Berfikir Besar Tidak Harus Dengan Tindakan Besar

Hare gini…masih ngajar komputer….?! Apa gak terlalu mengada-ada Pak….?! Mungkin demikian yang ada di fikiran Anda saat melihat kurikulum Diklat Penyuluh Pertanian Tingkat Ahli yang saya sajikan pada tulisan lalu….Sebenarnya malu juga…apalagi yang saya ajarkan juga ‘hanya’ MS Word, MS Excell dan Power Point….sebuah kemampuan basic yang harusnya sudah dikuasai oleh setiap PNS pada masa teknnologi informasi ini…..Apalagi ada sebagian penyuluh yang sudah menguasainya…Ples kondisi komputer di Laboratorium Bahasa dan Informatika milik kami sudah mulai ketinggalan zaman…. Karena komputer yang ada hanya sekelas pentium III….tapi mau gimana lagi….mau ngusulin up grade….seperti biasa terganjal dengan sistem penganggaran birokrasi yang begitu ruwet….

Sebenarnya kurikulum itu bermula dari ketertarikan sebagian besar penyuluh atas penguasaan komputer….yang kami dapat dari hasil mengajar pada Diklat Penyuluhan Tingkat Dasar dan Diklat PRA Banyumas….Apalagi ada dorongan yang begitu kuat dari Mr. Adi Wahyudi, yang merupakan widyaiswara pertanian senior dengan pengalaman bekerja 20 tahun, yang bertekad kuat me-moderen-kan bidang pertanian….apalagi menurut beliau sebagian besar penyuluh merupakan ‘muka-muka’ lama yang lahir bukan pada zaman komputer….. maka dengan malu hati akhirnya saya mau juga menyusunkan bahan ajar sederhana buat mengajarkan ketrampilan komputer pada penyuluh…. Dengan promosi jaminan dari Pak Adi bahwa para penyuluh itu bisa menguasai komputer hanya dalam 10 menit….maka kita mulai latihan komputer bagi para penyuluh…..

Dan ternyata hasilnya tidak begitu mengecewakan. Walaupun sudah termasuk tua….tapi para penyuluh itu cukup bersemangat dalam mempelajari piranti komputer….Ada keluhan juga sich bahwa mata mereka sudah tidak begitu kuat (pedes….alias pedih) berlama-lama di depan komputer….tapi rata-rata mereka merasa puas belajar komputer….Bahkan saya sempat ’under estimate’ dengan seorang penyuluh tua berinisial Ir. Sugiharto….eee…. ternyata cukup jago juga dia bermain komputer….Lalu bagaimana dengan yang sudah bisa komputer….?! Apakah mereka akan tersiksa di dalam kelas….?! atau malah ngantuk….?! Nggak juga sich….soalnya saya juga berkolaborasi dengan Mr. Punky untuk membantu saya dalam melayani para ’yang sudah bisa’ itu…..Karena menurut saya yang namanya bisa itu sebenarnya masih bisa ditingkatkan lagi….. Maksudnya….para ’yang sudah bisa’ itu saya minta memperdalam kemampuannya dengan belajar yang mereka belum kuasai dengan baik….Dan hasilnya Mr. Sugiharto yang awalnya prengat-prengut, akhir pelajaran sempat memberikan ’tos’ hangat pada saya (pokoke mirip gaya Sly Stallone dalam ”Over the Top” lah….)…karena telah belajar ‘sesuatu yang bermandaat’ dari MS Excell…..

Jadi begitulah yang saya lakukan……Sebenarnya saya ingin meneruskan semangat memoderenkan para insan pertanian seperti spirit yang dibawa Mr. Adi….Tapi, saya bukanlah seorang yang suka berfikir muluk-muluk….Bagi saya sebuah tujuan besar…. tidak harus selalu diikuti dengan tindakan yang besar pula….mungkin dengan tindakan yang kecil….seperti mengajar komputer sederhana tadi…..suatu saat tujuan besar saya dapat tercapai…..yang memang akan lama sich tercapainya…tapi khan tetap jalan….daripada menanti sesuatu tindakan yang besar…..tapi gak datang-datang….khan malah gak pernah ada progress to….?!

Sebagai contoh begini….idealnya memoderenkan bidang pertanian khususnya kegiatan penyuluhan adalah membuat kegiatan penyuluhan menjadi sebuah kegiatan entertainment layaknya yang dilakukan Ary Ginanjar dengan ESQ-nya misalnya….Oleh karena itu khan harusnya setiap penyuluh itu minimal disangoni dengan Laptop ples LCD to…..?! So…disini tentu saja pemerintah or Deptan harusnya menyediakan piranti canggih itu…..Dan saya yakin hal ini sudah menjadi pemikiran para penentu kebijakan di negeri ini……hanya saja seperti biasa kita terkendala dengan masalah dana yang begitu terbatas hingga mungkin diberikan pada kegiatan lain yang menurut mereka lebih prioritas dan mendesak untuk dikerjakan…….lalu kalau pengadaan Laptop + LCD itu tidak dilaksanakan apa, njur kegiatan memoderenkan bidang penyuluhan pertanian trus jadi tidak dilaksanakan…..?! Yo…gak juga to…..?!

Minimal dengan mengenalkan mereka pada komputer…..saya telah menyiapkan mereka untuk menguasai piranti itu sehingga saat ’proyek besar’ itu muncul mereka telah siap untuk mengoperasikannya…..atau minimal dengan mengenalkan mereka pada komputer….akan muncul kecintaan mereka pada komputer…..hingga timbul minat untuk membelinya secara pribadi….dan kalaulah komputer yang mereka beli karena satu dan lain hal tidak dapat mereka manfaatkan untuk kegiatan penyuluhan…..maka minimal anak-anak para penyuluh itu yang mendapatkan manfaat karena adanya komputer di rumah mereka….Dan kalau sudah begitu, siapa yang mampu menghalangi munculnya sebuah kemajuan…..?!

Iklan

One response to “Berfikir Besar Tidak Harus Dengan Tindakan Besar

  1. Salam dari Cah Kauman nJeporo pak Luth….
    Setiap tulisan2 Bapak slalu saja bikin penasaran plus rasa pengin tau termasuk bagaimana Bapak meng-utak atik program MS, Excel dll untuk dibagi-ngerti-kan dg org lain. Lha wong namanya belajar komputer itu terpenting ada yang mau ngajari kok dan sing diajari niat tenan, gak asal asalan. Saya juga murid pak Luthfi pada diklat AKD yang sempat dituntun “Bagaimana ber-komputer-ria dan ber-warnet-ria. Wassalam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s