….sementara jika sang bintang sedang melempem maka organisasi akan berjalan seadanya&#8230;.. Hanya sayangnya, banyak organisasi pemerintah yang masih cenderung menerapkan strategi &#8220;sang bintang&#8221; ini dalam kehidupan kerjanya….sekaligus dibarengi dengan model <em>&#8220;good leader&#8221; or &#8220;strong leader&#8221;.</em>&#8230;.. Sebuah pengalaman menarik pernah saya alami saat bekerja dimana saat itu saya memang memiliki seorang<em> &#8220;good leader&#8221;</em> hingga seluruh pekerjaan di unit kerja sangat tergantung pada beliau&#8230;..Yang aneh adalah pemandangan yang bagai bumi dan langit&#8230;.dimana saat  &#8216;that boss&#8217; semua anak buah sibuk dengan pekerjaan bahkan sampai lembur-lembur&#8230;.But saat dia sedang tugas luar maka yang tampak adalah staf yang nyantai-nyantai seperti tidak ada pekerjaan&#8230;.bahkan beberapa Kasi ikut-ikutan<em> marahi budaya bali gasik</em>&#8230;..but saat dia datang, yaa&#8230;.pekerjaan kantor itu jadi banyak sekali hingga dengan enteng saya ikut-ikutan nyindir&#8230;.<em>&#8220;Wah Bapak itu ternyata ngerepotin ya&#8230;.soalnya kalo Bapak ada, pekerjaan jadi bertumpuk-tumpuk&#8230;.sementara saat Bapak tidak ada koq kayaknya gak ada pekerjaan&#8230;.&#8221;</em></p>
<p>Tapi yo gak bisa disalahkan juga sih&#8230;..soalnya seperti kita tahu secara rata-rata kualitas SDM aparatur lebih banyak rendahnya daripada yang tinggi hingga rasanya sulit juga buat mencari seorang staf di Instansi Pemerintahan untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, apalagi yang pakek mikir&#8230;.susahnya minta ampun. Kalaulah ada, pastilah dia juga sudah &#8216;<em>mendem&#8217; </em>dengan berbagai pekerjaan yang dobel-dobel hingga kita kadang tidak tega buat membebaninya dengan lebih banyak pekerjaan lagi&#8230;..Dari sinilah saya tak bosan-bosannya mewanti-wanti agar mendahulukan sebuah<em> &#8220;team working&#8221;</em> daripada sekedar strategi &#8220;<em>The Dream Team&#8221;</em> yang beresiko itu. Efeknya adalah mengganti strategi &#8220;strong leader&#8221; dalam sebuah organisasi menjadi lebih ke arah pemberdayaan pegawai atau model gaya kepemimpinan partisipastif…. Melalui manajemen partisipatif ini, para karyawan diberi kesempatan untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan atau pembuatan kebijakan tertentu oleh atasannya. Dengan pendekatan ini demikian para manajer dapat mendengarkan dan memahami  gagasan-gagasan, umpan balik, maupun keberatan dari para karyawan. Dampak utama yang diharapkan dari pendekatan ini adalah terbentuknya sikap positif dan keyakinan  dari para karyawan bahwa mereka telah diperlakukan dengan baik dan bahwa atasan mereka merupakan pihak yang tepat untuk menyalurkan aspirasi mereka, dan bukan serikat pekerja.</p>
<p>Sebuah teori yang menarik tetapi susah juga diterapkan karena menyangkut sebuah perubahan sikap pegawai, yang tentu saja membawa konsekuensi waktu yang panjang dan harus terus menerus diupayakan dengan sungguh-sungguh&#8230;.Karena kalau tidak dilakukan perubahan strategi akan repot. Karena disitulah asal muasal sebuah judgement dari masyarakat tentang enaknya jadi PNS karena kerjanya banyak nganggurnya padahal segelintir PNS yang rajin juga harus bekerja keras demi menyelesaikan tugas-tugasnya yang bertumpuk. Tanpa dibarengi sistem reward and punishment yang jelas, kondisi ini akan menyebabkan PNS rajin menjadi putus asa hingga ikut-ikutan males. Gimana tidak, rajin atau males bayare podho&#8230;..so&#8230;pilih yang mana&#8230;.?! (orang bodho saja tau jawabannya bung).</p>
<p>Peristiwa lucu lain dari manajemen &#8220;sang bintang&#8221; adalah adanya kenyataan bahwa dia tidak akan pernah diijinkan mengikuti kegiatan pengembangan karier seperti ikut kursus atau bintek guna meningkatkan kualitasnya&#8230;..Dengan kata lain kualitas kerja &#8217;sang bintang&#8217; lama kelamaan akan menurun hingga akhirnya dia akan menjadi orang yang sekedar rajin tanpa ada kreativitas kerja&#8230;&#8230;Kemudian saat dia mendapatkan promosi akibat dari kerajinannya itu&#8230;.maka yang terjadi adalah saat sang bintang gembira maka temen-temennya yang biasa &#8216;nggandol&#8217; malah terlihat bersedih atas peningkatan kariernya&#8230;&#8230;bahkan malah kadang ada yang merasa ditinggal lari oleh &#8217;sang bintang&#8217;&#8230;&#8230;atau diejek sebagai orang yang &#8216;menari-nari diatas penderitaan orang lain&#8217;&#8230;.. walah&#8230;..susah juga ya jadi &#8217;sang bintang&#8217; itu&#8230;.Diberi kompensasi atas semua kerja kerasnya bikin ngiri orang lain atau malah bikin sedih kalo kompensasinya itu berujud promosi&#8230;.Sementara jika tanpa kompensasi &#8217;sang bintang&#8217; bisa mogok kerja hingga ujung-ujungnya kinerja organisasi kacau juga&#8230;&#8230;</p>
<p><!--more--></p>
<p>Ya….demikianlah resiko jika sebuah organisasi sangat tergantung pada sang bintang…. Jika sang bintang sedang fit maka prestasi organisasi akan meroket….sementara jika sang bintang sedang melempem maka organisasi akan berjalan seadanya&#8230;.. Hanya sayangnya, banyak organisasi pemerintah yang masih cenderung menerapkan strategi “sang bintang” ini dalam kehidupan kerjanya….sekaligus dibarengi dengan model ”<em>good leader” or ”strong leader</em>”&#8230;&#8230; Sebuah pengalaman menarik pernah saya alami saat bekerja dimana saat itu saya memang memiliki seorang “<em>good leade</em>r” hingga seluruh pekerjaan di unit kerja sangat tergantung pada beliau&#8230;..Yang aneh adalah pemandangan yang bagai bumi dan langit&#8230;.dimana saat <em>’that boss’</em> ada, semua anak buah sibuk (atau hanya kelihatannya ?) dengan pekerjaan bahkan sampai lembur-lembur&#8230;.But saat dia sedang tugas luar maka yang tampak adalah staf yang nyantai-nyantai seperti tidak ada pekerjaan&#8230;.bahkan beberapa Kasi ikut-ikutan marahi budaya bali gasik&#8230;..but saat dia datang, yaa&#8230;.pekerjaan kantor itu jadi banyak sekali hingga dengan enteng saya ikut-ikutan nyindir&#8230;.”Wah Bapak itu ternyata ngerepotin ya&#8230;.soalnya kalo Bapak ada, pekerjaan jadi bertumpuk-tumpuk&#8230;.sementara saat Bapak tidak ada koq kayaknya gak ada pekerjaan&#8230;.”</p>
<p>Tapi yo gak bisa disalahkan juga sih&#8230;..soalnya seperti kita tahu secara rata-rata kualitas SDM aparatur lebih banyak rendahnya daripada yang tinggi hingga rasanya sulit juga buat mencari seorang staf di Instansi Pemerintahan untuk mengerjakan sebuah pekerjaan, apalagi yang pakek mikir&#8230;.susahnya minta ampun. Kalaulah ada, pastilah dia juga sudah ’mendem’ dengan berbagai pekerjaan yang dobel-dobel hingga kita kadang tidak tega buat membebaninya dengan lebih banyak pekerjaan lagi&#8230;..Dari sinilah saya tak bosan-bosannya mewanti-wanti agar mendahulukan sebuah <em>“team working”</em> daripada sekedar strategi <em>“The Dream Team”</em> yang beresiko itu. Efeknya adalah mengganti strategi “<em>strong leader”</em> dalam sebuah organisasi menjadi lebih ke arah pemberdayaan pegawai atau model gaya kepemimpinan partisipastif…. Melalui manajemen partisipatif ini, para karyawan diberi kesempatan untuk ikut serta dalam proses pengambilan keputusan atau pembuatan kebijakan tertentu oleh atasannya. Dengan pendekatan ini demikian para manajer dapat mendengarkan dan memahami gagasan-gagasan, umpan balik, maupun keberatan dari para karyawan. Dampak utama yang diharapkan dari pendekatan ini adalah terbentuknya sikap positif dan keyakinan dari para karyawan bahwa mereka telah diperlakukan dengan baik dan bahwa atasan mereka merupakan pihak yang tepat untuk menyalurkan aspirasi mereka, dan bukan serikat pekerja.</p>
<p>Sebuah teori yang menarik tetapi susah juga diterapkan karena menyangkut sebuah perubahan sikap pegawai, yang tentu saja membawa konsekuensi waktu yang panjang dan harus terus menerus diupayakan dengan sungguh-sungguh&#8230;.Karena kalau tidak dilakukan perubahan strategi akan repot. Karena disitulah asal muasal sebuah judgement dari masyarakat tentang enaknya jadi PNS karena kerjanya banyak nganggurnya padahal segelintir PNS yang rajin juga harus bekerja keras demi menyelesaikan tugas-tugasnya yang bertumpuk. Tanpa dibarengi sistem reward and punishment yang jelas, kondisi ini akan menyebabkan PNS rajin menjadi putus asa hingga ikut-ikutan males. Gimana tidak, rajin atau males bayare podho&#8230;..so&#8230;pilih yang mana&#8230;.?! (orang bodho saja tau jawabannya bung).</p>
<p>Peristiwa lucu lain dari manajemen ”sang bintang” adalah adanya kenyataan bahwa dia tidak akan pernah diijinkan mengikuti kegiatan pengembangan karier seperti ikut kursus atau bintek guna meningkatkan kualitasnya&#8230;..Dengan kata lain kualitas kerja ’sang bintang’ lama kelamaan akan menurun hingga akhirnya dia akan menjadi orang yang sekedar rajin tanpa ada kreativitas kerja&#8230;&#8230;Kemudian saat dia mendapatkan promosi akibat dari kerajinannya itu&#8230;.maka yang terjadi adalah saat sang bintang gembira maka temen-temennya yang biasa ’nggandol’ malah terlihat bersedih atas peningkatan kariernya&#8230;&#8230;bahkan malah kadang ada yang merasa ditinggal lari oleh ’sang bintang’&#8230;&#8230;atau diejek sebagai orang yang ’menari-nari diatas penderitaan orang lain’&#8230;.. walah&#8230;..susah juga ya jadi ’sang bintang’ itu&#8230;.Diberi kompensasi atas semua kerja kerasnya bikin ngiri orang lain atau malah bikin sedih kalo kompensasinya itu berujud promosi&#8230;.Sementara jika tanpa kompensasi ’sang bintang’ bisa mogok kerja hingga ujung-ujungnya kinerja organisasi kacau juga&#8230;&#8230;Susah to&#8230;.?!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/180/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/180/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=180&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/30/resiko-sang-bintang%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://paknewulan.files.wordpress.com/2008/04/ronaldinho-juggling-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ronaldinho juggling 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/manajemen-perkantoran-bagi-guru-smp-satu-atap%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/manajemen-perkantoran-bagi-guru-smp-satu-atap%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:22:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Pekalongan Jum’at 18 April kemaren&#8230;.. Ternyata cukup menarik karena mereka adalah guru-guru pada sekolah setingkat SMP yang baru didirikan, sebagai hasil bentukan pemerintah guna mengantisipasi adanya program wajib belajar 9 tahun yang telah menjadi tekad pemerintah&#8230;.Dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Pekalongan Jum’at 18 April kemaren&#8230;.. Ternyata cukup menarik karena mereka adalah guru-guru pada sekolah setingkat SMP yang baru didirikan, sebagai hasil bentukan pemerintah guna mengantisipasi adanya program wajib belajar 9 tahun yang telah menjadi tekad pemerintah&#8230;.Dengan murid yang juga sangat terbatas pula, yakni ada yang mengaku hanya memiliki murid 18 orang saja dalam satu kelas.  Lokasi SMP satu atap itu memang rata-rata di daerah terpencil dan sulit terjangkau oleh kendaraan umum&#8230;&#8230;Kalo di Pekalongan, rata-rata di daerah selatan kota yang terkenal bergunung-gunung serta masih separoh hutan itu&#8230;&#8230;Dan yang lebih unik lagi adalah kenyataan bahwa SMP (Negeri) satu atap itu berlokasi di lahan yang sama dengan SD negeri&#8230;.yang bahkan kepala sekolahnya pun dijabat rangkap oleh Kepala SD yang menjadi induk SMP satu atap tersebut&#8230;&#8230;</p>
<p>Terus terang di satu sisi saya merasa gembira dengan kenyataan adanya itikad baik dari pemerintah guna mendekatkan sekolah setingkat SMP pada daerah-daerah terpencil tersebut&#8230;..Selama ini mungkin banyak anak-anak yang lulus SD tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP karena jauhnya jarak rumahnya yang memang terpencil itu dengan lokasi SMP yang sudah ada&#8230;..Jauhnya jarak tentu saja akan mengurangi minat anak-anak buat bersekolah karena anak akan merasa lelah jika harus berjalan kaki ke tempat jauh&#8230;. disamping kewajiban harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat sampai sekolah&#8230;..hingga menyebabkan anak pasti males pergi ke sekolah&#8230;..Disamping itu, jauhnya jarak akan menambah beban biaya transport bagi orang tua siswa yang saya yakin pasti ekonominya juga menengah ke bawah (kalo orang kaya pasti gak mau tinggal di daerah terpencil to&#8230;..?! Dengan kondisi seperti itu, kalo kost kayaknya juga gak mungkin ya&#8230;..?!) sehingga pasti ujung-ujungnya akan mendukung si anak untuk tidak usah bersekolah saja&#8230;&#8230;Dengan jarak yang dekat tentu saja diharapkan agar lebih banyak anak-anak di daerah terpencil yang memiliki minat buat melanjutkan sekolah ke SMP&#8230;. so&#8230;.mungkin inilah salah satu upaya terbaik yang dilakukan pemerintah guna mensukseskan program belajar 9 tahun&#8230;&#8230;<span id="more-179"></span></p>
<p>Di satu sisi memang SMP satu atap akan lebih menumbuhkan minat buat bersekolah&#8230;.tetapi di sisi lain saya cukup prihatin dengan nasib para guru yang harus <em>nglaju</em> itu&#8230;.. Bahkan kemudian saya ketahui pula bahwa salah seorang guru terpaksa harus ngekos di rumah penduduk karena rumahnya yang, walau masih di Pekalongan juga tapi,  jauh dari lokasi sekolah tersebut&#8230;.Bahkan ada yang menyebutkan harus menempuh perjalanan dengan motor selama 2,5 jam agar sampai ke sekolah&#8230;..itu pun dengan jalan yang tidak mulus&#8230;..lewat jalan setapak&#8230;..atau jalan berbatu yang lebih mirip sungai kering daripada sebuah jalan  setapak&#8230;.Dan yang lebih memprihatinkan lagi adalah saat saya mensuarakan komputerisasi di sekolah-sekolah sebagai bagian upaya memajukan kualitas pendidikan nasional&#8230;..salah seorang guru, yakni Pak Toni (yang cukup ganteng dan berwajah orientalis and sekilas mirip David Chiang) menyatakan bahwa program tersebut sulit dilakukan karena listrik pun belum ada di lokasi sekolah tersebut&#8230;..!! Disini saya sampai terdiam beberapa saat&#8230;..prihatin bahwa ternyata setelah hampir 63 tahun Indonesia ternyata masih saja ada daerah-daerah yang belum terjangkau aliran listrik&#8230;..bahkan ini masih di Pulau Jawa lagi&#8230;..</p>
<p>Proses pembelajarannya sendiri, walau  tetap menjadi sesi yang meriah, akhirnya tidak lagi menjadi sesuatu yang menarik buat dituliskan disini&#8230;..Yang jelas disepanjang sesi saya lakukan pendekatan yang lebih personal buat memberi semangat bagi mereka untuk termotivasi buat membangun dan mengembangkan SMP satu atap menuju SMP yang bener-bener mandiri&#8230;..Minimal bagi Indonesia, yang mereka lakukan akan membantu mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang dicita-citakan UUD 1945&#8230;.Tapi bagi para guru pribadi, pengalaman mengajar di SMP satu atap akan memperkaya pengalaman kerja mereka&#8230;..Memang susah juga sih, bahkan kalo boleh memilih rata-rata mereka mengaku akan berusaha pindah mengajar  ke sekolah yang lebih dekat rumah dan lebih ’normal’ lah&#8230;&#8230;Tapi saya tetap menganggap bahwa pengalaman mengajar di SMP satu atap akan membuat para gurunya lebih memiliki sikap tahan banting&#8230;..Dan akan lebih bermanfaat lagi jika mereka kemudian selalu aktif buat memperbaiki kondisi sekolah ke arah yang lebih baik&#8230;..dan kalo sudah begitu, secara tidak langsung mereka telah berlatih menjadi seorang Kepala Sekolah&#8230;.jabatan yang menjadi idaman dan merupakan karier selanjutnya bagi setiap guru&#8230;..</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/179/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/179/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=179&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/manajemen-perkantoran-bagi-guru-smp-satu-atap%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Biar Ingat, Mampirlah ke Rumahku…..</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/biar-ingat-mampirlah-ke-rumahku%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/biar-ingat-mampirlah-ke-rumahku%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:19:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Profesi Widyaiswara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[“Masih ingat dengan saya nggak….?!” Demikian yang dikatakan oleh salah seorang peserta diklat Prajabatan Golongan III saat bertemu di mushola kantor Kabupaten Pekalongan. ”Ingat dong&#8230;..” dengan basa basi ples senyum ramah coba membalas sapanya&#8230;.”Hayoo&#8230;.kalo ingat, siapa nama saya&#8230;.” Lagi peserta itu coba mengejar sembari menutupi tag name yang ada di dadanya&#8230;&#8230;Saya hanya mesam-mesem saja mendengar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>“Masih ingat dengan saya nggak….?!”</em> Demikian yang dikatakan oleh salah seorang peserta diklat Prajabatan Golongan III saat bertemu di mushola kantor Kabupaten Pekalongan.<strong> ”Ingat dong&#8230;..”</strong> dengan basa basi ples senyum ramah coba membalas sapanya&#8230;.<em>”Hayoo&#8230;.kalo ingat, siapa nama saya&#8230;.”</em> Lagi peserta itu coba mengejar sembari menutupi tag name yang ada di dadanya&#8230;&#8230;Saya hanya mesam-mesem saja mendengar jawabannya&#8230;&#8230;sambil berusaha keras mengingat-ingat namanya, walau tetap kagak ingat juga&#8230;..<em>”Masa lupa Pak&#8230;.padahal baru satu minggu lho&#8230;.Saya Bu Slamet Urip Pak&#8230;&#8230;”</em> peserta itu kelihatan kecewa saat saya tak jua menyebutkan namanya&#8230;.dan sayanya hanya bisa menjawab singkat&#8230;.”<strong>Maaf, saya orangnya dominan otak kanan&#8230;.hingga sering lupa dengan nama seseorang&#8230;.tapi kalau wajah pasti selalu ingat&#8230;..” </strong></p>
<p>Itulah salah satu contoh kejadian yang sering kualami berkenaan dengan peserta diklat&#8230;.yakni lupa namanya&#8230;..!! Sebuah kejadian yang mulai kuanggap wajar bagi diriku walau tetap saja pasti mengecewakan peserta&#8230;.Tapi mau gimana lagi, susah rasanya mengingat semua nama para peserta yang pernah kufasilitasi dalam sebuah proses belajar mengajar&#8230;.Bagaimana tidak, mereka begitu banyak dan selalu berganti-ganti setiap waktu&#8230;.susah rasanya mengingat nama mereka&#8230;.Apalagi di tahun 2008 ini, sudah 28 kali saya mengajar pada diklat prajabatan&#8230;.Bayangkan jika kau kalikan dengan 40 orang per kelas maka minimal sudah  ada 1120 orang peserta yang pernah bertemu denganku. So&#8230;.wajar to saya lupa dengan nama mereka&#8230;&#8230; bahkan untuk peserta yang aktif di kelas dan menjadi bintang sekalipun&#8230;..!! Gimana mau ingat nama man&#8230;..kadang wajahnya pun aku juga lupa&#8230;.apalagi kalo di kelas dia seorang yang pendiem&#8230;.hingga kadang pas jalan-jalan di suatu tempat kadang ada yang menyapa ples ngajak salaman&#8230;..tanpa ingat dengan dirinya sama sekali&#8230;&#8230;(mirip selebritis ya&#8230;..?!)<span id="more-178"></span></p>
<p>Tapi peristiwa di depan mushola itu mau gak mau mengganggu juga fikiranku&#8230;.. Apalagi dengan profesiku yang sebagai widyaiswara&#8230;.yang kata, Pak Carta, salah seorang peserta diklat di Kebumen merupakan gurunya para PNS&#8230;.. membuat diriku  selalu menyuntikkan semangat bekerja bagi para PNS&#8230;.memotivasi mereka agar selalu berbuat yang terbaik bagi organisasi PNS&#8230;..hingga seringkali dalam proses belajar mengajar, aku selalu memposisikan diri sebagai teman dekat mereka&#8230;&#8230;.dan inilah yang bikin sangat mengganggu jalan fikiranku&#8230;.bahwa aku adalah temen mereka, selalu&#8230;.baik di dalam kelas maupun di luar kelas&#8230;.hingga jika aku menganggap diriku temen, masa nama  mereka saja saya lupa&#8230;..?! Jangan-jangan saya hanyalah seorang motivator biasa, dan bukan merupakan ’temen’ mereka&#8230;..?! Bingung juga aku menghadapi kondisi ini&#8230;.Disatu sisi, aku pengen selalu dekat dengan mereka&#8230;.bahkan blog ini pun salah satu tujuannya adalah untuk menjadi jembatan bagi terjalinnya komunikasi antara diriku sebagai widyaiswara dan peserta diklat diluar proses belajar mengajar di kelas&#8230;..Tetapi disisi lain&#8230;..rasanya tobat juga kalo harus bisa nginget-nginget nama mereka semua&#8230;..</p>
<p>Hingga diakhir sesi pembelajaran kemaren aku kemudian dengan berat hati mengatakan&#8230;..<em>”Ma’af atas kesalahan saya&#8230;.dan biar ingat selalu, sering-seringlah mampirlah and bertamu ke rumahku ya&#8230;.” </em>Saya lihat peserta semuanya terdiam, kelihatan bingung dengan apa yang saya katakan barusan&#8230;..sampai kalimat itu saya lanjutkan&#8230;.”<em>Ya&#8230;.kalo gak sempat bertamu ke rumahku di dunia nyata&#8230;..boleh deh mampir ke rumahku di dunia maya&#8230;..disana Anda dapat bersilaturahmi denganku, biar tambah kenal, juga  tambah akrab&#8230;&#8230;boleh menikmati sajian yang ada di dalamnya&#8230;..baca-baca catetan-catetan yang sudah kutulis, juga kasih kritik, saran or sekedar komentar juga boleh&#8230;..bertanya tentang apa saja juga boleh&#8230;..so&#8230;..mampir ya&#8230;.jangan bosen-bosen&#8230;&#8230;”</em></p>
<p>Ya&#8230;..itulah yang akhirnya akan selalu kuucapkan dalam setiap akhir sesi pembelajaranku&#8230;..Dan itulah mungkin jawaban atas segala kegelisahanku sebagai seorang widyaiswara&#8230;..ya&#8230;.jika mereka mampir berarti pengen akrab dan selalu di kenal&#8230;..dan jika gak mampir ya&#8230;.ma’apin  deh kalo aku lupa dengan Anda&#8230;..namanya juga banyak orang, jadi susah kalo harus nginget nama&#8230;.apalagi jika Anda sendiri gak bertamu ke rumahku&#8230;..He&#8230;he&#8230;.he&#8230;.jadi inget omongannya si Irpan, widyaiswara dari Pusdiklat Migas Cepu&#8230;..<em>”Widyaiswara itu memang paling pintar ’ngeles’&#8230;&#8230;”</em> Ya&#8230;.tapi gak sekedar<em> ’ngeles’</em> alias nyari alasan biasa lho&#8230;..Bukankah dengan meminta mereka mampir ke rumahku di dunia maya&#8230;.secara gak langsung saya telah mengajakan mereka buat akrab dengan dunia teknologi informasi&#8230;&#8230;?! Dan itu sesuatu yang bagus bagi kemajuan PNS dooong&#8230;&#8230;.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/paknewulan.wordpress.com/178/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/paknewulan.wordpress.com/178/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/paknewulan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/paknewulan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/paknewulan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/paknewulan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/paknewulan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/paknewulan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/paknewulan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/paknewulan.wordpress.com/178/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/paknewulan.wordpress.com/178/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/paknewulan.wordpress.com/178/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=paknewulan.wordpress.com&blog=753653&post=178&subd=paknewulan&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/biar-ingat-mampirlah-ke-rumahku%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
	
		<media:content url="http://a.wordpress.com/avatar/paknewulan-128.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">paknewulan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan dari Para Guru Kebumen……</title>
		<link>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/tantangan-dari-para-guru-kebumen%e2%80%a6%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://paknewulan.wordpress.com/2008/04/21/tantangan-dari-para-guru-kebumen%e2%80%a6%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 05:13:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>paknewulan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Ngajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://paknewulan.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[Mengajarkan komunikasi pada para guru…..ibarat Boso Jowone “Koyo Nguyahi Segoro….” Gimana tidak….?! Seperti kita ketahui, pekerjaan guru erat kaitannya dengan komunikasi karena sehari-hari merekalah para komunikator bagi para murid-muridnya….sehingga jam terbang mereka sebagai komunikator mungkin malah lebih banyak daripada saya yang widyaiswara ini…..Kalau ingat dan difikir-fikir tentang hal tersebut, sebenarnya takut juga aku dengan kenyataan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Mengajarkan komunikasi pada para guru…..ibarat <em>Boso Jowone “Koyo Nguyahi Segoro….” </em>Gimana tidak….?! Seperti kita ketahui, pekerjaan guru erat kaitannya dengan komunikasi karena sehari-hari merekalah para komunikator bagi para murid-muridnya….sehingga jam terbang mereka sebagai komunikator mungkin malah lebih banyak daripada saya yang widyaiswara ini…..Kalau ingat dan difikir-fikir tentang hal tersebut, sebenarnya takut juga aku dengan kenyataan tersebut….tapi mau bagaimana lagi, namanya juga tugas…..lagian akunya khan juga nggak ngajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan para murid to….?! Aku khan maunya hanya ngajar agar mereka berani bicara dengan atasan dan rekan sekerjanya….. Lho apa para guru itu tidak bisa&#8230;.?! Nggak separah itu sih&#8230;..Hanya saja dengan kondisi penuh derita and tekanan selama mereka menjadi guru honorer&#8230;..para CPNS guru itu mungkin agak sedikit lupa dengan yang namanya Pede, padahal itu merupakan salah satu syarat agar seseorang mampu berkomunikasi dengan baik bukan&#8230;..?!</p>
<p>Tapi mengajar komunikasi bagi para guru memang selalu berat dan penuh tantangan&#8230;..apalagi proses pembelajarannya dilakukan pada hari minggu malam mulai pukul 19.00&#8230;.alias hari libur <em>and</em> dekat banget dengan namanya sindrom<em> I hate Monday</em>&#8230;..hingga terlihat banyak peserta yang lebih banyak diamnya&#8230;&#8230; Tetapi belum juga sejam saya mengajar, sudah ada serangan dari Pak Dokter Usodo tentang apa kapabilitas seorang insinyur peternakan seperti saya mengajarkan komunikasi pada mereka&#8230;.?! Pertanyaan ujian yang lumrah ditanyakan di era demokratisasi ini, walau sebenarnya tidak etis juga untuk ditanyakan itu&#8230;..untungnya pernah saya ketahui jawabannya dari Mr. Adi Wahyudi, dengan pengalamannya yang serupa&#8230;..yakni adanya kenyataan bahwa seorang insinyur peternakan pun pernah belajar ilmu komunikasi, khususnya saat berhadapan dengan petani dalam suatu kegiatan penyuluhan&#8230;..Bahkan saya kemudian balik bertanya pada dirinya dengan sebuah pertanyaan lelucon nan berbobot, yakni sehubungan dengan profesi saya yang ahli peternakan itu&#8230;.kira-kira pinter mana antara ayam dengan bebek&#8230;.serta enak mana antara beras import dan beras lokal&#8230;.. Sebuah trik lucu yang dekat dengan profesi saya, hingga petanyaan-pertanyaan konyol itu pasti selalu berhasil memancing tawa dan mencairkan suasana nan kaku&#8230;..<span id="more-177"></span></p>
<p>Tapi dasar para guru, merasa kalah pada kesempatan pertama mereka merasa tidak perlu harus menyerah pada sang insinyur ini&#8230;..hingga kemudian serangan kedua dan lebih tajam pun muncul dengan dahsyat&#8230;..!! Saat saya berusaha meyakinkan peserta bahwa di era teknologi informasi dimana banyak sekali informasi yang dapat diperoleh oleh semua orang maka kualitas pendengar lebih diperlukan daripada kualitas si pembicara&#8230;..maka Pak Carta, sang ketua kelas,  dengan diplomatis menyatakan bahwa walau pada prinsipnya dia setuju dengan pernyataan saya&#8230;.tetapi dia pernah diajarkan oleh dosennya (sambil menyebutkan sosok terkenal : Arif Rahman Hakim&#8230;) pernyataan yang sebaliknya hingga mewajibkan guru untuk memiliki kemampuan komu