Values dari Widyaiswara

Sebelum saya jabarkan lebih lanjut tulisan ini, saya hendak kemukakan pengertian nilai yang dikemukakan oleh Adi W. Gunawan dalam bukunya The Secret of Mindset, yakni nilai atau value adalah apa yang kita yakini atau percayai sebagai sesuatu yg berharga bagi kehidupan kita. Secara jelas definisi dan kedudukan value tertuang dalam gambar berikut :

Slide1

Dari gambar tersebut terlihat jelas bahwa nilai mendasari segala aspek kehidupan kita.Beberapa hal lain dari gambar tersebut yang perlu diketahui adalah

Beliefs: Sesuatu yang kita yakini sebagai hal yang benar menurut pemikiran kita
Rule : Seperangkat aturan untuk yang menentukan apakah kita merasa telah mencapai value atau hal penting
Self Talk : Dialog internal yang terjadi dalam diri kita yang selalu kita alami saat kita berinteraksi dengan lingkungan
Behaviour : perilaku atau respon yang tampak terhadap suatu peristiwa.

Dari gambar tersebut juga terlihat bahwa perilaku atau behaviour lah yang selama ini kita lihat dari seseorang saat dia menghadapi pilihan-pilihan dalam kehidupannya, sementara sebab terjadinya perilaku, baik itu self talk, rule, beliefs maupun nilai, tidak tampak oleh kita. Dari gambar tersebut juga bisa kita lihat bahwa segalanya terbentuk karena pengaruh lingkungan, baik lingkungan keluarga, teman-teman terdekat maupun masyarakat.

Lalu bagaimana dengan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh seorang widyaiswara yang konon secara definitif harus selalu menyuarakan kebaikan….?! Na….dalam Diklat Karya Tulis Ilmiah yang sedang saya ikuti, Pak Suparmo Ali mengemukakan nilai-nilai kebaikan seperti tercantum dalam gambar berikut :

Slide1

Dan saya yakin Anda semua setuju jika ke-26 nilai kebaikan itu harusnya ada dalam diri seorang widyaiswara. Hanya saja masalah kemudian timbul saat Pak Parmo Ali meminta kita para peserta diklat memilih 3 diantara nilai-nilai tersebut yang paling cocok buat WI…karena tentu saja setiap orang memiliki pilihan sendiri-sendiri…..Dan walaupun akhirnya peserta sepakat memilih tiga nilai : Kesabaran, Kejujuran dan Kesungguhan….saya termasuk orang yang berteriak-teriak tidak setuju dengan pendapat itu…Berhubung kalah suara akibat voting maka saya muat saja pendapat saya di postingan kali ini….biar gak nggonduk….memang sedikit liar dan kontroversi tetapi pendapat saya pasti telah saya landasi dengan argumen yang ”out of the boxes” seperti kegemaran Pak SBY……simak saja ya….
1. Kejujuran
Kayaknya tidak begitu cocok diterapkan pada widyaiswara deh. Soalnya seringkali kita harus sedikit memotivasi peserta agar mereka tetap bersemangat dalam bekerja yang tentu saja hal itu akan sedikit menyembunyikan realita yang sebenarnya. Sebagai contoh kita sering menghibur para peserta prajabatan golongan II tentang karier yang cemerlang sebagai seorang PNS…..padahal….

2. Ketaatan
Waduh kalau ini sih sayanya mengacu pada para WI utama yang harus minta-minta pada LAN agar bisa ngajar di Diklat Pim II agar dapat memenuhi angka kredit…. padahal kadang pimpinan pengennya para WI senior itu stay at home mengingat daerah lah yang membayar segala gaji dan tunjangan mereka….Khan susah untuk taat toh…wong jika mereka terlalu taat pasti gak dapat angka kredit dan resikonya bisa diberhentikan sebagai WI….

3. Kesabaran
Na….kayaknya yang ini cocok banget bagi seorang Widyaiswara mengingat memang modal utama WI ya…harus bersabar….utamanya dalam menghadapi peserta di kelas yang kadang rewel…..belum lagi masalah kebijakan yang kadang memojokkan posisi WI…juga honor yang sering telat….atau terlalu sekedarnya….

4. Kerajinan
Kayaknya WI lebih suka yang prinsip smart work daripada hard work…buktinya setiap mata pelajaran pasti selalu ada diskusinya…..

5. Ketekunan
Kayaknya prinsip ini hanya cocok bagi WI yang sudah pernah ngumpulin angka kredit atau yang sudah pernah naik pangkat selama jadi WI (ini sih termasuk saya he…he…he…)….karena pekerjaan itulah yang bener-bener butuh ketekunan dari seorang WI….

6. Ketelitian
Kayaknya yang ini lebih cocok buat orang yang ngurusi masalah keuangan deh…. soalnya WI khan boleh salah….

7. Kesungguhan
Kalo mata pelajarannya baru pertama kali kitanya ngajar, pasti WI-nya selalu bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan diri hingga kadang sampek satu bulanan mikir terus….tapi kayaknya hal itu jarang deh…soalnya yang seringkali kita ajar adalah diklat prajabatan yang materinya ita itu saja….

8. Kemampuan
Harusnya sih begitu…..salah satunya adalah menguasai substansi materi dengan baik. Hanya saja saya baru baca buku tentang NLP buat coaching…eeee disitu tertulis bahwa WI itu tugasnya hanya fasilitator dan bukan mengajar hingga bahkan gak nguasai materi juga gak pa pa….Dan iseng-iseng saya pernah nyoba juga masuk dalam Diklat Posyandektes yang saya sendiri gak ngerti apaan itu…bukan tanpa persiapan sama sekalilo……tapi dengan gaya fasilitator akhirnya saya berhasil juga mengarahkan peserta sesuai yang mereka inginkan…dan kayaknya mereka juga puas and seneng-seneng saja dengan kehadiran saya di kelas he…he…he….

9. Keterampilan
Mirip dengan yang sebelumnya deh….yang penting dari seorang WI adalah lebih memotivasi daripada mengajari koq…..

10. Kesetiakawanan
Mmmm….WI sih orang fungsional….kayaknya lebih condong ke arah kemandirian deh…..

11. Kepandaian
Kepandaian dalam hal apa….?! Na…berhubung belum ada sertifikasi buat WI maka ukuran kepandaian itu menjadi susah….

12. Kesehatan
Ini kadang malah dapat dijadikan anekdot bagi para WI termasuk saya yang terakhir kemaren gak bisa ikut Upacara 17-an akibat diare parah…tapi besoknya malah seger buger saat dapat tugas mengajar hingga Pak Joko sempet nyindir….”katanya sakit…. tapi kalo disuruh ngajar koq mendadak sehat….?

13. Keadilan
Teorinya sih begitu…yakni kita harus adil dalam memperlakukan seluruh siswa….tapi tidak bisa dipungkiri jika para WI lebih suka sama peserta yang aktif, pinter ngomong, rajin bertanya, rajin mengerjakan tugas, cantik….

14. Ketaqwaan
Ini cocok khusus bagi WI yang ngampu materi pembinaan mental PNS yang sedikit berbau-bau ceramah gitu… sementara yang lain….

15. Kepemimpinan
Mmm….WI sih lebih suka jika banyak mendengarkan pendapat-pendapat atau alternatif-alternatif alias semua pendapat tidak ada yang salah….padahal pimpinan khan identik dengan ketegasan dalam membuat keputusan….jadi….

16. Ketahanan
WI sih mana tahaaann…….

17. Kebijakan
WI mah gak punya anak buah…jadi bijak sana kurang relevan lah….

18. Keikhlasan
Kayaknya belum ketemu deh ada WI yang rela ngajar berjam-jam tanpa dibayar…

19. Ketenangan
Tenang sih kalo sedang banyak JP…coba kalo ada masalah sedikit saja yang menggangu kepentingan mereka…pasti deh semuanya rame-rame unjuk bicara….

20. Kemajuan
Pengennya sih begitu….tapi kalo ngajarnya kebanyakan diklat prajabatan maka yang terjadi adalah sebuah rutinitas dan kayaknya bukan kemajuan deh….

21. Kebersamaan
Wah hal itu bener-bener saya rasakan kemaren saat bulan April-Juli kemaren disaat banyak sekali proyek diklat prajabatan yang harus kita garap bareng-bareng…..tanpa bisa nolak ngajar atau sekedar istirahat karena begitu salah seorang WI istirahat maka temen yang lain harus menggantikan hingga pastinya ngajar sambil kelelahan…. Sayangnya saat proyeknya mulai surut, kebersamaan itu juga perlahan-lahan mulai menghilang…..

22. Kedewasaan
Lah biar pelajaran masuk khan butuh suasana yang alpha-theta….yang hal itu dapat dicapai jika suasana belajarnya menyenangkan alias bisa menggiring peserta kembali ke kondisi belajar anak-anak…so…WI-nya terpaksa harus ikut tidak dewasa….

23. Kebenaran
WI yang ngampu pelayanan prima sering menggerutu tentang hal ini karena mereka terpaksa mengajarkan sesuatu yang sulit dilakukan….

24. Keramahtamahan
Kayaknya ini yang cocok deh dengan widyaiswara…..soalnya peserta mana ada yang seneng sama widyaiswara yang suka ’methuthut’ saja di kelas….jadi setiap masuk kelas mesemo…..

25. Kerjasama
Perasaan semua WI lebih suka ngajarnya sendiri-sendiri daripada yang model ngajar bareng alias team teaching…..

26. Kesejahteraan
Kalo yang ini sih WI masih ngiri sama PGRI miliknya para guru yang bisa memperjuangkan nasibnya hingga mendapat rencana perbaikan kesejahteraan berupa kenaikan gaji dan tunjangan profesi…. Sementara yang miliknya widyaiswara yakni IWI….kayaknya belum sekeras PGRI deh suaranya….

Dan akhirnya berdasarkan pertimbangan hal tersebut diatas maka pilihan saya sendiri jatuh pada tiga hal, yakni kesabaran, ketekunan (karena saya sudah pernah naik pangkat selama jadi WI he…he…he…), serta keramahtamahan….  Memang subyektif banget dan sedikit provokatif…dan Anda semua boleh tidak setuju dengan pendapat saya….tapi yang jelas tulisan ini memang saya khususkan bagi para widyaiswara…karena di luar profesi widyaiswara pasti punya pilihan sendiri…dengan didasari kriteria dan argumen yang sendiri-sendiri juga…..la….la…la….sekali merdeka tetap merdeka….

2 responses to “Values dari Widyaiswara

  1. salam super, perkenalkan saya haris widyaiswara BBPP Ketindan Malang, mohon izin untuk copy tulisanx, salam buat widyaiswara jawa tengah khususnya teman2 yang pernah di BPSDMP Soropadan, terimakasih paknewulan.

  2. mau tanya…., widyaiswara itu mendapatkan tunjangan profesi apa gak ya….?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s