Hambatan Komunikasi Para Staf….

Materi Diskusi kayaknya menjadi satu hal wajib yang harus ada dalam sebuah pembelajaran orang dewasa khususnya pada diklat prajabatan. . Metode diskusi ini perlu diterapkan utamanya untuk menggali pemikiran-pemikiran peserta terhadap kasus aktual yang terkait dengan materi diklat yang sedang diajarkan. Manfaatnya yang pertama adalah menambah pengertian sekaligus meningkatkan ketertarikan peserta terhadap materi. Manfaat lain adalah menghindari kebosanan peserta terhadap metode pembelajaran melalui ceramah, yang seringkali bikin peserta ngantuk berat….Disamping itu dengan metode diskusi, widyaiswara khan juga bisa istirahat alias gak ngomong melulu…..sekaligus bisa ngabisin jam ngajar yang berjam-jam itu he….he…he….

Materi diskusi yang kuterapkan pada mata diklat “Komunikasi yang Efektif” sampai sekarang belum begitu memuaskan bagi diriku, khususnya pada diklat prajabatan golongan I dan II…..Sebenarnya saya sudah memiliki materi disksi bagus yakni penerapan hukum komunikasi….hanya saja materi tersebut saya fikir masih terlalu berat untuk diterapkan pada peserta diklat prajabatan golongan I dan II yang notabene hanya berpendidikan maksimal D3…..atau sebagian besar merupakan staf paling bawah yang lebih sering menerima perintah daripada berdiskusi or sekedar bicara dengan karyawan lain….sehingga menurut saya mereka lebih cocok diberikan tips-tips untuk dapat berkomunikasi yang baik daripada disuruh berdiskusi untuk menemukan hal tersebut….

Pada beberapa kesempatan, saya coba untuk menerapkan 8 komunikasi jangan dilakukan yang lebih bersifat curhat daripada diskusi…..dengan hasil menurut saya kurang seru….karena hanya melulu paparan tanpa ada sesi tanya jawab yang seringkali menjadi pemanis and pemanas sebuah diskusi….hingga kuputuskan untuk mencari materi diskusi lain yang lebih seru. Dari beberapa diskusi dengan rekan-rekan widyaiswara ples perenungan….akhirnya kucoba untuk menerapkan materi diskusi bentuk dan hambatan komunikasi dengan rekan, atasan dan pelanggan….Guna melengkapi agar peserta dapat terbagi dalam minimal 6 kelompok…..materi diskusi tak tambahi dengan penerapan komunikasi secara lisan, melakui surat dan melalui telepon….terutama dari segi keunggulan dan kelemahannya sekaligus kapan sebaiknya bentuk komunikasi itu digunakan….

Materi diskusi itu pertama kali saya terapkan pada Kamis kemaren tanggal 27 Maret 2008 di kelas diklat prajabatan golongan I dan II angkatan ke-33 yang pesertanya 95 % berasal dari Kabupaten Batang….Proses pembelajarannya pun sebenarnya saya mulai dengan lesu darah….mengingat energiku yang lagi low batterey karena sudah tak habiskan di hari Rebo buat ngehidupan kelas Manajemen Perkantoran yang pesertanya banyak yang pendiem dan kurang bersemangat….Tapi sekali lagi sudah saya siapkan senjata-senjata buat menutupi kekuranganku…..dimulai dari game komunikasi pemancing ketawa….kemudian dilanjut dengan game menggambar kotak, segitiga dan lingkaran…serta game ekspresi komunikasi non verbal yang kesemuanya memancing gelak tawa….Na….baru setelah istirahat makan siang materi diskusi itu saya coba berikan……

Hasil diskusinya adalah sebagai berikut :

  1. Komunikasi dengan Rekan Sekerja. Hambatan utamanya adalah seringnya salah persepsi antar rekan sekerja akibat adanya perbedaan kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan. Disamping itu adanya sifat egoisme serta kurangnya tanggungjawab terhadap pekerjaan dari individu-individu juga menjadi faktor penghambat komunikasi dengan rekan sekerja. Cara mengatasinya antara lain adalah berupaya menutupi kekurangan antar satu rekan dengan rekan yang lain.

  2. Komunikasi Dengan Atasan. Hambatan utamanya adalah sulitnya bertemu dengan atasan mengingat atasan banyak kesibukan bahkan juga tugas luar. Disamping itu ada pertanyaan menarik tentang cara mengatasi rasa grogi saat berkomunikasi dengan atasan. Cara mengatasinya adalah cari waktu yang tepat untuk menghadap, kuasai dan persiapkan dengan baik materi yang hendak dikomunikasikan pada atasan agar dapat menambah rasa percaya diri….kalo perlu buat catetan-catetan kecil saat menghadap atasan biar tambah mantep…..

  3. Komunikasi dengan Pelanggan. Ada hal menarik saat peserta (Mbak Erni….) yang berlatar belakang perawat dan menceritakan hambatan komunikasi saat mensosialisasikan tentang kontrasepsi yang dipandang masih tabu bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hambatan yang terjadi adalah kurangnya pengetahuan tentang macam-macam alat kontrasepsi tersebut ples mereka malu untuk bertanya tentang hal tersebut secara detail sehingga biasanya mereka hanya mau pake alat kontrasepsi dari saran temen yang tentu saja belum tentu cocok. Cara mengatasinya adalah pertama harus sadar dan pintar mengendalikan diri terhadap si pelanggan. Kemudian yang dilakukan lagi adalah yakinkan bahwa kita bisa dipercaya and bisa nyimpen rahasia….serta memberi kesempatan bertanya seluas-luasnya kepada pelanggan…..

Itu mungkin yang bisa saya sampaikan dalam postingan kali ini….walau kelihatan kurang darah alias kurang menarik….termasuk bentuk-bentuk komunikasinya yang kurang tergali secara mendalam….juga hasil diskusi komunikasi via tatap muka, surat and telepon yang malah tambah garing….. Walau demikian, pelaksanaan diskusinya sebenarnya cukup menarik dan perlu dicoba lagi dilain kesempatan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s