Monthly Archives: Juli 2007

Hambatan Budaya Kerja Para Guru

Budaya Kerja pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang menjadi kebiasaan seseorang dan menentukan kualitas seseorang dalam bekerja. Nilai-nilai itu dapat berasal dari adat kebiasaan, ajaran agama, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat. Dari definisi tersebut, rasanya jelas bahwa seseorang yang memiliki budi pekerti, taat pada agama, dan memiliki nilai-nilai luhur akan mempunyai kinerja yang baik…….dalam arti mau bekerja keras, jujur, anti KKN, serta selalu berupaya memperbaiki kualitas hasil pekerjaannya demi kemajuan organisasi….

Ada beberapa nilai-nilai yang mendasari kehidupan kerja seseorang, yaitu : 1).Nilai-Nilai Sosial , yang terdiri dari Nilai Kemanusiaan, Keamanan, Kenyamanan, Persamaan, Keselarasan, Efisiensi, Kepraktisan; 2) Nilai-Nilai Demokratik , yang terdiri dari Kepentingan Individu, Kepatuhan, Aktualisasi Diri, Hak-Hak Minoritas, Kebebasan/Kemerdekaan, Ketepatan, Peningkatan; 3) Nilai-Nilai Birokratik, yang meliputi Kemampuan Teknik, Spesialisasi, Tujuan Yg Ditentukan, Lugas Dalam Tindakan, Rasional, Stabilitas, Tugas Terstruktur; 4) Nilai-Nilai Profesional, termasuk Keahlian, Wewenang Memutuskan, Penolakan Kepentinan Pribadi, Pengakuan Masyarakat, Komitmen Kerja, Kewajiban Sosial, Pengaturan Sendiri, Manfaat Bagi Pelanggan, Disiplin; 5) Nilai-Nilai Ekonomik, yaitu Rasional, Ilmiah, Efisiensi, Nilai Terukur dg Materi, Campur Tangan Minimal, Tergantung Kekuatan Pasar.
berlanjut

Iklan

Susahnya Ngajak Diskusi Guru tentang Perkantoran

Gak tau kenapa….hari itu rasanya males banget aku ngajar……mbukak power point kagak, baca bukunya ya ogah…..pendek kata aku maju ngajar dengan waton ngglundung alias hanya mengandalkan frekwensiku yang cukup sering dalam mengajar materi ini…..sehingga segala bentuk isi, jenis game maupun jenis instrumen yang bisa bikin peserta melek ya…sudah apil banget…..so….ya sekali-kali ngikut widyaiswara yang laen…..waton golek honor mengajar…alias just profesional dan tanpa emosi…..

Dan benar saja….begitu masuk kelas….suasana gak enak sudah memenuhi ruang kelas…..mulai peserta yang banyak belum datang hingga jadwal yang semula jam 15.30 dianyang molor jam 16.00….buat sholat katanya…..Setelah itu soundsystem yang kurang keras agak kegedean bass-nya menjadi hal yang mengganggu diriku….belum lagi kabel mike yang gak bisa nyampek belakang hingga susah buat acara tanya jawab…..ditambah ruang kelas yang terlalu luas plus penataan tempat duduk yang bikin susah interaksi jika aku pakai mike….dan jika tanpa mike, bikin suara cepet habis…..Dan yang paling menjengkelkan…..jam 17.00 aku diinterupsi peserta agar disiplin waktu karena waktunya istirahat…..Hah…..!! Khan tadi sudah molor mulainya…..?! lanjut

Mengasah Mata Pisau Berkarat

Sering dalam kelas ada pertanyaan ‘ujian’ yang terlontar dari peserta…utamanya menguji my competencies yang memang sedikit njlewar “Pak Lutfi, Bapak khan dari bidang peternakan…?! Apa Bapak merasa nyaman dengan profesi Bapak sekarang…..utamanya materi mengajar yang jauh dari disiplin ilmunya……misalnya Komunikasi Efektif, Manajemen Perkantoran Modern, Team Building dan Budaya Kerja……?! Sebuah pertanyaan halus yang menyindir tingkat profesionalitas saya dalam mengajar…..

Sebagai seorang ‘terpidana’ tentu saja saya akan membela diri mati-matian…… Dan dengan gagah saya selalu berkata….”Ibarat dua sisi mata pisau… Sisi sebelah kanan telah saya asah dengan tajam via ilmu-ilmu peternakan…..dan sekarang sebagai widyaiswara saya mencoba mengasah sisi kiri dari mata pisau saya…..Artinya apa…?! Sebagai manusia kita harus siap menghadapi segala situasi kehidupan….untuk itu kita harus selalu belajar…. Dengan mata pisau yang tajam di kedua sisi….harapan saya, pisau itu dapat saya gunakan membabat kekiri dan kekanan dengan bebas dan sama tajamnya….Bahkan kalau perlu, suatu saat ujung mata pisau juga akan saya asah…..biar dapat dipakai untuk menusuk…..” Dan peserta selalu mengangguk-angguk dan bertepuk tangan atas tekad saya yang mulia itu…….
yes….!!

Kembali ke Asrama Haji

Setahun lalu saya pernah ditugasi mengajar Diklat Pim IV di Asrama Haji Donohudan………Masih ingat dengan Asrama Haji Donohudan…..?! Ya….sebuah asrama haji yang dibangun oleh Pemerintah Propinsi Jawa Tengah…..yang katanya penuh dengan kontroversi…hingga menjatuhkan posisi Soewardi yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Tengah……Dan jika melihat kondisinya yang kotor, panas, jauh dari keramaian….kayaknya pantas jika kasus itu masih terbawa-bawa sampai saat ini alias gak rampung-rampung……

Tapi itu dulu….setahun yang lalu…..baru-baru ini saat saya ditugaskan kesana lagi, kali ini buat mengajar pada Diklat Prajabatan Golongan III….dan saya melihat perubahan yang signifikan……Saya amati gedung-gedung yang ada sudah dirombak….. lebih rapi, tampak elegan….cocok sebagai pusat pemberangkatan jema’ah haji di Jawa Tengah…..Bahkan saat mau menginap….saya ditempatkan disebuah kamar baru (bau catnya masih samar-samar belum hilang)…ber-AC dengan TV besar….kamar mandi shower… pendeknya tidak kalah dengan kamar-kamar hotel…… Kondisi lingkungannya juga sudah rame….banyak toko-toko yang menyediakan barang-barang kebutuhan sehari-hari….bahkan ada yang cukup besar….menunjukkan adanya pangsa pasar…..dan benar, kayaknya asrama haji tidak sesepi dahulu setahun lalu….disini sekarang banyak diselenggarakan seminar-seminar Pak….demikian celoteh lugu tukang ojek yang kebetulan saya tumpangi dari terminal Kartosuro lama….. Ah….beruntunglah Asrama Haji karena memiliki manajer yang cukup kreatif….sesuatu yang jarang ditemui pada gedung-gedung yang dikelola instansi pemerintah…….. lanjutin

Urutan Motivasi Kerja Menurut Staf Abadi

Refleksi Peserta Prajab Golongan II Kabupaten Kudus

Agak deg-degan juga saat menyebarkan kues urutan motivasi kerja pada Prajab Golongan II. Bukan apa-apa…..hanya tidak sabar saja menanti hasilnya….alias mengetahui urutan motivasi kerja para PNS pada golongan yang paling rendah…alias para staf abadi…..Ya…mau gimana lagi, para staf golongan II tersebut khan rata-rata tingkat pendidikannya hanya SMA….atau malah lebih rendah lagi…….lha, padahal sekarang ini yang dituntut oleh instansi pemerintah yang menjabat sebagai pejabat eselon IV (eselon terendah) kalau bisa ya…. S2….kalaulah ada yang S1, paling hanya yang tua-tua….alias sebagai penghargaan atas pengabdiannya sebelum pensiun…. So….berat khan mereka (para staf golongan I dan II) kalau mau jadi pejabat……belum lagi usia mereka yang sudah lumayan….akibat lama mengabdi sebagai honorer di instansi pemerintah…..

Tapi….walau berat tetep ada pelita di ujung goa yang gelap…..ya khan…. ?! Dan pelita pertama adalah diterimanya mereka sebagai PNS……sudah sebuah harapan walau belum merupakan jalan keluar…….Masih perlu perjuangan untuk keluar dari sebuah goa…..Dan menurut saya, selama ada harapan keluar dari goa….ya….teruslah berjalan….dengan bersemangat….karena hanya dengan begitulah….langkah akan terasa ringan….tidak cepat capek….tidak cepat patah arang….dan perjalanan akan jadi menyenangkan bukan…..?! Teruskan

Apa Manfaat Belajar Manajemen Perkantoran Bagi Guru SD…?!

 Guru SD bicara perkantoran….?! Tau apa para Guru SD tersebut tentang Perkantoran…?! Apalagi ini di Purwodadi, sebuah kota kecil di timur Semarang yang relatif jarang dilewati kendaraan karena letaknya yang bukan di jalur utara maupun jalur selatan. Bahkan saat saya konfirmasi, sekolah yang menjadi tempat tugas mereka tidak memiliki ruangan khusus untuk kegiatan ketatatusahaan….bahkan tugas keadministrasian tersebut terpaksa harus dirangkap oleh guru-guru tersebut, alias serba serabutan tentunya……Jadi saat mengajar ”Manajemen Perkantoran Modern” itulah yang saya tanyakan…..Buat apa Anda belajar masalah-masalah perkantoran….adakah manfaatnya…..?! ya…adakah manfaatnya…?!

Ngajar di Sebuah Panti Asuhan

Pendapat CPNS Pati Tentang Manajemen Perkantoran  

Lokasi ngajar saya kali ini adalah sebuah Panti Asuhan di Pati yang dikelola oleh instansi pemerintah pusat. Cukup senang saya melihat lokasi panti asuhan yang begitu bersih, bagus, nyaman layaknya komplek sekolah modern di kota-kota besar. Bahkan kondisi Panti Asuhan itu lebih baik daripada kondisi SD Negeri tempat anak saya bersekolah. Suasana yang rindang, ada taman-taman, lapangan olah raga dan juga permainan-permainan bagi anak-anak yang cukup lengkap. Sehingga kayaknya saat itu saya sedang berdiri di sebuah komplek Panti Asuhan idaman para pendiri Negeri ini seperti diamanatkan oleh UUD 1945. Ah….semoga seluruh Panti Asuhan yang ada di negeri ini kondisinya seperti komplek PSAA di Pati ini….sangat layak hingga tak salah Pemda Pati memilihnya menjadi lokasi Diklat Prajabatan…..

Saya nggak tahu mengapa, tetapi dalam waktu yang berdekatan ada lagi peserta yang menanyakan apa yang paling menarik selama saya mengajar…..dan seperti di Kebumen, jawaban saya tetap sama yaitu dapat bertemu orang-orang, saling sharing, dan tentu saja kesemuanya itu dapat memperkaya my competencies…….Dan pertambahan kompetensi saya kali ini adalah berkenaan dengan sesuatu yang pernah saya tulis di Kebumen yaitu”yang bertanda tangan di bawah ini  …..” Waktu itu menurut saya kalimat itu belum bersubjek, tetapi ternyata salah seorang peserta yang merupakan Guru Bahasa Indonesia menyatakan bahwa kata ’Yang’ sudah mewakili sebuah subjek…. lanjut