Berguru Sampai ke Negeri Betawi

Baru hari ini saya bisa ngeblog setelah mungkin absen sampai beberapa hari…..bukan apa-apa melainkan karena saya memang kesulitan untuk mendapatkan koneksi internet di sebuah kota yang katanya menjadi pusat segala pusat informasi yang ada di negeri ini yakni Jakarta yang kata ‘Bang Doel’ sering disebut sebagai Betawi….Sekali lagi bukan karena Jakartanya yang sulit, melainkan saya sendiri yang kelihatan katrok dengan segala keramaian Jakarta ples dengan macet-macetnya itu…..Ibarat wong ndeso yang gak ngerti lor-kidul hingga nyari warnet pun gak ketemu-ketemu…..(ini juga ketemunya akhirnya di ruang internet yang ada di tempat nginepku juga……walah….!!) kalo sudah begini, saya bener-bener menyesali diri dengan pekerjaan menunda-nundaku buat melengkapi my laptop dengan teknologi koneksi portabel via handphone yang sudah menjamur itu….yang kalo difikir-fikir itu terjadi bukan karena gak ketemu dengan teknologinya juga, melainkan karena saya yang PNS ini juga masih suka yang gratisan alias makek internet fasilitas kantor he…he…he….

Berguru sampek ke Negeri Betawi….?! Koq dekat amat Pak….?! Ya….gak pa-pa lah, wong namanya berguru itu bukan masalah jauh dekatnya to….Yang penting khan bergurunya, nyari ilmunya….apalagi saya nyari ilmunya khan juga di sebuah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang katanya gudangnya ilmu-ilmu administrasi ….yakni di Lembaga Administrasi Negara (LAN-RI), sebuah lembaga pemerintah yang bertugas membina para lembaga kediklatan milik instansi pemerintah di seluruh Indonesia….sekaligus pusatnya diklat-diklat tingkat tinggi, yang saat aku disana ternyata di gedung yang aku tempati buat nginep, yakni di Graha Wisesa, juga sedang dilaksanakan diklat kepemimpinan tingkat II dan tingkat I (kalo diklat pim tingkat II sih kitanya biasa nyelenggarain dengan peserta para calon Kepala Dinas, tapi kalo Pim I siapa pesertanya ya…..?!). Kenapa saya katakan Negeri Betawi…..Padahal Betawi khan Indonesia juga….?! Yeah buat sedikit nggambarin betapa megahnya Ibu Kota Jakarta itu…..hingga saat pertama kali saya menginjakkan kaki di kota Jakarta (saat dewasa) sekitar tahun 1998…. saya yang dari Kota Kediri ini merasa banget jadi anak kampung…..apalagi saat melihat gedung-gedung yang tinggi ples lingkungat kota, utamanya di jalan-jalan protokol yang sangat bersih, indah dan tertata rapi itu, membuat saya serasa berada di luar negeri (walau saat kita masuk ke yang bukan protokol, seperti di sekitar lokasi komplek LAN-RI, kadang malah kita temui kampung-kampung ples Rusun-Rusun kumuh yang menyedihkan juga hi….hi….hi….). Lanjutkan membaca ‘Berguru Sampai ke Negeri Betawi’

Seminar Pendidikan Menjelang Hari Pendidikan Nasional

Ada yang menarik dari Seminar IWI Jawa Tengah tanggal 30 April kemaren. Diskusi-diskusi rame tentang pendidikan menjadi tema seminar IWI kali ini, utamanya dengan berupaya mengonceki kontroversi Ujian Nasional yang kerap menjadi polemik tahun-tahun belakangan ini. Tentu saja sebagai insan ilmiah, para widyaiswara tidak lagi memperdebatkan efektif tidaknya kebijakan UN itu dilaksanakan melainkan berupaya mencari jalan keluar agar sistem pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Pembicara ditunjuk dari LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) Jawa Tengah yakni Bapak Muchlas Yusak dengan tema Pengembangan Profesional Pendidik melalui ”Jogyou Kenkyuu” atau dikenal di barat sebagai Lesson Study, sebuah model pendidikan yang dikembangkan di Jepang sejak tahun 60-an dan mulai menjadi acuan pokok bagi sistem pengajaran di Amerika guna mengganti sistem pendidikan tradisional di Amerika.

Pada awal paparannya, Pak Yusak menceritakan dilema yang dihadapi para guru berkenaan dengan UN. Seperti diketahui, standar nilai kelulusan UN tahun ini meningkat menjadi 5,5. Hal ini tentu saja memusingkan para guru mengingat tanggung jawabnya buat mempertahankan or meningkatkan tingkat kelulusan siswa di sekolahnya. Standar yang tinggi secara tidak langsung menuntut guru untuk dapat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi yang diberikan. Sesuatu yang memusingkan mengingat hampir tidak ada peningkatan yang berarti terhadap model pembelajaran yang diterapkan di Indonesia hingga rasanya hampir mustahil bagi para guru buat meningkatkan daya serap siswa terhadap materi pelajaran. Salah satu upaya yang dapat dilakukan para guru untuk meningkatkan kualitas mengajarnya, menurut Pak Yusak adalah meningkatkan kemampuan para guru buat mengakses informasi yang ada di internet. Untuk itu, para guru diharapkan menguasai Bahasa Inggris dengan baik, tidak cukup Bahasa Inggris yang bersifat fungsional saja (buat percakapan sehari-hari) tapi juga harus menguasai Bahasa Inggris yang informasional atau yang dapat dipakai buat mengakses informasi dari internet yang banyak ditemukan dengan pengantar Bahasa Inggris. Lanjutkan membaca ‘Seminar Pendidikan Menjelang Hari Pendidikan Nasional’

Resiko Sang Bintang…..

Sang bintang atau The Dream Team atau apalah namanya buat menggambarkan sosok yang begitu dominan dalam dunia kerja….pada dasarnya bagai pisau bermata dua bagi suksesnya suatu organisasi. Di satu sisi organisasi akan sangat membutuhkan peran serta aktif “sang bintang” buat memajukan organisasi karena sosok seperti itu pastilah dipenuhi dengan ide-ide kreatif dan kinerja yang tinggi hingga dapat dijadikan motor penggerak bagi setiap kegiatan kerja yang ada di sebuah organisasi. Akan tetapi, jika organisasi itu kemudian menjadi begitu tergantung pada “sang bintang” maka resiko rusaknya seluruh kinerja yang ada di sebuah organisasi dapat terjadi kala “sang bintang” itu mengalami ‘gangguan’ semisal dalam kondisi tidak fit atau malah sakit, hilang motivasi, atau bahkan harus mengalami yang namanya mutasi ke lain organisasi….

Contoh terbaru dan nyata dialami oleh sebuah klub raksasa Barcelona yang prestasinya semakin terpuruk akhir-akhir ini….Semua tahu bahwa Barcelona adalah klub raksasa yang dipenuhi dengan pemain-pemain paling berbakat yang ada di planet ini….Hanya saja semua orang juga tahu bahwa alunan orkestrasi indah sepakbola milik El Barca selama ini berkat hasil komando pemain sepakbola terbaik sejagad, yang keberadaannya hampir melegenda dan menyamai nama Pele and Maradona, yakni Ronaldinho Gaucho….!! Dan semuanya akhirnya juga tahu bahwa keterpurukan prestasi Barcelona dikarenakan menurunnya performa sang bintang….. yang menurut analisis saya bukan disebabkan apa-apa melainkan karena hilangnya motivasi Ronaldinho akibat perasaan tak ada lagi yang ingin dicapai dalam dunia sepakbolanya….Gimana tidak, hampir semua gelar telah dimiliki oleh “sang bintang”…..mulai dari Juara Piala Dunia, Juala Piala Libertadores, Juara Liga Champion, Pemain terbaik Dunia…..Bahkan akibat turunnya performa ’sang bintang’ itu, Frank Rijkard pun harus tega tidak memainkannya dalam pertandingan-pertandingan Barca…..termasuk saat kekalahan menyakitkan dari Manchester United di semifinal Liga Champion dini hari tadi….

ronaldinho juggling 2

Lanjutkan membaca ‘Resiko Sang Bintang…..’

Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..

Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Pekalongan Jum’at 18 April kemaren….. Ternyata cukup menarik karena mereka adalah guru-guru pada sekolah setingkat SMP yang baru didirikan, sebagai hasil bentukan pemerintah guna mengantisipasi adanya program wajib belajar 9 tahun yang telah menjadi tekad pemerintah….Dengan murid yang juga sangat terbatas pula, yakni ada yang mengaku hanya memiliki murid 18 orang saja dalam satu kelas. Lokasi SMP satu atap itu memang rata-rata di daerah terpencil dan sulit terjangkau oleh kendaraan umum……Kalo di Pekalongan, rata-rata di daerah selatan kota yang terkenal bergunung-gunung serta masih separoh hutan itu……Dan yang lebih unik lagi adalah kenyataan bahwa SMP (Negeri) satu atap itu berlokasi di lahan yang sama dengan SD negeri….yang bahkan kepala sekolahnya pun dijabat rangkap oleh Kepala SD yang menjadi induk SMP satu atap tersebut……

Terus terang di satu sisi saya merasa gembira dengan kenyataan adanya itikad baik dari pemerintah guna mendekatkan sekolah setingkat SMP pada daerah-daerah terpencil tersebut…..Selama ini mungkin banyak anak-anak yang lulus SD tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP karena jauhnya jarak rumahnya yang memang terpencil itu dengan lokasi SMP yang sudah ada…..Jauhnya jarak tentu saja akan mengurangi minat anak-anak buat bersekolah karena anak akan merasa lelah jika harus berjalan kaki ke tempat jauh…. disamping kewajiban harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat sampai sekolah…..hingga menyebabkan anak pasti males pergi ke sekolah…..Disamping itu, jauhnya jarak akan menambah beban biaya transport bagi orang tua siswa yang saya yakin pasti ekonominya juga menengah ke bawah (kalo orang kaya pasti gak mau tinggal di daerah terpencil to…..?! Dengan kondisi seperti itu, kalo kost kayaknya juga gak mungkin ya…..?!) sehingga pasti ujung-ujungnya akan mendukung si anak untuk tidak usah bersekolah saja……Dengan jarak yang dekat tentu saja diharapkan agar lebih banyak anak-anak di daerah terpencil yang memiliki minat buat melanjutkan sekolah ke SMP…. so….mungkin inilah salah satu upaya terbaik yang dilakukan pemerintah guna mensukseskan program belajar 9 tahun…… Lanjutkan membaca ‘Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..’

Biar Ingat, Mampirlah ke Rumahku…..

“Masih ingat dengan saya nggak….?!” Demikian yang dikatakan oleh salah seorang peserta diklat Prajabatan Golongan III saat bertemu di mushola kantor Kabupaten Pekalongan. ”Ingat dong…..” dengan basa basi ples senyum ramah coba membalas sapanya….”Hayoo….kalo ingat, siapa nama saya….” Lagi peserta itu coba mengejar sembari menutupi tag name yang ada di dadanya……Saya hanya mesam-mesem saja mendengar jawabannya……sambil berusaha keras mengingat-ingat namanya, walau tetap kagak ingat juga…..”Masa lupa Pak….padahal baru satu minggu lho….Saya Bu Slamet Urip Pak……” peserta itu kelihatan kecewa saat saya tak jua menyebutkan namanya….dan sayanya hanya bisa menjawab singkat….”Maaf, saya orangnya dominan otak kanan….hingga sering lupa dengan nama seseorang….tapi kalau wajah pasti selalu ingat…..”

Itulah salah satu contoh kejadian yang sering kualami berkenaan dengan peserta diklat….yakni lupa namanya…..!! Sebuah kejadian yang mulai kuanggap wajar bagi diriku walau tetap saja pasti mengecewakan peserta….Tapi mau gimana lagi, susah rasanya mengingat semua nama para peserta yang pernah kufasilitasi dalam sebuah proses belajar mengajar….Bagaimana tidak, mereka begitu banyak dan selalu berganti-ganti setiap waktu….susah rasanya mengingat nama mereka….Apalagi di tahun 2008 ini, sudah 28 kali saya mengajar pada diklat prajabatan….Bayangkan jika kau kalikan dengan 40 orang per kelas maka minimal sudah ada 1120 orang peserta yang pernah bertemu denganku. So….wajar to saya lupa dengan nama mereka…… bahkan untuk peserta yang aktif di kelas dan menjadi bintang sekalipun…..!! Gimana mau ingat nama man…..kadang wajahnya pun aku juga lupa….apalagi kalo di kelas dia seorang yang pendiem….hingga kadang pas jalan-jalan di suatu tempat kadang ada yang menyapa ples ngajak salaman…..tanpa ingat dengan dirinya sama sekali……(mirip selebritis ya…..?!) Lanjutkan membaca ‘Biar Ingat, Mampirlah ke Rumahku…..’

Tantangan dari Para Guru Kebumen……

Mengajarkan komunikasi pada para guru…..ibarat Boso Jowone “Koyo Nguyahi Segoro….” Gimana tidak….?! Seperti kita ketahui, pekerjaan guru erat kaitannya dengan komunikasi karena sehari-hari merekalah para komunikator bagi para murid-muridnya….sehingga jam terbang mereka sebagai komunikator mungkin malah lebih banyak daripada saya yang widyaiswara ini…..Kalau ingat dan difikir-fikir tentang hal tersebut, sebenarnya takut juga aku dengan kenyataan tersebut….tapi mau bagaimana lagi, namanya juga tugas…..lagian akunya khan juga nggak ngajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan para murid to….?! Aku khan maunya hanya ngajar agar mereka berani bicara dengan atasan dan rekan sekerjanya….. Lho apa para guru itu tidak bisa….?! Nggak separah itu sih…..Hanya saja dengan kondisi penuh derita and tekanan selama mereka menjadi guru honorer…..para CPNS guru itu mungkin agak sedikit lupa dengan yang namanya Pede, padahal itu merupakan salah satu syarat agar seseorang mampu berkomunikasi dengan baik bukan…..?!

Tapi mengajar komunikasi bagi para guru memang selalu berat dan penuh tantangan…..apalagi proses pembelajarannya dilakukan pada hari minggu malam mulai pukul 19.00….alias hari libur and dekat banget dengan namanya sindrom I hate Monday…..hingga terlihat banyak peserta yang lebih banyak diamnya…… Tetapi belum juga sejam saya mengajar, sudah ada serangan dari Pak Dokter Usodo tentang apa kapabilitas seorang insinyur peternakan seperti saya mengajarkan komunikasi pada mereka….?! Pertanyaan ujian yang lumrah ditanyakan di era demokratisasi ini, walau sebenarnya tidak etis juga untuk ditanyakan itu…..untungnya pernah saya ketahui jawabannya dari Mr. Adi Wahyudi, dengan pengalamannya yang serupa…..yakni adanya kenyataan bahwa seorang insinyur peternakan pun pernah belajar ilmu komunikasi, khususnya saat berhadapan dengan petani dalam suatu kegiatan penyuluhan…..Bahkan saya kemudian balik bertanya pada dirinya dengan sebuah pertanyaan lelucon nan berbobot, yakni sehubungan dengan profesi saya yang ahli peternakan itu….kira-kira pinter mana antara ayam dengan bebek….serta enak mana antara beras import dan beras lokal….. Sebuah trik lucu yang dekat dengan profesi saya, hingga petanyaan-pertanyaan konyol itu pasti selalu berhasil memancing tawa dan mencairkan suasana nan kaku….. Lanjutkan membaca ‘Tantangan dari Para Guru Kebumen……’

April Mop in Sukoharjo

Pernahkah Anda mendengar istilah April Mop…..?! Atau malah sering memperingatinya….?! April Mop pada dasarnya merupakan tradisi orang barat yang jatuh pada setiap tanggal 1 April, dimana setiap orang dibolehkan untuk berbohong walau hanya untuk lelucon saja…..Tradisi April Mop atau disono sering disebut April Fools Day sebenarnya berawal dari kalender resmi yang dulunya diperingati saat 1 April dengan acara seperti saat menyambut tahun baru seperti pesta kembang api atau dansa-dansi semalam suntuk….Hanya saja, Paus Gregory pada tahun 1562 memperkenalkan sistem kalender baru dengan awal tahun dimulai dari 1 Januari. Tetapi ada beberapa kalangan yang belum dengar atau tidak percaya adanya perubahan ini. Jadi mereka terus memperingati tahun baru pada tanggal 1 April. Orang2 inilah yang disebut April Fools atau secara harafiah berarti orang2 yang tertipu di bulan April.

Lalu apakah saya juga ikut-ikutan menipu orang-orang juga….?! Nggak persis begitu…..walau sedikit nipu juga….but semuanya masih dalam koridor diklat dalam arti game yang saya mainkan dengan sedikit drama membikin peserta diklat terlalu bersemangat hingga rada-rada ngotot and rodo tukaran…..padahal itu hanya trik agar mereka mengerti yang namanya manajemen konflik hingga menyadari rasa gak enaknya mengikuti konflik….tapi kalau dihubung-hubungkan dengan waktu ngajar saya yang tanggal 1 April itu….ples ekspresi mereka saat tahu mereka tak akali, yakni dengan teriak-teriak histeris campur ngakak-ngakak……bolehlah dikatain mereka kena tipu….alias secara tidak sadar harus memperingati April Mop juga…. Lanjutkan membaca ‘April Mop in Sukoharjo’

Perang Tanding IWI Jawa Tengah vs IWI Yogyakarta

Sabtu kemaren, ada kunjungan mendadak dari para rekan kita dari IWI (Ikatan Widyaiswara Indonesia) Yogyakarta….Dikatakan mendadak karena saya tahunya juga mendadak bahkan dari koordinasinya sang sekretaris IWI Jateng, Mr. Yatno yang serba terburu-buru terlihat jelas bahwa acaranya memang mendadak….hingga pemberitahuan bagi wadyabala IWI Jawa Tengah pun baru dilakukan pada hari kamis kemaren…..itupun hanya via faks biar cepet tapi slamet…..gak usah terlalu formil-formilan seperti para staf structural….Yang penting surat fax-fax-an itu bisa nyampai ke tangan masing-masing cabang IWI Jawa Tengah (meliputi : Diklat Sragen, BPSMP, BPSDP, BKKBN, Balai Diklat Keagamaan, Pusdiklat Migas Cepu, Pusdiklat PLN, Balatkop, Kantor Diklat Banyumas, LPMP Semarang, Bapelkes Salaman dan Bapelkes Gombong)…..juga surat itu dapat dijadikan bukti kalau ada kegiatan IWI jika para pimpinan kantor bertanya ada apa gerangan……

Yang namanya acara mendadak pastinya persiapannya kurang mateng….apalagi dilaksanakan pada hari Sabtu yang merupakan hari libur dan notabene sepi dari para karyawan lain….Dan belum-belum sudah terjadi masalah, saat tiba-tiba ada pemberitahuan mendadak kalau anggota IWI yang datang ternyata tidak hanya 19 orang seperti yang diberitahukan semula….melainkan 50 orang alias tiga kali lipat….!! Yang paling cotho adalah ruang yang kita sediakan adalah ruang terbagus di Badan Diklat yaitu ruang data….yang kapasitasnya hanya 50 orang….!! Padahal perwakilannya IWI Jateng sendiri ada sekitar 30-an orang…..So….kebayang betapa sesaknya ruang data yang dipakai buat pertemuan tersebut…..bahkan WI Badan Diklat sendiri harus rela menunggu para tamu-tamu undangan untuk duduk, baru setelah itu mencari tempat duduk yang kosong….itupun tanpa hak ngambil snack yang ternyata habis dibagikan buat para tamu undangan…..(terlihat bahkan Mas Yatno, Pak Ateng, dan Pak Bangkit, yang duduk di depan sebagai pemimpin forum….ikut-ikut tidak kebagian snack juga…..) Lanjutkan membaca ‘Perang Tanding IWI Jawa Tengah vs IWI Yogyakarta’

Hambatan Komunikasi Para Staf….

Materi Diskusi kayaknya menjadi satu hal wajib yang harus ada dalam sebuah pembelajaran orang dewasa khususnya pada diklat prajabatan. . Metode diskusi ini perlu diterapkan utamanya untuk menggali pemikiran-pemikiran peserta terhadap kasus aktual yang terkait dengan materi diklat yang sedang diajarkan. Manfaatnya yang pertama adalah menambah pengertian sekaligus meningkatkan ketertarikan peserta terhadap materi. Manfaat lain adalah menghindari kebosanan peserta terhadap metode pembelajaran melalui ceramah, yang seringkali bikin peserta ngantuk berat….Disamping itu dengan metode diskusi, widyaiswara khan juga bisa istirahat alias gak ngomong melulu…..sekaligus bisa ngabisin jam ngajar yang berjam-jam itu he….he…he….

Materi diskusi yang kuterapkan pada mata diklat “Komunikasi yang Efektif” sampai sekarang belum begitu memuaskan bagi diriku, khususnya pada diklat prajabatan golongan I dan II…..Sebenarnya saya sudah memiliki materi disksi bagus yakni penerapan hukum komunikasi….hanya saja materi tersebut saya fikir masih terlalu berat untuk diterapkan pada peserta diklat prajabatan golongan I dan II yang notabene hanya berpendidikan maksimal D3…..atau sebagian besar merupakan staf paling bawah yang lebih sering menerima perintah daripada berdiskusi or sekedar bicara dengan karyawan lain….sehingga menurut saya mereka lebih cocok diberikan tips-tips untuk dapat berkomunikasi yang baik daripada disuruh berdiskusi untuk menemukan hal tersebut….

Pada beberapa kesempatan, saya coba untuk menerapkan 8 komunikasi jangan dilakukan yang lebih bersifat curhat daripada diskusi…..dengan hasil menurut saya kurang seru….karena hanya melulu paparan tanpa ada sesi tanya jawab yang seringkali menjadi pemanis and pemanas sebuah diskusi….hingga kuputuskan untuk mencari materi diskusi lain yang lebih seru. Dari beberapa diskusi dengan rekan-rekan widyaiswara ples perenungan….akhirnya kucoba untuk menerapkan materi diskusi bentuk dan hambatan komunikasi dengan rekan, atasan dan pelanggan….Guna melengkapi agar peserta dapat terbagi dalam minimal 6 kelompok…..materi diskusi tak tambahi dengan penerapan komunikasi secara lisan, melakui surat dan melalui telepon….terutama dari segi keunggulan dan kelemahannya sekaligus kapan sebaiknya bentuk komunikasi itu digunakan…. lanjut

Mengajar Manajemen Perkantoran Yang Tidak Modern….

Akhirnya terjadi juga…..Kegiatan diklat prajabatan yang begitu padat, berurutan dengan volume yang begitu tinggi akhirnya mendapatkan masalahnya juga…..Sebenarnya kegiatan itu saya akui cukup terencana dengan baik (salut buat Mas Edi Wahyono sang kasi Diklat Pim Dasar yang sudi mumet-mumet buat ngatur tuh jadwal….hanya agak sering senyum saja Mas….jok mrengut wae….). Hanya saja, begitu Badan Diklat membuka Diklat Kepemimpinan Tingkat II mulai Selasa tanggal 25 Maret kemaren maka otomatis seperti biasanya, segala daya upaya Badan Diklat Provinsi dikerahkan semaksimal mungkin buat melayani para Bapak-Bapak terhormat yang datang dari seluruh Indonesia itu…..Sebenarnya dari segi pengaturan jadwal maupun SDM tidak ada masalah sama sekali…hanya dari segi equipment kitanya keteteran….utamanya dalam penyediaan alat pembelajaran modern yang bernama LCD Proyektor dan Laptop yang banyak tersedot buat pembelajaran diklat kepemimpinan tingkat II tersebut…..

Dan Selasa sore kemaren….sms dari sekretariat WI datang juga…..”Pak, berhubung LCD sudah dipakai pim 2 maka untk prajb dimohon menyiapkan transparan……. (kalimatnya sengaja tak bikin asli sms yang dikirimkan Agus…) ” Waduh…..bagai disamber geledek rasanya….apalagi saya belum pernah menyiapkan transparansi via OHP untuk mata pelajaran itu….dan waktunya sudah sore lagi…..But setelah thenger-thenger sepanjang Magrib maka sekitar menjelang Isyak saya segera meluncur ke Swalayan ADA buat belanja plastik transparansi and spidolnya….Ya….kuputuskan buat membuat transparansi dengan metode kreatif alias via ketrampilan tangan he….he…he…soalnya mau ngeprint tranparansi yang diketik juga kebetulan printerku lagi ngadat dan belum kubetulin…. dorurot saja, yang penting ada tampilan……Widyaiswara itu khan tukang ndalang dan harus siap dengan kondisi kelas yang seperti apapun….walau sedikit tersenyum kecut juga jika inget materi yang yang akan saya bawakan….Ya….Rabu pagi kemaren saya akan mengajarkan Materi Manajemen Perkantoran Yang Tidak Modern dengan metode pembelajaran yang Tidak Modern……..Waduh…… lalu bagaimana saat pembelajaran….?!

Menghadapi Tipe Bos Yang Berbeda-Beda…..

How To Manage The Boss 2….

Atasan yang bijaksana selalu menjadi pilihan utama bagi setiap peserta Diklat Pra Jabatan yang saya mintai masukan tentang urutan faktor paling berpengaruh dalam memotivasi kerja….Dan setelah saya tanya lebih mendalam, ternyata beberapa orang mengaku bahwa atasan yang bijaksana itu bukanlah seseorang yang sedang mereka rasakan tetapi seseorang yang lebih mereka dambakan….Maksudnya jelas, bahwa banyak atasan-atasan yang ada di kehidupan PNS bukanlah seorang yang bijaksana menurut staf….

Lalu bagaimana menjadi atasan yang baik…?! Ada banyak resep bagaimana menjadi atasan yang baik….tetapi masalah bagi staf khan bukan itu….dan kayaknya mereka lebih memerlukan yang namanya tips-tips ringan tentang “how to manage the boss”….karena ada bermacam-macam tipe boss ….dan kesemuanya pastilah membutuhkan perlakuan yang berbeda bagi anak buahnya….Maksudnya jelas, yakni siapa tahu boss Anda bukanlah orang yang sulit….melainkan semata-mata Anda salah dalam melakukan pendekatan pada si Boss……dan sekali lagi ini bukan hanya sekedar untuk pedekate pada boss…melainkan hanyalah semata-mata untuk memperlancar pekerjaan Anda saja…..

Lanjutkan membaca ‘Menghadapi Tipe Bos Yang Berbeda-Beda…..’

The Definition of Succes

“The Definition of Succes is When Opportunity Meets Preparation”
Hillary Swank*

Kata orang sich kesempatan tidak datang dua kali…..ada betulnya juga sich…cuman hidup ini gak singkat-singkat amat….hingga ada yang bilang bahwa setiap orang pun akan pernah mengalami yang namanya “second wind” atau yang lebih ekstrim ada yang bilang “puber kedua” di usia 40-an yang berbahaya dan perlu dikendalikan…..

Lalu apa yang harus kita lakukan selama menunggu datangnya ”big fish” itu…?! Ya….sebagai PNS sich gampang saja….kita tinggal siapin diri kita buat menerima datangnya yang namanya kesempatan itu….kita penuhi diri kita dengan kompetensi-kompetensi yang berguna bagi kehidupan kerja kita sebagai PNS….Manfaatnya jelas bahwa dengan mempersiapkan diri kita dengan maka saat sang kesempatan emas, baik yang berupa promosi maupun kesempatan mengerjakan sebuah proyek besar, itu datang menghampiri kita…..kitanya sudah siap….alias tidak gagap….hingga jika jadi pimpinan kita akan menjadi pimpinan yang bijak….penuh kompetensi….dan dapat melaksanakan tugas dengan baik….

Manfaat lainnya adalah kita akan lolos dari jebakan yang namanya evaluasi….karena setiap kesempatan itu pastilah terus berlanjut….dalam arti pasti ada evaluasi dalam pelaksanaan ‘kesempatan’ itu….Naa….kalau hasil evaluasi kita baik….karena pelaksanaan yang telah dipersiapkan dengan baik pula….maka pastilah akan muncul kesempatan-kesempatan lain yang lebih besar….hingga Anda harus siap-siap menjadi seekor elang perkasa yang terbang diangkasa…..

So….tunggu apa lagi….siapkan diri Anda mulai sekarang….jangan hanya be patient saja…..tapi be professional juga dooong……

*Hillary Swank adalah aktris Hollywood kelahiran 30 Juli 1974, pemegang rekor peraih piala oscar di usia yang relatif muda (kurang dari 30 tahun) bahkan tidak hanya satu tetapi dua….!! Yakni lewat film-nya “Boys Don’t Cry” (1999) dan Million Dollar Baby” (2004).

Urutan Motivasi Kerja Para Staf Provinsi Jawa Tengah

Tulisan kali ini akan menampilkan lagi urutan motivasi kerja menurut para staf Provinsi Jawa Tengah dengan mengambil sampel para peserta diklat prajabatan angkatan VIII tahun 2008. Tapi terus terang saja postingan ini menjadi postingan yang tertunda untuk kesekian kalinya….dalam arti mau postingnya sejak lama…..tapi gak sempat-sempat….utamanya buat nulis awalannya gak dapet-dapet….tapi mo gak posting….juga eman-eman, soalnya sudah kadung diolah datanya….jadi ya…demikianlah….. Lanjutkan membaca ‘Urutan Motivasi Kerja Para Staf Provinsi Jawa Tengah’

Widyaiswara Harusnya Tidak Hanya Sekedar Mancal….

Widyaiswara ki ming kari mancal.gak ngerti repote pejabat struktural….mulai dari ngusulin biaya diklat….nyusun dokumen perencanaan…. Sampai ngelaksanain, termasuk dari ngatur jadwal, ngurusin makanan, penginapan, ngatur honor, ngevaluasi, sampai nyusun kurikulum, nyari fasilitator, nyari binsuh….dan masih banyak yang lainnya….pokoke kalo staf dan pejabat struktural itu banyak kerjaan…widyaiswara ming tinggal ngajar….dapat honor dan pulang…..enak betul…..

Demikianlah kalimat nyelekit yang seringkali kudengar tentang sosok seorang widyaiswara….Ya…gak bisa sepenuhnya disalahin juga sich….karena memang ada juga tipe widyaiswara yang seperti itu….Bagaimana dengan diriku…?! Waduh akunya pasti protes berat jika dikatain seperti itu….soalnya mulai habis lebaran sampai sekarang aku hanya sempat menikmati liburan singkat di Yogyakarta pas libur hari Natal kemaren…. Setelah itu, kayaknya ada aja yang harus kulakukan buat ngisi hari-hariku…. Lanjutkan membaca ‘Widyaiswara Harusnya Tidak Hanya Sekedar Mancal….’

Ngajar Komputer Nan Capek…..

Ngajar komputer itu ada enaknya dan ada gak enaknya….Enaknya, sebagai widyaiswara kita tinggal masukin para peserta dalam laboratorium….sedikit presentasi….gak usah kebanyakan ngrancang game-game agar peserta tetep bersemangat…tinggal beri penugasan…maka kita tinggal thengak-thenguk saja nunggoni para peserta ngerjain tugas…..beres….enak to….?! Itu teorinya….prakteknya walau tetep enak dari segi metode…tapi kalau pesertanya banyak yang belum bisa…..wualah….terpaksa kita harus wira-wiri buat nglayani peserta yang bertanya…dan karena harus lora-lari and jolan jalan kesana kemari….cuapeknya setengah mati….kaki rasane pegel semua….

Hal itulah yang saya alami Rabu 20 Februari kemaren…saat aku lagi-lagi harus masuk Laboratorium Bahasa dan Komputer buat ngajarin para peserta Diklat TOT Materi Prajabatan tentang Pemberantasan Korupsi…yakni dalam hal Penyiapan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Power Point….Sesuatu yang lumrah, gak istimewa amat…apalagi pesertanya para calon pengajar Diklat Prajabatan….hingga dari rumah saya siapkan jurus-jurus bagamana membuat presentasi dengan tampilan visual yang menarik…..Tapi apa yang terjadi….?! Alih-alih mengajarkan metode pengajaran visual….ternyata hari itu aku juga masih wira-wiri buat nunjukin hal-hal yang bersifat teknis tentang pengoperasian powerpoint…..waduh…… lajutin

Halaman Berikutnya »


Pakne Wulan

It's My Life

re-exposure-of-phot0042-jakarta.JPG
Blogger Anti Korupsi
Dilarang Korupsi !! Jangan Korupsi Ya

Halo Sobat...

Semoga Weblog ini dapat dijadikan sebagai  Forum Komunikasi bagi Para PNS Demi Terwujudnya Profesionalisme Aparat Pemerintah sesuai Harapan Masyarakat...........

Majulah Widyaiswara.........!!

Blog ini Telah Dikunjungi Oleh

  • 27,727 orang
Gerakan Anti Pungli