Apakah harus beralih ke Linux….?!

Diskusi Linux di PPTiK UGM

Sebenarnya ada sedikit keengganan saat diriku diminta “Mas Jati”, temen baik yang kebetulan jadi Kasubid pada Diklat Fungsional, untuk menjadi pembimbing kegiatan OL pada Diklat Fungsional Komputer Pemrograman Linux. Bagaimana tidak, saya sendiri merasa tidak menguasai program Linux…..bukannya gak tertarik, tetapi sudah beberapa kali mencoba menginstalkannya di my laptop tapi belum berhasil juga. Belum lagi saat nyoba Open Office yang merupakan salah satu aplikasi pada Linux (walau nyobanya masih under windows juga)…..gak begitu jelek sih, cukup bagus dan mirip banget dengan MS Office terutama yang Open Office Writer (kembaran MS Word) dan Open Office Spreadsheet (kembaran MS Excell)…Hanya saja saat mbukak yang kembarannya Power Point (Open Office Impress), aplikasi yang paling sering kupakek, ternyata hasilnya masih kurang bagus terutama pada Slide Desainnya yang terkesan kurang banyak pilihan….

Tapi widyaiswara sih khan pantang menolak suatu tugas…walau gak nguasai tapi khan malah hal-hal itu (maksude kesulitan dalam pengoperasian Linux) dapat dijadikan bahan buat mbikin kuesioner bagi peserta…..So….pertanyaan-pertanyaan, yang terkesan lucu bagi yang sudah jago Linux, kususun buat kepentingan wawancara, diantaranya…
1. Mengapa kita harus beralih ke program Linux….?! Apa kelebihan dan kekurangan Program Linux bila dibandingan windows ?!
2. Berdasar pengalaman, Linux seringkali tidak kompatible dengan hardware lain seperti printer, flashdisk, scanner, kamera digital….lalu bagaimana cara mengatasinya…?!
3. Bagaimana cara menginstal program Linux….?! Lalu gimana cara memilih program Lynux yang cocok dengan komputer yang kita miliki…?!
4. Bagaimana menambahkan software aplikasi dalam Linux….?! Apakah linux menyediakan software aplikasi yang banyak and sevariatif dalam program windows…?!
5. Jika punya data di MS Office, bisakah kita konversi dalam Linux (soalnya data kita khan kadung banyak di MS Office ) ?!
6. Aplikasi presentasinya (Impress) masih jelek….gimana caranya agar bisa sebagus tampilannya seperti Power Point…?!
7. Apakah di Linux ada virusnya….?! Lalu bagaimana cara mengatasinya….?!
8. Mengingat Linux merupakan sistem yang terbuka, bagaimana tingkat keamanan data di program Linux…?!

Lokasi yang kita jadikan tempat OL adalah PPTiK (Pusat Pelayanan Teknologi Informasi dan Komunikasi) UGM, Yogyakarta. Agak terkejut juga saat kita ternyata di sambut oleh seorang anak muda, yang lebih mirip seorang mahasiswa bau kencur, walau merupakan Kabid Informasi PPTiK UGM…..Dari segi dandanannya saja sudah agak aneh….sementara kita-kita peserta begitu rapi, pakek lengan panjang berdasi….eeee….dianya dengan enteng hanya pakek baju lengan pendek, dengan jaket ples celana jeans….alias nyantai banget. Tambah kaget lagi saat tahu bahwa sang Bapak Dosen itu, Mr. Mardhani Riasetiawan, SE, MT, berlatar belakang sarjana akuntansi dan bukanlah seorang sarjana teknik seperti bayanganku (ehm….bikin aku yang dari Fapet ini gak minder buat belajar tentang Linux….). Tapi khan kita sudah harus ngikut pepatah ”jangan lihat orangnya tapi lihat isi perkataanya”….apalagi TI khan makanannya anak muda sehingga the show must go on lah……

Tapi keraguan akan kapabilitasnya hilang saat dengan lancar Mr. Mardhani menjelaskan awal mula masuknya Linux secara nasional di Indonesia, yakni sejak pemerintah meluncurkan program Indonesian Goes to Open Source (IGOS) pertama yakni pada tahun 2005 dengan didukung oleh 5 kementrian. Program besar itu kemudian dikuatkan dengan IGOS II yakni pada bulan Mei 2008 dengan dukungan 8 kementrian. UGM sendiri memulai program tersebut semenjak 2006….bahkan pada tahun 2007 PPTiK UGM ditunjuk sebagai Pusat Pengembangan SDM berbasis Open Source di Indonesia untuk kawasan Jawa Tengah dan DIY….walau diakui bahwa sampai dengan tahun 2008, PPTiK baru bisa melaksanakan program tersebut hanya untuk kawasan DIY saja.

Lebih lanjut Mr. Mardhani mencoba meyakinkan pentingnya beralih ke program open source, sebagai berikut :
1. Linux program yang open source
Salah satu problem dalam pemakaian program windows adalah mahalnya license yang harus dibayar bila kita menggunakannya sehingga terpaksa seringkali kita harus memanfaatkan software bajakan. Razia and sweeping yang dilakukan Polisi terhadap pengguna windows bajakan akhir-akhir ini menjadi momok bagi setiap pengguna komputer. Sehingga mau tak mau beberapa perusahaan swasta mau tak mau harus membeli program windows yang berlicensi jika tak ingin di rasia (untungnya di instansi pemerintah belum banyak di sweeping ya…..Pak Polisinya gak enak sama kita-kita kali…). Bahkan salah seorang widyaiswara dari Depag harus merelakan Laptopnya di rasia di bandara karena ketahuan memakai program windows bajakan….(sebenarnya mo ditebus, but mahal 15 juta man…) Tindakan yang menurut Mr. Mardhani salah kaparah karena yang bajakan khan cumak software-nya….masak yang disita malah kabeh sak komputere barang….Na….kalo mo slamet tapi gak duwe duit ya…terpaksa harus pakek program alternatif yang bebas Haki, yakni yang open source seperti Linux ini……

2. Linux lebih Efektif dan Efisien
Sebagai ilustrasi Mr. Mardhani menjelaskan bahwa di UGM sendiri untuk setiap tahunnya harus membayar 480 juta hanya untuk membeli license dari microsoft….itupun hanya untuk aplikasi microsoft office saja. Sementara, apabila pengen menginstal aplikasi lain macam winamp harus bayar 2000 dolar lagi, belum kalo pengen correl…..power DVD….pusiing dah…!! Mangkanya pakek linux saja yang gratisan. Lalu apakah Linux menyediakan program aplikasi selengkap windows…?! Jawabnya malah lebih lengkap dan banyak pilihan…..Jika pengen tahu secara lengkap tinggal klik saja di …..www.ugos.ugm.ac.id

3. Linux selalu berkembang
Jika windows adalah program bikinan perusahaan Microsoft di Amerika maka Linux yang membikin para ahli TI dari seluruh dunia. Sifatnya yang open source menyebabkan Linux dapat diubah-ubah sesuai keinginan pemakainya. Tapi kalau pusing dengan urusan kode-kode Linux….Anda tinggal makek distro-distro yang sudah ada seperti Knopix, Debian, Red Hat, Mandrake….atau yang buatan Indonesia seperti Blangkon, Igos Nusantara (batan Depkominfo), Ugos (ini buatan UGM katanya….). Lalu apakah Linux bisa secanggih Windows terbaru semisal Vista….?! Mr. Mardhani menjelaskan bahwa Linux distri Ubuntu versi terbaru bahkan melebihi kecanggihan dari Windows Vista….Na….kalo pengen tahu semua distro yang ada ples pengen mendownloadnya….Anda tinggal masuk ke http://repo.ugm.ac.id

4. Linux bebas dari virus
Na….kalo di windows itu sedang terjadi hujan virus….maka di Linux relatif bebas virus….Secara teknis sih sudah diterangkan oleh Mr. Mardhani tapi ra mudheng aku….sing jelas jika ada virus di windows maka yang marah hanyalah para ahli TI yang bekerja pada perusahaan Microsoft tentunya…..but jika ada virus di Linux maka yang marah para ahli TI seluruh dunia…sehingga si hacker penyebar virus akan dikeroyok wong sak donyo katanya…..itulah mengapa Linux lebih bebas virus…..

5. Linux lebih irit listrik
Menurut Mr. Mardhani, penelitian terbaru menyebutkan bahwa pemakaian komputer dengan program Linux akan lebih menghemat pemakaian listrik sebesar 30 watt.

Terakhir saya hanya hendak mengutip perkataan Mr. Mardhani yang menyebutkan bahwa jika kita pengen ganti dari windows ke Linux itu ibarat ganti selera saja….bahkan itu hanya diibaratkan sebagai ganti dari Nasi Goreng Ayam ke Nasi Goreng Babat alias masih nasi goreng juga….karena sangking miripnya antara windows dan Linux. Kapan-kapan ta critain juga soal masalah-masalah yang terjadi seputar penggunaan Linux….saat ini belum bisa saya sajikan karena akunya masih harus ngechek beberapa situs yang diberikan Mr. Mardhani….baru setelah OK….pasti tak bagi dengan open buat Anda…..

Iklan

2 responses to “Apakah harus beralih ke Linux….?!

  1. Saat ini saya juga sedang migrasi, akhir2 ini semarang sedang sweeping juga, karna isunya santer sempt yang kena tetangga perusahaan kita, kita jadi harus cepet2 migrasi. perusahaan saya juga sedang migrasi, tapi ya pelan2. Takutnya sedang proses migrasi polisi datang. Kalaupun mereka tau kita sedang mau berubah mereka tidak akan peduli, tapi ya kita berdoa mudah2an tidak terjadi apa2 selama prosesnya. Kalo stealh migrasi mau aparat datang juga tidak masalah.

  2. ….Na….kalo mo slamet tapi gak duwe duit ya…terpaksa harus pakek program alternatif yang bebas Haki, yakni yang open source seperti Linux ini……

    Maaf pak, Linux Open Source bukan berarti bebas HAKI. Justru saat pake Linux kita harus tetap menghargai HAKI yaitu dengan mentaati ketentuan lisensinya. Kalau programnya OpenSource lalu diperkosa diam-diam jadi Proprietary, kita melanggar HAKI. Kalau source code Linux kita sembunyikan, kita melanggar lisensi (= HAKI).

    Pake Linux bukan supaya bebas melanggar hukum, tetapi supaya jadi taat hukum, dengan biaya lebih rendah, mendapat program bermutu tinggi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s