Hambatan Budaya Kerja Para Guru

Budaya Kerja pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang menjadi kebiasaan seseorang dan menentukan kualitas seseorang dalam bekerja. Nilai-nilai itu dapat berasal dari adat kebiasaan, ajaran agama, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat. Dari definisi tersebut, rasanya jelas bahwa seseorang yang memiliki budi pekerti, taat pada agama, dan memiliki nilai-nilai luhur akan mempunyai kinerja yang baik…….dalam arti mau bekerja keras, jujur, anti KKN, serta selalu berupaya memperbaiki kualitas hasil pekerjaannya demi kemajuan organisasi….

Ada beberapa nilai-nilai yang mendasari kehidupan kerja seseorang, yaitu : 1).Nilai-Nilai Sosial , yang terdiri dari Nilai Kemanusiaan, Keamanan, Kenyamanan, Persamaan, Keselarasan, Efisiensi, Kepraktisan; 2) Nilai-Nilai Demokratik , yang terdiri dari Kepentingan Individu, Kepatuhan, Aktualisasi Diri, Hak-Hak Minoritas, Kebebasan/Kemerdekaan, Ketepatan, Peningkatan; 3) Nilai-Nilai Birokratik, yang meliputi Kemampuan Teknik, Spesialisasi, Tujuan Yg Ditentukan, Lugas Dalam Tindakan, Rasional, Stabilitas, Tugas Terstruktur; 4) Nilai-Nilai Profesional, termasuk Keahlian, Wewenang Memutuskan, Penolakan Kepentinan Pribadi, Pengakuan Masyarakat, Komitmen Kerja, Kewajiban Sosial, Pengaturan Sendiri, Manfaat Bagi Pelanggan, Disiplin; 5) Nilai-Nilai Ekonomik, yaitu Rasional, Ilmiah, Efisiensi, Nilai Terukur dg Materi, Campur Tangan Minimal, Tergantung Kekuatan Pasar.

Untuk dapat menghasilkan kinerja yang optimal, seorang PNS sebaiknya berusaha mentransformasikan nilai-nilai tersebut pada unit kerja mereka……..Walaupun demikian, dengan melihat kondisi instansi pemerintah yang belum begitu baik, saya yakin banyak sekali hambatan yang dihadapi seorang PNS untuk mentransformasikan nilai-nilai budaya kerja di atas pada unit kerja mereka. Berikut ini saya sajikan hambatan transformasi nilai-nilai budaya kerja yang dialami peserta prajabatan golongan III, yang sebagian besar pesertanya merupakan guru dan berasal dari Batang, Kudus, Surakarta…..dengan hasil sebagai berikut :

1.Nilai-Nilai Sosial
Hanya 27,5 % peserta yang merasa ada hambatan jika nilai-nilai sosial diterapkan pada unit kerja mereka. Adanya kesenjangan sosial antar teman sekerja menjadi hambatan utama dan menyebabkan terjadinya ketidakharmonisan dalam bekerja. Perbedaan pangkat dan kedudukan, termasuk senioritas menjadi salah satu penyebabnya, disamping sebab individual seperti rasa tenggang rasa yang rendah, serta sifat egois yang tinggi Dari segi efisiensi, beban kerja yang terlalu berat dirasakan oleh para peserta yang notabene merupakan PNS junior di kantor. Disamping itu prosedur kerja dirasakan masih terlalu birokratis dan berbelit-belit serta membingungkan. Dari segi kenyamanan, ruang kerja kantor dirasakan masih kurang nyaman, plus sarana prasarana kantor yang minim dan kurang modern. Sikap yang dilakukan untuk mengatasi hal itu, menurut mereka harus banyak-banyak bersabar, tabah dan mau menerima apa adanya mengingat kdudukan mereka yang masih junior dan masih CPNS….

2.Nilai-Nilai Demokratik
Jumlah peserta yang menyatakan ada hambatan dalam penerapan nilai-nilai demokratis di unit kerja mereka, ternyata sangat besar….yakni 90 %…!! Menurut mereka, faktor utama penyebabnya adalah kondisi mereka yang masih baru, masih CPNS atau masih junior….hingga perlakuan-perlakuan tak sedap sering mereka alami seperti: pembatasan hak-hak mereka, perlakuan diskriminatif antara pegawai senior dengan junior, kesulitan dalam mengurusi masalah administrasi kepegawaian, serta pembatasan pengembangan dan aktualisasi diri. Sebuah angka yang mengherankan, mengingat mereka sebagian besar merupakan seorang guru atau hidup di lingkungan kependidikan……yang notabene identik dengan nilai-nilai luhur….Jika benar demikian adanya…ah….kita perlu khawatir dengan masa depan anak kita yang ternyata dididik oleh orang-orang yang……

3.Nilai-Nilai Birokratik
Untuk nilai-nilai birokratik, jumlah peserta yang menyatakan akan ada hambatan jika menerapkannya dalam unit kerja mereka cukup sedikit (25%). Kurangnya tenaga guru menyebabkan seorang guru harus mengajar diluar bidang studi yang menjadi spesialisasinya. Hal itu diperparah dengan sarana dan prasarana sekolah yang tidak lengkap dan kurang mendukung dalam upaya pelaksanaan proses belajar-mengajar yang baik.

4.Nilai-Nilai Profesional
Pada nilai ini, jumlah peserta yang menyatakan ada hambatan cukup besar yakni sebanyak 87,5 %. Hambatan yang cukup dominan antara lain adalah adanya kebiasaan para guru senior yang kurang baik, yaitu sering datang terlambat, tidak masuk kerja tanpa izin, tidak tepat waktu dalam melaksanakan tugas, serta adanya PNS guru yang masih merangkap tugas di lain sekolah. Disamping itu pemberian tugas mengajar di luar bidang studi spesialisasinya…..banyak membuat peserta merasa tidak profsional dalam mengajar.

5.Nilai-Nilai Ekonomik
Hanya sedikit peserta (20 %) yang menyatakan ada hambatan dalam penerapan nilai-nilai ekonomik di unit kerja. Hal utama yang dikeluhkan peserta adalah masih sering terjadinya potongan-potongan pada gaji mereka tanpa melalui musyawarah terlebih dahulu. Disamping itu kenaikan gaji PNS masih dirasakan kurang signifikan apabia dibandingkan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok di pasaran. Disini peserta merasa bahwa seorang PNS haruslah mampu mengelola keuangannya dengan baik sekaligus berhemat…..Ah…..berhemat ya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s