Monthly Archives: Juni 2007

Urutan Motivasi Kerja Menurut Para Staf

Refleksi Peserta Prajab III Kabupaten Jepara

Pada tulisan saya yang lalu, diketahui bahwa di negara manca telah terjadi salah persepsi yang mendalam dari para manajer tentang urutan motivasi kerja dari para staf. Terbukti hasil penelitian Profesor Keneth A. Kovach dari George Mason University menunjukkan bahwa urutan penyebab naiknya motivasi kerja menurut para staf pada tahun 1995 adalah pekerjaan yang menarik, pengharagaan penuh untuk pekerjaan yang dilaksanakan, merasa dilibatkan, dan upah yang baik. Sementara urutan motivasi kerja menurut persepsi para manajer adalah upah yang baik, jaminan pekerjaan, promosi jabatan, kondisi pekerjaan, dan pekerjaan yang menarik. Terjadinya perbedaan persepsi itu tentu saja akan menimbulkan pengambilan kebijakan yang salah dari para manajer khususnya dalam memperlakukan karyawannya dalam upaya peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Berpijak pada hal tersebut diatas, saya kemudian berfikiran untuk mencoba mengurutkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan motivasi kerja para staf PNS. Seperti diketahui meningkatkan motivasi kerja seorang PNS merupakan pekerjaan yang sulit, bahkan mungkin lebih sulit daripada meningkatkan motivasi kerja karyawan swasta. Hal itu wajar mengingat masih lemahnya mekanisme reward and pusnishment yang dimiliki oleh instansi pemerintah. Artinya apa, jika seorang PNS memiliki prestasi yang baik atau mungkin seorang pekerja yang rajin, maka belum tentu dia akan mendapatkan imbalan yang pantas, baik melalui promosi, insentif atau sekedar perhatian dari atasan. Sedangkan jika dia merupakan PNS yang kualitasnya rendah, malas bekerja atau malah sering bolos kerja, kadang tidak ada hukuman yang diberikan padanya. Tentu saja kondisi-kondisi tersebut cenderung menyebabkan seorang PNS berkualitas menjadi stress, frustasi dan lebih gawat lagi akan ikut-ikutan menjadi malas atau bermotivasi kerja yang rendah. lanjutin

Iklan

Pendapat Para Guru Kebumen Tentang Manajemen Perkantoran

”Menurut Bapak, apa pengalaman yang menarik selama mengajar…” sebuah pertanyaan dilontarkan salah seorang peserta Prajabatan Golongan III Kabupaten Kebumen. Susah juga, tetapi bagi saya sampai saat ini pengalaman mengajar masihlah sebuah pengalaman yang menarik, mengesankan dan selalu menghadirkan sesuatu yang membantu pengembangan diri saya. Sebagai contoh, saat di Kebumen rabu-kamis kemaren saya berjumpa dengan seorang guru dari sekolah langka, yakni sebuah SMAK jurusan Kelautan…terletak di tepi laut atau di bagian selatan Kebumen, yang baru berdiri selama 3 tahun. Juga saya bertemu seorang guru SMAK….dimana sekolahnya memiliki dua jurusan, Otomotif dan Tata Boga…!!

Terlepas dari itu….lokasi mengajar saya kali ini demikian jauh….yakni di Komplek diklat kesehatan, yang dulunya milik Departemen Kesehatan atau lebih dikenal sebagai Bapelkes Gombong, kira-kira 5 jam perjalanan dari Semarang….itupun jika kita naik Bus Patas….yang kayaknya juga satu-satunya….. Waktu itu aku berangkat hari Rabu tepat pukul 1 siang, sampai lokasi jam 6 sore….istirahat sebentar tanpa berani mandi, karena udara mendung sejak pagi plus aku baru naik bus Sumber Alam yang AC-nya demikian dingin, aku langsung tancap gas ngajar mulai pukul 19.00 – 21.10…. Baca lebih lanjut

Kesalahan Penggunaan Tanda Baca Dalam Surat Dinas

Ini juga masih rangkaian dari tulisan saya mengenai permasalahan kebahasaan dalam surat dinas instansi pemerintah. Kali ini saya akan coba membahas kesalahan-kesalahan yang lazim terjadi dalam penggunaan tanda baca pada suatu surat dinas. Menurut pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, ada bermacam-macam tanda baca yang dipergunakan di Indonesia, yaitu tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda hubung (-), tanda pisah ( _ ), tanda tanya (?), tanda seru (!), tanda kurung [ ( ) ], tanda kurung siku ( [ ] ), tanda petik (”….”), tanda petik tunggal ( ’….’), tanda ulang (…..2), tanda garis miring ( / ), dan tanda penyingkat ( ’ ). Tidak semua tanda baca tersebut lazim dipakai dalam suatu surat dinas. Oleh karena itu, bahasan tanda baca dalam surat dinas akan saya batasi khusus pada tanda baca yang biasa dipakai dalam surat dinas. Bahasan yang diberikan masih menggunakan model contoh, uraian kesalahan, dan pembetulannya

4.1. Tanda Titik (.)
Penggunaan tanda titik yang salah sering ditemukan pada bagian-bagian surat, yaitu pada akhir tanggal surat, akhir nomor surat, akhir hal atau perihal surat, akhir alamat tujuan, akhir salam pembuka, akhir nama pengirim surat, penulisan singkatan nomor induk pegawai (NIP), dan akhir bagian tembusan surat. Contohnya adalah sebagai berikut :
a. Semarang, 24 Juni 2007.
b. Nomer: 272/DKL/2007.
c. Kepada
Yth. Saudara Kepala Dinas Pertanian
Jl. Tarubudaya no. 28.
Ungaran.
d. Perihal: Permohonan Ijin.
e. NIP. 500 055 234.
Yang benar disini

Para Kartini Muda bicara Tentang Kesalahan Yang Sering Terjadi pada Manajemen Perkantoran

Seperti sudah saya ceritakan pada tulisan sebelum ini, kelas saya kali ini begitu istimewa. Bayangkan…..dari 40 peserta, 33 diantaranya adalah wanita….!! Jadi kalau jaman dahulu kita pernah nonton film-nya Usmar ismail (?) ”Perawan di Sarang Penyamun…..”, maka mungkin ’my fave director’ Joko Anwar di masa depan bisa membuatkan saya sebuah film…yang intinya menceritakan bagaimana sulitnya perjuangan seorang lelaki diantara banyaknya kaum wanita…..seperti ramalan banyak ilmuwan tentang populasi kaum pria yang semakin menurun……ming guyon cahgak usah dianggep serius…..tapi yen tenanan, kayaknya asyik juga…….emm……

Tetapi keistimewaan kelas saya itu bukan hanya dominasi wanitanya….. melainkan kondisi kelas yang begitu hidup, sangat antusias, bersemangat belajar yang tinggi….sehingga saya merasa sedang berdiri pada sekolah jaman dahulu…..dimana Raden Ajeng Kartini sedang bersekolah….ya….saya seolah-olah berdiri di depan Kartini-Kartini muda…..Alangkah indahnya……mungkin bentuk kesetaraan gender yang demikianlah yang menjadi idaman para tokoh emansipasi kita di jaman perjuangan…… lanjut…

Mencetak Rekor Mengajar

Momen ini sebenarnya sudah saya perkiraan jauh-jauh hari. Booming kegiatan Diklat Prajabatan di berbagai wilayah di Jawa Tengah, akibat pengangkatan besar-besaran PNS yang berasal dari pegawai honorer, mengandung konsekuensi bagi seluruh widyaiswara untuk siap-siap lari marathon….alias ngajar terus menerus….bahkan harus loncat sana loncat sini…. keliling berbagai daerah…..Ya…kalau ingat honor sih seneng-seneng saja…. tetapi yang paling penting sebenarnya adalah upaya untuk tetap fit, menjaga kesehatan sekaligus mood ngajar….akibat terlalu capek plus kurang persiapan juga…..Tetapi ternyata acara pemecahan rekor pribadi saya dalam mengajar baru saja terjadi di bulan Juni….artinya…selama bulan-bulan sebelumnya….saya masih banyak nganggurnya……

Lari marathon saya….dimulai dari Senin pagi saat saya nengok jadwal di sekretariat WI….dan ternyata benar ada jadwal ngajar di hari Selasa….Team Building Prajabatan Golongan II di Badan Diklat…..Berhubung saya udah lama juga puasa ngajar sehingga perlu melihat lagi bahan-bahan maka sebelum lohor saya pamit pulang… sekalian nyaur utang tidur akibat capek sehabis DL dari Yogya minggu kemaren….Begitu bangun tidur siang yang kurang nyenyak….tiba-tiba SMS masuk dari Mas Agus yang intinya memberi jadwal ngajar di Jepara pada Rabu pagi….wah tambah kerjaan ini….tapi untung materinya sama…jadi agak tenang…..Sebenarnya mau ngebut nyempurnain bahan-bahan yang sudah ada….tetapi karena kepala masih agak pusing karena sedikit masuk angin….akhirnya acaranya hanya mbukak-mbukak and baca modul dan power point-nya doang….. Baca lebih lanjut

Hadirnya Sang Putri Malam

Alhamdulillaah…….akhirnya pada tanggal 5 Juni 2007 pukul12.20 WIB, Gusti Allah sudi memberikan lagi kepercayaan pada saya untuk mengasuh seorang putri……ya anak saya yang kedua lahir……dengan begitu cepat sampai tidak sempat saya tunggui karena waktu itu saya masih ada di perjalanan Semarang-Yogya…..mungkin bus yang saya tumpangi masih sampai Secang-Magelang…..meski kabar yang bahagia itu saya terima saat bus saya sampai di Blabak……after Magelang…….

Gak pa…pa…. lah gak sempat nunggoni, yang penting anak saya tersebut lahir dengan selamat, sehat, normal, dengan bobot 3,07 kg panjang 49 cm……dan yang paling penting ibunya juga sehat wal’afiat…. Bukannya gimana-gimana, tapi nggak tau kenapa fikiran saya terus khawatir dengan semakin dekatnya dengan kelahiran sang jabang bayi….Sangking khawatirnya, saya sampai gak berani nonton film “the pursuit of happiness“……bukan apa-apa…..cuman takut ketularan saja….Bahkan adegan tersebut sempat saya alami kala disuatu siang aku jalan kaki berdua dengan Wulan…kala hendak naik Bus ke Semarang…..tanpa ibunya karena terpaksa harus saya tinggal di Yogya…..
Baca lebih lanjut

Prinsip Mendengarkan Aktif dalam Sebuah Komunikasi

 Kita telah sepakat (?), setelah membaca tulisan saya terdahulu,  bahwa mendengarkan dengan baik itu lebih penting daripada sekedar berbicara…apalagi jika itu kita terapkan dalam dunia kerja….lalu mendengarkan yang seperti apakah yang baik kita terapkan dalam dunia kerja kita…?! Jawabannya adalah mendengarkan secara aktif…!! Na…..seperti apakah mendengarkan secara aktif tersebut…..?!

 Menurut Mr. Yaslis Ilyas dalam bukunya “Kiat Sukses Manajemen Tim Kerja”….Salah satu komponen penting dalam berkomunikasi adalah menjadi active listener. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam komunikasi aktif tidaklah cukup duduk atau berdiri dan membuka telinga lebar-lebar, tetapi harus mencerminkan bahwa Anda mendengarkan dan lebih menyimak lawan bicara dengan sungguh-sungguh. Baca lebih lanjut