Pesan Sejuk Bapak Sekda pada Konferda II IWI Jawa Tengah

Salah satu manfaat ngeblog adalah belajar mengungkapkan pengetahuan, fikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan. Pada umumnya para blogger memiliki gaya penulisan sendiri-sendiri, baik yang didapat dari gaya pribadi atau gaya penulisan bogger lain. Dan itu sah-sah saja. Saya sendiri mencoba membuka katagori baru dalam blog saya, yakni profesi Widyaiswara, yang berisi lebih pada curhat-curhat saya berkenaan dengan profesi sebagai seorang widyaiswara. Katagori ini terus terang saya munculkan karena saya pengen sekali meniru gaya penulisan Mbak Murni Ramli, yang mengalir, detail, jujur, penuh perasaan tanpa kehilangan makna.

“Ada yang ingin saya titipkan pada para Widyaiswara berkenaan dengan Diklat-Diklat Kepemimpinan, utamanya pada Diklat Pim IV” demikian ‘dawuh’ Sekda Jawa Tengah, Bapak Mardjiono usai membacakan sambutan Gubernur Jawa Tengah dalam acara pembukaan Konferensi Daerah II Ikatan Widyaiswara Jawa Tengah (Konferda II IWI). “Terus terang saya merasa kecewa dengan kualitas para pejabat eselon IV di Jawa Tengah. Umumnya mereka lemah dalam koalitas kepemimpinan, melakukan analisis dan pengambilan keputusan dalam suatu masalah. Hal itu disebabkan terutama oleh cara pandang mereka terhadap kursi jabatan yang baru mereka dapat. Seharusnya mereka memandang kursi jabatan sebagai sebuah tambahan tanggung jawab dan beban tugas pekerjaan, dan bukan sebagai sebuah kebanggaan, prestasi apalagi ajang mencari rezeki. Oleh karena itu saya titip para widyaiswara untuk memberi bekal materi yang bermanfaat serta membentuk karakter pemimpin dalam diri mereka, selama mengikuti Diklat Kepemimpinan Tingkat IV.”

Lebih lanjut Bapak Mardjiono memberikan contoh-contoh karakter pemimpin yang harus ditekankan pada para pejabat, yakni karakter sebagai tauladan bagi anak buahnya, karakter guru yang dapat membimbing bawahannya agar dapat bekerja dengan lebih baik, karakter bapak yang dapat ngayomi, ngayemi dan maregi (memberi perlindungan, kenyamanan dan kesejahteraan) bagi staf-nya, serta karakter pendito dalam arti lebih mementingkan kepentingan jangka panjang (termasuk akhirat) daripada mencari kemewahan duniawi yang bersifat fana.

Sebuah permintaan jujur dan tenanan dari seorang Sekda, diucapkan dengan halus, merendahkan diri, dengan suara yang lembut tanpa nada-nada keras yang menekan para pendengarnya. Saya sendiri merasa tokoh Sekda Jawa Tengah ini memang lain daripada pejabat yang lain. Kemunculannya menjadi Sekda juga banyak mengejutkan sebagian besar orang, mengingat beliau bukan orang yang terkenal, mengalahkan para pesaingnya yang lebih sering muncul sekaligus berambisi menduduki jabatan karier tertinggi di Jawa Tengah. Kesederhanaan yang dipancarkan, baik dalam tingkah laku maupun tutor kata, membawa kesejukan serta membentuk opini profil pejabat yang jujur dan nggak suka neko-neko.

Bagi saya, pesan yang disampaikan begitu menyentuh dan membakar idealisme sebagai seorang widyaiswara. Sangat cocok dengan tekad saya untuk ‘mendidik’ para pejabat agar lebih menghayati perannya sebagai PNS diatas rata-rata. Dalam berbagai kesempatan mengajar para pejabat dimaksud, lontaran-lontaran cerdas selalu saya apungkan. Kritikan-kritikan tajam dengan sinis selalu saya lontarkan. Bukan karena saya suka menjelek-jelekkan orang, tetapi lebih dalam upaya membangkitkan semangat mereka untuk melakukan perubahan, meluruskan sistem yang memberangus prestasi individu seorang PNS, mengurangi perilaku korupsi, sekaligus mengembalikan mereka pada nilai-nilai moral dan agama, dengan muara kinerja yang kompeten dalam rangka pijakan terwujudnya profesionalisme PNS…

Tetapi maksud baik saya kadang diartikan lain oleh sebagian fihak. Bahkan dalam suatu kesempatan, saya sempat dilaporkan oleh peserta (Diklat Pim IV) pada atasan karena dianggap kurang ajar berani mengkritik kinerja para pimpinan. Dan hasilnya….sampai sekarang saya tidak diberi kesempatan untuk mengajar Diklat Pim IV lagi. Sebuah kenyataan yang menyedihkan….. Sebuah kenyataan yang sangat berlawanan dengan permintaan tulus dari Bapak Mardjiono, yang notabene merupakan pejabat tinggi di Jawa Tengah…… Tetapi saya ikhlaskan saja….Saya tahu banyak orang yang nggak senang dengan cara saya mengajar….Saya tahu ada fihak-fihak yang sengaja melaporkan hal-hal buruk tentang saya pada atasan … tidak menguasai materi-lah….bicara LSM-lah…. biasa….namanya juga hidup. Tetapi saya yakin bahwa kebenaran itu pasti akan nampak…..seperti mentari pagi yang sinarnya menyeruak, mengusir malam…..dan mudah-mudahan sinar itu nampak seiring pergantian Kepala Badan Diklat Propinsi Jawa Tengah…..atasan saya itu….yang secara tak terduga, selasa kemaren, harus pindah ke Purwokerto…..

2 responses to “Pesan Sejuk Bapak Sekda pada Konferda II IWI Jawa Tengah

  1. Bapak, boleh saya minta bantuan?
    Begini pak kalo ada info diklat PIM III atau PIM IV di daerah- daerah mohon saya dikasih tahu atau di email atau boleh juga sms 0856 4075 5789.
    Atau saya minta jadual kapan dan dimana ada pembukaan diklat PIM III atau PIM IV. terima kasih. matur suwun sanget.

  2. lha khan tinggal telpon ke Bagian Diklat Pim di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah dengan no telepon (024)7473066 . Mau jadwal Pim II, III atau IV bahkan prajab juga ada….. Kalau anda di daerah ya….telpon aja BKD atau bagian kepegawaian setempat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s