Monthly Archives: November 2008

Menyelesaikan Sesuatu Yang Tertunda….

Ini sebenarnya merupakan crita lanjutanku tentang sulitnya seorang widyaiswara dalam mengumpulkan angka kredit….bahkan buatku yang hanya seorang widyaiswara muda ini….yang katanya semua hal bisa jadi angka kredit…alias obah sithik wae wes dadi angka kredit….ternyata sulit juga. Pangkal masalahnya seperti biasa adalah sulitnya mencari bukti fisik atau bukti administrasi kelengkapan dalam melaksanakan suatu kegiatan….Sebenarnya waktu mei kemaren sudah sebagian bukti fisik yang berhasil aku kumpulin….akan tetapi, mau ngajuin rasanya eman-eman karena jika dapet penilai yang teliti (bukan yang rewel lo….) Sehingga kemudian aku and Mr. Yatno mutusin buat nunda pengajuan angka kreditku sampek periode Desember….biar agak lego…ada waktu buat nglengkapin ‘barang bukti’ sekalian nambah sumber-sumber angka kredit lain yang gak sempat kubikin but lumayan banyak angka kreditnya…seperti GBPP/SAP….

Tapi apa lacur….ternyata kondisi di bulan Desember juga gak jauh beda. Bahkan kesibukanku bener-bener meninggi di akhir tahun….dan kesemuanya malah yang bikin mumet-mumet…seperti njalanin AKD….juga mbikin modul-modul yang sampek empat and deadline-nya bareng-barang lagi….yakni sekitar pertengahan Desember….sementara mau ngumpulin bukti, utamanya yang ngajarnya di ‘dalam negeri’ seperti diklat prajab nan berjibun itu, ternyata SK-nya pun banyak yang tidak ketemu…..bahkan untuk Prajab golongan III yang waktunya panjang-panjang malah hampir gak ada sama sekali….Walaaaahhh….!!

Sempet bingung juga aku, antara ngumpulin atawa tidak….Bahkan Mr. Yatno pun memilih untuk menyerah and menunda lagi….”Awak dieman-eman Lut….tinimbang ngotot tapi malah sakit…” demikian Mr. Yatno mencoba menasehati sinambi sentrap-sentrup akibat pilek….Tapi berhubung aku sudah nekad and merasa diri ini terlalu lama menunda….Karena jika dipikir-pikir, Desember tahun kemaren aku juga berniat mengajukan but…karena sibuk ngajar di Jepara maka gak jadi ngusulin…lalu Mei juga gak jadi….lalu masak Desember tahun ini gak ngusulin juga….?! Akhirnya nekad wae…. Semua berkas tak susun walau gak lengkap…..Semua bukti mengajar tak ketik sendiri walau gak rapi….Lalu berkas-berkas lain tak lampirin buat pepak-pepak….Dan akhirnya…. Alhamdulillah….Selasa Kemaren, tepat deadline terakhir 25 November…. Selesai juga berkas itu kususun and kemudian tak masukin kardus kecil serta kutumpuk….. Biarin….yang penting pekerjaanku selesai duluan….masalah angka kreditku diitung berapa….terserah tim penilai saja….syukur-syukur mau bermurah hati dalam menilai hingga aku bisa naik pangkat per April 2009….Kalau gak murah hati….?!

Iklan

Just Do It…!!

Sebenarnya udah lama aku pengen menuliskan kalimat ini….Karena saya merasa banyak tertolong dalam melaksanakan pekerjaan kantor hanya dengan ‘just do it’ saja….Tetapi berhubung kalimat itu masih menjadi sesuatu yang belum begitu jelas bagi saya maka tak tunda-tunda terus nulisnya….baru setelah Mario “The Golden Ways” Teguh menganjurkan hal yang sama….Bahkan jika kita belum tahu segala data dan fakta secara gamblang sekalipun….lakukan saja….karena dengan melakukan kita akan belajar sesuatu….dengan melakukan kita akan menemukan fakta dan data yang tersimpan itu… Dengan melakukan kita akan lebih bijak…walau untuk itu kita salah….tapi asal kita menyadari kesalahan maka kita pasti akan lebih bijak dari sebelumnya….Dan semangat itulah yang ingin saya tularkan pada Anda semua….

Dalam banyak hal….saya sendiri merasakan manfaat dari ‘Just Do It’ itu…Pengalaman terakhir adalah saat saya diminta menuliskan sebuah modul yang materinya agak asing bagi saya dan saya hanya diberikan berkas-berkas yang bertumpuk-tumpuk tanpa ada arahan sama sekali….maka yang saya lakukan adalah ‘just do it’….dan Alhamdulillah saat ini saya merasa dapat menyusun modul itu dengan baik…membuatkan latihan-latihan yang bermakna bagi peserta….bahkan buat mengajarkannya pun rasanya saya siap…Dan itulah yang rasanya sering saya lakukan saat menerima tugas-tugas pekerjaan yang dibebankan pimpinan pada saya…..karena saya sadar bahwa saya bukanlah seorang yang sangat istimewa…hingga yang bisa saya lakukan hanya ‘just do it’ saja…. Baca lebih lanjut

Buat Apa Ikut Diklat Versi Saya……

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan saya terdahulu tentang topik sejenis…yakni Buat Apa Ikut Diklat….Hanya saja, kalau yang dulu merupakan pengamatan saya tentang motivasi-matovasi buruk dari peserta sehingga diklat-diklat yang diselenggarakan oleh instansi pemerintah seringkali kurang mencapai tujuannya…..maka pada tulisan kali ini saya mencoba mencarikan solusi agar diklat yang diselenggarakan dapat lebih bermakna….tapi bukan dari sisi penyelenggara yang sudah banyak sekali diulas dalam buku-buku kediklatan…yang teorinya sih bagus-bagus tapi….. hasilnya masih banyak-banyak perlu dipertanyakan…karena menurut saya, faktor keberhasilan utama penyelenggaraan diklat adalah dari sisi peserta yang bermotivasi tinggi….Na….kali ini saya akan mencoba menceritakan pengalaman saya menjadi peserta yang bermotivasi dalam sebuah diklat….

Seperti juga peserta diklat lainnya, saya juga selalu ‘lemes’ jika hendak diikutkan dalam sebuah diklat….Tahun ini sudah dua kali saya ikut diklat…..setelah tahun 2007 gak pernah sama sekali….Yang satu, adalah TOT Diklat Pim Tingkat IV materi PKT di Jakarta…..satunya lagi, TOT WI Muda yang berlangsung pada saat puasa kemaren di Badan Diklat Provinsi Jawa Tengah…..Dan ma’af, dua-duanya saya rasakan sangat bermanfaat bagi karier saya sebagai widyaiswara….!! Dengan kata lain, dua-duanya diklat yang saya ikuti bisa dikatakan mencapai tujuannya….Bukan….bukan karena saya orangnya selalu bersemangat seperti bayangan Anda-Anda….Sebagai contoh, saat ikut diklat di Jakarta di kantor sedang banyak-banyaknya pekerjaan….disamping itu, terus terang pengajarnya juga hampir dikatakan ‘rata-rata air’ lah hingga bikin bosen dan hampir gak ada yang dapat ‘diambil’ dari diklat itu….Lalu yang TOT Muda….?! Pelaksanaannya khan pas bulan puasa….saat kita sedang lemes-lemesnya…..Lalu pertanyaannya koq saya bisa merasa diklat yang saya ikuti bermanfaat….?! Hmm…. saya punya beberapa kiat buat memaksa kita, sebagai pribadi peserta diklat, bersemangat saat ikut diklat….. Baca lebih lanjut

Penutup Presentasi nan Megah

Setelah Anda membuka sebuah sesi presentasi dengan hangat, melaksanakan presentasi dengan indah, mengelola sesi tanya jawab dengan baik maka langkah terakhir yang harus Anda lakukan adalah menutup sesi presentasi dengan megah. Sebagai misal, Anda memulai bicara dengan pembukaan yang memukau. Anda berselancar dengan percaya diri masuk ke isi bicara. Lalu, Anda kehabisan bensin saat mendekati penutupan. Anda telah selesai bicara, tapi audience Anda masih belum selesai mendengar. Mereka menatap Anda. Anda menatap mereka. Sunyi. Senyap. Tangan Anda mulai ‘gratil’, memutar-mutar pulpen. Mengetuk-ngetuk mikrofon ke meja. Membenarkan posisi dasi yang seperti selalu miring. Ujungnya, Anda menyerah dan hanya mengucap kata perpisahan yang sama dari bicara ke bicara: “Terima kasih”. Untungnya audience Anda masih memberi applaus. Anda bisa bernafas lega kembali.

Fungsi penutupan adalah untuk memberi aksen terhadap tujuan bicara Anda dan meninggalkan audience dengan sesuatu yang bernilai untuk selalu diingat. Penutupan adalah klimaks, dobrakan. Hindari sekedar “terimakasih.” Audiencelah yang semestinya berterimakasih kepada Anda! Lebih baik gunakan jawaban pertanyaan “so what?” dari isi bicara Anda. Penutupan, seperti juga pembukaan, bisa dramatis, emosional atau retorikal. Anda bisa menggunakan humor atau pertanyaan. Menutup bicara dengan kreatif, akan membuat isi bicara Anda selalu diingat dan dikenang audience Anda. Baca lebih lanjut

Aspek Kebahasaan dalam Penyusunan Surat Dinas (jilid 2 tamat)

gambar-bagian-surat-dinas1

He…he….he….ini adalah tulisan lanjutan dari tulisan sebelumnya tentang bagaimana menyusun surat dinas sesuai dengan kaidah Bahasa Indosesia baku….Lalu mengapa koq sampai tak bikin dua edisi….?! Yang jelas biar tulisannya tidak terlalu berat buat diposting ples gak terlalu ngebosenin buat dibaca yang kebetulan nemunya cuman sepethil-sepethil….serta tentu saja agar he…he….he….

Dari gambar di atas, berikut akan dijelaskan bagian-bagian yang ada pada surat dinas secara umum (Sabariyanto, 1998).

1. Kepala Surat

Bagian ini biasa disebut juga Heading atau Letterhead atau Cope surat. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam bagian ini adalah :

a. Kepala surat sebaiknya ditulis lengkap (lambang, nama instansi, alamat, nomor telepon, nomor kotak pos, nomor faksimile, alamat kawat.

b. Nama instansi ditulis dengan huruf kapital.

c. Huruf awal alamat, kotak pos, faksimile dst ditulis dengan huruf kapital, kecuali kata tugas, misalnya dan, dalam, atau

d. Jangan ada yang disingkat, misalnya telp., faks, jln

e. Jangan digunakan po box atau post office box atau cable adress. Gunakan kotak pos dan alamat kawat.

f. Beri garis horizontal pada bagian paling bawah Kop Surat.

2. Tanggal Surat

Bagian ini menunjukkan kapan surat itu dibuat/ ditandatangani oleh pejabat yang berwenang. Penulisan tanggal surat biasanya diikuti dengan lokasi penulisan surat. Akan tetapi, jika dalam kepala surat sudah ada alamat instansi secara lengkap maka penulisan lokasi penulisan surat tidak usah ditulis lagi. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah :

a. Kata tanggal tidak perlu ditulis.

b. Angka tahun ditulis lengkap.

c. Nama bulan ditulis dengan huruf dan tidak boleh disingkat.

d. Pada akhir baris tidak dibubuhkan tanda titik.

e. Huruf awal nama bulan ditulis dengan huruf kapital.

f. Spasinya tidak boleh digaris bawah serta jangan dijarang-jarang.

Baca lebih lanjut

Aspek Kebahasaan dalam Penyusunan Surat Dinas

Menuliskan tulisan serial tentang permasalahan kebahasan dalam surat dinas instansi pemerintah ternyata butuh energi yang begitu besar hingga gak selesai-selasai. Padahal, tulisan terpopuler dari blog ini adalah tulisan mengenai itu. Dengan kata lain, tulisan mengenai itu kayaknya menjadi sesuatu yang selalu dinantian lanjutannya oleh para pembaca. Bahkan, baru-baru ini saat materi ini saya lontarkan dalam sebuah diskusi kelas Diklat Kepemimpinan Tingkat IV di Pati….permasalahan kebahasaan juga menjadi sesuatu yang baru dan sangat menarik minat peserta….juga diiringi permintaan agar hal itu segera disosialisasikan dalam bentuk produk hukum….sesuatu yang sampai sekarang aku gak tahu caranya gimana ngurusnya….

Na….saat ini saya sedang ditugasi Badan Diklat buat menyusun modul mengenai perkantoran modern bagi peserta diklat prajabatan golongan I, II dan III…dan kebetulan salah satu materinya adalah mengenai penyusunan surat dinas. Tentu saja dengan senang hati materi tentang aspek kebahasaan dalam penyusunan sebuah surat dinas tidak lupa kubahas habis-habisan…..Mumpung lagi minat, sekalian saja sebagian isi dari modul itu, khususnya tentang persuratan tak bagi pada Anda-Anda sekalian….sekaligus sebagai pengobat kekecewaan bagi para pembaca yang merasa tulisan saya tentang permasalahan kebahasaan dalam surat dinas merasa tidak pernah saya tulis dengan lengkap….sorry lagi banyak kesibukan ni….utamanya yang buat-buat modul itu yang bikin pikiran capek….hingga gak sempat ngeblog…. Sekalian janji deh….nanti semua isi modul tentang perkantoran akan saya posting secara bertahap….mulai dari pelayanan telepon, pelayanan tamu, mengelola sebuah rapat…dan masih banyak lagi yang lainnya….ha…ha…ha… Walau tentu saja Anda harus bersabar dahulu karena konsepnya belum selesai secara utuh….. Baca lebih lanjut