Melatih Ketrampilan Menjadi Pendengar yang Baik

Menjadi pendengar yang baik kadang sangat diremehkan banyak orang karena mereka menganggapnya sebagai bentuk kepatuhan. Sebagian besar orang percaya bahwa berbicara merupakan cara yang baik untuk menunjukkan kapabilitas Anda. Akan tetapi ada sebuah rahasia kecil yang saya bagi pada Anda yakni, orang yang sangat trampil dalam berbicara biasanya adalah seorang pendengar yang baik dan memiliki ketrampilan mendengarkan yang baik terbukti sangat berguna.

Kunci menjadi pendengar yang baik sebenarnya adalah sikap empati, yakni suatu sikap yang mencoba selalu melihat segala sesuatunya dari sudut pandang si pembicara. Bagaimana dengan ketrampilan mendengarkan….. ?! Apakah itu suatu bakat atau sesuatu yang dapat dilatih…?! Walaupun sikap mendengarkan memerlukan proses dan itu membutuhkan waktu tetapi bagi saya hal tersebut bisa dilatih. Demi meningkatkan ketrampilan Anda dalam mendengarkan, cobalah untuk menyimak nasehat dari Ciara Woods berikut.

1. Berikan orang lain kesempatan untuk berbicara
Berikan paling tidak setengah dari seluruh waktu percakapan pada lawan bicara Anda. Hindari dominasi Anda dalam sebuah pembicaraan. Tanyakan pendapat mereka dengan menggunakan pertanyaan terbuka jika mereka tampak memerlukan dorongan.

2. Berikan perhatian penuh
a. Tetaplah fokus pada apa yang sedang dikemukakan. Perhatian Anda jangan sampai terpecah oleh penampilan orang tersebut (mungkin aneh, tidak biasa), aksen bicara orang tersebut, gangguan lain atau percakapan orang lain yang dekat dengan Anda.
b. Jangan gunakan waktu mendengar Anda untuk mempersiapkan respon Anda. Tetaplah fokus dengan hanya mendengarkan tanpa membuat penilaian-penilaian terlebih dahulu. Biarkan saja isi pembicaraan itu mengalir bagai air pegunungan, murni tanpa perlu disaring-saring dahulu.
c. Jangan menyela orang yang sedang berbicara kecuali Anda ingin menanyakan sesuatu atau memastikan bahwa Anda mengerti apa yang mereka katakan dengan cara mengulang apa yang Anda dengar.
d. Buat janji untuk berbicara dengan mereka di kemudia hari jika Anda tidak memiliki waktu untuk mendengarkan saat ini.

3. Cobalah mendengarkan secara aktif
Cobalah Anda mendengarkan dengan mata dan fikiran Anda. Dengarkan apa yang tersirat dan apa yang dikatakan. Perhatikan bahasa tubuh dan ekspresi pembicara. Berusahalah untuk mendengarkan kandungan emosional dari apa yang tak terucapkan. Setelah percakapan usai, Anda harus mampu menyebutkan poin-poin penting yang disampaikan oleh pembicara.

4. Dengarkan dengan fikiran terbuka
Seperti saya katakan dimuka, biarkan isi pembicaraan seperti air yang mengalir. Janganlah cepat menilai orang yang sedang berbicara dan jangan terlalu cepat mengevaluasi. Jangan pernah menganggap Anda telah tahu isi pembicaraan sebelum orang tersebut selesai berbicara. Jangan melakukan perdebatan dalam fikiran Anda sendiri, jangan bersikap emosi atau malah defensif. Cobalah untuk tidak mendengarkan secara selektif. Yang paling penting, carilah persamaan antara diri Anda dengan si pembicara. Jika Anda hanya mencari perbedaannya maka itu akan menimbulkan sikap antipati hingga menghalangi sikap ’open mind’ tersebut.

5. Tunjukkan bahwa Anda mendengarkan
Kunci dari sebuah pembicaraan adalah sikap lembut dan tulus dari Anda. Hampir semua orang dapat mengenali ketidaktulusan, jadi Anda harus tulus bila Anda berbicara dengan siapa saja. Lakukan kontak mata dengan si pembicara, jangan hanya pura-pura mendengarkan. Anda harus mendukung apa yang mereka katakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s