Hukum Komunikasi Efektif Versi Bottom Up

Penerapan Hukum Komunikasi Efektif versi Bottom Up di Rembang

Untuk memperbaharui dan mengembangkan kualitas bahan ajar, seringkali saya melakukan pencarian bahan di internet. Disamping lebih ’fresh’bahan-bahan yang saya dapatkan di internet biasanya lebih praktis, lebih simpel dan biasanya berbentuk tips, juga kadang lebih orisinil dan lebih Indonesia, utamanya yang ditulis para bloger (ini termasuk manfaat ngeblog karena disini kita bisa mengeluarkan potensi otak kita tanpa ’pagar-pagar’pemikiran para orang barat).

Saat saya sedang mempersiapkan bahan ajar Prajabatan Golongan III khususnya materi ”Komunikasi Yang Efektif”, saya juga banyak mengambil bahan-bahan dari internet. Hanya saja saya merasa bahan-bahan komunikasi yang saya dapatkan, baik dari internet maupun buku-buku yang saya baca, lebih banyak merupakan suara ’atasan’ atau suara bersifat ’top down’. Dengan bersifat empathy, saya menjadi maklum mengingat para penulis umumnya merupakan para pakar dengan usia yang sudah matang. Dengan kata lain yang mereka lakukan adalah mengamati, mengira-ira (atau mengingat-ingat pas jaman masih jadi bawahan), membandingkan dengan referensi asing (yang ditulis oleh pakar juga), sehingga bagi saya yang tidak pernah menjadi seorang pejabat, konsep-konsep komunikasi yang mereka tawarkan mengawang-awang, terkesan memudahkan or menyederhanakan masalah, kurang memperhatikan ’penderitaan’ staf atau menggeneralisir masalah atau istilah saya terlalu ’top down’.

Selasa pagi, saat saya mau mengajar ”Komunikasi Yang Efektif” pada Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Rembang, saya coba susun instrumen guna mendapatkan pendekatan komunikasi versi ’bottom up’ atau versi staf. Instrumen saya susun dengan berpedoman pada hukum komunikasi efektif REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) yang pernah saya ulas di my blogspot. Sedangkan instrumen beserta hasil jawaban peserta Diklat Prajabatan Golongan III pada Kabupaten Rembang, saya sajikan dalam tabel berikut :

  No.


Instrumen

  Jawaban Ya

  Jawaban Tidak

  Ket.

  Jumlah

  %

  Jumlah

  %

  1.

a.  Apakah Anda merasa Atasan Menghormati Anda ?

  43

  97,73

  1

  2,27

  Respect

   

b.  Apakah Anda merasa Rekan Sekerja Mengormati Anda ?

  41

  93,18

  3

  6,82

  Respect

  2.

a.  Apakah Anda seringkali harus memaklumi kebijakan-kebijakan yang
diberikan Atasan  Anda ?

  35

  79,55

  9

  20,45

  Empathy

   

b.  Apa Anda seringkali harus memaklumi hasil pekerjaan yang salah dari   Rekan Sekerja Anda ?

  40

  90,91

  4

  9,09

  Empathy

  3.

a.  Apakah Anda merasa Atasan seringkali salah persepsi saat berkomunikasi   dengan Anda ?

  7

  15,91

  37

  84,09

  Audible

   

b.  Apakah Anda merasa Rekan Sekerja seringkali salah persepsi saat
berkomunikasi dg Anda ?

  3

  6,82

  41

  93,18

  Audible

  4.

a. Apa Anda merasa Atasan selalu memberikan Informasi Yang Anda Butuhkan ? 

  21

  47,73

  23

  52,27

  Clarity

   

b.  Apa Anda merasa rekan sekerja selalu memberikan Informasi Yang Anda Butuhkan ?

  34

  77,27

  10

  22,73

  Clarity

  5.

a. Apa Atasan selalu merasa lebih tahu daripada Anda  ?

  14

  31,82

  30

  68,18

  Humble

   

b. Apa rekan  sekerja selalu merasa lebih tahu dari Anda  ?  

  6

  13,64

  38

  86,36

  Humble

 1. Dari segi Respect, peserta diklat menyatakan cukup dihormati oleh atasan maupun rekan sekerja. Untuk dapat       dihormati, menurut peserta, kita harus menghormati terlebih dahulu kepada mereka. Hal lain yang dapat membuat staf       dihormati adalah berperilaku dan bersikap yang baik, seperti : disiplin, setiakawan, tidak egois, rendah hati serta dapat       beradaptasi dengan lingkungan kerja. Disamping itu rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan dan mampu       melaksanakan tugas pekerjaan dengan baik secara otomatis dapat meningkatkan rasa hormat pimpinan dan rekan       sekerja.
2. Empathy. Peserta diklat umumnya dapat memaklumi jika atasan atau rekan sekerja melakukan kesalahan dalam      melaksanakan tugas pekerjaan. Walaupun demikian jika situasi dan kondisi memungkinkan mereka tak segan-segan      menyampaikan masukan-masukan positif. Dalam memberikan masukan pada atasan atau rekan sekerja, peserta diklat       memiliki tips:
a. pertama kita harus paham karakter dan kondisi psikis atasan or rekan yakni saat sedang tdak sedih, tidak marah
b. Kita harus paham dengan masalah yang hendak kita sarankan
c. Untuk itu kita harus dapat menyampaikan argumentasi yang meyakinkan, logis disertai referensi yang jelas
d. Walaupun demikian bahasa harus tetap sopan dan tidak terkesan menggurui
e. Lebih baik kita dapat mengambil hati pimpinan agar tidak kena marah jika memberikan saran
f. Yang lebih penting jangan mencoba hanya sekali. Jika saran Anda tidak diterima, coba lagi dilain kesempatan.

3. Dari segi Audible, peserta diklat umumnya memeiliki kemampuan komunikasi yang cukup baik. Terbukti hanya sedikit      peserta yang menyatakan terjadi salah persepsi saat berkomunikasi dengan pimpinan atau atasan. Untuk menghindari      salah persepsi, menurut peserta, kita harus menyamakan bahasa yang dipakai pada latar belakang orang yang dituju.      Disamping itu feedback perlu diminta guna mengececk apakah persepsi pendengar sama dengan yang kita maksud.      Informasi dan data yang terlalu lengkap atau mendetail tidak direkomendasikan pada percakapan lisan.

4. Clarity. Banyak peserta yang merasa bahwa tidak seluruh Informasi disampaikan pada mereka, mengingat mereka      masih baru dan berstatus CPNS. Tips yang diberikan peserta agar informasi dapat disampaikan pada mereka adalah :
a. Meningkatkan hubungan emosional, misalnya melalui sekedar say hello, atau berdiskusi masalah sosial, budaya,           agama dan politik sesuai kegemaran atasan atau rekan.
b. Melakukan kegiatan non formal, misalnya main tenis bersama juga perlu dilakukan guna membina hubungan baik          sehingga jika ada informasi dapat segera diberitahu oleh atasan atau rekan
c. Saran lain adalah lebih aktif bertanya, khususnya pada masalah-masalah yang penting, misalnya pergantian kurikulum          dari KBK ke… (wah aku ndak jelas ini ? bukan guru sih…). Disini terlalu sering bertanya sebaiknya dihindari karena          terkesan kita staf yang bodoh dan tidak mau belajar.
d. Guna meningkatkan ’posisi’ jika diberi tugas kita sebaiknya dapat menyelesaikan dengan cepat dan hasilnya baik          tentunya.

5. Humble. Hanya sedikit peserta yang memiliki rekan sekerja yang merasa lebih tahu dari mereka. Sedangkan untuk      atasan, persentase atasan yang ’jaim’ cukup tinggi. Tips yang diberikan peserta agar atasan dan rekan sekerja tidak       merasa lebih tahu adalah :
a. Dalam melaksanakan tugas hendaknya kita kerjakan dengan sebaik-baiknya, meminimalkan kesalahan guna            mendapat kepercayaan dari atasan atau rekan sekerja.
b. Jika kita diberitahu atau didikte atasan atau rekan, walaupun sebenarnya kita sudah tahu, sebaiknya kita tidak usah            membantah apalagi marah. Cukup bilang terima kasih dan setelah itu kita tunjukkan bahwa kita memang mampu            bekerja dengan baik.

Bahasa penulisan sengaja saya kutip, beberapa sesuai asli pendapat peserta, guna menghindari salah persepsi. Tetapi pada dasarnya saya menganggap Pemkab Rembang memiliki kondisi yang cukup mendukung dan memberi kesempatan pada staf untuk berkomunikasi secara baik. Kondisi ini menurut pendapat saya salah satunya adalah adanya tauladan dari Bupati Rembang, yang menurut panitia sangat mendukung peningkatan kompetensi aparatur. Disamping itu penerapan Program Pendidikan Gratis dan Program Kesehatan Gratis dapat dijadikan suatu bukti bagaimana visi dan kinerja dari Bupati dalam memajukan Kabupaten Rembang. (semoga anggapan saya ini benar dan bukan hanya politis saja. Jika benar maka itulah fungsi sebenarnya dari pemerintahan kita yang semoga dapat diikuti oleh Pemkab dan Pemkot lain di Indonesia).

One response to “Hukum Komunikasi Efektif Versi Bottom Up

  1. tulisan yang bagus. Terima kasih ilmunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s