Monthly Archives: Juni 2008

Susahnya Ngajar Team Building

Gak tau kenapa, di bulan Juni ini tercatat sudah tiga kali saya ngajar Team Building, yakni di Prajabatan Golongan III di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah, di Prajabatan Golongan II Kabupaten Jepara dan Prajabatan Golongan III di Kabupaten Rembang. Frekuensi yang saya anggap sering mengingat cukup banyak rekan widyaiswara yang mengambil mata diklat ini. Mengapa banyak orang yang suka dengan mata diklat ini…?! Menurut beberapa rekan, mata diklat ini cukup menyenangkan bagi peserta hingga tidak akan menyebabkan ngantuk. Sesuatu yang logis, mengingat dalam team building (membangun kerjasama tim) banyak diisi dengan permainan-permainan bermakna yang intinya membuka kesadaran peserta akan pentingnya bekerja secara team di tempat kerjanya.

Walaupun tidak membantah pendapat para rekan tersebut, saya pribadi merasa selalu kesusahan saat hendak mengajarkan mata diklat ini. Dan saat saya konfirmasikan dengan Mr. Slamet Riyadi, salah seorang Widyaiswara yang saya anggap ahli di bidang pemerintahan, dia juga sering mengalami hal yang sama. Bagi saya sendiri, bikin peserta kagak ngantuk sih bukan sesuatu yang sulit dilakukan. Asal instrumen dan metode pengajaran yang kita berikan tepat maka peserta akan sukarela mengikuti proses pembelajaran tanpa merasa ngantuk kecuali peserta ini sakit atau dalam kondisi capek. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya selalu susah saat mengajar materi team building, yaitu : Baca lebih lanjut

Iklan

Selamat Berkarya Teman-Teman…..

Cerita dibalik Sebuah Mutasi

Dalam berbagai kesempatan saya selalu menanamkan prinsip bahwa setelah kita menandatangani kontrak sebagai PNS maka setelah itu pula kita harus siap mengalami mutasi kemana saja….Artinya, jikalaulah sekarang ini kita berada di instansi yang enak, banyak ‘ceperan’, berfasilitas lengkap…..tapi kita harus sadar bahwa instansi ‘nyaman’ itu bukanlah milik kita….suatu saat kita harus siap meninggalkannya….bahkan ke tempat yang terpencil sekalipun, atau jauh dari rumah, berfasilitas minim atau malah ‘garing’ sekalian…. Disamping itu kita juga tidak boleh menghalangi seseorang untuk dimutasi….Terakhir aku mendapat keluhan dari seorang temen yang staf-staf terbaiknya satu persatu harus mutasi dari sisinya…Dan saya membesarkan hatinya dengan melihat bahwa sebagai seorang pejabat dia telah berhasil mendidik staf-stafnya….apalagi kalau melihat stafnya tersebut mutasi dengan menjadi pejabat struktural di tempat yang baru…..

Tetapi pada siang kemaren, ada rasa sedih juga tertinggal dihati saat melihat temen-temen saya harus pergi atau mengalami mutasi….Ya….perubahan SOTK baru di lingkungan Jawa Tengah membawa konsekuensi perginya para pejabat yang notabene adalah temen-temenku juga….Kalau mutasinya masih di lingkungan Badan Diklat sih gak pa-pa….Hanya saja, ternyata ada beberapa temen baikku yang harus keluar dari Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah….Ya….masih bisa ketemu juga sih….hanya saja karena keluar dari Badan Diklat maka kita tak lagi bisa ketemu setiap hari….setiap minggu….setiap bulan….atau malah tinggal setahun sekali…bahkan mungkin gak pernah ketemu lagi sepanjang hidup….ah….tiba-tiba ada sesuatu yang hilang dihati saya….. Baca lebih lanjut

Ngumpulin Angka Kredit

Ada satu kegiatan tahunan yang harusnya selalu dilakukan oleh para widyaiswara, yaitu ngumpulin angka kredit. Kegiatan tahunan itu dilaksanakan bagi para widyaiswara guna mendapatkan kredit poin bagi kenaikan pangkatnya, dan bisanya dilakukan pada setiap bulan Juni dan Desember….Walaupun demikian, bagi sebagian besar widyaiswara, pekerjaan itu adalah pekerjaan yang paling menjengkelkan….bikin ribet….sangat menguras tenaga….hingga banyak juga widyaiswara yang males ngumpulin angka kredit….Bahkan saya sendiri mengambil istilah yang agak ‘ngece’ yakni ngumpulin angka kredit dan bukan mengajukan angka kredit….mengingat pekerjaannya lebih banyak berupa kumpul-kumpul berkas daripada ‘sekedar’ mengajukan angka kredit saja…..(konon ada juga widyaiswara yang bersedia membayarkan uang agar ada staf yang bersedia membantukan mengumpulkan angka kredit bagi kenaikan pangkat dirinya….sangking ruwetnya cara ngurusnya itu….)

Seperti widyaiswara rajin lainnya…..Juni ini saya juga ikut bersibuk-sibuk ria buat ngumpulin angka kredit juga….konon jika disetujui, pangkatnya aku bisa naek….sehingga walau temen-temen WI lain tenang-tenang saja, aku terlihat ngotot and sibuk sendiri…..(mangkanya sorry, bulan Mei-Juni ini saya sedikit sekali posting….habis sibuk banget sih….pa lagi pekerjaan ini juga banyak menyita fikiran hingga gak sempet mikir ide buat postingan…..). Hanya sayangnya, ternyata pekerjaan ngumpulin angka kredit itu ternyata begitu berat….banyak sekali berkas persyaratan yang belum terpenuhi sehingga ada kemungkinan angka kredit yang saya ajukan hanya separoh saja yang mendapatkan nilai kredit….Sudah kucoba sekuat tenaga buat ngumpulin, bahkan sampai sempet sakit kepala segala, akan tetapi sampai batas waktu yang ditentukan yakni 10 Juni…..pekerjaan ngumpulin berkas itu belum selesai juga….bahkan mulai minggu kedua Juni pekerjaan itu total sudah saya hentikan….putus asa…dan tentu saja harus merelakan kenaikan pangkatku tertunda untuk sementara…. Baca lebih lanjut

Data dan Informasi dalam Website milik Pemerintah

Ini adalah judul tulisan idaman saya….dalam arti pengen banget tak tulis dengan bagus dan dapat dijadikan bahan rujukan bagi para pengelola website milik pemerintah….Itu karepnya….ning berhubung susah sekali mencari referensi tentang hal tersebut, ya…. judulnya mungkin lebih tepat ditambahi hasil renungan saya…..Ning lagi, berhubung akhir-akhir ini saya semakin susah saja merenung maka terpaksa tulisan mengenai hal tersebut jadinya tertunda-tunda terus….But berhubung sudah sangat mendesak maka untuk tahap pertama adalah minta sharing-an dari orang lain….dan korban pertama saya adalah para peserta Diklat Kepemimpinan Tingkat IV angkatan XV yang berisikan para pejabat eselon IV di Provinsi Jawa Tengah…..manteb atau tidak hasilnya terserah Anda lah….wong saya dalam hal ini belum bisa ngomentari apa-apa alias hanya sekedar motret saja…..

Seperti telah saya sebutkan, dalam merancang content dari sebuah e-government, kita harus berpedoman pada teori interaksi antara Pemerintah (Government), Masyarakat (Customers) dan Dunia Usaha (Business). Na….harusnya sebuah e-goernment yang baik harusnya berisi hal-hal yang memudahkan pelayanan pemerintah pada para stakeholdernya, utamanya dapat menjembatani berbagai interaksi antar Pemerintah dengan Pemerintah (G2G), Pemerintah dengan Masyarakat (G2C) dan Pemerintah dengan Dunia Usaha (G2B). Materi itulah yang kemudian saya jadikan sebagai bahan diskusi dalam Diklat Kepemimpinan Tingkat IV (sebenarnya sih pengennya yang Pim III or Pim II sekalian….but sayangnya para seniorku belum mengijinkan diriku ngajar para pejabat berlevel tinggi….so…jika ada Widuaiswara yang kebetulan mbaca tulisan ini boleh dong materi ini didiskusikan pada para pejabat tinggi….syukur-syukur hasilnya diberitahukan ke saya…..).
Baca lebih lanjut