Urutan Motivasi Kerja Para Staf Provinsi Jawa Tengah

Tulisan kali ini akan menampilkan lagi urutan motivasi kerja menurut para staf Provinsi Jawa Tengah dengan mengambil sampel para peserta diklat prajabatan angkatan VIII tahun 2008. Tapi terus terang saja postingan ini menjadi postingan yang tertunda untuk kesekian kalinya….dalam arti mau postingnya sejak lama…..tapi gak sempat-sempat….utamanya buat nulis awalannya gak dapet-dapet….tapi mo gak posting….juga eman-eman, soalnya sudah kadung diolah datanya….jadi ya…demikianlah…..

Hasil urutan motivasi kerja menurut para staf golongan I dan II pada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, diuraikan sebagai berikut.
1. Atasan Yang Bijaksana
Ada 10 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel atasan yang bijaksana merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Atasan yang bijaksana diharapkan mampu mempengaruhi kinerja anak buahnya agar bekerja dengan lebih disiplin, rajin, serta bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas. Disamping itu atasan yang bijaksana dharapkan dapat bertindak adil pada anak buahnya serta tidak berbuat sewenang-wenang

2. Hubungan emosional antar Karyawan Yg Harmonis
Ada 10 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel hubungan antar karyawan yang harmonis merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Alasannya, walaupun atasan berganti-ganti dengan gaya kerja yang berbeda-beda tetapi karena hubungan antar teman sudah berjalan dengan harmonis maka staf akan bekerja dengan suasana yang nyaman dalam bekerja. Sesuatu yang menarik untuk dicermati dan dikembangkan di masa depan guna meningkatkan motivasi bekerja PNS.

3. Unit Kerja yang sesuai dengan latar belakang pendidikan
Ada 8 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel unit kerja yang sesuai latar belakang pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Hal ini disebabkan jika kita bekerja di tempat yang sesuai akan lebih mengerti apa yang akan dikerjakan.

4. Nilai-Nilai luhur yg dikembangkan di unit kerja
Tak ada orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pengembangan nilai-nilai luhur merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Hal yang menarik mengingat secara umum variabel ini menduduki perngkat keempat dalam urutan motivasi kerja.

5. Sarana dan Prasarana Kantor Yg Memadai
Ada 2 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel sarana dan prasarana kantor merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Sarana prasarana yang memadai dapat membantu memperlancar tugas pekerjaan, utamanya jika bekerja dalam sebuah rumah sakit yang peralatannya tidak lengkap maka pekerjaan pastilah terhambat.

6. Pembagian dan Pendelegasian Tugas Yang Jelas
Ada 3 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Dengan pembagian dan pendelegasian tugas yang jelas maka staf akan lebih bekerja sesuai dengan porsinya, tidak tumpang tidih atau berebut pekerjaan dengan staf lain.

7. Pemberian wewenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan
Ada 1 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel pemberian wewenang dan tanggung jawab merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Pemberian wewenang dan tanggung jawab, dapat dijadikan dasar bagi staf untuk bekerja dengan lebih baik dari kebiasaan yang dilakukan staf lain.

8. Kesempatan untuk aktualisasi diri
Ada 2 orang peserta yang menyatakan bahwa variabel aktualisasi diri merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Aktualisasi diri menurut peserta dapat menjadikan kerja yang lebih bersemangat karena hasil kerja merupakan bukti karya nyata dari kemampuan seorang staf.

9. Pekerjaan yang menarik dan menantang kemampuan intelegensia
Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa variabel pekerjaan menarik dan menantang merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja..

10. Kesempatan belajar
Tak ada satu orang pun peserta yang menyatakan bahwa variabel kesempatan belajar merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja.

11. Penghargaan Penuh untuk Pekerjaan Yang Dilaksanakan dg Baik
Tak ada satu orang peserta yang menyatakan bahwa variabel penghargaan penuh merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Menurut peserta, dengan adanya penghargaan terhadap pekerjaan yang kita laksanakan dengan baik maka akan timbul semangat untuk mengerjakan pekerjaan lain dengan lebih baik.

12. Honor atau Insentif Yang Cukup
Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa honor atau insentif yang cukup merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Variabel ini rasanya menjadi variabel yang paling tidak disukai oleh peserta karena adanya kemungkinan budaya malu berterus terang dengan masalah honor….gak tau lah…..karena kalau saya sendiri dimnta ngurutin, pasti variabel ini akan jatuh pada urutan yang sama….unda-undi dengan adanya peluang promosi…..

13. Adanya Peluang untuk dipromosikan oleh pimpinan
Tak ada satu pun peserta yang menyatakan bahwa variabel peluang promosi dari atasan merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam meningkatkan motivasi kerja. Sesuatu yang wajar mengingat mereka merupakan staf golongan I dan II…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s