Halaman Arsip 2

Perang Tanding IWI Jawa Tengah vs IWI Yogyakarta

Sabtu kemaren, ada kunjungan mendadak dari para rekan kita dari IWI (Ikatan Widyaiswara Indonesia) Yogyakarta….Dikatakan mendadak karena saya tahunya juga mendadak bahkan dari koordinasinya sang sekretaris IWI Jateng, Mr. Yatno yang serba terburu-buru terlihat jelas bahwa acaranya memang mendadak….hingga pemberitahuan bagi wadyabala IWI Jawa Tengah pun baru dilakukan pada hari kamis kemaren…..itupun hanya via faks biar cepet tapi slamet…..gak usah terlalu formil-formilan seperti para staf structural….Yang penting surat fax-fax-an itu bisa nyampai ke tangan masing-masing cabang IWI Jawa Tengah (meliputi : Diklat Sragen, BPSMP, BPSDP, BKKBN, Balai Diklat Keagamaan, Pusdiklat Migas Cepu, Pusdiklat PLN, Balatkop, Kantor Diklat Banyumas, LPMP Semarang, Bapelkes Salaman dan Bapelkes Gombong)…..juga surat itu dapat dijadikan bukti kalau ada kegiatan IWI jika para pimpinan kantor bertanya ada apa gerangan……

Yang namanya acara mendadak pastinya persiapannya kurang mateng….apalagi dilaksanakan pada hari Sabtu yang merupakan hari libur dan notabene sepi dari para karyawan lain….Dan belum-belum sudah terjadi masalah, saat tiba-tiba ada pemberitahuan mendadak kalau anggota IWI yang datang ternyata tidak hanya 19 orang seperti yang diberitahukan semula….melainkan 50 orang alias tiga kali lipat….!! Yang paling cotho adalah ruang yang kita sediakan adalah ruang terbagus di Badan Diklat yaitu ruang data….yang kapasitasnya hanya 50 orang….!! Padahal perwakilannya IWI Jateng sendiri ada sekitar 30-an orang…..So….kebayang betapa sesaknya ruang data yang dipakai buat pertemuan tersebut…..bahkan WI Badan Diklat sendiri harus rela menunggu para tamu-tamu undangan untuk duduk, baru setelah itu mencari tempat duduk yang kosong….itupun tanpa hak ngambil snack yang ternyata habis dibagikan buat para tamu undangan…..(terlihat bahkan Mas Yatno, Pak Ateng, dan Pak Bangkit, yang duduk di depan sebagai pemimpin forum….ikut-ikut tidak kebagian snack juga…..) Lanjutkan membaca ‘Perang Tanding IWI Jawa Tengah vs IWI Yogyakarta’

Hambatan Komunikasi Para Staf….

Materi Diskusi kayaknya menjadi satu hal wajib yang harus ada dalam sebuah pembelajaran orang dewasa khususnya pada diklat prajabatan. . Metode diskusi ini perlu diterapkan utamanya untuk menggali pemikiran-pemikiran peserta terhadap kasus aktual yang terkait dengan materi diklat yang sedang diajarkan. Manfaatnya yang pertama adalah menambah pengertian sekaligus meningkatkan ketertarikan peserta terhadap materi. Manfaat lain adalah menghindari kebosanan peserta terhadap metode pembelajaran melalui ceramah, yang seringkali bikin peserta ngantuk berat….Disamping itu dengan metode diskusi, widyaiswara khan juga bisa istirahat alias gak ngomong melulu…..sekaligus bisa ngabisin jam ngajar yang berjam-jam itu he….he…he….

Materi diskusi yang kuterapkan pada mata diklat “Komunikasi yang Efektif” sampai sekarang belum begitu memuaskan bagi diriku, khususnya pada diklat prajabatan golongan I dan II…..Sebenarnya saya sudah memiliki materi disksi bagus yakni penerapan hukum komunikasi….hanya saja materi tersebut saya fikir masih terlalu berat untuk diterapkan pada peserta diklat prajabatan golongan I dan II yang notabene hanya berpendidikan maksimal D3…..atau sebagian besar merupakan staf paling bawah yang lebih sering menerima perintah daripada berdiskusi or sekedar bicara dengan karyawan lain….sehingga menurut saya mereka lebih cocok diberikan tips-tips untuk dapat berkomunikasi yang baik daripada disuruh berdiskusi untuk menemukan hal tersebut….

Pada beberapa kesempatan, saya coba untuk menerapkan 8 komunikasi jangan dilakukan yang lebih bersifat curhat daripada diskusi…..dengan hasil menurut saya kurang seru….karena hanya melulu paparan tanpa ada sesi tanya jawab yang seringkali menjadi pemanis and pemanas sebuah diskusi….hingga kuputuskan untuk mencari materi diskusi lain yang lebih seru. Dari beberapa diskusi dengan rekan-rekan widyaiswara ples perenungan….akhirnya kucoba untuk menerapkan materi diskusi bentuk dan hambatan komunikasi dengan rekan, atasan dan pelanggan….Guna melengkapi agar peserta dapat terbagi dalam minimal 6 kelompok…..materi diskusi tak tambahi dengan penerapan komunikasi secara lisan, melakui surat dan melalui telepon….terutama dari segi keunggulan dan kelemahannya sekaligus kapan sebaiknya bentuk komunikasi itu digunakan…. lanjut

Mengajar Manajemen Perkantoran Yang Tidak Modern….

Akhirnya terjadi juga…..Kegiatan diklat prajabatan yang begitu padat, berurutan dengan volume yang begitu tinggi akhirnya mendapatkan masalahnya juga…..Sebenarnya kegiatan itu saya akui cukup terencana dengan baik (salut buat Mas Edi Wahyono sang kasi Diklat Pim Dasar yang sudi mumet-mumet buat ngatur tuh jadwal….hanya agak sering senyum saja Mas….jok mrengut wae….). Hanya saja, begitu Badan Diklat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat II mulai Selasa tanggal 25 Maret kemaren maka otomatis seperti biasanya, segala daya upaya Badan Diklat Provinsi dikerahkan semaksimal mungkin buat melayani para Bapak-Bapak terhormat yang datang dari seluruh Indonesia itu…..Sebenarnya dari segi pengaturan jadwal maupun SDM tidak ada masalah sama sekali…hanya dari segi equipment kitanya keteteran….utamanya dalam penyediaan alat pembelajaran modern yang bernama LCD Proyektor dan Laptop yang banyak tersedot buat pembelajaran diklat kepemimpinan tingkat II tersebut…..

Dan Selasa sore kemaren….sms dari sekretariat WI datang juga…..”Pak, berhubung LCD sudah dipakai pim 2 maka untk prajb dimohon menyiapkan transparan……. (kalimatnya sengaja tak bikin asli sms yang dikirimkan Agus…) ” Waduh…..bagai disamber geledek rasanya….apalagi saya belum pernah menyiapkan transparansi via OHP untuk mata pelajaran itu….dan waktunya sudah sore lagi…..But setelah thenger-thenger sepanjang Magrib maka sekitar menjelang Isyak saya segera meluncur ke Swalayan ADA buat belanja plastik transparansi and spidolnya….Ya….kuputuskan buat membuat transparansi dengan metode kreatif alias via ketrampilan tangan he….he…he…soalnya mau ngeprint tranparansi yang diketik juga kebetulan printerku lagi ngadat dan belum kubetulin…. dorurot saja, yang penting ada tampilan……Widyaiswara itu khan tukang ndalang dan harus siap dengan kondisi kelas yang seperti apapun….walau sedikit tersenyum kecut juga jika inget materi yang yang akan saya bawakan….Ya….Rabu pagi kemaren saya akan mengajarkan Materi Manajemen Perkantoran Yang Tidak Modern dengan metode pembelajaran yang Tidak Modern……..Waduh…… lalu bagaimana saat pembelajaran….?!

Menghadapi Tipe Bos Yang Berbeda-Beda…..

How To Manage The Boss 2….

Atasan yang bijaksana selalu menjadi pilihan utama bagi setiap peserta Diklat Pra Jabatan yang saya mintai masukan tentang urutan faktor paling berpengaruh dalam memotivasi kerja….Dan setelah saya tanya lebih mendalam, ternyata beberapa orang mengaku bahwa atasan yang bijaksana itu bukanlah seseorang yang sedang mereka rasakan tetapi seseorang yang lebih mereka dambakan….Maksudnya jelas, bahwa banyak atasan-atasan yang ada di kehidupan PNS bukanlah seorang yang bijaksana menurut staf….

Lalu bagaimana menjadi atasan yang baik…?! Ada banyak resep bagaimana menjadi atasan yang baik….tetapi masalah bagi staf khan bukan itu….dan kayaknya mereka lebih memerlukan yang namanya tips-tips ringan tentang “how to manage the boss”….karena ada bermacam-macam tipe boss ….dan kesemuanya pastilah membutuhkan perlakuan yang berbeda bagi anak buahnya….Maksudnya jelas, yakni siapa tahu boss Anda bukanlah orang yang sulit….melainkan semata-mata Anda salah dalam melakukan pendekatan pada si Boss……dan sekali lagi ini bukan hanya sekedar untuk pedekate pada boss…melainkan hanyalah semata-mata untuk memperlancar pekerjaan Anda saja…..

Lanjutkan membaca ‘Menghadapi Tipe Bos Yang Berbeda-Beda…..’

The Definition of Succes

“The Definition of Succes is When Opportunity Meets Preparation”
Hillary Swank*

Kata orang sich kesempatan tidak datang dua kali…..ada betulnya juga sich…cuman hidup ini gak singkat-singkat amat….hingga ada yang bilang bahwa setiap orang pun akan pernah mengalami yang namanya “second wind” atau yang lebih ekstrim ada yang bilang “puber kedua” di usia 40-an yang berbahaya dan perlu dikendalikan…..

Lalu apa yang harus kita lakukan selama menunggu datangnya ”big fish” itu…?! Ya….sebagai PNS sich gampang saja….kita tinggal siapin diri kita buat menerima datangnya yang namanya kesempatan itu….kita penuhi diri kita dengan kompetensi-kompetensi yang berguna bagi kehidupan kerja kita sebagai PNS….Manfaatnya jelas bahwa dengan mempersiapkan diri kita dengan maka saat sang kesempatan emas, baik yang berupa promosi maupun kesempatan mengerjakan sebuah proyek besar, itu datang menghampiri kita…..kitanya sudah siap….alias tidak gagap….hingga jika jadi pimpinan kita akan menjadi pimpinan yang bijak….penuh kompetensi….dan dapat melaksanakan tugas dengan baik….

Manfaat lainnya adalah kita akan lolos dari jebakan yang namanya evaluasi….karena setiap kesempatan itu pastilah terus berlanjut….dalam arti pasti ada evaluasi dalam pelaksanaan ‘kesempatan’ itu….Naa….kalau hasil evaluasi kita baik….karena pelaksanaan yang telah dipersiapkan dengan baik pula….maka pastilah akan muncul kesempatan-kesempatan lain yang lebih besar….hingga Anda harus siap-siap menjadi seekor elang perkasa yang terbang diangkasa…..

So….tunggu apa lagi….siapkan diri Anda mulai sekarang….jangan hanya be patient saja…..tapi be professional juga dooong……

*Hillary Swank adalah aktris Hollywood kelahiran 30 Juli 1974, pemegang rekor peraih piala oscar di usia yang relatif muda (kurang dari 30 tahun) bahkan tidak hanya satu tetapi dua….!! Yakni lewat film-nya “Boys Don’t Cry” (1999) dan Million Dollar Baby” (2004).

Urutan Motivasi Kerja Para Staf Provinsi Jawa Tengah

Tulisan kali ini akan menampilkan lagi urutan motivasi kerja menurut para staf Provinsi Jawa Tengah dengan mengambil sampel para peserta diklat prajabatan angkatan VIII tahun 2008. Tapi terus terang saja postingan ini menjadi postingan yang tertunda untuk kesekian kalinya….dalam arti mau postingnya sejak lama…..tapi gak sempat-sempat….utamanya buat nulis awalannya gak dapet-dapet….tapi mo gak posting….juga eman-eman, soalnya sudah kadung diolah datanya….jadi ya…demikianlah….. Lanjutkan membaca ‘Urutan Motivasi Kerja Para Staf Provinsi Jawa Tengah’

Widyaiswara Harusnya Tidak Hanya Sekedar Mancal….

Widyaiswara ki ming kari mancal.gak ngerti repote pejabat struktural….mulai dari ngusulin biaya diklat….nyusun dokumen perencanaan…. Sampai ngelaksanain, termasuk dari ngatur jadwal, ngurusin makanan, penginapan, ngatur honor, ngevaluasi, sampai nyusun kurikulum, nyari fasilitator, nyari binsuh….dan masih banyak yang lainnya….pokoke kalo staf dan pejabat struktural itu banyak kerjaan…widyaiswara ming tinggal ngajar….dapat honor dan pulang…..enak betul…..

Demikianlah kalimat nyelekit yang seringkali kudengar tentang sosok seorang widyaiswara….Ya…gak bisa sepenuhnya disalahin juga sich….karena memang ada juga tipe widyaiswara yang seperti itu….Bagaimana dengan diriku…?! Waduh akunya pasti protes berat jika dikatain seperti itu….soalnya mulai habis lebaran sampai sekarang aku hanya sempat menikmati liburan singkat di Yogyakarta pas libur hari Natal kemaren…. Setelah itu, kayaknya ada aja yang harus kulakukan buat ngisi hari-hariku…. Lanjutkan membaca ‘Widyaiswara Harusnya Tidak Hanya Sekedar Mancal….’

Ngajar Komputer Nan Capek…..

Ngajar komputer itu ada enaknya dan ada gak enaknya….Enaknya, sebagai widyaiswara kita tinggal masukin para peserta dalam laboratorium….sedikit presentasi….gak usah kebanyakan ngrancang game-game agar peserta tetep bersemangat…tinggal beri penugasan…maka kita tinggal thengak-thenguk saja nunggoni para peserta ngerjain tugas…..beres….enak to….?! Itu teorinya….prakteknya walau tetep enak dari segi metode…tapi kalau pesertanya banyak yang belum bisa…..wualah….terpaksa kita harus wira-wiri buat nglayani peserta yang bertanya…dan karena harus lora-lari and jolan jalan kesana kemari….cuapeknya setengah mati….kaki rasane pegel semua….

Hal itulah yang saya alami Rabu 20 Februari kemaren…saat aku lagi-lagi harus masuk Laboratorium Bahasa dan Komputer buat ngajarin para peserta Diklat TOT Materi Prajabatan tentang Pemberantasan Korupsi…yakni dalam hal Penyiapan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Power Point….Sesuatu yang lumrah, gak istimewa amat…apalagi pesertanya para calon pengajar Diklat Prajabatan….hingga dari rumah saya siapkan jurus-jurus bagamana membuat presentasi dengan tampilan visual yang menarik…..Tapi apa yang terjadi….?! Alih-alih mengajarkan metode pengajaran visual….ternyata hari itu aku juga masih wira-wiri buat nunjukin hal-hal yang bersifat teknis tentang pengoperasian powerpoint…..waduh…… lajutin

Bekerjalah Dengan Cinta

Ya….cinta adalah passion…..gairah. Dan sungguh beruntunglah orang yang dapat bekerja dengan cinta…karena bekerja baginya adalah sesuatu yang menggairahkan, menyenangkan, penuh tantangan…..tak pernah ada bosan dihatinya karena selalu ada hal menarik yang ditemukannya pada tugas pekerjaannya…..layaknya orang yang jatuh cinta…Walau mungkin pekerjaannya menurut orang lain bukanlah pekerjaan yang menarik (emang tarik tambang), bukanlah tempat yang ‘basah’ (emang di kali), bukan juga tempat yang banyak ‘sabetannya’ (emang jaranan)…semuanya jadi gak penting jika kamu mau bekerja dengan cinta….bahkan walaupun jika kamu sudah kadhung cinta….ternyata malah di mutasi ke bagian lain…..Ya….gak pa-pa….mutasi itu hal biasa di kehidupan PNS….tinggal nyoba nyintain lagi pekerjaan yang baru to….?! Orang Jawa bilang khan ‘witing tresno jalaran soko kulino’….jadi anggap saja mutasi itu layaknya kita dijodohin dengan orang lain…..

Bekerja dengan cinta sebenarnya sudah sempat saya singgung dalam tulisan-tulisan terdahulu….tetapi gak ada salahnya, di hari valentin ini kita kembalikan semangat cinta pada pekerjaan kita….ya…mau kemana lagi kita salurkan luapan emosi cinta kita kalau bukan pada pekerjaan….pada anak sudah tentu…pada istri apalagi….pada istri orang….ah… PNS tak banyak cukup uang untuk melakukan hal-hal yang malah bikin tambah susah….sudah boros….bikin tambah pusing….emang kita gak ada kerjaan lain selain ngurusi ‘selingkah-selingkuh’….?! emang kita gak punya hobby lain disamping hal yang ‘trend itu apa…..?! Dunia ini begitu luas….bervariasi…so…banyak hal lain yang dapat kita pilih untuk menyalurkan energi cinta nan meluap di hari valentin ini….salah satunya ya cinta pada pekerjaan……
lanjutin

Setahun Kemaren…..

Jum’at 8 Februari 2008 tepat setahun aku mulai ngeblog……Alhamdulillah…..ada rasa bangga…gembira….terharu….sekaligus terkejut….saat aku bisa melewatkan ulang tahun ngeblogku yang pertama….Bagaimana tidak, ajang ngeblog yang dulunya hanya aku pakai untuk sekedar menyalurkan energiku ke arah sesuatu yang positif guna mengurangi rasa stress di kantor sekaligus sebagai ajang aktualisasi diri, sesuatu yang sulit kita lakukan di lingkungan PNS kita, ternyata menjadi hobby-ku yang lain…..jadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus bikin ketagihan….bahkan dapat saya jadikan ajang pengendapan instrumen pembelajaran yang sering saya berikan di kelas-kelas diklat. Tentu saja hal itu secara otomatis akan menambah kompetensi saya sebagai Widyaiswara.

Ada yang saya ubah menjelang detik-detik setahun pertamaku ngeblog. Yang pertama tentu saja foto keluargaku yang ternyata bertambah satu anggota baru nan kecil….walau tetap tak mengubah my url….yang setia dengan paknewulan….dari maksud Bapak dari anak-anakku, yakni : Wulan dan Lani. Disamping itu, perubahan juga saya lakukan dari tagline….yakni semula forum komunikasi PNS, Kediklatan dan Widyaiswara….menjadi cukup sekedar Catatan Kecil Seorang Widyaiswara….dengan melihat content  blog-ku ini lebih pada sebuah catatan-catatan perjalananku selama menjadi widyaiswara…. Terakhir  saya hanya berharap semoga di Tahun-Tahun Mendatang Blog ini masih dapat bermanfaat bagi para pengunjungnya…..sekaligus semoga sayanya tetap mendapatkan kesenangan dari ngeblog….tetap rajin ngeblog….hingga mampu merayakan hari jadi ngeblogku yang kedua….ketiga….keempat….dan kesepuluh…..Amiiin….

Widyaiswara dan Angka Kreditnya

Ada suatu topik yang hangat dibicarakan oleh para Widyaiswara di Kantor kami, yakni penghitungan angka kredit…..!! Gegeran itu dimulai dari keputusan hasil penghitungan angka kredit yang dikirimkan oleh LAN-RI, sebagai lembaga pembina para widyaiswara, kepada para widyaiswara senior (pangkat IV/c - IV/e). Hasilnya menunjukkan adanya pengetatan penilaian angka kredit yang dilakukan LAN hingga ada seorang widyaiswara yang telah memiliki angka kredit sebesar 830 (kurang 20 dari angka kredit yang dipersyaratkan bagi pangkat WI Utama dengan masa pensiun 65 tahun) tiba-tiba harus dikoreksi oleh LAN menjadi hanya 700 saja. Hal itu tentu saja menimbulkan syok bagi para WI yang memiliki angkat IV/c karena untuk mencapai angka kredit 850 akan begitu sulit. Bahkan salah seorang widyaiswara mutung dan memutuskan untuk mengambil formulir pensiun saja.

Sebenarnya peraturan yang mengatur penghitungan angka kredit telah diluncurkan sejak lama, yakni melalui Peraturan Menpan nomor 66 Tahun 2005. Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa seorang widyaiswara baru boleh mendapatkan angka kredit jika mengajar sesuai dengan tingkatan jabatannya. Seorang WI pertama (golongan III/a & III/b) seharusnya mengajar pada Diklat-Diklat Tingkat Dasar, WI Muda (golongan III/c & III/d) pada Diklat Tingkat Lanjutan, WI Madya (IV/a – IV/c) pada Diklat Tingkat Menengah, dan WI Utama (IV/d & IV/e) pada Diklat Tingkat Tinggi. Toleransi diberikan dengan kebolehan mengajar pada diklat setingkat di atas dan setingkat di bawah dari pangkat WI tersebut. Peraturan itu kemudian ditindaklanjuti melalui Peraturan Kepala LAN nomor 1 Tahun 2006 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Dengan diberlakukannya peraturan tersebut, para widyaiswara, terutama WI Madya dan Utama merasa mengalami hambatan dalam mencari angka kredit untuk proses kenaikan pangkatnya. lanjut

Perbandingan Urutan Motivasi Kerja Antara Staf Provinsi dan Staf Kabupaten

Ternyata acara ngajar saya yang pertama di Tahun 2008 adalah materi Budaya Kerja, yakni bagi PNS Golongan I dan II Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Acara ngajar saya sendiri tidak begitu selancar skenario saya….bagaimana tidak, waktu itu saya harus menghadapi peserta yang kelelahan akibat malamnya harus mengikuti kegiatan olah qolbu sampai jam 12 malam…….so, terbayang capek, ngantuk dan lelahnya para peserta….Untung sudah saya siapkan instrumen spirit kerja dari para binatang hingga suasana kelas bisa sedikit saya selamatkan. Disini peserta saya minta untuk menyebutkan binatang favorit mereka dengan titik berat mencari spirit kerja dari binatang favorit mereka….untuk membuat lebih menarik dan lucu, selama mereka mempresentasikan kebaikan-kebaikan binatang tersebut….sengaja saya tayangkan keburukan-keburukannya…tentu saja dengan refleksi bahwa setiap hal pasti ada baik dan buruknya…..kebaikan dapat dipakai untuk tauladan….sementara keburukan dapat dijadikan evaluasi diri guna perbaikan kualitas hidup tentunya…..

Saya sendiri cukup tertarik menyebarkan urutan motivasi kerja mengingat mereka semua adalah aparat Pemerintah Provinsi….alias agak ke pusat dikit lah daripada aparat Pemerintah Kabupaten/Kota sehingga ada perbandingan bagaimana perlakuan yang terjadi pada staf rendahan di Pemprov daripada di Kabupaten/ Kota….harapannya sich bisa lebih baik mengingat intervensi yang semakin sedikit dari Kepala Daerah terhadap operasonalisasi pekerjaan di tingkat Provinsi…. apabila dibandingkan di Kabupaten/Kota yang pengangkatan pejabat eselon IV saja masih harus ditentukan oleh Bupati/Walikota….. perbandingannya disini

Budaya Kerja Yang Disebeli Para Staf

Ada tantangan yang harus segera dibenahi aparat pemerintah pada saat ini yaitu Cara kerja tradisional : mewarnai kehidupan manajemen baik di lingkungan pemerintahan maupun di masyarakat (feodalistik, ketat pada peraturan, tertutup, lebih suka mempersulit, penuh curiga, suka main hakim sendiri, suka membuat peraturan untuk memperkuat diri. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan perubahan sikap dari setiap PNSyakni dengan melakukan perubahan cara kerja baru yang lebih efektif dan efisien, lebih demokratis dan terbuka, lebih rasional dan fleksibel dan lebih bersifat desentralisasi.

Bagi pimpinan, cara kerja baru tersebut antara lain adalah dengan mendengarkan suara staf. Hal itu penting, mengingat staf lah yang tahu persis apa yang terjadi di lapangan sehingga data-data tentang detil setiap pekerjaan harusnya digali oleh atasan dengan cara lebih mendengarkan suara seorang staf, walau itu staf terendah sekalipun. Sementara bagi seorang staf hendaknya juga tak jemu-jemu menyampaikan segala sesuatu, baik data maupun informasi, kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi guna pengambilan keputusan yang tepat dan akurat. Hal itulah yang saya tekankan pada peserta diklat prajabatan golongan I dan II angkatan VI tahun 2008, yakni agar berani menyampaikan masukan tentang kondisi riil (objektif) di lapangan pada pimpinan.
apa yang disebeli ?

8 Kata-Kata Yang Harusnya Tidak Diucapkan…..

Ada pendekatan berbeda yang saya pakai dalam mengajarkan materi komunikasi pada Diklat Prajabatan antara golongan I & II dengan Golongan III. Kalau pada golongan III saya selalu menekankan pentingnya ketrampilan mendengarkan dalam sebuah komunikasi. Hal ini saya lakukan dengan tujuan untuk mengerem gejolak muda mereka yang seringkali meluap-luap hingga kalau mereka tidak hati-hati….akibat salah ngomong…. akan menghancurkan karier mereka sendiri. Sementara pendekatan lain saya terapkan pada golongan I & II, yakni agar mereka berani ngomong….berani lebih asertif sekaligus komunikatif hingga mereka bisa meningkatkan tingkat ke-PD-annya…..

Dan kelas ‘komunikasi efektif’ kemudian saya setting seperti ‘pasar hewan’ dimana antara satu peserta dengan peserta lainnya saling sahut, saling ejek ples penuh gelak tawa….tapi yang jelas mereka banyak-banyak tak bikin berani ngomong….Walau demikian tak lupa mereka juga tak sangoni ‘8 kata yang paling gak ingin didenger oleh pelanggan’ menurut Scott Ginsberg . Kata-kata tersebut ajaibnya sering banget aku dengar selama menjalani kehidupan PNS….bahkan sudah menjadi kata yang biasa dan gak kroso yen itu bisa bikin pelanggan, termasuk atasan & rekan sekantor, jengkil dan kabur dari kita…….
apa saja 8 kata itu ?!

How to Manage The Boss

Sebuah ungkapan kuno yang begitu terkenal hingga sangking terkenalnya sampai-sampai pencipta teori ini gak jelas….(atau memang malah gak ada…?!). Dari hasil ngajar-ngajar saya beberapa waktu yang lalu…..salah satu yang sering dikeluhkan peserta adalah bagaimana menghadapi atasan yang kurang bijak….Waktu itu ya…tak jawab semampunya wong saya sendiri jadi staf ya cuman sebentar (hanya 7 tahun) dan kagak pernah jadi atasan sama sekali……Tentu saja jawaban ‘asal’ yang saya berikan itu tidak memuaskan diri saya sama sekali….hingga saya tergelitik untuk mencarinya pada google…dan begitu saya klik kata “how to manage the boss”…..ada sekitar 18.900 artikel yang berisikan kalimat itu……wah buanyaknya……..(menunjukkan betapa populernya kalimat itu…..)

Untuk mengefektifkan pencarian maka saya berupaya membatasi pencarian pada laman berbahasa Indonesia saja…..(he…he…he…jane ya sulit juga buat saya memahami artikel Bahasa Inggris….) but hasilnya…..nol besar….!! Gak ada satupun artikel di Indonesia yang memuat kalimat ajaib itu….ah sedihnya…Untunglah saat saya buka buku lama saya tentang “Sukses di Kantor” karangan Ciara Wood, ketemu di salah satu bab tentang Cara Menyikapi Bos Anda….cocok…..walau tentu saja masih bernuansa kebarat-baratan tapi lumayanlah buat bahan diskusi saat ngajar nanti…..
Lanjutkan membaca ‘How to Manage The Boss’

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »


Pakne Wulan

It's My Life

re-exposure-of-phot0042-jakarta.JPG
Blogger Anti Korupsi
Dilarang Korupsi !! Jangan Korupsi Ya

Halo Sobat...

Semoga Weblog ini dapat dijadikan sebagai  Forum Komunikasi bagi Para PNS Demi Terwujudnya Profesionalisme Aparat Pemerintah sesuai Harapan Masyarakat...........

Majulah Widyaiswara.........!!

Blog ini Telah Dikunjungi Oleh

  • 33,023 orang
Gerakan Anti Pungli