Lagu Yang Cocok Buat Para Guru

”Nyanyi Pak….Nyanyi Pak…..” demikian yang sering kali saya dengar dari peserta jika mereka mulai bosan dengan pelajaran yang sedang saya sajikan. Nggak tahu kenapa, dan asalanya darimana menyanyi bersama-sama sepertinya menjadi trend bagi peserta diklat untuk menghilangkan kejenuhan. Sebenarnya sih bolah boleh saja sih kita pakek cara itu buat menyegarkan suasana….hanya saja koq sepertinya gak ada cara lain buat menghilangkan kejenuhan selain metode itu ya….bahkan kadang bikin jengkel juga jika peserta baru diterangkan sedikit eee….mereka sudah mulai mengantuk dan segera merengek-rengek minta nyanyi bersama….apalagi ada yang baru tahap perkenalan, alias belum diterangkan sama sekali…mereka sudah minta menyanyi….sebel banget hingga akunya kemudian ngomong ketus….”Sorry ya…pelajaran hari ini bukan pelajaran seni suara….” Bahkan Mas Abdul Mu’id, salah satu panitia di Jepara, sudah mulai apal dengan karakter saya hingga ”Kalo Pak Lutfi yang ngajar…pasti gak ada acara nyanyi-nyanyi bersama….” Perkataan yang maksudnya nyindir metode saya yang kering…atau malah muji karena tanpa nyanyi peserta pun bisa ’melek’….gak tau yang mana, yang jelas jika Mas Mu’id ngomong begitu paling saya hanya nyengir saja….

Bukan…bukan aku gak suka dengan acara nyanyi-nyanyi bersama. Cuman rasanya lucu saja jika kita sekelas nyanyi-nyanyi bersama tanpa juntrungan. Pengennya sih nyanyi yang kreatif and rekreatif hingga bikin kita tertawa bareng-bareng gitu. Hanya saja, jumlah lagu yang model begitu hanya sedikit koleksinya dan biasanya sudah dipakek sama WI yang ngajar terdahulu sebelum saya…hingga gak seru lagi deh jika kita nyanyikan lagi. Gak ada surprise-nya gitu. Pas kebetulan ngajarnya di awal-awal diklat hingga kita bisa nyuri start buat ngajarin nyanyian tersebut…juga kayaknya gak tega dengan WI yang datang belakangan dan lebih suka menyanyi daripada saya…. Pengennya sih bisa nyanyi lagu-lagu jaman sekarang alias lagu-lagu yang sedang trend… tapi ya itu gak lucu to kita nyanyi-nyanyi tanpa iringan musik. Pengennya sih seperti yang dilakukan Mr. Marpaung dari LAN…yang denger-denger suka bawa-bawa gitar dalam kelas hingga acara nyanyi-nyanyi bersamanya jadi lebih meriah….tapi belum berani ngelakuin gituan ’cos kayaknya koq gak lumrahnya….apalagi pas ketemu terakhir dengan Mr. Marpaung….sang satria bergitar itu sudah tidak nggendong benda kesayangannya itu…hingga akunya kehilangan moment ’role model’ buat mencontohnya….(soalnya aku sih dikit-dikit bisa juga ngegitar walau kemampuannya sih sekedar bisa dipakek buat nyaingin pengamen-pengamen yang sering kujumpai saat perjalanan panjang ke luar kota….)

Yang bikin sedih lagi jika yang minta nyanyi bersama itu adalah kelas dimana pesertanya kebayakan berprofesi sebagai seorang guru. Dari beberapa bincang-bincang akrab dengan mereka, saya sih sempet mendengar bahwa para guru pun saat ini sedang kebingungan buat mencari model pembelajaran yang lebih menyenangkan buat para murid sekolah. Na…dengan adanya diklat and ketemu dengan para WI yang terkenal kaya metode….para guru tersebut sedikit banyak akan mencontoh apa yang sedang kami buat. Dan yang saya takutkan adalah mereka menganggap metode menyanyi adalah satu-satunya cara buat membikin kelas hidup alias menciptakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menyanyi….hingga bisa Anda bayangkan bagaimana riuhnya sebuah kelas sekolah jika semua gurunya selalau mengajak menyanyi bersama di setiap sesi pembelajaran….bisa-bisa bikin guru seni suara (eh masih ada pelajaran seni suara atau nggak ya….?!) siap-siap kehilangan pekerjaannya deh…..hi…hi…hi….

Saat mengajar di Cilacap, bahkan sampai beberapa kali peserta (sebagian besar guru) minta untuk menyanyikan sebuah lagu…..Walau saya sudah merasa sesi yang saya buat tidak pernah membosankan buat mereka. Bukti tidak membosankannya sesi yang saya sajikan adalah peserta sempat meminta nasehat buat memberikan tips bagaimana memberikan pembelajaran yang menyenangkan bagi anak sekolah. Dengan alasan gak pernah mengajar anak sekolah, aku pun hanya bisa menyarankan untuk mencoba menerapkan model pembelajaran andragogy dalam pedagogy…..Sangking pengennya mereka menyanyi (heran juga saya dengan mereka itu…), sebelum sesi ditutup salah seorang peserta putri nekad menyanyikan sebuah lagu dangdut….yang bikin aku agak sebel, karena sudah memakan wektu, nyanyinya juga gak begitu bagus sekaligus tanpa musik lagi (khan lagu dangdut itu hanya bagus dinyanyikan jika ada musiknya to…?!). Tapi tiba-tiba timbul ide terkait dengan kenekadan peserta dihubungkan dengan profesi mereka sebagai seorang guru….Ya….tiba-tiba saja saya menemukan sebuah lagu yang cocok buat para guru dalam menggeluti profesinya yang mulia…dalam mendidik anak-anak menjadi manusia yang lebih baik….ini lirik lagunya….

Judul : Aku Mau
By Once

Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Tapi takkan merubah perasaanku
Kepadamu

Kuyakin pasti suatu saat
Semua kan terjadi
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Selalu bersedia bahagiakanmu
Apapun terjadi
Kujanjikan aku ada

Kau boleh jauhi diriku
Namun kupercaya
Kau kan mencintaiku
Dan tak akan pernah melepasku

Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau cintai kekuranganmu
Aku yang rela terluka
Untuk masa lalu……

Bagaimana wahai para guru….?! Apakah Anda menemukan sesuatu sekaligus terinspirasi dengan lagu ini. Bayangkan jika yang sedang Anda cintai adalah anak didik Anda. Ya….begitulah yang seharusnya dilakukan para guru dalam mendidik murid-muridnya. Artinya apa, gak peduli teknik apa yang hendak dipergunakan….selama para guru bersedia mengajar dengan penuh cinta kasih yang tulus bagi murid-muridnya maka saya yakin para murid pun akan memberikan respon serupa buat para gurunya. Dan itulah yang hendak saya sampaikan buat menjawab pertanyaan bagaimana menerapkan pembelajaran yang menyenangkan di sekolah….(walau sebenarnya itu juga berlaku bagi saya sebagai seorang fasilitator…). Bagaimana…..?! Sudah Anda renungkan syair-syairnya yang bermakna….Sudah….?! Baiklah mari kita nyanyikan bersama-sama…..1…2…3….

3 responses to “Lagu Yang Cocok Buat Para Guru

  1. ya lagunya Bang Iwan itu tuh….

    Oemar bakri….oemar bakri…
    bikin otak orang seperti otak habibi…
    tapi mengapa gaji guru oemar bakri seperti dikebiri….
    (eit ga lagi kali ya….)

  2. Pak Agus Lutfi, makanya jangan serius terus nanti tambah botak rasain luuuuu , gampang saya juga selalu dengan musik tapi untuk becground saja, kalau toh nyanyi bersama ya yang ada kaitannya dg mata pelajarannya dong. Tapi kalau mbah Mooo ya mesemo terus, Kus Plus terus.

  3. wah enak bnget lguny..
    tpie syank lagu itu dinynyikn oleh gru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s