Membagi Kelompok Dengan Metode “Pilih Sendiri”

Dalam sebuah proses pembelajaran, membagi peserta dalam kelompok-kelompok kecil hampir menjadi sebuah keharusan, khususnya saat hendak menerapkan metode diskusi. Membagi peserta dalam kelompok banyak ragamnya. Yang lazim digunakan adalah meminta peserta berdiri, untuk kemudian mulai menghitung 1 sampai 7 (tergantung jumlah kelompok yang ingin dibentuk. Bisa juga pake A, B, C, D…..). Saya sendiri seringkali mencoba membagi kelompok dengan cara yang agak lain, misalnya lewat binatang kesayangan, warna kesukaan, golongan darah, kesamaan sifat, hari lahir dll….. Dan yang paling saya sukai sekaligus sering saya pakai adalah melalui Metode “Pilih Sendiri”

Metode ini, gak tahu udah ada yang pernah makek atau belum, saya temukan saat awal-awal mengajar ”Team Building” yakni di Kabupaten Rembang (lupa tepatnya kapan). Yang jelas idenya sih datang saat sedang Jum’atan (walah ketauan kalo Jum’atan gak dengerin kutbah tapi malah ngelamun). Maklum baru pertama ngajar mata diklat itu. Apalagi ini pesertanya ada yang psikolog (Mbak Ratih dari BKD), yang katanya Pak Nursalam (Kasi Diklat Rembang) orangnya pinter dan berpengalaman…..hingga bikin aku agak grogi juga sekaligus merasa tertantang buat ’ngerjain’ dia he…he….he…..hingga lagi, bikin aku bersemangat buat nyiptain jurus membagi kelompok selain yang 1,2,3….itu. Inti dari metode ”Pilih Sendiri” ini adalah memilih anggota kelompok berdasarkan tingkat kepopuleran seseorang di dalam sebuah kelas. Orang yang populer di kelas pasti menjadi rebutan buat diilih oleh teman-temannya….sedangkan bagi orang yang tak populer akan lama terpilihnya oleh temen-temennya….alias duduk paling belakang……

Langkah-Langkah Metode ”Pilih Sendiri”

1. Mintalah semua orang peserta untuk berdiri dan keluar dari lingkungan tempat duduknya masing-masing…..boleh di bagian belakang atau bagian samping…..asal mudah dilihat oleh calon pemimpin nantinya……

2. Pilihlah sebanyak 6-8 orang sebagai pimpinan kelompok. Disini pimpinan bisa dipilih oleh fasilitator berdasarkan orang yang paling aktif di kelas…..walau akhir-akhir ini hal itu saya modifikasi dengan memilih peserta yang sedang hamil atau sedang sakit….agar mereka bisa cepat segera duduk….

3. Aturlah tempat duduk para pimpinan itu sedemikian rupa hingga menyebar di ruangan. Upayakan di sekitar calon pemimpin tersebut ada sejumlah kursi yang pas dengan calon anggota kelompok. Hal ini penting agar saat mereka mempunyai anggota, secara otomatis ruangan kelas tersebut telah terbagi menjadi kelompok-kelompok kecil…alias ga banyak mindahin bangku lagi…..

4. Mulai dari pimpinan ke-1 (misal : Mr. A) mintalah mereka memilih satu orang anggota kelompok. Jika sudah memilih, coba tanyailah alasan mengapa mereka memilih si X sebagai anggota kelompoknya….Sekaligus tanya perasaan si Mr. X akibat dipilih oleh Mr. A tadi…..senangkah, puaskah, atau malah merasa bangga……

5. Kemudian, berturut-turut mintalah pimpinan ke-2 (misal : Mr. B) buat melakukan hal serupa….lalu diikuti dengan Mr. C, D, E., F, dan G. Untuk memilih anggota yang kedua sebaiknya dipilih mulai dari G, E……A agar ada pemerataan kesempatan. Sedang yang berikut urutannya kembali dari A,B…..G….dst…..Jangan lupa setiap kali seorang pimpinan memilih anggotanya tanyakan alasan pemilihan tersebut….beserta perasaan si terpilih jika diperlukan….utamanya jika alasan si pimpinan itu unik atau tidak jelas……

6. Ulangi kegiatan tersebut sampai seluruh peserta di ruangan terpilih atau telah memiliki kelompok. Jangan lupa tanyai perasaan mereka yang terpilih pada akhir-akhir acara…..sedih, mangkel, dendam, atau merasa pantas karena selama ini memang merasa terlalu pendiam dalam kelas…..

Refleksi

Ada beberapa refleksi dari sistem pemilihan ini. Yang pertama, kita mengajarkan pada peserta beratnya seorang pimpinan dalam mengambil keputusan….dalam arti sebagai pimpinan itu tidak selamanya enak-enakan….ada kalanya dia harus memutuskan segala sesuatunya seorang diri. Yang kedua, jika pimpinan itu telah memiliki satu atau dua anggota maka mereka dapat diajak kerjasama buat memilih anggota yang lain dalam arti bisa diajak urun rembug dalam memecahkan sebuah persoalan.Walau dalam hal ini, keputusan terakhir tetap ditangan pimpinan. Yang ketiga, sebagai anggota sebuah kelompok Anda dituntut selalu aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Anda akan populer jika Anda aktif berpartisipasi dalam kelompok. Yang keempat, ada beberapa sebab mengapa seseorang itu tidak populer dalam sebuah kelompok. Mungkin dia terlalu pendiam, alias tidak aktif dalam sebuah kegiatan kelas. Tetapi disisi lain, kadang seorang yang terlalu aktif atau mendominasi kelas kadang juga bikin sebel orang lain hingga bisa jadi dia tidak populer juga. Yang kelima, mengajak peserta buat introspeksi diri terhadap perilaku mereka dalam sebuah kelompok. Jika mereka termasuk person yang lama terpilih, mintalah mereka buat mecari tahu sebabnya serta berupaya memperbaikinya di kemudian hari…..hubungkan juga kondisi tersebut dengan peran mereka serta dampak terhadap karir mereka di organisasi kerja…..

Yang Bikin Menarik

Dari pengalaman saya selama ini, cara membagi kelompok seperti ini sangat menarik dan dapat dijadian sebagai ice breaker juga….karena cukup menghibur dan lumayan memakan waktu pula. Hal yang menarik antara lain:

1. Saat melihat begitu bingungnya pemimpin (karena hanya sendirian) saat pertama kali harus memilih anggota kelompok….bahkan sangking bingungnya ada pengalaman dia malah memberikan kesempatan pada orang lain….sesuatu yang kemudian akan sangat disesalinya…..

2. Saat melihat reaksi suatu kelompok saat sudah menentukan pilihan, tiba-tiba diambil orang lain yang mendapat giliran lebih dahulu….hingga yang berikutnya akan membikin dia hati-hati dalam memilih….(disini saya aan menambah tekanan dengan berkata ”mangkanya kalo milih betul-betul dipikir….soalnya kalo gak cepet Anda pilih maka si dia akan dipilih orang laen….”)

3. Saat melihat alasan dalam memilih seorang anggota…..yang kadang lucu-lucu juga, seperti : karena temen satu kamar, karena orangnya ganteng atau cantik, temen satu kantor, tetangga, karena lucu….alias tidak selalu orang yang pinter….. (bagi yang terpilih akan tak poyoki….”sorry Anda dipilih bukan karena bagus…..cuman karena teman sekamar saja….” atau jika ada seseorang yang terpilih karena berkualitas Anda bisa memberi pujian….”Jika Anda berkualitas, Anda tak perlu berdiri lama-lama….” atau ”Anda harus bangga…..walaupun dia tak tahu nama, tapi tetap memilih Anda....”)

4. Saat melihat reaksi orang yang merasa aktivis di kelas tapi gak dipilih-pilih….hingga wajahnya terlihat malu….minimal tersenyum kecut…..apalagi kalo dia ketua kelas……seorang yang meras pintar…..atau seorang dokter……(tentu saja dalam hal ini saya dengan senang hati ikut nggarapi juga, misalnya dengan mengatakan ”Anda harus lebih introspeksi diri mengapa gak juga terpilih…..mungkin Anda kurang aktif di kelas….atau malah terlalu dominan hingga bikin sebel….”)

One response to “Membagi Kelompok Dengan Metode “Pilih Sendiri”

  1. ishak hatorangan

    tks pak WI, minta izin untuk coba menggunakan metode ini….sukses untuk bapak..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s