Monthly Archives: Mei 2009

Mendadak Facebook

Awalnya sih sebenarnya berasal dari pertanyaan beberapa peserta tentang apa itu yang dinamakan dengan Facebook, khususnya saat akunya ngajar tentang Manajemen Perkantoran Modern….Berhubung akunya belum punya terpaksa agak grathul-grathul juga ngejawabnya… apalagi adekku pamer sudah punya facebook katanya…..Bikin panas aja. Dan tentu saja akunya lalu coba-coba masuk ke www.facebook.com. Rencananya sih mau lihat-lihat dulu….But ternyata untuk bisa lihat-lihat akunya kudu daftar dahulu….ya sudah ngedaftar ajah deh….Dan awal punya facebook juga rupanya awalnya gak menarek juga….karena hanya ngliat-ngliat doang tanpa tau jawabannya…. But iseng-iseng tak ketikkan nama Husni Wahyudi pada kolom search…and dan muncul dah nama temenku itu. Sueneng banget karena dah lama gak ketemu…weh bisa dipakai buat ajang silaturahmi nih…..Udah itu thok…setelah itu facebook itu tak gletahkne tho…gak ngerti mangpaate….

Mulai mbukak facebook lagi saat dapet sms dari Heru, temen baikku saat masih di Fapet UGM…Ceritanya sih akunya baru kangen ama temen-temenku saat masih kuliah dulu…. Pengennya sih minta nomer Hapenya jika punya….but dia dengan enting mengatakan bahwa sebaiknya akunya mbukak facebook dan ngedaftar dalam Forum Komunikasi Fakultas Peternakan UGM atau Forkom Fapet UGM….Buru-buru akunya mbukak saat sedang di ruangan WI….but hladalah….ternyata facebooknya diblokir….!! Jadi terpaksa akunya harus bersabar dulu and menanti setelah pulang kantor. Lalu sampai di rumah akunya juga harus bersabar dulu karena si kecil sibuk nggandholi Bapake akibat terlalu sering ditinggal-tinggal….Ya…udah bersabar dulu sampek malem and sampek si kecil tidur….Dan begitu si kecil tidur, baru deh akunya bisa ngebuka tuh face book…Dan surprise banget ternyata sudah banyak temen-temen dari Fapet yang ngedaftar jadi fans-ku…Dan disitulah petualanganku ber-facebook ria dimulai…..Dan hmmm…ternyata asyik juga…hingga akunya sampai lupa waktu segala, bahkan sampai lupa posting juga…. Baca lebih lanjut

Mekanisme Surat Masuk dan Keluar dari Suatu Kantor

Setiap hendak mengakhiri sesi mata diklat manajemen Perkantoran pada Diklat Prajabatan, tidak lupa akan selalu saya sertakan sebuah cerita….tentang dua orang PNS yang kebetulan saling kenal….dan PNS 1 (Widi) hendak titip surat kepada PNS 2 (Roni)….begini katanya….

Widi : ”Ron….aku mau titip surat pada Kepala Kantormu nih….Tolong sampaikan ya….?! Kamu khan sama Kepala Kantormu, Pak Budi, khan tetanggaan….”

Na….dari situ saya akan bertanya pada para peserta ”Apa yang seharusnya dilakukan Roni….?! Apakah diperbolehkan langsung menyerahkan surat itu pada Pak Budi yang kebetulan adalah tetangganya…?!”

Dari situ saya akan melanjutkan cerita itu dengan menjelaskan bagaimana sebaiknya sebuah surat dinas itu diperlakukan, yakni melalui sebuah mekanisme birokrasi surat dinas, baik masuk maupun keluar. Sebuah cerita yang bagi saya biasa-biasa saja mengingat itu yang biasa saya lakukan….Hanya saja, saya menjadi terkejut saat secara tidak sengaja menerangkan hal itu pada para peserta Diklat Pim IV….ternyata banyak dari mereka yang tidak mengetahuinya secara mendetail seperti yang saya jelaskan…..hingga saya jadi merasa perlu untuk mengangkat masalah ini dalam tulisan saya kali ini….

Pada dasarnya mekanisme surat masuk dan keluar dari suatu kantor digambarkan dalam alur berikut ini.

Slide1

Baca lebih lanjut

Teknik Penyusunan Programa Penyuluhan

Menurut Undang Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Programa Penyuluhan Pertanian adalah adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan araMenurut Undang Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Programa Penyuluhan Pertanian adalah adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Selanjutnya dalam Bab VII dari undang undang tersebut mulai pasal 23 dijelaskan bahwa programa penyuluhan dimaksudkan untuk memberikan arah, pedoman, dan alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan.

Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan provinsi, dan programa penyuluhan nasional. Programa penyuluhan disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan.

Programa penyuluhan disahkan oleh Kepala Balai Penyuluhan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten/Kota, Ketua Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi, atau Kepala Badan Penyuluhan sesuai dengan tingkat administrasi pemerintahan.

Programa penyuluhan desa/kelurahan diketahui oleh kepala desa/kelurahan. Programa penyuluhan disusun setiap tahun yang memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran masing-masing tingkatan mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya sebagai dasar pelaksanaan penyuluhan. Programa penyuluhan harus terukur, realistis, bermanfaat, dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif, terpadu, transparan, demokratis, dan bertanggung gugat. Baca lebih lanjut

Membagi Kelompok Berdasar Warna Kesukaan

Ide awal metode ini sebenarnya adalah bagaimana cara membagi peserta agar jumlahnya tidak sama…kalo bisa sih bahkan ada yang jumlahnya terlalu banyak atau ada juga yang jumlahnya sedikit, bahkan hanya 1 orang. Metode ini saya perlukan khususnya dalam mata pelajaran team building dalam rangka meyakinkan peserta bahwa prinsip kelompok itu bukan hanya jumlah tetapi kerjasama. Bahkan kinerja kelompok tidak akan pernah bisa menyamai kinerja anggota terbaik, walau secara rata-rata memang kinerja kelompok selalu lebih baik daripada kinerja seseorang sendirian. Untuk itu biasanya saya akan menguji kemampuan masing-masing kelompok dengan permainan lainnya, seperti teka-teki atau model tulis sebanyak-banyaknya….

Refleksi
Ada beberapa kejadian yang ingin saya tanamkan dalam permainan ini. Pertama, saya hendak meyakinkan peserta bahwa kerja kelompok itu selalu lebih menyenangkan daripada kerja sendirian karena pada dasarnya manusia itu adalah makhluk sosial yang butuh teman untuk sekedar ’talking’….Dalam hal ini saya akan menanyakan perasaan kelompok yang memiliki anggota sedikit misalnya tiga, dua orang atau bahkan sendirian….dan umumnya mereka akan menjawab kurang enak dan kurang pede….Walau saya akan selalu berusaha memberinya semangat buat mengalahkan kelompok yang lebih besar….karena bukan jumlah yang penting dalam sebuah kelompok tetapi kerjasama dan mengusai tujuan…..(yang biasanya akan saya coba memainkan permainan dengan tema yang sangat dikuasai kelompok yang lebih kecil buat membuktikan hal itu…..)

Slide1 Baca lebih lanjut