Mengajar AKD di Jepara….

Seminggu ini saya ngajar AKD secara maraton di Jepara……Ini merupakan rangkaian pertama ngajarku secara maraton di Jepara….sekaligus latihan juga, baik fisik maupun mental…..karena tanggal 26 nanti saya malah harus ngajar selama tiga minggu (sampai tanggal 17 Desember) di Jepara…ples wira-wiri juga Jepara-Semarang mengingat di kantor aku juga harus ngurusi diklat penyuluh pertanian tk. Ahli yang belum rampung….Harapannya sih satu….Tetap sehat….!! Itu saja….soalnya Agustus kemaren saya sempat sakit saat lagi sibuk-sibuknya ngajar….(gak berat sich….tapi menyerang ke bagian paling krusial dari seorang Widyaiswara….yaitu…tenggorokan….!!)

Materi AKD atau Analisis Kebutuhan Diklat sendiri (atau sering disebut juga TNA=Training Needs Assesment) merupakan salah satu metode perencanaan diklat dengan menitikberatkan pada pencarian kebutuhan jens-jenis diklat bagi setiap unit kerja. Dengan dilaksanakannya AKD, harapannya jenis-jenis diklat yang diselenggarakan dapat sesuai dengan kebutuhan organisasi alias tidak sekedar proyek bagi instansi pengelola diklat saja. Disamping itu, AKD juga bermanfaat untuk mengefisiensikan biaya diklat karena diklat yang dilaksanakan benar-benar dibutuhkan bagi peserta, dalam arti mengandung pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang bermanfaat bagi pelaksanaan tugas pekerjaan. Tentu saja hal itu secara otomatis akan meningkatkan motivasi peserta dalam mengikuti diklat.

Ada 3 tingkat AKD, yaitu AKD pada tingkat organisasi, AKD tingkat jabatan dan AKD pada tingkat individu. Dan biasanya saya akan menitikberatkan proses belajar mengajar pada AKD tingkat jabatan. Mengapa demikian…?! Karena e…karena AKD tingkat jabatan itu bisa dikembangkan kearah AKD tingkat organisasi dengan cara menganalisis seluruh jabatan yang ada….maka jadilah deh AKD tingkat organisasi. Bagaimana dengan AKD tingkat individu…?! Gampang, hasil AKD tingkat jabatan yang berupa kompetensi-kompetensi….jadikan saja sebagai sebuah standar kompetensi….so…untuk mencari AKD tingkat individu ya….tinggal diteliti kompetensi yang dimiliki oleh seseorang, apakah sesuai standar atau belum….kalau belum ya…tinggal dianalisis kebutuhan diklatnya saja….

Prinsip penyusunan AKD pada tingkat jabatan sebenarnya tidak terlalu sulit. Pertama, dari sebuah jabatan yang hendak kita analisis, kita hanya harus menguraikan tupoksi menjadi uraian tugas, rincian tugas dan terakhir pada kompetensi-kompetensi, yang terdiri dari pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Setelah itu, kita akan membobot kompetensi-kompetensi yang kita temukan, apakah kompetensi itu sangat dibutuhkan, dibutuhkan, kurang dibutuhkan atau malah tidak dibutuhkan oleh para staf yang ada di unit kerja dalam pelaksanaan tugas pekerjaan. Kompetensi yang perlu diklat itu selanjutnya tinggal dianalisis, apakah pemecahan masalahnya harus dengan diklat atau cukup dengan job aid (magang, petunjuk kerja) atau internship (bimbingan dari atasan or rekan sekerja). Langkah terakhir, kompetensi yang pemecahannya harus melalui diklat, dikelompok-kelompokkan dengan melihat apakah kompetensi itu sejenis or memiliki kedekatan or keterkaitan, dalam sebuah materi diklat. Selanjutnya materi diklat yang sejenis….ya….digabung-gabungkan dalam sebuah diklat tertentu….selesai….

Gampang to…..?! Kesulitan paling pada perumusan tupoksi sampai menjadi kompetensi yang harus jeli, begitu detail sehingga terkesan riwil dan banyak…. Tapi dengan berprinsip pisau semakin diasah semakin tajam atau semuanya tergantung jam terbang…. maka salah-salah sithik gak po-po….namanya juga belajar….dengan latihan dan pengalaman menganalisis……lama-lama akan bisa menganalisis dengan siipp…Kesulitan lain ada pada pemberian nama materi dan nama diklatnya…..dan penyebabnya pastinya adalah masih terlalu sulitnya mereka berkreasi…rada-rada kreatif dikit…brani keluar dari pakem diklat yang sudah ada…..pokoke ngarang-ngarang dikit gak pa-pa….apalagi kalau mereka terbiasa ngeblog…..mberi nama pasti guamping banget……

Terakhir yang berkesan dari Jepara adalah seperti layaknya diklat yang panjang…..jelas pasti dapat temen-temen baru…..hasil dari interaksi kita selama seminggu di kelas….bahkan sempat ngajari Mas Yulianto (salah satu peserta) ngeblog di wordpress juga (wicakdhita.wordpress.com)…..Sementara untuk yang lain masih ada Mas Sulistiyanto, Mas Ajib, Mas Ikrar, Mas Isdiyanto, Pak Bachar, Mas Broto, Pak Prapto, Mas Husni, Mbak Yeni, Mbak Artika dll (dan lainnya lupa)…..Yang jelas kita telah bersenang-senang selama seminggu…dan kapan-kapan ketemu lagi yo……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s