Monthly Archives: Desember 2007

Guru pun Mendambakan Atasan Yang Bijaksana

Ternyata tahun ini kesempatan mengajar Prajabatan Materi Budaya Kerja terbilang jarang. Hal ini terjadi karena banyaknya jumlah Widyaiswara yang memilih materi ini, sehingga gilliran antrian buat ngajar materi ini menjadi cukup panjang. So…rencanaku buat nyusun urutan motivasi kerja ala guru, staf struktural, staf kesehatan menjadi tertunda akibat sedikitnya responden yang kudapat. Bahkan rencanaku buat nyebar urutan motivasi kerja menurut pimpinan pun gak berhasil, mengingat tahun 2007 ini aku kagak pernah ngajar di diklat kepemimpinan. Ya…sudah, gak pa-pa….tahun 2008 khan masih ada….jadi….

Walaupun kurang berhasil, ada suatu hal yang menarik yang kudapatkan, yaitu atasan yang bijaksana menjadi suatu hal yang paling didambakan oleh para staf buat meningkatkan motivasi kerjanya. Bahkan guru pun ternyata juga mendambakan atasan yang bijaksana. Sesuatu yang di luar hipotesisku mengingat profesi guru itu menurut aku merupakan profesi yang mandiri, dalam arti interaksi dengan atasan tidak seketat staf struktural. Sebagai bukti, hasil analisis dataku yang terakhir saat aku mengajar materi Budaya Kerja dengan peserta 95 % guru, ternyata atasan yang bijaksana juga menduduki urutan pertama yang mempengaruhi motivasi kerja.
lanjut

Iklan

Trimakasih Jepara…..

Akhirnya rangkaian kegiatan mengajar saya selesai juga….terhitung 1 bulan aku ngekos di Jepara buat ngelaksanain rangkaian diklat….mulai Diklat AKD sejak 12 sampai 17 November….berhenti satu minggu…njur dilanjut Diklat PRA sebanyak 2 angkatan dari tanggal 26 November sampai dengan 18 Desember 2007….sebuah kegiatan diklat yang panjang….melelahkan…membosankan….tetapi juga cukup menyenangkan….apalagi saya mengajar tidak sendirian….melainkan secara team dengan model “Team Teaching” with Mr. Adi Wahyudi dan Mr. Yatno Isworo…. teman widyaiswara sekaligus dua sahabat baikku yang menyenangkan…….

Ada banyak kenangan yang tertinggal kala kita tinggal di suatu kota dalam waktu yang lama…..Walau demikian saya sempat mengalami kejenuhan yang amat sangat menjalani kehidupan itu ”wira-wiri” Semarang-Jepara….hingga saya sempat memutuskan istirahat gak ikut kegiatan PKL pada angkatan I guna mendekatkan diri pada my fammily again…sekaligus buat nyari variasi hidup…but ternyata itu saja tidak cukup buat ngusir kebosanan saya….hingga pada minggu terakhir saya di Jepara banyak dihabiskan di kamar hotel…gak keluar-keluar and jalan-jalan seperti seringkali saya lakukan pada minggu-minggu pertama di Jepara….

phot0035.jpg
dilanjut

Berfikir Besar Tidak Harus Dengan Tindakan Besar

Hare gini…masih ngajar komputer….?! Apa gak terlalu mengada-ada Pak….?! Mungkin demikian yang ada di fikiran Anda saat melihat kurikulum Diklat Penyuluh Pertanian Tingkat Ahli yang saya sajikan pada tulisan lalu….Sebenarnya malu juga…apalagi yang saya ajarkan juga ‘hanya’ MS Word, MS Excell dan Power Point….sebuah kemampuan basic yang harusnya sudah dikuasai oleh setiap PNS pada masa teknnologi informasi ini…..Apalagi ada sebagian penyuluh yang sudah menguasainya…Ples kondisi komputer di Laboratorium Bahasa dan Informatika milik kami sudah mulai ketinggalan zaman…. Karena komputer yang ada hanya sekelas pentium III….tapi mau gimana lagi….mau ngusulin up grade….seperti biasa terganjal dengan sistem penganggaran birokrasi yang begitu ruwet….

Sebenarnya kurikulum itu bermula dari ketertarikan sebagian besar penyuluh atas penguasaan komputer….yang kami dapat dari hasil mengajar pada Diklat Penyuluhan Tingkat Dasar dan Diklat PRA Banyumas….Apalagi ada dorongan yang begitu kuat dari Mr. Adi Wahyudi, yang merupakan widyaiswara pertanian senior dengan pengalaman bekerja 20 tahun, yang bertekad kuat me-moderen-kan bidang pertanian….apalagi menurut beliau sebagian besar penyuluh merupakan ‘muka-muka’ lama yang lahir bukan pada zaman komputer….. maka dengan malu hati akhirnya saya mau juga menyusunkan bahan ajar sederhana buat mengajarkan ketrampilan komputer pada penyuluh…. Dengan promosi jaminan dari Pak Adi bahwa para penyuluh itu bisa menguasai komputer hanya dalam 10 menit….maka kita mulai latihan komputer bagi para penyuluh…..
Baca lebih lanjut

Menerapkan Manajemen Tukang Cukur pada Diklat Penyuluh Pertanian

Kemis siang saat mau sholat ke Masjid, ada suara renyah menyapa “Wah…ini dia manusia langka…gak pernah ketok….sibuk macul terus…!!” begitu Mr.Slamet Riyadi dengan gaya khasnya menyapa…. “tapi hebat….nyusun kurikulum sendiri….nyusun modulnya juga sendiri…..trus diajar sendiri dan dievaluasi sendiri juga…..” Akunya hanya mesam-mesem saja…tanpa merasa tersindir…’cos walau beda jurusan tapi dengan Mr. Slamet gak perlu ada saingan-saingan….soalnya fren sich….hingga dengan enteng aku nyauri….”Ya…situ juga gitu dong….buat diklat apa kek….” Aku coba memberi semangat…. ”Waah…. susah, soalnya aku jurusannya pemerintahan….banyak WI yang bisa….Kalau aku seperti itu bisa-bisa diprotes wong akeh…..”

Diprotes wong akeh…..itu juga menjadi beban fikiranku juga….dan sudah ada yang protes juga….Soalnya dengan begini aku telah menerapkan manajemen tukang cukur…. ples manajemen monopoli juga…..Tapi kalau difikir-fikir bahwa Diklat Penyuluh Pertanian Tingkat Ahli ini telah aku siapkan bersama Mr. Adi Wahyudi sejak sebelum puasa…..koq rasanya wajar aku maen monopoli….alias hanya tak bagi sama orang-orang tertentu saja….Walaupun demikian, terus terang diklat ini memang telah tak siapin dengan sebaik-baiknya….dalam arti ada visi dan misi yang jelas disitu….sehingga aku tak mau jika tujuan diklat yang telah aku rancang itu jadi ajang bagi-bagi jam pelajaran hingga melenceng dari maksudku….. Sehingga aku memilih memonopoli diklat ini….
lanjut