Ngajar Temen Sendiri memang merepotkan….

Bingung juga nih saat tiba-tiba Mr. Yatno minta tolong menggantikannya ngajar Metode dan Evaluasi…..Waduh materinya kayaknya bener-bener dipaksain deh….masak metode pembelajaran digabung sama evaluasi pembelajaran yang agak-agak jauh….apalagi wektunya hanya 6 JP…..mana cukuuup…..jadi teringat sama Diklat TOT Perpustakaan dimana Evaluasi Pembelajaran mendapat porsi 16 JP…sementara Metode Pembelajaran dapat 20 JP yang memungkinkan kita sebagai fasilitator sedikit bermain-main sekaligus praktek metode pembelajaran interaktif dan praktek nyusun model-model soal ujian…. Dengan alokasi waktu yang demikian sedikit, malah bikin pusing…..mau diajar apa ya yang kira-kira berguna bagi peserta…lalu metode apa yang bisa dipakai buat mengajarkannya secara efektif ya….?!

Tapi sebenarnya yang bikin bingung itu bukan masalah itu. Terus terang aku sedikit jeri dengan komposisi peserta yang rata-rata lebih berumur daripada saya…..ples pangkat juga lebih tinggi….apalagi diantaranya adalah para widyaiswara dari beberapa lembaga diklat seperti dari Sragen dan Soropadan….juga beberapa WI dari kita sendiri yang lebih baru seperti Bu Lilin, Pak Wahyu dan Bu Martuti…tapi yang lebih bikin sungkan adalah kehadiran Pak Untung, Widyaiswara kita, yang notabene adalah sobat deketku… utamanya dalam mencari and memburu buku-buku….dan yang lebih ngeri lagi adalah keikutsertaan Pak Wardjito yang terkenal kritis, penuh ide sekaligus sering kumintai pertimbangan jika akunya lagi bingung dengan skenario pembelajaran sebuah mata diklat. Dan merekalah yang Senin kemaren harus kuhadapi di depan kelas….bener-bener tidak enak….!! Dan kayaknya hal-hal seperti itu pada masa-masa mendatang harus lebih kuhadapi….yakni mengajar temen-temen sendiri seperti hari kemaren yang merupakan saat pertama kali aku mengajar di depan temen sendiri…..bener-bener merepotkan….!! Lanjutkan membaca ‘Ngajar Temen Sendiri memang merepotkan….’

Jangan Pernah Merasa Sebelum Sempat Mencoba

Soorii…pengennya sih bikin kalimat yang agak filsuf walau sebenarnya biasa saja…..tapi khan kata orang sesuatu yang biasa atau banyak orang tahu akan menjadi hal yang luar biasa jika kita mengemasnya luar biasa to….?! Tapi moga-moga saja malah gak tambah bingung dengan gaya muter-muterku….he…he…he….Maksudnya sih, aku pengen agar Anda-Anda sekalian sudah memutuskan untuk mundur sebelum bertanding….atau belum-belum sudah merasa takut sebelum dilakoni….sudah merasa tidak bisa walau belum pernah sekalipun mencoba….Soalnya sih jika belum-belum sudah merasa ini dan itu padahal belum pernah mencoba khan seringkali bikin kita ragu-ragu dalam melangkah…. dan kalo selalu ragu-ragu dalam melangkah khan bikin kita ngelangkahnya jadi nanggung….walau masih lebih bagus daripada kita nggak pernah melangkah sama sekali….gara-gara sudah merasa walau belum pernah mencoba….

Selasa kemaren, sekitar pukul 13.45….saat badanku sudah mulai lemes campur mumet akibat dari pagi ngenet terus……(jangan ngiri lo….khan kantorku sekarang hot spot di semua area….), tiba-tiba Hape saya berdering…and ternyata dari Pak Joko BTN……
”Pak Lutfi, sorry mengganggu. Cuman mau minta nomor NPWP saja….soalnya ini mau ditagih nih….” Bagai petir di siang bolong nih…..
”Waduh, Pak Joko…aku belum tahu nomor NPWPnya sudah jadi atau belum….soalnya Februari kemaren ada pengurusan NPWP massal dari kantor….dan saya koq ya…belum ngecek apakah sudah jadi atau belum….?!”
”Masak belum jadi Pak….wong ngurus NPWP khan hanya sehari….” Pak Joko kemudian segera mengakhiri percakapan dengan memohon agar akunya segera ngumpulin tuh nomor via sms ke Hape-nya saja….Aku hanya bisa mengiyakan saja sambil buru-buru menanyakan hal itu pada Muhlisin, staf yang ada di sekretariat widyaiswara yang Februari kemaren sempat ngoprak-ngoprak aku agar segera ngumpulin persyaratan yang akan dipakai buat ngurusi pembuatan NPWP masal…but….
”Sorry Mas…..berkasnya malah belum sempat kuanaikkan…soalnya belum semua WI mengumpulkan persyaratan sih….ngenteni bareng-bareng….”
Halah tambah gawat nih…..padahal sudah ditagih BTN….jangan sampai gara-gara kerikil seperti ini, urusan kredit rumahku jadi bermasalah….. Lanjutkan membaca ‘Jangan Pernah Merasa Sebelum Sempat Mencoba’

Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan…!!

Sudah bukan rahasia lagi bahwa dalam setiap sesi pembelajaran ada saja yang sedikit mempertanyakan kecocokan latar belakang pendidikan saya yang sarjana peternakan dengan mata diklat yang saya ampu……yang umumnya jauh banget kaitannya, sebagai misal Manajemen Perkantoran Modern, Team Building, Komunikasi Efektif atau Mind Setting (ini pada diklat pra jabatan)….lalu Teknik Presentasi dan Pengelolaan Informasi dan Pelaporan (ini pada diklat Pim IV)….atau juga Analisis Kebutuhan Diklat, Metode Pembelajaran Orang Dewasa, Desain pembelajaran, Media Pembelajaran (ini pada Diklat Teknis Fungsional)….. Gimana….?! jauh banget khan dengan ijazah saya yang sarjana peternakan peternakan itu bukan…….hingga bisa jadi Anda sekalian akan meragukan kapabilitas saya dalam mengajarkan materi itu…..

Dalam hal ini saya tidak akan menyalahkan Anda. Bahkan pada awal-awal saya menjadi seorang widyaiswara, latar belakang pendidikan saya tersebut sempat membuat saya tidak pede….dan sempet khawatir juga dengan masalah spesialisasi karier saya yang pastinya gak akan jauh dari pertanian-pertanian….Malahan kadang beberapa peserta tampak tersenyum saat bisa menebak latar belakang pendidikan saya…khususnya saat saya mengajar Manajemen Perkantoran Modern….Dan saya sendiri pun hanya bisa tersenyum kecut saat mereka tanpa sadar tergelak atau sekedar bertanyaKoq bisa…?!” Dan tentu saja saya gak bisa membela diri secara langsung…..paling saya hanya akan menetralisir suasana dengan pancingan pertanyaan lucu-lucu-an seputar profesi saya seperti…
”Pinter mana ayam sama bebek…..?!” atau bagi peserta wanita….
” Enak mana beras lokal sama beras impor…?!” Lanjutkan membaca ‘Saya Bangga Menjadi Sarjana Peternakan…!!’

Data dan Informasi dalam Website milik Dinas Pendidikan

Bulan April-Mei lalu, rasanya hari-hari saya penuh dengan acara mengajar….dan yang agak mengherankan ternyata jadwal ngajar saya pada Diklat Pim IV cukup banyak…. terutama ngajar Pengelolaan Informasi dan Pelaporan yang orangnya memang hanya dua orang….yakni saya dan Pak Siswoyo..dan sialnya (atau untungnya….?!) Pak Siswoyo kadang ngambek mengajar karena merasa capek setelah habis-habisan dipenjara di Diklat Pim II….Ya sudah sebagai seorang pemuda terpaksa deh akunya yang kudu mloya mlayu buat memback up tuh materi…..Ya…gitu deh, mulai Kota Pekalongan, Kabupaten dan Kota Semarang, serta Kabupaten Kudus pun harus kujelajahi demi melaksanakan tugas mengajar materi yang herannya banyak dijauhi WI lain hingga harus akulah yang akhirnya wora-wiri buat menyelesaikannya….(tentu saja dengan mengorbankan materi lain yang kebetulan jadwalnya bertabrakan dengan this materi……)

Kali ini perjalanan saya menuju ke kawasan makam Sunan Muria di daerah Kudus….. acaranya mendadak minta dimajukan hari Sabtu siang jam 2 sampai malem hari….sebenarnya menyebalkan juga karena acara keluarganya lagi-lagi harus terganggu….tetapi mau bagaimana lagi, namanya juga tugas dan Pak Siswoyo pun lagi-lagi ngambeg nggak mau ngajar (alasannya biasa…aku wes tuwek Maaass…..umurku wes suwidak telu tahun….atine pengen mangkat….tapi sikile kesel…..). Yo wes lah….mo gimana lagi namanya juga gak orang…..apalagi ngajar juga dapet duwit…yo dilakoni wae lah…sembari minta istri buat bersabar karena gak bakalan bisa malem mingguan….

Seperti biasa acara diskusi website merupakan bagian dari diskusi materi Pengelolaan Informasi…..Sebagai tahap awal tentu saja saya motivasi peserta terlebih dahulu untuk ‘tidak ketakutan’ dengan yang namanya website. Tentu saja saya tekankan bahwa cara mbikin website yang paling baik adalah dengan memberdayakan masyarakat….alias ‘ndandakke’ pada profesional-profesional komputer…..Na….saat nyuruh mbikinin itu, kita sebagai aparat pemerintah mewarnainya dengan cara menyebutkan data apa saja yang harusnya ada dalam website tersebut….sesuatu yang tukang bikin website tidak begitu ngerti…..tul khan…?! Dan seperti biasa dengan sedikit motivasi itu maka para peserta pun jadi tertantang untuk mencobanya…..dan hasilnya juga bagus….bahkan beberapa akan saya tampilkan secara berurutan, walau kali ini yang saya tampilkan terlebih dahulu adalah website miliknya Dinas Pendidikan terlebih dahulu…. Lanjutkan membaca ‘Data dan Informasi dalam Website milik Dinas Pendidikan’

Mendadak Facebook

Awalnya sih sebenarnya berasal dari pertanyaan beberapa peserta tentang apa itu yang dinamakan dengan Facebook, khususnya saat akunya ngajar tentang Manajemen Perkantoran Modern….Berhubung akunya belum punya terpaksa agak grathul-grathul juga ngejawabnya… apalagi adekku pamer sudah punya facebook katanya…..Bikin panas aja. Dan tentu saja akunya lalu coba-coba masuk ke www.facebook.com. Rencananya sih mau lihat-lihat dulu….But ternyata untuk bisa lihat-lihat akunya kudu daftar dahulu….ya sudah ngedaftar ajah deh….Dan awal punya facebook juga rupanya awalnya gak menarek juga….karena hanya ngliat-ngliat doang tanpa tau jawabannya…. But iseng-iseng tak ketikkan nama Husni Wahyudi pada kolom search…and dan muncul dah nama temenku itu. Sueneng banget karena dah lama gak ketemu…weh bisa dipakai buat ajang silaturahmi nih…..Udah itu thok…setelah itu facebook itu tak gletahkne tho…gak ngerti mangpaate….

Mulai mbukak facebook lagi saat dapet sms dari Heru, temen baikku saat masih di Fapet UGM…Ceritanya sih akunya baru kangen ama temen-temenku saat masih kuliah dulu…. Pengennya sih minta nomer Hapenya jika punya….but dia dengan enting mengatakan bahwa sebaiknya akunya mbukak facebook dan ngedaftar dalam Forum Komunikasi Fakultas Peternakan UGM atau Forkom Fapet UGM….Buru-buru akunya mbukak saat sedang di ruangan WI….but hladalah….ternyata facebooknya diblokir….!! Jadi terpaksa akunya harus bersabar dulu and menanti setelah pulang kantor. Lalu sampai di rumah akunya juga harus bersabar dulu karena si kecil sibuk nggandholi Bapake akibat terlalu sering ditinggal-tinggal….Ya…udah bersabar dulu sampek malem and sampek si kecil tidur….Dan begitu si kecil tidur, baru deh akunya bisa ngebuka tuh face book…Dan surprise banget ternyata sudah banyak temen-temen dari Fapet yang ngedaftar jadi fans-ku…Dan disitulah petualanganku ber-facebook ria dimulai…..Dan hmmm…ternyata asyik juga…hingga akunya sampai lupa waktu segala, bahkan sampai lupa posting juga…. Lanjutkan membaca ‘Mendadak Facebook’

Mekanisme Surat Masuk dan Keluar dari Suatu Kantor

Setiap hendak mengakhiri sesi mata diklat manajemen Perkantoran pada Diklat Prajabatan, tidak lupa akan selalu saya sertakan sebuah cerita….tentang dua orang PNS yang kebetulan saling kenal….dan PNS 1 (Widi) hendak titip surat kepada PNS 2 (Roni)….begini katanya….

Widi : ”Ron….aku mau titip surat pada Kepala Kantormu nih….Tolong sampaikan ya….?! Kamu khan sama Kepala Kantormu, Pak Budi, khan tetanggaan….”

Na….dari situ saya akan bertanya pada para peserta ”Apa yang seharusnya dilakukan Roni….?! Apakah diperbolehkan langsung menyerahkan surat itu pada Pak Budi yang kebetulan adalah tetangganya…?!”

Dari situ saya akan melanjutkan cerita itu dengan menjelaskan bagaimana sebaiknya sebuah surat dinas itu diperlakukan, yakni melalui sebuah mekanisme birokrasi surat dinas, baik masuk maupun keluar. Sebuah cerita yang bagi saya biasa-biasa saja mengingat itu yang biasa saya lakukan….Hanya saja, saya menjadi terkejut saat secara tidak sengaja menerangkan hal itu pada para peserta Diklat Pim IV….ternyata banyak dari mereka yang tidak mengetahuinya secara mendetail seperti yang saya jelaskan…..hingga saya jadi merasa perlu untuk mengangkat masalah ini dalam tulisan saya kali ini….

Pada dasarnya mekanisme surat masuk dan keluar dari suatu kantor digambarkan dalam alur berikut ini.

Slide1

Lanjutkan membaca ‘Mekanisme Surat Masuk dan Keluar dari Suatu Kantor’

Teknik Penyusunan Programa Penyuluhan

Menurut Undang Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Programa Penyuluhan Pertanian adalah adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan araMenurut Undang Undang nomor 16 tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan, Programa Penyuluhan Pertanian adalah adalah rencana tertulis yang disusun secara sistematis untuk memberikan arah dan pedoman sebagai alat pengendali pencapaian tujuan penyuluhan. Selanjutnya dalam Bab VII dari undang undang tersebut mulai pasal 23 dijelaskan bahwa programa penyuluhan dimaksudkan untuk memberikan arah, pedoman, dan alat pengendali pencapaian tujuan penyelenggaraan penyuluhan.

Programa penyuluhan terdiri atas programa penyuluhan desa/kelurahan atau unit kerja lapangan, programa penyuluhan kecamatan, programa penyuluhan kabupaten/kota, programa penyuluhan provinsi, dan programa penyuluhan nasional. Programa penyuluhan disusun dengan memperhatikan keterpaduan dan kesinergian programa penyuluhan pada setiap tingkatan.

Programa penyuluhan disahkan oleh Kepala Balai Penyuluhan, Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten/Kota, Ketua Badan Koordinasi Penyuluhan Provinsi, atau Kepala Badan Penyuluhan sesuai dengan tingkat administrasi pemerintahan.

Programa penyuluhan desa/kelurahan diketahui oleh kepala desa/kelurahan. Programa penyuluhan disusun setiap tahun yang memuat rencana penyuluhan tahun berikutnya dengan memperhatikan siklus anggaran masing-masing tingkatan mencakup pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya sebagai dasar pelaksanaan penyuluhan. Programa penyuluhan harus terukur, realistis, bermanfaat, dan dapat dilaksanakan serta dilakukan secara partisipatif, terpadu, transparan, demokratis, dan bertanggung gugat. Lanjutkan membaca ‘Teknik Penyusunan Programa Penyuluhan’

Membagi Kelompok Berdasar Warna Kesukaan

Ide awal metode ini sebenarnya adalah bagaimana cara membagi peserta agar jumlahnya tidak sama…kalo bisa sih bahkan ada yang jumlahnya terlalu banyak atau ada juga yang jumlahnya sedikit, bahkan hanya 1 orang. Metode ini saya perlukan khususnya dalam mata pelajaran team building dalam rangka meyakinkan peserta bahwa prinsip kelompok itu bukan hanya jumlah tetapi kerjasama. Bahkan kinerja kelompok tidak akan pernah bisa menyamai kinerja anggota terbaik, walau secara rata-rata memang kinerja kelompok selalu lebih baik daripada kinerja seseorang sendirian. Untuk itu biasanya saya akan menguji kemampuan masing-masing kelompok dengan permainan lainnya, seperti teka-teki atau model tulis sebanyak-banyaknya….

Refleksi
Ada beberapa kejadian yang ingin saya tanamkan dalam permainan ini. Pertama, saya hendak meyakinkan peserta bahwa kerja kelompok itu selalu lebih menyenangkan daripada kerja sendirian karena pada dasarnya manusia itu adalah makhluk sosial yang butuh teman untuk sekedar ’talking’….Dalam hal ini saya akan menanyakan perasaan kelompok yang memiliki anggota sedikit misalnya tiga, dua orang atau bahkan sendirian….dan umumnya mereka akan menjawab kurang enak dan kurang pede….Walau saya akan selalu berusaha memberinya semangat buat mengalahkan kelompok yang lebih besar….karena bukan jumlah yang penting dalam sebuah kelompok tetapi kerjasama dan mengusai tujuan…..(yang biasanya akan saya coba memainkan permainan dengan tema yang sangat dikuasai kelompok yang lebih kecil buat membuktikan hal itu…..)

Slide1 Lanjutkan membaca ‘Membagi Kelompok Berdasar Warna Kesukaan’

Sang Pemimpi versus Sang Pengkritik

Saat menuliskan postingan ini, terus terang ingatan saya melayang pada beberapa sosok ‘sulit’ yang ada di kantor kami….Sosok sulit yang dimaksud katakanlah Mr. Edy adalah sosok-sosok yang senantiasa bersuara keras dalam setiap rapat dinas yang sedang diikuti….kerjaannya dalam setiap rapat, tak lain dan tak bukan hanyalah ngritik and ngritik and ngritik setiap kebijakan yang sedang dipaparkan dalam pertemuan-pertemuan itu….Apakah Anda merasa akrab dengan sosok sulit yang saya maksud….?! Adakah sosok sulit tersebut di kantor Anda….?! Ya….saya setuju dengan pendapat Anda bahwa orang-orang yang saya ceritakan itu adalah tipe orang-orang yang dibenci oleh banyak orang…karena tabiatnya yang selalu menjegal setiap upaya baik yang hendak diterapkan di kantor kita….Apakah Mr. Edy seorang yang pintar….?! Ok….sebenarnya dia pinter tapi kalo tabiatnya seperti itu….lebih baik dia pergi saja dari kantor kami….atau minimal kita kurangi setiap aktivitas yang bisa menyebabkan kita berhubungan dengan dia…..Setuju….?! He…he…he…jangan keburu begitu dong….dia khan juga temen kita….toh jika kita dekati secara personal dia juga bukan orang jahat koq….

Salah satu prinsip dasar dari NLP (Neuro Linguistik Program) yang sedang saya pelajari adalah ”Setiap Perilaku pada dasarnya adalah kehendak positif”…Prinsip ini termasuk juga pada perilaku yang menyakitkan, menyedihkan dan bahkan tak masuk akal sebenarnya mempunyai tujuan positif jika ditilik dari situasi aslinya….Sebagai contoh, perilaku yang suka berteriak atau bersuara keras pada dasarnya pengen agar suaranya bisa terdengar. Perilaku yang suka melemparkan kesalahan pada orang lain sebenarnya hanyalah sebuah upaya kecil untuk menyelamatkan diri dan masa depannya. Perilaku yang statis dan tidak mau berubah…termasuk yang sangat sedih saat harus mengalami mutasi…pada dasarnya hanyalah perasaan ketakutan akan kehilangan sebagian rejeki yang selama ini diterimanya. Intinya adalah daripada sibuk menyesalkan atau mengecam tindakan-tindakan semacam itu, kita bisa memisahkannya dari kehendak positif orang bersangkutan. Pilihan-pilihan lebih positif, baru, dan update, bisa ditambahkan untuk memenuhi kehendak yang sama. Lanjutkan membaca ‘Sang Pemimpi versus Sang Pengkritik’

Ngajar Sembari Ngenet….

sleep

Hari Rabu kemaren itu rasanya males banget aku ngajar…..bukan apa-apa, cuman badan capek wae setelah selama dua hari aku harus ngajar…apalagi sehari sebelumnya aku haru ngalajo pulang balik ke Sukoharjo…hingga badanku yang baru rehat sebentar setelah digenjleng marathon ngajar selama 4 hari di minggu lalu…kumat lagi capeknya….Belum lagi kalo mbayangin hari ini aku harus ngajar juga….Sabtu rehat sehari and lanjut ngajar marathonan lagi di minggu depan…..waduh…..Emang sih jika mbayangin rupiahnya rasanya jadi bersemangat lagi, tapi lama-lama capek juga marathonan begini….pikiran rasanya buntu….gak bisa diajak mikir hingga tugas dadakan mbikin modul pun belum sempat kesentuh secara tuntas…bahkan posting di bulan April pun baru sebiji ini…. bukan karena ogah or gak ada ide…semuanya gara-gara keblebek jepe pikiran jadi susah buat dipakek nyusun kata-kata yang…..

Bisa dibilang, bulan April ini adalah bulan tersibuk dalam karirku sebagai seorang WI….gimana tidak, walau sudah berehat ria akibat adanya pemilu selama seminggu tapi volume ngajarku bulan ini mencapai 14 hari alias hamper setengah bulan aku kudu ngadeg di depan kelas….!! Itu pun setelah saya sempet menolak 3 buah tugas ngajar karena merasa gak sanggup nahan capeknya….Semuanya gara-gara beberapa orang WI senior sibuk di Diklat Pim II yang berperaturan ketat dan gak boleh ditinggal sama sekali hingga para WI yang tersisa harus maen marathonan buat nyelesain tugas mengajar yang tersisa and tak kalah bejibunnya….seperti halnya saya, tiba-tiba harus terkaget-kaget karena menerima beberapa tugas dadakan karena kehabisan WI (termasuk kemaren dan hari ini yang di luar skedul) hingga masuk kelasnya pun males-malesan karena seringkali sudah kecapekan ples kurang persiapan….(untungnya saya sudah sedikit berpengalaman menjadi WI….sudah 3 tahun ples lumayan banyak jam terbangnya hingga gak gedandapan jika dapet tugas mendadak….kadang malah seneng he..he…he…).
Lanjutkan membaca ‘Ngajar Sembari Ngenet….’

Data dan Informasi dalam Website milik Badan Diklat

Sebenarnya malu juga saya punya lembaga pendidikan dan pelatihan yang ngakunya nomor 1 di Indonesia tapi yang namanya hot spot gak ada…ada juga sih tapi bandwithnya malah mirip dengan lagunya BBB….putus nyambung putus nyambung putus nyambung….sekarang putus besok nyambung lagi…..he…he…he….bikin ill fill lah….Rencananya sih tahun ini diseluruh wilayah Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah kita akan full hot spot dengan dua saluran lagi….satu dari Jateng go id milik Pemerintah Provinsi sementara satunya dari langganan speedy khususnya di wilayah Kampus Eksekutif Merapi yang biasa kita pakek buat penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan Tingkat II….Mendengarnya saja sih sudah seneng walau pelaksanaannya ya masih seperti itu….putus nyambung….hingga bikin malu jika ditanyain temen….masak kalah sama bakul sate…yang launching perdananya saja berfasilitas hot spot….sementara kita yang ngakunya lembaga pendidikan…..

Pagi ini (kalau postingannya nggak pas pagi ini tanggal 24 Maret maka yang terjadi adalah…..), tiba-tiba saya diminta Pak Parmo, koordinator WI kita, buat mewakili para WI ikut dalam launching website milik Badan Diklat….hmmm ini semakin menarik bagi lembaga kita karena sudah ada gerakan buat maju selangkah…..yakni meningkatkan pelayanan pada para stackholder melalui dunia maya. Denger-denger sih sebenarnya kitanya sudah lama punya website yakni kalo gak salah di www.bandiklat.go.id. Tapi gak tahu kenapa koq akhirnya malah gak jadi di launching and malah cari rekanan baru buat mbikinin settingannya website Bandiklat yang baru….Untungnya kali ini kebetulan aku kenal dengan rekanan yang hendak mbikinin website tersebut cause kitanya sempet pernah mbikin modul bareng beberapa tahun yang lalu…orangnya baik dan malah sudah berjanji untuk mbikinin website yang tidak kaku alias bisa diothak-athik lagi di masa depan jika pengen ada tambahan…..asyik to….Tapi walaupun sama temen, tetep saja akunya pengen ngoreksi data dan informasi yang ada di website milik Badan Diklat-ku tercinta….Bukan apa-apa, saya hanya gak mau website milik Bandiklat seperti halnya website milik instansi pemerintah yang lain…yang hangat-hangat tahi ayam….atau dibuat asal-asalan hingga nambah-nambahi hal yang mubadzir….   Lanjutkan membaca ‘Data dan Informasi dalam Website milik Badan Diklat’

Berakit-Rakit ke Hulu, Berenang Ketepian….

090203_131532

Terus terang saja, judul diatas gak ada hubungannya dengan ilustrasi yang mengiringi tulisan ini yang menunjukkan kegemaran baru saya yang bikin oran-orang berkata bahwa saya semakin item saja….bukan pula berhubungan dengan lagunya Bang Rhoma….kali ini saya hendak menceritakan pengalaman pertama saya dalam melakukan sitting program (di tempat saya sih sering disebut sebagai mel open…..walau yang saya tulis itu hanya cara nyebutnya and bukan bentuk tulisannya yang sampai saat ini gak pernah aku ketahui…). Sitting program merupakan salah satu cara seorang widyaiswara belajar, yakni dengan ikut widyaiswara lain yang sudah berpengalaman dalam mengajarkan sebuah materi.. Disini widyaiswara yang ‘ngikut’ akan berupaya belajar tentang sagala hal yang berhubungan dengan materi, baik content materinya, metode pengajarannya termasuk ice breaking and instrument yang diberikan pada materi tersebut, serta cara melakukan pengelolaan kelas selama proses belajar mengajar berlangsung….

Terus terang, setelah 2 tahun lebih saya jadi widyaiswara, baru kali ini saya ‘bersedia’ melakukan sitting program…soalnya saya lebih suka belajar pakek metode lain seperti baca modul, ngelamunin skenarionya sendiri, diskusi dengan temen lain ples ngebaca sendiri renferensi yang terkait . Padahal sitting program merupakan salah satu tradisi di instansi kami buat meningkatkan kualitas widyaiswara baru. Tapi memang sayanya yang wegah duduk berlama-lama di kelas….gak ngapa-ngapain…alias hanya mengamati orang lain mengajar (soalnya kelingan masa-masa diklat yang menjemukan jika widyaiswara-nya membosenkan….) hingga mungkin saya sedikit dianggap kemaki juga ya…..tapi mo gimana lagi, bagi saya sitting program adalah kebutuhan seorang widyaiswara dan bukan sebuah kewajiban…alias dipaksa-paksa buat ngikut. Asal dari peserta gak ada komplen tentang cara mengajar…jalan saja. Bahkan komplen pun jika cuman satu atau 2 kali gak masalah….wong kualitas mengajar juga tergantung jam terbang. Saat pertama mengajar sih pastinya masih grogi and sibuk ngapalin materi yang emang belum ‘tune in’ hingga belum begitu baik….jadi salah dooong jika pengalaman pertama mengajar kitanya langsung dituntut baik….Khan yang penting bukan kualitas mengajar pada satu proses belajar mengajar….yang lebih penting adalah bagaimana seorang WI memperbaiki kualitas mengajarnya pada kesempatan berikut….. Lanjutkan membaca ‘Berakit-Rakit ke Hulu, Berenang Ketepian….’

Data dan Informasi dalam Website milik Disperindagkop

Seperti sudah saya katakan sebelumnya, katagori E-Government saya bikin dengan semangat setengah hati dan tidak menjanjikan apa-apa….Bukan apa-apa, disamping saya sendiri kelasnya belum nyampek ke pembuatan sebuah webste and hanya sekedar ngeblog yang secara teknis mudah-mudah saja….saya sendiri meragukan pola pikir sebagian besar instansi ples aparat pemerintah yang nyampeknya masih sekedar komputerisasi…dan belum nyandak kalo diajak sedikit lari-lari kecil ke arah teknologi informasi. Terbukti dari beberapa kali kesempatan ngajar, hasil diskusi tentang E-Government datar-datar saja….kurang greget, bahkan mungkin terlalu dangkal buat dipakai sebagai sebuah sumber informasi yang memadai…..

Walaupun demikian, saya sendiri tetep berupaya agar katagori ini bisa bermanfaat bagi pembaca…..Berhubung hasil diskusi yang lalu hasilnya datar-datar saja maka saya kemudian nyoba dengan lebih ke dalem lagi….dalam arti tidak sekedar content sebuah e-government saja, melainkan saya coba masuk ke dalam pekerjaan sehari-hari dari peserta yakni minta mereka menggali data dan informasi dengan mengambil sampel langsung pada dinas/instansi salah satu peserta….Sebagai tahap awal tentu saja saya motivasi peserta terlebih dahulu untuk ‘tidak ketakutan’ dengan yang namanya website. Tentu saja saya tekankan bahwa cara mbikin website yang paling baik adalah dengan memberdayakan masyarakat….alias ‘ndandakke’ pada profesional-profesional komputer…..Na….saat nyuruh mbikinin itu, kita sebagai aparat pemerintah mewarnainya dengan cara menyebutkan data apa saja yang harusnya ada dalam website tersebut….sesuatu yang tukang bikin website tidak begitu ngerti…..tul khan…?! Lanjutkan membaca ‘Data dan Informasi dalam Website milik Disperindagkop’

Memburu Intan di Tumpukan Sampah

Sampai dengan awal Maret ini, tercatat sudah tiga kali Semarang kebanjiran buku (kalo kebanjiran aer sih sering banget…..). Ya…..gak tahu lagi ada angin apa beberapa penerbit rame-rame nyerbu Semarang buat ngadain pameran buku. Pertama, tanggal 5 – 10 Februari kemaren yang diadain di Gedung Wanita, jl. Sriwijaya Semarang. Lalu, yang kedua yang diadain di Java Mall, tanggal 10 – 15 Februari oleh penerbit Kompas dan Gramedia. Dan terakhir adalah Bursa Sejuta Buku yang diadain di Gedung Admiral belakang RRI tanggal 27 Februari – 3 Maret 2009. Kayaknya baru di tahun ini lah (sepengetahuanku yang baru tinggal di Semarang sejak Oktober 1999) publik Semarang bener-bener dimanjakan oleh berbagai jenis buku…dan tentu saja sebagai salah seorang pecinta buku saya pastilah tidak mau ketinggalan buat ikut-ikutan nyerbu and mborong-mborong…

Kalo ada pameran buku maka orang pertama yang ingin kukabari adalah Mr. Untung Darmadi….temen widyaiswara sekaligus salah satu maniak buku yang bisa jadi lebih gila daripada saya….Prinsipnya aneh, lucu tapi cocok juga untuk diikuti di masa krisis ini…. Jika masuk toko buku, meski muternya lama, yang dibawa keluar pasti buku yang tipis-tipis sesuai kantong kami….Tapi jika masuk pameran buku, muternya pasti lebih lama dan yang dibawa keluar pasti buku yang tebal-tebal….tentu saja karena setiap pameran pasti ada diskonnya…dan yang jelas nyari buku yang diobral murah…kadang gak begitu bagus juga sih tapi kalo harganya murah apalagi diobral….bagi kami gak ada salahnya untuk dibeli (kalo sudah begini remnya hanya wajah sang istri yang kadang cemberut melihat tumpukan buku yang kubeli…..). Bagi kami persoalan beli buku bukanlah persoalan kualitas tapi kami lebih suka dengan kuantitas….walau sekali lagi saya harus setuju dengan pendapat Pak Untung bahwa pada dasarnya kami-kami ini kelasnya masih sebagai pecinta buku….alias suka membeli buku buat dikoleksi….sementara masalah membaca…ya….sak sempat-sempate lah he…he…he….

090228_170701 Lanjutkan membaca ‘Memburu Intan di Tumpukan Sampah’

Pengelolaan Surat Keluar Instansi Pemerintah

Seperti halnya surat masukmaka pengelolaan surat keluar dilakukan oleh bagian tata usaha atau sekretariat. Artinya, bagian tata usaha lah yang berhak mengolah, memeriksa, menyerahkan pada pimpinan untuk ditandatangani, sekaligus mengirimkannya kepada instansi lain. Pengelolaan surat-surat keluar dilakukan dengan prosedur seperti berikut :

1. Pengolahan Surat oleh Pejabat Teknis

Pada dasarnya surat keluar berasal dari dua sumber yaitu disposisi pimpinan misalnya karena ada kebijakan pimpinan, sebagai reaksi atas suatu aksi atau adanya konsep baru atas inisiatif dari pejabat yang menangani dan surat dari pejabat teknis yang bersangkutan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok.

Surat-surat yang telah didisposisi oleh pimpinan, dikembalikan kepada sekretaris pimpinan untuk selanjutnya diteruskan kepada pejabat teknis yang menangani permasalahan yang tersebut dalam surat. Penyampaian surat-surat kepada pejabat teknis oleh sekretaris pimpinan, harus menggunakan Buku Pengiriman Surat/Buku Ekspedisi atau lembar pengantar. Apabila menggunakan lembar pengantar, satu lembar disposisi (tembusannya) harus disimpan oleh sekretaris pimpinan sebagai sichler file. Petugas di unit pejabat teknis harus memberikan tanda tangan (paraf) pada Lembar Pengantar yang menunjukkan bahwa surat dan disposisi dari sekretaris pimpinan telah diterima.

Setiap pejabat yang terlibat dalam penyusunan surat harus membubuhkan paraf pada verbal sebagai bukti surat dinas telah diteliti dan dikoordinasikan. Paraf dibubuhkan di verbal konsep surat dengan urutan mulai dari pengetik, pembaca surat (konseptor), pemeriksa (atasan konseptor).

Selanjutnya oleh sekretaris pimpinan diserahkan kepada unit/petugas yang diberi tugas untuk memberikan nomor surat dan cap instansi (stempel). Setelah surat itu diberi nomor dan cap, maka selesailah proses pembuatan surat oleh pejabat teknis dan sekarang surat siap untuk diteruskan kepada bagian pengiriman untuk dikirim kepada alamat yang dituju. Lanjutkan membaca ‘Pengelolaan Surat Keluar Instansi Pemerintah’

Halaman Berikutnya »


Pakne Wulan

It’s My Life

re-exposure-of-phot0042-jakarta.JPG
Blogger Anti Korupsi
Dilarang Korupsi !! Jangan Korupsi Ya

Halo Sobat…

Semoga Weblog ini dapat dijadikan sebagai  Forum Komunikasi bagi Para PNS Demi Terwujudnya Profesionalisme Aparat Pemerintah sesuai Harapan Masyarakat...........

Majulah Widyaiswara.........!!

a

Blog ini Telah Dikunjungi Oleh

  • 84,647 orang

RSS Islamisme Ala Suryaningsih

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.
Gerakan Anti Pungli