Susahnya Ngajar Team Building

Gak tau kenapa, di bulan Juni ini tercatat sudah tiga kali saya ngajar Team Building, yakni di Prajabatan Golongan III di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, di Prajabatan Golongan II Kabupaten Jepara dan Prajabatan Golongan III di Kabupaten Rembang. Frekuensi yang saya anggap sering mengingat cukup banyak rekan widyaiswara yang mengambil mata diklat ini. Mengapa banyak orang yang suka dengan mata diklat ini…?! Menurut beberapa rekan, mata diklat ini cukup menyenangkan bagi peserta hingga tidak akan menyebabkan ngantuk. Sesuatu yang logis, mengingat dalam team building (membangun kerjasama tim) banyak diisi dengan permainan-permainan bermakna yang intinya membuka kesadaran peserta akan pentingnya bekerja secara team di tempat kerjanya.

Walaupun tidak membantah pendapat para rekan tersebut, saya pribadi merasa selalu kesusahan saat hendak mengajarkan mata diklat ini. Dan saat saya konfirmasikan dengan Mr. Slamet Riyadi, salah seorang Widyaiswara yang saya anggap ahli di bidang pemerintahan, dia juga sering mengalami hal yang sama. Bagi saya sendiri, bikin peserta kagak ngantuk sih bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Asal instrumen dan metode pengajaran yang kita berikan tepat maka peserta akan sukarela mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa ngantuk kecuali peserta ini sakit atau dalam kondisi capek. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya selalu susah saat mengajar materi team building, yaitu :

1. Pemilihan Permainan Harus Tepat
Kalo cuman ngajak peserta bermain-main sih gampang. Banyak model dan tipe permainan yang bisa dilakukan buat menyegarkan suasana kelas Team Building. Hanya saja, kita khan bukan sekedar ngajak peserta bermain-main…..bikin mereka ha ha hi hi saja…Soalnya permainan yang kita berikan itu hanyalah sebuah instrumen yang dapat mengajak peserta mengerti makna dibalik kerjasama team. Ada nilai-nilai yang harusnya dapat diambil oleh peserta dari permainan yang kita berikan, seperti : pentingnya kerjasama, sikap mau berkoordinasi, trampil berkomunikasi, keterbukaan, pentingnya sikap partisipasi dalam sebuah team, pentingnya sikap saling percaya antar rekan, sikap inisiatif, pembagian tugas dalam team, memanfaatkan keragaman anggota bagi kemajuan organisasi, serta sikap kepemimpinan. Na….kalau sudah ingat itu, seringkali saya merasa kesulitan untuk memilihkan permainan yang tepat buat peserta. Dan untuk itu kita perlu melihat latar belakang peserta dengan baik. Pemilihan permainan yang kita berikan akan sangat tergantung pada latar belakang pendidikan peserta : SD, SMP, SMA, D3 atau Sarjana, profesi peserta: guru, tenaga kesehatan atau staf struktural, golongan I-II atau golongan III, komposisi pria-wanita dalam kelas….sesuatu yang sampai sekarang belum dapat saya lakukan dengan tepat.

2. Manajemen Waktu Harus Cermat
Setiap widyaiswara biasanya memiliki jenis permainan favorit tertentu dan hal itu sangat erat kaitannya dengan manajemen waktu diklat. Yang paling enak sih jika jadwal pembelajaran materi ini dimulai dari pagi hari dan selesai pada sore hari. Hanya saja kadang jadwal yang diberikan panitia tidak selalu begitu hingga menyulitkan widyaiswara dalam memilih jenis permainan yang diberikan. Sebagai contoh saat memberikan team building di Jepara kemaren, jadwal yang diberikan panitia terbagi dalam dua sesi: yakni tiga JP di hari pertama, istirahat semalam dan dilanjutkan 6 JP pada keesokan harinya. Terus terang saja pada kemaren itu saya sempat coba ngakali dengan membolak-balikkan urutan permainan, yakni dengan memberikan permainan yang cukup waktu jika dilakukan dalam 3 JP lebih dahulu….dan tentu saja hal ini cukup mengganggu irama pembelajaran secara keseluruhan. Kesusahan lain yang saya rasakan adalah saat mengajarkan materi ini pada Diklat Prajabatan Golongan III yang 12 JP itu….

3. Persiapan Harus Matang
Yang bikin susah adalah kenyataan bahwa jika dalam pelajaran lain permainan adalah suatu hal tambahan yang bisa menyegarkan suasana kelas maka dalam Team Building permaianan adalah hal yang utama dalam arti hampir dilakukan sepanjang pembelajaran….. Dan dengan banyaknya permainan yang harus diberikan maka tentu saja persiapan yang dilakukan harus lebih matang. Bukan yang lain tanpa persiapan, tapi untuk yang lain khan paling hanya power point untuk tayangan saja dan itu juga gak banyak perubahan jika sudah kita berikan 3 atau 4 kali….sementara dalam team building kita harus siapkan peralatan-peralatan buat menjalankan permainan yang kita berikan….Kalau saya sih biasanya cukup dengan potongan-potongan puzzle, kertas folio kosong atau kertas flipchart besar dan spidolnya atau permen sebagai hadiah bagi kelompok pemenang….tetapi saya lihat pada beberapa widyaiswara perlu menyiapkan botol, air, tali temali, atau juga sedotan buat kelengkapan permainannya….

4. Harus Banyak Improvisasi
Modul dalam mata diklat Team Building ini lebih tipis jika dibandingkan dengan modul yang lain…Ini logis mengingat dalam team building widyaiswara diharapkan dapat menyajikannya melalui permainan-permainan yang bermakna tadi….Dan karena hanya sedikit materi yang dapat diberikan maka widyaiswara perlu banyak-banyak berimprovisasi agar dapat menyampaikannya dalam waktu yang panjang….9 JP dalam prajabatan golongan II dan 12 JP dalam prajabatan golongan III….Belum lagi kalau pesertanya cerdas-cerdas atau mungkin terlalu capek hingga kurang antusias dalam mengikuti permainan yang kita berikan….maka widyaiswara dalam hal ini harus pintar berimprovisasi agar pesertanya antusias lagi, baik melalui variasi permainan lain atau sekedar joke-joke segar pemecah kebekuan peserta. Dan untuk itu widyaiswara harus selalu mencari referensi-referensi jenis permainan baru yang dapat dipakai buat pelajaran team bulding atau sekedar mencari joke-joke segar buat menghangatkan suasana kelas….

5. Butuh Energi Fresh
Menurut saya, dalam mengajarkan materi team building, irama permainan menjadi suatu hal penting dalam proses pembelajaran….Peserta dalam hal ini harus kita bawa perlahan-lahan dari mulai permainan ringan menuju permaianan yang lebih menantang hingga mencapai puncaknya pada akhir pelajaran….Dan tentu saja hal ini tidak mudah serta butuh energi besar dari widyaiswara….hingga jangan heran jika widyaiswara setelah selesai mengajarkan materi ini terlihat lebih loyo daripada mengajar materi lain. Pengalaman paling baru adalah saat mengajar materi ini di Rembang hari Selasa kemaren. Akibat perjalanan ke lokasi yang jauh, apalagi jalan raya menuju Rembang sedang banyak mengalami perbaikan hingga kurang lancar, menyebabkan badan saya begitu capek saat mulai mengajarkan materi ini. Dan ternyata hal itu sangat mempengaruhi mood saya dalam menjaga irama pelajaran….apalagi saat memancing mereka buat memahami manajemen konflik….walau sudah tak beri variasi permainan yang cukup, tetapi karena moodnya sedang kurang baik maka hasilnya menjadi kurang optimal juga….

Itulah beberapa kesan saya tentang materi Membangun Kerjasama Team (Team Building) yang susah….Mungkin karena saya juga kurang pengalaman kali….atau kurang belajar lagi….kurang berdiskusi dengan widyaiswara lain….karena terlalu Pede mengingat buku permainan pegangan saya tak kurang dari 7 buah…..hingga agak jumawa….hingga kadang malu buat bertanya pada orang….hingga masih merasa susah juga buat ngajar materi ini….yah…sharing buat Anda semua lah….siapa tahu ada yang berkenan kirim permainan interaktif buat saya….

7 responses to “Susahnya Ngajar Team Building

  1. Mau dong ikutan..saya juga fasilitator team building..klo ada job yang mau di saring boleh..dong…thanks..

  2. he..he ikutan jg kalo ada job..

  3. lilik riza noor

    boleh dong nimbung pak, untuk ide segar pelatihan sessi tim building, siapa tau skill dan ide saya bisa bermanfaat..lilik ‘smartrainer’ riza – mindGo Indonesia

  4. sya setuju jika pemilihan waktu yg tepat menjadi slah satu pyebab susahnya ngajar team building ini…
    soalnya sy jg sering kesulitan , apalagi sy ngajarnya dgn rekan kerja jg jd mesti diatur dgn baik jk ingin mendpatkan waktu yg baik pula…

  5. halo salam kenal , saya juga salah satu pengajar tim building, memang agak repot apalagi kalau full day dari pagi pe sore banyak yang harus di siapkan, kalau boleh kasi masukan sebelum mengajar kita kan buat desain pembelajaran itu sangat membantu banget lo kita tinggal mengikuti urutannya saja , apalagi di tempat kami jumlah wi nya terbatas jadi satu kelas 1 orang kebayang kan , apalagi tipe sy senang berimprovisasi kelengkapannya banyak kadang bw bola, hulahup, sedotan, puzzel de el el , jangan bilang susah ah apalagi kalau inget honoorrrnya he he he

  6. apapun caranya yang penting peserta tidak ngantuk dan tujuan pembelajaran tercapai, memang sih kita tau betul jangan sampai ngajar prajabatan itu malah seolah-olah seperti mengajar calon koruptor baru, begitupun untuk diklatpim, malah menjadi pemimpin koruptor baru, lebih ditekankan ke citra PNS nya…………………………

  7. Ya memang tidak gampang menemukan game2 ataupun energizer yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam MP Dinamika Kelompok ya pak…tetapi WI pastilah kreatif dan bisa mengembangkan sendiri sesuai kebutuhan. Sukses pak!! #sesamapengajardinamika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s