Category Archives: Kaji Widya

Kerja PNS lebih berat daripada Swasta ?

Mengukur Pekerjaan Yang Seharusnya Dikerjakan PNS melalui AKD

Sudah lama sebenarnya meyakini bahwa kerja di pemerintahan itu lebih berat daripada kalau kita kerja di swasta. Seringkali saya mengerjakan begitu banyak pekerjaan sampai kadang begitu capeknya. Apalagi kalau sedang menyusun anggaran…..sudah materinya banyak….begitu nritik dan butuh ketelitian….sudah gitu waktunya mepet lagi….Besok harus selesai…!! Kalau sudah gitu….kita terpaksa harus nglembur-nglembur buat menyelesaikannya…..bahkan kadang nglemburnya sampai pagi….!! Wuih….

Tapi susah nyari pendapat setuju dengan statemen saya…. ”Ah pekerjaan anggaran itu khan sifatnya insidentil pak….tidak tiap hari…” Oke..oke….gimana kalau saya bilang kerja PNS itu bersifat global sehingga kita harus mengusai berbagai bidang ilmu buat bisa bekerja dengan baik….sementara kalu di swasta khan mudah…soalnya tiap orang punya pekerjaan sendiri-sendiri…sebagai contoh…bagian perencanaan ya…ngurusi perencanaan thok. Bagian produksi ya…ngurusi itu doang. Trus bagian pemasaran….ya…ngurusi cara memasarkan produk saja…. Sementara kalau di PNS…kadang pekerjaan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pemasaran, sampai evaluasi harus diurusi oleh satu bidang saja…dan tentu saja itu khan sulit sekali. Mangkanya knerja PNS itu gak bisa optimal….soalnya susah banget to kalo harus nguasai semuanya…… Ah….Pak Lutfi ini mengada-ngada…….kayaknya cinta banget sama PNS ya….kerja PNS koq berat…..yang bener aja…..jangan berlebihan lah…..
Masa sih Saya Berlebihan…?

Iklan

Perpustakaan Besar Itu Bernama Internet

Mengoptimalkan Internet Sebagai Sumber Informasi

 Hasil survey kompas menunjukkan bahwa ada penurunan yang signifikan kuantitas judul buku yang diterbitkan di Indonesia sejak tahun 2004. Hal ini dipicu oleh adanya kenaikan resize-of-capture_47.jpgharga BBM yang menyebabkan penurunan daya beli masyarakat terhadap konsumsi buku sehingga sesuai dengan hukum pasar maka penurunan permintaan masyarakat akan produk buku menyebabkan banyak penerbit yang menseleksi dengan ketat, menunda atau membatalkan sama sekali, judul-judul buku yang akan diterbitkan.
Efek lebih besar dari penurunan judul buku tersebut terutama adalah terputusnya komunikasi antara para penulis dengan masyarakat sehingga gagasan-gagasan yang sangat bermanfaat dari penulis buku, sebagai seorang pemikir, tidak dapat tersampaikan. Akibatnya secara tidak sadar terjadi penurunan kualitas kehidupan pada masyarakat karena terhambatnya informasi yang harus diterima. Memang benar masih ada koran, majalah atau televisi sebagai sumber informasi. Akan tetapi masyarakat tetap membutuhkan sumber informasi yang bersifat detil atau terperinci dan itu hanya didapatkan dari buku-buku yang bermutu.

Dilanjut saja ya…