Urutan Motivasi Kerja Menurut Staf Abadi

Refleksi Peserta Prajab Golongan II Kabupaten Kudus

Agak deg-degan juga saat menyebarkan kues urutan motivasi kerja pada Prajab Golongan II. Bukan apa-apa…..hanya tidak sabar saja menanti hasilnya….alias mengetahui urutan motivasi kerja para PNS pada golongan yang paling rendah…alias para staf abadi…..Ya…mau gimana lagi, para staf golongan II tersebut khan rata-rata tingkat pendidikannya hanya SMA….atau malah lebih rendah lagi…….lha, padahal sekarang ini yang dituntut oleh instansi pemerintah yang menjabat sebagai pejabat eselon IV (eselon terendah) kalau bisa ya…. S2….kalaulah ada yang S1, paling hanya yang tua-tua….alias sebagai penghargaan atas pengabdiannya sebelum pensiun…. So….berat khan mereka (para staf golongan I dan II) kalau mau jadi pejabat……belum lagi usia mereka yang sudah lumayan….akibat lama mengabdi sebagai honorer di instansi pemerintah…..

Tapi….walau berat tetep ada pelita di ujung goa yang gelap…..ya khan…. ?! Dan pelita pertama adalah diterimanya mereka sebagai PNS……sudah sebuah harapan walau belum merupakan jalan keluar…….Masih perlu perjuangan untuk keluar dari sebuah goa…..Dan menurut saya, selama ada harapan keluar dari goa….ya….teruslah berjalan….dengan bersemangat….karena hanya dengan begitulah….langkah akan terasa ringan….tidak cepat capek….tidak cepat patah arang….dan perjalanan akan jadi menyenangkan bukan…..?!

Kembali ke urutan motivasi kerja, yang metode dan cara pengolahan datanya pernah saya tulis disini……hasil pengolahan data tersebut ternyata membutuhkan waktu yang tidak sebentar…..bukan karena banyak dan rumit…. melainkan karena berhubungan dengan angka-angka yang bikin bosen dan sedikit pusing menanganinya……tapi setelah beberapa minggu (yang jelas lebih dari satu minggu), olahan data kelar juga dan urutan motivasi kerjanya adalah sebagai berikut.

1. Atasan Yang Bijaksana

Ternyata seperti golongan III kemaren, atasan menjadi pemberi motivasi tertinggi dari para staf. Ada 11 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel atasan yang bijaksana merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Ibarat seorang nahkoda kapal, seorang atasan yang bijaksana diharapkan mampu mengarahkan anak buahnya ke tempat yang lebih baik. Disamping itu, seorang atasan yang bijak diharapkan dapat memberikan suasana nyaman dalam bekerja, menciptakan hubungan yang harmonis antar karyawan, dapat menghargai hasil pekerjaan para staf, serta menghilangkan tekanan dan beban pekerjaan dari staf.

2. Unit Kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan

Ada 9 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel unit kerja yang sesuai latar belakang pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Hasil ini (peringkat 2 dibanding 5 pada golongan III) sedikit mengejutkan saya mengingat sebagian besar peserta berlatar belakang pendidikan SMA.

3. Sarana dan Prasarana Kantor Yg Memadai

Ada 3 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel sarana dan prasarana kantor merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Menurut peserta, dengan adanya sarana prasarana kantor yang memadai maka pekerjaan kantor akan dapat dikerjakan dengan lebih lancar tanpa harus menunggu.

4. Hubungan emosional antar Karyawan Yg Harmonis

Ada 6 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel hubungan antar karyawan yang harmonis merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Alasannya, dengan adanya teman yang baik maka pekerjaan akan terasa lebih ringan, situasi kerja akan nyaman, tentram, damai dan teman yang baik akan mengurangi tekanan pekerjaan.

5. Pembagian dan Pendelegasian Tugas Yang Jelas

Ada 3 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Dengan pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas maka akan diketahui tugas yang akan dikerjakan setiap harinya, sehingga tidak akan ada kasus saling perebutan atau perbenturan tugas antar karyawan.

6. Nilai-Nilai luhur yg dikembangkan di unit kerja

Ada 1 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pengembangan nilai-nilai luhur merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Peningkatan menari apabila dibandingkan dengan golongan III yang hanya diurutan 10. Menurut peserta, suasana kerja yang dibangun berdasarkan nilai-nilai luhur (kekeluargaan) maka bekerja akan merasa enjoy karena setiap masalah dapat difikirkan dan ditanggung bersama.

7. Pemberian wewenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan

Ada 5 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pemberian wewenang dan tanggung jawab merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Dengan diberi wewenang dan tanggung jawab, staf akan berupaya menyelesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya dengan metode yang lebih inovatif dan improfisasi tanpa ada tekanan yang berlebihan. Disamping itu, pemberian wewenang tersebut dianggap sebagai penghargaan terendiri atas kemampuan seorang staf dalam menyelesaikan pekerjaan.

8. Kesempatan belajar

Ada 2 orang pun peserta yang menyatakan bahwa variabel kesempatan belajar merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Peringkat yang cukup bagus (pada golongan III nomor 11), mengandung arti ada semangat belajar atau malah melenjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada PNS golongan I dan II, dan itu akan sangat berguna bagi peningkatan karier mereka…..minimal dalam peningkatan profesionalisme kerja.

9. Pekerjaan yang menarik dan menantang kemampuan intelegensia

Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa variabel pekerjaan menarik dan menantang merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja.

10. Kesempatan untuk aktualisasi diri

Ada 2 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel aktualisasi diri merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Ada penurunan yang tajam pada variabel ini dibandingkan hasil pada golongan III (10 vs 6). Menurut mereka, yang memilih variabel ini, dalam bekerja seseorang perlu kepercayaan diri untuk dapat berhasil.

11. Honor atau Insentif Yang Cukup

Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa honor atau insentif yang cukup merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Nampaknya variabel ini masih malu-malu dipilih oleh PNS sebagai yang nomer satu….

12. Penghargaan Penuh untuk Pekerjaan Yang Dilaksanakan dg Baik

Tak ada satupun peserta yang menyatakan bahwa variabel penghargaan penuh merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Ini juga menarik untuk dikaji mengingat golongan III menempatkan variabel ini pada posisi nomor 9.

13. Adanya Peluang untuk dipromosikan oleh pimpinan

Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa variabel peluang promosi dari atasan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Ya…. seperti saya bilang kontrak pertama mereka sebagai PNS adalah sebagai staf abadi…..dan mereka cukup tahu diri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s