Hukum Komunikasi Efektif Versi Guru Rembang

Rasanya sudah ketiga kalinya dalam tahun ini saya mengajar di Kabupaten Rembang. Bosenkah….?! Ya…namanya juga tugas….mana boleh kita bilang bosan….Tapi yang jelas, di Kabupaten ini saya ketemu ’friends’…. dalam arti ketemu someone yang seumuran….Ya….Mr. Nursalam yang notabene merupakan pejabat Diklat di kabupaten Rembang….dari segi usia, beda-beda tipis lah sehingga enak diajak komunikasi…..bukan berarti yang lainnya tidak enak diajak komunikasi….tapi saya kira Anda mengerti bahwa berkomunikasi dengan orang yang seusia rasanya beda gitu…..

Sebagai contoh keakraban diantara kami adalah seringnya dia SMS jika tahu saya yang datang dan mengajar disana…..mulai dari berangkat….trus ungkapan ”sudah sampai dimana..?!” saat aku sedang diperjalanan….atau ”wis teko bos….” saat kira-kira aku sudah nyampai di hotel….. Belum lagi acara makan siangnya yang selalu dicarikan keluar dan pasti spesial itu…..kalau dulu dia pernah memperkenalkan aku pada ”gimbal teri”….maka yang kemaren itu dia ngajak aku milih….mau ke ”lontong tuyuhan” atau ke ”asem-asem sapi”….Dengan alasan lebih dekat tentu saja aku akan milih ke ”asem-asem sapi”, walau di ”lontong tuyuhan” aku diiming-iming penjualnya yang cantik-cantik……emangnya gua mau makan penjualnya apa….Padahal aslinya alasanku hanya satu…..apapun makanannya yang penting minumnya es teh……dua gelas…!!

Seperti biasa kebanyakan pesertanya adalah guru…… nggak tau rasanya semakin jadi widyaiswara LPMP saja saya ini………Sedangkan instrumen beserta hasil jawaban peserta Diklat Prajabatan Golongan III Angkatan VI pada Kabupaten Rembang, saya sajikan dalam tabel berikut :

  No.


Instrumen

  Jawaban Ya

  Jawaban Tidak

  Ket.

  Jumlah

  %

  Jumlah

  %

  1.

  a.  Apakah Anda merasa Atasan Menghormati Anda ?

  57

  100

  0

  0

  Respect

   

  b.  Apakah Anda merasa Rekan Sekerja Mengormati Anda ?

  57

  100

  0

  0

  Respect

 2.

  a.  Apakah Anda seringkali harus memaklumi kebijakan-kebijakan yang
diberikan Atasan  Anda ?

  54

  94,74

  3

  5,26

  Empathy

   

  b.  Apa Anda seringkali harus memaklumi hasil pekerjaan yang salah dari   Rekan Sekerja Anda ?

  57

  100

  0

  0

  Empathy

  3.

  a.  Apakah Anda merasa Atasan seringkali salah persepsi saat berkomunikasi   dengan Anda ?

  22

  38,60

  35

  61,40

  Audible

   

  b.  Apakah Anda merasa Rekan Sekerja seringkali salah persepsi saat
berkomunikasi dg Anda ?

  22

  38,60

  35

  61,40

  Audible

  4.

  a.  Apa Anda merasa Atasan selalu memberikan Informasi Yang Anda Butuhkan ?

  11

  19,30

  46

  80,70

  Clarity

   

  b.  Apa Anda merasa rekan sekerja selalu memberikan Informasi Yang Anda   Butuhkan ?

  57

  100

  0

  0

  Clarity

  5.

  a.  Apa Atasan selalu merasa lebih tahu daripada Anda  ?

  54

  94,74

  3

  5,26

  Humble

   

  b. Apa rekan   sekerja selalu merasa lebih tahu dari Anda  ?

   

  32

  56,14

  25

  43,86

  Humble

1. Dari segi Respect, seluruh peserta diklat merasa dihormati oleh atasan maupun rekan sekerja. Menurut peserta,sikap yang harus dilakukan agar dihormati adalah dalam melaksanakan pekerjaan harus dengan penuh tanggung jawab. Disamping itu, sikap lain yang harus dilakukan adalah disiplin, tepat waktu, siap sopan dan ramah, penuh toleransi, rendah hati dan selalu mentaati peraturan yang berlaku. Ada perilaku lain yang diusulkan peserta agar dihormati, yaitu berlaku senyatanya yakni siap memberikan suri tauladan dan tidak asal ngomong saja. Walaupun demikian para peserta sepakat bahwa masih ada anggapan ”yang muda yang tidak dipercaya” pada sebagian besar PNS senior.

2. Empathy. Peserta diklat umumnya dapat memaklumi jika atasan atau rekan sekerja melakukan kesalahan dalam melaksanakan tugas pekerjaan. Walaupun demikian jika situasi dan kondisi memungkinkan mereka tak segan-segan menyampaikan masukan-masukan positif. Dalam memberikan masukan pada atasan atau rekan sekerja, peserta diklat memiliki tips:
a. Pertama kita harus dapat melihat suasana hati yang bersangkutan.
b. Juga harus mencari waktu yang tepat untuk memberikan saran.
c. Lalu gunakan pendekatan personal, dalam arti angan di depan umum serta dengan ekspresi yang bersahabat.
d. Gunakan bahasa yang santun.
e. Tempatkan diri sesuai lawan bicara.
f. Hindari jangan sampai menyinggung hal-hal yang bersifat personal.
g. Berikan saran dengan tulus, disertai data/fakta yang objektif untuk mencapai tujuan bersama.

Saran yang bagus bukan….?! Boleh dicoba…..tapi menurut peserta penyusunnya….keberhasilan tidak ditanggung karena mereka belum pernah pula mencobanya…..Lho….?!

3. Dari segi Audible, ada 38,60 % peserta yang merasa masih sering terjadi salah persepsi saat berkomunikasi dengan pimpinan atau atasan. Tips yang diberikan peserta agar tidak salah persepsi adalah:
a. Bersikap terbuka dengan atasan dan rekan sekerja
b. Berusaha menciptakan komunikasi dua arah
c. Berusaha memahami karakter masing-masing atasan dan rekan sekerja, termasuk latar belakangnya
d. Yakinkan bahwa kita memiliki itikad yang baik dalam bekerja
e. Berupaya bekerja sama guna mencapai tujuan organisasi
f. Menciptakan hubungan yang harmonis

4. Clarity. Hanya sedikit peserta yang merasa bahwa tidak seluruh Informasi disampaikan pada mereka. Sesuatu yang wajar mengingat sebagian besar latar belakang mereka adalah seorang guru yang jelas-jelasmemiliki lingkungan pergaulan yang baik. Tips yang diberikan peserta agar informasi dapat disampaikan pada mereka adalah :
a. Tidak segan-segan meminta informasi yang dibutuhkan.
b. Melakukan pendekatan pada atasan dan rekan sekerja
c. Menunjukkan sikap rendah hati
d. Menghormati dan menghargai atasan dan rekan sekerja
e. Menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pekerjaan
f. Merespon positif informasi yang diterima dari atasan atau rekan sekerja
g. Sekaligus memberikan pujian atau sekedar terima kasih atas infonya.

5. Humble. Banyak peserta yang ternyata memiliki atasan dan rekan sekerja yang merasa lebih tahu dari mereka. Tips yang diberikan peserta agar atasan dan rekan sekerja tidak merasa lebih tahu adalah :
a. Kita harus saling berkoordinasi dengan atasan dan rekan sekerja
b. Kita harus berani adu argumentasi untuk menentang pernyataan mereka yang kita anggap salah
c. Menyampaikan masalah-masalah atau berani mengemukakan pendapat saat rapat dinas.

Dan seperti biasa…..ada hal-hal yang bisa dijadikan sebagai kesan saat kita mengajar….dan kali ini saya berjumpa orang yang katanya kenal dengan saya saat di Yogya….pernah maen bola bareng Pak saat di lapangan Klebengan…..demikian Mr. Yuli sang peserta itu yang ternyata anak IKIP Yogya seangkatan saya……ah….meski gak ingat (soalnya sudah tahun 91 or 92 or 93) saya menyambut baik ajakan pertemanan itu…..bukan begitu…..?!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s