Monthly Archives: April 2008

Resiko Sang Bintang…..

Sang bintang atau The Dream Team atau apalah namanya buat menggambarkan sosok yang begitu dominan dalam dunia kerja….pada dasarnya bagai pisau bermata dua bagi suksesnya suatu organisasi. Di satu sisi organisasi akan sangat membutuhkan peran serta aktif “sang bintang” buat memajukan organisasi karena sosok seperti itu pastilah dipenuhi dengan ide-ide kreatif dan kinerja yang tinggi hingga dapat dijadikan motor penggerak bagi setiap kegiatan kerja yang ada di sebuah organisasi. Akan tetapi, jika organisasi itu kemudian menjadi begitu tergantung pada “sang bintang” maka resiko rusaknya seluruh kinerja yang ada di sebuah organisasi dapat terjadi kala “sang bintang” itu mengalami ‘gangguan’ semisal dalam kondisi tidak fit atau malah sakit, hilang motivasi, atau bahkan harus mengalami yang namanya mutasi ke lain organisasi….

Contoh terbaru dan nyata dialami oleh sebuah klub raksasa Barcelona yang prestasinya semakin terpuruk akhir-akhir ini….Semua tahu bahwa Barcelona adalah klub raksasa yang dipenuhi dengan pemain-pemain paling berbakat yang ada di planet ini….Hanya saja semua orang juga tahu bahwa alunan orkestrasi indah sepakbola milik El Barca selama ini berkat hasil komando pemain sepakbola terbaik sejagad, yang keberadaannya hampir melegenda dan menyamai nama Pele and Maradona, yakni Ronaldinho Gaucho….!! Dan semuanya akhirnya juga tahu bahwa keterpurukan prestasi Barcelona dikarenakan menurunnya performa sang bintang….. yang menurut analisis saya bukan disebabkan apa-apa melainkan karena hilangnya motivasi Ronaldinho akibat perasaan tak ada lagi yang ingin dicapai dalam dunia sepakbolanya….Gimana tidak, hampir semua gelar telah dimiliki oleh “sang bintang”…..mulai dari Juara Piala Dunia, Juala Piala Libertadores, Juara Liga Champion, Pemain terbaik Dunia…..Bahkan akibat turunnya performa ‘sang bintang’ itu, Frank Rijkard pun harus tega tidak memainkannya dalam pertandingan-pertandingan Barca…..termasuk saat kekalahan menyakitkan dari Manchester United di semifinal Liga Champion dini hari tadi….

ronaldinho juggling 2

Baca lebih lanjut

Iklan

Manajemen Perkantoran Bagi Guru SMP Satu Atap…..

Guru satu atap…..?! Siapa mereka itu….?! Istilah itu saya temukan saat saya mengajar Diklat Prajabatan Golongan III di Kabupaten Pekalongan Jum’at 18 April kemaren….. Ternyata cukup menarik karena mereka adalah guru-guru pada sekolah setingkat SMP yang baru didirikan, sebagai hasil bentukan pemerintah guna mengantisipasi adanya program wajib belajar 9 tahun yang telah menjadi tekad pemerintah….Dengan murid yang juga sangat terbatas pula, yakni ada yang mengaku hanya memiliki murid 18 orang saja dalam satu kelas. Lokasi SMP satu atap itu memang rata-rata di daerah terpencil dan sulit terjangkau oleh kendaraan umum……Kalo di Pekalongan, rata-rata di daerah selatan kota yang terkenal bergunung-gunung serta masih separoh hutan itu……Dan yang lebih unik lagi adalah kenyataan bahwa SMP (Negeri) satu atap itu berlokasi di lahan yang sama dengan SD negeri….yang bahkan kepala sekolahnya pun dijabat rangkap oleh Kepala SD yang menjadi induk SMP satu atap tersebut……

Terus terang di satu sisi saya merasa gembira dengan kenyataan adanya itikad baik dari pemerintah guna mendekatkan sekolah setingkat SMP pada daerah-daerah terpencil tersebut…..Selama ini mungkin banyak anak-anak yang lulus SD tidak bisa melanjutkan sekolah ke SMP karena jauhnya jarak rumahnya yang memang terpencil itu dengan lokasi SMP yang sudah ada…..Jauhnya jarak tentu saja akan mengurangi minat anak-anak buat bersekolah karena anak akan merasa lelah jika harus berjalan kaki ke tempat jauh…. disamping kewajiban harus bangun pagi-pagi sekali agar tidak terlambat sampai sekolah…..hingga menyebabkan anak pasti males pergi ke sekolah…..Disamping itu, jauhnya jarak akan menambah beban biaya transport bagi orang tua siswa yang saya yakin pasti ekonominya juga menengah ke bawah (kalo orang kaya pasti gak mau tinggal di daerah terpencil to…..?! Dengan kondisi seperti itu, kalo kost kayaknya juga gak mungkin ya…..?!) sehingga pasti ujung-ujungnya akan mendukung si anak untuk tidak usah bersekolah saja……Dengan jarak yang dekat tentu saja diharapkan agar lebih banyak anak-anak di daerah terpencil yang memiliki minat buat melanjutkan sekolah ke SMP…. so….mungkin inilah salah satu upaya terbaik yang dilakukan pemerintah guna mensukseskan program belajar 9 tahun…… Baca lebih lanjut

Biar Ingat, Mampirlah ke Rumahku…..

“Masih ingat dengan saya nggak….?!” Demikian yang dikatakan oleh salah seorang peserta diklat Prajabatan Golongan III saat bertemu di mushola kantor Kabupaten Pekalongan. ”Ingat dong…..” dengan basa basi ples senyum ramah coba membalas sapanya….”Hayoo….kalo ingat, siapa nama saya….” Lagi peserta itu coba mengejar sembari menutupi tag name yang ada di dadanya……Saya hanya mesam-mesem saja mendengar jawabannya……sambil berusaha keras mengingat-ingat namanya, walau tetap kagak ingat juga…..”Masa lupa Pak….padahal baru satu minggu lho….Saya Bu Slamet Urip Pak……” peserta itu kelihatan kecewa saat saya tak jua menyebutkan namanya….dan sayanya hanya bisa menjawab singkat….”Maaf, saya orangnya dominan otak kanan….hingga sering lupa dengan nama seseorang….tapi kalau wajah pasti selalu ingat…..”

Itulah salah satu contoh kejadian yang sering kualami berkenaan dengan peserta diklat….yakni lupa namanya…..!! Sebuah kejadian yang mulai kuanggap wajar bagi diriku walau tetap saja pasti mengecewakan peserta….Tapi mau gimana lagi, susah rasanya mengingat semua nama para peserta yang pernah kufasilitasi dalam sebuah proses belajar mengajar….Bagaimana tidak, mereka begitu banyak dan selalu berganti-ganti setiap waktu….susah rasanya mengingat nama mereka….Apalagi di tahun 2008 ini, sudah 28 kali saya mengajar pada diklat prajabatan….Bayangkan jika kau kalikan dengan 40 orang per kelas maka minimal sudah ada 1120 orang peserta yang pernah bertemu denganku. So….wajar to saya lupa dengan nama mereka…… bahkan untuk peserta yang aktif di kelas dan menjadi bintang sekalipun…..!! Gimana mau ingat nama man…..kadang wajahnya pun aku juga lupa….apalagi kalo di kelas dia seorang yang pendiem….hingga kadang pas jalan-jalan di suatu tempat kadang ada yang menyapa ples ngajak salaman…..tanpa ingat dengan dirinya sama sekali……(mirip selebritis ya…..?!) Baca lebih lanjut

Tantangan dari Para Guru Kebumen……

Mengajarkan komunikasi pada para guru…..ibarat Boso Jowone “Koyo Nguyahi Segoro….” Gimana tidak….?! Seperti kita ketahui, pekerjaan guru erat kaitannya dengan komunikasi karena sehari-hari merekalah para komunikator bagi para murid-muridnya….sehingga jam terbang mereka sebagai komunikator mungkin malah lebih banyak daripada saya yang widyaiswara ini…..Kalau ingat dan difikir-fikir tentang hal tersebut, sebenarnya takut juga aku dengan kenyataan tersebut….tapi mau bagaimana lagi, namanya juga tugas…..lagian akunya khan juga nggak ngajar bagaimana caranya berkomunikasi dengan para murid to….?! Aku khan maunya hanya ngajar agar mereka berani bicara dengan atasan dan rekan sekerjanya….. Lho apa para guru itu tidak bisa….?! Nggak separah itu sih…..Hanya saja dengan kondisi penuh derita and tekanan selama mereka menjadi guru honorer…..para CPNS guru itu mungkin agak sedikit lupa dengan yang namanya Pede, padahal itu merupakan salah satu syarat agar seseorang mampu berkomunikasi dengan baik bukan…..?!

Tapi mengajar komunikasi bagi para guru memang selalu berat dan penuh tantangan…..apalagi proses pembelajarannya dilakukan pada hari minggu malam mulai pukul 19.00….alias hari libur and dekat banget dengan namanya sindrom I hate Monday…..hingga terlihat banyak peserta yang lebih banyak diamnya…… Tetapi belum juga sejam saya mengajar, sudah ada serangan dari Pak Dokter Usodo tentang apa kapabilitas seorang insinyur peternakan seperti saya mengajarkan komunikasi pada mereka….?! Pertanyaan ujian yang lumrah ditanyakan di era demokratisasi ini, walau sebenarnya tidak etis juga untuk ditanyakan itu…..untungnya pernah saya ketahui jawabannya dari Mr. Adi Wahyudi, dengan pengalamannya yang serupa…..yakni adanya kenyataan bahwa seorang insinyur peternakan pun pernah belajar ilmu komunikasi, khususnya saat berhadapan dengan petani dalam suatu kegiatan penyuluhan…..Bahkan saya kemudian balik bertanya pada dirinya dengan sebuah pertanyaan lelucon nan berbobot, yakni sehubungan dengan profesi saya yang ahli peternakan itu….kira-kira pinter mana antara ayam dengan bebek….serta enak mana antara beras import dan beras lokal….. Sebuah trik lucu yang dekat dengan profesi saya, hingga petanyaan-pertanyaan konyol itu pasti selalu berhasil memancing tawa dan mencairkan suasana nan kaku….. Baca lebih lanjut

April Mop in Sukoharjo

Pernahkah Anda mendengar istilah April Mop…..?! Atau malah sering memperingatinya….?! April Mop pada dasarnya merupakan tradisi orang barat yang jatuh pada setiap tanggal 1 April, dimana setiap orang dibolehkan untuk berbohong walau hanya untuk lelucon saja…..Tradisi April Mop atau disono sering disebut April Fools Day sebenarnya berawal dari kalender resmi yang dulunya diperingati saat 1 April dengan acara seperti saat menyambut tahun baru seperti pesta kembang api atau dansa-dansi semalam suntuk….Hanya saja, Paus Gregory pada tahun 1562 memperkenalkan sistem kalender baru dengan awal tahun dimulai dari 1 Januari. Tetapi ada beberapa kalangan yang belum dengar atau tidak percaya adanya perubahan ini. Jadi mereka terus memperingati tahun baru pada tanggal 1 April. Orang2 inilah yang disebut April Fools atau secara harafiah berarti orang2 yang tertipu di bulan April.

Lalu apakah saya juga ikut-ikutan menipu orang-orang juga….?! Nggak persis begitu…..walau sedikit nipu juga….but semuanya masih dalam koridor diklat dalam arti game yang saya mainkan dengan sedikit drama membikin peserta diklat terlalu bersemangat hingga rada-rada ngotot and rodo tukaran…..padahal itu hanya trik agar mereka mengerti yang namanya manajemen konflik hingga menyadari rasa gak enaknya mengikuti konflik….tapi kalau dihubung-hubungkan dengan waktu ngajar saya yang tanggal 1 April itu….ples ekspresi mereka saat tahu mereka tak akali, yakni dengan teriak-teriak histeris campur ngakak-ngakak……bolehlah dikatain mereka kena tipu….alias secara tidak sadar harus memperingati April Mop juga…. Baca lebih lanjut