Mengasah Mata Pisau Berkarat

Sering dalam kelas ada pertanyaan ‘ujian’ yang terlontar dari peserta…utamanya menguji my competencies yang memang sedikit njlewar “Pak Lutfi, Bapak khan dari bidang peternakan…?! Apa Bapak merasa nyaman dengan profesi Bapak sekarang…..utamanya materi mengajar yang jauh dari disiplin ilmunya……misalnya Komunikasi Efektif, Manajemen Perkantoran Modern, Team Building dan Budaya Kerja……?! Sebuah pertanyaan halus yang menyindir tingkat profesionalitas saya dalam mengajar…..

Sebagai seorang ‘terpidana’ tentu saja saya akan membela diri mati-matian…… Dan dengan gagah saya selalu berkata….”Ibarat dua sisi mata pisau… Sisi sebelah kanan telah saya asah dengan tajam via ilmu-ilmu peternakan…..dan sekarang sebagai widyaiswara saya mencoba mengasah sisi kiri dari mata pisau saya…..Artinya apa…?! Sebagai manusia kita harus siap menghadapi segala situasi kehidupan….untuk itu kita harus selalu belajar…. Dengan mata pisau yang tajam di kedua sisi….harapan saya, pisau itu dapat saya gunakan membabat kekiri dan kekanan dengan bebas dan sama tajamnya….Bahkan kalau perlu, suatu saat ujung mata pisau juga akan saya asah…..biar dapat dipakai untuk menusuk…..” Dan peserta selalu mengangguk-angguk dan bertepuk tangan atas tekad saya yang mulia itu…….
Tapi ternyata omongan itu selalu lebih mudah daripada pelaksanaan. Selasa besok saya ditugasi untuk mengampu Materi Pemasaran serta Strategi Bisnis dan Pemasaran Pertanian…..sebuah materi yang dekat dengan bidang saya …..Mudah bukan….?! apalagi konsentrasi saya memang khusus pada bidang-bidang agribisnis……

Harusnya sih demikian…..tetapi nyatanya pisau itu kalau lama tidak dipakai ya….berkarat juga….Hampir dua minggu saya siapkan bahan-bahan……pusing….lelah…. nglembur-nglembur……tapi rasanya kata-kata nan berbau pertanian…agribisnis….. susah sekali keluar dari otak saya….. Kucoba bongkar-bongkar buku lama saya…..tapi rasanya masih susah tersusun bahan ajar yang baik…..Yeah mungkin mata pisau tajam dahulu sudah demikian berkarat…… otak saya mungkin sudah sama menjamurnya dengan buku-buku agribisnis saya…..Buktinya, sampai dengan Jum’at pagi bahan ajar itu belum berujud sama sekali…..susah….!!

Tapi dengan tekad membaja…..plus kepepet gengsi….plus teringat pesan dari Widyaiswara penguji…yakni agar saya bisa menjadi seorang Bapak dari para Penyuluh di Indonesia……Sabtu sore bahan ajar Manajemen Pemasaran saya selesai juga….meski masih belum tahu gimana cara ngajarnya yang menarik dan gak bikin ngantuk peserta…. Cuek saja…..tapi begitu saya mau nyusun Materi Kelayakan Usaha….otak saya kembali buntu…..gak ada satu tulisan yang keluar dari otakku….padahal sudah sabtu malam….ah….

Minggu pagi buru-buru aku kembali nginternet….nyari-nyari bahan….nyari-nyari ide….Kegiatan itu saya lakukan sampai jam 4 sore…..sampai mata saya pedas….so….aku putuskan tidur dulu buat ngumpulin energi… Bangun tidur saya mulai maksain diri buat nyusun bahan-bahan yang sudah ada…..berat….melelahkan….plus mata tambah pedas…. Dan walau belum selesai…..jam 3 pagi…..terpaksa aku tutup my laptop….’cos kodok nguntal kupat…alias boyok wis ra kuat……

Senin pagi (or siang…?!) jam 10-an akhirnya selesai juga….Alhamdulillah…..walau dengan doping Antangin biar…..aku brangkat ke kantor….buat nyerahin bahan-bahan ajar…… Ah….ternyata pisau itu kalau lama tak diasah…..bisa berkarat parah….dan kalau sudah begitu….ngasahnya juga lama……Yo wis pamit dulu….mau istirahat….walau tak bisa sepenuhnya begitu karena Power Point mengajar belum sempat saya buat…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s