Mengajar Manajemen Perkantoran Yang Tidak Modern….

Akhirnya terjadi juga…..Kegiatan diklat prajabatan yang begitu padat, berurutan dengan volume yang begitu tinggi akhirnya mendapatkan masalahnya juga…..Sebenarnya kegiatan itu saya akui cukup terencana dengan baik (salut buat Mas Edi Wahyono sang kasi Diklat Pim Dasar yang sudi mumet-mumet buat ngatur tuh jadwal….hanya agak sering senyum saja Mas….jok mrengut wae….). Hanya saja, begitu Badan Diklat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat II mulai Selasa tanggal 25 Maret kemaren maka otomatis seperti biasanya, segala daya upaya Badan Diklat Provinsi dikerahkan semaksimal mungkin buat melayani para Bapak-Bapak terhormat yang datang dari seluruh Indonesia itu…..Sebenarnya dari segi pengaturan jadwal maupun SDM tidak ada masalah sama sekali…hanya dari segi equipment kitanya keteteran….utamanya dalam penyediaan alat pembelajaran modern yang bernama LCD Proyektor dan Laptop yang banyak tersedot buat pembelajaran diklat kepemimpinan tingkat II tersebut…..

Dan Selasa sore kemaren….sms dari sekretariat WI datang juga…..”Pak, berhubung LCD sudah dipakai pim 2 maka untk prajb dimohon menyiapkan transparan……. (kalimatnya sengaja tak bikin asli sms yang dikirimkan Agus…) ” Waduh…..bagai disamber geledek rasanya….apalagi saya belum pernah menyiapkan transparansi via OHP untuk mata pelajaran itu….dan waktunya sudah sore lagi…..But setelah thenger-thenger sepanjang Magrib maka sekitar menjelang Isyak saya segera meluncur ke Swalayan ADA buat belanja plastik transparansi and spidolnya….Ya….kuputuskan buat membuat transparansi dengan metode kreatif alias via ketrampilan tangan he….he…he…soalnya mau ngeprint tranparansi yang diketik juga kebetulan printerku lagi ngadat dan belum kubetulin…. dorurot saja, yang penting ada tampilan……Widyaiswara itu khan tukang ndalang dan harus siap dengan kondisi kelas yang seperti apapun….walau sedikit tersenyum kecut juga jika inget materi yang yang akan saya bawakan….Ya….Rabu pagi kemaren saya akan mengajarkan Materi Manajemen Perkantoran Yang Tidak Modern dengan metode pembelajaran yang Tidak Modern……..Waduh……

Jalannya pembelajaran ternyata tidak seseram yang saya bayangkan….yang jelas di kelas ternyata masih disediain LCD walau Laptopnya harus bawa sendiri (ya gak masalah…. wong setiap saat ’istri keduaku’ itu selalu kubawa serta….). Walaupun demikian ancaman krisis LCD tetaplah menjadi ancaman nyata bagi proses pembelajaran di kelas-kelas Prajabatan…..sehingga kami para widyaiswara harus selalu siap sedia dengan pasukan cadangan yang berbentuk transparansi….Apalagi mulai minggu depan kegiatan pembelajaran diklat pim II mulai penuh dan masuk dalam kelas-kelas kecil yang seluruhnya memerlukan keberadaan Laptop dan LCD….Lalu bagaimana dengan kelas-kelas Prajabatan….?! Ya….terpaksa harus ngalah….wong namanya juga bersaing dengan kelas eksekutif…..kelas ekonomi ya kudu ngalah……walau saya sendiri sangat amat meragukan sekali pendapat yang demikian…….

Begitulah widyaiswara….harus siap dengan segudang taktik and strategi pembelajaran guna mengantarkan peserta dalam sebuah kelas-kelas pembelajaran yang menarik hingga peserta dapat mengambil manfaat dari materi diklat….dan itu harus tetap dilakukan walau peralatan yang ada sedemikian minim….antara lain seperti ketiadaan Laptop…..ketiadaan LCD….ketidaknyamanan ruang kelas….peralatan yang tak bagus….atau kalau perlu bahkan jika tiba-tiba lstrik mati….the show must go on…….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s