Category Archives: Motivasi Kerja

Urutan Motivasi Kerja Para Staf Provinsi Jawa Tengah

Tulisan kali ini akan menampilkan lagi urutan motivasi kerja menurut para staf Provinsi Jawa Tengah dengan mengambil sampel para peserta diklat prajabatan angkatan VIII tahun 2008. Tapi terus terang saja postingan ini menjadi postingan yang tertunda untuk kesekian kalinya….dalam arti mau postingnya sejak lama…..tapi gak sempat-sempat….utamanya buat nulis awalannya gak dapet-dapet….tapi mo gak posting….juga eman-eman, soalnya sudah kadung diolah datanya….jadi ya…demikianlah….. Baca lebih lanjut

Iklan

Bekerjalah Dengan Cinta

Ya….cinta adalah passion…..gairah. Dan sungguh beruntunglah orang yang dapat bekerja dengan cinta…karena bekerja baginya adalah sesuatu yang menggairahkan, menyenangkan, penuh tantangan…..tak pernah ada bosan dihatinya karena selalu ada hal menarik yang ditemukannya pada tugas pekerjaannya…..layaknya orang yang jatuh cinta…Walau mungkin pekerjaannya menurut orang lain bukanlah pekerjaan yang menarik (emang tarik tambang), bukanlah tempat yang ‘basah’ (emang di kali), bukan juga tempat yang banyak ‘sabetannya’ (emang jaranan)…semuanya jadi gak penting jika kamu mau bekerja dengan cinta….bahkan walaupun jika kamu sudah kadhung cinta….ternyata malah di mutasi ke bagian lain…..Ya….gak pa-pa….mutasi itu hal biasa di kehidupan PNS….tinggal nyoba nyintain lagi pekerjaan yang baru to….?! Orang Jawa bilang khan ‘witing tresno jalaran soko kulino’….jadi anggap saja mutasi itu layaknya kita dijodohin dengan orang lain…..

Bekerja dengan cinta sebenarnya sudah sempat saya singgung dalam tulisan-tulisan terdahulu….tetapi gak ada salahnya, di hari valentin ini kita kembalikan semangat cinta pada pekerjaan kita….ya…mau kemana lagi kita salurkan luapan emosi cinta kita kalau bukan pada pekerjaan….pada anak sudah tentu…pada istri apalagi….pada istri orang….ah… PNS tak banyak cukup uang untuk melakukan hal-hal yang malah bikin tambah susah….sudah boros….bikin tambah pusing….emang kita gak ada kerjaan lain selain ngurusi ‘selingkah-selingkuh’….?! emang kita gak punya hobby lain disamping hal yang ‘trend itu apa…..?! Dunia ini begitu luas….bervariasi…so…banyak hal lain yang dapat kita pilih untuk menyalurkan energi cinta nan meluap di hari valentin ini….salah satunya ya cinta pada pekerjaan……
lanjutin

Perbandingan Urutan Motivasi Kerja Antara Staf Provinsi dan Staf Kabupaten

Ternyata acara ngajar saya yang pertama di Tahun 2008 adalah materi Budaya Kerja, yakni bagi PNS Golongan I dan II Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Acara ngajar saya sendiri tidak begitu selancar skenario saya….bagaimana tidak, waktu itu saya harus menghadapi peserta yang kelelahan akibat malamnya harus mengikuti kegiatan olah qolbu sampai jam 12 malam…….so, terbayang capek, ngantuk dan lelahnya para peserta….Untung sudah saya siapkan instrumen spirit kerja dari para binatang hingga suasana kelas bisa sedikit saya selamatkan. Disini peserta saya minta untuk menyebutkan binatang favorit mereka dengan titik berat mencari spirit kerja dari binatang favorit mereka….untuk membuat lebih menarik dan lucu, selama mereka mempresentasikan kebaikan-kebaikan binatang tersebut….sengaja saya tayangkan keburukan-keburukannya…tentu saja dengan refleksi bahwa setiap hal pasti ada baik dan buruknya…..kebaikan dapat dipakai untuk tauladan….sementara keburukan dapat dijadikan evaluasi diri guna perbaikan kualitas hidup tentunya…..

Saya sendiri cukup tertarik menyebarkan urutan motivasi kerja mengingat mereka semua adalah aparat Pemerintah Provinsi….alias agak ke pusat dikit lah daripada aparat Pemerintah Kabupaten/Kota sehingga ada perbandingan bagaimana perlakuan yang terjadi pada staf rendahan di Pemprov daripada di Kabupaten/ Kota….harapannya sich bisa lebih baik mengingat intervensi yang semakin sedikit dari Kepala Daerah terhadap operasonalisasi pekerjaan di tingkat Provinsi…. apabila dibandingkan di Kabupaten/Kota yang pengangkatan pejabat eselon IV saja masih harus ditentukan oleh Bupati/Walikota….. perbandingannya disini

Guru pun Mendambakan Atasan Yang Bijaksana

Ternyata tahun ini kesempatan mengajar Prajabatan Materi Budaya Kerja terbilang jarang. Hal ini terjadi karena banyaknya jumlah Widyaiswara yang memilih materi ini, sehingga gilliran antrian buat ngajar materi ini menjadi cukup panjang. So…rencanaku buat nyusun urutan motivasi kerja ala guru, staf struktural, staf kesehatan menjadi tertunda akibat sedikitnya responden yang kudapat. Bahkan rencanaku buat nyebar urutan motivasi kerja menurut pimpinan pun gak berhasil, mengingat tahun 2007 ini aku kagak pernah ngajar di diklat kepemimpinan. Ya…sudah, gak pa-pa….tahun 2008 khan masih ada….jadi….

Walaupun kurang berhasil, ada suatu hal yang menarik yang kudapatkan, yaitu atasan yang bijaksana menjadi suatu hal yang paling didambakan oleh para staf buat meningkatkan motivasi kerjanya. Bahkan guru pun ternyata juga mendambakan atasan yang bijaksana. Sesuatu yang di luar hipotesisku mengingat profesi guru itu menurut aku merupakan profesi yang mandiri, dalam arti interaksi dengan atasan tidak seketat staf struktural. Sebagai bukti, hasil analisis dataku yang terakhir saat aku mengajar materi Budaya Kerja dengan peserta 95 % guru, ternyata atasan yang bijaksana juga menduduki urutan pertama yang mempengaruhi motivasi kerja.
lanjut

Bagaimana Memasarkan Diri Anda….?!

Mendapatkan sebuah kesempatan untuk meningkatkan karier atau malah promosi merupakan sebuah kesempatan yang langka bagi kehidupan karier PNS atau bagi sebagian orang hal itu merupakan sebuah keajaiban serta bahkan sebuah anugrah karena kadang kesempatan promosi tersebut didapatkan seseorang menjelang pensiun. Tetapi apakah seorang PNS tidak berhak mendapatkan promsi di usia muda….?! Tentu saja berhak dan sangat dimungkinkan. Lalu bagaimana caranya seorang PNS dapat memperoleh promosi sedini mungkin. Walaupun kata banyak orang promosi atau jabatan itu adalah sebuah amanah tetapi bagi saya jabatan itu juga merupakan kepercayaan pimpinan kepada seorang staf. So….tinggal bagaimana kita bisa ‘menjual diri’ (personal selling) untuk mendapatkan kepercayaan dari seorang pimpinan.

Saya mengamati di lingkungan kantor saya ada beberapa staf yang sebenarnya memungkinkan dalam arti mampu untuk menduduki jabatan tertentu. Hanya saja menurut pengamatan saya, sebagian besar dari staf potensial itu kurang mampu ‘memasarkan diri’ mereka pada pimpinan atau malah salah dalam menerapkan strategi pemasaran mereka hingga bukan promosi yang mereka dapatkan tetapi kadang malah sebuah image negatif terbentuk dari diri mereka. Akibatnya pimpinan merasa enggan untuk mempromosikan staf tersebut. Tulisan berikut akan mencoba mengupas tuntas strategi pemasaran diri (personal marketing) guna mendapatkan kepercayaan dari pimpinan, yang dalam hal ini kita anggap sebagai konsumen (consumen satisfaction), hingga akhirnya Anda cepat mendapatkan peningkatan karier sebagai PNS. Baca lebih lanjut

Belajar “Spirit” dari Team Nasional Inggris

Apakah Anda sempat menonton permainan sepabola memikat Team Inggris pada dua pertandingan Pra Piala Eropa kemaren, yakni saat menghadapi Israel dan Rusia….?! Dari segi hasil memang cukup mengagumkan dan jarang-jarang kita menonton Tim Inggris mampu melibas lawan-lawannya dengan skor cukup besar, yakni 3-0. Apakah semulus itu…..semudah itu…..?! Apakah memang sudah seharusnya Team Inggris sebagai negara “home of football” selalu menang dengan team-team kecil ala Israel atau Rusia….Saya yakin jawabnya tidak. Mengapa demikian….?! Karena saya yakin setiap team pasti telah memersiapkan diri dengan sebaik-baiknya….mereka pasti telah berjuang dengan keras untuk mengalahkan semua lawan-lawannya…..walau itu adalah Team Inggris sekalipun…. Tetapi mengapa hasilnya tetaplah sikuat yang menang…..?! Karena sikuat pun tetap berusaha juga dengan keras agar tidak disalip para pesaingnya……

Intinya memang setiap orang, setiap tim, organisasi harus selalu berjuang, berusaha meningkatkan kualitas diri agar tetap eksis dalam arti mampu menghadapi setiap tantangan yang kian lama pasti semakin berat…..Kembali ke Team Nasional Inggris, ada beberapa person yang membawa “spirit” hingga membawa kesuksesan Team Nasional Inggris,yakni : Mc. Laren itu sendiri, Penyerang Michael Owen, Emille Heskey, Shaun Wright Philip, Pemain Tengah Gareth Barry, Stepen Gerard, dan Pemain Belakang Micah Richard…Tentu saja masing-masing person itu membawa “spirit‘ yang berbeda dan menarik untuk kita pelajari…..

apa saja pelajarannya…?!

Mengisi Kegiatan Kerja Saat Puasa

Volume kerja di kantor saya selama bulan puasa begitu menurun…..Gak tau siapa yang memulai, dan kapan mulai dilakukan, tetapi seperti ada kesepakatan yang tidak tertulis agar mengistirahatkan kegiatan diklat pada saat bulan puasa….Alasannya yang pertama kalau tidak salah adalah masalah kesulitan dalam meng-SPJ biaya konsumsi yang pastinya selalu dianggarkan 3 kali sehari plus snack 2 kali sehari….kalau puasa susah ngaturnya katanya…..Alasan kedua adalah susahnya para peserta berkonsentrasi saat puasa…..susah belajar kalau perut lapar katanya……Alasan ketiga, panitia pengennya konsentrasi alias pengen punya banyak waktu untuk ibadah selama Ramadhan…..khan katanya Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah hingga bagus untuk beribadah kepada Allah……Alasan terakhir, saat puasa karena menahan lapar dan haus maka tubuh jadi lemah……so…..kerjanya sedikit-sedikit saja agar kuat puasanya….. Setujukah Anda dengan alasan-alasan itu….?!

Saya sendiri pada tahun 2000 – 2002 sempat mengalami puasa yang sibuk kerja….itu saya alami saat bulan puasa ada di bulan-bulan November-Desember, yakni saat-saat kita para PNS sibuk menyusun laporan atau meneliti kelengkapan administrasi guna pertanggungjawaban keuangan tahunan yang jatuh pada pertengahan Desember…. Waktu itu memang segala kegiatan diklat juga mulai dihentikan karena sudah hampir habis masa anggaran…..so istirahatnya diklat saat puasa waktu itu juga kita anggap sebagai istirahat betul sekaligus ngibadah setelah bulan-bulan sebelumnya demikian sibuk kita bekerja….. Sayangnya begitu bulan puasanya bergeser ke bulan-bulan Oktober bahkan tahun ini bergeser ke bulan September, tradisi istirahat itu masih dipertahankan…..tetapi kali ini lain karena benar-benar istirahat total dan hampir tanpa kegiatan….mengingat mau mengerjakan laporan administrasi-keuangan tahunan juga belum waktunya…..Itu kondisi di kantor saya selama bulan puasa yang banyak nganggurnya…..Bagaimana dengan kondisi kerja di kantor Anda….?! Apakah volume pekerjaan juga sengaja diturunkan….?!
Baca lebih lanjut

Perbandingan Motivasi Kerja antara Guru vs Staf Struktural

Ada dua topik diskusi yang selalu saya sodorkan pada saat mengajarkan materi Budaya Kerja…..satu, “hambatan budaya kerja” dan yang lain adalah “urutan motivasi kerja”…… Untuk hambatan budaya kerja pada Prajabatan Golongan III Angkatan XI ini sudah pernah saya muat pada tulisan terdahulu….sedangkan urutan motivasi kerjanya akan saya coba ketengahkan pada kesempatan kali ini. Ada sedikit tambahan yang saya terapkan dalam instrumen, yakni mulai melakukan pembeda yakni berdasar profesi sebagai guru, staf struktural, dan staf kesehatan………

Dan ternyata ada sedikit perbedaan urutan, utamanya antara guru dan staf struktural…..Urutan motivasi kerja menurut para guru adalah : 1. Atasan Bijaksana; 2. Unit Kerja sesuai latar belakang pendidikan; 3. Hubungan emosional antar Karyawan; 4. Sarana dan Prasarana Kantor Yg Memadai; 5. Nilai-Nilai luhur yg dikembangkan di unit kerja Anda; 6. Pembagian dan Pendelegasian Tugas Yang Jelas; 7. Anda diberi cukup wewenang dan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan Anda, 8. Kesempatan untuk aktualisasi diri; 9. Pekerjaan yang menarik dan menantang kemampuan intelegensia Anda; 10. Kesempatan; 11. Penghargaan untuk Pekerjaan Yang Dilaksanakan dg Baik; 12. Adanya Honor atau Insentif; 13. Adanya Peluang dipromosikan.
yang menurut staf strukturaldisini

Hambatan Budaya Kerja Para Guru

Budaya Kerja pada dasarnya merupakan nilai-nilai yang menjadi kebiasaan seseorang dan menentukan kualitas seseorang dalam bekerja. Nilai-nilai itu dapat berasal dari adat kebiasaan, ajaran agama, norma dan kaidah yang berlaku dalam masyarakat. Dari definisi tersebut, rasanya jelas bahwa seseorang yang memiliki budi pekerti, taat pada agama, dan memiliki nilai-nilai luhur akan mempunyai kinerja yang baik…….dalam arti mau bekerja keras, jujur, anti KKN, serta selalu berupaya memperbaiki kualitas hasil pekerjaannya demi kemajuan organisasi….

Ada beberapa nilai-nilai yang mendasari kehidupan kerja seseorang, yaitu : 1).Nilai-Nilai Sosial , yang terdiri dari Nilai Kemanusiaan, Keamanan, Kenyamanan, Persamaan, Keselarasan, Efisiensi, Kepraktisan; 2) Nilai-Nilai Demokratik , yang terdiri dari Kepentingan Individu, Kepatuhan, Aktualisasi Diri, Hak-Hak Minoritas, Kebebasan/Kemerdekaan, Ketepatan, Peningkatan; 3) Nilai-Nilai Birokratik, yang meliputi Kemampuan Teknik, Spesialisasi, Tujuan Yg Ditentukan, Lugas Dalam Tindakan, Rasional, Stabilitas, Tugas Terstruktur; 4) Nilai-Nilai Profesional, termasuk Keahlian, Wewenang Memutuskan, Penolakan Kepentinan Pribadi, Pengakuan Masyarakat, Komitmen Kerja, Kewajiban Sosial, Pengaturan Sendiri, Manfaat Bagi Pelanggan, Disiplin; 5) Nilai-Nilai Ekonomik, yaitu Rasional, Ilmiah, Efisiensi, Nilai Terukur dg Materi, Campur Tangan Minimal, Tergantung Kekuatan Pasar.
berlanjut

Urutan Motivasi Kerja Menurut Staf Abadi

Refleksi Peserta Prajab Golongan II Kabupaten Kudus

Agak deg-degan juga saat menyebarkan kues urutan motivasi kerja pada Prajab Golongan II. Bukan apa-apa…..hanya tidak sabar saja menanti hasilnya….alias mengetahui urutan motivasi kerja para PNS pada golongan yang paling rendah…alias para staf abadi…..Ya…mau gimana lagi, para staf golongan II tersebut khan rata-rata tingkat pendidikannya hanya SMA….atau malah lebih rendah lagi…….lha, padahal sekarang ini yang dituntut oleh instansi pemerintah yang menjabat sebagai pejabat eselon IV (eselon terendah) kalau bisa ya…. S2….kalaulah ada yang S1, paling hanya yang tua-tua….alias sebagai penghargaan atas pengabdiannya sebelum pensiun…. So….berat khan mereka (para staf golongan I dan II) kalau mau jadi pejabat……belum lagi usia mereka yang sudah lumayan….akibat lama mengabdi sebagai honorer di instansi pemerintah…..

Tapi….walau berat tetep ada pelita di ujung goa yang gelap…..ya khan…. ?! Dan pelita pertama adalah diterimanya mereka sebagai PNS……sudah sebuah harapan walau belum merupakan jalan keluar…….Masih perlu perjuangan untuk keluar dari sebuah goa…..Dan menurut saya, selama ada harapan keluar dari goa….ya….teruslah berjalan….dengan bersemangat….karena hanya dengan begitulah….langkah akan terasa ringan….tidak cepat capek….tidak cepat patah arang….dan perjalanan akan jadi menyenangkan bukan…..?! Teruskan

Urutan Motivasi Kerja Menurut Para Staf

Refleksi Peserta Prajab III Kabupaten Jepara

Pada tulisan saya yang lalu, diketahui bahwa di negara manca telah terjadi salah persepsi yang mendalam dari para manajer tentang urutan motivasi kerja dari para staf. Terbukti hasil penelitian Profesor Keneth A. Kovach dari George Mason University menunjukkan bahwa urutan penyebab naiknya motivasi kerja menurut para staf pada tahun 1995 adalah pekerjaan yang menarik, pengharagaan penuh untuk pekerjaan yang dilaksanakan, merasa dilibatkan, dan upah yang baik. Sementara urutan motivasi kerja menurut persepsi para manajer adalah upah yang baik, jaminan pekerjaan, promosi jabatan, kondisi pekerjaan, dan pekerjaan yang menarik. Terjadinya perbedaan persepsi itu tentu saja akan menimbulkan pengambilan kebijakan yang salah dari para manajer khususnya dalam memperlakukan karyawannya dalam upaya peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Berpijak pada hal tersebut diatas, saya kemudian berfikiran untuk mencoba mengurutkan faktor-faktor yang dapat meningkatkan motivasi kerja para staf PNS. Seperti diketahui meningkatkan motivasi kerja seorang PNS merupakan pekerjaan yang sulit, bahkan mungkin lebih sulit daripada meningkatkan motivasi kerja karyawan swasta. Hal itu wajar mengingat masih lemahnya mekanisme reward and pusnishment yang dimiliki oleh instansi pemerintah. Artinya apa, jika seorang PNS memiliki prestasi yang baik atau mungkin seorang pekerja yang rajin, maka belum tentu dia akan mendapatkan imbalan yang pantas, baik melalui promosi, insentif atau sekedar perhatian dari atasan. Sedangkan jika dia merupakan PNS yang kualitasnya rendah, malas bekerja atau malah sering bolos kerja, kadang tidak ada hukuman yang diberikan padanya. Tentu saja kondisi-kondisi tersebut cenderung menyebabkan seorang PNS berkualitas menjadi stress, frustasi dan lebih gawat lagi akan ikut-ikutan menjadi malas atau bermotivasi kerja yang rendah. lanjutin

Hambatan Budaya Kerja Organisasi Pemerintah

Menurut Kacamata Peserta Diklat Prajabatan Golongan III Kabupaten Jepara

Mengajarkan suatu materi untuk pertama kalinya memang lebih sulit….soalnya kita harus menyiapkan bahan-bahan, mulai dari membaca modul yang dalam teorinya “basic teaching skill” dinamakan sebagai materi pokok yang harus diketahui atau “must know”, mencari bahan-bahan lain yang terkait yang sering disebut sebagai materi “should know” serta siap-siap dengan pertanyaan peserta yang kadang-kadang agak jauh dari materi pokok….(sering disebut sebagai materi yang “nice to know”. Sabtu kemaren adalah saya mengajar materi Budaya Kerja pada Diklat Prajabatan Golongan III. Terus terang materi ini baru pertama kali saya ajarkan sehingga agak grogi juga…… bahkan sempat dua kali penugasan materi ini saya tolak….. Hal itu disebabkan saya merasa belum begitu siap…..pa lagi transparansinya belum saya kerjakan secara tuntas. Jadi terus terang saja, kemaren saat ngajar, saya modal nekad campur rasa malu….masa nolak terus…….

“Budaya Kerja Organisasi Pemerintah” sebenarnya merupakan materi yang sangat saya tunggu….karena disini saya akan bisa sedikit memberikan suatu motivasi kerja bagi para peserta yang notabene merupakan ‘tunas-tunas muda’ PNS di masa mendatang….Saya akan berusaha menyebarkan ‘budaya kerja nan penuh cinta’ pada mereka….karena hanya dengan cinta, mereka akan mampu mengarungi kehidupan kerja PNS yang carut marut dengan penuh gairah dan semangat…..karena hanya dengan cinta terhadap pekerjaannya mereka akan tercetak menjadi tenaga-tenaga PNS yang profesional…..karena tanpa mencintai profesi sebagai PNS….mereka akan bekerja dengan setengah hati…..tanpa motivasi….salah jalan dalam menekuni pekerjaan seperti banyak birokrat alami saat ini….. atau mungkin malah keluar dari PNS…..mencari penghidupan lain yang lebih menyenangkan…..

Lalu bagaimana kita bisa mencintai pekerjaan kita sebagai PNS…..?! Ya….layaknya orang yang jatuh cinta…akan selalu kangen….selalu ingin bertemu…..maka ya…kita ya harus selalu bertemu dengan yang dikangeni utawa harus selalu masuk kerja tentunya….Kemudian ya…harus mengenal dengan sedetail-detailnya….atau selalu mendalami tugas pokok pekerjaan….termasuk mencari tahu peraturan-peraturan yang terkait dengan pekerjaan….Setelah itu, langkah awal adalah menerima pekerjaan yang kita cintai itu dengan apa adanya….gak peduli jelek…gak peduli pekerjaannya nggak begitu bagus…..bahkan kadang cuek alias tidak memperhatikan perasaan kita….namanya juga kadung cinta….ya….tetap nekad……tapi tentu saja gak akan berhenti sampai disitu saja…..kalau yang kita cintai jelek….gak bagus….or gak pantes buat diajak jalan-jalan….dikenalin sama orang-orang….ya…didandani….diberikan baju yang bagus…diberi ‘make up’ yang mahal….atau kalau perlu dioperasi plastik biar cantik dan sedap dipandang mata……begitu khan….?!

trus caranya bagaimana….?!

Pendekatan Komitmen Kerja PNS

 Meningkatkan Sikap Kepatuhan PNS menjadi suatu Komitmen (2)

Selama pemerintah bersikap tidak konsisten dalam penetapan kebijakan, utamanya dalam manajemen SDM, tidak ada solusi tepat bagi peningkatan kinerja PNS. Ketidakkonsistenan pemerintah itu dapat dilihat antara lain: pola perekrutanresize-of-capture_47sket.jpg PNS belum berdasarkan pada analisis kebutuhan tetapi masih berpedoman pada jatah anggaran; belum ada kejelasan mengenai sistem reward and punishment PNS; Pengiriman Pengembangan SDM baik melalui pendidikan formal maupun diklat seringkali salah sasaran; pengangkatan jabatan PNS belum berpedoman pada kompetensi; struktur birokrasi pemerintah belum kearah ’miskin struktur kaya fungsi’; serta minimnya pemanfaatan teknologi dalam mendukung produktivitas kerja instansi pemerintah.

Dari uraian tersebut pasti akan timbul suatu pertanyaan : kalau begitu tidak ada solusi ? Kalau kita bicara sistem penyelenggaraan pemerintahan solusi itu akan datang tidak dalam waktu dekat. Tetapi kalau kita memiliki prinsip ”diujung goa yang gelap pasti ada jalan keluar”, sebagai pelaksana di lapangan kita dapat berusaha meningkatan pendekatan kita dalam memotivasi kinerja staf, dari pendekatan kepatuhan menuju kearah pendekatan komitmen kerja.
Michael Maccoby dalam bukunya “Why Work ?” menyatakan bahwa pada akhirnya semua orang harus bekerja, tidak hanya untuk mendapatkan imbalan kebutuhan pokok, tetapi karena ingin menerapkan kemampuan yang mereka miliki dan merasakan dirinya berharga bagi diri sendiri dan orang lain. Hal itu menimbulkan pertanyaan: Apa yang membuat orang merasa berharga? Maccoby mengidentifikasikan delapan ‘pemicu nilai’ di lingkungan kerja yaitu : jaminan (security), keterkaitan (relatedness), kesenangan (pleasure), informasi (information), penguasaan (mastery), bermain (play), martabat (dignity), dan mempunyai arti (meaning). Pekerjaan yang memberikan hal tersebut memotivasi orang untuk memberikan kinerja terbaik dan komitmen kepada organisasi. Uraian lengkapnya disini

Meningkatkan Sikap Kepatuhan PNS menjadi suatu Komitmen

Rendahnya Motivasi Menimbulkan Masalah

Di dalam organisasi tradisional, manajemen lah yang menentukan pekerjaan, tugas dan juga menetapkan bagaimana hal tersebut harus dilaksanakan. Di dalam organisasi atau perusahaan swasta, diantara manajemen dan karyawan terdapat kontrak tertulis atau tidak tertulis yang mengatakan ”Kamu lakukan seperti yang kami perintahkan dan imbalan bagimure-exposure-of-phot0042-jakarta.JPG adalah upah yang pantas.” Selama kedua belah pihak mematuhi kewajiban masing-masing maka pekerja akan selalu patuh pada perusahaan.Pada organisasi pemerintah, kepatuhan yang dibeli dengan gaji, insentif maupun uang lembur menjadi kurang relevan. Berbeda dengan organisasi swasta, lemahnya sistem reward and punishment, apalagi sampai berujung pada pemecatan, menjadi kendala pemerintah untuk mendapatkan kepatuhan  karyawannya. Melemahnya tingkat kepatuhan PNS menjadi problem organisasi pemerintah semenjak era reformasi yang diikuti dengan paradigma desentralisasi melalui pemberlakuan otonomi daerah. Indikasi melemahnya tingkat kepatuhan PNS antara lain adalah banyak PNS yang mulai tidak patuh pada atasannya, sering tidak masuk kerja dengan alasan yang macam-macam, mulai dari sakit, melayat ke rumah tetangga, menghadiri undangan perkawinan, atau sekedar keluar kantor untuk mencari makan atau belanja. Jika dia masuk kantor, itupun sekedar memenuhi absensi utamanya kewajiban apel pagi, dan setelah itu sibuk menghindari pekerjaan yang diberikan atasan dengan berbagai alasan. diklik lagi saja