Diklat TOT Sosialisasi UUD 1945 Yang Menyenangkan….

Dari dulu saya selalu meyakini bahwa suatu proses pembelajaran itu akan menyenangkan jika kita melakukannya dengan motode yang tepat. Dan itulah alasannya mengapa saya mengambil mata pelajaran garing semacam ’Manajemen Perkantoran Modern’ karena saya yakin dengan menggunakan metode yang baik kita akan dengan mudah bisa menyulap yang garing itu menjadi suatu yang menyenangkan dan ujung-ujungnya pelajaran itu akan dapat terserap dengan baik. Lihat pula contoh judul diklat diatas. Judul garing yang mencerminkan isinya yang memang melulu membahas materi UUD 1945 yang telah mengalami perubahan akibat 4 tahapan amandemen mulai 1999-2002. Betul 100%…..ya diklat itu isinya yang memang begitu itu. Akan tetapi, saya merasakan sendiri sebuah materi garing yang dikemas dalam metode yang tepat ternyata menghasilkan pengalaman pembelajaran sekaligus pengkayaan kompetensi yang luar biasa bagi saya pribadi….dan saya kira bagi sebagian besar peserta juga….

Jalannya diklat saya bisa ceritakan sebagai berikut. Pertama-tama kita didesain terlebih dulu agar bisa akrab satu sama lain melalui pelajaran dinamika kelompok guna menghilangkan dinding-dinding kebekuan yang melanda peserta. Lalu, kita emudian diberi pre test guna mengukur kemampuan awal kita sebagai peserta. Hasil pre test ternyata menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta hanyalah 35 % saja. Cukup jelek. Tapi gak pa-pa karena dari pre test tersebut para fasilitator yang notabene merupakan anggota MPR-RI bisa mengukur apa saja yang perlu diberikan pada peserta. Hari kedua merupakan hari yang melelahkan karena kita diberi ceramah dari pagi sampai malam tentang materi UUD 1945 beserta perubahannya….yang walau penyajinya menarik dan cukup meyakinkan karena merupakan Anggota MPR…. yang dahsyatnya, disamping mereka sangat menguasai materi, mereka rata-rata orangnya ramah, gak jaim, cukup terbuka alias gak marah-marah walau sedikit kita ejek tentang lembaganya….bahkan cukup jentel menyatakan bahwa memang tidak semua anggota MPR berkualitas….tapi seperti laiknya metode ceramah lain maka hasilnya pasti membosankan….dan saya diem-diem sempet nyolong tidur di kamar saat sesi kedua setelah sebelumnya absen sebagai bukti kehadiran….he….he….he….
Hari ketiga, peserta dibagi dalam 4 kelompok dan diberi tugas mendiskusikan soal-soal berkaitan dengan isi UUD 1945 yang telah diubah itu. Dalam berdiskusi, kelompok kami ditemani oleh 2 orang narasumber anggota MPR yakni : Dr. Yasonna H. Laoly, SH, M.Sc dari fraksi PDIP yang sangat menguasai materi mengingat latar belakang Beliau yang merupakan mantan dosen dan pengalamannya yang lama di luar negeri hingga peserta banyak mendapatkan pencerahan dari uraian-uraian yang Beliau sampaiakan selama diskusi. Disamping itu, kami juga ditemani oleh Bapak Martin Hutabarat, SH dari Gerindra yang begitu arif bijaksana sekaligus kebapaan hingga membuat peserta tak sungkan buat ’menakali’ Beliaunya yang terhormat itu. Sebagai misal, saya sempet mengusili Pak Martin (saat Pak Laoly ke kamar kecil….) tentang partainya yang katanya merupakan penjelmaan dari HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) tapi saat kampanye sama sekali tidak mencerminkan wakil petani….melainkan lebih bercitra sebagai gerombolan preman alias kaki tangan militer….dengan mengingat Pak Ketua-nya yang merupakan bekas salah satu petinggi militer…..

Hari ketiga, metode yang digunakan adalah simulai dimana masing-masing kelompok tampil ke depan memaparkan slide-slide dari materi UUD 1945 yang telah mengalami perubahan. Na…yang bikin menarik adalah jika salah satu kelompok tampil maka kelompok lain bertugas untuk memberikan pertanyaan yang terkait materi yang disajikan. Menariknya, pertanyaan-pertanyaan yang diberikan sudah dikonsep sejak semalaman sehingga kualitas pertanyaan itu benar-benar kelas berat dan bikin penyaji keringatan jika tidak siap menjawabnya. Walau demikian, secara tdak langsung hal itu malah bagus buat memperdalam pengertian peserta terhadap materi. Dan diakhir setiap sesi, sang narasumber akan memberikan evaluasi sekaligus menjawab pertanyaan yang tak terjawab oleh penyaji. Acara diskusi diakhiri dengan memberikan post test.

Dan masih ada yang menarik dari diklat ini, yakni saat narasumber (Pak Laoly) memberikan ulasan terhadap jawaban dari post test yang diberikan. Dan ulasan-ulasan yang diberikan bener-bener menari sehingga sekali lagi memperdalam pengertian kita terhadap materi. Perlu diketahui, soal pre dan post test itu bener-bener disusun oleh seorang ahli mengingat tingkat kesulitannya yang tinggi, berbentuk B-S dan penuh dengan jebakan-jebakan yang bikin seorang yang tahu materi setengah-setengah aan memberikan jawaban yang salah. Belum lagi Pak Laoly juga memberikan statement tambahan bahwa walau jawaban kita betul tapi alasan dibalik itu salah maka kita dianggap belum bener-bener mengerti terhadap materi. Walau demikian Pak Laoly cukup puas dengan hasil post test yang mencapai 67 %…..lumayan dan masih bisa diperbaiki pengertian kita dengan lebih banyak membaca materi tersebut…..

Yang jelas saya bener-bener puas dengan desain pembelajaran yang model begini. Karena saya merasa menjadi manusia baru yang penuh dengan kompetensi baru. Disamping itu, saya bener-bener salut dengan para narasumber yang para Anggota MPR itu. Ternyata anggota MPR itu tidak semuanya negatif seperti yang diceritakan koran-koran dan televisi itu. Masih banyak orang-orang pinter dan idealis seperti Pak Yasona Laoly, Pak Lukman Hakim, Pak Ganjar Pranowo, Pak Marten Hutabarat dsb…. Saya bangga deh dengan anggota MPR kita….. ini bukan karena saya PNS lo…atau sekedar nyolu…..tapi bener-bener keluar dari hati yang paling dalem…..kalo gak percaya, ajak omong deh sama mereka-mereka yang saya sebut tadi…..

Dan buat melestarikan kompetensi yang baru saya dapat….saya pun bertekad untuk tahun 2010 akan mengambil Mata Pelajaran garing lain….yakni Sistem Pemerintahan NKRI….!! Sebuah mata pelajaran yang menarik buat diubah menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan….tidak hanya bagi peserta tapi juga bagi saya buat belajar lebih lanjut tentang Sistem Pemerintahan kita….Gak nyambung dengan pendidikan gak po po….wong prinsip belajar terbaik adalah mengajar….setuju….?!

3 responses to “Diklat TOT Sosialisasi UUD 1945 Yang Menyenangkan….

  1. Apa anda punya konsep perumpunan keahlian widyaiswara? Oh ya Saya adalah WI Dephut.

  2. Assalamu’alaikum Pak.

    sepertinya waktu ToT MPR, Bapak masuk dalam kelompok yang saya dampingi ya?? Bagaimana kabarnya pak? Salam kagem keluarga.

  3. salam pak, saya cawid 2010 ini pak, dimanakah kita bisa dapat info diklat TOT yang lainnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s