Monthly Archives: Februari 2008

Widyaiswara Harusnya Tidak Hanya Sekedar Mancal….

Widyaiswara ki ming kari mancal.gak ngerti repote pejabat struktural….mulai dari ngusulin biaya diklat….nyusun dokumen perencanaan…. Sampai ngelaksanain, termasuk dari ngatur jadwal, ngurusin makanan, penginapan, ngatur honor, ngevaluasi, sampai nyusun kurikulum, nyari fasilitator, nyari binsuh….dan masih banyak yang lainnya….pokoke kalo staf dan pejabat struktural itu banyak kerjaan…widyaiswara ming tinggal ngajar….dapat honor dan pulang…..enak betul…..

Demikianlah kalimat nyelekit yang seringkali kudengar tentang sosok seorang widyaiswara….Ya…gak bisa sepenuhnya disalahin juga sich….karena memang ada juga tipe widyaiswara yang seperti itu….Bagaimana dengan diriku…?! Waduh akunya pasti protes berat jika dikatain seperti itu….soalnya mulai habis lebaran sampai sekarang aku hanya sempat menikmati liburan singkat di Yogyakarta pas libur hari Natal kemaren…. Setelah itu, kayaknya ada aja yang harus kulakukan buat ngisi hari-hariku…. Baca lebih lanjut

Iklan

Ngajar Komputer Nan Capek…..

Ngajar komputer itu ada enaknya dan ada gak enaknya….Enaknya, sebagai widyaiswara kita tinggal masukin para peserta dalam laboratorium….sedikit presentasi….gak usah kebanyakan ngrancang game-game agar peserta tetep bersemangat…tinggal beri penugasan…maka kita tinggal thengak-thenguk saja nunggoni para peserta ngerjain tugas…..beres….enak to….?! Itu teorinya….prakteknya walau tetep enak dari segi metode…tapi kalau pesertanya banyak yang belum bisa…..wualah….terpaksa kita harus wira-wiri buat nglayani peserta yang bertanya…dan karena harus lora-lari and jolan jalan kesana kemari….cuapeknya setengah mati….kaki rasane pegel semua….

Hal itulah yang saya alami Rabu 20 Februari kemaren…saat aku lagi-lagi harus masuk Laboratorium Bahasa dan Komputer buat ngajarin para peserta Diklat TOT Materi Prajabatan tentang Pemberantasan Korupsi…yakni dalam hal Penyiapan Media Pembelajaran dengan Menggunakan Power Point….Sesuatu yang lumrah, gak istimewa amat…apalagi pesertanya para calon pengajar Diklat Prajabatan….hingga dari rumah saya siapkan jurus-jurus bagamana membuat presentasi dengan tampilan visual yang menarik…..Tapi apa yang terjadi….?! Alih-alih mengajarkan metode pengajaran visual….ternyata hari itu aku juga masih wira-wiri buat nunjukin hal-hal yang bersifat teknis tentang pengoperasian powerpoint…..waduh…… lajutin

Bekerjalah Dengan Cinta

Ya….cinta adalah passion…..gairah. Dan sungguh beruntunglah orang yang dapat bekerja dengan cinta…karena bekerja baginya adalah sesuatu yang menggairahkan, menyenangkan, penuh tantangan…..tak pernah ada bosan dihatinya karena selalu ada hal menarik yang ditemukannya pada tugas pekerjaannya…..layaknya orang yang jatuh cinta…Walau mungkin pekerjaannya menurut orang lain bukanlah pekerjaan yang menarik (emang tarik tambang), bukanlah tempat yang ‘basah’ (emang di kali), bukan juga tempat yang banyak ‘sabetannya’ (emang jaranan)…semuanya jadi gak penting jika kamu mau bekerja dengan cinta….bahkan walaupun jika kamu sudah kadhung cinta….ternyata malah di mutasi ke bagian lain…..Ya….gak pa-pa….mutasi itu hal biasa di kehidupan PNS….tinggal nyoba nyintain lagi pekerjaan yang baru to….?! Orang Jawa bilang khan ‘witing tresno jalaran soko kulino’….jadi anggap saja mutasi itu layaknya kita dijodohin dengan orang lain…..

Bekerja dengan cinta sebenarnya sudah sempat saya singgung dalam tulisan-tulisan terdahulu….tetapi gak ada salahnya, di hari valentin ini kita kembalikan semangat cinta pada pekerjaan kita….ya…mau kemana lagi kita salurkan luapan emosi cinta kita kalau bukan pada pekerjaan….pada anak sudah tentu…pada istri apalagi….pada istri orang….ah… PNS tak banyak cukup uang untuk melakukan hal-hal yang malah bikin tambah susah….sudah boros….bikin tambah pusing….emang kita gak ada kerjaan lain selain ngurusi ‘selingkah-selingkuh’….?! emang kita gak punya hobby lain disamping hal yang ‘trend itu apa…..?! Dunia ini begitu luas….bervariasi…so…banyak hal lain yang dapat kita pilih untuk menyalurkan energi cinta nan meluap di hari valentin ini….salah satunya ya cinta pada pekerjaan……
lanjutin

Setahun Kemaren…..

Jum’at 8 Februari 2008 tepat setahun aku mulai ngeblog……Alhamdulillah…..ada rasa bangga…gembira….terharu….sekaligus terkejut….saat aku bisa melewatkan ulang tahun ngeblogku yang pertama….Bagaimana tidak, ajang ngeblog yang dulunya hanya aku pakai untuk sekedar menyalurkan energiku ke arah sesuatu yang positif guna mengurangi rasa stress di kantor sekaligus sebagai ajang aktualisasi diri, sesuatu yang sulit kita lakukan di lingkungan PNS kita, ternyata menjadi hobby-ku yang lain…..jadi sesuatu yang menyenangkan sekaligus bikin ketagihan….bahkan dapat saya jadikan ajang pengendapan instrumen pembelajaran yang sering saya berikan di kelas-kelas diklat. Tentu saja hal itu secara otomatis akan menambah kompetensi saya sebagai Widyaiswara.

Ada yang saya ubah menjelang detik-detik setahun pertamaku ngeblog. Yang pertama tentu saja foto keluargaku yang ternyata bertambah satu anggota baru nan kecil….walau tetap tak mengubah my url….yang setia dengan paknewulan….dari maksud Bapak dari anak-anakku, yakni : Wulan dan Lani. Disamping itu, perubahan juga saya lakukan dari tagline….yakni semula forum komunikasi PNS, Kediklatan dan Widyaiswara….menjadi cukup sekedar Catatan Kecil Seorang Widyaiswara….dengan melihat content  blog-ku ini lebih pada sebuah catatan-catatan perjalananku selama menjadi widyaiswara…. Terakhir  saya hanya berharap semoga di Tahun-Tahun Mendatang Blog ini masih dapat bermanfaat bagi para pengunjungnya…..sekaligus semoga sayanya tetap mendapatkan kesenangan dari ngeblog….tetap rajin ngeblog….hingga mampu merayakan hari jadi ngeblogku yang kedua….ketiga….keempat….dan kesepuluh…..Amiiin….

Widyaiswara dan Angka Kreditnya

Ada suatu topik yang hangat dibicarakan oleh para Widyaiswara di Kantor kami, yakni penghitungan angka kredit…..!! Gegeran itu dimulai dari keputusan hasil penghitungan angka kredit yang dikirimkan oleh LAN-RI, sebagai lembaga pembina para widyaiswara, kepada para widyaiswara senior (pangkat IV/c – IV/e). Hasilnya menunjukkan adanya pengetatan penilaian angka kredit yang dilakukan LAN hingga ada seorang widyaiswara yang telah memiliki angka kredit sebesar 830 (kurang 20 dari angka kredit yang dipersyaratkan bagi pangkat WI Utama dengan masa pensiun 65 tahun) tiba-tiba harus dikoreksi oleh LAN menjadi hanya 700 saja. Hal itu tentu saja menimbulkan syok bagi para WI yang memiliki angkat IV/c karena untuk mencapai angka kredit 850 akan begitu sulit. Bahkan salah seorang widyaiswara mutung dan memutuskan untuk mengambil formulir pensiun saja.

Sebenarnya peraturan yang mengatur penghitungan angka kredit telah diluncurkan sejak lama, yakni melalui Peraturan Menpan nomor 66 Tahun 2005. Dalam peraturan tersebut dikatakan bahwa seorang widyaiswara baru boleh mendapatkan angka kredit jika mengajar sesuai dengan tingkatan jabatannya. Seorang WI pertama (golongan III/a & III/b) seharusnya mengajar pada Diklat-Diklat Tingkat Dasar, WI Muda (golongan III/c & III/d) pada Diklat Tingkat Lanjutan, WI Madya (IV/a – IV/c) pada Diklat Tingkat Menengah, dan WI Utama (IV/d & IV/e) pada Diklat Tingkat Tinggi. Toleransi diberikan dengan kebolehan mengajar pada diklat setingkat di atas dan setingkat di bawah dari pangkat WI tersebut. Peraturan itu kemudian ditindaklanjuti melalui Peraturan Kepala LAN nomor 1 Tahun 2006 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Dengan diberlakukannya peraturan tersebut, para widyaiswara, terutama WI Madya dan Utama merasa mengalami hambatan dalam mencari angka kredit untuk proses kenaikan pangkatnya. lanjut