Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan…!!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam setiap sesi pembelajaran ada saja yang sedikit mempertanyakan kecocokan latar belakang pendidikan saya yang sarjana peternakan dengan mata diklat yang saya ampu……yang umumnya jauh banget kaitannya, sebagai misal Manajemen Perkantoran Modern, Team Building, Komunikasi Efektif atau Mind Setting (ini pada diklat pra jabatan)….lalu Teknik Presentasi dan Pengelolaan Informasi dan Pelaporan (ini pada diklat Pim IV)….atau juga Analisis Kebutuhan Diklat, Metode Pembelajaran Orang Dewasa, Desain pembelajaran, Media Pembelajaran (ini pada Diklat Teknis Fungsional)….. Gimana….?! jauh banget khan dengan ijazah saya yang sarjana peternakan peternakan itu bukan…….hingga bisa jadi Anda sekalian akan meragukan kapabilitas saya dalam mengajarkan materi itu…..

Dalam hal ini saya tidak akan menyalahkan Anda. Bahkan pada awal-awal saya menjadi seorang widyaiswara, latar belakang pendidikan saya tersebut sempat membuat saya tidak pede….dan sempet khawatir juga dengan masalah spesialisasi karier saya yang pastinya gak akan jauh dari pertanian-pertanian….Malahan kadang beberapa peserta tampak tersenyum saat bisa menebak latar belakang pendidikan saya…khususnya saat saya mengajar Manajemen Perkantoran Modern….Dan saya sendiri pun hanya bisa tersenyum kecut saat mereka tanpa sadar tergelak atau sekedar bertanyaKoq bisa…?!” Dan tentu saja saya gak bisa membela diri secara langsung…..paling saya hanya akan menetralisir suasana dengan pancingan pertanyaan lucu-lucu-an seputar profesi saya seperti…
”Pinter mana ayam sama bebek…..?!” atau bagi peserta wanita….
” Enak mana beras lokal sama beras impor…?!”

Sekedar cerita, awal masuk kuliah and memilih jurusan pun sebenarnya saya saat itu sedang gak punya pilihan…..maklum lulusan SMA khan belum punya pendirian yang baik khan….?! Waktu itu saya hanya mencoba memenuhi permintaan ayah saya yang ingin punya anak tukang insinyur. Untuk itu, saya mencoba berkompromi dengan mengambil jurusan peternakan daripada jurusan teknik elektro seperti idaman ayah saya. Waktu itu saya hanya ngedemke ambisi Bapak dengan berkata….”Yang penting Bapak khan pengen anaknya jadi insinyur to….?!”

Walau startnya hanyalah ala kadarnya, saya kemudian bekerja keras untuk menguasai bidang tersebut…sempat menjadi asisten ternak perah di Laboratorium Ternak Perah Fapet UGM (menolak menekuni bidang perunggasan yang bagi saya gak menarik lagi akibat bidang tersebut sudah jadi industrinya hingga hampir gak ada yang dapat dilakukan buat memperbaikinya…..), yang bahkan pada akhir masa kuliah saya sempet didapuk menjadi pemberi sambutan pada acara pelepasan wisuda mahsiswa pada Mei 1996 (wisudawan terbaik kamsudnya, walau kuliahnya agak lama juga ya…..soalnya masuk Agustus 1990). Dan ayah saya demikian bangga saat saya pun kemudian mendapatkan beasiswa S2 di Fapet tercinta.

Saat mulai kuliah S2, alih-alih memperdalam ilmu yang saya dapat di Fapet seperti Fisiologi dan Nutrisi Ternak Perah….saya malah kemudian memilih sedikit berkelana ke Fakultas Pertanian buat memperdalam ilmu ekonomi pertanian….satu-satunya bidang yang belum pernah saya tekuni selama kuliah S1….Hal itu sih sempat membikin nilai-nilai saya tak sebagus temen-temen yang lain….tapi dengan sedikit kerja keras dan sedikit ’ngapiki’ dosen, ternyata saya bisa lulus dengan memuaskan juga…cumlaude…ples mendapat pujian karena tesis saya yang memberi warna tersendiri…karena sentuhan ekonomi yang kental dengan regresinya….lebih kuantitatif hingga merupakan sesuatu yang agak baru di Fapet…apalagi saya melakukan surveynya dengan berkeliling di 30 KUD yang memiliki core utama Sapi Perah….Walau nilainya demikian memuaskan, tetapi bagi saya proses perjalanannya yang dari desa ke desa sangat asyik untuk dikenangkan…sekaligus memberikan pengalaman batin yang luar biasa bagi saya….

Karier saya kemudian di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ternyata jauh panggang dari api….bukannya kemudian ditempatkan ke bidang keahlian saya, tapi saya malah ditempatkan di Badan Diklat Provinsi…yang tentu saja banyak manusianya daripada hewannya…sehingga sekali lagi saya harus bertransformasi lagi….Bahkan temen-temen baik saya yang di Fapet dahulu banyak yang menyayangkan perpindahan minat saya itu….minimal eman-eman dengan kerja keras saya selama kuliah diwaktu dulu….walau seperti biasa saya sering hanya nglakoni saja tanpa mau berfikir hendak jadi apa diri saya ini kelak di kemudian hari….maklum waktu masuk kerja pun akunya gak banyak pilihan karena sudah keburu umur….keburu tanggung jawab sebagai manusia dewasa yang perlu segera melanjutkan kehidupan……

Bagaimana dengan kehidupan saya saat ini sebagai widyaiswara….?! Ya…masih begitu-begitu terus…alias masih belajar tentang ilmu-ilmu manusia yang ternyata begitu banyak dan rasanya setelah berkecimpung selama 10 tahun (melebih masa kuliah saya), koq masih ada saja yang perlu saya pelajari….walau bukannya tambah membosankan tetapi malah semakin asyik and enggan rasanya kembali ke dunia peternakan seperti asal pendidikan saya…..bahkan semakin lama saya pengen banget menekuni masalah psikologi, khususnya yang berhubungan dengan psikologi pendidikan…..Sebuah prinsip yang sampai saat ini masih menjadi keraguan saya….karena masih terselip rasa bersalah serta perasaan sebagai seorang ‘pengkhianat’ berkenaan dengan profesi awal saya….walau memang pada beberapa kesempatan saya kadang masih diminta mengajar diklat-diklat pada bidang pertanian, khususnya masalah agribisnis……walau sebagian besar waktu mengajar saya banyak dihabiskan pada mata diklat-mata diklat tersebut di atas.

Kata orang mencoba hal-hal baru akan membuka dan memperkaya fikiran kita. Saat tahun ini memutuskan mengambil mata diklat Pola Pikir PNS banyak sekali yang dapat saya pelajari dari kehidupan dunia ini…diantaranya prinsip bahwa harta yang dicari manusia ternyata tidak berada di luar tetapi berada di dalam fikiran kita. Lalu bagaimana dengan pedidikan saya yang sarjana peternakan tersebut….?! Gak pa-pa. Gak ada yang salah dengan itu. Anggap saja hal itu merupakan dasar pengembangan pribadi kita. Bahkan menurut pengarang buku Mind Setting, Carol S. Dweck, hal itu malah bagus bagi pengembangan karier saya. Soalnya dengan memasuki dunia baru, maka saya akan lebih terpacu untuk mengembangkan diri lebih baik lagi. Banyak kritikan akan membuat saya belajar lebih giat, lebih keras, penuh dengan hal-hal baru khususnya dalam mengejar ketertinggalan saya dari orang-orang yang lebih dahulu menekuni hal itu.

Bagaimana dengan spesialisasi mengajar….?! Yang penting yakinkan dulu apakah keahlian atau spesialisasi Anda saat ini sudah merupakan titik optimal kemampuan Anda…..?! Bukankah manusia seharusnya lebih berkembang sampai akhir hayat di kandung badan…?! Lalu bagaimana dengan target prestasi puncak di masa mendatang….?! Bisakah saya mencapainya dengan bidang yang berbeda sama sekali dengan pendidikan formal saya….?! Ah cuek saja….yang penting kita jalani saja apa yang kita mau….kita nikmati saja apa yang kita suka….bukankah seorang pakar motivator seperti Adi W. Gunawan yang segudang bukunya tentang psikologi latar belakangnya seorang sarjana teknik elektro….?!

Apalagi seorang Carol S. Dweck juga menyarankan agar kita menikmati apa yang sedang kita kerjakan….jangan pikirkan sampai puncak prestasi atau bukan…yang penting selalu kerjakan dengan penuh cinta….and jangan kaget jika Anda tiba-tiba telah sampai di puncak…..!! Demikian katanya pola pikir berkembang seorang manusia…..Bagaimana dengan Sarjana Peternakan saya….?! Biarkan saja…toh dia tidak akan menghilang dari dirimu…paling cuman tersimpan doang….hingga bukannya menghambat….tetapi malah memperkaya pengembangan dirimu sebagai seorang manusia….so….dengan mendengar prinsip itu maka saya akan berteriak keras-keras….”Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan….!!”

Iklan

17 responses to “Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan…!!

  1. saya juga ikut bangga pak, karena banyak sekali saya alami mahasiswa2 saya (saya dosen pak) belum memahami mengapa harus merasa bangga menjadi sarjana peternakan, ujung2nya motivasi belajar dikelas dan dikandangpun menjadi lemah…

  2. saya juga bngga pak,,dlu sya g prnah terfikir untuk msuk fapet undip.tp stlh masuk dan mrasakan dunianya,,wowww,,inilh yg slama ini sya cari,,bnyak pluang2 besar terbuka lebar,dr sgla lini khidupan…yg duluny sy ragu2,kini telah hilang smua,berganti dgn kemantaban hati dan kepuasan jiwa!!!SAYA BANGGA JADI MAHASISWA PETERNAKAN!!!”

  3. Sama Pak. Saya malah berkarya sebagai engineer di manufacturing. Satu hal yg saya kagumi, bahwa manufacture paling sempurna adalah tubuh ternak. Misalnya: proses pembentukan susu dari rumput. Luar biasa!

  4. saya juga merasa menjadi sarjana peternakan akan mempunyai kesempatan yg lebih untuk menyelami kehidupan masyarakat dengan berbagai permasalahannya, yang akan membuat kita lebih menghargai hidup ini. Saya juga lulusan Fapet UGM (masuk tahun 2001) skg cpns Dinakkeswan Pemprov Jateng, dulu bidang keahlian ambil di reproduksi ternak

  5. wesss… manteb, jadi sarjana peternakan harus bener-bener ngurus ternak dan berhasil dalam bidang peternakan daripada yang lain lho..

  6. saya malah sebaliknya dari anda anda semua. Saya juga seorang Sarjana Peternakan. saya baru menyadari akhir akhir ini, bahwa Dunia Peternakan sangat dipandang sebelah mata khususnya di Negara Indonesia. Setelah melihat kenyataan yang saya terima, telaahi, dan survey, bahwa tenaga profesional Sarjana Peternakan sangat sangat tidak ada nilainya. fakta mengatakan bahwa ahli IT, Perbankan, dan Oil&Gas jauh lebih diperlukan dibanding ahli ahli Peternakan. Walhasil, yaa banyak yang murtad. muncul sarjana sarjana peternakan munafik yang bekerja di Bank, atau cuma sekedar jadi staff administrasi di kantor yang sama sekali bukan bidang peternakan. Sangat sangat sedikit orang orang yang beruntung seperti anda anda yang ijazah kesarjanaannya di terima di dunia profesionalitas, walau itu di Instansi Pemerintah. sisanya jadi pegawai Bank, pegawai administrasi kantor2 bukan bidang peternakan, Dan PENGANGGURAN. saya masih bisa bersyukur karena walaupun saya bekerja untuk diri diri saya sendiri, saya bisa dibilang memiliki penghasilan. saya hanyalah seorang Tukang Daging. Untuk menjadi Tukang Daging tidak perlu mengejar Ijazah apa pun. Lulus SD pun sudah Cukup. kesimpulan pribadi saya ialah Sarjana Peternakan = Lulusan SD. Maaf kalau opini saya tergolong cukup skeptis, tapi inilah yang terjadi. Sarjana peternakan bisa berguna jika Badai Solar Matahari yang diramalkan NASA akan terjadi pada thn 2012/2013 benar benar terjadi. satelit akan rusak, tidak ada networking, tidak ada listrik karena generator yang didukung oleh dinamo yang notabene memiliki magnet rusak. akhirnya kehidupan manusia akan mundur lagi ke masa primitif. salah satu pilihan orang2 untuk bisa makan ya dengan bertani dan beternak. Untuk yang sudah berkarier, banyak banyak bersyukur. untuk yang masih kuliah…mungkin anda akan mengerti jika anda sudah selesai kuliah dan mulai mencari – cari lowongan pekerjaan baik di Internet dan koran2. Raihlah IPK yang sangat tinggi. kalau bisa nyampe 4. itupun jika anda memiliki rencana bekerja untuk orang lain. Siapkan mental anda kalau Ijazah Peternakan anda hanyalah kertas usang bertempelkan photo dan sedikit kenangan masa muda yang sudah terlewatkan.

  7. saya bangga bukan sebagai sarjana peternakan, akan tetapi sebagai calon sarjana peternakan. dan aat ini mungkin saya baru tahap belajar segala sesuatu tentang peternakan, akan tetapi saya yakin bahwa peternakan merupakan bidang yang punya potensi cukup tinggi baik untuk berbisnis, memberi manfaat bagi orang lain, melestarikan lingkungan dan tentunya mencerdaskan anak bangsa melalui berbagai macam produknya..

  8. kita ga bisa meramal masa depan, cerita bagus dari masa lalu untuk masa depan yang lain.

    fapet ugm 2012 😀

  9. Semua sudah ada yang mengatur, peternakan jelas dibutuhkan oleh manusia, tidak ada yang tidak dibutuhkan oleh manusia. tetep semangat dan bersyukur. 😀

  10. Saya wajib bangga dengan Sarjana Peternakan. Yang pertama karena saya juga ex mahasiswa peternakan di unsyiah. S1 peternakan itu tidak wajib berkecimpung didunia peternakan. Contoh saja mau jadi presiden kan gak ada lulusan sarja presiden. Terus majukan dunia peternakan, jayalah peternakan, jayalah indonesia.

  11. SAYA BANGGA MAUJADI SARJANA PETERNAKAN (ANGKATAN 2013 ) DOAKAN YAH MUDAH2 SARJANA 2017, TOH RASULULLAH PERNAH MENJADI PENGEMBALA

  12. Saya bangga jadi sarjana peternakan. Tidak ada aturan yang mengatakan bahwa sarjana peternakan harus jadi TS, peternak, dll. Justru dengan bekal S1 peternakan, saya bisa honor jadi guru MIPA di madrasa aliyah dgn gaji seadanya. Jadi penanggung jawab kebun sawit milik keluarga. Kulit hitam karna kerja lapangan, tangan penuh lecet karna babat belukar. Jadi seorang pengusaha konter hp kecil-kecilan. Semua dijalani slama 4 tahun di daerah terpencil yang hanya ada genset ato tenaga surya bila malam. Tahun ini, saya tinggal menunggu SK CPNS Wasbitnak. Tapi jangan berharap kaya jadi pegawai. Kalau mau nyaman jadi pegawai, tapi klo mau kaya raya jadi pengusaha, peternak sukses. Saya dan sahabat seangkatan di FAPET juga mengalami. Bukan cuman S.Pt kok yg murtad. ST, SE. atau S S lainnya juga banyak murtad. Intinya rezki sudah diatur. Tinggal ikhitar sinkron dengan doa. Buat payung merah… Sudah berkecimpungkah ana dibidang peternakan?… Klo tidak. anda murtad

  13. mata pelajaran yg mendukung utk masuk fapet apa2 aja kak?

  14. saya mahasiswi smester 2 unsyiah alias masih baru sekali. jujur membaca pendapat dari alumni2 yg udh dlu lulus, saya merasa ragu lagi apakah sy harus mlanjutkan jurusan peternakan ini.dan pendpat payung merah mmbuat sya sedih dan sedikit ragu dgn jur pet ini.mnta saran.a?

  15. saya mahasiswa baru UNDIP Fak. Peternakana. Makasih pak, untuk pencerahannya.

  16. Tahun ini aku ikut snmptn fapet unpad, tapi lihat komentar2nya kok aku jadi ciut ya.. Seandainnya nanti lolos snmptn, jdi mending di bawa atau enggak fapet nya? 😢

  17. Parah !!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s