Budaya Kerja Yang Disebeli Para Staf

Ada tantangan yang harus segera dibenahi aparat pemerintah pada saat ini yaitu Cara kerja tradisional : mewarnai kehidupan manajemen baik di lingkungan pemerintahan maupun di masyarakat (feodalistik, ketat pada peraturan, tertutup, lebih suka mempersulit, penuh curiga, suka main hakim sendiri, suka membuat peraturan untuk memperkuat diri. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan perubahan sikap dari setiap PNSyakni dengan melakukan perubahan cara kerja baru yang lebih efektif dan efisien, lebih demokratis dan terbuka, lebih rasional dan fleksibel dan lebih bersifat desentralisasi.

Bagi pimpinan, cara kerja baru tersebut antara lain adalah dengan mendengarkan suara staf. Hal itu penting, mengingat staf lah yang tahu persis apa yang terjadi di lapangan sehingga data-data tentang detil setiap pekerjaan harusnya digali oleh atasan dengan cara lebih mendengarkan suara seorang staf, walau itu staf terendah sekalipun. Sementara bagi seorang staf hendaknya juga tak jemu-jemu menyampaikan segala sesuatu, baik data maupun informasi, kepada pimpinan sebagai bahan evaluasi guna pengambilan keputusan yang tepat dan akurat. Hal itulah yang saya tekankan pada peserta diklat prajabatan golongan I dan II angkatan VI tahun 2008, yakni agar berani menyampaikan masukan tentang kondisi riil (objektif) di lapangan pada pimpinan.

Lebih lanjut dalam sesi diskusi, disamping saya minta mereka menyampaikan hal-hal yang dapat meningkatkan motivasi kerja, saya juga minta mereka melakukan brainstorming tentang segala sesuatu di kantor yang bikin sebel. Kebetulan seluruh peserta merupakan para PNS dari lungkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dan hasil diskusi secara singkat adalah sebagai berikut.

1. Kedisiplinan Pegawai Yang Rendah. Kedisiplinan pegawai yang rendah menjadi salah satu hal yang paling disebeli para staf. Ketidakdisiplinan pegawai itu tampak hingga ada pegawai yang kerja……ya…kerja terus….sementara yang lain malah asyik ngobrol-ngobrol….bahkan sudah jamak terjadi jika para ibu seringkali meninggalkan kantor untuk belanja….Untuk itu para staf mengharapkan agar atasan dalam hal ini lebih memperhatikan masalah itu, minimal dengan memberikan teguran bagi para bawahan yang sering keluar kantor hanya untuk belanja-belanja….Disamping itu atasan juga hendaknya melakukan pembagian tugas yang jelas bagi tiap karyawan agar beban kerja dari masing-masing staf dapat lebih seimbang. Khusus untuk apel pagi, para staf mengeluhkan adanya perilaku pimpinan yang mewajibkan seluruh stafnya untuk selalu mengikuti apel pagi sementara dia sendiri tidak mengikuti apel. Saran peserta dalam hal perilaku belanja adalah memanfaatkan keberadaan Koperasi Karyawan yakni dengan memperlengkap barang-barang yang dijual di Koperasi. Sedang saran saya sendiri adalah saling melakukan cek and ricek bagi karyawan yang keluar kantor. Minimal bagi karyawan yang hendak keluar kantor agar memberitahu pada rekannya kemana akan pergi. Hal itu penting dengan alasan jika ditanya atasan maka rekan lain dapat menjawab kemana seorang karyawan itu perginya.

2. Lingkungan Kerja. Ada dua hal yang menjadi keluhan staf tentang lingkungan kerja yakni saling iri dan dengki diantara karyawan sehingga bagi karyawan yang sering mendapat tugas dari atasan biasanya dibenci oleh rekan kerja yang lain. Hal itu menurut peserta disebabkan tidak adanya keterbukaan di lingkungan kerja sehingga apabila ada salah seorang yang mendapat tugas, utamanya yang ada duitnya, akan menimbulkan ketidaksukaan bagi staf yang lain. Disamping itu perilaku atasan sendiri yang kadang lebih suka menganakemaskan salah seorang staf guna menyelesaikan suatu pekerjaan tanpa mau tahu job diskription bahkan kadang bukan tugasnya pun kadang masih diberikan pada staf kesayangannya tersebut. Hal itu diperparah dengan sikap si ‘anak emas’ tersebut yang seringkali merasa paling bisa sekaligus hanya mau mengerjakan pekerjaan sendiri tanpa mau membaginya dengan orang lain. Saran saya sendiri adalah membicarakan hal itu dengan atasan guna diberikan pemecahannya, minimal atasan harus tahu apa yang menjadi keluhan dari bawahan. Disamping itu dapat juga dilakukan acara-acara non formal seperti berwisata bareng-bareng atau bolehlah sekedar makan-makan di luar atau bisa juga sarapan bersama di kantor guna menciptakan suasana akrab antar karyawan. Disamping itu, menurut pendapat saya fenomena anak emas itu terjadi karena rendahnya kualitas SDM di lingkungan PNS. Akibatnya, atasan seringkali merasa kesulitan dalam mencari PNS yang mau diajak kerja, bermotivasi tinggi, berinisiatif, sekaligus memiliki kemampuan yang tinggi serta minimal mampu mengoperasikan komputer dengan baik. Sehingga jika ada pekerjaan ya…yang diajak ya orangnya itu-itu saja…..Dan hal ini sebenarnya peluang bagi staf untuk meningkatkan karier or minimal ya itu tadi…..disayang atasan……

3. Atasan. Perilaku pimpinan menurut peserta masih sering bikin sebel, dalam arti masih mengutamakan kepentingan pribadi diatas kepentingan kedinasan. Pimpinan seringkali tak jelas dalam memberikan jadwal pekerjaan pada staf bahkan kadang masih membebani staf dengan pekerjaan-pekerjaan di luar kantor. Sebagai contoh, untuk seorang driver kadang masih diperintahkan untuk mengantar istri bos ke pasar. Ada satu usulan dari peserta untuk melaporkan hal tersebut pada atasannya. Tentu saja usulan tersebut saya minta untuk tidak dilakukan, kecuali terpaksa dan tidak ada jalan lain mengingat staf biasanya memiliki posisi yang lemah. Pemecahan yang ditawarkan adalah membicarakan secara terbuka hal tersebut dengan yang bersangkutan saja. Tentu saja hal itu agar dilakukan dengan sopan, empat mata dan harus melihat situasi pimpinan. Hal lain yang dikeluhkan staf adalah pembagian honor yang tidak sama antara satu staf dengan staf yang lain hingga kadang menimbulkan kecemburuan. Saran saya dalam hal ini adalah harus bisa berkaca diri. Bagi saya keadilan itu tidaklah harus sama, tetapi lebih tepat secara proporsional. Hal ini penting untuk memotivasi karyawan yang telah bekerja keras bagi suatu penyelesaian pekerjaan sekaligus memotivasi karyawan lain untuk ikut bekerja keras juga.

4. Sarana. Sarana prasarana kantor dikeluhkan peserta masih kurang memenuhi standar. Bahkan beberapa kasus, sarana yang sudah rusak tidak pernah diganti. Dalam hal ini saya menyarankan pada semua staf agar lebih aktif dan berinisiatif membantu pimpinan, minimal memberitahu pimpinan kondisi yang terjadi di lapangan. Bahkan kalau perlu staf yang paling rendah pun sebaiknya mulai peduli terhadap perencanaan suatu kegiatan, termasuk pengusulan anggaran. Sebagai contoh, seorang PNS yang bertugas sebagai pengemudi harus mulai memberi masukan bagi pimpinan utamanya yang berkaitan dengan pemeliharaan mobil yang menjadi tanggungjawabnya, misalnya melalui : masukan berapa jumlah bensin yang diperlukan selama satu bulan, berapa kali harus ganti ban dalam setahun atau berapa biaya pemeliharaan lain dalam satu bulannya. Untuk petugas kebersihan, yang harus dilakukan adalah : mencatat keperluan alat-alat kebersihan selama satu tahun, termasuk pengadaan sulak, sapu, kain pembersih, cairan pembersih dll….

5. Pekerjaan Yang Bertumpuk-Tumpuk. Pekerjaan PNS menurut staf memang tidak terlalu banyak, tetapi begitu ada pekerjaan kadang malah banyak sekali, harus diselesaikan dalam waktu singkat hingga bertumpuk-tumpuk yang menyebabkan seorang PNS terpaksa harus lembur. Untuk hal ini saya berpesan agar mereka lebih merencanakan pekerjaan rutin dengan baik agar sewaktu-waktu ada pekerjaan yang bersifat mendadak, mereka dapat berkonsentrasi penuh terhdap pekerjaan ‘istimewa’ tersebut. Sikap cepat menyelesaikan pekerjaan dan tidak menunda suatu pekerjaan juga dapat membantu mengurangi terjadinya penumpukan pekerjaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s