Perbandingan Motivasi Kerja antara Guru vs Staf Struktural

Ada dua topik diskusi yang selalu saya sodorkan pada saat mengajarkan materi Budaya Kerja…..satu, “hambatan budaya kerja” dan yang lain adalah “urutan motivasi kerja”…… Untuk hambatan budaya kerja pada Prajabatan Golongan III Angkatan XI ini sudah pernah saya muat pada tulisan terdahulu….sedangkan urutan motivasi kerjanya akan saya coba ketengahkan pada kesempatan kali ini. Ada sedikit tambahan yang saya terapkan dalam instrumen, yakni mulai melakukan pembeda yakni berdasar profesi sebagai guru, staf struktural, dan staf kesehatan………

Dan ternyata ada sedikit perbedaan urutan, utamanya antara guru dan staf struktural…..Urutan motivasi kerja menurut para guru adalah : 1. Atasan Bijaksana; 2. Unit Kerja sesuai latar belakang pendidikan; 3. Hubungan emosional antar Karyawan; 4. Sarana dan Prasarana Kantor Yg Memadai; 5. Nilai-Nilai luhur yg dikembangkan di unit kerja Anda; 6. Pembagian dan Pendelegasian Tugas Yang Jelas; 7. Anda diberi cukup wewenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan Anda, 8. Kesempatan untuk aktualisasi diri; 9. Pekerjaan yang menarik dan menantang kemampuan intelegensia Anda; 10. Kesempatan; 11. Penghargaan untuk Pekerjaan Yang Dilaksanakan dg Baik; 12. Adanya Honor atau Insentif; 13. Adanya Peluang dipromosikan.

Sedangkan urutan motivasi kerja menurut staf struktural adalah sebagai berikut : 1. Atasan Bijaksana; 2. Hubungan emosional antar Karyawan; 3. Anda diberi cukup wewenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan Anda; 4. Kesempatan belajar; 5. Nilai-Nilai luhur yg dikembangkan di unit kerja Anda; 6. Penghargaan Penuh untuk Pekerjaan Yang Dilaksanakan dg Baik; 7. Kesempatan untuk aktualisasi diri; 8. Pekerjaan yang menarik dan menantang kemampuan intelegensia Anda; 9. Sarana dan Prasarana Kantor Yg Memadai; 10. Adanya Peluang untuk dipromosikan oleh pimpinan; 11. Pembagian dan Pendelegasian Tugas Yang Jelas; 12. ; Unit Kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan; 13. Adanya Honor atau Insentif Yang Cukup.

Bagaimana….?! menarik bukan….?! Anda bisa perhatikan bagaimana seorang staf struktural dan guru memandang kesesuaian latar belakang pendidikan dengan unit kerja mereka….juga pemberian wewenang dan tanggung jawab pekerjaan….. Ah….tapi sabar dulu, jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan dulu….karena jumlah responden masih demikian kecil….jadi belum mewakili benar……(sementara untuk tenaga kesehatan hanya ada satu….jadi…..)

Untuk urutan motivasi kerja pada Diklat Prajabatan Golongan III Angkatan XI di Badan Diklat Prov. jateng secara utuh, setelah saya olah, adalah sebagai berikut :

1. Atasan Yang Bijaksana
Ada 5 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel atasan yang bijaksana merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Dengan adanya atasan yang bijaksana maka bawahan akan bekerja dengan lebih termotivasi. Disamping itu, atasan yang bijaksana akan mampu memimpin dan mengatur bawahan dengan baik serta mampu menciptakan suasana kerja lebih nyaman, lebih leluasa an efektif.

2. Unit Kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan
Ada 15 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel unit kerja yang sesuai latar belakang pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Hal ini disebabkan jika kita bekerja di tempat yang sesuai akan timbul rasa enjoy pada pekerjaan, karena kita sudah menguasai dasar-dasar pekerjaan dan tinggal mengembangkan kemampuan kita.

3. Hubungan emosional antar Karyawan Yg Harmonis
Ada 4 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel hubungan antar karyawan yang harmonis merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Alasannya, hubungan kerja yang harmonis akan menimbulkan semangat kerja, saling cinta, saling mengingatkan, yang senior mau ngemong pada yang yunior sehingga akan tercipta iklim kerja yang kondusif.

4. Sarana dan Prasarana Kantor Yg Memadai
Hanya ada 1 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel sarana dan prasarana kantor merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Menurutnya dengan adanya sarana prasarana yang memadai, proses transfer of knowledge pada murid dapat berjalan dengan lebih lancar dan lebih mudah diingat materi yang diberikan.

5. Nilai-Nilai luhur yg dikembangkan di unit kerja
Ada 2 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pengembangan nilai-nilai luhur merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Nilai-nilai luhur sangat berpengaruh pada motivasi kerja , memberi arah pada visi, misi instansi yang bersangkutan. Selain itu, bekerja harus dilandasi dengan semangat beribadah sehingga pekerjaan akan dilakukan dengan ikhlas.

6. Pemberian wewenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan
Ada 3 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pemberian wewenang dan tanggung jawab merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Dengan diberi wewenang dan tanggung jawab, staf akan bekerja tanpa dihinggapi perasaan was-was (takut) sehingga motivasi kerja meningkat.

7. Pembagian dan Pendelegasian Tugas Yang Jelas
Ada 1 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Dengan pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas maka staf akan lebih bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan.

8. Kesempatan untuk aktualisasi diri
Ada 3 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel aktualisasi diri merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Aktualisasi diri menurut peserta dapat menyebabkan mereka merasa dimanusiakan, dihargai hasil kerjanya sehingga hal itu akan membuat pelaksanaan kerja yang lebih bersemangat.

9. Kesempatan belajar
Hanya ada satu peserta yang menyatakan bahwa variabel kesempatan belajar merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Menurutnya tugas pekerjaan sebagai seorang perencana pembangunan rasanya masih terlalu berat dikerjakan oleh lulusan S1 saja.

10. Penghargaan Penuh untuk Pekerjaan Yang Dilaksanakan dg Baik
Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa variabel penghargaan penuh merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja.

11. Pekerjaan yang menarik dan menantang kemampuan intelegensia
Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa variabel pekerjaan menarik dan menantang merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja.

12. Honor atau Insentif Yang Cukup
Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa honor atau insentif yang cukup merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Walaupun demikian ada satu komentar menarik dari salah seorang peserta berkaitan dengan tidak dicantumkannya honor sebagai faktor utama. Menurutnya, dia telah terbiasa bekerja sebagai tenaga honorer (10 tahun) dengan gaji yang rendah, dengan demikian saat diangkat sebagai CPNS dia merasa gajinya sudah lebih baik.

13. Adanya Peluang untuk dipromosikan oleh pimpinan
Tak ada 1 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel peluang promosi dari atasan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja.

Terakhir, ada beberapa komentar menarik sehubungan dengan faktor yang mempengaruhi motivasi kerja, yaitu :
1. Harapan agar seorang staf dinilai bukan karena senioritas, kedekatan dengan atasan atau ada hubungan dengan pejabat, melainkan karena profesionalisme dan kemamuan kerjanya. Dan mekanisme inilah yang seharusnya dipakai sebagai dasar promosi jabatan seorang PNS.
2. Ada keluhan yakni sebagai serang CPNS seringkali dibebani pekerjaan yang terlalu banyak. Pernah berusaha menolak pekerjaan tetapi malah dibebani lagi dengan pekerjaan yang mungkin tidak mampu.

3 responses to “Perbandingan Motivasi Kerja antara Guru vs Staf Struktural

  1. thanks infonya utk wong ponorogo.

  2. thanks tulisannya…minta izin tuk copy,buat tugas kuliah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s