Monthly Archives: Januari 2010

Repot-Repot Rapat-Rapat

Ada budaya baru (pengennya sih menjadi budaya alias menjadi tradisi dan bukan hanya sekedar trend sesaat yang cepet hilang….) yang muncul saat jeda ngajar di awal 2010, yakni rapat materi pelajaran. Tidak tahu siapa yang memulai, yang jelas minggu-minggu ‘garing’ ini banyak diisi rapat-rapat materi. Sesuatu yang baru dan sekaligus mengejutkan bagi saya. Tujuan rapat tentu saja adalah penyamaan persepsi atas kontent materi pelajaran diantara widyaiswara-widyaiswara yang kebetulan mengampu materi diklat yang sama. Disamping itu, juga dibahas bagaimana strategi mengajar mata diklat yang bersangkutan agar menghasilkan proses belajar mengajar yang efektif sekaligus menyenangkan bagi para peserta. Bukan untuk diseragamkan, tetapi lebih untuk saling sharing pengalaman-pengalaman mengajar masing-masing widyaiswara saat menyampaikan materi…..buat diteladani widyaiswara lain…atau sekedar memberi inspirasi demi proses belajar mengajar yang lebih baik.

Diluar pelaksanaan rapat, saya menganggap tradisi rapat materi merupakan sebuah sinyal positif bagi iklim kesejukan hubungan diantara para WI…yang biasanya saling intip, saling ejek, bahkan juga saling telikung dalam hubungannya dengan perebutan jumlah jam mengajar….. yang seringkali dihubungkan dengan penghasilan para WI. Sebuah masalah klasik yang selama ini menghinggapi para widyaiswara di Jawa Tengah (bagaimana dengan widyaiswara di tempat Anda….?). Istilah ‘rukun’ sendiri merupakan sebuah kejutan yang menyenangkan bagi saya….yang mungkin disebabkan cukup meratanya jumlah jam mengajar yang menjadi jatah masing-masing WI mulai dari yang paling junior sampai dengan yang senior….dengan rata-rata pada kisaran 900 jam mengajar per tahun. Belum lagi kisah sukses 9 pendekar senior yang secara berkala dipanggil LAN-RI untuk mengisi diklat-diklat Pim II yang diselenggarakan LAN…. membuat para senior sibuk sekaligus membikin para junior pun ikut-ikutan sibuk…. ‘nadahi’ pelimpahan-pelimpahan jam mengajar yang ditinggalkan para seniornya itu. Mungkin itulah solusi sebuah perselisihan JP…..semakin banyak JP yang bisa dibagi maka perselisihan banyak-banyakan jam mengajar berubah menjadi perselisihan buat istirahat tidak mengajar….sangking banyaknya jam yang harus dijalani setiap WI…. Baca lebih lanjut

Iklan

Salah Kaprah Pemahaman UUD 1945

Ikut Diklat TOT Sosialisasi UUD 1945 mendatangkan beragam pengetahuan baru bagi saya pribadi. Maklum, latar belakang pendidikan, latar belakang pekerjaan ples keberminatan jauh banget dengan urusan yang begitu-begitu. Beragamnya pengetahuan itu saya ibaratkan seperti diri saya yang berdiri di bawah pohon jambu yang sedang berbuah ranum, merah dan ‘pating nggrandul’ menggiurkan selera. Naa….saat proses diklat itu ibarat datangnya angin ribut yang menerpa tuh pohon…wuuss….wusss… wwwuuuuusss…. hingga sangking kerasnya tuh angin menyebabkan buah jambu yang ranum itu berjatuhan ke tanah. Tentu saja, saya yang di bawah pohon sibuk banget menangkapi si buah jambu yang jatuh. Akan tetapi, karena buah jambu yang jatuh itu terlalu banyak maka….ya….ada yang ketangkep…..ada yang tidak…..

Begitulah yang terjadi selama proses diklat, informasi yang saya terima begitu banyak dan beragam hingga sangking banyaknya……ya….itu tadi ada yang bisa masuk…dan banyak juga yang gak mudheng juga sangking banyaknya. Tapi seperti laiknya buah jambu yang jatuh ke tanah maka demi mendapatkan semua kenikmatan rasa si jambu maka tanpa malu-malu saya akan mengmbili jambu-jambu di tanah….sedikit kotor sih tapi masih lumayan dinikmati….Artinya, saya akan mendapatkan sisa informasi yang belum tertangkap itu dengan memberanikan diri buat mengajarkan materi tersebut (mungkin lewat materi sistem pemerintahan yang ada di prajab)….karena kata orang cara belajar terbaik adalah dengan mengajar….pertanyaan-pertanyaan peserta terkait dengan materi akan semakin memperdalam pengertian saya…..walau mungkin ada beberapa pertanyaan yang tak terjawab, tapi kita gak perlu malu….malah hal itu akan mendorong kita untuk belajar and belajar lagi…. Baca lebih lanjut