Ngajar Temen Sendiri memang merepotkan….

Bingung juga nih saat tiba-tiba Mr. Yatno minta tolong menggantikannya ngajar Metode dan Evaluasi…..Waduh materinya kayaknya bener-bener dipaksain deh….masak metode pembelajaran digabung sama evaluasi pembelajaran yang agak-agak jauh….apalagi wektunya hanya 6 JP…..mana cukuuup…..jadi teringat sama Diklat TOT Perpustakaan dimana Evaluasi Pembelajaran mendapat porsi 16 JP…sementara Metode Pembelajaran dapat 20 JP yang memungkinkan kita sebagai fasilitator sedikit bermain-main sekaligus praktek metode pembelajaran interaktif dan praktek nyusun model-model soal ujian…. Dengan alokasi waktu yang demikian sedikit, malah bikin pusing…..mau diajar apa ya yang kira-kira berguna bagi peserta…lalu metode apa yang bisa dipakai buat mengajarkannya secara efektif ya….?!

Tapi sebenarnya yang bikin bingung itu bukan masalah itu. Terus terang aku sedikit jeri dengan komposisi peserta yang rata-rata lebih berumur daripada saya…..ples pangkat juga lebih tinggi….apalagi diantaranya adalah para widyaiswara dari beberapa lembaga diklat seperti dari Sragen dan Soropadan….juga beberapa WI dari kita sendiri yang lebih baru seperti Bu Lilin, Pak Wahyu dan Bu Martuti…tapi yang lebih bikin sungkan adalah kehadiran Pak Untung, Widyaiswara kita, yang notabene adalah sobat deketku… utamanya dalam mencari and memburu buku-buku….dan yang lebih ngeri lagi adalah keikutsertaan Pak Wardjito yang terkenal kritis, penuh ide sekaligus sering kumintai pertimbangan jika akunya lagi bingung dengan skenario pembelajaran sebuah mata diklat. Dan merekalah yang Senin kemaren harus kuhadapi di depan kelas….bener-bener tidak enak….!! Dan kayaknya hal-hal seperti itu pada masa-masa mendatang harus lebih kuhadapi….yakni mengajar temen-temen sendiri seperti hari kemaren yang merupakan saat pertama kali aku mengajar di depan temen sendiri…..bener-bener merepotkan….!!

Walaupun hanya 6 JP….tapi pengalaman pertama ngajar temen kali ini bener-bener kuhadapi dengan serius….walau akhirnya saya kehabisan akal buat mengatur strategi pembelajaran. Gimana tidak, semua jurus-jurus yang sebenarnya hendak kukeluarkan pasti sudah diketahui….terutama sama Pak Untung sama Pak Wardjito….lalu saya harus ngajar apa….?! Pusing aku. Semakin tak pikir semakin susah juga aku memvisualisasikan cara berdiri di depan kelas pada nantinya…Saat hampir menyerah, tiba-tiba muncul ide dimana saya akan berstrategi tanpa strategi….alias mengalir saja saat berdiri di depan kelas…di bayangkan saja bahwa saya hendak memfasilitasi seperti yang sudah-sudah…toh saya hanya hendak memfasilitasi dan bukan hendak mengajar…..Bahkan kemudian saya hampir gak belajar sama sekali buat menghadapi hari yang merepotkan itu….kecuali satu hal yakni saya hanya akan mengajarkan materi evaluasi pembelajaran tetapi dengan menggunakan beraneka ragam metode pembelajaran….yeah mirip-mirip cara saya ngajar evaluasi pembelajaran pada diklat TOT Perpustakaan…walau kali ini saya akan melengkapinya dengan menjelaskan metode pembelajaran yang saya pakai pada akhir sesi tentunya….

Bener juga, belum-belum Bu Martuti sudah buru-buru berceletuk…..
”Na…..di melopeni gak pernah mau sekarang malah datang sendiri….”
Memang kuakui selama ini Bu Martuti dan Bu Lilin pernah meminta agar ikut menyaksikan (sitting program) saya mengajar di kelas, tapi dengan berat hati selalu kutolak….paling hanya kubilangin jika pengen ngopy bahan-bahan pasti tak kasih….but yen arep sitting aku gak boleh….soalnya sungkan juga jika aku yang muda ini harus pura-pura menjadi orang yang lebih hebat dari mereka. Gimana tidak, Bu Martuti sebelum jadi widyaiswara merupakan seorang instruktur tenaga kerja yang sangat berpengalaman puluhan tahun….hingga mungkin sudah gak ada lagi yang bisa diambil dari seorang WI muda seperti saya….Saya melihat yang lebih dibutuhkan Bu Martuti hanyalah penyesuaian kecil saja…dari yang biasanya ngajar pekerja…sekarang ngajar PNS. Lalu Bu Lilin sendiri juga berlatar belakang doktor….yang menurut saya sih ngatasi anak-anak Parajab gak bakalan kemringet dah…..Tapi hari kemaren itu mau tak mau aku harus percaya diri sebagai orang yang siap berdiri di depan kelas…..

Hmm…tapi begitulah yang terjadi. Ketakutan itu biasanya lebih sering ada di dalam hati…. sementara kondisi dunia nyata tak seburuk yang aku kira. Yang penting prinsipnya jangan sampai ketakutan itu membuat kita enggan tuk melangkah…..Yang penting lagi kata Mario Teguh, jadikan ketakutan itu sebuah energi positif yang mendorong kita melangkah dengan cara terbaik….Dan pembelajaran pun mengalir dengan menyenangkan. Apalagi Pak Untung sempet meminjami saya speaker aktif hingga saya bisa langsung mempraktekkan metode pengajaran dengan menyertakan background musik agar membikin peserta santai. Dan acara tambah seru saat acara diskusi tentang tool apa saja yang bisa dipakai untuk mengukur kemampuan peserta baik pada ranah kognitif, psikomotorik dan afektif.….Mulanya sih adem-adem saja seperti biasa peserta yang pengen pembelajaran cepat selesai….Tapi dengan sedikit lontaran pertanyaan provokatof dari saya maka kelas pun menjadi penuh dengan lontaran pendapat yang bikin saya ayem karena mau tak mau waktu pun cepat selesai…..dan berakhir pulalah masa penderitaan saya dengan ibarat keluar dari sarang para macan….walau selamat tapi tak urung bikin gembrobyos juga……

Sebuah pengalaman yang menarik dan patut diceritakan…minimal patut dikenang sebagai sebuah moment kesuksesan dari bagian perjalanan panjang saya sebagai seorang widyaiswara…. Buat penginget-nginget di masa nanti lah agar saya bisa berbuat lebih baik saat menghadapi momen ngajar temen pada kesempatan lain…..Dan tentu saja hal itu sangat memuaskan hati saya…..Walaupun demikian, saat temen-temen sekretariat minta agar saya bersedia ngajar lagi di kelas yang sama keesokan harinya dengan materi Teknik Komunikasi dan Presentasi….serta merta hal itu saya tolak mentah-mentah….Okay… Okay….hari ini saya memang sukses selamat dari kandang macan liar …..tapi bukan berarti saya mau masuk lagi ke kandang macan yang sama…..Sorry saya tak punya mental yang cukup buat menghadapinya lagi….so…serahkan saja pada orang lain…. mungkin nanti lah kapan-kapan kucoba lagi…..asal jangan hari ini…..

Iklan

3 responses to “Ngajar Temen Sendiri memang merepotkan….

  1. Hmmm… terkadang ingin juga diajar oleh teman atau bekas murid …
    salam superhangat

  2. anda orang cerdas, kok grobosan, egp sajalah

  3. hehehe….
    aku baru tahu lho, kalau waktu itu anda kembrobyos….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s