Bahkan Sarno pun ingin berubah….

“If You Don’t Learn You Don’t Change…..
If You Don’t Change You Die…”
Peter Senge

Pada dasarnya manusia harus senantiasa berubah…ke arah yang lebih baik tentunya. Mengapa demikian….?! Tentu saja alasan utama adalah Dunia sedang berubah…ke arah yang lebih sulit dan lebih menantang manusia untuk mengantisipasinya….Iklim yang berubah semakin tak menentu akibat pemansan global….Budaya manusia pun telah berubah dari yang tradisional, rasional sampai kepada digitalisme…. Hal itu tentu saja menuntut manusia-manusia modern keluar dari comfort-comfort zone nya….ibarat kodok rebus dalam sebuah panci yang jika tidak cepat meloncat maka dia akan mati. Kuncinya kalau menurut Steven Covey salah satunya adalah dengan selalu mengasah gergaji (sharpeness the saw)….ya…manusia harus siap untuk selalu belajar agar selalu up to date…kalo tidak ya…siap-siap ketinggalan jaman…..alias jadi manusia yang gak kepakek lagi….

Lalu Who is Mr. Sarno….?! Mr. Sarno adalah temen saya semenjak bergabung sebagai CPNS di Bandiklat Jawa Tengah…Dari namanya yang pendek dan Wong Jowo banget, Anda bisa menebak sosok seperti apa Mr. Sarno itu…..bisa dikatakan dia merupakan sosok PNS yang biasa kita jumpai sehari-hari. Taat aturan, sibuk dengan rutinitas, normative, sedikit lugu alias gaptek alias gak bisa komputer…. ples dengan jalannya yang kalem….glek….glek….glek…. nyantai…..ibarat waktu gak pernah ada habisnya……Seringkali kami memanggilnya dengan Sarno bendol mengingat tugasnya yang sedikit paling lower di unit kerja kami….alias tukang pengantar surat nan setia dengan motor bebek hitamnya yang tua serta suka ngadat jika jalannya menanjak….. Satu yang kuingat dari dirinya adalah semangat untuk selalu mengatakan bisa saat diperitah mengerjakan sesuatu dari pimpinan….walau hasilnya pun gak bisa dikatakan bagus…..Pendek kata tak ada yang istimewa bagi dirinya…..kecuali perubahan-perubahan yang terjadi pada dirinya…. yang jauh lebih menarik untuk diceritakan daripada sibuk membayangkan sosoknya yang kembar identik dengan namanya he….he….he….

Semuanya berawal saat Mr. Sarno mendapat tugas buat ikut diklat Manajemen Kearsipan buat meningkatkan kompetensinya yang emang gak jauh-jauh amat dari hal itu. Yang agak sedikit bikin kaget saya adalah perubahan sikap sepulang dari ikut diklat yang tempatnya di kantornya sendiri itu…..Entah kerasukan malaikat darimana, Sarno mendadak jadi rajin…terutama dalam menata arsip-arsip yang ada di unit kerja kami, bidang program, yang terkenal amburadul gak ke-urus. Waktu tak tanya kenapa dia mendadak jadi rajin setelah ikut diklat…jawabannya bener-bener mengejutkan saya…
“Setelah ikut diklat yo…harusnya ilmunya dimanfaatkan to Mas….mosok arep podho wae….Aku khan gak biso ikut diajak mikir koyok kono….jadi ya ini saja yang bisa saya lakukan demi kemajuan bidang program”
Sebuah jawaban lugu, sederhana sekaligus menohok perasaan saya yang gak pernah kepikiran dengan jawabannya itu…walau tidak sekedar ucapan karena mulai saat itu semua berkas yang ada di unit kerja kami yang kecil menjadi bersih dan tertata rapi…. Yang masih perlu alias dipakek, ditata di almari-almari…sementara yang sudah kadaluarsa segera dimasukkan ke dalam gudang….

Waktu tahun berikutnya saya pindah dari Bidang Program ke pelaksana diklat teknis, ternyata Mr. Sarno pun ngikut dengan saya. Dan sekali lagi Mr. Sarno pun kembali beraksi dengan kompetensinya yang tukang bersih-bersih arsip itu. Lalu saat diklat teknis mulai sibuk dengan banyak pekerjaan, Mr. Sarno tak jadikan partner yang paling kupercaya buat ngurusi lapangan sementara saya sibuk ngurusi pekerjaan administrasi seperti surat menyurat ples sambutan-sambutan yang bejibun jumlahnya. Dan saya sendiri merasa sangat terbantu dengan kerja Mr. Sarno yang menyapu bersih segala tugas-tugas lapangan seperti : ngurusi pemanggilan peserta, pemanggilan pengajar, masalah ATK di kelas, ngurusi pelaksanaan ujian, evaluasi….pendek kata Sarno pun sedikit meningkat pangkatnya dari yang semula sebagai tukang nganter surat menjadi seorang supervisor lapangan (ini kalo di swasta lo….kalo di negri sih pekerjaan ini gak ada he…he…he…). Kerjasama kami berjalan memuaskan sampai kemudian saya harus pindah dari bidang teknis….sesuatu yang sempat ditangisi oleh Sarno walau kemudian saya coba tenangkan dengan sebuah janji yang intinya adalah kesiapan saya buat membantu Sarno kapan pun dibutuhkan….

Dan begitulah yang terjadi. Walau sudah pindah bidang…sesekali saya masih membantu segala tugas yang dilaksanakan Sarno, termasuk mengajarinya mengoperasikan computer mulai bagian yang paling sederhana yakni menuliskan surat dinas…sampai nyusunin anggaran yang waktu itu menggunakan program excel yang waktu itu belum dikuasainya. Dan saya lihat Mr. Sarno pun cukup bersemangat mengerjakan tugas barunya….walau sekarang dia harus mobat mabit sendirian dari ngurusi administrasi sampai tugas lapangan. Bahkan dianya sempet juga ngikut ngebantuin ngurusi pekerjaan di seksi sebelah akibat kurangnya orang yang bisa ngetik computer…..sebuah perkembangan yang bikin saya senang sekaligus mulai bisa ngeculke Sarno bekerja sendirian. Dan tambah seneng lagi saat mengetahui hal itu berdampak pada ekonomi keluarganya yang meningkat juga…hingga dia bisa mengganti motor bututnya dengan motor kreditan merk China yang cukup keren….ples berhasil mengakuisisi rumah sebelah…hingga rumahnya yang tipe 21 itu bisa sedikit longgar….

Akibat kesibukanku, perhatian terhadap Mr. Sarno pun sedikit berkurang….yang jelas Sarno pun sudah bukan lagi kacung tapi mulai dipercaya pimpinan sebagai tangan sebelum kanan (soalnya tangan kanan khan biasanya yang pejabat he….he…he…). Bahkan di kampong pun Sarno mulai jadi orang penting dengan menduduki jabatan mulai dari pengurus RT…ketua RT…sampai terpilih lewat votting menjadi ketua RW. Ekonominya pun mulai meningkat hingga motor kreditannya pun sudah dituker denga sebuah kijang kapsul tua yang belakangan berubah lagi menjadi sebuah sedan lama…. Dan yang lebih membahagiakan lagi adalah semangatnya yang walau menurut banyak orang otaknya pas-pasan tapi berbekal semangat…Sarno pun nekad ngambil kuliah hingga lulus sebagai seorang sarjana….Sampai disini Sarno pun menjelma dari seorang PNS yang kelas rendahan menjadi PNS kelas menengah….alias jadi koordinator PNS lain yang belum jadi pejabat….luar biasa….!!

Saat mengajar di Kebumen bulan yang lalu, saya dikejutkan dengan bel dari temen lama saya Mr. Sarno yang lagi-lagi minta bantuan saya. Ada apa nih…?! Tumben-tumbenan Sarno minta bantuan saya lagi setelah sekian lama….Tapi waktu saya tanya via telepon, Mr. Sarnonya diam saja dan hanya ingin waktu selo saya hingga dia bisa dolan ke rumah. Dan benarlah, Jum’at sore Sarno datang ke rumah saya…..ternyata kedatangannya ke rumah adalah buat minta tolong mbikinin presentasi buat tugas kuliahnya…. Kuliah….kuliah apalagi….?! Dan alangkah kagetnya saya saat Sarno ngaku kalo saat ini sedang ngambil kuliah S2….di salah satu perguruan tinggi swasta di Semarang….!! Walau dalam hati bertanya-tanya buat apa dia sekolah lagi….wong saat ini statusnya hanyalah staf abadi dan belum tentu bisa diangkat sebagai pejabat …..tapi saya tetep berusaha membantu tugasnya itu dengan senang hati…..

Agak geli juga saat mengantarkan Sarno pulang sore itu…masak kuliah S2 koq nerjemahin jurnal saja tidak bisa…. Rusak-rusak….sekolah jaman sekarang ini terlalu komersil hingga melupakan kualitas….hingga Sarno yang kata banyak orang otaknya pas-pasan pun bisa sekolah lagi sampek S2…. Iki jenenge mateni pasaran, masak ijazah S2 yang kuperoleh dengan susah payah 11 tahun yang lalu jadi tidak ada harganya….  karena semuanya pun sekarang bisa dengan mudah ngambil kuliah S2…asal ada uang maka sekolah pun bisa didapat…..

Astaghfirullah….tiba-tiba saya tersadar sesuatu. Bukan-bukan ijazah saya yang tidak berharga….bukan pula sekolah yang jadi demikian komersil…..tapi memang jamannya yang sudah berbeda…sudah berubah….ternyata saya sendiri yang lupa mengantisipasi tuntutan zaman….kemana saja kamu Lut….?! Seorang mahasiswa ambisius yang haus akan ilmu…?! Ternyata selama sepuluh tahun ini kamu tidak kemana-kemana…kamu masih sama dengan sepuluh tahun yang lalu….masih saja seorang PNS yang cuman lulusan S2…..kemana saja kamu Lut….?!

Begitulah fikiran-fikiran yang berpendar-pendar dalam hati saya selama beberapa hari ini…Dan setelah saya renung-renungkan, terutama dengan melihat temen-temen saya di Fapet dahulu yang beredar di facebook….rata-rata mereka telah kuliah S2 juga….malah ada yang sudah doctor lagi….sudah pergi kemana-mana bahkan sampai ke luar negeri. Bagaimana dengan saya….?! Ternyata saya masih terjebak disini…masih ada di Indonesia….belum melihat kemana-mana…dan bisa dikatakan masih menyanyikan lagu yang sama
“Aku Masih Seperti Yang Dulu….”

Gawat….!! Ternyata seperti itulah diriku saat ini….sama seperti yang dulu. Dan yang lebih gawat masih berpuas diri dengan gelarku yang dulu juga….tanpa ada rencana buat belajar lagi melalui pendidikan formal selanjutnya. Kedatangan Mr. Sarno sore itu ke rumah menyadarkanku satu hal…..menyadarkanku akan sebuah kenyataan pahit bahwa Mr. Sarno pun bahkan ingin berubah….(apalagi yang lain….) Dan tentu saja saya pun mulai saat ini harus berubah….karena kalau tidak aku pun suatu saat bisa menjadi manusia yang ketinggalan jaman juga…. Jadi kuncinya tidak lain dan tidak bukan hanyalah akunya sendiri yang harus berubah….. tentu saja, kearah yang lebih baik bagi kehidupanku selanjutnya. Yang penting diniatin dulu untuk berubah….belajar lagi….sekolah lagi…walau belum tahu kapan bisa ngumpulin duit untuk itu. Tapi setidaknya saat ini saya sudah punya niat…. dan itu sudah sebuah langkah pertama yang perlu diambil setiap orang yang ingin berubah…..

2 responses to “Bahkan Sarno pun ingin berubah….

  1. makasih infonya… sangat membantu.. tak tunggu kunjungan baliknya

  2. Pak Lutfi, terima kasih banyak tulisan bapak telah saya baca. salah satunya yang ini. saya setuju, manusia memang harus selalu berubah ke arah yang lebih baik. agar amanat “khalifah” di muka bumi dapat dilaksanakan.

    saya mengalami hal yang sama, menyadari bahwa “selama ini saya tidak kemana-mana”. dan di bulan Rmadhan ini saya mendapatkan tugas untuk memimpin sebuah perhimpunan alumni. saya terima ini sebagai sebuah titik untuk berubah ke arah yang lebih baik.

    semoga Pak Lutfi diberi kemampuan untuk selalu menulis sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang … amien

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s